| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Monday, May 30, 2011
|
|
10 Kata Inspirasi Tentang Kegagalan dan Kesalahan
|
1. Andreas Harefa, pendiri Sekolah Penulis Pembelajar dll antara lain mengatakan kegagalan merupakan pertanda masih ada yang perlu dipelajari dan sepanjang mereka bersedia belajar dengan baik, keberhasilan menanti di dekatnya.
2. Tung Desem Waringin : tidak ada kata gagal,yang ada hanya sukses atau belajar.
3. Andri Wongso : orang –orang yang gagal berani menatap kegagalan dengan kepala tegak siap belajar dan berusaha, berusaha dan belajar lagi Bangkit dan bangkit lagi adalah mereka yang telah siap menjadi dewasa dan sukses secara utuh.
4. Gede Prana : cirri orang berhasil salah satunya selalu menjadikan kegagalan sebagai vitamin dan obat yang memperkuat.
5. Dale Carnegie : The Successfull man will profit from his mistakes and try again in different way. (Orang yang sukses mengambil untung dari kesalahan dan mencoba lagi dengan jalan/cara/metode/strategi yang berbeda )
6. Bill Gates, pendiri Microsoft : Adalah baik untuk merayakan kesuksesan, namun adalah lebih penting untuk memerhatikan pelajaran atas kegagalan.
7. Richard Branson, pendiri Virgin grup : tidak ada cara yang lebih baik untuk belajar sukses dalam bisnis kecuali belajar dari kesalahan, baik itu kesalahan anda atau kesalahan orang lain.
8. Billi PS Lim, Malaysia : sebagian orang apabila gagal terus terpuruk dalam kegagalan. Sebagian yang lain belajar darinya dan terus maju.
9. John Naisbitt, penulis buku Megatrends : kita tidak belajar dari kesuksesan, kita belajar dari kegagalan.
10. Sir Humphry Davy : saya lebih banyak belajar dari kesalahan daripada kesuksesan.Kegagalan tidak bisa dihindarkan, kegagalan sebagai tanda untuk merubah metode atau cara dan strategi, kegagalan adalah proses menuju kemajuan dan akhirnya kegagalan adalah proses menuju kepada kesuksesan.
Salam sukses dan bahagia selalu.
Penulis : Hardi Tanu
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 4:23:00 PM
  |
|
|
|
| Thursday, May 26, 2011
|
|
Ciri-Ciri Orang Kreatif
|
1. Orang kreatif berupaya bekerja lebih baik Orang kreatif tidak begitu saja menerima segala sesuatu apa adanya. Mereka selalu mencari cara-cara untuk memperbaiki keadaan. Mereka melihat sesuatu yang dilihat oleh orang lain, tetapi seringkali memikirkan sesuatu yang tidak pernah dipikirkan oleh orang lain. Mereka memandang masalah sebagai peluang dan tantangan yang menggugah semangat untuk mencari inovasi. Seringkali hal-hal ini adalah hal-hal yang kecil, hal-hal yang kita terima apa adanya setiap hari.
2. Orang kreatif pencetus paradigma Paradigma adalah seperangkat atau kerangka rujukan. Orang kreatif menerobos batas-batas baku dalam mencari solusi. Mereka mempelajari situasi dengan memanfaatkan banyak sudut pandang dan mampu melakukan pergeseran dramatis dalam pemikiran yang disebut pergeseran paradigma untuk mendapatkan solusi atau kesepakatan.
3. Orang kreatif mempunyai pemikiran inkuisitif Orang kreatif selalu ingin tahu. Ini menjadi kebiasaan. Mereka selalu bertanya “mengapa” dan memikirkan segala sesuatu yang tengah berjalan. Mengetahui cara kerja sesuatu berarti dapat mengembangkan berbagai hal daris sesuatu tersebut.
4. Orang kreatif mempunyai kebiasaan bertindak Orang kreatif tidak hanya menghasilkan ide-ide baru, mereka juga bertindak mewujudkan ide mereka menjadi kenyataan. Mereka memiliki dorongan yang kuat bagaimana agar sesuatu terjadi.
5. Orang kreatif mempunyai jawaban alternatif Mereka tidak hanya membuat satu alternatif solusi. Mereka mencoba untuk mendapatkan solusi-solusi lain.
6. Orang kreatif menyukai berfikir lunak Otak kiri bersifat keras terhadap ide. Otak kanan lunak terhadap batasan-batasan. Orang kreatif memanfaatkan dua belah otaknya secara seimbang.
7. Orang kreatif mencoba kemustahilan Mereka selalu memperhatikan ide-ide meskipun kelihatan mustahil. Merenungkan ide yang muncul dapat memicu berbagai kemungkinan baru.
8. Orang kreatif melihat kesalahan sebagai peluang Mereka tidak suka menghindar dari suatu tindakan meskipun mempunyai kemungkinan salah atau gagal.
Sumber: www.potensipreneur.com
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:50:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, May 24, 2011
|
|
Perbuatan Baik Itu Membahagiakan
|
Dalam satu bulan saya rata-rata memberikan training atau seminar sebanyak 28 sesi bahkan pernah saya memberikan training 40 sesi lebih dalam satu bulan. Pernah pula mengisi di 3 kota dalam sehari; pagi di Jakarta, Siang di Yogyakarta dan malam di Bali. Nah, di saat jadwal training yang sangat padat, saya pernah menggunakan jasa pengawalan iring-iringan oleh polisi (voorijder).
Mengapa? Karena ketika itu hari Sabtu, saya harus memberikan pencerahan untuk para pimpinan PT Telkom di Cipanas, Puncak,Cianjur pukul 13.00 WIB dan malam harinya saya harus terbang ke Balikpapan. Anda tentu tahu, Sabtu dan Minggu kawasan Puncak Cianjur rawan macet. Untuk menghidari keterlambatan di acara selanjutnya saya “terpaksa” menggunakan jasa voorijder.
