| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Monday, June 27, 2011
|
|
Kapan Sampainya?
|
Libur lebaran awal bulan , kami meluangkan waktu ke kota Bandung. Dalam perjalanan ternyata, ketika mobil dipacu dengan kencang, timbul masalah pada radiator yang menjadi sangat panas, sehingga sempat berhenti dan memperbaiki dulu sistim pendinginan kendaraan ke bengkel jaga di tepi jalan tol. Rupanya kipas nya bermasalah sehingga harus diakali dulu.
Ternyata hal ini tidak juga membawa perbaikan sempurna, karena ketika kendaraan dipacu di atas kecepatan tertentu, maka suhu menjadi panas dan air condition tak berfungsi mendinginkan. Akhirnya kami harus berjalan perlahan lahan, untuk menjaga kondisi suhu agar tetap dingin, baik untuk Air Condition maupun Radiatornya.
Karena di rumah juga tiba-tiba saat libur, lemari es juga terganggu, dan kebetulan masih banyak sayur dirumah yang harus dipanaskan (karena kulkas tak berfungsi), maka hari yang sama di malam hari kami putuskan untuk kembali ke rumah (agak memaksakan diri).
Karena jalan dengan agak perlahan, maka anak saya yang besar langsung berkata; Wah, kapan sampainya Pa , kalau jalannya perlahan begini ? . Maka saya langsung menjawab " Yang penting kita harus tetap memulai dan terus melanjutkan perjalanan, tak usah terganggu memikirkan kapan sampainya", kata saya.
Pertanyaan ini seringkali menjadi pertanyaan dalam perjalanan hidup kita semua. Ketika memulai suatu karier atau usaha, karena saking kecilnya jabatan dan usaha kita , maka biasanya yang kita pikirkan :"Kapan kaya nya? ", atau " Kapan suksesnya? ", Bahkan banyak orang lain juga ikut berkomentar:" Sampai tuapun kau akan tetap sama! " , malah ada yang lebih kejam lagi :"Sampai kiamatpun kau tak akan pernah bisa kaya! ".
Kondisi di atas lah yang membuat banyak di antara kita, menjadi lemah dan putus asa untuk meneruskan karier atau usaha . Ada peribahasa yang mengatakan :"Orang yang sukses adalah orang yang tetap meneruskan usaha atau karyanya , disaat orang lain sudah menyerah ".
Terlalu banyak contoh konglomerat baik di Indonesia maupun di dunia internasional, yang memulai usahanya dari garasi, Bill Gates katanya seperti itu , di Indonesia juga banyak nama yang memulai usahanya dari garasi atau tempat kecil (tidak usah disebutkan nama nama mereka disini, tetapi saya yakin banyak sekali yang tahu).
Jadi ketika kita saat ini berusaha atau berkarier, kita boleh bermimpi menjadi besar, tetapi jangan melulu terganggu oleh pertanyaan "Kapan suksesnya ?". atau komentar orang lain yang melemahkan semangat kita , seolah olah kita tak akan pernah bisa mencapai tujuan.
Jalani saja dulu karya dan usaha kita , meskipun "kecil" , bila kita tekun , tak mudah menyerah dan berputus asa , maka " Sukses " pasti menjadi milik kita .
Penulis : Timotius Hendra Haes Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:40:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, June 22, 2011
|
|
Kisah Zhang Da
|
Sebuah Kisah yang sangat menyentuh dan bagus untuk dibaca, direnungkandan menjadi inspirasi
Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan "Perbuatan Luar Biasa". Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China, ia adalah
Zhang Da
Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.
Sejak ia berusia 10 tahun (tahun 2001) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.
Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai.
Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.
Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan Papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.
Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.
Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.
Hidup seperti ini ia jalani selama 5 tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat. Zhang Da merawat Papanya yang sakit sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya.
Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya. Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.
Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi / suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa mampu, ia nekat untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah terampil dan ahli menyuntik.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,
"Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah?
Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir.
Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!"
Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu."
Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab,
"Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!"
Semua yang hadir pun spontan menitikkan air mata karena terharu. Tidak ada yang menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya?
Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, pasti semua akan membantunya.
