Beranie Gagal Commercial






Cara Pasang Banner

Donasikan Blog Ini
Beranie Gagal Award
 
Beranie Gagal Partners


















Hubungi Kami
Silahkan hubungi kami bila ada saran, kritik, pertanyaan, ingin kirim artikel ataupun tukeran link

Nama
Email
Judul
Pesan

Quote's Of The Day



   



Your Ad Here
Monday, November 16, 2009
Saung Domba Buka Showroom di Margonda, Depok
Alhamdulillah, akhirnya kami bisa membuka showroom Saung Domba sebagai salah satu bisnis kami untuk memudahkan Anda memilih langsung hewan qurban terbaik Anda di daerah yang mudah terjangkau.

Showroom kami terletak di jalan Ir. Juanda, Margonda Depok atau lebih dikenal jalan baru tembusan ke arah Cisalak. Lebih tepatnya sebelah kiri bila dari arah margonda seberang bengkel Jaya Sejuk, sebelum Soto Kudus dan sebelum jembatan.

Silahkan kunjungi showroom kami dan pilih langsung kurban Anda!

Liat daftar harga dan foto DI SINI

Dodi - Ryan
Founder BeranieGagal.com
posted by Ryan - Dodi @ 4:46:00 AM   1 comments
Tempat Berguru Petani dan Peternak Sapi
Asal petani punya tekad kuat dan berani mengubah pola penggunaan pupuk dari anorganik ke organik, niscaya hasilnya jauh lebih memuaskan. Selain ramah lingkungan, biaya pertanian yang menggunakan pupuk/pestisida organik jauh lebih hemat ketimbang menggunakan pupuk kimia. Subsidi pemerintah terhadap pengadaan pupuk akan berkurang.

Bermodal tekad inilah, Danto Pramonosidi merintis pertanian organik, dipadukan dengan peternakan dan pembibitan sapi. Dari Peternakan Sapi/Lembu An-Nuur di Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dia bangun tahun 2001, Danto mencoba mewujudkan impiannya, melepaskan belenggu bahan kimia dari pertanian.

”Tahun 1999 saya pensiun dini sebagai kontraktor di sebuah BUMN karena diminta orangtua pulang ke kampung. Mulai saat itu saya berpikir bagaimana meningkatkan sumber daya manusia pedesaan agar bisa sejahtera lahir dan batin,” ujarnya.

Dia sempat terjun sendiri, berkutat di kandang sapi di lahan seluas 2.000 meter persegi, mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik dan urine sapi menjadi pestisida organik. lalu berkuliah untuk menambah ilmu tentang lingkungan.

Hasilnya tidak sia-sia. Tahun 2005 Danto menemukan model peternakan sapi terpadu dengan pertanian dan sarat dengan kewirausahaan. Tak hanya memproduksi pupuk dan pestisida organik, Danto juga memberikan contoh kepada peternak sapi cara mengelola kandang sapi yang bebas polusi.

Merasakan manfaat besar dari peternakan dan pertanian terpadu itu, Danto pun berbagi ilmu dengan para petani, peternak sapi, penyuluh pertanian, termasuk para mahasiswa.

Menularkan model

Sejak 2005 ia mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan (P4S) serta membuka program magang bagi petani dan mahasiswa. Berbagai pengalaman, mulai dari beternak sapi hingga ke pembibitan sapi, mengelola kotoran sapi padat dan cair menjadi pupuk dan pestisida, serta menggunakan pupuk dan pestisida organik ke lahan pertanian padi sehingga menghasilkan produk pertanian organik, ditularkannya. Ia juga mengajarkan bagaimana kotoran sapi diolah menjadi biogas.

Dimulai dari kelompok tani di desanya, Danto menularkan model peternakan dan pertanian terpadu hingga ke Kabupaten Sukoharjo. Ratusan petani berbagai kelompok tani dari Kabupaten Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Boyolali, Klaten, dan daerah-daerah lainnya di Jateng, Padang, dan Lombok, pernah magang di P4S.

