Setiap bangsa, setiap budaya tentu memiliki cerita-cerita fabel. Dongeng tentang binatang sebagai tokoh utamanya ini memiliki petuah bijak sebagai bahan pembelajaran hidup khususnya bagi anak-anak. Diceritakan secara turun-temurun dari kakek-nenek ke ayah-ibu, dan seterusnya.
Kita mungkin mendapat ceritanya dari ayah atau ibu kita yang mendongengkannya saat menjelang tidur atau mungkin di kesempatan-kesempatan tertentu. Di sekolah pun saat duduk di bangku sekolah dasar, kita sering mendengar atau membaca fabel-fabel yang diajarkan sebagai bagian dari mata pelajaran Bahasa Indonesia atau sastra.
Peran fabel sebagai bahan pembelajaran hidup yang berisi pesan bijak, inspirasi, kecerdikan, dan sebagainya, itu diakui dunia pendidikan sebagai pelajaran yang efektif, simpel dan mudah dicerna. Jangan heran jika sampai kini adaptasi fabel-fabel yang sudah hidup raturan hingga ribuan tahun lalu bertebaran di berbagai karya tulis, animasi, dan lain sebagainya. Adaptasinya juga diselipkan dalam pembelajaran bisnis modern.
Sahabat yang Luar Biasa!
Pagi ini pada talkshow rutin di jaringan Radio Sonora saya membawakan salah satu fabel yang diambil dari buku saya 22 Wisdom & Success dengan judul "Aku Dilahirkan di Dunia Ini Pasti Punya Manfaat". Fabel ini juga ada di CD-Audio book "10 Wisdom, Inspiration & Motivation for Success" #9 dengan judul yang sama.
Cerita itu sangat bermakna, bercerita tentang kura-kura yang merasakan kelambatannya berjalan akan menjadi masalah saat berhadapan dengan binatang buas. Ia pun belajar berlari pada pelanduk. Ternyata ketika ia berhadapan dengan raja hutan yang mencoba memangsanya, tempurung di punggungnya menjadi pelindung yang ampuh. Sang kura-kura pun selamat.
Bahan pelajaran dari fabel itu adalah setiap orang yang dilahirkan di dunia pasti punya manfaat, juga pasti memiliki ciri khas yang tidak dimiliki orang lain. Karena itu mari syukuri apa yang kita miliki dan manfaatkan sebaik-baiknya.
Kita tak perlu silau kala melihat kelebihan orang lain. Karena sekecil apa pun kemampuan kita, jika dikembangkan dengan penuh keyakinan, penuh kesungguhan hati, dan fokus, suatu kali akan membawa kita pada kemenangan dan kesuksesan.
Hai, Anda mungkin tidak percaya, ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan; “Mana yang lebih baik, menjadi karyawan atau pengusaha? “
Apa yang Anda inginkan
Sebelum melihat mana yang lebih baik, mungkin lebih baik kita menyimak apa sebenarnya yang Anda inginkan?
Kawan, jika yang Anda inginkan adalah kekayaan dan keamanan, mungkin Anda tidak perlu menjadi pengusaha.
Anda juga dapat menjadi kaya melalui jalur karyawan.
Para karyawan puncak menikmati gaji dan fasilitas yang memungkinkan mereka hidup mewah. Mereka juga memutarkan kelebihan uang ke saham, properti dan franchise. This is a real multiple sources of incomes. Pendapatan mereka jauh lebih baik daripada pemilik usaha kecil. Jadi, masih perlu jadi pengusaha?
Tetapi, apa yang dua hal yang kurang dalam hidup mereka.
Dua hal ini membuat banyak profesional rela membuang kemewahan dan memulai segalanya dari bawah (saya salah satu diantaranya, :).
Dua Kelebihan Menjadi Pengusaha
Yang pertama adalah waktu. Saya ingin menentukan waktu saya sendiri.