Mungkin apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
Kisah di atas bukan saja mengharukan namun juga menimbulkan kekaguman. Seorang anak berusia 10 tahun dapat menjalankan tanggung jawab yang berat selama 5 tahun. Kesulitan hidup telah menempa anak tersebut menjadi sosok anak yang tangguh dan pantang menyerah.
Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya.
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:11:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, June 20, 2011
|
|
The Power Of Smile
|
|
Apabila kita melihat 2 orang yang kita kenal berjalan menghampiri kita, lalu saat berpapasan orang pertama tersebut memasang muka datar seakan-akan ia tidak melihat kita ada di dekatnya dan orang kedua memasang muka ceria dengan senyumnya yang manis lalu menganggukkan kepalanya kepada kita. Dari 2 orang tersebut manakah yang akan anda sapa? Pasti semuanya menjawab orang yang kedua. Karena orang kedua memberikan senyuman yang ceria kepada kita dan otomatis menyejukkan hati kita.
Contoh lainnya, ada 2 orang pedagang dipasar yang menjual kue basah. Pedagang pertama saat kedatangan pembeli tidak memberikan senyuman sama sekali dan hanya membiarkan pembeli tersebut memilih barang dagangannya sendiri. Lalu saat pembeli tersebut tidak sengaja menengok pedagang di toko sebelah, dan pedagang toko sebelah itu juga tidak sengaja menengok dan tersenyum manis kepada pembeli tersebut. Langsung si pembeli tersebut meninggalkan toko pedagang pertama dan pindah ke toko si pedagang kedua yang memberikan senyuman manis itu. Pembeli tersebut merasa sudah disambut dengan ramah walaupun ia belum masuk ke toko pedagang kedua. Dari cerita di atas kita bisa lihat dampak dari sebuah senyuman bisa mengubah sikap seseorang pada sesuatu. Maka ada kalimat, "Jika tidak bisa senyum jangan buka toko!"
Senyuman adalah sesuatu yang terindah bagi siapa saja yang mendapatkannya, karena senyum merupakan ekspresi dari hati atas kesenangan atau kegembiraan yang dirasakan sang pemilik senyum itu sendiri. Berbagi senyuman sama juga dengan berbagi kebahagiaan kepada orang yang menerimanya. Sebuah senyumandapat menjadikan keadaan kita menjadi lebih baik. Dari yang tadinya sedih menjadi senang, dari murung menjadi ceria. Sebuah senyuman bisa membuat setiap detik yang berjalan terasa lebih bermakna, kita dapat merasakan bagaimana indahnya hidup ini dengan senyuman dan betapa buruknya hidup ini tanpa sebuah senyuman. Sebuah senyuman juga bisa meredakan ketegangan serta membuat lawan menjadi kawan. Tersenyumlah dan dunia akan membalas senyumanmu!
Kita tidak bisa membaca suasana hati dan perasaan seseorang yang kita jumpai, maka dari itu kita sudah seharusnya tersenyum pada tiap orang yang kita jumpai. Karena mungkin senyuman kita akan menjadi sangat bermaka bagi mereka yang menerimanya. Saat bertemu orang-orang yang bekerja menjadi satpam, penjaga pintu masuk di mall, penjaga karcis tol kita harus membiasakan memberikan senyuman kepada mereka. Mengapa? Karena sebuah senyuman dapat memiliki beribu arti bagi orang yang menerima nya. Mereka dapat merasa lebih dihargai, lebih dihormati, dll.
Ada berapa banyak orang yang memberikan senyuman kepada orang-orang kecil seperti mereka? Jumlahnya bisa dihitung oleh jari. Apakah kita hanya memberikan sebuah senyuman kepada mereka yang berpangkat tinggi? Atau kepada mereka yang memiliki hartabanyak? Bayangkan bila kita berada diposisi orang-orang sulit seperti mereka yang harus menjalani hidup lebih keras dibanding kita, lelah dan letih akibat bekerja seharian melayani orang yang keluar-masuk dengan wajah datar dan jutek. Tiba-tiba ada seseorang yang datang dengan memberikan senyuman manis dan berkata, "Terima kasih, Pak/Bu." Begitu senang dan sejuk rasanya mendapat senyuman kecil itu. Sebuah senyuman kecil dapat menghancurkan es beku yang keras. Artinya suasana hati seseorang yang sedang marah/tidak baik dapat membaik hanya dengan sebuah senyuman kecil yang kadang orang kira tidak ada artinya.
