| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Thursday, March 31, 2011
|
|
T A X I
|
Apa yang menarik dari sebuah Taxi? Buat saya Taxi memberikan pembelajaran yang menarik. Seseorang hanya dapat menghentikan dan kemudian menumpang Taxi yang lampu petunjuk yang terletak pada bagian atas Taxi menyala. Lampu petunjuk tersebut menunjukan bahwa Taxi tersebut kosong dan Anda dapat menghentikannya kemudian menumpang menuju tempat tujuan Anda.
Mengamati Taxi sama seperti mengamati sebuah kesempatan. Taxi mungkin berlalu-lalang di depan anda namun kalau lampu petunjuk Taxi tidak menyala maka Taxi tersebut bukan buat Anda, demikian pula dengan kesempatan. Ada kalanya sebuah kesempatan seolah-olah bukan milik Anda karena orang lain sudah terlebih dahulu meraihnya.
Untuk menghentikan Taxi, Anda perlu tahu di jalan mana banyak Taxi yang lalu-lalang. Anda tidak mungkin menanti Taxi di jalan sempit yang mobil tidak dapat memasukinya. Anda juga tidak dapat menantikannya di jalan buntu. Anda perlu berjalan menuju jalan raya di mana banyak Taxi berlalu-lalang. Demikian pula kesempatan, Anda perlu pergi dan menuju tempat di mana kesempatan itu ada. Anda tidak mungkin mendapatkan kesempatan hanya dengan menanti dengan bermalas-malasan di dalam rumah karena kesempatan tidak berada disana. Anda tidak mungkin mendapatkan kesempatan hanya dengan mengerjakan tugas Anda sebatas yang ditanggungjawabkan kepada Anda karena kesempatan tidak ada disana. Kesempatan ada di jalur dimana setiap prestasi Anda dilihat karena itu pastikan diri Anda berada pada jalur tersebut.
Ketika Anda berhasil menghentikan Taxi dan masuk ke dalamnya, katakanlah kepada pengemudinya untuk membawa Anda pada tujuan Anda. Anda tidak akan naik Taxi tanpa tahu kemana tujuan Anda bukan? Karena bukan hanya kurang kerjaan tapi juga sangat mahal. Ketahuilah dengan jelas ketika kesempatan itu datang kepada Anda, hendak Anda bawa ke arah mana kesempatan itu. Menyia-nyiakan kesempatan bukan hanya kurang kerjaan namun juga sangat mahal.
Tetapi juga berhasil menghentikan Taxi, naik ke dalamnya dan tahu hendak menuju kemana belumlah cukup. Anda perlu memiliki uang untuk membayar ongkos Taxi tersebut. Ketika kesempatan datang dan Anda tahu apa tujuan yang ingin anda capai belumlah cukup. Anda perlu memiliki resources atau sumber daya. Anda perlu memiliki pengetahuan tertentu atau keterampilan yang Anda butuhkan untuk membayar perjalanan Anda menuju tujuan yang telah Anda tetapkan. Anda juga perlu memiliki sikap mental yang tepat untuk memastikan bahwa dengan apa yang Anda miliki, Anda akan sampai pada tujuan.
Sebagai pembelajar Neuro-Linguistic Programming (NLP), apakah Anda mau memperhatikan pembelajaran yang terjadi dalam setiap hal di kehidupan ini? Dapatkah Anda mengidentifikasi pembelajaran NLP apa yang sebenarnya sedang saya lewatkan atau saya pelajari? Apakah Anda sadar bahwa setiap hal di kehidupan ini adalah sebuah metafora pembelajaran?
Mulai saat ini ketika anda melihat sebuah Taxi, perhatikanlah!!! Kemudian temukanlah pembelajaran apa lagi yang dapat Anda peroleh darinya untuk kehidupan Anda.
Learn More With Tjia Irawan
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:30:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, March 29, 2011
|
|
Out of The Box
|
Rumusnya gampang: kalau strategi Anda mau out of the box, maka ide-ide yang Anda kumpulkan untuk membangun strategi tersebut haruslah dipungut dari industri lain yang nun jauh di sana. Singkatnya: Think Beyond Your Industry (TBYI). Makin jauh makin oke.
Kalau Anda perusahaan B2B (business to business) belajarlah dari praktik yang dilakukan perusahaan B2C (business to consumer). Kalau Anda menekuni industrial good, banyaklah cari ide di industri consumer good. Kalau Anda bertempur di manufacturing industry, banyaklah menggali ide-ide dari service industry. Atau Anda jualan traktor atau produk hitech yang mekanistik dan boring, carilah ide dari dunia fashion atau entertainment yang funky dan cool.
BreadTalk sukses menjadi talk of the town pada saat pertama kali meluncur di pasar karena kejeliannya melakukan TBYI, yaitu mengambil ide-ide bisnis nggak lumrah dari industri fesyen dan otomotif. Kalau Anda ke gerai BreadTalk di Mal Kelapa Gading atau Mal Pondok Indah, maka Anda akan mendapati gerai tersebut tak seperti layaknya toko roti. Yang Anda dapati adalah semacam bread boutique yang ditata apik layaknya butik-butik merek top seperti Guci, Armani, atau Guess.
BreadTalk juga mencuri ide dari operasi bengkel untuk konsep open kitchen-nya. Kita tahu di bengkel, "atraksi" bongkar pasang mesin sengaja ditaruh di depan untuk menarik pelanggan. Itu asal-muasal kenapa dapur dan "atraksi" pembikinan roti menjadi "etalase" di gerai-gerainya. "We consider the kitchen as the canvass for work of arts, and the chefs and bakers are the artist," begitu kata Annual Report BreadTalk tahun 2004.
TBYI-nya Zara lain lagi. Saya yakin Anda nggak tahu bahwa ide bisnis yang mengantar Zara mencetak sukses justru datang dari tukang buah-sayur. Lho kok bisa? Zara jualan produk-produk fesyen kelas atas seperti layaknya menjual buah-sayur yang sekarang disajikan, 'besok' sudah basi. "In fashion, stock is like food. It goes bad quick". Sukses Zara bertumpu pada ide dasar bahwa mode seperti layaknya buah-sayur cepat basi, karena itu harus terus diperbarui.
Dengan ide dasar ini, rumus sukses Zara ada dua: pertama memperpendek lifecycle model baju rancangannya. Kedua, memproduksi setiap model rancangan dalam jumlah terbatas. Rumus inilah yang menyebabkan gerai-gerainya selalu dipenuhi kaum hawa yang rela menyemut membentuk antrian panjang untuk mendapatkan koleksi-koleksi terbaru Zara. Telat sedikit, pupuslah kesempatan untuk mendapatkan koleksi terbaru, karena memang diproduksi terbatas. Antri atau nggak dapat seumur-umur. "Now or Never!!!" Kata Elvis Presley.
Saya punya video pembukaan Apple Store di kawasan glamor Ginza Tokyo tahun 2003. Kalau Anda melihat video tersebut Anda pasti akan kaget bukan main karena di situ digambarkan bagaimana orang yang ingin membeli iPod atau iMac harus rela antre lebih dari 2 kilometer, antrean toko terpanjang sejauh yang saya tahu. Kenapa? Salah satu daya tariknya adalah tampilan Apple Store-nya sendiri yang unik, tampil beda, dan fresh secara konsep. Mau tahu bagaimana Steve Jobs mendapatkan idenya? Idenya datang dari gerai butik-butik super mahal seperti Louis Vitton, Hermes, atau Prada. Sekali lagi Apple menjual produk-produk hitech tapi dengan menggunakan pendekatan yang fun, eksklusif, dan entertaining yang idenya diambil dari dunia fesyen.
Dalam beberapa seminar atau pekerjaan consulting, saya sering mendapat keluhan dari para manajer yang suntuk karena merasa otaknya sudah buntu. No room for creativity, no room for innovation, no room for breakthrough idea. Kenapa keluhan itu muncul? Saya menemukan, karena mereka umumnya terpaku melihat strategi dan gebrakan-gebrakan yang dilakukan oleh pemimpin pasar. Atau paling banter melihat praktik-praktik yang dilakukan oleh world's best practice di industri tersebut untuk kemudian ditiru atau di-benchmark. Inilah yang kemudian memicu produk atau strategi yang me-too. Mereka selalu bilang, "Ah... teori!!!". Ide-ide bisnis cemerlang itu hanya ada di buku-buku laris yang menina-bobokan.
