| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Thursday, December 30, 2010
|
|
Sukses dan Tuhan
|
Saya pernah mendapatkan pertanyaan dari seseorang di Facebook yang menanyakan, "Apakah sukses itu ada hubungannya dengan Tuhan?" Menurut saya, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang baik dan mendasar, yang perlu diketahui oleh setiap orang.
Sebagaimana pernah dikatakan oleh Ralph Waldo Emerson, bahwa kunci sukses yang utama adalah percaya pada diri sendiri. Memang tanpa adanya percaya diri, mustahil kita mampu untuk mencapai sasaran atau tujuan kita. Dengan adanya rasa percaya diri inilah, kita berani mengambil resiko untuk bertindak dan sekaligus melaksanakannya dengan semangat. Pertanyaannya: dari mana rasa percaya diri itu timbul? Rasa percaya diri ini muncul ketika kita mengenali bakat, kemampuan, dan potensi yang kita miliki. Dengan berupaya menggali potensi-potensi yang kita miliki, melalui eksplorasi diri, kita akan menemukan potensi terbesar yang kita miliki. Pada saat kita menemukan kemampuan dan potensi diri yang kita miliki, kita akan merasa seperti menemukan harta karun yang tak ternilai harganya. Kita pun akan bersyukur atas pemberian itu. Bila kita telah mengetahui bakat, kemampuan dan potensi yang kita miliki dan sesuai yang dibutuhkan masyarakat, kita akan merasa mampu untuk melayaninya dan dari sinilah rasa percaya diri itu mulai tumbuh. Selanjutnya kita akan mempersiapkan konsep dan rencana kerja untuk menyalurkan kemampuan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Pertanyaan selanjutnya dari siapa bakat, kemampuan dan potensi itu berasal? Sebagai manusia ciptaan Tuhan, tentunya semuanya itu telah diberikan kepada kita. Semuanya telah ada di dalam diri kita, dan siap untuk dimanfaatkan. Tuhan akan senantiasa memberi apa yang kita perlukan untuk melayani masyarakat. Bila pelayanan yang kita berikan sesuai dengan kehendak-Nya, maka apa pun yang kita butuhkan akan mengalir. Oleh karena itu kita sudah sepantasnya menjaga relasi dengan Tuhan. Dengan melakukan tindakan-tindakan yang baik dan positif dalam pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat dan terus bersyukur, inilah cara menjaga hubungan dengan Tuhan.
Kita tidak boleh sedikitpun mengalihkan perhatian dari Tuhan, karena kita sesungguhnya adalah saluran bagi terlaksananya kehendak-Nya. Semua berkat dan rahmat Tuhan hanya bisa tersalurkan kepada masyarakat melalui diri kita. Bila kita memandang rendah kemampuan diri sendiri, tidak percaya pada bakat yang kita miliki, egois, sombong dan suka mengandalkan kemampuan diri sendiri, tanpa kita sadari bahwa kita sedang melepaskan hubungan dengan Tuhan; dan sebagai sinyalnya, kita akan merasa takut, cemas, ragu-ragu dan kurang percaya diri. Bila kita sering mengalami perasaan negatif seperti di atas, cepatlah sadar dan mulailah untuk menelusuri isi pikiran kita.
Sebaliknya untuk meraih sukses, kita harus senantiasa dalam keadaan emosi yang positif, seperti merasa damai, tenang, rasa percaya diri yang menguat, bersemangat, dan antusias. Semua emosi positif ini akan muncul bila kita menghargai dan percaya akan bakat, kemampuan dan potensi yang telah diberikan oleh Tuhan. Jadi untuk sukses itu, sangat erat hubungannya dengan Tuhan, sebab kita hanyalah saluran bagi kehendak-Nya.
Salam Bahagia dan Sejahtera!
Soegianto Hartono Pelatih dan Konsultan Citra Diri Sukses dan Penulis Buku "Untuk Apa Hidup Susah" Email : Soe_hartono@hotmail.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:16:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, December 28, 2010
|
|
Demi Impian Anda, Jangan Pernah Berhenti
|
Zaman dahulu kala, hiduplah seorang ibu bersama seorang anak kesayangannya yang masih sekolah. Sang ibu sudah ditinggal oleh suaminya yang telah meninggal dunia terlebih dahulu. Untuk menopang keluarganya, sang ibu mencari nafkah dengan menerima jasa membuat lukisan.