"Tersenyumlah dengan HATImu, dan kau akan mengetahui betapa dahsyat dampak yang ditimbulkan dari senyuman itu!"
Begitu juga dalam menghadapi masalah seberat apapun dalam hidup ini; janganlah menyelesaikannya dengan emosi yang berlebihan, menyalahkan keadaan atau menyalahkan orang lain. Dengan sebuah senyuman, kita bisa mengurangi beban dalam pikiran atau perasaan kita. Tersenyumlah dan ucapkan, "Masalah tidak akan menghancurkan senyumanku tapi senyuman inilah yang akan mengatasi masalahku."
"Setiap menit kita marah, berarti kita telah kehilangan 60 detik kebahagiaan."
Jadi, mulai sekarang awali hari kita dengan sebuah senyuman dan akhiri hari kita dengan sebuah senyuman. Maka hidup akan terlihat begitu indah.
Salam Sukses Luar Biasa! Salam Juara!
Penulis : Yasa Paramita Singgih Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:07:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, June 16, 2011
|
|
Mendobrak Diri Sendiri
|
Batasan, kadang hanya kita sendiri yang menciptakan. Karena itu, butuh keberanian, tekad, dan kematangan diri untuk mendobrak dan menciptakan kesuksesan demi kesuksesan sejati!
Setiap kali menghadapi tantangan dan cobaan, sebenarnya kita sedang dipersiapkan untuk menjadi insan luar biasa yang mampu menjadi pemenang-pemenang sejati kehidupan.
Pepatah Tiongkok kuno mengatakan: zi wo tu po (mendobrak diri sendiri)! Maka sebenarnya setiap insan tercipta dengan segala macam potensi untuk mengatasi berbagai halangan & rintangan. Hanya saja, adalah pilihan bagi kita, untuk mau selalu "mendobrak", atau sekadar menerima kondisi kenyamanan yang telah diterima.
Manusia pada dasarnya punya hawa nafsu yang membuatnya tak pernah puas. Jika dilihat dari sisi positif, sebenarnya sifat tak pernah puas ini justru akan mendorong orang menuju pada target yang selalu diperbarui. Sehingga, selalu ada kekuatan dan "daya dobrak" yang akan mengangkat derajat seseorang menuju pada level lebih tinggi yang terus diperbaiki. Namun sebaliknya, jika ia langsung berpuas diri saat menerima hasil yang telah diraih-kemudian bertahan di zona nyaman tersebut-bisa jadi ia hanya akan jadi "katak dalam tempurung" yang tak tahu dunianya sendiri.
Takut gagal sebelum memulai, takut ditolak sebelum presentasi, takut jatuh sebelum berusaha. Semua itu memang mungkin terjadi. Ketakutan itu memang bisa saja nyata. Tapi, tanpa mencoba, kita tak pernah tahu, ada hal apa di balik ketakutan itu jika berhasil kita terobos.
Karena itu, sebenarnya, keberanian untuk mendobrak diri sendiri harus kita miliki. Sebab, sebagai manusia, kita diberikan berjuta potensi oleh Yang Maha Kuasa. Adalah tanggung jawab kita untuk memilih, potensi apa yang patut kita kedepankan agar mampu meraih prestasi demi prestasi. Atau, kita hanya berhenti pada satu titik dan kemudian menunggu mati.
Mari, dengan sikap & semangat mendobrak diri, kita maksimalkan segala potensi untuk mencapai prestasi! Untuk itu, kita harus mau membayar lebih. Dengan berjuang lebih keras, bekerja lebih giat, berkarya lebih rajin pada titik di mana kita memiliki kemampuan. Berbekal kemauan kuat dan kekayaan mental, kita wujudkan rasa syukur atas karunia Tuhan, dengan memaksimalkan segala potensi yang telah diberikan-Nya. Sehingga, dengan semangat tersebut, saat sukses diraih, akan segera disusul sukses lain yang lebih tinggi. Begitu seterusnya hingga batasan itu berhenti pada titik ajal, sehingga kita bisa meninggalkan dunia ini dengan penuh arti.