”Biasanya mereka yang menentukan waktu magang. Materinya juga tergantung permintaan yang mau magang. Paling banyak pertanian dan peternakan. Ada juga yang tertarik kewirausahaan,” ujarnya.

Didukung petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Sukoharjo serta sejumlah dosen di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Slamet Riyadi Surakarta, dan Universitas Islam Batik Surakarta, hingga kini Danto menyelenggarakan program magang dan pendidikan, memperkenalkan pupuk dan pestisida organik, meyakinkan petani untuk beralih ke pertanian organik.

Kandang bebas polusi

Pada awal memulai peternakan sapi, kotoran sapi (letong) hanya ditumpuk dan dikumpulkan di kandang sehingga sering diprotes tetangga. Mengatasi polusi dari peternakan sapi, tahun 2002 Danto memutuskan kuliah di Program Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dari sini dia mendapatkan ilmu beternak sapi yang ramah lingkungan.

Sejak tahun 2003 ia menerapkan pola peternakan dan pembibitan sapi dengan lingkungan yang bersih, bebas polusi. Hasilnya, dari 7 sapi betina, kini ia memiliki 42 ekor sapi.

Dia juga mulai mengolah kotoran sapi menjadi pupuk padat dan cair serta mengolah urine menjadi pestisida. Hasilnya digunakan di lahan sawah sekitar 1,9 hektar. ”Saya mencoba pupuk dan pestisida organik di sawah sendiri. Menghilangkan sisa-sisa kimia memang tidak secepat itu. Untuk mencapai mutu panen yang sama dengan pupuk kimia, setidaknya harus melewati enam kali panen,” ujarnya.

Berkat ketabahannya, lahan pertaniannya pun bebas dari bahan kimia. Beras organik di pasaran dijual sekitar Rp 8.000 per kilogram, sedangkan harga beras biasa hanya sekitar Rp 6.000 per kilogram.

Sejak tahun 2005 Danto mulai memperkenalkan model peternakan dan pertanian terpadu ini. Ia juga memproduksi pupuk organik dan pestisida cair, yang diberi nama Ursa Plus.

Untuk meyakinkan petani meninggalkan pupuk dan pestisida kimia dan beralih menggunakan pupuk dan pestisida organik, Danto bekerja sama dengan sejumlah kelompok tani di Sukoharjo menerapkan pertanian organik.

Awalnya memang tidak mudah mengajak petani beralih ke pupuk organik. Selama dua tahun lebih hanya beberapa petani yang tertarik menggunakan pupuk dan pestisida organik, itu pun belum 100 persen. Namun, Danto dan sejumlah pemimpin kelompok tani tak menyerah.

Petani terus diyakinkan walau membutuhkan waktu lima hingga enam kali panen untuk menghilangkan sisa-sisa kimia dari lahan pertanian. Alhasil, tahun 2008 petani mulai melirik pupuk organik. Kendati masih mencampur dengan pupuk kimia, sejumlah kelompok tani di Sukoharjo secara bertahap menggunakan pupuk dan pestisida organik. Pada masa tanam tahun 2009 beberapa petani yang pernah magang di tempatnya, memutuskan berhenti menggunakan pupuk dan pestisida kimia.

Lebih dari lima tahun menggeluti peternakan dan pertanian terpadu membuat Danto memiliki impian ”mengindonesiakan sapi”. Model peternakan sapi terpadu ini kelak bisa mencukupi kebutuhan daging sapi di dalam negeri, dan bahkan bisa mengekspor sapi ke luar negeri.

Oleh : Sonya Hellen Sinombor
posted by Ryan - Dodi @ 3:58:00 AM   0 comments
Thursday, November 12, 2009
Menghadapi Pertanyaan dari Pelanggan Anda

Pernahkah Anda menjual suatu produk kepada orang lain? Bila Anda seorang sales people tentunya ini adalah suatu aktivitas rutin yang biasa Anda kerjakan sehari-hari.