Sabtu itu saya dikawal dua polisi bermotor. Satu polisi di depan dan 1 di belakang mobil saya. Begitu lancar perjalanan sehingga sebelum pukul 12 siang saya sudah hampir sampai lokasi. Karena masih ada jeda waktu yang lama, saya mengajak makan siang 2 polisi itu di salah satu restoran favorit di Puncak. Awalnya mereka menolak ajakan untuk makan satu meja bersama saya, tapi setelah saya “paksa” mereka berkenan menikmati makanan khas Sunda di restoran tersebut.
Sambil makan kami ngobrol seputar keluarga, pekerjaan maupun jalur Puncak yang sering macet di hari libur. Walau baru kenal kami ngobrol sangat akrab. Usai makan siang kami segera menuju tempat seminar yang memang sangat dekat dengan restoran asli Indonesia itu. Ada kejadian menarik yang tak akan terlupakan dalam hidup saya.
Ketika saya hendak memasuki mobil, tiba-tiba salah satu polisi menghampiri saya dan berkata, “Mohon izin, pak” Saya bingung dan menjawab sekenanya, “Iya…” Tapi polisi itu kemudian menghalangi jalan saya memasuki mobil dan dengan suara bergetar ia berkata lagi, “Mohon izin, pak….” Saya berhenti sejenak dan ada sedikit keraguan dalam hati.
Saat itu, tiba-tiba tangannya disodorkan ke arah saya pertanda mengajak perjabat tangan. Walaupun ragu, saya jabat tangannya. Tak terduga polisi itu menarik tangan dan kemudian memeluk saya sambil berkata pelan, “Terima kasih pak, bertahun-tahun saya bertugas, baru kali ini saya diajak makan satu meja dengan orang yang saya kawal. Saya merasa sangat dihargai dan terhormat. Sekali lagi terima kasih, pak.” Mendengar kata-kata itu, sayapun membalas pelukannya dengan sepenuh hati tanpa ada keraguan sedikitpun.
Entah mengapa ketika itu saya meneteskan air mata dan merasakan aliran kebahagiaan dalam hati dan pikiran saya. Polisi itu telah memberikan pelajaran berharga, ternyata untuk membahagiakan diri kita dan orang lain bisa dilakukan dengan cara-cara yang sangat sederhana, salah satunya makan bersama….
Insan SuksesMulia, jangan pernah tunda sekecil apapun perbuatan baik karena itu membahagiakan kita dan juga orang-orang di sekitar kita...
Jamil Azzaini jamil_azzaini@yahoo.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:00:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, May 18, 2011
|
|
Fokus dan Nikmati Pekerjaanmu
|
Alkisah, ada seorang pianis yang sangat piawai memainkan tuts pianonya. Dia telah memenangi banyak kejuaraan dan telah menjalani pertunjukan di berbagai tempat. Tidak peduli penonton yang menyaksikan pertunjukkannya banyak atau sedikit, ataupun dia berhasil memenangkan pertadingan atau tidak, saat bermain piano, wajahnya tampak selalu berseri-seri, enjoy, seakan di sanalah letak segala kebahagiaannya.
Pada suatu hari, saat reuni dengan teman-teman lamanya, seorang sahabat bertanya kepadanya, "Kami perhatikan, saat bermain piano, kamu terlihat begitu senang dan bahagia. Sepertinya tidak ada kesusahan sama sekali!"
"Lho, hidup memang seharusnya dihadapi dengan senang kan?" jawabnya si pianis sambil tersenyum. Lalu ia melanjutkan, "Yah, kalian tahu kan bagaimana masa remajaku dulu. Begitu banyak hobi dan aktivitas yang aku geluti. Mulai dari menggambar, bermain musik, juga berbagai cabang olah raga. Ambisiku satu, yaitu ingin selalu menjadi juara di setiap lomba. Aku rajin berlatih dan berusaha, tetapi karena begitu banyak kegiatan, akhirnya tidak mampu berprestasi secara maksimal dan gagal. Kegagalan-kegagalan itu membuatku kecewa, marah, sedih, dan frustasi pada diri sendiri. Aku pun mulai malas-malasan dan kehilangan motivasi sehingga pelajaran di sekolah pun ikut jatuh."
"Sekarang kamu bisa menjadi seorang pianis hebat yang tampak selalu happy. Bagaimana ceritanya?" tanya temannya penasaran.
"Melihat raporku yang jelek dan kelakuanku yang menyebalkan, ayahku tidak marah dan berusaha menyadarkan aku. Suatu hari, saat kami sedang bersantai, ayah melakukan sedikit eksperimen. Beliau mengambil segenggam jagung dan sebuah corong kecil. Telapak tanganku diletakkan di bawah corong. 'Kamu tangkap jagung ini ya,' kata ayah.Lalu dilepaslah sebiji jagung, yang segera meluncur cepat dan tertangkap di telapak tanganku. Kemudian satu biji lagi, dan tertangkap lagi dengan sempurna.
'Nah, sekarang siap-siap ya!' seru ayah sambil melepas segenggam jagung ke corong. Apa hasilnya? Tidak ada satu biji jagung pun yang jatuh ke tanganku karena lobang corong kecil dan biji jagung tersumbat di situ.
Begini penjelasan ayahku: 'Seperti itulah kehidupan ini; setiap hal atau pekerjaan harus dikerjakan satu persatu, fokus, dan penuh konsentrasi. Maka setiap pekerjaan akan bisa diselesaikan dengan baik dan maksimal, sehingga kamu puas dan merasa bahagia.'"