Salam Sukses Luar Biasa!
Penulis : Andrie Wongso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:15:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, June 13, 2011
|
|
Sukses = Paksa
|
Kita sudah begitu akrab dengan ungkapan-ungkapan kesuksesan seperti "sukses itu kerja keras", "sukses itu impian yang dibarengi tindakan", "sukses itu adalah menjadi lebih baik dari sebelumnya", dan sebagainya ...
Satu hal lagi yang agak jarang kita sadari adalah ternyata sukses itu juga berarti "paksa/pemaksaan." Artinya kita HARUS melakukan hal-hal yang sebetulnya tidak enak, kita harus melakukan hal-hal yang sesungguhnya tidak nyaman, kita harus melakukan hal-hal yang senyatanya benar-benar "menyiksa diri".
Bayangkan! Sungguh tidak enak hidup berhemat dan bersahaja; lebih enak hidup penuh gaya, yang trendy, yang mengundang decak kagum tetangga kiri kanan, yang show-up, yang wah, dan seterusnya.
Sungguh tidak nyaman kemana-mana menggunakan handphone (HP) "jadul". Semua mata kok rasanya memandang terheran-heran kalau kita masih menggunakan hape jadul ...malu ah! Sekarang kan, zamannya "BB."
Sungguh "tersiksa" rasanya kalau sukses itu ternyata artinya belajar tiada henti, artinya selalu melakukan evaluasi dan introspeksi, artinya selalu kerja yang giat, yang maksimal, yang gigih.
Itulah kenyataannya. Itulah realitanya mengenai kesuksesan, "terpaksa" melakukan hal-hal yang tidak enak,tidak nyaman yang kadang terasa "menyiksa diri."
Tapiii kabar baiknya adalah ... orang sukses melakukan semuanya itu tidak untuk selamanya!! Karena ketika uangnya bertambah banyak akibat terbiasa hidup hemat dia akan bisa "membeli apa saja" , sedangkan yang masa lalunya selalu boros mungkin tidak bisa lagi "membeli apa-apa."
Ketika pengembangan dirinya terus bertumbuh, dia pun siap untuk bisa bergabung dalam kelompok orang sukses. Sementara kebanyakan teman-temannya yang dulunya "nyaman" dengan sikap masa bodohnya, terbelenggu dengan kemalasannya dan bersikukuh dengan tabiat buruknya, toh hidupnya masih "begitu-begitu" saja.
Business Warriors yang perkasa!
Sukses adalah memaksakan diri kita melakukan hal-hal yang terpaksa akan menjadikan kita sukses.
Semoga bermanfaat. Salam sukses selalu!
By : Samuel Tan - www.stantutorial.wordpress.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:02:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, June 10, 2011
|
|
Belajar dari Merpati
|
1. Merpati adalah burung yang tidak pernah mendua hati. Coba perhatikan, apakah ada merpati yang suka berganti pasangan? Jawabannya adalah "tidak"! Pasangannya cukup 1 seumur hidupnya.
2. Merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain? Jawabannya adalah "tidak"!
3. Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci? Jawabannya adalah "tidak"!
4. Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya? Jawabannya adalah "tidak"!
5. Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan "kepahitan" sehingga tidak menyimpan dendam.
Jika seekor burung merpati bisa melakukan hal-hal di atas, mengapa manusia tidak bisa? Hidup itu indah jika kita saling mengerti, berbagi, dan menghargai!
Penulis : Tim AndrieWongso.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:10:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, June 09, 2011
|
|
Kisah Nyata : Nasihat dari pak Mulyo Santoso
|
Saya tak tahu persis mengapa kami bisa sedemikian akrab. Usianya dan usia saya terpaut jauh, barangkali saya lebih cocok menjadi adik bungsu atau anaknya. Tapi kami akrab. Pak Mulyo Santoso, namanya. Saya mengenal dia, sebagai agen koran kecil di tahun-tahun 1994-1995, di awal karir saya sebagai tenaga penjualan koran di Republika.