Di kala sibuk, saya memang bekerja 18 jam sehari dan 7 hari seminggu. (Oh! ini akan sering terjadi, terutama di awal-awal berdirinya perusahaan Anda). Namun, sebagai gantinya, di waktu senggang, saya bebas mengunakan waktu. Saya bebas jalan-jalan bersama keluarga dan teman-teman. Menyenangkan, bukan?
Yang kedua; kebebasan …
Sebagai pengusaha, saya adalah pemilik kebebasan.
Saya bebas membuat keputusan. Saya tidak perlu meminta izin atasan.
Memang, dampaknya berbeda. Sebagai karyawan, perusahaan akan menanggung kesalahan saya. Namun sekarang, saya yang akan menanggungnya. Hitung-hitung, ya belajar dari kesalahan.
Jadi, mana yang lebih baik, menjadi karyawan atau pengusaha?
Itu tergantung kepada keinginan Anda.
Pilihan di tangan Anda.
Jika Anda menginginkan kekayaan, keamanan dan rutinitas, hidup yang tidak banyak berubah, sedikit tabungan hari tua, menjadi karyawan sudah cukup. Sebuah survey menunjukan, 41% orang di Amerika Serikat menginginkan kehidupan seperti ini. Jadi, Anda tidak sendiri.
Namun, jika Anda menginginkan waktu, kebebasan dan pertualangan, maka Anda mungkin perlu memikirkan cara-cara menjadi seorang pengusaha yang baik.
Pilihan di tangan Anda.
Oh ya, bagaimana dengan kekayaan? Apakah menjadi pengusaha dapat menjadi kaya? Itu kita bahas besok ya … See you at the top!
Alkisah, di tepi sebuah sungai, tampak beberapa orang yang sedang memancing. Di antara para pemancing di sana, terdapat dua orang yang terkenal karena kepandaiannya memancing sehingga setiap hari ikan hasil tangkapan mereka berdua selalu berhasil memenuhi ember yang mereka bawa. Penduduk di sekitar situ pun sangat mengagumi mereka.
Sekelompok anak muda mendatangi si pemancing ingin berguru kepada mereka. Saat mendengar maksud dan tujuan para pemuda itu, diam-diam si pemancing pertama pergi menghindar mereka sambil menggerutu, "Enak saja anak-anak muda itu mau berguru kepadaku. Ilmuku tidak akan kubagikan percuma kepada mereka karena toh tidak ada untungnya bagiku. Lebih baik waktuku kumanfaatkan sebaik-baiknya, untuk lebih berkonsentrasi mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya."
Sedangkan pemancing kedua dengan ramah membalas sapaan para pemuda yang datang menghampirinya. "Kalian ingin belajar memancing? Silakan saja. Bapak dengan senang hati akan mengajari kalian."
Dan selanjutnya, setiap hari, dan berhari-hari kemudian, dengan tekun dan gembira masing-masing anak mempelajari teknik-teknik memancing, mencari, dan memasang umpan di mata kail untuk menarik perhatian ikan memakan umpan, berlatih konsentrasi, dan lain-lain.
Karena gembira dengan ilmu yang didapat, para murid itu membuat kesepakatan bahwa setiap sepuluh ikan hasil tangkapan mereka, akan disisihkan satu ekor untuk guru mereka sebagai tanda ungkapan rasa terima kasih.
Berkat kebaikan dan kemurahan hati si pemancing dengan membagikan ilmu kepada orang-orang lain, maka di kemudian hari si pemancing tidak perlu harus memancing ikan setiap hari.
Hasil tangkapan yang disisihkan oleh para muridnya ternyata mampu menunjang kehidupannya di kemudian hari, sepanjang sisa hidupnya. Sedangkan pemancing yang lainnya, sepanjang hidupnya harus tetap melakukan pekerjaan memancing sendiri karena tanpa memancing dia tidak bisa menghidupi dirinya sendiri.
Sahabat yang Bijaksana!
