| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Friday, February 17, 2012
|
|
Pikiran Kecil, Sedang dan Besar
|
Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yang mengatakan : "Small Minds discuss people, Average Minds discuss events, Great Minds discuss ideas".
“Pikiran Kecil membicarakan orang. Pikiran Sedang membicarakan peristiwa. Pikiran Besar membicarakan gagasan”.
Maka sebagai akibatnya ... * PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP. * PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN. * PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.
Ketiga jenis pikiran ini ada di dalam setiap otak kita. Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya.
Kalau setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak menghasilkan apa-apa, kecuali perseteruan.
Tetapi bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.
- PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”, - PIKIRAN SEDANG senang menggunakan kata: “ADA APA”, sedangkan - PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA” dan “BAGAIMANA”.
Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.
Si PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan : “SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”
Si Pikiran Sedang akan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL ?”
Sedangkan Si PIKIRAN BESAR : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”. Dan pikiran yang terakhir itulah yang konon mengisnpirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASInya yang terkenal. Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil.
Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.
Si PIKIRAN KECIL biasanya senang melahap TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN LAMPU MERAH
si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA,
si PIKIRAN BESAR memilih BUKU-BUKU/ ARTIKEL yang membangkitkan INSPIRASI.
Sumber: Anonymous
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 2:48:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, February 14, 2012
|
|
Belajar dari Penjaga Kuburan Yang Bijaksana
|
Seorang sopir turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum. Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan dan berkata, "Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu?"
Penjaga kuburan segera berjalan di belakang sopir itu. Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata,
"Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda."
"Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda." jawab pria itu.
"Apa, maaf?" tanya wanita itu dengan gusar.
"Ya, Nyonya, karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang. Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih, Nyonya," jawab pria itu.
Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.
Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.
"Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia. Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!"
Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.
Cara ini juga akan menyehatkan jiwa kita, dengan peduli pada orang lain maka seringkali kita lupa pada penderitaan kita sendiri.
Penulis: Surya Lie
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:28:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, February 13, 2012
|
|
Harapan Baik di Balik Penderitaan
|
Setiap penderitaan pasti tidak mengenakkan dan tentu saja menyakitkan. Tetapi di balik itu semua selalu ada hikmah yang bisa kita petik. Penderitaan tersebut bisa karena luka fisik, psikologis, atau kehilangan materi.
Banyak orang yang merasa habis masa depannya ketika tragedi besar dialaminya. Ternyata dengan sikap positif, mereka yang jauh lebih menderita, mengalami tragedi lebih parah, bisa memiliki masa depan lebih baik karena tak mau mengalah pada keadaan. Penderitaan yang dialaminya justru menjadi pemicu untuk bangkit dan meniti jalan sukses, agar hidupnya tak bergantung pada orang lain.
Kisah Tony Christiansen, contohnya. Saat usianya 9 tahun ia mengalami kecelakaan yang membuatnya kehilangan kedua kakinya hingga batas paha. Setelah sembuh ia belajar renang seperti orang normal. Ia kemudian menekuni profesi sebagai penjaga pantai. Dia satu-satunya manusia tanpa kaki di dunia yang berprofesi itu. Ia juga mengikuti olahraga lempar cakram, tolak peluru, lempar lembing yang memberikan 35 medali buat negaranya (Selandia Baru) di paralimpik (olimpiade untuk para penyandang cacat). Dengan sikap pantang menyerah ia menjadi manusia luar biasa.
Ada juga kisah Thomas Alva Edison yang bersikap positif saat menghadapi kebakaran laboratorium penelitiannya. Saat itu usia Edison sudah 67 tahun. Anaknya, Charles, khawatir ayahnya akan depresi menghadapi kejadian itu. Namun Edison justru meminta Charles memanggil ibunya dan teman-temannya. "Cepat panggil mereka, karena peristiwa ini tak akan terulang," kata Edison.
Setelah kebakaran usai Edison malah terlelap di meja dengan berselimut jaket. Ia tidak menderita. Besoknya, ia mengatakan pada anaknya, bahwa kebakaran itu mendatangkan kesempatan baginya untuk membangun laboratorium yang lebih besar di situ. Ia melihat kejadian itu dengan sikap positif.
Teman-teman netter yang luar biasa,
Senin kemarin, pada talkshow rutin saya di Jaringan Radio Sonora saya membawakan tema itu: Hikmah/Harapan di Balik Penderitaan. Penderitaan memang tidak kita inginkan. Namun ketika kejadian itu harus kita alami, mari kita hadapi dengan sikap positif. Pasti banyak hikmah yang bisa kita petik. Bahkan mungkin, potensi tersembunyi kita bisa muncul saat itu.