Dan kami terus bertemu, berinteraksi di tahun-tahun berikutnya, walau saya sudah bekerja di koran yang berbeda-beda.
Dia datang ke Jakarta tak berbekal apa-apa, selain nekad dan cita-cita besar menaklukan ibukota. "Karirnya" sebagai penjual koran dimulai di Terminal Pulogadung, sebagai pengecer dan loper untuk pelanggan di sekitar Kelapa Gading. naik turun bis berjualan koran adalah soal yang harus dijalaninya, ketika itu. Dan itu yang mengantarkan jodohnya, bertemu seorang gadis-karyawan sebuah bank plat merah, yang tentu jauh derajatnya dibanding seorang loper koran-.
Tapi jodoh tentu tak ada yang menyangka. Gadis itu, kemudia menjadi Ibu Mulyo Santoso, sudah mendampingi beliau hingga kini di masa taunya.
Mulyo muda, adalah Mulyo yang berhati baja. Tak bisa masuk dunia kerja, hanya berjualan koran tak berarti mematahkan cita-citanya untuk menaklukan ibukota.
Tapi berbisnis, tak selalu nampak mulus seperti aspal di jalan raya. Suatu ketika, dengan nekatnya, Mulyo Muda menggadaikan Vespa yang baru dibeli istrinya dengan mencicil, untuk menambah modal usaha. Tentu tak mudah bagi istri untuk menerima, tapi Mulyo muda tetap berhati baja.
Dan kisah Vespa itu menjadi manis kini. Di bilangan Jl Musik Raya Kelapa Gading, kini berdiri megah kantor operasional PT Gading Indah Agency, yang me-manajemeni cabang-cabangnya di berbagai perumahan elit di Jabotabek ini. Omzetnya kabarnya ratusan juta per bulannya.
Pak Mulyo selalu menasehati saya : yang masih pemula. Jangan mudah tergoda, fokus saja. Konsisten pada mimpi lebih penting. Kadang kita banyak tergoda -untuk gagal dan berhenti - justru karena rasa khawatir yang kita buat sendiri. Rasa khawatir yang membuat kita setengah hati dan malau-malu. Khawatir gagal, khawatir diledek orang, khawatir tak ada lagi masa depan.
Kendalikan emosi. Pak Mulyo bilang, mencari 1000 musuh lebih mudah daripada mencari 1 kawan. Berprasangka baiklah terhadap kawan bisnis, karyawan dan rekanan. Prasangka buruk justru akan mempercepat kehancuran. Kalau uang yang kita kejar, maka "hanya uang" yang kita dapat; tanpa teman yang baik, kesehatan yang prima dan bisnis yang langgeng sampai kita tua.
Tadi siang yang panas, di atas tikar, di rumah barunya yang sedang direnovasi di kawasan The ICON-BSD, lama lagi kami berbincang. Satu hal lagi yang pak Mulyo pesankan pada kita : sukses kita bukan diukur dari berapa jumlah rumah atau mobil yang kita punya, tapi sampai dimana anak-anak kita mampu menaklukan dunia. Dan terbukti, kini anak-anaknya sudah jadi "orang" semua.
Sebuah Nasihat yang dalam, dari pak Mulyo Santoso yang berhati baja. Terima kasih pak Mulyo. Semoga menginspirasi.
Penulis : Basri Adhi Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:13:00 AM
  |
|
|
|
| Sunday, June 05, 2011
|
|
Siapa Yang Lebih Bodoh?
|
Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pd tukang cukur yg berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari & melompat-lompat di depan mereka.
Tukang cukur berkata, “Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia”Pengusaha : “Apa iya?” Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya & mengeluarkan lembaran uang Rp 1000 & Rp 500, lalu menyuruh Bejo memilih,
Tukang cukur : “Bejo, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yg mana, ayo nih!”
Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp 1000 & Rp 500, lalu dgn cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp 500.
Tukang cukur dgn perasaan benar & menang lalu berbalik kpd sang pengusaha & berkata, “Benar kan yg saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yg pernah saya temui.”Sudah tak terhitung brp kali saya lakukan tes spt itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yg nilainya paling kecil”
Setelah sang pengusaha sudah selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dgn Bejo.