Seperti nyala api sebuah lilin, walaupun memberikan api kepada lilin-lilin yang lain, dia tidak berkurang sinarnya. Bahkan di saat sumbu lilin yang lain menempel padanya, saat itulah apinya menyala lebih terang. Dengan memberi, ternyata sedikitpun tidak ada yang berkurang dari yang dipunyainya.
Seperti seorang guru, setiap hari membagi ilmu kepada begitu banyak murid tanpa kehilangan sedikitpun ilmu yang dia punyai, bahkan pada kisah pemancing tadi, dengan membagi ilmu memancingnya, dia mendapatkan keuntungan sepanjang hidupnya.
Berbahagialah mereka yang mau memberi tanpa mengharapkan balasan karena sesungguhnya hukum alam selalu memberi imbalan atas setiap perbuatan baik tanpa perlu kita memintanya. Maka pada saat kita bisa mempunyai kesempatan untuk memberi, berilah! Karena dari sisi lain kita pasti akan mendapatkan sesuatu, bahkan di luar dugaan kita.
Semua orang memiliki kekuatannya masing-masing, tapi apakah semua orang menyadarinya? Tidak.
Semua orang punya mimpi, tapi apakah semua orang sudah berusaha mewujudkannya? Tidak. Semua orang ingin sukses, tapi apakah semua orang sudah mencoba untuk melangkah menuju ke sana? Tidak
Tidak ada orang yang menyangka Gunung Everest mampu didaki sampai Edmund Hillary melakukannya.
Tidak ada orang yang menyangka manusia bisa terbang sampai Orville dan Wilbur Wright menemukan alat yang disebut pesawat.
Dan Briptu Norman tidak akan terkenal seperti sekarang apabila ia tidak mem-posting videonya di Youtube. Semua itu berawal dari mimpi.
Apakah faktor yang paling sering menghalangi seseorang untuk meraih mimpinya? Mengambil langkah pertama. Begitu beratnya mengambil langkah pertama sampai-sampai mereka membuat mental block dengan membatasi sendiri kemampuannya. Pernyataan seperti:
1. Aku menunggu saat yang tepat untuk mulai melangkah. 2. Aku menunggu sampai aku sudah memiliki skill yang baik. 3. Aku tidak tahu harus mulai dari mana. 4. Aku tidak akan mampu, itu terlalu sulit untukku.
Adalah contoh-contoh pernyataan yang menghalangi seseorang dalam melangkah. Padahal faktanya adalah:
1. Waktu tidak akan pernah tepat karena apabila kamu membiasakan diri untuk selalu menunggu, kamu akan selalu menemukan alasan yang menghalangi kamu untuk melangkah.
2. Skill yang baik didapat justru dapat kita pelajari lebih banyak saat kita melangkah. Seperti kata pepatah, experience is the best teacher. Apakah kamu bisa pintar bermain alat musik hanya dengan membaca buku? Tidak, kan?
3. Kamu bisa mulai melangkah dengan mencari informasi, melakukan riset dan kemudian mulai menyusun rencana. Ya, langkah terbaik untuk memulai sesuatu adalah merencanakan dan mulai melakukan rencana itu satu per satu. Don’t be confused!
4. Anggapan ‘aku tidak mampu’ adalah mental block yang harus kamu singkirkan karena berpikir tentang kegagalan akan SANGAT membatasi kreativitasmu. Satu hal yang kamu harus sadari adalah semua orang yang melakukan sesuatu untuk pertama kali pasti akan kesulitan. Tetapi dari kesulitan itulah kamu dapat belajar banyak. Orang yang kesulitan tapi berjuang untuk mengatasinya akan menjadi orang yang kreatif.
Kesimpulan dari 4 poin di atas adalah, kamu harus mulai melangkah sekarang. Jangan malah terjebak dalam mimpimu sendiri. Bagaimana cara untuk mengambil langkah pertama untuk menggapai mimpimu?