Salam sukses, luar biasa!!
Sumber: www.andriewongso.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:42:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, February 07, 2012
|
|
Katak dan Siput
|
Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak.
Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:
"Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?"
Siput menjawab: "Kalian kaum katak mempunyai empat kaki dan bisa melompat ke sana ke mari, tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih."
Katak menjawab: "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak)."
Dan seketika, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka,
siput dengan cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang.
Pesan: Nikmatilah kehidupanmu, tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan. Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki. Hal tersebut akan membawakan lebih banyak rasa syukur dan kebahagiaan bagi kita sendiri.
Sumber: www.andriewongso.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:19:00 PM
  |
|
|
|
| Monday, February 06, 2012
|
|
Tips Ijin Maksa "JADI PENGUSAHA" pada Orang Tua...
|
|
1. Tips Ijin Maksa "JADI PENGUSAHA" pada Orang Tua... 2. Kata Bapakmu: "ngapain kamu kuliah jauh2, kalo lulus juga cuma jualan! Itu si Kokom gak sekolah aja juga jualan! Apa guna gelarmu itu?!"
3. Kata Bapakmu: "mending kamu jd PNS, dpt pensiun! Ato jd pegawe bank perlente pakai dasi! Ato kerja di gedung2 tinggi di jakarta sana!"
4. Kata Bapakmu:"bapak bayarin kamu kuliah itu biar lulus langsung kerja enak!Dikantor mewah! Perlente dan wangi gak perlu keringetan lagi!"
5. Kata Bapakmu:"orang usaha itu butuh modal, lah kamu siapa yg mau modali? Dengkulmu apa bisa buat modal? Gundulmu apa laku?" 6. Kata Bapakmu: "kalo kamu usaha! Bangkrut, siapa yg mau nanggung? Kamu mau dikejar-kejar debt colector! Kamu mau dicap tukang utang?"
7. Kata Bapakmu: "mending kamu segera nglamar di kantor XXX! Bapak punya channel disana, pimpinannya kawan bapak, kamu pasti diterima!"
8. Kata Bapakmu: "kamu itu pokoknya gak usah neko2! Kuliah yg rajin, lulus cepet, kerja jd pegawai dah! Nyamaaaan hidupmu!"
9. Kata Bapakmu: "kamu itu nurut sama orang tua! Kalo kamu gak nurut sama saja kamu gak hargai orang tua..!"
10. Kata Bapakmu: "anaknya pak Budi itu lho, lulus dr UGM lgsg ke Kalimantan jd pegawai departemen, sdh mapan! Lah kamu?"
11. Kata Bapakmu: "contoh si wawan, lulus ITB lgsg kerja di Jakarta, gajinya besar! Tiap pulang penampilannya perlente dan terhormat!"
12. Kata Bapakmu: "Bapak ibumu pengen kamu jd org yg berdasi! Biar ngangkat harga diri.. Kamu gak kumel kayak gitu terus!"
13. Kata Bapakmu: "kamu tau enggak, banyak itu berita di televisi pengusaha yg berurusan dg polisi! Mereka nyogok sana sini! Mau kyk gitu?"
14. Kata Bapakmu: "kalo kamu jd pegawai di Dinas itu, kamu cukup kerja santai, habiskan hidupmu disana, pensiun menunggu!"
15. Kata Bapakmu: " kalo kamu jd pegawe bank, kamu bakal tiap hari pegang duit gede! Gak kayak kere yg jarang pegang duit!"
16. Kata Bapakmu: "kamu lulus besok gelarnya ST, Sarjana Teknik!! Apa kata tetangga kalo kamu cuma jualan kayak anak lulusan SMA?!"
17. Kata Bapakmu: "Org usaha itu butuh bakat! Nah kamu? Bakat dari mana? Simbah moyangmu sampai bapakmu pegawai semua!"
18. Kata Bapakmu: "orang usaha itu butuh niat! Lah kamu?! Sejak SMA aja sdh bandel hamburkan uang! Lah kok mau jd pengusaha!"
19. Kata Bapakmu: "wiss manut sama bapakmu! Lulus kamu harusss segera nglamar kerja, di bank, di departemen, di BUMN! Dah aman hidupmu!"
20.Kata Bapakmu: "kalo kamu sampai gagal, ngeyel, gak manut orang tua, ya wisss bapak dah gak ngurusin kamu lagi! Terserah mau jadi apa!"
