| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Friday, July 29, 2011
|
|
Kisah Pencari Kayu Bakar
|
Alkisah, di sebuah desa di pinggiran hutan, ada tiga anak muda yang pekerjaan sehari-harinya mencari kayu bakar di hutan. Potongan kayu-kayu kecil yang ada di hutan itu dikumpulkan untuk dijual ke desa lain.Hasilnya, digunakan untuk membeli kebutuhan hidup mereka dan keluarganya.
Suatu hari, ketika sedang mencari kayu bakar, ketiganya menemukan sebuah kotaknya yang aneh. Ketika dibuka, mereka sangat terkejut! Rupanya di dalam kotak itu terdapat begitu banyak perhiasan yang terbuat dari emas. Lalu mereka bertiga berembuk dan keputusannya adalah perhiasan yang mereka temukan itu akan dibagi tiga sama rata.
Namun sebelum perhiasan itu dibagi, ketiga pemuda itu sepakat untuk makan siang terlebih dahulu. Lalu pemuda yang usianya paling muda diminta mengambil sebatang emas dan pergi ke desa terdekat untuk membeli makanan yang paling enak.
Ketika dia pergi meninggalkan teman-temannya, kedua temannya menyusun rencana untuk membunuhnya agar perhiasan itu bisa dibagi untuk berdua saja; dengan begitu masing-masing akan mendapatkan bagian lebih banyak.
Sewaktu pemuda yang berangkat pergi untuk membeli makanan, tiba-tiba dia juga terpikir suatu pikiran negatif! Dia berpikir, "Jika makanan yang saya beli ini diberi racun, kedua temanku pasti akan meninggal setelah memakannya. Dengan demikian perhiasan itu akan menjadi milikku sepenuhnya!" Maka, setelah membeli makanan, dia lalu mampir ke sebuah kedai yang menjual racun serangga dan diam-diam menaburkannya pada makanan yang baru dibelinya itu. Kemudian, dia bergegas kembali ke hutan.
Ketika sampai di tempat perhiasan itu ditemukan, tanpa disangkanya, kedua temannya ini langsung melampiaskan niatnya untuk membunuh, dan pemuda malang itu pun meninggal. Jenazahnya kemudian disingkirkan, dibuang di sebuah semak-semak yang lain. Puas karena niatnya terlaksana, serta merasa sangat lapar, kedua pemuda itu sepakat untuk menikmati makanan yang tadi dibeli oleh temannya. Dengan rakus, mereka malahapnya sampai habis dan akhirnya meninggal karena keracunan.
Singkat kata, ketiga pemuda ini tewas karena pikiran negatif yang mereka pikirkan.
Pembaca yang budiman, jika kita berpikiran negatif pada seseorang, tentu ada orang lain yang juga akan berpikiran negatif pada diri kita. Inilah hukum timbal-balik; memang tidak kelihatan, tetapi bisa terjadi kapan saja).
Pikiran negatif yang dikembangkan tidaklah membawa kebaikan pada diri kita; sebaliknya justru akan membawa kehancuran bagi diri sendiri. Olah karena itu, berpikirlah positif terhadap orang lain, agar ada orang lain yang berpikiran positif terhadap diri kita. Jangan mudah untuk menuduh, menghakimi, dan menilai seseorang sebelum kita mengetahui lebih dekat. Lebih baik kembangkan pikiran netral, yaitu lihatlah dahulu, dengarkan, dan kemudian baru memberikan respons. Ini lebih tepat.
Salam Bahagia dan Sejahtera!
Penulis : Soegianto Hartono Pelatih dan Konsultan Citra Diri Sukses Penulis buku "Untuk Apa Hidup Susah" Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:39:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, July 28, 2011
|
|
Apa Yang Kita Sombongkan?
|
BAGUS UNTUK DIRENUNGKAN..... Kita tak membawa apapun juga saat kta meninggalkan dunia yg fana ini...
Inilah Proses Kematian dan Hancurnya tubuh !!!
Sesaat sebelum mati, Anda akn merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan n badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam n tenggorokan berkontraksi.
0 Menit Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.
1 Menit Darah berubah warna n otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.
3 Menit Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.
4 – 5 Menit Pupil mata membesar n berselaput. Bola mata mengkerut krn kehilangan tekanan darah.