1. Buatlah rencana dan persiapan untuk menggapai mimpimu Perencanaan dan persiapan yang baik akan sangat membantu perjalananmu. Apakah kamu mampu mendaki gunung Everest hanya dengan membawa sepotong roti? By failing to prepare, you’re preparing to fail.
2. Lakukan sekarang Take one step at a time. Walaupun mimpimu sangat besar, lebih baik kamu mewujudkan hal-hal yang kecil terlebih dahulu supaya kamu tidak kewalahan. Karena ini adalah pengalaman pertamamu, kamu pasti akan menemukan banyak kesulitan dan melakukan kesalahan. Belajarlah dari kesalahanmu itu.
3. Lakukan dengan benar Setelah kamu mempelajari kesalahanmu, maka kamu harus memperbaikinya dengan melakukannya dengan benar.
4. Lakukan dengan lebih baik lagi Ketika kamu mampu melakukan dengan benar, maka langkah berikutnya adalah meningkatkan kualitas dan berinovasi untuk membuat sesuatu yang lebih baik.
Apabila kamu sudah melakukan ke-4 hal di atas, maka kamu baru saja mengambil langkah pertama, langkah selanjutnya pasti akan lebih mudah dan kamu-pun sudah berada di jalur yang tepat menuju kesuksesan. Ingat! Do it first, do it right, do it better.
“A journey of a thousand miles begins with a single step” – Lao Tzu
Dari manakah kebahagian bisa kita dapat? Berdasarkan kepercayaan, kondisi sehat dan memiliki uang banyak sering dianggap bisa mendatangkan kebahagiaan. Namun pada kenyataannya, sumber kebahagiaan tak sesederhana itu. Punya banyak uang bisa jadi tak membuat seseorang bahagia, jika ternyata teman atau tetangga lebih banyak uang darinya. Begitupun untuk hal lainnya. Kebiasaan membanding-bandingkan ini menjadi penyebab orang tak bahagia.
Lalu bagaimana agar kita bisa bahagia? Penulis buku Wellbeing: The Five Essential Elements, Tom Rath, menyebutkan ada lima hal yang bisa membuat seseorang bahagia.
1. Karier
Ada keterkaitan antara karier seseorang dengan kebahagiaan. Makin sesuai dengan harapannya, makin bahagia ia. Kalau pun belum mencapainya, saat berusaha mengejarnya dan mendapatkan peningkatan dari waktu ke waktu hal ini juga bisa memberikan kepuasan tersendiri.
Menurutnya, agar karier bisa memberikan kepuasan, temukan kekuatan kita di karier tersebut dan cari cara untuk terus memperkuatnya setiap saat.
2. Kesejahteraan sosial
Hubungan yang dinamis antarpersonal dalam lingkungan kerja bisa mempengaruhi kehidupan seseorang. Tetapi kesejahteraan sosial tidak semata-mata berhubungan dengan pekerjaan. Rath merekomendasikan agar seseorang mencoba berinteraksi sosial setidaknya enam jam sehari baik itu bersosialisasi di tempat kerja maupun lingkungan lainnya. Bentuk interaksi itu seperti bicara, kirim email, bertelepon, kirim SMS atau bercengkerama dengan keluarga.
3. Kesejahteraan keuangan
Sudah pasti, tanpa uang hidup susah. Tetapi tak berarti dengan banyak uang seseorang bisa langsung mendapatkan kebahagiaannya. Dari hasil surveynya, Rath menemukan bahwa mereka yang mendapatkan kebahagiaan dari uang yang diperolehnya bukan mereka yang berpenghasilan tinggi, tetapi mereka yang bisa memanfaatkan uangnya untuk membayar utangnya dan menggunakannya untuk kebutuhan-kebutuhan yang konservatif. Jangan mengherankan, katanya, mereka yang berfikiran hemat lebih bahagian dibanding mereka yang pendapatannya tinggi tetapi banyak utang.