21. Kata Ibumu: " wis to le, nduk.. Kamu denger kata bapakmu, segera lulus kuliah, IPnya tinggi, biar gampang diterima kerja..
22. Kamu terdiam... Gak tau jawab apa.... Nunduk... Suasana hening... Klakep.. .................................
23. Baca Doa... Biar lidahmu gak keselip! Fokus pada apa yg kamu katakan...
24. Tegakkan kepalamu! Senyumlah... Lihat ke wajah bapak dan ibumu.. Tunjukkan senyum termanismu..yg paling tulus.. Tarik nafas..
25. Sttt... Jawabannya nomer 27 sampai habis wajib kamu pahami! Bukan hanya apalan! Jangan sampai bapak ibumu tau kalo AKU YG NGASIH TAU!
26. Inget yaaaa.. Janji! Jangan bilang dari aku....!
27.#Katamu: "Bapak Ibu, tanpa mengurangi sayang dan bakti ananda ijinkan ananda sharing tentang pilihan hidup ananda..."
28.#Katamu: "semua pekerjaan itu mulia dimata اَللّهُ asal dilakukan sbg ibadah utk mencari Rizkinya yg halal.. "
29.#Katamu: "mau jd pegawai, PNS, karyawan pabrik, tentara, polisi, pengusaha, semua pekerjaan MULIA, asal semua dikerjakan dg KEJUJURAN!"
30.#katamu:"tapi اَللّهُ menciptakan manusia dg otak, hati, fikiran, dan anggota badan agar mereka MENENTUKAN nasibnya sendiri!"
31.#katamu:"termasuk dalam mencari rejeki pak, ternyata manusia diberikan ladang rejeki yg amaaat banyak pintunya! Dan bisa memilih"
32.#katamu:"kata Nabi, dari 10 pintu rejeki ternyata 9 itu dari pintu PERNIAGAAN.. Nabi pedagang, sahabat2 juga pedagang.."
33.#katamu:"jd kalo msh ada yg meremehkan profesi pedagang maka kita kembali ke jaman yg lebih terbelakang dari jaman nabi"
34.#katamu:"pak..saya kuliah bkn utk mndpatkan IPK yg tinggi,krn ssungguhnya saya belajar di Universitas Alam Raya yg mngajarkan kehidupan"
35.#katamu:"saya terbelalak ketika tau bahwa SARJANA PENGANGGURAN di Indonesia mencapai 800.000 orang.."
36.#katamu:"kalo saya lulus dan hanya jadi pengangguran, maka data itu akan semakin membengkak gak karuan.."
37.#katamu:"belum lagi kawan2 dikampus saya, sekali wisuda sampai 4000 orang, mau kemana mereka semua? Masih buta.."
38.#katamu:"mereka semua sarjana pak, tapi ini tahun 2011, bukan tahun 1980 yg sarjana masih jadi level highclass! Level atas.."
39.#katamu:"tahun 2011 dan seterusnya semakin kejam pak, SARJANA BERCECERAN DIMANA-MANA..yg gelarnya SH,ST,SE,SSi kayak diobral"
40.#katamu:"aku tidak mau jd PENGEMIS PEKERJAAN pak, aku mau bikin lapangan kerja untuk orang banyak!"
41.#katamu:"pak, bukankah orang terbaik di mata اَللّهُ adalah orang yg BERMANFAAT?..aku ingin jadi salah satu orang itu.."
42.#katamu:"aku gak mau pak demi sebuah pekerjaan aku menghalalkan segala cara! bagaimana nanti bertanggungjawab di akhirat??
43.#katamu:"aku gak mau kayak kakak kelasku, demi jadi PNS di Sumatera dia rela menyogok hingga 150juta.."
44.#katamu:"aku gak mau kayak kawanku demi jd karyawan bank dia harus dengan bantuan Omnya yg jadi pimpinan cabang"
45.#katamu:"bayangkan pak, kalo aku sperti mereka, aku MENGAMBIL HAK ORANG LAIN yg terus kumakan.. Ada darah haram di rejekiku!"
46.#katamu:"aku gak mau kayak kawanku, stlh kerja di perusahaan, terkenal jd penjilat atasan dan bikin onar.."
47.#katamu:"aku gak mau sprti kakak kelasku, lulus dgn IPK 4,1 kerja kontrak 2 tahun, habis itu tetep jadi pengangguran susah cari kerjaan"
48.#katamu:"aku gak mau pak,ketika hari wisuda, statusku berubah drastis dari MAHASISWA menjadi PENCARI KERJA!!"