Lukisan yang dibuatnya sungguh indah dan membuat orang kagum, sehingga banyak orang meminta dirinya untuk membuat lukisan. Hasil dari pembuatan lukisan tersebut cukup untuk menghidupi dirinya dan anaknya. Sang anak pada mulanya sangat bersemangat dan rajin bersekolah. Namun, lama-kelamaan, kelakuannya mulai berubah. Sifatnya yang rajin mulai mengendur, tidak belajar saat ujian hampir tiba sehingga nilai sekolah kurang memuaskan. Dan yang paling berat adalah ia mulai sering bolos sekolah.
Sang ibu sudah diberitahu perihal kelakukan anaknya oleh pihak sekolah. Berkali-kali anak tersebut dinasihati, tetapi sifat buruknya tidak juga dibuang. Sampai suatu hari, anaknya mendapat surat peringatan terakhir. Jika anaknya terus-terusan membolos, maka ia akan dikeluarkan dari sekolah. Di sisi lain, nilainya yang anjlok kemungkinan besar bisa membuatnya gagal naik kelas.
Sang ibu menegur anaknya. Dan ketika kemarahannya mulai memuncak, sambil menangis, ia mencoret dan menyobek lukisan yang sudah hampir selesai. Lukisan yang telah dibuat berminggu-minggu dirusak begitu saja. Hati anaknya ikut teriris sebab ia tahu ibunya susah payah melukis untuk menyekolahkan dan menghidupi dirinya. Anaknya pun ikut menangis dan memeluk ibunya sambil meminta maaf.
"Ampun, Bu! Aku minta maaf, aku tidak akan jahat lagi. Aku tahu aku telah bersalah, tapi ibu jangan merusak lukisan yang sudah ibu lukis dengan susah payah," ujar anaknya.
Ibunya pun berkata, "Tidak ada gunanya ibu melukis hanya untuk melihat dirimu seperti ini. Ibu membuat lukisan dengan harapan bisa menyekolahkanmu agar kelak kamu bisa menjadi orang yang berguna. Jika kamu dikeluarkan dari sekolah atau tinggal kelas, pengorbanan ibu akan menjadi sia-sia."
Ibunya melanjutkan, "Lihat lukisan yang sudah rusak ini! Lukisan ini dibuat dari goresan demi goresan dan dibutuhkan ketekunan dan ketelitian untuk membuatnya menjadi indah. Karena itulah sebuah lukisan indah bisa bernilai tinggi. Karena ibu sudah mencoret dan merusaknya, maka lukisan ini sudah tidak bernilai lagi. Begitu juga dengan kamu. Apa yang sudah kamu pelajari di sekolah sampai sejauh ini sesungguhnya sangat berguna bagi masa depan kamu. Tetapi, sifat kamu yang buruk akan membuat semuanya menjadi tidak berguna dan bernasib sama seperti lukisan ini.."
Sambil berlinang air mata, anaknya sadar dan berjanji pada ibunya, "Aku menyesal dan tidak akan mengulangi lagi perbuatanku yang dulu. Aku berjanji tidak akan bolos lagi dan akan belajar dengan rajin agar kelak bisa membahagiakan ibu."
Sejak saat itu, anaknya mulai berubah menjadi anak yang rajin, ulet, tidak bolos sekolah, dan menyayangi ibunya.
Pesan kepada pembaca:
Bagi sebagian besar orang, memulai sesuatu untuk meraih impian mungkin tidak sulit. Yang membuatnya menjadi sulit adalah begitu banyak orang yang memutuskan untuk berhenti di tengah jalan. Banyak orang yang memutuskan untuk menyerah karena berbagai masalah.
Mungkin Anda juga pernah mengalami hal seperti ini. Anda memiliki impian yang sangat ingin Anda raih. Semangat Anda begitu berkobar. Tekad Anda begitu besar untuk menjadi seperti yang Anda inginkan. Anda mulai mengambil tindakan. Tetapi seiring berjalannya waktu, semangat Anda mulai kendur. Hambatan demi hambatan membuat Anda putus asa dan menyerah. Akhirnya, impian Anda terkubur dalam-dalam dan mulai dilupakan. Impian yang begitu indah akhirnya ternoda dan rusak.
Sesungguhnya semua orang, termasuk Anda, bisa meraih impian jika Anda tidak pernah mau menyerah. Jika Anda terus berjalan, maka Anda akan tiba di tempat yang Anda impikan. Tidak peduli berapa banyak hambatan, rintangan, masalah atau kegagalan yang berusaha menghentikan Anda, jika Anda memutuskan untuk tidak berhenti, maka tidak akan ada yang bisa menghentikan langkah Anda untuk mencapai impian.