Ketika kita menawarkan sesuatu kepada pelanggan biasanya pelanggan akan bertanya balik atau memberikan pertanyaan yang beragam. Bila Anda seorang sales yang berpengalaman tentunya Anda akan dengan mudah menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh pelanggan. Sebab, jam terbang membuat Anda mampu menghadapi setiap pertanyaan ataupun keberatan yang diajukan pelanggan.

Tetapi bila Anda seorang junior sales atau seseorang yang baru mulai mencoba menawarkan produk ataupun jasa kepada orang lain, tentu hal ini bukanlah suatu hal yang mudah. Bila kita perhatikan banyak orang yang baru terjun dalam dunia penjualan menjadi terdiam dan kehabisan kata-kata ketika pelanggan mereka memberikan pertanyaan yang di luar dugaan mereka.

Sebenarnya, apakah pertanyaan yang diajukan oleh para pelanggan adalah sesuatu yang di luar dugaaIni” pernah menyatakan bahwa ternyata 80% pertanyaan atau keberatan yang diajukan oleh pelanggan pada umumnya adalah sama.

Ini berarti, pertanyaan ataupun keberatan yang diajukan oleh pelanggan Anda bukanlah sesuatu yang baru, tetapi 80% adalah sama. Agar hal ini menjadi lebih mudah, coba bayangkan ketika Anda menjadi seorang pelanggan dan hendak membeli sebuah produk. Ketika sang penjual memberitahukan harga barang yang mereka tawarkan, maka secara otomatis Anda akan mengajukan keberatan, seperti, "Mahal amat sih harganya?", "Bisa dapat diskon berapa?", dan keberatan-keberatan standar lainnya.

Dari sini kita bisa melihat bahwa ternyata ada sebuah pola yang sama, pelanggan-pelanggan yang kita hadapi akan memberikan pertanyaan ataupun keberatan yang umum dan bukanlah sesuatu yang diluar dugaan.

Kalau begitu apa yang harus kita lakukan?
Kalau kita sudah tahu bahwa pertanyaan yang diajukan adalah sama, berarti sekarang ini yang kita perlukan adalah mempersiapkan sebuah jawaban.

Bagaimana cara membuat jawabannya?
Sebenarnya ada begitu banyak metode untuk menjawabnya, tetapi ada satu cara yang sangat efektif dan mudah dilakukan oleh setiap orang bahkan untuk seorang sales pemula sekalipun.

Caranya adalah dengan menggunakan sebuah Sales Script.

Apa itu Sales Script dan bagaimana cara kerjanya? Sales script adalah sebuah script/naskah yang dipersiapkan untuk menghadapi pelanggan dengan tujuan memudahkan seorang tenaga penjual dalam melakukan transaksi penjualan. Cara kerjanya adalah seperti yang dilakukan oleh para pemain sinetron ataupun bintang film.

Seorang bintang film ketika berbicara dalam sebuah adegan film tentunya tidak sembarangan tetapi mengikuti script yang diberikan oleh sang sutradara. Demikian juga seorang sales people! Sebelum bertemu dengan pelanggan, ada baiknya Anda meluangkan waktu untuk mempersiapkan sebuah Sales Script.

Coba pikirkan kira-kira apa yang bakal diajukan oleh pelanggan Anda! Setelah mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang kira-kira bakal diajukan oleh pelanggan, maka langkah selanjutnya Anda harus mempersiapkan jawabannya. Setelah selesai, ada baiknya Anda sharingkan kepada atasan ataupun teman anda yang lebih berpengalaman. Tentunya mereka akan memberikan berbagai masukan/input yang baik, untuk menyempurnakan jawaban-jawaban Anda.

Akhirnya, bukankah hal ini akan membuat Anda lebih mudah dalam menghadapi pertanyaan ataupun keberatan dari para pelanggan? Selamat mencoba membuat Sales Script.
Selamat menjadi Lebih Baik,

Dedy Budiman

posted by Ryan - Dodi @ 11:11:00 PM   0 comments
Wednesday, November 11, 2009
Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!
Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya...Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang
kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak
prerogatif seseorang.