49.#katamu:"aku malu pada bapak, kalo sampai 2 bulan sejak diwisuda dg gelar didada, tp statusku masih PENGANGGURAN tanpa KERJAAN!"
50.#katamu:"aku malu pada bapak, kalo sampai 2 bulan sejak diwisuda dg gelar didada, tp statusku masih PENGANGGURAN tanpa KERJAAN!"
51.#Katamu:"aku malu dgn gelar sarjana, tapi tanganku masih tengadah meminta jatah pada bapak dan ibu.. Aku maluuuu"
52.#katamu:"aku yakin pak, اَللّهُ MAHA KAYA! Rejekinya terhampar dimana-mana, dan aku ingin meraih 9 pintu rejekinya!
53.#katamu:"pak, aku siap sambil kuliah buka usaha! Apapun itu AKU GAK MALU pak, jual koran dikiospun aku siap.."
54.#katamu:"pak, aku siap MENUNDA KESENANGANKU.. Kuhabiskan keringatku kuliah sambil usaha, demi masa depanku!"
55.#katamu:"pak, mereka yg sukses jadi pengusaha ternyata melewati kegalauan sperti diriku.. Tapi mereka BISA MELEWATINYA!
56.#katamu:"pak, bukankah tangan ATAS lbh baik dr tangan dibawah? Aku ingin menjadi KRAN yg memancarkan rejeki اَللّهُ utk orang banyak!
57.#katamu:"pak, aku lebih bangga 5 thn lagi pulang dg pakaian biasa tp aku punya usaha yang bermanfaat untuk orang banyak!"
58.#katamu:"daripada aku kembali dengan pakaian berdasi namun aku egois hanya bermanfaat untuk diriku sendiri.."
59.#katamu:"harta bukan segalanya pak, tapi dgn mengusai 9 pintu rejeki aku bisa LEBIH BANYAK BERBAGI.."
60.#katamu:"pak, aku ingin bekerja dengan hatiku.. Dengan pagar kejujuran, Aku tidak mau makanan haram dr pekerjaanku"
61.#katamu: "aku sedih pak, seorang kawan berkata, satu2nya cara utk punya mobil sendiri adalah dengan KORUPSI.. Ngeri pak!"
62#katamu:"aku mau membuat bapak ibu bangga bukan dgn gelarku, tp seberapa MANFAAT aku untuk dunia!"
63.#katamu:"Pak, Bu.. Doa dan restu bapak ibu adalah pembuka jalan rejekiku.. Ijinkan ananda berjuang demi masa depanku.."
64. Lalu....??
65. Dekati mereka, cium tangan mereka, peluk mereka... Itu adalah ENERGI luar biasa untuk memulai langkahmu!
66........ Uwiss aaah!!
67. Segera bergerak!! MOVE!! MOVE!! MOVE!!
Sumber : ray-studio.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 3:28:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, February 03, 2012
|
|
Ayo, Jadi Kecap Nomor Dua..!
|
Memang tidak ada kecap yang diberi label nomor 2 di pasar, semua nomor 1. Trik seperti ini dilakukan tidak saja untuk membuat calon konsumen tergiur, tapi juga sekaligus untuk “menggertak” pesaing agar berfikir 2 kali sebelum terjun ke kancah yang sama. Dan memang bagi yang bernyali kecil, daripada harus berdarah-darah bertarung dengan si nomor 1, lebih baik cari lahan lain yang lebih aman saja.
Tapi tidak bagi yang bermental jawara. Kemarin orang lain boleh muncul sebagai nomor 1 – dan saya nomor 2 -- namun hari ini harus saya yang nomor 1. Kalau hari ini masih orang lain yang nomor 1 – dan saya nomor 2 - besok giliran saya yang nomor 1. Kalau besok masih juga orang lain yang menjadi nomor 1, itu artinya besok lusalah giliran saya. Demikian kira-kira falsafah hidup mereka.
Para jawara tidak pernah putus asa, apalagi kalah sebelum berperang. Bagi mereka, nomor 2 berarti PERINGKAT UTAMA dari sederetan penantang. Dan, itu sungguh terhormat. Kenyataannya, sebagian masyarakat justru menaruh respek pada si nomor 2 ini.
Dulu, sewaktu film “The Man From UNCLE” menjadi top box office, David McCallum yang memerankan tokoh nomor 2 Illya Kuryakin, tidak kalah populer dengan pemeran utamanya, Robert Vaughn yang melakonkan tokoh Napoleon Solo.