Netter yang Luar Biasa!
Seringkali kita berkeinginan melakukan banyak pekerjaan sekaligus dan mendapatkan hasil yang memuaskan, namun dalam kenyataannya justru kekecewaan yang didapat.
Untuk menghasilkan sukses yang luar biasa, kita harus fokus pada satu titik pekerjaan terlebih dahulu. Lakukan pekerjaan satu persatu dan fokuskan pada apa yang menjadi kelebihan kita. Jika kita melakukan pekerjaan dengan penuh cinta, konsentrasi, dan keyakinan, niscaya hasilnya akan memuaskan, bahkan tidak jarang dampaknya akan mengejutkan!
Salam sukses Luar Biasa!
Penulis : Andrie Wongso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 2:40:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, May 11, 2011
|
|
Lihatlah Isinya Bukan Wadahnya
|
Saya dapat kiriman cerita dari teman saya tentang kisah seorang penasehat kerajaan yang sangat disegani. Penasehat ini buruk rupa dan bongkok, namun kata-katanya sangat didengar oleh raja.
Melihat fakta ini, putri sang raja heran dan iri. Suatu saat sang putri mengejek dan bertanya kepada penasehat ini,
“Jika engkau bijaksana, beritahu aku mengapa Tuhan menyimpan kebijaksanaan-Nya dalam diri orang yang buruk rupa dan bongkok?” Penasehat itu balik bertanya,
“Apakah ayahmu mempunyai anggur?” Sang putri langsung menjawab,
“Semua orang tahu ayahku mempunyai anggur terbaik, pertanyaan bodoh macam itu?”
Sang penasehat kemudian bertanya lagi, “Dimana ia meletakkannya?” Dengan cepat sang putri menjawab,
“Yang pasti di dalam bejana tanah liat.” Mendengar itu, sang penasehat tertawa sambil berkata,
“Seorang raja yang kaya akan emas dan perak seperti ayahmu menggunakan bejana tanah liat?”
Mendengar itu putri raja berlalu meninggalkannya dengan rasa malu. Ia segera memerintahkan pelayan memindahkan semua anggur yang ada di dalam bejana tanah liat ke dalam bejana yang terbuat dari emas dan perak. Suatu hari sang raja mengadakan jamuan bagi para tamu kerajaan. Alangkah terkejutnya raja karena anggur yang diminumnya rasanya sangat masam. Akhirnya ia memanggil semua pelayan istana dan tahulah sang raja bahwa itu adalah ulah putrinya.
Putri raja berkata kepada penasehat kerajaan,
“Mengapa engkau menipuku? Aku memindahkan semua anggur ke dalam bejana emas tapi hasilnya semua anggur terasa asam.” Dengan tenang penasehat kerajaan menjawab,
“Sekarang engkau tahu mengapa Tuhan lebih suka menempatkan kebijaksanaan dalam wadah yang sederhana.”
Jadi, insan suksesmulia, jangan pernah tertipu wadah atau penampilan seseorang. Orang yang berpenampilan necis dan klimis jangan-jangan memiliki utang kartu kredit yang besar. Sementara orang yang sederhana dan biasa ternyata justru sudah memiliki kebebasan finansial dan tidak terlilit hutang. Oleh karena itu, biasakanlah melihat isinya bukan wadahnya. Jadilah orang yang rendah hati, sederhana dan bersahaja.
Bila cerita ini bermanfaat, silahkan dishare sebanyak-banyaknya. Terima kasih
Penulis: Jamil Azzaini
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:46:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, May 09, 2011
|
|
Mengapa Beruang Tumbuh Besar
|
|
Seekor beruang yang bertubuh besar sedang menunggu seharian dengan sabar di tepi sungai deras. Waktu itu memang tidak sedang musim ikan. Sejak pagi ia berdiri di sana mencoba meraih ikan yang meloncat keluar air. Namun, tak satu juga ikan yang berhasil ia tangkap.
Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya... hup... ia dapat menangkap seekor ikan kecil. Ikan yang tertangkap menjerit-jerit ketakutan. Si ikan kecil itu meratap pada sang beruang, "Wahai beruang, tolong lepaskan aku."
"Mengapa," tanya sang beruang.
"Tidakkah kau lihat, aku ini terlalu kecil, bahkan bisa lolos lewat celah-celah gigimu," rintih sang ikan.
"Lalu kenapa?" tanya beruang lagi.
"Begini saja, tolong kembalikan aku ke sungai. Setelah beberapa bulan aku akan tumbuh menjadi ikan yang besar. Di saat itu kau bisa menangkapku dan memakanku untuk memenuhi seleramu," kata ikan.
"Wahai ikan, kau tahu mengapa aku bisa tumbuh begitu besar?" tanya beruang.
"Mengapa?" ikan balas bertanya sambil menggeleng-geleng kepalanya.
"Karena aku tak pernah menyerah walau sekecil apa pun keberuntungan yang telah tergenggam di tangan!" jawab beruang sambil tersenyum mantap.
"Ops!" teriak sang ikan.
Bila kita menghargai kesempatan yang kecil, maka ia akan menjadi sebuah kesempatan yang besar.
Have a positive day!
Ditulis kembali dari Tsai Chih Chung
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:02:00 AM
  |
|
|
|
| Saturday, May 07, 2011
|
|
Beranie Gagal April 2011 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal April 2011 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2011.
Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses! Ryan - Dody Founder & Moderator Beranie Gagal Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 6:43:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, May 06, 2011
|
|
Put Meaning in Your Job
|
Reaksi seperti apa yang Anda temukan dari seorang penjaga pintu tol setiap kali melintasi pintu tol dan membayar tiket? Hampir sebagian besar reaksi penjaga pintu tol berdiam diri saja sambil memberi karcis, memberikan uang kembalian, bahkan sama sekali tidak melihat wajah pengendara yang melintas.