"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!!” Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan
kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal
akhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. "Bangunkan saja!"
begitu kira-kira permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam
keadaan yang buruk...

Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat
denganNYA semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar... mumpung kesempatan itu masih ada.

Sumber: Cerita dari Mesir "Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!"
posted by Ryan - Dodi @ 11:58:00 PM   0 comments
Tuesday, November 10, 2009
Dikala Kesempatan Orang Lain Selalu Lebih Besar
Halo sahabat,

Sering kita merasa bahwa kesempatan orang lain selalu lebih besar.

Rasanya kita tidak pernah merasa cukup. Dengan segala macam yang kita peroleh kita masih saja merasa bahwa hidup orang lain selalu kelihatan lebih enak.

Saya pernah ketemu teman kerja yang magang dari Perancis. Dia (perempuan) mengatakan bahwa hidup di Indonesia lebih dinamis, lebih hidup. Di sana (Perancis) kalau jalan-jalan naik bus kota isinya orang pada tua-tua... dan harus mendahulukan orang tua, rasanya sungguh banyak biaya negara untuk mengurusi pensiunan.

Jadinya negara seperti negara pensiunan. Apalagi lihat bangunan di Jakarta, setiap bulan muncul gedung baru. Disana kalau bikin gedung baru bisa masuk penjara kalau belum ada ijin merobohkan bangunan kuno.

Bangunan kuno? kita pikir bangunan kuno itu eksotis, itu karena di sebelahnya ada bangunan modern, maka jadi eksotis, namun kalau seluruh Paris atau Amsterdam atau Den Haag isinya gedung kuno, yah hanya bagus buat difoto saja. Kenyataannya, di setiap gedung jarang ada lift. Belanja di toko naik lantai 3 naik tangga.

Kita merasa hidup di Indonesia rasanya tidak ada kepastian hukum. Coba bayangkan sebulan saja kita di Singapore, kita bisa masuk penjara... kita merokok di tempat umum masuk penjara, makan permen karet masuk penjara, meludah di Bus kota, masuk penjara, iseng merusak cat mobil orang lain, langsung masuk penjara.

Kita pikir, seperti di Indonesia kita bisa kabur kalau sudah melanggar lampu merah. Di Singapore kita tidak bisa transaksi di Bank atau ke luar negeri kalau belum membayar tilang.

Lalu kita pikir, kartu kredit bisa diakalin karena kita kenal Eggi Sujana, di Singapore kalau kita tidak membayar kartu kredit, jangan harap kita bisa membuka tabungan.

Di Amerika kita bisa belanja di Hypermarket kredit (Bayar bulanan), atau bisa dikembalikan dalam beberapa hari kalau tidak cocok, namun bayangkan, kita bisa masuk penjara kalau binatang peliharaan kita tidak terurus.

Disini kita memperjuangkan HAM, disana yang ada Perikebinatangan. Hak-hak binatang jelas ada undang-undangnya.

Bayangkan kalau di depan rumah kita ada kucing yang kurus kering dan kita bingung mau dikasih makan, eh ternyata dilaporkan tetangga sebelah dan polisi datang, he he masuk penjara atau denda.

Kita pikir di Tokyo cewek cantik-cantik, kenyataannya di Tokyo sesorang yang sukses (Manajer) hari ini bisa mati 2 hari lagi kalau kena PHK. Karena disana orang tidak sanggup bayar sewa rumah (mahal sekali), dan jangan harap bisa numpang rumah teman atau saudara, karena masing-masing sudah kesusahan dan ego nya tinggi, maka dia akan merasa malu kalau dibilang gagal, dan lebih baik mati kedinginan di kolong jembatan.