Jackie Chan, selama bertahun-tahun menjadi nomor 2, karena citranya selalu jatuh di bawah bayang-bayang sang maestro, Bruce Lee. Namun, setelah sadar bahwa ia tidak mungkin menjiplak tokoh idolanya itu, ia berhasil menjadi diri sendiri yang pada akhirnya membuat dirinya sukses, kaya dan populer.
Muhammad Ali malah mungkin belum pantas dianggap nomor 2 ketika berhadapan dengan juara dunia kelas berat Sony Liston, yang telah membunuh sejumlah petinju di atas ring (dalam arti sebenarnya!). Tapi toh ia bisa menang. Demikian juga dengan Evander Hollyfield, sang nomor 2 yang mengkanvaskan si leher beton Mike Tyson.
Pepsi Cola selama puluhan tahun menjadi nomor 2 di mata masyarakat. Namun apakah itu berarti Pepsi kurang populer atau kurang berkualitas? Sama sekali tidak. Pepsi sangat dikenal dan dihormati tidak saja sebagai produk bermutu, tapi boleh dikata ialah yang dinobatkan orang sebagai pesaing terberat Coca Cola.
Apple tidak pernah surut bersaing dengan IBM. Meski diterpa berbagai kesulitan yang menyebabkannya harus jatuh bangun, Apple tetap menjadi salah satu bintang terang di dunia teknologi informasi.
Apa arti semua itu? Tidak lain bahwa, dalam kehidupan ini tidak seyogyanyalah kita merasa kecil. Tidak peduli kita ada di peringkat berapa saat ini, nomor 2 atau 200 sekali pun, itu tidak penting. Yang penting adalah kita saat nanti, saat perjuangan mati-matian telah kita lakukan, maka sedikit atau banyak, kecil atau besar, perubahan pasti terjadi.
Penulis: Rusman JH
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:12:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, February 02, 2012
|
|
Kisah Petani Jagung
|
James Bender dalam bukunya, "How to Talk Well" [New York; McGray-Hill Book Company,Inc., 1994], menyebutkan sebuah cerita tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan petani dengan jagung terbaik sepanjang musim.
Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.
Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.
"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.
"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab petani.
Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.
Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.
Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat, jika Anda tidak berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda. KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.
Orang Cerdas sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain, begitu pula orang yang baik adalah orang yang mau membaikkan orang lain...
Selamat menebarkan kebaikan di manapun anda berada.....
Sumber : Anonymous
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:46:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, February 01, 2012
|
|
T.H.I.N.K.B.I.G
|
Ben Carson dikenal sebagai ahli bedah saraf dunia yang hebat. Padahal peraih penghargaan The Presidential Medal of Freedom 2008 dari Presiden AS ini waktu kecil dikenal sebagai anak miskin dan bodoh.
Suatu kali ibunya menyadarkannya bahwa ia sebenarnya bukan anak bodoh hanya kurang belajar. Maka sang ibu menekannya agar ia banyak membaca buku baik buku pelajaran maupun buku lainnya. Meski mereka miskin dan tak mampu beli banyak buku, ibunya meminjam buku-buku dari perpustakaan umum untuk dipelajari Ben. "Dalam kondisi miskin kita tak akan punya kesempatan untuk pergi ke mana-mana. Namun dengan buku kita bisa pergi ke mana pun kita mau, bisa jadi orang seperti apapun, dan bisa melakukan apapun yang kita inginkan," tutur ibunya.
Berkat disiplin yang ditanamkan ibunya itu akhirnya Ben sukses jadi ahli bedah saraf dunia. Ia berbagi kiat suksesnya dalam sejumlah buku, salah satunya Think Big. Selalu berpikir besar (Think Big) inilah yang mendorongnya jadi orang sukses.
Tapi sebenarnya apa Think Big menurut Carson? Ia punya rumusan singkat, bahwa Think Big terdiri dari 8 kunci sukses yang diurai dari delapan huruf (T-H-I-N-K-B-I-G)
T - berati talent (bakat) atau time (waktu). Kenalilah bahwa waktu dan bakat adalah hadiah dari Tuhan.
H - adalah "hope", harapan untuk hal-hal yang baik dan jujur (honest).
I - adalan "Insight", wawasan yang diperoleh dari orang atau buku-buku bagus.
N - adalah "to be Nice to all people", berbuat baiklah pada semua orang.
K - adalah "knowledge" (ilmu pengetahuan), kenalilah ilmu pengetahuan sebagai kunci kehidupan.