Di dalam hati saya bilang, "Mungkin Anda kuper, kayak katak dalam tempurung, kurang gaul!!!" Anda masih terkungkung pada praktik bisnis dan strategi yang eksis di industri Anda. Padahal untuk mendapatkan ide-ide cemerlang yang bahkan tak terpikirkan oleh pesaing, sesekali Anda harus mencarinya jauh di luar batas-batas industri Anda. Semakin jauh akan semakin bagus karena itu berarti akan jauh dari radar pengamatan pesaing Anda.
Saya selalu bilang bahwa yang namanya ide bisnis itu tidak ada habisnya digali. Kuncinya tinggal kita mau bercapek-capek mencari ide-ide yang fresh, kreatif, dan cool itu atau tidak. Pertama cari ide-ide itu di dalam industri Anda. Kedua, kalau memang sudah mentok nggak ada ide lagi, carilah di jauh di luar industri Anda. Ingat satu hal ini: "Appreciate fresh and uncommon ideas. Look beyond your definition of a category."
Yuswohady Pengamat Bisnis dan Pemasaran Blog: www.yuswohady.com Twitter: @yuswohady Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:14:00 PM
  |
|
|
|
| Monday, March 28, 2011
|
|
Rahasia Pensiun Muda, Kaya Raya, Dan Bahagia
|
Pensiun muda, kaya raya, dan bahagia adalah idaman setiap orang. Siapa yang mau kerja sampai tua tapi tetap miskin dan menderita? Ada orang yang setelah menetapkan goal mereka dapat mencapai goal itu dengan cukup mudah. Ada yang perlu kerja sedikit lebih keras… dan akhirnya berhasil. Namun ada juga yang telah bekerja sangat keras tetap belum bisa berhasil.
Sebenarnya apakah sulit untuk bisa pensiun muda, kaya raya, dan bahagia? Ah, nggak. Justru sangat mudah.
Jika memang sangat mudah mengapa banyak orang tidak bisa mencapainya? Nah, inilah alasannya saya menulis artikel ini.
Jawaban singkatnya sederhana sekali. Ini semua bergantung pada definisi sukses yang mereka tetapkan untuk diri mereka.
Lho, maksudnya?
Begini ya. Banyak orang tidak menetapkan secara sadar arti sukses bagi diri mereka. Umumnya orang, termasuk saya juga dulunya, mengadopsi sukses berdasarkan definisi atau kriteria orang lain. Itulah sebabnya bila kita bertanya kepada orang, “Apa yang ingin anda capai dalam hidup?”, mereka akan menjawab, “Sukses”. Kalau kita kejar lagi, “Sukses seperti apa?”, maka umumnya mereka akan menjawab, “Mencapai kebebasan waktu dan uang” atau “Pensiun dini”. Yang paling keren adalah jawaban, “Muda kaya raya, tua foya-foya, mati masuk surga”.
Dulu saya juga ingin sukses seperti di atas. Namun sekarang saya mengerti. Sukses bukanlah seperti yang didefinisikan kebanyakan orang. Kita harus menetapkan sendiri definisi sukses. Saya mendefinisikan sukses sebagai perjalan diri berdasar peta sukses yang kita rencanakan sendiri dengan kesadaran kita saat itu.
Di sini ada dua komponen penting. Pertama, sukses adalah perjalanan yang dilakukan berdasarkan peta sukses. Kedua, peta sukses ini kita rencanakan sendiri dengan kesadaran kita saat itu.
Peta sukses ini adalah impian-impian yang ingin kita capai dalam hidup. Impian harus memenuhi dua syarat utama yaitu harus bersifat personal dan bermakna. Dan yang lebih penting lagi adalah kita menetapkan impian dengan menggunakan kesadaran kita pada saat itu.
Hal ini berarti seiring dengan berkembang dan meningkatnya kesadaran diri maka kita perlu melakukan update impian-impian kita. Ada yang perlu kita tambah dan ada yang perlu kita hapus dari daftar. Mengapa sampai perlu dihapus dan ditambah? Karena seringkali apa yang dulu kita anggap penting ternyata sekarang sudah tidak penting lagi. Apa yang dulu kita anggap personal dan bermakna ternyata sekarang sudah tidak bermakna lagi karena level kesadaran kita telah berkembang. Sebaliknya apa yang dulu tidak terpikirkan oleh kita, eh… sekarang malah sangat penting untuk kita capai.
Impian harus ditetapkan dengan mengacu pada nilai-nilai hidup (value) tertinggi kita. Tidak asal ditetapkan seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Saat impian sejalan dengan value maka impian ini berisi muatan emosi positif yang tinggi. Emosi positif ini selanjutnya akan menjadi pendorong, motivator, dan sekaligus provokator sehingga kita akan selalu semangat melakukan kerja atau upaya untuk mencapainya.
Pencerahan lain yang saya dapatkan adalah kita perlu hati-hati menetapkan makna kata “pensiun”. Mengapa? Karena ada begitu banyak orang sulit mencapai kebebasan waktu dan uang yang mereka impikan karena mereka dihambat oleh kata “pensiun”.
Lho, kok bisa begitu?
Begini ya. Manusia berpikir dengan menggunakan dua pikiran yaitu pikiran sadar dan bawah sadar. Pensiun diartikan sebagai sesuatu yang indah, kebebasan uang dan waktu, ini kan baru kita dapatkan setelah kita dewasa. Apalagi setelah membaca bukunya Robert Kiyosaki Cashflow Quadrant.
Pensiun menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) artinya: 1) tidak bekerja lagi karena masa tugasnya telah selesai, dan 2) uang tunjangan yang diterima tiap-tiap bulan oleh karyawan sesudah ia berhenti bekerja atau oleh istri (suami) dan anak-anaknya yang belum dewasa kalau ia meninggal dunia. Definisi pensiun di atas nggak terlalu bagus, kan?
Nah, bagaimana dengan makna “pensiun” menurut orang di sekitar kita? Berbeda dengan definisi KBBI di atas, dari hasil programming saat kita masih kecil umumnya kata “pensiun” mempunyai arti “berhenti bekerja”, “uang pas-pasan”, “nganggur karena sudah nggak ada kerjaan”, “tidak punya kekuasaan”, “tidak dihargai orang”, “tua dan lemah”, atau “melewati hari-hari yang membosankan”.
Hal ini ditambah lagi ada banyak contoh orang yang pensiun dari jabatan tertentu eh.. dua tahun kemudian meninggal. Jadi, tanpa kita sadari ada muatan emosi negatif yang cukup tinggi yang melekat pada kata “pensiun”. Emosi negatif ini bekerja di level pikiran bawah sadar dan tanpa kita sadari justru menjadi mental block yang menghambat upaya kita.
Langkah awal untuk pensiun adalah melakukan definisi ulang makna kata “pensiun”. Dan pastikan makna ini benar-benar masuk dan tertanam dengan kuat di pikiran bawah sadar kita.
Anda mungkin tidak percaya dengan apa yang saya jelaskan di atas, bahwa apa yang kita pikirkan secara sadar belum tentu sejalan dengan pikiran bawah sadar. Bila sampai terjadi konflik antara pikiran sadar dan bawah sadar maka yang selalu menang adalah pikiran bawah sadar.
Ini saya beri contoh nyata. Seorang kawan, sebut saja Budi, adalah anak muda yang sangat aktif dan percaya diri. Budi punya impian besar. Ia ingin jadi orang sukses. Budi menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Ia serius mengembangkan dirinya dengan membaca sangat banyak buku pengembangan diri, bisnis, keuangan, ekonomi, dan mengikuti berbagai seminar di dalam dan luar negeri. Budi telah mengikuti pelatihan semua pembicara top Indonesia. Di luar negeri Budi, antara lain, mengikuti pelatihan Anthony Robbins dan Robert Kiyosaki.
Setelah dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh Budi akhirnya memilih fast track menjadi orang kaya dengan menjadi pengusaha properti. Budi sadar sesadar-sadarnya bahwa, seperti ilmu yang ia dapatkan dari berbagai pelatihan yang ia ikuti, untuk bisa sukses finansial tidak perlu modal besar. “You don’ need a lot of money to make a lot of money”, ini mantra yang selalu ia sampaikan pada saya, “ Yang penting sikap, keyakinan diri, dan antusiasme”. Namun setelah mencoba sekian lama Budi masih tetap belum bisa berhasil. So, what’s wrong? Some thong wring… eh.. salah… some thing wrong.
Apa yang menjadi penghambat Budi?
Pikiran sadar Budi yakin bahwa tidak perlu uang banyak untuk sukes secara finansial. Namun pikiran bawah sadarnya berkata sebaliknya. Budi belum bisa sukses karena, menurut pikiran bawah sadarnya, tidak punya modal banyak. Hal ini semakin diperparah lagi dengan satu program pikiran yang ia dapatkan dari ayahnya yaitu kalau berbisnis tidak boleh mengambil untung banyak karena pelanggan bisa lari ke orang lain.
Saat keluar dari kondisi relaksasi pikiran dan diajak berdiskusi mengenai mental blocknya Budi sempat bingung. Ia berkata, “Ini benar-benar nggak masuk akal. Saya sudah yakin seyakin-yakinnya kalau mau sukses nggak perlu modal besar, eh… pikiran bawah sadar saya berkata sebaliknya. Makanya susah sekali untuk sukses. Rupanya saya disabotase pikiran saya sendiri. Padahal saya yakin sekali lho dengan apa yang diajarkan Kiyosaki.”
Nah, pembaca, anda jelas sekarang?
Kembali ke definisi kata “pensiun”, saya mendefinisikan pensiun bukan dari ukuran kebebasan waktu dan uang yang saya capai. Saya mendefinisikan pensiun sebagai melakukan sesuatu dengan pikiran tenang dan hati yang damai.
Nah, untuk bisa mencapai pikiran yang tenang dan hati yang damai, saat melakukan suatu kegiatan,pekerjaan, atau bisnis, maka saya perlu menetapkan syarat-syarat yang spesifik. Istilah teknisnya “rule” atau aturan.
Saya menetapkan syarat antara lain: 1) saya suka melakukan pekerjaan itu, 2) semakin saya melakukannya maka semakin diri saya bertumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik, 3) apa yang saya lakukan mempengaruhi hidup orang banyak secara positif, 4) saya menentukan harganya, 5) saya bisa melakukannya di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja, 6) tidak perlu banyak karyawan, 7) gudangnya ada di otak dan komputer saya, 8) saya bersedia tidak dibayar melakukan apa yang saya lakukan, 9) sejalan dengan tujuan hidup saya, 10) bisa diwariskan atau diteruskan oleh anak.
Jika anda baca dengan saksama maka syarat yang saya tetapkan di atas sebenarnya menjelaskan satu hal yaitu passion. Namun juga jangan salah mengerti ya. Jika hanya berbekal passion saja tidak cukup untuk sukses. Passion harus didukung oleh strategi yang jitu dan terarah.
Ada klien saya yang hanya mengandalkan passion saja, walaupun saya tahu ia orang yang sangat kompeten di bidangnya, ternyata harus mengalami kegagalan beruntun di dalam bisnisnya. Waktu saya tanya, “Strategi apa yang akan anda gunakan dalam memasarkan produk anda?”, jawabnya enteng, “Nggak usah pake strategi macam-macam. Pokoknya saya senang melakukan apa yang saya lakukan. Hasilnya pasti akan bagus. Nanti akan sukses dengan sendirinya”.
Apa yang terjadi? Benar di awal bisnisnya pesanan sangat banyak. Namun karena tidak didukung dengan perencanaan yang matang, klien ini harus kalang kabut untuk memenuhi pesanan produknya. Akibatnya, quality control terabaikan. Dan ending-nya, bisnisnya bubar karena banyak klien kecewa dan menolak melanjutkan kerjasama.
Defisi lain yang perlu kita tetapkan dengan sangat hati-hati adalah makna kata “kaya”. Apa ukurannya sehingga seseorang disebut sebagai orang kaya?
Masyarakat umumnya mengukur dari jumlah rupiah yang dimiliki seseorang. Semakin banyak rupiahnya maka semakin kaya orang itu. Apakah benar seperti ini?
Jawaban ini benar, untuk ukuran kebanyakan orang. Namun untuk diri kita sendiri, kita perlu menetapkan definisi yang personal. Kaya sebenarnya tidak ada hubungannya dengan jumlah rupiah. Kaya sebenarnya lebih ditentukan oleh perasaan cukup.
Apa maksudnya?
Begini, ada banyak orang yang sangat kaya (uangnya banyak sekali) namun sebenarnya ia hidup dalam kemiskinan. Juga ada sangat banyak orang yang miskin (uangnya sedikit sekali) namun mereka sangat kaya.
Seorang kawan dengan sangat bijak pernah berkata, “Orang kaya itu adalah orang miskin yang kebetulan uangnya banyak. Sedangkan orang miskin itu adalah orang kaya yang kebetulan uangnya sedikit.”
Lho, kok dibolak-balik?
Kaya atau miskin ini lebih ditentukan oleh perasaan cukup. Saat kita merasa cukup, kita puas dengan apa yang kita miliki, maka pada saat itu kita telah menjadi orang kaya. Kita bisa kaya tanpa harus punya uang sangat banyak. Sebaliknya, walaupun kita punya isi seluruh dunia, namun bila kita masih tetap saja merasa kurang maka sebenarnya kita adalah orang miskin. Bahkan John D. Rockefeller JR., berkata, “Orang termiskin yang aku ketahui adalah orang yang tidak mempunyai apa-apa kecuali uang”.
Kaya raya ukurannya semata-mata hanyalah suatu perasaan. Dan karena parameternya adalah perasaan maka hal ini sangatlah subjektif. Setiap orang punya takaran sendiri. Kita tidak boleh menggunakan takaran orang lain untuk mengukur diri kita. Demikian pula sebaliknya kita tidak boleh menggunakan takaran kita untuk mengukur orang lain.
Nah, sekarang bagaimana menjadi bahagia?
Jika kita melakukan pekerjaan atau bisnis dengan hati gembira, karena sesuai dengan nilai-nilai dan tujuan hidup kita, dan menjadi kaya berdasarkan perasaan cukup yang kita tetapkan sendiri, dengan penuh kesadaran, maka hasil akhirnya kita pasti bahagia.
Saya pernah ditanya seorang peserta seminar, “Pak Adi, kalau memang Bapak sedemikian hebat, mengerti otak-atik pikiran, bisa membantu seseorang berubah dan sukses, mengapa Bapak tidak mendirikan banyak perusahaan dan menjadi milyuner? Atau mengapa Bapak tidak mencoba menjadi presiden RI?”.
Menjawab pertanyaan peserta ini saya menjelaskan dua hal. Pertama, saya tidak pernah mengklaim diri saya sebagai orang hebat. Saya hanyalah seorang pembelajar di Universitas Kehidupan yang kebetulan mengambil spesialisasi jurusan super spesialis teknologi pikiran. Saya belajar dan praktik lebih dulu dari peserta itu. Jika kita sama-sama belajar, bisa jadi peserta itu jauh lebih pintar dari saya.
Kedua, saya tidak akan mau mendirikan perusahaan besar ataupun jadi presiden RI. Sebenarnya sekarang pun saya adalah seorang presiden, Presiden Direktur di perusahaan Kehidupan saya sendiri. Alasan lainnya saya telah menentukan tujuan hidup saya, yang didasarkan pada nilai-nilai hidup saya. Saya punya parameter yang sangat subjektif yang digunakan untuk mengukur keberhasilan hidup saya. Salah satunya adalah ketenangan pikiran dan kedamaian hati.
Saya pernah menghentikan kerjasama dengan seorang saudara, walaupun bisnis itu bisa memberikan hasil yang luar biasa, namun saya tidak lagi merasa damai dan bahagia. Justru dengan bekerja sendiri pikiran saya menjadi lebih tenang dan hati saya lebih damai. Dan hasilnya, jauh lebih dahsyat daripada sebelumnya.
Nah pembaca, nggak susah kan untuk bisa pensiun muda, kaya raya, dan bahagia?
Kalau mati masuk surga, wah ini urusannya sama Tuhan. Saya nggak berani komentar.
Penulis : Adi W Gunawan Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:48:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, March 24, 2011
|
|
Secangkir Kopi
|
Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru sekolah mereka dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas dan beberapa cangkir kopi yang berbeda-beda.
Mulai dari cangkir yang terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik. Guru tersebut menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir & mengisinya dengan kopi. Setelah masing-masing alumni sudah mengisi cangkirnya dengan kopi, guru berkata, "Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus dan kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tidak menarik. Memilih hal yang terbaik adalah wajar & manusiawi.
Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yang dipegang orang lain & mulai membandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya."Hidup kita seperti kopi dalam analogi tsb di atas, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan, dan harta benda yang kita miliki.
Pesan moralnya, jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati. Cangkir bukanlah yang utama, kualitas kopi itulah yang terpenting. Jangan berpikir bahwa kekayaan yang melimpah, karier yang bagus & pekerjaan yang mapan merupakan jaminan kebahagian. Itu konsep yang sangat keliru. Kualitas hidup kita ditentukan oleh "Apa yang ada di dalam" bukan "Apa yang kelihatan dari luar". Apa gunanya kita memiliki segalanya, namun kita tidak pernah merasakan damai, sukacita, dan kebahagian di dalam kehidupan kita? Itu sangat menyedihkan..
Karena itu sama seperti kita menikmati kopi basi yang disajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal."Kunci menikmati kopi bukanlah seberapa bagus cangkirnya, tetapi seberapa bagus kualitas kopinya."
Selamat menikmati secangkir kopi... kehidupan..
Sumber: Anonymous
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:41:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, March 23, 2011
|
|
2 Rahasia Terbebas dari Rasa Khawatir
|
Apa yang membuat seseorang tidak bisa bahagia? Apakah yang menyebabkan seseorang selalu merasa gelisah dalam hidupnya? Di tengah derasnya berbagai problema hidup yang dialami seseorang, tidaklah mengherankan jika setiap orang di dunia ini sering merasa khawatir. Mereka merasa khawatir akan hidup mereka, khawatir akan apa yang selanjutnya akan terjadi, khawatir akan sesuatu yang buruk akan menimpa mereka dan banyak lagi kekhawatiran yang seolah-olah tidak kunjung habis.
Rasa khawatir inilah yang menjadi faktor yang menyebabkan seseorang menjadi stres, depresi, takut dan gelisah sepanjang waktu. Bahkan ujung-ujungnya ada yang menjadi kurang waras dan yang paling parah adalah mengakhiri hidupnya sendiri.
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa tidak ada manusia yang terbebas dari rasa khawatir. Ini normal, karena manusia diciptakan dengan emosi yang berbeda-beda. Hari ini Anda mungkin merasakan emosi yang luar biasa positif, dan di lain hari emosi Anda turun drastis.
Perlu saya tekankan di sini adalah orang yang bahagia dalam hidupnya juga sering merasa khawatir, tetapi mereka tahu bagaimana caranya keluar dari rasa khawatir tersebut. Orang yang merasa tidak bahagia selalu memenuhi hidupnya dengan kekhawatiran yang sangat besar.
Ketika mereka sukses, mereka khawatir jika suatu hari nanti mereka kehilangan semua uangnya. Ketika bisnis bangkrut, mereka khawatir jika mereka tidak akan bisa bertahan hidup. Ketika tidak punya uang, mereka khawatir tidak akan bisa lagi menghidupi keluarga dan lainnya.
Kekhawatiran inilah yang membuat mereka tidak bisa tenang, sulit tidur, gelisah, dan akhirnya jatuh sakit. Rasa khawatir yang berlebihan bahkan bisa menurunkan kekebalan tubuh Anda yang akibatnya akan mudah terserang penyakit. Tidak heran jika orang yang bahagia bisa hidup dengan umur yang lebih panjang.
Sebenarnya jika Anda mengerti 2 rahasia yang akan saya berikan ini, maka Anda bisa terlepas dari rasa khawatir mulai saat ini juga. Kedua rahasia ini sangat sederhana tetapi bermakna sangat dalam, yang sering diabaikan dan diremehkan banyak orang.
Ada 2 hal yang terlalu dikhawatirkan seseorang. Yang pertama adalah mereka mengkhawatirkan MASA LALU, dan yang kedua adalah mereka mengkhawatirkan MASA DEPAN. Rasa khawatir hanya berkisar pada masa lalu dan masa depan.
Jadi, RAHASIA pertama untuk terbebas dari rasa khawatir adalah jangan terlarut dalam masa lalu. Banyak orang yang terlalu terikat pada masa yang sudah lewat. Mereka selalu mengeluh mengapa mereka tidak begini, tidak begitu, seharusnya begini dan begitu, mengapa harus terjadi seperti ini dan itu dan banyak lagi.
Masa lalu sudah berlalu, Anda tidak akan pernah bisa kembali dan mengubah apa yang telah terjadi. Rasa khawatir sama sekali tidak akan bisa mengubah keadaan, yang ada hanyalah membahayakan fisik dan mental Anda sendiri. Jika memang terjadi hal yang tidak diinginkan, belajarlah dari pengalaman tersebut untuk membantu Anda menjadi lebih baik ke depan. Orang yang sedih terlalu memikirkan masa lalu. Masa lalu sudah berlalu, hadapilah kenyataan meskipun pahit dan belajarlah darinya.
RAHASIA kedua untuk terbebas dari rasa khawatir adalah jangan mencoba meramal masa depan. Masa depan tidak pasti, tidak ada seorang pun yang punya kekuatan untuk mengatakan apa yang akan terjadi di masa depan. Masa depan belum datang dan tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi bahkan 1 menit dari sekarang. Jadi, untuk apa menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran untuk membayangkan apa yang belum terjadi?
Resep hidup bahagia terletak pada SEKARANG, bukan masa LALU dan masa DEPAN. Jika Anda hidup dalam ilusi masa lalu dan masa depan, maka Anda akan selalu diliputi kekhawatiran yang tidak akan pernah habis, kecuali jika Anda membayangkan yang positif.
Jangan pernah menyesali masa lalu karena itu sudah terjadi dan tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mengubahnya. Juga jangan khawatir akan masa depan karena itu belum datang, tidak bisa diprediksi dan tidak bisa diramal dengan tepat.
Yang perlu Anda lakukan adalah hidup dalam masa SEKARANG, karena hanya sekaranglah Anda memiliki kendali untuk mengubah hidup Anda. Masa depan Anda dibentuk oleh apa yang Anda lakukan SEKARANG.
Orang yang bahagia adalah orang yang menerima kenyataan pada masa lalu dan tidak takut akan masa depan. Mereka yang bahagia tidak terlalu mengkhawatirkan masa depan.
Satu catatan penting, bahwa apa yang sering dikhawatirkan seseorang sering kali tidak pernah terjadi. Pernahkan Anda khawatir akan sesuatu di masa depan, tetapi tidak pernah terjadi sama sekali? Jika ya, bukankan itu berarti Anda telah menghabiskan waktu Anda yang berharga untuk melakukan hal yang sia-sia belaka. Akan jauh lebih baik jika waktu yang Anda gunakan untuk merasa khawatir diganti dengan melakukan hal-hal yang terbaik.
Tugas Anda sekarang adalah bukan melihat yang masih samar di kejauhan (masa depan), tetapi melakukan apa yang ada di depan Anda saat ini (sekarang). Jangan pernah merusak indahnya hidup saat ini dengan mencoba kembali pada masa lalu atau mencoba membongkar masa depan yang masih belum pasti terjadi seperti yang Anda perkirakan. Satu-satunya hidup yang bisa Anda nikmati adalah SEKARANG.
Penulis : Suhardi Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:31:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, March 21, 2011
|
|
Terjebak!
|
Suatu ketika tersebutlah seorang karyawan muda. Belum lama dia bekerja di salah satu bank swasta terkenal di Jakarta. Di sana dia bekerja di bagian yang suasana kerjanya cukup santai. Tak ada dateline untuk melakukan tugas demi tugasnya. Semua bisa dia pending. Jadi setiap hari dia dapat pulang 'teng-go' alias jam pulang langsung absen.
Setiap hari dia lakukan ini. Apalagi ditambah dengan akses internet yang didapatnya, jadi selama jam kerja dia browsing-browsing. Buka FB, twitter, donlot film, dll. Ah... Nikmatnya dia pikir. Karena dia menerima gaji yang cukup besar dan bisa lakukan itu semua. Tidak seperti teman-teman satu angkatannya yang harus lembur, dll.
Nikmat bukan sepenggal kisah di atas? Bagaimana jika terjadi pada Anda? Uih.. Rebutan kali ya. Ingin sekali seperti karyawan itu. Termasuk saya... Hahahahahaha.
Tapi pasti banyak karyawan yang ingin kerjanya seperti itu. Gaji besar. Pekerjaan boleh dikata hampir tidak ada. Santai. Seperti kerja di rumah sendiri.
Tapi... Tahukah Anda? Bahwa semua itu sebenarnya pembodohan terhadap diri Anda.
Iya. Pembodohan besar-besaran. Kenapa? Karena Anda membuang kemampuan Anda yang jauh lebih besar dari hanya seperti itu.
Kemampuan Anda, saya yakin - sama yakinnya seperti Einstein saat mengatakan bahwa manusia hanya menggunakan 5% otaknya, jauh lebih besar dan jauh dapat menghasilkan yang lebih. Dari sisi gaji, jabatan, dan lainnya.
Tapi Anda terpaku pada apa yang menyenangkan saat ini. Apalagi jika Anda baru pertama kali kerja. Ah sungguh memabukkan.
Yah..begitulah memang sifat dari Comfort Zone. Menyenangkan dan memabukkan sehingga membuat kita terlena.
Kemarin saya berbicara dengan salah seorang teman kuliah saya. Kami berbicara tentang pekerjaan kami. Dia sudah pernah pindah kerja. Padahal pekerjaannya dulu seperti yang saya gambarkan. Santai. Banyak waktu luang, dan lain-lain.
Tapi dia pindah ke kantor yang waktu kerjanya sungguh luar biasa sibuknya. Pekerjaannya seperti tak ada habisnya. Bertolak belakang dari yang sebelumnya itu. Ketika ditanya kenapa pindah dia tentunya akan menjawab karena gaji.
Tapi sebenarnya di balik itu, dia merasa dibodohi. Setiap hari seperti itu, dia merasa tidak menggunakan kemampuannya secara maksimal. Dia merasa masih banyak yang bisa dia lakukan. Much much more. Karena itulah dia pindah.
Berani keluar dari Comfort Zone. Itulah yang dia lakukan. Dan hasilnya, selain gaji lebih besar, dia memiliki pengalaman luar biasa. Sekarang dia berhasil memantapkan dirinya menjadi orang yang dapat diandalkan dalam beberapa bidang.
Hal seperti itu pula yang mendorong seorang Tantowi Yahya berani berpindah-pindah profesi berkali-kali. Dengan motivasi utama meninggalkan kemiskinan yang dialaminya sejak kecil, dia berpindah kerja walau posisinya sudah cukup oke dan menerima kerja dengan gaji jauh di bawah.
Dan saat posisinya kembali meningkat dia meninggalkannya dan memulai karir di bidang entertain. Dan saat menjadi MC dengan bayaran termahal pun dia meninggalkannya dan menjadi anggota DPR.
Comfort Zone baginya hanyalah sebuah mimpi memabukkan. Dia meyakini bahwa dirinya mampu menghasilkan lebih dari yang ada sekarang ini. Bisa menggapai lebih.
Dengan keyakinan itulah dia meninggalkan Comfort Zone itu berkali-kali dan akhirnya dia sukses seperti sekarang ini.
Kawan, Saya tidak berusaha meracuni kalian untuk meninggalkan kerja dan lepas dari Comfort Zone dengan tulisan ini.
Tulisan ini saya buat hanyalah sebagai cara saya sharing atas apa yang saya dapatkan. Saya pribadi saat ini sedang memasuki comfort zone yang sangat memabukkan. Dan tulisan ini sebenarnya juga sebagai pengingat bagi saya untuk menyadarinya. Agar tidak terlena.
Dan pesan saya adalah jika ingin meninggalkan Comfort Zone itu, kita pun harus punya taktik dan juga rencana. Tidak blasss begitu saja. Harus punya strategi.
NB: Saya mohon maaf atas kesalahan dalam penulisan dan saya, sekali lagi, hanyalah belajar dalam menulis ini. Mohon maaf jika ada kekurangan dan ditunggu kritik dan sarannya.
Best Regards, Febriyan Lukito Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:30:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, March 17, 2011
|
|
Kisah Hiu Kecil
|
Untuk masakan Jepang, kita tahu bahwa ikan salmon akan lebih enak uutuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah utk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es.
Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapnya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup.
Mesti demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati dikolam buatan tersebut.
Bagaimana caranya mereka menyiasatinya? Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil dikolam tersebut. Ajaib!! Hiu kecil tersebut "memaksa" salmon-salmon itu terus bergerak karena jangan sampai dimangsa. Akibatnya jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit!
Diam membuat kita mati! Bergerak membuat kita hidup! Barangkali kurang lebih itulah pesan moral yang dapat kita tangkap dari gmbaran diatas.
Apa yang membuat kita diam? Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman.
Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena. Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita t'lah mati. Ironis, bukan?
Apa yang membuat kita bergerak? Masalah, pergumulan dan tekanan hidup. Saat masalah datang secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha bagaimana mengatasi semua pergumulan hidup itu.
Disaat-saat seperti itu biasanya kita akan ingat Tuhan dan berharap kepada Tuhan. Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa!!
Ingatlah bahwa kita akan bisa belajar banyak dalam hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup.
Itu sebabnya syukurilah "hiu kecil" yang terus memaksa kita untuk bergerak dan tetap survive!
Masalah hidup adalah baik, karena itulah yang membuat kita terus bergerak...
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 5:13:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, March 16, 2011
|
|
Yoshikazu Tanaka, Mark Zuckerberg-nya Asia
|
Namanya Yoshikazu Tanaka, usianya baru 33 tahun. Namun kekayaannya mencapai US$ 1,4 miliar (sekitar Rp 12,6 triliun). Pada bulan Maret ini namanya tercantum dalam Top 10 New Billionaires in Asia 2011.Sebenarnya pemuda kelahiran Tokyo, Jepang ini bukan pertama kali masuk daftar orang kaya versi majalah Forbes. Sebelumnya ia juga terdaftar di urutan kedua World's Second-Youngest Self-Made Billionaire di belakang pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Daftar ini menunjukkan kalau Tanaka (dan juga Mark Zuckerberg) mendapatkan kekayaannya bukan dari warisan orangtuanya melainkan hasil usaha sendiri.
Tanaka boleh dibilang "Mark Zuckerberg" versi Asia. Seperti juga Mark, ia juga sukses menjadi pebisnis karena mengembangkan website jejaring sosial bernama Gree.
Awal kariernya dimulai saat ia bekerja di Sony Communication Network Corporation selepas menyelesaikan sekolahnya di Fakultas Hukum Nihon University tahun 1999. Tahun 2002, ia pindah ke Rakuten. Inc, sebuah website belajar online. Dari sinilah ia belajar bisnis internet.
Tahun 2004 ia memutuskan keluar dari Rakuten untuk mendirikan Gree (http://www.gree.co.jp), sebuah website jejaring sosial. Meski sama-sama website jejaring sosial, Gree berbeda konsep dengan Facebook atau website jejaring sosial di Jepang lainnya. Gree lebih menekankan pada jejaring permainan sosial. "Itu karena orang Jepang suka memainkan games," kata Tanaka.
Ini menunjukkan ia cukup jeli membidik pasar. Hal inilah yang membuat Gree langsung diserbu. Tak perlu sampai sebulan sudah mendapatkan sejuta member. Tak hanya itu, para member itu juga mau membayar pakaian virtual - satu fasilitas di website itu - untuk berpartisipasi di jejaring buatannya. Dari sinilah, antara lain, pendapatannya ia kumpulkan.
Tahun 2006 Gree "go public" dengan menawarkan 51% sahamnya ke pasar modal. Tahun 2009, harga sahamnya melonjak beberapa kali lipat. Dari 51% saham milik publik yang pada tahun 2008 nilainya hanya US$ 170 juta, setahun kemudian nilainya sudah mencapai US$ 1,6 miliar.
Dengan prestasi perusahaan itulah Forbes menobatkan Tanaka menjadi anak muda terkaya Asia tahun 2010 dan 2011.
Luar biasa!
Penulis : Tim AndrieWongso.com
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:44:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, March 14, 2011
|
|
Setitik Terang di Balik Setiap Kesulitan
|
Suatu kala, ada seorang yang cukup terkenal akan kepintarannya dalam membantu orang mengatasi masalah. Meskipun usianya sudah cukup tua, namun kebijaksanaannya luar biasa luas. Karena itulah, orang berbondong-bondong ingin bertemu dengannya dengan harapan agar masalah mereka bisa diselesaikan.
Setiap hari, ada saja orang yang datang bertemu dengannya. Mereka sangat mengharapkan jawaban yang kiranya dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang sedang mereka hadapi. Dan hebatnya, rata-rata dari mereka puas akan jawaban yang diberikan. Tidak heran, kepiawaiannya dalam mengatasi masalah membuat namanya begitu tersohor.
Suatu hari, seorang pemuda mendengar pembicaraan orang-orang di sekitar yang bercerita tentang orang tua tersebut. Ia pun menjadi penasaran dan berusaha mencari tahu keberadaannya. Ia juga ingin bertemu dengannya. Ada sesuatu yang sedang mengganjal di hatinya dan ia masih belum mendapatkan jawaban. Ia berharap mendapatkan jawaban dari orang tua tersebut.
Setelah berhasil mendapatkan lokasi tempat tinggal orang tua itu, ia bergegas menuju ke sana. Tempat tinggal orang tua tersebut dari luar terlihat sangat luas bagai istana.
Setelah masuk ke dalam rumah, ia akhirnya bertemu dengan orang tua bijaksana tersebut. Ia bertanya, "Apakah Anda orang yang terkenal yang sering dibicarakan orang-orang mampu mengatasi berbagai masalah?"
Orang tua itu menjawab dengan rendah hati, "Ah, orang-orang terlalu melebih-lebihkan. Saya hanya berusaha sebaik mungkin membantu mereka. Ada yang bisa saya bantu, anak muda? Kalau memang memungkinkan, saya akan membantu kamu dengan senang hati."
"Mudah saja. Saya hanya ingin tahu apa rahasia hidup bahagia? Sampai saat ini saya masih belum menemukan jawabannya. Jika Anda mampu memberi jawaban yang memuaskan, saya akan memberi hormat dan dua jempol kepada Anda serta menceritakan kehebatan Anda pada orang-orang," balas pemuda itu.
Orang tua itu berkata, "Saya tidak bisa menjawab sekarang."
Pemuda itu merengut, berkata, "Kenapa? Apakah Anda juga tidak tahu jawabannya?"
"Bukan tidak bisa. Saya ada sedikit urusan mendadak," balas orang tua itu. Setelah berpikir sebentar, ia melanjutkan, "Begini saja, kamu tunggu sebentar."
Orang tua itu pergi ke ruangan lain mengambil sesuatu. Sesaat kemudian, ia kembali dengan membawa sebuah sendok dan sebotol tinta. Sambil menuangkan tinta ke sendok, ia berkata, "Saya ada urusan yang harus diselesaikan. Tidak lama, hanya setengah jam. Selagi menunggu, saya ingin kamu berjalan dan melihat-lihat keindahan rumah dan halaman di luar sambil membawa sendok ini."
"Untuk apa?" tanya pemuda itu dengan penasaran.
"Sudah, jangan banyak tanya. Lakukan saja. Saya akan kembali setengah jam lagi," kata orang tua itu seraya menyodorkan sendok pada pemuda itu dan kemudian pergi.
Setengah jam berlalu, dan orang tua bijak itu pun kembali dan segera menemui pemuda itu.
Ia bertanya pada pemuda itu, "Kamu sudah mengelilingi seisi rumah dan halaman di luar?"
Pemuda itu menganggukkan kepala sambil berkata, "Sudah."
Orang tua itu lanjut bertanya, "Kalau begitu, apa yang sudah kamu lihat? Tolong beritahu saya."
Pemuda itu hanya diam tanpa menjawab.
Orang tua itu bertanya lagi, "Kenapa diam? Rumah dan halaman begitu luas, banyak sekali yang bisa dilihat. Apa saja yang telah kamu lihat?"
Pemuda itu mulai bicara, "Saya tidak melihat apa pun. Kalau pun melihat, itu hanya sekilas saja. Saya tidak bisa ingat sepenuhnya."
"Mengapa bisa begitu?" tanya orang tua itu.
Sang pemuda dengan malu menjawab, "Karena saat berjalan, saya terus memperhatikan sendok ini, takut tinta jatuh dan mengotori rumah Anda."
Dengan senyum, orang tua bijak itu berseru, "Nah, itulah jawaban yang kamu cari-cari selama ini. Kamu telah mengorbankan keindahan rumah yang seharusnya bisa kamu nikmati hanya untuk memerhatikan sendok berisi tinta ini. Karena terus mengkhawatirkan tinta ini, kamu tidak sempat melihat rumah dan halaman yang begitu indah. Rumah ini ada begitu banyak patung, ukiran, lukisan, hiasan dan ornamen yang cantik. Begitu juga dengan halaman rumah yang berhiaskan bunga-bunga warna-warni yang bermekaran. Kamu tidak bisa melihatnya karena kamu terus melihat sendok ini."
Ia melanjutkan, "Jika kamu selalu melihat kejelekan di balik tumpukan keindahan, hidup kamu akan dipenuhi penderitaan dan kesengsaraan. Sebaliknya, jika kamu selalu mampu melihat keindahan di balik tumpukan kejelekan, maka hidup kamu akan lebih indah. Itulah rahasia dari kebahagiaan. Apakah sekarang sudah mengerti, anak muda?"
Pemuda itu benar-benar salut atas kebijaksaan dari orang tua itu. Ia sungguh puas dengan jawabannya. Akhirnya ia menemukan jawaban yang selama ini ia cari. Sebelum pergi, ia menepati janjinya dengan memberi hormat dan dua jempol kepada orang tua tersebut.
Pesan kepada pembaca:
Pernahkah Anda melihat orang yang selalu mengeluh meskipun di sekelilingnya ada begitu banyak hal yang bisa dinikmati?
Pernahkah Anda melihat orang yang selalu tersenyum meskipun di sekelilingnya ada begitu banyak masalah yang membuat pusing kepala? Walaupun mereka sedang dirundung masalah, hidup sedang sulit, atau tertimpa hal-hal yang tidak menyenangkan, mereka tetap bisa menatap hidup dengan hati yang tegar dan wajah yang cerah.
Hidup manusia bagaikan roda yang berputar. Kadang kita berada di atas dan kadang berada di bawah. Hidup itu sendiri tidak statis. Hari ini kita merasa diri paling bahagia. Di lain hari kita merasa diri paling sial. Itulah hidup yang selalu bergulir tanpa kita ketahui dengan pasti apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Apa yang sedang menimpa kita sebenarnya tidak membuat kita sedih atau bahagia. Kebahagiaan dan ketidakbahagiaan kita tidak ditentukan oleh apa yang terjadi pada diri kita. Semuanya tergantung pada pilihan yang kita ambil.
Orang yang tidak bahagia selalu melihat setitik gelap di balik terangnya sinar cerah. Meskipun mereka memiliki semua yang diperlukan untuk bahagia, kalau selalu melihat keburukan atau hal-hal negatif, kebahagiaan tidak akan pernah ada dalam hidup mereka. Mereka selalu memperhatikan yang negatif, bukannya menikmati hal positif yang sudah ada di depan mata.
Orang yang bahagia selalu bisa melihat setitik terang di balik kegelapan. Tidak peduli seberapa sulit hidup mereka saat ini, tidak peduli berapa banyak masalah yang datang, mereka tidak pernah goyah. Mereka selalu bisa menemukan sesuatu yang baik dalam hidup mereka.
Orang yang tidak bahagia melihat secuil hal negatif di balik segunung hal positif. Orang yang bahagia mampu melihat secuil hal positif di balik segunung hal negatif.
Dalam hidup ini, alangkah baiknya kita tidak menjerumuskan diri kita ke dalam keterpurukan. Selalu ada hal positif yang bisa kita ambil. Jangan mengorbankan keindahan hidup hanya untuk melihat sisi jeleknya. Jadilah orang yang senantiasa melihat setitik terang di dalam gelap.
Penulis : Suhardi E-mail: csd_suhardi@yahoo.com Facebook Page : http://www.facebook.com/pages/Suhardi/146990438691076 Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:36:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, March 11, 2011
|
|
Pikiran Positif menghasilkan SIKAP yang POSITIF
|
Pikiran yang Positif menghasilkan SIKAP yang Positif. Sikap yang positif akan menarik hal-hal yang Positif ke dalam kehidupan kita. Demikian pula sebaliknya menurut John Dewey.
Memang terlihat simpel dan mudah. Bahkan ada beberapa orang bicara dengan saya mengatakan. Tidak mudah tuh untuk berpikir positif. Atau ada yang mengatakan kepada saya bahwa kadang kalau mereka berpikir positif kadang hasilnya Negatif. Dan setelah itu tidak mau berpikir positif lagi.
Saya ada pengalaman menarik mengenai ini, ini kejadian Real saya. Saat saya bangun dari Tidur, saya mengucapkan Syukur kepada Tuhan walau ada kejadian negatif yang menimpa saya. Sepanjang hari saya jadi positif.
Kemudian ada kejadian sesuatu yang menurut saya cukup negatif. Saat itu saya sempat kecewa berat. Saya bangga dengan istri saya yang juga menganut prinsip berpikir Positif mengundang hal yang Positif. Lalu dia meng-encourage saya untuk berpikir positif. Lalu saat itu saya berpikir Positif atas bad experience. Yang menarik adalah sorenya saya mendapat gantinya dari situasi tersebut. Saya langsung berteriak dalam hati sambil bergumam " Tuhan sungguh Baik dan memberikan gantiNya" wooowww, ini sungguh luar biasa dan masih banyak lagi cerita-cerita yang terjadi berkaitan hal ini. Dan juga adalah "Perasaan Layak memegang peranan penting untuk keSuksesan"
SALAM!! Be An Ego state of GREAT SUCCESS!!
By Antonius Arif Master Mind Reprogramming www.mind-reprogramming.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:45:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, March 10, 2011
|
|
Optimisme Entrepreneur
|
Dalam situasi ekonomi sesulit apa pun, saya rasa seorang entrepreneur atau wirausahawan harus tetap optimis dalam menggeluti bisnisnya. Sebab, sesungguhnya keberanian seseorang entrepreneur dalam menggeluti bisnisnya adalah terletak pada optimisme. Dengan tetap optimis, kita akan tetap termotivasi dan cemerlang dalam memanfaatkan setiap peluang bisnis.
Bukan sebaliknya, pesimis. Sebab, sikap pesimis itu akan membuat semangat berwirausaha kita menjadi runtuh. Hal semacam itu jelas kalau bakal merugikan kita. Saya rasa wajar manakala dalam menggeluti bisnis kita, ada saja masalah yang timbul pada setiap harinya. Tinggal bagaimana sikap kita masing-masing.
Bila kita menghadapinya tidak dengan pikiran yang segar, dengan tidak optimis, maka tentu saja kita akan dihadapkan pada situasi pikiran yang rumit, terlalu tegang dan akhirnya bisa stress sendiri. Bahkan, idea atau gagasan kita yang cemerlang tiba-tiba berhenti, dan pada akhirnya merembet pada sikap kurang percaya diri. Sehingga dalam setiap kita melakukan negosiasi bisnis akan selalu grogi.
Tetapi coba bandingkan, bila kita tetap punya optimisme yang tinggi, meski diterpa “angin keras” apa pun kita tetap optimis, baik dalam bisnis maupun kehidupan sehari-hari, maka kita akan menjadi seorang yang selalu optimis dalam mengarungi masa depan. Kita pun menjadi tidak mudah terkejut oleh berbagai kesulitan apa pun. Bahkan kita akan tertantang dan selalu berusaha mencari jalan pemecahannya yang terbaik.
Dengan pemikiran yang optimis itu, kita juga akan lebih bisa menggunakan imajinasi untuk meraih kesuksesan atau keberhasilan. Dengan demikian, optimisme akan meningkatkan kekuatan atau kemampuan kita dalam berusaha dan akan menghentikan alur pemikiran yang negative. Namun kalau kita cenderung suka berfikir negative, maka pasti akan memenuhi banyak kesukaran. Justru dengan optimisme, kita selalu akan terdorong untuk berfikir positif. Saya rasa berfikir positif adalah suatu cara terbaik untuk mempromosikan percaya diri, dan menghimpun energi positif. Sebab fikiran kita merupakan sumber-sumber idea tau gagasan yang paling berharga jika kita mau berfikir secara positif. Itu sebabnya, mengapa sikap mental positif (positive mental attitude) seorang entrepreneur itu menjadi penting.
Sumber : Purdi E. Chandra Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:10:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, March 07, 2011
|
|
10 Tips Menjadi Pengusaha Sukses
|
Semua orang tentu ingin menjadi seorang yang sukses di dalam bidang apa saja yang sedang digelutinya. Dari sekian banyak orang yang punya keinginan itu, hanya sedikit yang mampu mewujudkannya.
Berikut adalah 10 Tips Menjadi Pengusaha Sukses yang sangat penting untuk di ketahui bagi mereka yang ingin sukses di dalam segala usaha mereka. Selamat membaca.
1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi
Sebelum manusia bisa mendarat di bulan, tak pernah ada yang berfikir bahwa hal itu adalah sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan pernah terwujud. Namun impian dan imajinasi itu akhirnya berubah menjadi kenyataan ketika seseorang telah membuktikannya dengan pendaratan manusia pertama kali ke bulan. Yang perlu diingat adalah segala sesuatu keberhasilan itu bermula dari impian dan keyakinan dengan didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.
2. Semangat dan Kegigihan
Antusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai keberhasilan. Bila anda loyo, tidak bersemangat dan dan bermalasan, yakinlah tidak lama lagi anda akan segera mengalami kegagalan total. Carilah motivasi usaha anda itu dengan mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sukses pendahulu anda.
3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis
Tanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses.
4. Berani Mengambil Resiko
Setiap sesuatu yang kita usahakan tentu akan ada resikonya. Semakin besar hasil yang ingin dicapai, tentu kemungkinan resiko yang akan dialami apabila mengalami kegagalan juga besar. Orang yang berani mengambil resiko adalah calon orang yang sukses. Jangan takut akan kegagalan, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.
5. Kerja Keras
Hanya dengan bekerja keraslah sebuah usaha akan mengalami kemajuan dan kesuksesan. Bohong apabila ada yang mengatakan dia meraih keberhasilan yang gemilang hanya dengan duduk beberapa saat di tempat kerja seperti yang sering dikatakan pengiklan di internet. Sebenarnya awal mula mereka merintis usahanya itu adalah dengan kerja keras tanpa mengenal putus asa dan banyak berkorban waktu dan tenaga.
6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain
Pepatah mengatakan: “Pengalaman adalah guru yang terbaik.” Seorang calon pengusaha yang sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya.
7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain
Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.
8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain
Betapapun pandainya seseorang itu, apabila dia bekerja sendiri maka perjuangannya itu hanya akan sia-sia belaka. Tidak ada seorang pebisnis pun yang mampu bekerja sendiri. Kerjasama dengan rekan, teman, mitra kerja dan klien sangat penting bagi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan, saran dan kritik dan membantu di saat-saat sulit. Seorang pebisnis harus mampu menjalin kerjasama dan bergaul untuk menjalin relasi bisnis dengan seluas-luasnya.
9. Berani Menghadapi Kegagalan
Jangan dikira para pebisnis yang telah mapan dan maju tidak pernah mengalami kegagalan. Bahkan mereka pun suatu waktu pernah mengalaminya. Hanya saja mereka tidak pernah putus asa dan terus berusaha sampai sukses. Orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang tidak berani melakukan apapun dan kerjanya hanya menghayal saja.
10. Tidak Suka Menunda
Seperti kata pepapatah: “Time is money!” Oleh karena janganlah suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat anda menyesal.
Sumber : Waralaba.
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:14:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, March 04, 2011
|
|
Beranie Gagal Februari 2011 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal Februari 2011 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2011.
Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses! Ryan - Dody Founder & Moderator Beranie Gagal Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:38:00 PM
  |
|
|
|
|
|
Masalah...
|
Masalah ........ ada karena diciptakan,
coba diabaikan, ditoleransikan, diikhlaskan ......
pasti gak ada masalah,
karena masalah merupakan gap antara harapan dan kenyataan jadi kalau kita punya harapan, punya cita cita, punya mimpi harus juga siap kalau suatu saat semua itu tidak terwujud,
karena itu nikmati proses god or bad, dan serahkan sisanya kepada Yang Maha Memberi.
(Lies Sudianti) Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 4:26:00 PM
  |
|
|
|
| Thursday, March 03, 2011
|
|
Roda Orang-Orang Tidak Penting
|
Berapa banyak orang sudah mengkastakan orang lain sebagai orang penting dan tidak penting?
Berapa sering kita lebih mematuhi orang penting daripada tidak penting?
Awareness seseorang tentang orang penting biasanya related dengan mereka yang punya jabatan tinggi, kekayaan tertentu dan kedudukan social tertentu.
Sering sekali saya mendengar betapa bangganya orang-orang bergunjing , eh gue diundang ke pesta X yang punya ini, si Y yang kedudukannya ini dan sebagainya.
Betapa bangganya orang bercerita kalau mereka sudah invited atau mengenal orang-orang penting. Satu yang menunjukkan posisi mereka berbeda krn mengenal akrab orang-orang penting.
Apalagi kalau sudah membicarakan kekayaan dan kedudukan. Wah gunjingan yang gak ada habisnya. Seolah-olah mereka yang mengenal orang-orang penting sudah cukup penting untuk berbicara hal-hal kekayaan dan kedudukan.
Coba kalau kita diundang ke pesta pernikahan orang penting, dengan cepat kita urus beli gaun / baju yang wah, ….. beda banget kalau yang mengundang orang biasa dan di tempat super biasa.., kita akan mencari sejuta alasan via sms (biasanya) untuk minta maaf gak bisa datang karena beribu alasan yang terkesan logis dan minta dimengerti.
Mereka semua lupa, kalau orang-orang penting asalnya dari mereka yang tidak penting.
Pak Singgih Gunawan (salah satu dari board of directors kapal api group) pernah bercerita kepada saya , pada tahun 1970-an, betapa susahnya memasarkan kopi kapal api pada jaman tersebut, sedikit orang yang mau membantu memasarkan. Karena waktu itu merk tidak terkenal, tidak punya nama besar. Sekarang? Kondisi sudah berbeda, kopi kapal api sudah menjadi market leader. Dan hebatnya … Pak Singgih sampai sekarang masih mengenal dan mengingat mereka-mereka yang dulu pernah membantu menjualkan kopi pada jaman susah. Dulu beliau bukan termasuk orang penting tapi sekarang…beliau sudah menjadi salah satu pengusaha yang memiliki group cukup diperhitungkan ditanah air.
Kita seringkali meremehkan orang-orang yang tidak penting dan tidak memiliki satu kedudukan / kekayaan tertentu. Sadarkah kita kalau mereka yang tidak penting suatu hari bakal menjadi orang penting? Sadarkah kita kalau kita sendiri dimata orang-orang penting apakah sudah cukup penting untuk disapa?
Saya sudah cukup banyak menyaksikan teman-teman kuliah dulu yang termasuk kategori teman-teman yang dipandang tidak penting (berasal dari keluarga biasa, nilai IPK biasa) sekarang sudah tumbuh menjadi manager di perusahaan besar atau pengusaha yang hebat (menjadi orang-orang yang dipandang penting).
Maka, marilah kita semua mulai memperlakukan orang baik bawahan, rekan kerja dan semua teman-teman kita sama pentingnya. Tidak ada lagi differensiasi dalam "penting" dan "tidak penting".
Sudahkah anda memperlakukan semua orang sama pentingnya?
Salam sukses
Harry Tjahjono Ang Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:08:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, March 02, 2011
|
|
Intan Bernilai Tinggi
|
Intan memiliki berbagai kegunaan baik dalam mengeboran, alat potong, maupun perhiasan. Tetapi bukan hal itu yang membuat intan / berlian menjadi sedemikian berharga. Berlian asli menjadi berharga karena jarang ada dan sulit didapatkan.
Hal ini berguna untuk diingat saat anda berhadapan dengan kendala/masalah. Kendala memberi nilai bagi apa saja yang hendak anda capai. Semakin sulit pencapaian, semakin berharga hasilnya.
Berlian menjadi mahal karena anda harus menggali demikian dalam dan sulit – untuk menemukannya. Andai saja berlian terserak begitu saja di atas tanah, tentu berlian jadi tak berharga. Mungkin malah anda harus MEMBAYAR seseorang untuk membuangnya bagai sampah.
Demikian pula dengan pencapaian. Hal-hal enteng, yang cuma perlu sedikit usaha – biasanya bernilai rendah atau tak berharga. Untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi, anda harus mengatasi tantangan yang juga tinggi. Apakah anda sedang menggali berlian, atau sedang menyendok sampah…? Ukurlah nilai tantangannya. Karena hal itu yang memberi nilai sejati.
Oleh Project Prometheus Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:57:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, March 01, 2011
|
|
Saat Kita Harus Memilih
|
Talkshow rutin saya pagi tadi di Radio Sonora mengambil tema "Saat Kita Harus Memilih". Sekilas tema ini merupakan tema biasa karena pada dasarnya setiap hari kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan baik sulit maupun ringan. Namun setiap pilihan selalu membawa konsekuensi yang berpengaruh pada masa depan kita. Karena itu sebaiknya kita mempertimbangkan dengan matang pilihan kita agar tidak menyesal di kemudian hari.
Memang ada kalanya, pilihan yang datang merupakan kesempatan yang harus segera diambil karena jika tidak, kita akan kehilangan momentumnya. Namun tetap pengambilan pilihan harus dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan kita sendiri.
Saya punya ilustrasi begini. Ada seorang karyawan yang menemukan peluang usaha. Karena tak mau membuang kesempatan akhirnya ia keluar dari pekerjaan itu. Tak lama kemudian ia menjalani hidup baru sebagai wirausahawan. Sayangnya dalam perjalanannya, bisnis yang baru beberapa waktu dijalani itu bangkrut. Ia pun berpikir ulang dan meragukan pilihannya jadi pengusaha itu sebagai pilihan yang tepat untuk dirinya. Selain itu karena didorong oleh kebutuhan hidup yang mendesak akhirnya ia memutuskan untuk meminta kembali pekerjaan lamanya, yang tentu saja tidak mudah karena sudah diisi orang lain.
Kejadian itu sudah pasti mencederai sikapnya sekaligus menunjukkan ia tidak matang. Menurut saya, kendatipun gaji kecil, gunakan masa bekerja itu sebagai kesempatan belajar. Jika ingin menjalani hidup sebagai wirausahawan, bersabar dulu, pupuk dulu pengalaman sebanyak-banyaknya. Setelah matang baru ambil kesempatan jadi pengusaha sehingga tak perlu bolak-balik seperti tadi.
Contoh kedua. Ada seorang mahasiswa semester delapan yang sambil kuliah juga aktif menjadi anggota MLM (Multi Level Marketing). Dari kegiatan di MLM ini ia memperoleh pendapatan yang memadai dan bahkan berlebih. Sampai akhirnya ia berhadapan pada pilihan sulit, apakah terus mengembangkan MLM atau menyelesaikan sekolah dulu.
Sering kali, karena berpikir bahwa setelah selesai sekolah pun ujung-ujungnya pasti mencari pekerjaan,sementara ia sudah mendapatnya, akhirnya kuliahnya ia putus. Namun jika kuliahnya ia putus, jika suatu ketika terpikirkan betapa pentingnya menyelesaikan kuliah, saat itu sudah tidak mungkin lagi kembali. Oleh karena itu, sebaiknya selesaikan dulu kuliahnya dan bersabar untuk beberapa waktu. Setelah selesai baru kembali menekuni MLM.
Teman-teman yang luar biasa!
Memang tidak gampang memilih. Namun kita harus berani mempertimbangkan kemampuan kita. Tak perlu tergiur pilihan yang seolah akan membawa kita pada kehidupan lebih baik, karena tanpa didasari kemampuan memadai, kesempatan itu justru bisa mencelakakan kita.
Mari, bersabar sedikit untuk hasil lebih baik dan jauh lebih berarti.
Salam sukses luar biasa!!
Penulis : Andrie Wongso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 2:01:00 PM
  |
|
|
|
|
|