7 – 9 Menit Penghubung ke otak mulai mati.
1 – 4 Jam Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku n rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.
4 – 6 Jam Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.
6 Jam Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.
8 Jam Suhu tubuh langsung menurun drastis.
24 – 72 Jam Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.
36 – 48 Jam Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.
3 – 5 Hari Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.
8 – 10 Hari Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.
Beberapa Minggu Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.
Satu Bulan Kulit Anda mulai mencair.
Satu Tahun Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa lagi yang mau kita sombongkan sebenarnya????
Sumber : Milis
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:02:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, July 27, 2011
|
|
Buah Ketidakpuasan
|
Hasil penelitian dari University of Warwick dan Cardiff Universty, Inggris, beberapa waktu lalu membuat kita harus mencermati suatu hal. Uang memang bisa membeli kebahagiaan sampai pada taraf tertentu. Namun uang bukan segalanya.
Seseorang akan bahagia ketika dengan uangnya bisa membeli mobil, rumah baru, tanah yang luas, emas, dan lain sebagainya; yang membuat dirinya merasa "lebih" dibanding yang lainnya. Akan tetapi, pembelian itu tidak menimbulkan kebahagiaan ketika pada saat yang sama ia mengetahui, tetangga atau teman-temannya membeli mobil atau rumah yang lebih baik darinya. Penelitian itu menyimpulkan bahwa kebahagiaan akan hadir jika seseorang dengan uangnya bisa membuatnya merasa naik ke kelas sosial lebih tinggi.
Membanding-bandingkan apa yang dimiliki dengan yang dipunyai orang lain memang bermata dua. Jika pembandingnya lebih rendah, tidak seberuntung kita, kebahagiaan yang didapat. Namun jika lebih baik, lebih tinggi, lebih hebat dari kita, justreu kekecewaanlah yang didapat.
Netter yang Luar Biasa!
Disadari atau tidak, kita mungkin sering merasakan hal tersebut. Saya punya cerita lain yang saya kupas tadi pagi pada talkshow rutin saya di jaringan Radio Sonora dengn tema: "Buah Ketidakpuasan".
Ada seseorang yang memiliki tanah luas dan tak terurus. Suatu kali ada orang yang mau membelinya dengan harga bagus.Mengingat selama ini tanah tersebut selalu menjadi beban, ia pun bersedia menjualnya. Penjualan tersebut membuatnya bahagia luar biasa.
Akan tetapi, kebahagiaannya segera sirna setelah temannya mengabarkan bahwa sebenarnya ada pembeli lain yang mau membelinya dengan harga jauh lebih tinggi. Ia pun kecewa. Seandainya saja ia tak terburu-buru menjualnya, akan mendapatkan keuntungan lebih tinggi.
Ia pun terus menyesalinya hingga sulit tidur. Sampai suatu saat, pembantunya menemukan dirinya terbujur kaku karena over dosis meminum obat tidur. Sungguh nasib yang tragis.
Sebenarnya, perlu kita sadari bahwa apa yang kita peroleh tak selalu memuaskan. Selayaknya kita belajar menerima berbagai hal yang merugikan dan mengecewakan kita. Mensyukuri apa yang didapat akan membawa kebahagiaan seperti hasil penemuan para ilmuwan itu.
Rasa syukur itu sangat mahal. Banyak dari kita yang diberi kelebihan namun kurang bersyukur sehingga hidupnya penuh kekecewaan. Bagi saya, manusia yang tidak bisa mensyukuri apa yang didapatnya adalah orang yang miskin. Sebaliknya, manusia yang penuh syukur adalah manusia yang kaya dalam arti yang sebenarnya.
Salam sukses luar biasa!
Penulis : Andrie Wongso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:50:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, July 25, 2011
|
|
Demi Waktu
|
Bicara soal waktu.Saat ini, sudahkah kita menggunakan waktu sebaik mungkin?
"Aku adalah waktu, yang menemanimu sepanjang hari. Mengiringi setiap langkah dan usahamu. Gunakanlah aku sebaik mungkin, karena aku takkan kembali lagi."