B - adalah "book" (buku), bacalah buku sebanyak-banyaknya.
I - "In-dept", belajar dan perdalamlah keterampilan.
G - adalah "God", Tuhan. Semua orang punya Tuhan. Jangan lupa pada Tuhan.
Ia menyimpulkan semua itu dari pelajaran diberikan ibunya. "Ketika saya sedang belajar ibu saya selalu bilang, ‘Kamu bisa melakukan apa saja yang orang lain lakukan, hanya saja kamu harus melakukannya dengan lebih baik'," katanya.
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:59:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, January 30, 2012
|
|
Buah Kerja Keras Tukang Cuci Piring di AS
|
Sekitar 6 tahun lalu, tepatnya tahun 2005, pria bernama Rudi Suparto ini terbang ke Amerika Serikat demi mencari uang lebih. Namun ternyata, mantan sales manager ini tak bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik selain tukang cuci piring di sebuah restoran.
Awal kehidupannya di Amerika Serikat terbilang tidak mudah bagi pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur ini. Betapa tidak, ia sebenarnya tidak bisa berbahasa Inggris. Alhasil, hanya tukang cuci piringlah yang bisa dijadikan nafkah penghidupannya di tahun-tahun pertama di negeri Paman Sam ini. "Sedih sekali sebenarnya waktu itu. Saya tidak biasanya memegang sampah dan kotoran makanan," kisah Rudi.
Luar biasanya, kondisi menyedihkan ini tidak membuat Rudi pantang menyerah. Justru ia menjadikan keadaannya itu sebagai bahan pelajaran sehingga pada akhirnya ia mengetahui cara memasak dan seluk beluk restoran.
Ketekunan dan kegigihannya selama beberapa tahun tersebut akhirnya menghasilkan sebuah restoran cepat saji miliknya sendiri, yang diberi nama Wok Express. Restoran ini terletak di jalan utama kompleks kasino, Las Vegas, Amerika Serikat.
Ibarat kacang yang tak lupa akan kulitnya, Rudi pun ikut membantu sesama imigran asal Indonesia. Seluruh karyawannya adalah orang Indonesia, dan hanya juru masaknya saja yang warga China.
Meski sudah memiliki kehidupan mapan di Amerika, Rudi tetap berencana untuk menghabiskan masa tuanya di Indonesia. Karena itu, ia selalu berusaha berbahasa Indonesia dengan anak-anaknya supaya bahasa ibu mereka tidak hilang.
Pencapaian Rudi Suparto ini membuktikan bahwa setiap peluh kerja keras di bidang apa pun bila ditekuni dengan niat baik dapat berbuahkan kesuksesan yang manis. Selain itu, apa yang dilakukan Rudi juga patut dicontoh. Sejauh apa pun kita melalang buana dan apalagi menuai keberhasilan di negeri orang, layaknya kita tidak melupakan kampung halaman. Luar Biasa!
Sumber: www.andriewongso.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:37:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, January 26, 2012
|
|
Time to Change
|
Sebagai seorang manusia jika kita ingin hidup kita berubah menjadi lebih baik tentu kita harus berubah. Merupakan suatu kemustahilan jika kita hidup kita berubah menjadi baik bila kita tidak berubah dan tetap melakukan hal yang sama seperti yang biasa kita lakukan. Yang menjadi pertanyaan bagaimana caranya kita dapat berubah ? Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan jika Anda ingin berubah, yaitu: Analisa Diri Anda (Mengenali Kondisi Anda saat ini)
Langkah pertama yang Anda lakukan, yaitu Anda harus mengenai kondisi Anda saat ini. Ajukan beberapa pertanyaan kepada diri Anda, lalu tuliskan pada sebuah catatan:
- Apa aspek dalam kehidupan Anda yang sesuai dengan tujuan hidup Anda yang utama yang ingin segera Anda capai ? (misalnya: Karier atau Bisnis Anda, Kesehatan Anda, Kehidupan Percintaan Anda, Rumah Tangga Anda, Kehidupan Sosial Anda, Kehidupan Rohani Anda, dll)
- Apa hal yang sudah Anda mulai dan tuliskan detail kondisinya saat ini (sebagai contoh untuk bisnis, apa bisnis Anda, apa produk/jasa yang Anda buat, apa kelebihannya, siapakah target market Anda, dan apakah pembeli Anda sudah sesuai dengan target market Anda, apakah kelebihan produk Anda merupakan yang target market Anda cari, dll.)
- Dari apa yang ingin Anda capai tersebut jika diberikan Angka 1 (untuk paling awal) sampai 10 (Anda mencapainya), Anda sudah mencapai Angka berapa ?
- Tuliskan faktor-faktor internal Apa saja yang Anda miliki dalam diri Anda yang dapat membantu Anda dalam mencapainya ! (misalnya: talent (bakat), knowledge, communication skill, wisdom, charisma, etc)
- Tuliskan faktor-faktor eksternal Apa saja yang Anda miliki yang membantu Anda dalam mencapainya ! (misalnya: network, mentor, friendship, family, environment, money/capital, opportunity, etc)
Goal Setting (Tentukan Anda ingin menjadi seperti Apa ?)
Langkah kedua yaitu Anda harus menentukan Goal sampai mana pencapaian yang Anda ingin peroleh (misalnya untuk karier sebutkan nilai bisnis yang Anda inginkan, bila ingin bentuk tubuh ideal sebutkan berapa berat badan/ tinggi badan yang Anda inginkan) Anda wajib menuliskan Angka dan Gambar agar otak Anda dapat menyimpan dalam alam bawah sadar Anda, tanpa target yang jelas (angka dan gambar) maka Anda seperti ingin pergi menuju sebuah tempat tanpa tujuan, hasilnya Anda tidak akan kemana-mana. Buatlah beberapa tingkatan untuk target pencapaian misalnya, target 1 tahun, target 5 tahun.
Saya berikan contoh target pencapaian dalam Bisnis:
- Dalam Bisnis, Target 1 tahun, Anda ingin memiliki bisnis senilai 4 Milyar rupiah, 5 tahun Anda ingin bisnis Anda senilai 64 Milyar rupiah. Berarti Anda harus melipat gandakan nilai bisnis Anda 2x/tahun, tahun pertama 4 Milyar, tahun kedua 8 Milyar, tahun ketiga 16 Milyar, tahun keempat 32 Milyar, tahun kelima 64 Milyar.
- Cara menghitung nilai bisnis Anda yaitu net income Anda dalam 1 tahun x 7, jadi jika Anda ingin memiliki bisnis senilai 64 Milyar rupiah maka net income Anda dalam 1 tahun minimal harus 9,14 Milyar atau sekitar 760jt/bulan.
- Tentukan net income Anda di tahun pertama yang Anda ingin capai. 4 Milyar : 7 = Rp 571.00.000,- atau Rp 47.583.000,-/Bulan Anda bisa genapkan jadi Rp. 48.000.000,-/bulan.
Jadi jika Anda ingin memiliki bisnis senilai 64 Milyar dalam 5 tahun dimana Anda bisa melipat gandakan net income Anda tiap tahunnya, Anda cukup memulai dengan net income Rp. 48.000.000,-/bulan di tahun pertama memulai target tersebut. Dengan Goal setting yang baik maka Anda akan mulai melihat bahwa Goal Anda dapat dicapai dan masuk akal.
Action Plan (Menentukan Langkah-langkah apa yang perlu Anda ambil untuk mencapai apa yang Anda inginkan.)
Langkah selanjutnya Anda perlu menyusun Action Plan, dari target tersebut susunlah Action Plan. Tentukan hal apa saja yang perlu Anda lakukan agar dapat mencapai target tersebut. Misalnya Anda perlu membangun team, melatih team Anda, melatih marketing Anda, bikin seminar promosi, press release, membuat affiliate program, dan lain-lain. Susunlah Action Plan, Rencana Aktifitas Per bulan, Rencana Aktifitas Per minggu.
Konsistensi (Konsisten dengan Action Plan yang sudah Anda buat)
Konsisten menjalankan apa yang sudah Anda lakukan sesuai dengan Action Plan Anda adalah kunci sukses Anda. Untuk membuatnya menjadi konsisten Anda memerlukan pengorbanan, Anda harus bisa focus dengan tujuan dan rencana Anda, tanpa terganggu dengan hal-hal lain misalnya (peluang bisnis baru yang lebih menggiurkan, godaan-godaan untuk yang menghalangi Anda melakukan apa yang Anda telah rencanakan.)
Correction (Analisa mengapa Anda tidak memperoleh hasil yang Anda harapkan ?)
Jika Anda sudah melakukan tetapi tidak memperoleh hasil seperit yang Anda harapkan, lakukan analisa, apa faktor-faktor yang membuat Anda gagal, atau perubahan apa yang telah terjadi sehingga strategi yang Anda telah susun tidak berhasil.
Always Improvement (Tingkatkan terus apa yang terus Anda kerjakan)
Jika apa yang Anda lakukan telah membawa hasil, berarti apa yang Anda buat benar, maka Anda dapat terus menggunakan cara yang sama tetapi dengan melakukan improvement. Improvement tidak melulu harus menambah usaha dan waktu Anda dalah melakukan usaha, melainkan Anda dapat mengupgradenya dengan cara yang lebih baik. Misalnya dulu Anda melakukan promosi dengan seminar dan content promosi A dan berhasil, mungkin contentnya tetap sama tapi cara penyebarannya yang ditingkatkan misalnya dulu hanya dengan seminar promosi, sekarang Anda meningkatkan dengan membuat online seminar, otomatis akan meleverage usaha Anda dalam melakukan promosi.
Regards,
Thomas Joseph Digitalpreneur Maestro www.futuremediatrix.com
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 2:48:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, January 24, 2012
|
|
Satu Koin
|
Pernahkan kita pergi atau mengajak anak mengunjungi wahana permainan, seperti Time zone, yang ada dipusat-pusat perbelanjaan ?
Di wahana itu aturannya biasa adalah kita harus membeli koin dulu untuk bisa memainkan alat-alat permainan di sana.
Karena ada begitu banyak permainan, maka kita juga harus bijak menggunakan koin itu.
Banyak anak yang memang kemudian hanya memaikan satu dua permainan saja meski koin yang mereka punyai ada banyak.
Tapi itu adalah pilihan mereka sendiri.
Tapi bagaimana jika sesekali kita hanya memberikan anak hanya satu Koin saja?.
Bukan pelit, tapi karena dari situ kita bisa melatihnya memiliki Tanggung jawab.
Dengan hanya satu koin, maka setidaknya ia akan melakukan dua hal;
Yang pertama, ia akan lebih hati-hati dalam menentukan permainan apa yang akan ia mainkan.
Kedua, setelah memilih ia akan bermain dengan lebih sungguh-sungguh karena begitu selesai, ia tidak bisa main lagi.
Ya waktu yang Tuhan berikan pada kita inipun adalah seperti sebuh Koin...
Apakah kita akan memilih hidup yang lebih banyak berisi ketidakpuasan, marah, protes, kesedihan, dan pesimisme.
Atau kita mau memilih hidup yang lebih Optimis, yg mau terus berkembang, yang bersemangat, karena kita bisa bersyukur, itu adalah pilihan kita
Koin juga menggambarkan waktu dan kesempatan yang kita miliki setiap harinya.
Apakah mau bekerja dengan Sukacita meski masalah, cobaan banyak kita hadapi.
Ingatlah bahwa koin kita hanya satu.
Tantangan dalam "permainan" yang kita hadapi akan tetap sama.
Masalah, cobaan, harus kita hadapi. Namun kita punya satu kesempatan memilih, apakah hendak memainkan "Game" sukacita atau "Game" bersungut sungut.
Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana cara kita bermain sehingga koin itu tidak sia sia?.
Sudahkah kita bermain dengan strategi?.
Sudahkah kita bekerjasama, dan sudahkah kita minta petunjuk pada Master Kehidupan ini?.
Gunakan koin sebaik-baiknya
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:39:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, January 19, 2012
|
|
Beranie Gagal November & Desember 2011 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal November & Desember 2011 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2011.
Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses! Ryan - Doddy Founder & Moderator BeranieGagal.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 5:23:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, January 18, 2012
|
|
Kisah Petani Dan Kudanya
|
Ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik & gagah.
Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu & menawarkan harga yang sangat tinggi.
Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-temannya menyayangkan & mengejek dia karena tidak menjual kudanya itu.
Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandangnya. Maka teman-temannya berkata : "Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin di jual kamu kaya, skrg kudamu sudah hilang."
Si petani miskin hanya diam saja.
Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-temannya berkata : "Wah beruntung sekali nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan".
Si petani hanya diam saja.
Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah.
Teman-teman petani berkata : "Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah".
Si petani tetap diam tanpa komentar.
Seminggu kemudian terjadi peperangan diwilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan.
Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis : "Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami.
Si petani kemudian berkomentar : "Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu rangkaian proses".
"Syukuri & terima keadaan yang terjadi saat ini, apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok. Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok".
Tetapi yang PASTI : Tuhan paling tahu yang terbaik buat kita..
Bagian kita adalah :
"Mengucap syukurlah dalam segala hal"...
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:40:00 AM
  |
|
|
|
|
|