Akan tetapi, pernah ketika melewati salah satu pintu tol, saya menemukan penjaga karcis yang sedang bertugas memberikan uang kembalian sambil tersenyum, dan sempat melontarkan sebuah kalimat yakni "Terima kasih Pak. Hati-hati di jalan." Hal yang terkesan sederhana, tapi begitu bermakna untuk saya secara pribadi. Karena selama ini ketika melintas pintu tol, saya belum pernah menemukan pelayanan yang sedemikian ramah dan peduli dengan keselamatan pengemudi yang melintas.
Apa yang dilakukan penjaga karcis tol tersebut tentu berbeda dari kebanyakan rekannya yang lain. Rekannya yang lain hanya berdiam diri, bahkan tidak menyapa pengemudi yang melintas, tapi hal tersebut tidak dilakukan penjaga karcis tol ini. Mengapa bisa berbeda cara kerja mereka? Padahal jika penjaga karcis tol ini mau, ia tentu bisa saja mengikuti cara kerja rekannya yang lain. Ini adalah masalah PILIHAN!
Penjaga karcis tol ini memilih untuk memaknai pekerjaannya dengan positif. Banyak orang menganggap pekerjaan sebagai penjaga karcis tol adalah pekerjaan yang menjenuhkan. Setiap menit, setiap jam harus melayani ratusan pengendara mobil yang melintas. Titik jenuh mungkin saja dialami oleh penjaga karcis tol tadi, tapi ia mencoba mengatasinya dengan menjalin hubungan yang positif dengan pengemudi yang melintas. Saat itu, ia tidak sekadar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Ia bekerja tidak sekadar demi uang semata. Tapi ia bekerja karena ada sebuah makna yang ingin ia berikan kepada orang lain. Ia ingin menjadi orang yang punya pengaruh dan dampak yang positif untuk orang lain.
Ketika seseorang memberi arti terhadap pekerjaannya, maka ia akan jauh lebih bersemangat. Adakalanya manusia jenuh dan lelah dengan aktivitasnya sehari-hari, akan tetapi jika mau memaknai pekerjaannya, dan melihat bahwa apa yang dilakukannya setiap hari memiliki dampak yang luar biasa untuk orang lain, maka sebenarnya ia telah memberi nilai manfaat yang luar biasa untuk banyak orang.
Menjadi refleksi bagi kita bersama untuk lebih memaknai apa yang kita kerjakan hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun. Meletakkan makna dalam sebuah profesi tidak sekadar berorientasi pada diri sendiri melainkan bagaimana lewat profesi kita mampu memberi dampak yang positif kepada orang lain. Apapun profesi kita saat ini, entah itu seorang karyawan, dokter, politisi, salesman, staf admin, manager, bankir, pengusaha, public figure, pejabat negara, wakil rakyat: hendaknya mampu memberikan dampak yang positif untuk orang lain, tidak sekadar demi diri kita sendiri.
Apakah kita lebih banyak memikirkan keuntungan pribadi atau justru lebih mengutamakan melayani dan membantu orang lain?Seorang salesman yang mengerti kebutuhan pelanggan dan memberikan solusi yang terbaik lewat produk dan jasa yang dijual, tanpa memikirkan komisi atau bonus sebagai prioritas. Seorang bankir yang berusaha menjaga dana nasabahnya dengan baik, tanpa berusaha untuk memanipulasi demi kepentingan diri. Seorang wakil rakyat yang berjuang keras untuk menyalurkan aspirasi rakyat lewat kinerja nyata, tanpa lebih dulu memikirkan kesenangan pribadi.
Sebagian contoh di atas adalah bentuk perwujudan bagaimana setiap orang yang punya peran dan tanggung jawab di lingkungan di mana ia bekerja, seharusnya lebih memfokuskan kepada orang lain dan memberi nilai tambah bagi mereka. Banyak orang mungkin berpikir, "Wah, idealis sekali? Kita di dunia ini butuh makan, perlu uang, apakah mungkin kita tidak bekerja demi mencari uang atau keuntungan?"
Uang mungkin saja penting, tapi terkadang uang bukanlah segalanya! Cara yang kita lakukan untuk mencapai tujuan tentunya harus bijaksana, bukan dengan menghalalkan segala cara. Karena pada akhirnya seseorang dinilai bukan dari seberapa besar kekayaan, harta, pengalaman, atau kebesaran pangkat yang dimilikinya, melainkan nilai manfaat dan makna yang telah dibagi kepada orang banyak selama ia masih berkarya di dunia ini.
Mengutip sebuah pepatah yang mengatakan: "If you work just for money, you'll never make it. But if you love what you're doing and you always put the customer first, success will be yours." Jika Anda bekerja hanya demi uang, Anda tidak akan mendapatkannya, tapi jika Anda mencintai apa yang Anda kerjakan dan selalu meletakkan pelanggan sebagai yang utama, maka keberhasilan akan menjadi milik Anda.
Semoga kita semua mampu memberi arti positif buat sekitar kita lewat apa yang kita lakukan. Jadilah terang bukan gelap sehingga kehadiran kita di dunia ini mampu menyinari lingkungan kita.
Muk Kuang - Professional Trainer, Book Author ("Amazing Life", "Think and Act Like a Winner") mukkuang@gmail.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:54:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, May 05, 2011
|
|
Sandiaga Uno: Think Like an Entrepreneur
|
Salah satu pengusaha muda paling kaya di Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno bercerita soal jatuh bangun membangun usaha dan pendapatnya mengenai peluang usaha yang masih terbuka di Indonesia. Ditemui Yahoo! Indonesia di kantornya di Jakarta Selatan, Sandiaga mengaku sempat mendapatkan cobaan yang membuatnya berpikir untuk menyerah.
*T: Apa kesibukan Anda sekarang?*
J: Aku fokus di Kadin, tapi tahun ini lebih banyak ke pengembangan bisnis. Banyak waktuku habis di Saratoga tapi di Recapital juga masih menduduki jabatan. Juga sebagai komisaris di beberapa anak usaha, ikut membantu tapi nggak *day to day*, hanya *big picture* dan *strategy*, dan memantau sebagai pemegang saham.
*T: Anda kan terpilih sebagai salah satu orang terkaya dan termuda di Indonesia versi majalah Forbes, bagaimana sih kisah suksesnya?*
J: Memulai usaha itu, hampir semua orang termasuk saya tak pernah terpikir bahwa 10 atau 14 tahun ke depan akan mencapai pencapaian seperti ini. Bagi saya bisnis itu adalah *survival mode*. Betul-betul terpaksa karena di-PHK. Ada krisis tahun 1997-1998 yang memaksa banyak perusahaan melakukan PHK dan saya salah satunya. Tapi itu ternyata membuka satu peluang di tengah-tengah krisis tersebut. Kalau dilihat potretnya sekarang memang sukses tapi ketika dilihat sejarahnya, banyak jatuh bangun. Ini yang saya alami, kesulitan membangun usaha sangat terasa dalam tahun-tahun pertama sampai tiga tahun pertama.
*T: Apa perubahan yang terbesar dari karyawan menjadi pengusaha?*
J: Sebagai pengusaha, kita harus mengubah paradigma dari seorang karyawan yang biasanya-- walaupun memberi yang terbaik-- pada akhir bulan sudah dijamin dengan segala tunjangan dan gaji yang bakal ada di rekening koran. Itu membentuk sifat karyawan yang tidak suka mengambil risiko. Seorang pengusaha jatuh bangun karena bisnis penuh risiko. Kami melihat bagaimana tanggung jawab membesarkan perusahaan dan menciptakan lapangan kerja itu tidak mudah.
Pada tahun-tahun pertama itu --Recapital maupun Saratoga-- saya mengalami susahnya menjalin usaha. Sulitnya mendapatkan kepercayaan dari klien dan investor. Ada suatu periode yang cukup lama, enam bulan kami sama sekali tidak mendapat *order*. Sampai terpikir apakah benar langkah kami menjadi pengusaha? Apakah memang mental kami lebih cocok jadi karyawan?
Tapi dengan kerja keras dan pantang menyerah, alhamdulillah. Itu nasihat orang tua selalu, ketika kita kerja keras tanpa pamrih dan ikhlas, rejeki yang akan menghampiri. Itu yang kami percaya terus.
Walaupun awalnya kami susah, jatuh bangun, hampir beberapa kali tak bisa bayar gaji pegawai. Kami jalani terus dan alhamdulillah sekarang sudah bisa membiayai 2 grup, Recapital dan Saratoga. Kami sekarang punya pondasi yang kuat dan bisa memberikan pekerjaan kepada 20 ribu karyawan.
*T: Apa titik balik dari saat jatuh bangun tersebut menjadi usaha yang pondasinya kuat?*
J: Titik baliknya saya rasa sekitar 4-5 tahun setelah mulai menapak jadi pengusaha. Saya melihat bahwa ternyata kalau kita berikan 100 persen dan *full comitment *terhadap usaha hasilnya akan baik. Para pelanggan, klien, nasabah maupun investor yang mempercayai kami untuk mengelola dana maupun perusahaan yang kami beri *advice* untuk melakukan restrukturisasi bisa memberikan kepercayaan.
Melihat sosok pengusaha muda, rupanya mereka tidak serta merta menilai pengusaha muda minim pengalaman. Ternyata mereka akan memberikan kepercayaan kalau pengusaha mudanya bisa menyerap begitu banyak pengalaman, bisa menghasilkan solusi dari permasalahan keuangan dan bisnis yang mereka hadapi.
*T: Apakah Anda sempat berpikir untuk menyerah?*
J: Tahun ketiga itu memang sempat terpikir untuk meneruskan atau mundur. Waktu itu sedang susah-susahnya melihat ada klien yang tak bayar tagihan, susah memotivasi karyawan. Ada seribu pertanyaan di kepala kami, teruskan atau mundur.
Di situlah keteguhan dan loyalitas entrepreneur diuji. Apakah dia loyal terhadap tujuan menjadi entrepreneur. Tujuan saya waktu itu adalah sukses dan memberi manfaat yang lebih untuk sekitar dengan menciptakan lapangan kerja. Kalau kita fokus dan loyal di tujuan kita, insya allah kita akan mendapatkan titik balik di tujuan tersebut.
*T: Saat Anda dipecat tahun 1997, apa ketakutan terbesar saat itu?**
J: Waktu itu saya baru punya keluarga. Saya berpikir bagaimana kasih makan anak saya. Anak saya waktu itu baru berumur beberapa bulan. Saya sudah dibiasakan selama 8 tahun bekerja dan menerima *income* rutin dan nggak pusing terhadap uang belanjaan. Tiba-tiba saya mendapati kenyataan ini. Dunia betul betul gelap, pekat. Seperti nggak ada solusi.Akhirnya saya putuskan, *survival insting* saja, kembali ke Indonesia. Saya kembali ke rumah orang tua, karena rumah saya ludes. Harta saya habis dijaminkan ke bank untuk investasi di pasar saham. Waktu itu semua saham kan jebol.
Saya putus asa, tak percaya diri, teman-teman saya memandang saya lain. Di kultur kita kegagalan dianggap sebagai akhir dari segalanya. Padahal di dunia entrepreneur, kegagalan adalah akhir dari suatu *chapter* yang baru. * Chapter* yang akan dimulai adalah dimana seseorang bisa belajar dari kegagalan dan menjadikannya sebagai anak tangga menuju kesuksesan.
*T: Siapa yang paling berjasa dalam momen kebangkitan Anda?*
J: Keluarga pastinya. Momen kebangkitan ini kalau saya nggak punya istri dan orang tua yang memberi kesempatan dan memberi dukungan, doa. Saya beruntung ketemu teman SMA saya Rosan (Rosan Perkasa Roeslani, Direktur Utama PT Recapital Advisors) dan kami memulai Recapital. Saya juga beruntung dipertemukan lagi dengan pak Edwin Suryajaya yang sudah saya kenal 5 tahun sebelumnya. Kami mulai menata bisnis apa yang menurut saya akan bisa berkembang. Bisnis yang bukan hanya survival tapi juga usaha yang akan memberi penghidupan pada orang banyak. Saya selain berhutang budi kepada ibu saya juga pada pak William Suryajaya yang memberikan mentorship selama 2 tahun intensif, tentang bagaimana pengusaha tidak hanya mencari keuntungan tapi juga menjadi aset bangsa, saya belajar banyak soal itu.
*T: Apakah peluang industri ekstraktif di Indonesia masih terbuka?**
J: Masih terbuka luas, lihat saja kita nomor satu pengekspor batubara thermal di dunia, emas mungkin nomor dua. Kakao kita nomor dua, kelapa sawit nomor satu, tembaga juga sangat potensial. Semua sumber mineral penting yang akan dipakai oleh produk industri dapat ditemui di Indonesia, semua itu belum digarap. Jadi peluangnya masih terbuka lebar. Tapi saya ingin mengajak pengusaha yang bergerak di bidang sumber daya alam untuk melihat bagaimana meng-*capture* nilai tambahnya di Indonesia. Selain memberikan pajak lebih besar, tapi juga memberi yang lebih besar kepada rakyat.
*T: Kemiskinan di Indonesia masih tinggi, bagaimana cara mengatasinya?*
J: Kemiskinan hanya bisa disolusikan dengan memberdayakan rakyat yang masih *on the bottom of the pyramids*, mereka dengan pendapatan di bawah 2 dolar sehari. Bagaimana memberdayakan mereka? Dengan memberikan peluang. Bagaimana berikan peluang? Menurut saya masalah kelompok *bottom of the pyramids*adalah peluang. Kita harus bisa menghadirkan peluang dalam bentuk akses pada *microfinance*. Tiba-tiba teman-teman di *bottom of the pyramids* ini punya alat untuk menangkap peluang tersebut.
Makanya kita sebut sekarang lebih dari 42 juta unit usaha mikro kecil menegah yang telah lahir di Indonesia. 60 persen pendapatan domestik bruto disumbang UMKM, yang disebut *bottom* itu. Nah dengan memberi *microfinance*maka tiba-tiba hadir semua peluang pada mereka. Di situ adalah cikal bakal mereka melahirkan suatu usaha yang bisa mengangkat harkat martabat mereka dan menaikkan derajat mereka dari *bottom of the pyramids* ke kelas menengah.
*T: Kuncinya wiraswasta?*
J: Kuncinya entrepreneurship. dan ini saya sudah bicara di kampus, SMA-SMA. *Think like an entrepreneur.* memang nggak semua orang harus jadi entrepreneur, tapi berpikirlah sebagai seorang wirausaha untuk mengatasi berbagai masalah dalam keseharian kita. Bagaimana kita melihat peluang yang terus ada di balik setiap krisis. Bagaimana kita menghadapi hidup dengan penuh komitmen dan tak mudah putus asa. itu kan sifat-sifat dari seorang pengusaha.
Kalau punya kemampuan hadirkan pola pikir itu kepada akademisi, birokrat, pegawai pemerintah, pegawai swasta, maka akan terbentuk* culture *kewirausahaan, maka inovasi bangsa akan meningkat dan perekonomian pada ujungnya akan menghasilkan nilai* growth rate *yang lebih tinggi untuk bangsa tersebut. Indonesia hanya punya 0,18 persen populasi yang menjadi enterpreneur, kalau tak salah kurang dari 500 ribu. Tugas kita untuk pada 2020 mencetak setidaknya 5 juta entrepreneur yang sanggup mengisi pembangunan dan menciptakan lapangan kerja.
*T: Jika masyarakat sudah menjadi entrepreneur dan sejahtera, lalu di mana peran pemerintah?*
J: Pemerintah posisinya tak seperti zaman sebelum krisis, di mana ada keterbatasan sumber daya, keterbatasan dana. Tugas pemerintah adalah menghadirkan iklim dunia usaha yang paling kondusif di mana perizinan dipermudah, anak-anak muda yang punya ide dalam hitungan 3 hari dapat meregistrasi ide tersebut dan memulai usahanya atau mendirikan perusahaannya. Kalau mendirikan perusahaan sudah dibuat begitu mudah, juga bagaimana memberikan akses permodalan yang paling baik terhadap perusahaan-perusahaan ini.
Terakhir kemampuan pengusaha untuk berinovasi, bagaimana *human capacity*pengusaha ini. Kalau tiga aspek ini bisa diberikan, pemerintah tak perlu terlalu repot memberi budget besar pada setiap sektor usaha. Cukup diberi insentif, cukup diberi iklim yang sangat ramah terhadap kegiatan dunia usaha, akan tumbuh dengan sendirinya.
*T: Apa masalah terbesar pemerintah dalam memberi iklim yang kondusif buat dunia usaha?*
J: Pemerintah juga harus menyelesaikan masalah infrastruktur yang dihadapi karena indonesia adalah negara yang infrastrukturnya sangat lemah. Mengirim barang dari Surabaya ke Jakarta lebih mahal daripada dari Surabaya ke Hongkong, padahal jaraknya sangat berbeda. Tapi karena infrastruktur lemah ini menggerus daya saing dunia usaha. Saya yakin kalau pengusaha bahu membahu dan pemerintah maka ekonomi kita bisa tumbuh 8-10 persen dan indonesia bisa menjadi bukan hanya Macan Asia tapi juara dunia dan ada beberapa pandangan bahwa Indonesia akan jadi ekonomi terbesar di Asia tahun 2050
Sumber: http://id.berita.yahoo.com/think-like-an-entrepreneur.html
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:56:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, May 04, 2011
|
|
Perilaku Dari Penjual yang Sukses
|
Para penjual hebat selalu menunjukan konsistensi perilaku yang dapat menghantarkan mereka menjadi jago jago penjualan. Apapun yang dijual oleh para top sales, mereka rata rata memiliki ciri dan karakter yang sama. Diantaranya :
1. Bertindak seperti wirausahawan. Para tenaga penjual yang hebat selalu memposisikan dirinya sebagai wirausahawan yang sedang menjalankan bisnisnya sendiri, walaupun mereka berada dibawah naungan perusahaan. Tenaga penjual yang berpikir sebagai pebisnis terlihat " sangat termotivasi, Fokus dan terorganisir".
2. Selalu mengembangkan PROSES Para penjual sukses selalu mengembangkan proses dan sangat memahami proses yang membuat mereka sukses, dan terus menjalani proses tersebut untuk selalu mengembangkan kesuksesannya.
3. Berfikir Tentang KLIEN, bukan KUOTA Penjual sukses selalu fokus pada pelanggan ,mereka selalu mengenal pelanggannya dengan baik.
4. Menjual Solusi Mereka selalu melihat bahwa menjual tidak hanya sekedar menjual produk / jasa yang mereka jual, Namun mereka menjual solusi. Mereka mereka ini akan selalu menyesuaikan tawarannya untuk memberi solusi atas masalah yang dihadapi pelanggan.
5. Tidak takut menjadi KREATIF Dengan kreatifitas, penjual sukses mampu menemukan apa yang diharapkan pelanggan, dan memberikan nilai (value) bagi pelanggan.
6. Selalu aktif keluar Penjual sukses tidak hanya menunggu bola, berharap pembeli yang membutuhkan barang / jasa mendatangi mereka. Penjual sukses selalu keluar untk menemui prospek dan pelanggan. Mereka selalu menciptakan pertemuan-pertemuan.
7. Tahu kapan harus bergerak Mereka tidak pernah menyia nyiakan waktunya, merekapun sangat pakar dalam membidik target market yang sesuai.
8. Selalu Up to date Mereka selalu mempunyai info terbaru tentang produk dan perusahaan, nya, tentang karakter bisnis pelanggan dan sangat mengetahui apa yang dilakukan pesaing.
9. Cinta pekerjaan Para sales sukses sangat mencintai apa yang dikerjakannya.
Happy Selling! Have a positive day!
Salam,
Mohamad Yunus CPHR Cht MNLP "You create your own reality" Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:30:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, May 03, 2011
|
|
Keep Fighting!
|
Tahukah anda, Jika kita masukan seekor burung elang dalam sebuah kandang ukuran 2 x 2,5 m dan bagian atapnya terbuka sekalipun, tetap elang itu tidak bisa terbang.
Ternyata elang akan memulai terbang dari tanah dengan berlari sejauh 3 - 3,5m.
Tanpa tempat untuk berlari, elang ini tidak akan mampu terbang, dan terjebak selamanya dalam kandang kecil tanpa penutup.
Tahukah anda, Jika seekor lebah yang jatuh kedalam cangkir kopi yang terbuka, juga akan tetap di sana sampai mati, kecuali jika kita karna tidak tega anda keluarkan dia.
Lebah tidak pernah lihat jalan keluar pada bagian atasnya, melainkan terus berusaha cari jalan keluar lewat pinggir dekat dasarnya, Cari jalan di mana tidak ada jalan, hingga ia menghancurkan diri sendiri.
Nah... Ternyata banyak dari kita, juga seperti burung elang dan lebah itu, bergumul dengan masalah, fokus terus dengan masalah, mengeluh terus sampai akhirnya frustasi sendiri.
Sadarilah bahwa jawaban dari masalah kita adalah selalu DI ATAS, yaitu TUHAN Menengadahlah, Ucapkanlah DOA, dan lepas landaslah dalam BERTINDAK mencari solusi. LAKUKAN dan LAKUKAN LAGI dan TERUS BERJUANG... !!!
Keep fight... !!! Keep the Dreams... !!! Be a Winner...
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:20:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, May 02, 2011
|
|
Burung Berbakat yang Sombong
|
Setiap orang tercipta dengan bakat masing-masing. Karena itu, jangan sombong hanya karena merasa punya kelebihan. Dan, jangan pula merasa rendah diri karena merasa belum berprestasi.
Suatu kali, seperti biasa, burung kutilang berkicau dengan indahnya menyambut datangnya pagi. Banyak burung lain yang sebenarnya iri dengan kicauan kutilang. Sebab, ia bisa bernyanyi dengan merdunya sehingga banyak makhluk yang mengaguminya.
Salah satu yang sangat mengaguminya adalah burung pipit. Karena itu, pipit yang bisanya hanya bercuit-cuit, ingin berguru pada kutilang. Pipit juga ingin bisa bernyanyi semerdu burung kutilang. Maka, ia pun meminta agar Sang Kutilang mau mengajarinya menyanyi.
"Wahai Kutilang yang aku kagumi! Aku sangat ingin mempunyai suara merdu semerdu kicauanmu. Selama ini, aku hanya bisa bercuit-cuit dengan satu buah nada saja. Apakah kamu bisa mengajariku agar juga mampu bernyanyi dan ikut mengiringi indahnya terbitnya mentari pagi?" pinta pipit dengan sopan.
Mendengar permintaan itu, kutilang yang merasa dirinya paling merdu suaranya bukannya menerima, tapi malah mengejek si pipit. "Wahai Pipit. Kamu itu memang tercipta hanya sebagai burung yang bisanya hanya bercuit-cuit saja. Sedangkan aku, aku itu memang diciptakan untuk bisa bernyanyi merdu. Sedari lahir, aku sudah punya bakat menyanyi. Jadi, mana mungkin aku mengajarimu menyanyi seperti diriku?" elak Sang Kutilang.
"Tapi, paling tidak, ajarilah aku satu lagu saja. Siapa tahu, aku bisa mengubah kicauanku lebih indah," desak pipit pilu.
"Hmm... Sia-sia saja kamu memintaku. Kamu itu tidak punya bakat menyanyi! Percuma saja aku mengajarimu. Pergi sana. Biarkan aku menyanyi kembali. Ada banyak makhluk yang merindukan kicauanku. Jangan ganggu nyanyianku dengan permintaanmu," seru sang Kutilang pongah.
Pipit pun sangat sedih saat diusir kutilang. Ia pun pergi dan segera terbang menjauh dari kutilang. Namun, belum terlalu jauh dari sana, ia mendengar suara kutilang yang tak seperti biasanya. Kicauannya justru bernada sedih dan ketakutan. Sayup-sayup pipit kemudian mendengar, "Tolong... tolong.. tolong... Keluarkan aku dari sini. Aku mau bebas terbang. Tolong aku..."
Pipit yang mengenali itu suara kutilang, segera mendatanginya. Dilihatnya Sang Kutilang terjebak masuk ke dalam sangkar yang disiapkan pencari burung. Pipit pun segera menghampiri kutilang yang tak bisa keluar dari sangkar jebakan itu.
"Wahai Pipit. Maafkan aku. Bisakah kamu menolongku keluar dari sangkar ini? Saat hendak bernyanyi tadi, aku sangat lapar. Agar suaraku tetap merdu dan tetap nyaring, aku harus mencari makanan. Dan, saat aku melihat buah yang ranum di sangkar ini, aku segera masuk memakannya. Tapi, ternyata, aku tak bisa keluar lagi. Tolong aku pipit. Bisakah kamu menolongku agar keluar dari sini? Aku berjanji akan mengajarimu lagu apa saja," rayu Kutilang.
Pipit pun merasa iba. Akhirnya, ia pun berusaha melepaskan kutilang dari sangkar itu. Berulang kali ia mencoba. Namun, karena kurang hati-hati, ia malah ikut terjebak dalam sangkar itu. Kedua burung itu pun berteriak ketakutan.
Sore harinya, saat menjelang matahari terbenam, seorang pencari burung menemukan jebakannya berhasil menangkap dua burung. Satunya kutilang, satu lagi pipit. Namun, karena suara pipit tak semerdu suara kutilang, pipit pun dilepaskannya. Burung pipit terbebas dari sangkar. Kini, kutilang yang sombong hanya bisa menatap kepergian pipit dengan sedih. Kutilang tak sebebas dulu lagi...
Pembaca yang luar biasa...
Setiap makhluk yang diciptakan Sang Mahakuasa pasti mempunyai talentanya masing-masing. Bahkan, orang yang merasa tak punya bakat sekali pun, jika mau menggali dan mencari, serta dengan tekun mengasahnya, pasti memiliki kelebihan yang barangkali tak dimiliki oleh orang lain.
Karena itu, jangan pernah merasa sombong dan tinggi hati karena kita merasa punya kelebihan dibandingkan orang lain. Sebab, bisa jadi, apa yang kita kuasai, tak akan jadi sesuatu yang bermakna tanpa bantuan orang lain. Pemain bulu tangkis berbakat tak kan jadi hebat tanpa polesan pelatih yang tahu kelebihan dan kelemahan sang pemain. Seorang maestro lukisan tak kan jadi pelukis hebat tanpa mendapat kritikan dan masukan dari orang lain.
Sebaliknya, jangan pula merasa rendah diri hanya karena merasa tak punya kelebihan yang menonjol yang bisa dibanggakan. Sebab, bisa jadi, peran kecil dalam kehidupan yang kita jalani, bisa berarti banyak bagi orang lain. Seorang penata lampu di panggung meski tak tampak oleh penonton, ia menjadikan tata lampu pertunjukan jadi lebih indah sehingga penonton lebih terpuaskan. Seorang penyapu jalanan bisa jauh lebih berarti karena ia mampu mencegah sampah bertumpuk yang berpotensi mengundang penyakit dan bahkan banjir.
Mari, syukuri setiap kelebihan dan potensi yang kita miliki. Jangan patah arang jika merasa belum menemukan bakat yang kita miliki. Terus gali dan kembangkan hal apa saja yang bisa kita kuasai. Sebaliknya, jangan pula terjatuh dalam "kubangan" kesombongan layaknya Sang Kutilang, sehingga akan merugikan diri sendiri.
Salam sukses, luar biasa!!!
Penulis : Andrie Wongso
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:07:00 AM
  |
|
|
|
| Sunday, May 01, 2011
|
|
Beranie Gagal Maret 2011 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal Maret 2011 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2011.
Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses! Ryan - Dody Founder & Moderator Beranie Gagal Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:12:00 AM
  |
|
|
|
|
|