Waktu ibarat desiran angin, yang terkadang meninobobokanmu, membuatmu terkantuk bahkan tertidur lelap. Ia ada di setiap penjuru kota dan desa, di gunung dan di pantai, di sudut-sudut ruang kehidupan. Pergerakannya kadang tak disadari. Kehadirannya terlupakan padahal setiap harinya, ia menemani setiap langkah kita. Itulah sang waktu, kita akan merugi jika tidak menggunakan waktu secara bijak.
Kita memiliki jumlah waktu yang sama dalam kehidupan, yaitu 24 jam sehari. Namun, banyak orang berbeda dalam melakukanhal penting apa saja untuk mengisi waktu yang ada menjadi lebih berguna. Itulah yang membedakan antara orang berhasil dan orang yang menyia-yiakan waktu.
Pepatah China mengatakan "waktu adalah uang"; jadi sebenarnya ia sangat berharga. Penggunaan yang efektif dapat menetukan prestasi seseorang, bahwa ia telah menggunakan waktu dengan sebaik mungkin untuk mencapai tujuan hidup. Setiap detik dari sang waktu akan sangat bermanfaat, jika digunakan sebaik mungkin. Di saat tertidurpun, kita menggunakannya untuk memulihkan fisik yang telah letih bekerja.
Catatan sejarah juga memperlihatkan bahwa orang-orang yang berhasil telah menggunakan waktu melalui "visi" (pandangan jauh ke depan) dan "misi" (langkah-langkah apa saja yang dilakukan untuk mencapai visi), serta rentetan rencana yang membutuhkan efektivitas penggunaan waktu dan pengaturan prioritas berdasarkan waktu.
Kehidupan terus berjalan, bergulir seiring putaran waktu yangmengiringi langkah-langkah kita. Sejak terbit matahari sampai terbenam di upuk Barat, menemani ke peraduan. Tidak ada yang berbeda diantara kita dalam jumlah waktu yang dimiliki, tetap 24 jam sehari. Ia datang dan lalu pergi. Hanya orang-orang yang mampu berpikir dan menggunakan waktu dengan bijaklah, yang mampu "berhasil" mencapai tujuan hidup di dunia, yaitu menjadi manusia yang berguna, dan waktupun akan menjadi SEJARAH.
Penulis : Antoni Ludfi Arifin Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:19:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, July 22, 2011
|
|
Bersaing dengan Kompetitor
|
Alkisah, di sebuah toko yang menjual buku, alat-alat tulis, kaset, dan lain-lain, di sebuah kota kecil. Datanglah seorang pengunjung, ibu berusia paruh baya dengan membawa catatan di tangannya. Karyawan toko tersebut dengan ramah menyapa, "Selamat siang ibu, ada yang bisa saya bantu?"
Sambil menyodorkan kertas di tangannya, si ibu berkata, "Ini daftar barang-barang yang hendak saya beli, tolong carikan ya. Atau di mana letak barang dan buku yang saya perlukan? Biar saya bantu mencarinya," kata si ibu sambil berjalan menuju ke sebuah rak peralatan. Segera saja mereka mulai mencari barang-barang yang dibutuhkan.
Karena barang-barang yang dicari harus lengkap sesuai catatan, si ibu berada cukup lama di sana. Kebetulan saat itu si pemilik juga berada di tokonya. Karena pengunjung sedang sepi, sambil bercakap-cakap dengan si ibu, dia pun membantu mencarikan barang-barang yang diperlukan si ibu dengan senang hati.
"Maaf Bu, koleksi kami sedang tidak lengkap sehingga Ibu tidak bisa mendapatkannya sekaligus di sini. Jika berkenan, Ibu bisa mencari di toko X yang terletak di ujung jalan ini. Mudah-mudahan di sana masih ada persediaan barangnya. Jika di sana pun tidak ada, beritahu saja kepada kami, kami akan bantu memesankannya untuk ibu."
Setelah selesai menghitung dan membayar, si ibu yang sangat terkesan dengan keramahan pelayanan di toko itu berkata, "Terima kasih atas pelayanannya. Saya ada sedikit pertanyaan, apakah bapak tidak khawatir langganan akan berkurang karena berpindah, dengan memperkenalkan toko lain yang menjual barang serupa dengan yang dijual di sini?"