Karena merasa penasaran dgn apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya,
“Bejo, tadi saya melht sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp 1000 & Rp 500, saya lihat kok yg kamu ambil uang yg Rp 500, kenapa tak ambil yg Rp 1000, nilainya kan lebih besar 2x lipat dari yg Rp 500?”
Bejo pun berkata, “Saya tdk akan dpt lagi Rp 500 setiap hari. Krn tukang cukur itu selalu penasaran. Knp saya tdk ambil yg seribu Rp. Kalau saya ambil yg Rp 1000, berarti permainannya akan selesai…”
Banyak orang yg merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, shg mereka sering menganggap remeh orang lain.
Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yg mengetahuinya. Alangkah bijaksananya ki†a jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain.
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 1:47:00 PM
  |
|
|
|
| Saturday, June 04, 2011
|
|
Beranie Gagal Mei 2011 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal Mei 2011 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2011.
Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses! Ryan - Dody Founder & Moderator Beranie Gagal
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 3:23:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, June 03, 2011
|
|
Mempertahankan Orang-Orang Terbaik Anda
|
Sedikit sekali Pemimpin yang berhasil tanpa dukungan dari orang-orang berbakat yang mendukung mereka. Mempertahankan karyawan-karyawan bintang tidak hanya baik bagi perusahaan tapi juga bagi Anda sebagai Pemimpin.
Berikut 3 TIPS Cara utk mempertahankan orang-orang terbaik yang Anda miliki:
1. Percaya kepada kemampuan TEAM Anda. Berikan kesempatan kepada staff Anda utk menggunakan kekuatan-kekuatan unik yang mereka miliki setiap hari. Beri mereka kesempatan melakukan yang terbaik yang mereka bisa sesuai bidang mereka.
2 Tetap Terhubung. Sempatkan waktu setiap harinya melakukan kontak ke setiap individu untuk melihat bagaimana keadaan mereka -- secara pribadi dan profesional. Hindari topik-topik yang bersifat terlalu pribadi atau sensitif, kecuali staff anda yg lebih dulu menyinggung hal tersebut. (Optimalkan sms, email, BBM :)
3. Hargai keunikan setiap Pribadi. Kenali kebutuhan individu masing-masing karyawan Anda, dan sesuaikan secara khusus pada saat memmberikan tugas-tugas, benefit dan pemberian penghargaan prestasi secara seksama.
Translated from Harvard Business Management Tip of The Day Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:09:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, June 01, 2011
|
|
Sombong
|
Pada suatu hari, seorang pria bertamu ke rumah seorang guru yang terkenal bijaksana. Sesampai di sana, ia tertegun keheranan. Dia melihat sang guru sedang sibuk bekerja; beliau mengangkut air dengan ember-ember besar serta menyikat lantai rumahnya sekuat tenaga.
"Guru, apa yang sedang Anda lakukan..?"
Sang guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Dan saya pun memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Tampaknya, mereka puas sekali! Namun, setelah rombongan itu pulang, tiba-tiba saja saya merasa menjadi orang yang amat hebat. Kesombongan saya mulai muncul. Maka saya melakukan hal ini untuk menghilangkan perasaan sombong itu."
Sahabat yang Bijaksana!
"Sombong" adalah penyakit hati yang sering menghinggapi kita semua. Benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.
Di tingkat pertama, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibanding orang lain.
Dan di tingkat ketiga, sombong disebabkan faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Mari setiap hari, kita memeriksa hati kita. Karena hal-hal baik yang terjadi pada diri kita saat ini, sangat mungkin terjadi karena perbuatan baik/amal yang kita lakukan pada masa lampau. Dan masa depan tergantung pada apa yang kita lakukan sekarang. Ada baiknya juga mengingat bahwa kita sebagai manusia punya harkat dan martabat yang sama, juga memiliki nilai sama di mata Sang Pencipta. Kesombongan hanya akan membawa kita pada "kejatuhan".
Salam sukses, Luar Biasa! Share and be happy...
Penulis : Tim AndrieWongso.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:44:00 AM
  |
|
|
|
|
|