Kita pikir kolong jembatan di Jakarta lebih enak banyak angin paling juga banyak nyamuk. Kolong jembatan di Tokyo temperaturnya bisa minus 2 derajat celsius. Kita pakai segala macam jaket, jas, selimut juga masih nembus.

Kita pikir orang Jakarta egois, ternyata di Tokyo yang banyak adalah toko-toko jasa pemeliharaan kecantikan binatang. Kolam renang untuk binatang peliharaan, salon anjing, salon kucing, bahkan acara TV untuk anjing. Isinya ikan-ikan di akuarium.

Kita pikir kita bisa beli kucing lucu atau minta tetangga. Di Tokyo anjing dan kucing jarang yang asli, kebanyakan robot.

Di Hong Kong banyak cewek cantik-cantik, apalagi kalau jalan cepat banget, rasanya seperti kita mengejar Bus di Cawang. Kenyataannya di Hong Kong banyak pasangan yang menunda pernikahan karena tidak mampu membeli rumah bahkan mencicil. Apartemen model rumah susun saja harganya Rp 2 Milyar cicilannya Rp 10 juta per bulan. Makanya kalau makan bersama cewek di Hong Kong pastikan bayar sendiri-sendiri. Teman saya orang Singapore bikin perjanjian nikah, siapa yang bayar listrik, bayar susu, bayar uang sekolah, bayar pembantu, bayar masak, bayar rekreasi, bayar popok bayi, tidak semua ditanggung suami, biasanya 50-50 termasuk yang cuci baju. Cuci baju sih oke paling tinggal masukin Electrolux tapi setrika?

Di Jakarta kita bisa banyak memperoleh segala macam dibayar dengan kasih sayang.


Salam,

Goenardjoadi Goenawan
posted by Ryan - Dodi @ 11:17:00 PM   0 comments

©2006- Beranie Gagal


Inilah Kami


Nama: Ryan - Dodi
Kota: Depok, Jawa Barat, Indonesia
Tentang Kami: Assalamu'alaikum Wr. Wb. Hi Succesor call Us Dodi dan Ryan, Kami Berdua adalah salah satu dari kalian semua yang datang kesini. Kami hanyalah pejuang-pejuang yang mencoba untuk mewujudkan satu persatu cita-cita kami mejadi kenyataan. Sudah lama kami sangat menyenangi artikel-artikel motivasi yang akan dan selalu membuat kami optimis dan bahagia dalam menapaki satu persatu anak-anak tangga yang akan mengantarkan kami ke dalam dunia kesuksesan. Untuk itu kami sangat berharap kebahagian kami ini dapat kami bagi kepada teman-teman semua dengan meramu blog ini menjadi semacam arena rekreasi soul and mind teman-teman semua, sehingga setiap kali teman-teman keluar dari blog ini maka akan ada semangat baru yang mengiringi langkah teman-teman dalam menjalani kehidupan. Satu kalimat yang selalu kami usung : "Kesuksesan itu bukan hanya dari banyaknya harta akan tetapi berapa banyak yang telah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan" Salam sukses dari kami! Walaikumsalam Wr Wb.

Lihat profil lengkap kami

Online

Instant Messenger :


Dodi


Ryan

Facebook :



Sekarang jam berapa ya?

Artikel sebelumnya

Arsip artikel

Cari Artikel @ Beranie Gagal





 Berlangganan Artikel @
 Beranie Gagal

Masukkan email anda di sini, bila ada postingan baru di blog kami otomatis akan ke kirim ke email anda :


E-book Beranie Gagal

Download Beranie Gagal
Versi PDF


Situs Mitra

Shout it out!




Help us to spread the world





Silahkan copy & paste kode banner di dalam box untuk di pasang di website atau blog anda
Visitor since 18 Desember 2006

Web Counter
Web Counter

Statistics



Recent Visitor Regional



Terms
  • Boleh mengutip tulisan-tulisan dari blog kami, asal disebutkan sumbernya.
  • Dipersilahkan bagi yang hendak me-link blog kami. Tak perlu minta ijin. Justru kami akan berterima kasih.