4. Kesejahteraan komunitas
Jangan abaikan peran komunitas. Dari hasil penelitiannya ditemukan bahwa orang yang bahagia adalah mereka yang berusia di sekitar 80 tahun yang mencurahkan waktunya untuk kegiatan-kegiatan amal di lingkungannya. Karena itu, kata Rath, agar seseorang bahagia, selain mengejar standar hidup seperti tinggal di tempat yang nyaman, aman, dan semua kebutuhan dasar terpenuhi, sebaiknya pertimbangkan untuk tinggal di lingkungan di mana komunitasnya bisa menjadi tempat penyaluran minatnya.
5. Kesejahteraan fisik
Kondisi fisik seseorang menentukan kualitas hidup yang bersangkutan. Jika ia rutin melakukan olahraga, kondisi ini bisa mendorong mood-nya sehingga ia bisa bekerja lebih baik, bisa menggunakan waktunya di lingkungan sosialnya lebih baik dan juga bisa berkontribusi nyata pada komunitasnya. Karena itu, kata Rath, biasakan berolahraga setidaknya 20 menit setiap hari.Menurutnya, olahraga di pagi hari akan meningkatkan mood selama sehari itu. Dan konsumsilah makanan sehat untuk mendukung kecukupan gizi selama beraktivitas.
Nah, mau bahagia? Bisa dicoba nasihat sang penulis ini!
Setelah menjalani libur panjang Lebaran, pulang kampung bertemu dengan keluarga besar, selayaknya kita kembali dengan semangat baru yang menggebu. Ibarat baru mandi, kita akan mendapatkan badan yang bersih, segar, dan semangat luar biasa.
Akan tetapi tak semua orang mengalami kebahagian sepenuhnya. Seperti kita baca di berbagai media, ada banyak kecelakaan yang menimpa sejumlah orang dengan korban jiwa sampai 600-an orang. Ada yang belum sempat sampai ke kampung halaman ketika menghadapi kejadian itu, ada pula yang dalam perjalanan kembali ke rumahnya.
Salah satunya adalah yang menimpa artis Saipul Jamil. Dalam kecelakaan lalu-lintas yang dialaminya, sang istri meninggal di tempat kejadian. Hampir seluruh televisi menayangkan berita duka itu. Namun sang artis, meski dalam suasana berduka, bisa menerima kejadian itu dan melepas sang istri dengan ikhlas.
Sahabat yang Luar Biasa!
Banyak orang yang tidak bisa terima dengan musibah yang dialaminya. Timbul rasa marah dan bahkan frustrasi sehingga semangat hidupnya turun. Tetapi di sisi lain, banyak yang bisa menerimanya bahkan bersyukur karena di balik semua itu ada manfaat dan peringatan pada diri kita yang bisa diambil sebagai bahan pembelajaran hidup.
Musibah seperti itu hanya satu kejadian yang tak diinginkan. Dalam kenyataannya kita sering menemukan berbagai hal mulai dari kegagalan, fitnahan, kekhilafan, penyakit, bencana alam, dan sebagainya. Bisakah kita bersyukur saat seperti itu?
Memang kita mudah mengucapkan kata syukur saat memperoleh kemajuan, memperoleh kebahagiaan. Namun sulit melakukannya saat menghadapi kesusahan. Tema inilah yang saya bawakan pada talkshow pagi tadi di jaringan Radio Sonora: "Apa pun yang Terjadi, Patut Disyukuri". Intinya, kita patut bersyukur baik di kala suka maupun di saat suka.
Bagi saya, ilmu bersyukur adalah ilmu hidup yang sulit dan perlu belajar untuk melakukannya. Tanpa belajar, kita tak akan bisa. Karena itu, mari belajar bersyukur dalam keadaan apapun karena itu adalah kekayaan jiwa sejati.