Bukankah musuh yang paling ditakuti adalah musuh yang tidak pernah mau menyerah? Berhenti dan menyerah bukanlah pilihan yang dibuat oleh seorang juara. Seorang juara tidak akan pernah menjadi juara jika ia memutuskan untuk berhenti. Seorang juara juga pernah jatuh, tetapi ia dikenang bukan karena ia pernah jatuh, melainkan karena memilih untuk tidak menyerah, bangkit dan akhirnya berhasil mencapai impian-impiannya.
Salam sukses!
Suhardi E-mail : csd_suhardi@yahoo.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:39:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, December 20, 2010
|
|
Dekatilah Kegagalan!
|
"Kegagalan bukanlah hal yang harus dijauhi. Dekati, amati, dan kendalikanlah! Selalu ada keberhasilan di baliknya."
Dalam kehidupan kita sebagai manusia yang melakukan proses pencapaian kehidupan, tentu kegagalan dan keberhasilan bukan hal yang asing di hidup kita. Namun banyak yang berpendapat bahwa kegagalan adalah sesuatu yang harus dihindari dan dijauhi untuk mencapai keberhasilan. Kurang arif dan bijaksana rasanya jika kita memiliki pola pikir seperti itu, karena pola pikir seperti itu akan menjadikan apa yang Anda lakukan menjadi tidak sejalan dengan apa yang harapkan. "High risk, high value, no risk, no value," begitulah bahasa bisnis mengatakan. Semakin besar risiko, semakin besar pula kemungkinan profit yang didapat. Sebaliknya ketika tidak ada risiko, dapat dipastikan tidak ada kemungkinan profit yang akan didapat. Banyak yang meninginkan 'value', namun tak banyak yang berani mengambil ‘risk', tentu tidak sinkron.Tidak ada makan siang gratis, satu-satunya keju gratis berada di jebakan tikus. Tidak ada jalan pintas, tidak ada cara mengakali, namun banyak cara untuk menghadapi, banyak cara mengendalikanya.
Banyak orang memiliki tujuan, namun mereka tidak menyadari bahwa berbagai kemungkinan untuk gagal adalah hal yang harus dihadapidan sudah menunggu mereka dalam mencapai tujuan tersebut. Sehingga banyak yang menginginkan pada awalnya, namun tidak banyak yang mencapai pada akhirnya karena "gugur" di perjalanan. Harus dipahami bahwa keberhasilan adalah hadiah bagi mereka yang memiliki kepantasan untuk berhasil, bagi mereka yang telah melakukan keberanian dan kecerdasan dalam mengambil resiko.
Memang tidak ada jaminan keberhasilan ketika Anda menghadapi suatu risiko kegagalan, namun ada sebuah jaminan ketika Anda tidak berani mengambil risiko kegagalan: Anda tidak akan mendapat apa-apa. Tentunya mengambil dan menghadapi risiko yang dimaksud di sini bukanlah atas dasar keberanian prematur yang berapi-api semata, namun pengambilan risiko di sini adalah pengambilan risiko yang berorientasi pada keberanian dan kecerdasan yang matang.
Dalam mengambil risiko, tentunya perlu pertimbangan matang tentang kesinergisan antara daya dukung untuk mencapai, dan daya terima dari pencapaian tersebut. Harus ada keseimbangan antara pengetahuan dan pengalaman, apakah itu pengalaman dari diri kita sendiri, maupun pengalaman orang lain.
Sahabat yang budiman,
Tentu jika kita perhatikan dari sisi keberadaannya, kegagalan dan keberhasilan tidaklah berada di tempat yang berbeda. Di situ ada kemungkinan untuk gagal, di situ pula ada kemungkinan keberhasilan yang mengikuti; seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
Namun perbedaan sesungguhnya dari keberhasilan dan kegagalan ada pada subjek yang menghadapi dan mengendalikanya. Keberhasilan dan kegagalan selalu berada di tempat yang sama, namun berada di tangan orang yang memiliki sikap mental dan tindakan berbeda. Pikirkan, putuskan, dan lakukan!
Salam sukses.
Ivander Wijaya e-mail : ivander_222@yahoo.co.id Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 3:15:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, December 17, 2010
|
|
Never Give Up
|
Nama Pepeng mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, beliau dikenal oleh khalayak publik lewat program kuis 'jari-jari' beberapa tahun yang lalu di sebuah televisi swasta.
Sebenarnya sudah beberapa kali saya melihat Pepeng di layar kaca, akan tetapi malam ini secara tidak sengaja, saya melihat beliau di salah satu TV swasta nasional. Dia membagikan sedikit pengalamannya, terutama dalam melawan penyakitnya yang langka, dan saya tergerak untuk menulis mengenai semangat juang beliau dalam menjalani hidupnya. Sekadar informasi, Pepeng terkena penyakit langka yang bernama Multiple Sclerosis(MS), sebuah penyakit yang menyerang system saraf pusat yang akhirnya menyebabkan beliau mengalami kelumpuhan. Beliau banyak menghabiskan waktunya berbaring di tempat tidur. Akan tetapi ada hal yang luar biasa, beliau bukan mengeluh dan bermalas-malasan di tempat tidur, melainkan beliau kerap menulis dengan menggunakan laptop, dan membaca buku untuk mengisi kehidupannya menjadi lebih berarti.
Apa yang menimpa dirinya tidak membuat beliau berhenti dan meratapi hidupnya, melainkan membuat seorang Pepeng terus berkarya. Dalam durasi singkat yang saya tonton di televisi, saya ingin berbagi kepada rekan-rekan inspirasi positif yang saya dapatkan:
1. Fighting Spirit and Never Give Up (Semangat Juang dan Jangan pernah Menyerah)
Apapun yang menimpa hidup kita saat ini, tidak semestinya membuat kita menjadi lemah, takut, dan menyerah. Sosok Pepeng membuktikan ini semua. Meskipun hadir di sebuah studio dengan berbaring di tempat tidur, saya bisa melihat raut wajahnya yang begitu semangat bercerita, berbagi inspirasi, dan bercanda ria dengan sesama rekannya.
Teman-teman, jangan meratapi hidup ini sebagai sesuatu yang sulit, kejam, tidak adil, melainkan lihatlah hidup ini sebagai sebuah perjuangan, sebuah berkat, sebuah proses untuk pendewasaan, sebuah tantangan yang harus dihadapi dan memberi pengaruh positif untuk orang lain. Bagi Anda yang membaca tulisan ini, saya tidak tahu apa yang sedang Anda alami, mungkin pengalaman buruk, mungkin juga sesuatu yang lebih pahit, tapi izinkan saya mengatakan kepada Anda untuk mau bangkit dan tidak berlarut-larut sedih dan berkeluh kesah.
Semangat dalam diri kita harus lebih besar dari segala cobaan yang kita hadapi. Kita diciptakan untuk menjadi pemenang. Mari beri nilai untuk kehidupan kita menjadi lebih berarti dan juga untuk orang lain.
2. Self-Acceptance (Mau menerima diri kita apa adanya)
Banyak orang masih belum bisa menerima apa yang terjadi pada dirinya, mengeluh kepada orang lain, terkadang protes kepada Tuhan atas apa yang menimpa diri kita. Tapi hal ini tidak dilakukan oleh Pepeng. Dia mau menerima apa yang terjadi pada dirinya, dan dengan positif meresponnya. Dia tidak mau melihat ini sebagai sebuah hambatan, melainkan melihat ini sebagai sebuah tantangan.
Dalam buku terbaru saya ‘Amazing Life', saya sempat menulis satu bagian mengenai self-acceptance. Sebuah kutipan yang saya ambil dari buku tersebut yakni ‘Jangan hanya melihat apa yang terjadi pada diri Anda, melainkan lihat ke dalam potensi diri Anda yang luar biasa yang bisa menaklukkan apa yang terjadi'. Jangan mengeluh, jangan menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Sang Pencipta atas apa yang terjadi. Jangan biarkan apa yang terjadi pada hidup Anda saat ini, entah itu penyakit, masalah, tekanan yang mengontrol hidup Anda. Justru, Anda yang harus mengambil alih dan miliki kontrol penuh atas hidup Anda. Arahkan pikiran dan tindakan kita ke arah yang positif.
Sahabat yang setia, semoga kisah singkat sosok Pepeng membuka pikiran dan menggerakkan hati kita untuk lebih bijak dan positif dalam melihat hidup ini. Kita yang masih segar bugar, yang masih aktif dalam beraktivitas seharian, terkadang kerap menjadi orang yang lemah, orang yang selalu protes atas apa yang terjadi, dan tak jarang lupa mensyukuri hidup ini. Atau mungkin secara tidak sadar kita pernah berucap ‘hidupku tak lagi berguna', ‘hidupku sulit'. Mari bersama-sama kita mulai melakukan introspeksi dan mengarahkan layar kehidupan kita menuju arah yang positif.
Mulai dari mana? Mulai dari dalam diri, mulai dari pikiran dan tindakan kita sehari-hari. Saya percaya Anda berhak untuk sebuah hidup yang mengagumkan, sebuah hidup yang luar biasa. You deserve an Amazing Life. Never Give Up!
Salam Amazing,
Muk Kuang - Book Author ‘Amazing Life' & 'Think and Act Like a Winner'
Contact: mukkuang@gmail.com www.facebook.com/amazinglife www.twitter.com/mukkuang Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:14:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, December 13, 2010
|
|
Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri
|
"Miskin dan kaya adalah nasib " ini adalah mitos yang berlaku di dalam masyarakat, khususnya di negara berkembang. Tak terkecuali di negara kita, Indonesia.
Kita sering mendengar, bahkan mungkin termasuk di antara kita pernah berucap; miskin sudah merupakan nasib kita. Bagaimanapun kita bekerja keras, nasib tidak mungkin berubah, karena ini sudah suratan takdir. Sebaliknya, kalau nasib kita sudah ditentukan dari "sononya" kaya, maka usaha apa pun, bahkan kerja "seenaknya"pun bisa menjadikan kita sukses dan kaya. Entah sudah berapa abad umur mitos seperti ini, sadar atau tidak, sudah diterima secara dogmatis di dalam masyarakat kita. Ditambah dengan mitos-mitos modern yang destruktif, seperti; bila kita berpendidikan rendah, hanya lulusan SMA/SMP/ SD, ( bahkan S1, namun merasa hanya lulusan universitas lokal), maka spontan yang timbul di benak kita adalahkita sulit maju, sulit sukses dan kaya.
Dengan rendahnya persepsi terhadap diri sendiri seperti ini, jelas kita telah terkena penyakit mitos yang menyesatkan. Hal ini akan mempengaruhi sikap mental dalam praktek di kehidupan nyata, sehingga menghasilkan kualitas hidup "ala kadarnya" atau sekedar hidup. Jika mitos seperti ini terus menerus dipercaya dan sampai memasuki pikiran bawah sadar kita, maka mitos seperti itu akan melahirkan "nasib gagal",dan kalau mitos negatif seperti itu dimiliki oleh mayoritas masyarakat kita, lalu bagaimana mungkin kita bisa mengentaskan kemiskinan untuk menuju pada cita cita bangsa , yaitu; masyarakat adil-makmur dan sejahtera.
Kemiskinan sering kali merupakan penyakit dari pikiran dan hasil dari ketidaktahuan kita tentang prinsip hukum kesuksesan yang berlaku. Bila kita mampu berpikir bahwa kita bisa sukses dan mau belajar, serta menjalankan prinsip-pinsip hukum kesuksesan, mau membina karakteristik positif, yaitu; punya tujuan yang jelas untuk dicapai,disiplin, mau kerja keras, ulet, siap berjuang dan semangat belajar, maka pasti akanterbuka kemungkinan-kemungkinan atau aktifitas-aktifitas produktif yang dapat merubah nasib gagal menjadi sukses. Miskin menjadi kaya!
Bangun karakter sukses!Seperti pepatah dalam bahasa Inggris "character is destiny", kharakter adalah nasib.
Hancurkan mitos"miskin adalah nasib saya "
Tidak peduli bagaimanapunAnda hari ini, dari keturunan siapa, berwarna kulit apa, atau apa latar belakang pendidikan Anda. Ingat, Anda punya hak untuk sukses!!!
Jadilah majikan bagi nasib diri sendiri. Jadilah majikan bagi nasib diri sendiri kita adalah penentu masa depan kita sendiri!
Seperti filosofi yang lahir dari kristalisasiperjuangan sepanjang kehidupan saya, yang telah terbukti yakni : Success is my right ! sukses adalah hak saya! atau arti panjangnya : Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.
Dengan semangat dan sikap mental sukses adalah hak saya ! serta siap berjuang habis-habisan , saya yakin nasib kita pasti berubah lebih baik, karena Tuhan tidak akan tinggal diam untukmembantu kita!
Success is my right !
Andrie Wongso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 7:42:00 PM
  |
|
|
|
| Thursday, December 09, 2010
|
|
Menciptakan Pola Pikir
|
|
Ketika teman saya sedang melewati gajah, ia tiba-tiba berhenti, bingung dengan makhluk-makhluk besar yang diikat oleh tali kecil pada kaki depan mereka. Gajah tidak rantai, juga tidak dikandang. Sudah jelas gajah bisa melepaskan diri kapan saja dari tali yang mengikat gajah tersebut. Teman saya bertanya ke pelatih yang ada didekatnya, kenapa hewan-hewan besar (gajah) itu tidak berusaha melarikan diri, padahal itu adalah sangat mudah untuk gajahlakukan. “Yah,” kata pelatih gajah, “ketika gajah-gajah itu masih sangat muda dan jauh lebih kecil, kami mengikat gajah tersebut menggunakan tali ukuran kecil yang pada usia saat itu cukup untuk menahan gajah tersebut. Ketika gajah-gajah itu tumbuh, gajah-gajah itu dikondisikan untuk percaya bahwa gajahtersebut tidak dapat melepaskan diri dari ikatan itu. Gajah itu percaya bahwa tali yang kecil itu masih bisa menahan mereka, sehingga gajah-gajah tersebut tidak pernah mencoba membebaskan diri.
Teman saya kagum. Gajah ini bisa setiap saat melepaskan diri dari ikatan mereka tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka berdiam diri. Gajahtersebut terjebak dengan apa yang mereka percayai.
Seperti gajah, berapa banyak dari kita menjalani hidup tergantung pada keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, hanya karena kita gagal sekali sebelumnya? Kita telah tumbuh lebih dewasa, paling tidak telah bertambah usia dan pengalaman hidup. Jadi mari kita coba ulangi apa yang kita takut karenanya, bukan untuk gagal lagi, tetapi untuk menutup ketakutan dengan keberhasilan.
Gagal meyakinkan diri untuk mencoba lagi, adalah kegagalan yang sesungguhnya
Anda mungkin pernah gagal dalam berjuang, tetapi tidak ada kata gagal dalam perjuangan.
Cobalah sahabat..
Sumber: Resensi.net Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:33:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, December 08, 2010
|
|
Big Ideas for a Small Business
|
Artikel saya Reality is Better than Dreams, ditanggapi oleh seorang sahabat facebook yang dengan sigap menulis status di wall saya: "It is dreams that change the world's reality, it is dreams that make us reach beyond our limits."
Untuk memperjelas pendapatnya bahwa mimpi itu lebih baik, dia memberi contoh misalnya tembok besar di China, candi Borobudur, misi Apollo, dan the twin-tower Malaysia adalah hasil dari dream.Sebetulnya yang dicontohkan itu, menurut saya bukanlah dreams, tapi adalah "ideas that work", atau pemikiran yang berhasil diwujudkan!Apa bedanya? Dreams Versus Ideas
Dream = impian = angan2 = cita-cita. Idea = gagasan untuk melaksanakan/ membuat sesuatu.Inilah bedanya.Misalnya: saya bisa bermimpi (DREAM) memiliki sebuah bisnis MLM terbesar, terbaik, dan terbonafid di Indonesia.Ini dreams.Atau saya memiliki 10 gagasan (IDEA) untuk menjadikan bisnis MLM saya mencapai omset 500 M tahun ini (terbesar), dengan keluhan pelanggan terendah <> 50% kepada member (terbonafid).Ini ideas.
Mana yang lebih baik?Yang dreams atau yang ideas?Yang mimpi besar atau gagasan yang realistis?Menurut hasil beberapa kali penelitian konsultan bisnis, gagasan yang realistis (idea) lebih dekat dengan realita sehingga dapat segera dilakukan action dan dapat segera menjadi kenyataan.
Bagi Anda yang masih memiliki dream untuk menjadi wirausahawan yang besar, yang terbaik, yang sukses, dst; berikut saya berikan beberapa gagasan besar (big ideas) untuk menjadikan bisnis Anda lebih maju lagi.Dengan demikian Anda tidak perlu lagi menjalankan bisnis dengan cara-cara tradisional yang menghamburkan waktu, uang, dan tenaga. Bagi Anda yang memiliki bisnis awal kecil atau yang saat ini bisnisnya masih kecil sehingga marketing budgetnya kecil; perlu melakukan terobosan marketing agar dengan budget yang terbatas itu bisa melakukan penetrasi pasar dengan lebih cepat dan lebih baik.
Gagasan atau ideas dibawah ini hanya memerlukan sedikit biaya tapi dampak daya jualnya akan sangat besar (low-cost high-impact marketing):
• Use Internet and Communication Technology as a Marketing Tool Walaupun penetrasi internet di Indonesia terbilang masih rendah (11%), pertumbuhan penggunanya amat signifikan.Pertumbuhan mobile internet seiring dengan melesatnya pengguna smart phone yang dilengkapi dengan fitur akses internet, e-mail, dan facebook atau twitter sudah mulai menggeser HP konvensional.Sedangkan pertumbuhan fixed line internet di kantor, pusat bisnis dan rumah tangga juga semakin tinggi karena semakin murahnya paket bandwith unlimited.
Pengguna internet ini merupakan target market baru yang sangat potensial karena sangat mudah di-segmentasi-kan: misalnya berdasarkan besarnya bandwith yang dipakai, berdasarkan mobilitas pemakai, berdasarkan jenis aktivitas komunikasinya (data, voice, upload, download, atau browsing), berdasarkan jenis website yand sering dikunjungi, dsb.Kerja sama dengan operator selular memungkinkan Anda membidik market ini, dan jangan lupa bahwa market ini termasuk kategori berpengeluaran tinggi (high spender) dengan daya beli yang tinggi pula.
Dari segmen-segmen tadi Anda bisa membuat database prospek dan pelanggan.Secara periodik kirimkanlah informasi yang relevan melalui media komunikasi diatas baik yang fixed maupun yang mobile.Misalnya, bila bisnis Anda restoran, sekali waktu kirimkanlah undangan makan malam disertai dengan promosi tertentu untuk pemakai mobile phone yang sedang berada pada radius 10 km dari gerai restoran Anda.
• Make It a One Stop Shop so It's Simpler for Your Customers Pelanggan tidak ingin repot.Bisnis juga perlu dijadikan gampang untuk pelanggan.Sudah sejak lama bisnis menjual tiket pesawat udara biasanya selalu disatukan dengan perjalanan wisata (travel).Konsep one-stop shop menggabungkan penjualan tiket pesawat dengan rental mobil, hotel, dan asuransi merupakan alternatif yang perlu dicoba.Bisnis properti selalu disatukan dengan KPR atau KPA; bisnis properti ini bisa juga disatukan dengan jasa renovasi, jasa dekorasi interior, jasa pertamanan, jasa keamanan, dsb.
Konsep one-stop shop adalah value yang dapat dijadikan sarana bersaing.Yang perlu dilakukan adalah kreativitas mencari value yang paling menguntungkan pelanggan dan bisnis Anda tentunya, jangan hanya terpaku pada satu jenis bisnis saja.
Misalnya: bisnis restoran yang selalu secara tradisional digabungkan dengan layanan antar (delivery); akan jadi value tersendiri bila ada bisnis restoran yang disatukan dengan pesta keluarga atau pesta kebun (memasak di lokasi pelanggan), atau restoran yang juga menjual bahan baku ikan, udang, kepiting, atau ayam potongnya, atau restoran yang menjual kecap dan sambal-nya, atau restoran yang juga menjual kue ulang tahun.
• Find What's Missing from Your Competitors Pesaing adalah value supplier karena pesaing mengajarkan pada Anda hal apa yang baik dilakukan dan hal apa yang kurang baik (atau belum baik) dilakukan.Analisalah pesaing, cari dan temukanlah kekurangannya, lalu buatlah kekurangan itu menjadi keunggulan bisnis sekaligus faktor pembeda (differentiation) dengan bisnis Anda.
Misalnya: bila restoran pesaing buka jam 11.00 - 21.00, bukalah restoran Anda jam 09.00 - 22.00; bila restoran pesaing melakukan delivery dalam radius 3 kilometer, delivery restoran Anda harus bisa 5-6 kilometer.Bila restoran pesaing dessert (buah-buahan/makanan penutup) harus beli, berikanlah itu gratis di restoran Anda. Bila restoran pesaing hanya mempunyai menu umum; restoran Anda sebaiknya punya menu makan pagi, menu makan siang, dan menu makan malam. Bila restoran pesaing memakai pelayan pria, restoran Anda sebaiknya memakai pelayan perempuan; bila parkir di restoran pesaing bayar, parkir direstoran Anda gratis, dan seterusnya.
• Use Social Media to Build Your Brand Pakailah media sosial di internet untuk meluncurkan produk Anda dengan cepat dan murah ke dalam pasar.Misalnya ada: facebook, twitter, friendster, my space, atau mailing groups atau blogs untuk mengkomersialkan produk Anda.Media sosial seperti ini mempunyai tingkat kepercayaan yang sangat tinggi dan penetrasi yang sangat cepat dikalangan masyarakat penggunanya.
Untuk membangun brand, restoran Anda dapat mulai membuat fan-page di facebook, membuat mailing-list restoran makanan sehat misalnya, dan Anda dapat mulai menulis di blog-blog restoran, hotel, wisata, penggemar masakan, penggemar jalan-jalan dan makan, dst.
• Build Communities to Promote Positive Rumors Buatlah komunitas pemakai produk Anda dan jadikan pelanggan Anda sebagai anggota komunitas bukan hanya sebagai pembeli. Identifikasilah dari dalam komunitas itu pelanggan Anda yang paling menguntungkan (membeli jumlah besar dengan margin tinggi), kemudian tanyakan masukan-masukan untuk membuat produk dan layanan jadi lebih baik. Tanyakan juga hal-hal yang mereka sukai dari produk pesaing untuk bisa diimplementasikan pada produk Anda sendiri.
Adakan pertemuan rutin antar anggota komunitas dan ciptakanlah conversation positif tentang brand, produk, layanan, dan perusahaan Anda.
Dengan demikian akan terjadi word-of-mouth yang berkesinambungan tentang pengalaman pelanggan saat memakai produk Anda.Word-of-mouth ini bisa didokumentasikan dalam bentuk tulisan atau audio atau video yang berbentuk testimonial. Pada akhirnya berkas-berkas ini bisa dijadikan marketing tools yang handal. Selamat mencoba!
Drs. Mukti Wibawa, MBA Inspirational Business Motivator & Marketing Consultant. Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 4:45:00 PM
  |
|
|
|
| Monday, December 06, 2010
|
|
Pentingnya Bersyukur
|
|
Apapun yang Anda alami atau dapatkan patut disyukuri. Kalau Anda membaca tulisan ini, mungkin di dalam hati Anda bilang, "Memang mudah untuk mengatakan tetapi sulit untuk mempraktikkannya." Memang, bersyukur itu tidaklah mudah, apalagi kalau yang kita alami adalah suatu pengalaman yang tidak menyenangkan. Tetapi bersyukur itu sendiri sesungguhnya juga mudah, karena hanya membutuhkan gerakan otot untuk membuka mulut saja. Sebagai contoh, saat Anda menerima sesuatu dari orang lain, tentu terasa mudah untuk mengatakan "terima kasih". Mengapa kita merasa sulit untuk mengucapkan kata terima kasih atau bersyukur saat menerima sesuatu yang tidak menyenangkan?
1. Kita sejak kecil telah dikondisikan untuk menerima. Orangtua kita selalu mengingatkan agar kita mengucapkan kata terima kasih bila menerima sesuatu dari orang lain, sehingga menjadi kebiasaan.
2. Sejak kecil kita juga sudah dikondisikan untuk menyalahkan orang lain atau keadaan, contohnya bila waktu kecil anda terjatuh atau terbentuk meja, Anda tentu menangis, dan orangtua bisa jadi "menyalahkan" lantai atau meja tersebut untuk menghibur Anda.
3. Mentalitas Kelangkaan. Kita senantiasa merasa kekurangan, dengan perasaan ini, maka timbulah keengganan untuk bersyukur.
Lantas, untuk apa kita bersyukur?
1. Dengan bersyukur sebetulnya kita menghalau perasaan tidak puas, di mana perasaan tidak puas ini dapat "mengaburkan" pandangan kita dan bisa menimbulkan dampak seperti kemarahan dan tindakan-tindakan destruktif yang sangat merugikan buat diri kita sendiri.
2. Dengan bersyukur, maka batin kita akan tenang dan pikiran kita menjadi jernih kembali. Dengan begitu kita akan mampu melihat kesempatan yang lebih baik.
3. Bersyukur merupakan ungkapan rasa terima kasih karena kita telah diberikan sesuatu yang sangat berharga. Walaupun kita mengalami suatu peristiwa atau kejadian yang tidak menyenangkan, sesungguhnya itu merupakan pelajaran yang sangat berharga buat diri kita. Dengan pengalaman ini tentunya kita bisa memperbaiki diri sehingga lebih mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi di kemudian hari.
4. Dengan bersyukur, sesungguhnya kita sedang mendekatkan diri dengan Sang Pencipta, sumber dari segala sumber kehidupan ini. Bila kita dekat dengan sumber ini, maka kelimpahan akan mengelilingi kita. Bila Anda mengetahui alasan yang jelas mengapa kita perlu bersyukur, tentu Anda akan mudah bersyukur dalam menghadapi keadaan apapun.
Oleh karena itu apa pun yang Anda alami, bersyukurlah. Dan perbanyak rasa syukur yang ikhlas agar hidup Anda lebih sejahtera.
Salam Bahagia dan Sejahtera.
Penulis : Soegianto Hartono Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:04:00 AM
  |
|
|
|
|
|