"Tidak Bu, saya tidak pernah mengkhawatirkan hal semacam itu. Bagi saya, bisa melayani dan memuaskan kebutuhan pelanggan adalah yang utama. Masalah rezeki, jika itu memang menjadi jatah saya, dia tidak akan kemana-mana. Saya percaya, jika ibu merasa nyaman dengan pelayanan kami, suatu hari jika ibu membutuhkan barang-barang yang seperti kami jual, ibu pasti akan berkunjung kemari lagi. Terima kasih ya Bu, atas kedatangannya. Saya tunggu kapan-kapan Ibu mampir ke sini lagi," jawab si pemilik toko sambil mengantarkan si ibu keluar dari tokonya.
Netter yang Bijaksana!
Di era yang katanya "sangat kompetitif"seperti sekarang ini, persaingan seringkali dilakukan dengan tidak sehat, bahkan sampai memberikan informasi yang menyesatkan agar produk kita diminati pelanggan dan membuat pesaing kita mati.
Bersaing secara sehat adalah "bersanding dengan pesaing"; bukan untuk mematikan tetapi tempat berkaca untuk perbaikan diri. Sejatinya, bersaing itu bukan dengan kompetitor, tetapi dengan standar kita sendiri. Dimulai dengan keadaan yang ada sekarang ini; mari selalu berbenah dan memperbaiki diri agar lebih baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari.
Salam sukses luar biasa!!
Penulis : Andrie Wongso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:17:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, July 20, 2011
|
|
Beranie Gagal Juni 2011 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal Juni 2011 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2011.
Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses!
Ryan - Dody Founder & Moderator Beranie Gagal Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:58:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, July 19, 2011
|
|
Teruslah Berbuat Kebaikan
|
"Kepuasan terbesar dalam hidup ini adalah ketika mampu melakukan apa yang dikatakan orang lain yang tidak dapat kita lakukan." -- Walter Bagehot, pengusaha dan jurnalis
KEDAI kopi yang kami singgahi sore itu tidak begitu penuh. Hanya ada sekitar enam hingga delapan orang, itu sudah termasuk saya dan kolega saya. Padahal jumlah kursi yang tersedia di kedai tersebut sekitar duapuluh hingga duapuluh lima kursi.
Kami bertemu setelah hampir dua bulan tidak bertatap muka. Selama ini, komunikasi hanya melalui telepon ataupun sms saja. Obrolan sore itu sebenarnya ringan-ringan saja. Mulai dari soal politik hingga membicarakan pekerjaan yang dirasakan oleh kolega saya mulai memasuki masa-masa sibuk.
Tanpa disengaja, obrolan mulai memasuki isi curhat kolega saya mengenai aktifitas dalam pekerjaannya. Ia mengeluh bahwa ada saja orang yang mencibirnya ketika ia mencoba berbuat kebaikan di lingkungan kantornya. Ada saja orang yang menyindirnya, baik secara halus, maupun terang-terangan. Saya bertanya apakah ia kemudian menghentikan apa yang dilakukannya. Ia mengatakan bahwa itu tergantung keadaan. Bila keadaan dari lingkungan sekitar sudah tidak kondusif lagi menurutnya, maka ia menghentikannya. Kemudian saya bertanya kembali, apakah ia ingin dipuji bila ia hendak melakukan tindakan kebaikan. Dengan tegas ia menjawab, tentu saja tidak. Nah, saya katakan kepadanya, kalau begitu, mengapa harus berhenti untuk berbuat baik. Kolega saya hanya bisa terdiam.
Cerita kolega saya, mengingatkan saya suatu kisah mengenai bunga lili di tebing yang curam. Di suatu tepian tebing yang curam, tumbuh setangkai tunas bunga lili. Saat tunas bunga lili mulai tumbuh, ia seperti sebatang rumput biasa. Akan tetapi bunga lili mempunyai keyakinan, bahwa suatu saat kelak, ia akan menjelma menjadi bunga lili yang indah. Rumput-rumput liar didekatnya hanya dapat mengejeknya. Serangga-serangga pun mentertawakannya. Burung-burung menasihatinya agar ia melupakan mimpinya menjadi sekuntum bunga yang indah.
Mereka mengejek, "Wahai tunas muda, walau dirimu nanti akan menjadi bunga lili yang tumbuh, tapi lihatlah sekitarmu, siapa yang akan melihat dan mendatangimu ditempat yang terpencil ini untuk menikmati keindahanmu?" Tunas bunga lili tetap diam. ia tak membalas ejekan tersebut. Bahkan ia semakin rajin menerima air dan menyerap sinar matahari agar akar dan batangnya bertumbuh kuat.
Hingga pada suatu ketika di pagi hari di musim semi. Saat kuncup pertama bunga lili mulai mekar. Bunga lili terlihat senang. Kerja kerasnya tidaklah sia-sia. Bunga Lili berkata kepada dirinya sendiri, "Diriku akan mekar menjadi sekuntum bunga lili yang indah. Kewajibanku hanyalah sebagai bunga untuk tumbuh mekar dan berbunga. Tidak peduli apakah ada orang atau binatang yang akan melihat dan menikmati keberadaanku. Diriku tetap harus mekar menjadi bunga lili yang indah."
Seiring berjalannya waktu, bunga lili pun mekar menjadi bunga yang indah, putih warnanya. Saat itulah, rumput liar, para serangga, dan burung tidak berani lagi mengejek dan menertawakan si bunga lili. Walau begitu, bunga lili tidak merasa congkak. Ia tetap rajin memperkuat akar dan bertumbuh terus. Dari satu kuntum menjadi dua kuntum, berkembang lagi, begitu seterusnya.
Anda bisa seperti bunga lili. Bila Anda berbuat baik, teruskanlah. Jangan takut diejek orang lain. Jangan peduli apa yang orang lain katakan. Dan tidak perlu menanggapi semua hal tersebut dengan emosi, apalagi membenci. Tak ada untungnya Anda menanggapi dan memikirkannya. Sebaliknyalah yang Anda lakukan. Tetaplah yakin dan berbuat segenap kemampuan yang Anda miliki dalam berbuat kebaikan. Pepatah bijak mengatakan, "Kepuasan terbesar dalam hidup ini adalah ketika mampu melakukan apa yang dikatakan orang lain yang tidak dapat kita lakukan." Bukan begitu sahabat?
Oleh: Sonny Wibisono Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:36:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, July 12, 2011
|
|
Gandum Dan Ilalang
|
Gandum dan ilalang adalah dua tanaman yang sangat mirip, tetapi sebenarnya fungsinya sangat berbeda.
Gandum adalah makanan pokok yang sangat berguna bagi manusia, sedangkan ilalang sama sekali tidak berguna.
Bahkan ilalang lebih banyak menyerap sari makanan dari tanah, sehingga mengganggu pertumbuhan gandum.
Sayangnya ilalang dan gandum baru dapat dibedakan ketika bulir-bulir-nya ke-luar.
Ilalang yang dicabut sebelum waktunya bisa membuat gandum turut tercabut.
Satu-satunya cara memisahkan ilalang dan Gandum adalah dengan menunggunya sampai saat menuai tiba.
Persis seperti ilalang dan gandum, begitulah orang jahat tetap dibiarkan hidup di dunia ini bersama orang baik, meski mereka membawa penderitaan bagi orang-orang baik.
Alam ini akan memperlakukan sama pada seluruh ciptaan-Nya, baik kepada orang yang berbuat jahat atau yang berbuat baik.
Tuhan masih memberi kesempatan kepada yang jahat supaya bertobat dan bisa memperoleh kesadaran.
Tuhan juga memberi kesempatan kepada yang baik untuk terus bertumbuh dalam kasih kepada orang lain (terutama kpd yg jahat) sehingga lewat hidupnya, ia memberi dampak positif kepada hidup orang lain..
Kita telah diajar untuk panjang sabar mengikuti filosofi Gandum dan Ilalang ini
Karena segala sesuatu ada waktunya;
Kita harus memberi kesempatan kepada setiap orang untuk berubah dan bertumbuh lebih baik, bukannya cepat2 menghakimi dan bahkan menghukum-nya .
Percayalah, pada waktunya nanti, Tuhan pasti akan membedakan mana yg kualitas "gandum" dan mana yg "ilalang".
Selamat pagi..
Jadilah "gandum" dlm kehidupanmu..
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:32:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, July 07, 2011
|
|
Kisah Sukses: Bob Sadino
|
|
Sosok berambut putih, bercelana pendek, dan kadang mengisap rokok dari cangklongnya ini begitu mudah dikenali. Gaya bicaranya blak-blakan tanpa tedeng aling-aling. Ia adalah Bob Sadino, pengusaha sukses yang terkenal dengan jaringan usaha Kemfood dan Kemchick-nya. Beberapa kali wajahnya ikut tampil di beberapa sinetron hingga ke layar lebar, meski kadang hanya tampil sebagai figuran.
Penampilannya yang serba cuek itu ternyata sejalan dengan pola pikirnya yang apa adanya. Sebab, menurutnya, apa yang diraihnya saat ini adalah berkat pola pikir yang apa adanya itu. Ia menyebut bahwa kesuksesannya didapat tanpa rencana, semua mengalir begitu saja. Yang penting, adalah action dan berusaha total, dalam menggeluti apa saja.
Totalitas Bob memang patut diacungi jempol, apalagi mengingat lika-liku jalan hidup yang telah ditempuhnya. Pria kelahiran Lampung, 9 Maret 1933 yang hanya lulusan SMA ini pernah mengenyam profesi dari sopir taksi hingga kuli bangunan untuk sekadar bertahan hidup.
Saat masa sulitnya, ia pernah hampir depresi. Tapi, ketika itu seorang temannya mengajaknya memelihara ayam. Dari sanalah ia kemudian terinspirasi, bahwa kalau ayam saja bisa memperjuangkan hidup, bisa mencapai target berat badan, dan bertelur, tentunya manusia juga bisa. Itulah yang kemudian mengawali langkahnya untuk berwirausaha. Ia pun kemudian memutuskan untuk makin menekuni usaha ternak ayam.
Pada awalnya, ia menjual telur beberapa kilogram per hari bersama istrinya. Mereka menjual telur itu awalnya dari pintu ke pintu. Dan, dengan ketekunan dan kemampuannya menjaga hubungan baik, telurnya makin laris. Dari sanalah kemudian usahanya terus bergulir. Dari hanya menjual telur, ia lantas menjual aneka bahan makanan. Itulah yang akhirnya menjadi cikal bakal supermarket Kemchick miliknya. Ia kemudian juga merambah agribisnis khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun yang banyak berisi sayur mayur untuk dijual pada orang asing seperti orang Jepang dan Eropa. Hubungan baik dengan orang-orang asing inilah yang kemudian makin membesarkan usahanya hingga ia akhirnya juga memiliki usaha daging olahan Kemfoods.
Dalam menjalankan setiap usahanya, Bob selalu menyebut dirinya tak punya kunci sukses. Sebab, ia percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diimbangi kegagalan, peras keringat, dan bahkan jungkir balik. Menurutnya, uang adalah prioritas nomor sekian, yang penting adalah kemauan, komitmen tinggi, dan selalu bisa menciptakan kesempatan dan berani mengambil peluang.
Bob menyebut, kelemahan banyak orang adalah terlalu banyak berpikir membuat rencana sehingga tidak segera melangkah. Ia mengatakan bahwa ketika orang hanya membuat rencana, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain, muncullah sifat arogan. Padahal, intinya sebenarnya sederhana saja, lakukan dan selalu dengarkan saran dan keluhan pelanggan. Bob membuktikan sendiri, ia yang hanya bermodal nekad, tapi berlandaskan niat dan keyakinan, serta kerja keras pantang menyerah, tanpa teori sukses ia pun bisa jadi seperti sekarang.
Sukses itu bukan teori. Namun didapat dari perjuangan dan kerja keras, serta dilandasi keyakinan kuat untuk mewujudkan cita-cita. Bob Sadino adalah contoh nyata bahwa setiap orang bisa sukses asal mau membayar ”harga” dengan perjuangan tanpa henti.
Penulis : Team Andriewongso.com
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:30:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, July 05, 2011
|
|
Everyone is Number One
|
|
Pada talkshow pagi hari ini di Radio Sonora saya membawa seorang "bintang tamu" yang sangat inspiratif perjalanan hidupnya. Beliau adalah Pak Budiono Gondosiswanto, pengusaha yang sukses mengembangkan pembersih rumah tangga secara curah dengan merek Motto Curah. Produknya tak hanya dipercaya oleh jutaan rumah tangga di Indonesia, tetapi juga sudah diekspor ke mancanegara dan meraih sejumlah penghargaan seperti Piagam Penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia untuk kategori "Penjualan Produk Pembersih Rumah Tangga Ramah Lingkungan Secara Curah Terbanyak".
Yang menarik adalah perjalanannya untuk meraih sukses. Beliau tipe pengusaha yang fokus pada keinginannya, pekerja keras, konsisten, tak mudah menyerah, dan tak pernah henti belajar. Seperti yang dituturkannya pagi tadi, Pak Budiono mengatakan, jika sekolah untuk meraih gelar sarjana saja perlu waktu 16 tahun, maka untuk sukses di bisnis pun memerlukan waktu yang tak sedikit. "Jika ada seseorang yang mencoba satu usaha tapi baru tiga tahun gagal lalu mencoba usaha jenis lainnya, maka ia akan terus seperti itu. Gagal ganti, gagal ganti," katanya. Sehingga waktunya habis hanya untuk berganti bisnis.
Menurut Pak Budiono, fokus itu penting. Dialah sebagai buktinya. Beliau memulai usahanya 16 tahun lalu dengan modal tak seberapa. Ketika itu omset hariannya hanya Rp 15 ribu. Tetapi meski dengan omset sekecil itu, ia tak berkecil hati. Ia tetap tekun dan terus meyakinkan istrinya bahwa omset Rp 15 ribu itu hanya dari satu orang pembeli. Bagaimana jika seluruh dunia membelinya? Sekarang kita tahu, berkat ketekunannya dan kemauannya yang keras, gagal bangkit, gagal lagi bangkit lagi, gagal lagi bangkit lagi, akhirnya sukses pun bisa diraihnya.
Teman-teman yang Luar Biasa,
Narasumber istimewa saya tadi pagi merupakan contoh nyata dari tema yang saya bawakan: Everyone is Number One. Setiap orang punya peluang untuk sukses asalkan tekun menjalaninya. Tema itu saya ambil dari lagu Andy Lau yang sangat inspiratif (juga merupakan lagu tema Paralympic Games / Olimpiade Khusus untuk Para Penyandang Cacat di Beijing tahun 2008). Saya kutipkan baitnya yang menarik, berikut ini.
Every one is number one, kunci sukses ada di tanganmu, mau atau tidak Alirkan keringat yang paling panas, genggamlah hati yang paling tulus Number one adalah milik setiap orang.
Tanganku bukan tanganmu, mulutku bukan mulutmu Hanya dibutuhkan sebuah hati, badai dan hujan deras dapat menjadi kawan baik kita.
Janganlah takut dinginnya perjalanan walaupun sampai pada sedikitnya kehangatan yang tersisa. Aku tetap akan menerjang dengan sekuat tenaga. Everyone is number one! Setiap orang adalah nomor satu!
Penulis : Andrie Wongso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:23:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, July 04, 2011
|
|
Jangan Takut Terjatuh
|
"Dan ketika orang lain menyarankan Anda untuk membumikan mimpi anda, langitkanlah langkah Anda! Mimpi Anda terlalu berharga untuk dikecilkan. Ketika mimpi dapat hadir di pikiran Anda, ia selalu memiliki ruang untuk diwujudkan dalam kehidupan.'
Terkadang kita terlalu mengabaikan potensi diri kita sampai melupakan proses alami yang kita telah lewati; padahal ada nilai mendalam yang dapat kita pelajari di dalamnya. Bagi kebanyakan orang yang dilahirkan sempurna, berjalan sudah menjadi hal biasa bagi kita dalam menggunakan kedua kaki. Namun tidakkah Anda sadari kemampuan Anda berjalan, berlari, melompat, dan aktivitas-aktivitas dengan kaki lainya, tidak diperoleh dengan proses yang instan? Sadar atau tidak Anda sadari, kemampuan Anda meggunakan kaki Anda seperti saat ini diperoleh dengan proses yang panjang dan tidak mudah. Anda tidak langsung dapat menggunakan kaki Anda begitu saja, bahkan Anda harus belajar duduk dan merangkak dulu sebelum Anda berjalan. Ketika tulang kaki Anda sudah mulai kokoh, Anda pun harus belajar berjalan perlahan selangkah demi selangkah, baru lama-kelamaan dapat berjalan dengan lancar, berlari, bahkan melompat. Setelah lancar dengan kedua kaki pun terkadang bahkan Anda masih dapat terjatuh.
Kita sebenarnya hanya dituntut untuk belajar bagaimana menggunakan "organ-organ" yang telah Tuhan berikan kepada kita. Namun ketika kita beranjak dewasa dan berusaha menggapai impian kita, banyak dari kita yang menyerah di awal perjuangan. Mengapa bisa terjadi demikian?Karena waktu kecil, kita terlalu banyak melihat orang yang sudah bisa berjalan. Kita menjadi tidak memikirkan proses yang harus kita jalani.
Sedangkan sewaktu dewasa, kita terlalu banyak melihat orang yang hidupnya tidak seperti tujuan hidup anda tersebut, banyak dari mereka juga malah menasihati anda untuk "mengecilkan" mimpi Anda. "Jangan bermimpi ketinggian, nanti kalau jatuh sakit!" Saya yakin kalimat tersebut sudah sering Anda dengar. Lama-kelamaan kita pun merasa memang kita terlalu biasa untuk menjadi luar biasa. Pada akhirnya banyak dari kita memilih tidak terjatuh sama sekali, daripada terjatuh, bangkit, dan belajar dari kejatuhan tersebut.
Pembaca yang budiman,
Seperti belajar berjalan, kita membutuhkan waktu agar tulang kaki kita menjadi kuat, mulai berani berjalan selangkah demi selangkah, mengalami berbagai kejatuhan, sampai akhirnya bisa berjalan dan belajar untuk berhati-hati agar tidak lengah dan terjatuh lagi.
Seperti itu jugalah kita dalam mencapai kesuksesan kita. Dibutuhkan kesabaran untuk menunggu saat yang tepat untuk memulai langkah kita. Keberanian untuk memulai langkah kita. Kearifan untuk belajar dari kejatuhan. Ketika kita telah mencapai kesuksesan, dibutuhkan karakter, untuk tetap waspada dan tidak terjatuh karena terbuai dengan kesuksesan yang kita raih dengan susah payah.
Dan ketika orang lain menyarankan Anda untuk membumikan mimpi Anda, langitkanlah langkah Anda! Mimpi Anda terlalu berharga untuk dikecilkan. Ketika mimpi dapat hadir di pikiran, ia selalu memiliki ruang untuk diwujudkan dalam kehidupan Anda.
Salam sukses. Semoga bermanfaat.
Ivander Wijaya email : ivander_222@yahoo.co.id Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:13:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, July 01, 2011
|
|
Kebiasaan Konsisten
|
Konsisten bukan sekadar berbuat sesuatu secara terus-menerus dan ajek. Dengan semangat yang membaja, konsistensi akan jadi kekuatan yang mampu mendobrak segala ujian kehidupan.
Konsisten mengandung ketetapan hati terhadap apa pun yang diyakini, dilakukan, dan diperjuangkan. Kebiasaan konsisten akan menjadi landasan untuk bergerak maju dan terus maju, meski segala macam halangan dan tantangan menghadang.
Dengan kekuatan konsistensi, orang akan selalu fokus untuk mengejar impian, bahkan bagi yang dianggap mustahil sekali pun. Konsistensi akan menjaga langkah agar terus maju mencapai tujuan yang diharapkan.
Tentu, bukan sekadar dengan konsisten kita akan langsung sukses! Namun, konsisten pada kebenaran, konsisten dengan penuh ketekunan, konsisten dengan segala daya dan upaya perjuangan, konsisten dengan apa yang telah jadi tujuan, akan membuka setiap pintu sukses di depan. Terus berjuang, terus berkarya, terus bergerak maju. Maka, konsistensi kita akan mengantarkan pada pintu kemenangan yang kita dambakan.
Penulis : Andrie Wongso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 1:41:00 PM
  |
|
|
|
|
|