Buat apa susah..., Buat apa susah..., Lebih baik kita bergembira, Buat apa susah..., Buat apa susah..., Lebih baik kita bergembira Kekasihku apa yang kau risaukan, Kerjamu hanya melamun saja, Tak berguna kau bersedih hati, Tertawalah...sayang... Kekasihku apa yang kau pikirkan, Hidup ini hanya sementara. Tak berguna kau bersedih hati, Percayalah...sayang...
Saya yakin, teman-teman pasti sudah tidak asing lagi dengan lagu yang dipopulerkan oleh Koes Plus yang berjudul Buat Apa Susah. Dan saya juga yakin, bahwa teman-teman sering mendengar kata-kata seperti ini : “Hidup sudah susah, buat apa dibikin tambah susah?” Hidup bukan mudah, tetapi hidup itu indah.
Hidup itu susah. Karena kita sendiri yang membuatnya susah. Dan semuanya berawal dari pikiran negatif. Berlanjut ke tindakan yang negatif, dan berakibat timbal balik yang negatif pula. Beberapa orang membiarkan dirinya larut dan hanyut dalam pikiran negatifnya, entah karena ucapan atau tindakan dari orang sekitarnya sehingga merasuki dirinya dan menciptakan self image yang buruk. Akibatnya, mereka tidak mampu mengalihkan pikiran dan perhatian mereka pada hal-hal yang negatif. Mereka lupa untuk fokus pada hal-hal yang positif.
Setiap dari kita pasti pernah mengalami masa-masa sulit atau susah, tetapi hanya sedikit orang yang mampu bangkit kembali karena tidak terus menerus mengasihani diri sendiri (self pity), itu karena mereka memilih untuk bangkit. Dan mereka yang mampu bangkit kembali pasti berani mengatakan bahwa hidup mereka indah. Karena mereka menikmati setiap langkah dalam hidupnya. Orang yang tidak menikmati hidupnya adalah orang yang akan selalu merasa hidupnya susah.
Hidup ini Indah. Apabila kita memilih untuk bahagia dan menikmatinya. Peter Parker dari film Spiderman 3 mengatakan, “Whatever comes our way, whatever battle we have ragging inside us, we always have a choice. It’s the choices that makes us who we are, and we can always choose to do what’s right”. Apapun yang terjadi, apapun yang kita hadapi, kita selalu mempunyai pilihan. Pilihan yang menciptakan diri kita. Dan kita selalu bisa memilih untuk melakukan apa yang baik/benar. Hidup ini indah, dan akan indah, semua tergantung pada pilihanmu. Memilih untuk tersenyum atau cemberut? Tertawa atau menangis? Bersyukur atau mengeluh? Bahagia atau bersedih?
Seperti lagu yang di bawakan oleh Albert AFI Junior dan Glen Fredly, “Hidupmu indah, Bila kau tahu, Jalan mana yang benar, Harapan ada, harapan ada, Bila kau percaya”.
Keep smiling and enjoy your life ! Because life is wonderful !
Nama: Ryan - Dodi Kota: Depok, Jawa Barat, Indonesia Tentang Kami: Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hi Succesor call Us Dodi dan Ryan, Kami Berdua adalah salah satu dari kalian semua yang datang kesini. Kami hanyalah pejuang-pejuang yang mencoba untuk mewujudkan satu persatu cita-cita kami mejadi kenyataan. Sudah lama kami sangat menyenangi artikel-artikel motivasi yang akan dan selalu membuat kami optimis dan bahagia dalam menapaki satu persatu anak-anak tangga yang akan mengantarkan kami ke dalam dunia kesuksesan.
Untuk itu kami sangat berharap kebahagian kami ini dapat kami bagi kepada teman-teman semua dengan meramu blog ini menjadi semacam arena rekreasi soul and mind teman-teman semua, sehingga setiap kali teman-teman keluar dari blog ini maka akan ada semangat baru yang mengiringi langkah teman-teman dalam menjalani kehidupan.
Satu kalimat yang selalu kami usung :
"Kesuksesan itu bukan hanya dari banyaknya harta akan tetapi berapa banyak yang telah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan"