Beranie Gagal Commercial










Cara Pasang Banner

Donasikan Blog Ini
Beranie Gagal Award
 
Beranie Gagal Partners







BERHADIAH 30 JUTA
KLIK DISINI
TDW Mastery - Sources to Skyrocketing Your Success
















Hubungi Kami
Silahkan hubungi kami bila ada saran, kritik, pertanyaan, ingin kirim artikel ataupun tukeran link

Nama
Email
Judul
Pesan

Quote's Of The Day



   



Your Ad Here
Monday, November 22, 2010
Kehidupan Bagai Orkestra
Membayangkan hidup kita di masa lalu, maka akan ditemukan sejumlah penggalan-penggalan kehidupan yang kadang seperti terpisah satu sama lain, namun seringkali terlihat begitu jelas keterikatannya. Dulu mungkin kita membayangkan cita-cita seperti yang kita peroleh saat ini sebagai sesuatu yang sulit diraih. Namun dengan ketekunan kita, pelan-pelan dan tak henti berusaha akhirnya kita bisa meraihnya. Banyak kegagalan yang menghalangi tetapi semuanya tak membuat kita jera.

Namun ketika sukses itu sudah diraih, tak selayaknya kita menganggap semua perjuangan kita sudah selesai. Sesungguhnya ini bukan puncak yang sebenarnya. Ini hanya salah satu puncak yang baru kita capai. Kita masih punya waktu untuk membuat sesuatu yang baru. Selama hayat masih dikandung badan, hal-hal lain yang lebih tinggimasih mungkin bisa kita capai. Kita harus segera menancapkan target baru yang lebih tinggi.


Jika kita merasa itu puncak segalanya, lalu kita menikmati perjuangan kita secara membabi-buta, ibarat puncak, jalan berikut yang bisa kita lalui hanyalah jalan menurun. Tentu saja kita tak mau di penghujung hidup kita justru prestasi buruk yang kita dapat.

Karena itu target baru merupakan sesuatu yang layak kita pancangkan agar kita tetap mendaki. Jangan langsung merasa puas dan terlena dengan apa yang sudah kita raih.

Teman-teman yang luar biasa!!

Pagi ini dalam program rutin talkshow AW Success Wisdom & Motivation di jaringan radio Sonora, saya membawakan tema "Orkestra Kehidupan". Tema itu menggambarkan bahwa kehidupan bukan hanya satu bagian, tetapi rangkaian dari berbagai kejadian. Ibarat dalam satu orkestra, kehidupan terdiri dari berbagai bagian yang saling mendukung sehingga terciptalah suatu simfoni yang indah. Satu nada mungkin terasa kurang bermakna, namun ketika dipadukan dengan nada lain ia akan menghasilkan harmoni yang luar biasa indahnya.

Banyak makna yang bisa dipetik dari "Orkestra Kehidupan". Sukses seseorang terdiri dari gabungan penggalan-penggalan sukses-sukses kecil yang saling mendukung.Sehingga ketika kita melihatnya secara keseluruhan, kita akan menemukan sukses hidup yang luar biasa. Bahkan kegagalan yang dianggap kesialan di masa lalu pun, bisa merupakan bagian penting dari orkestra kehidupan kita.

Hal lain tampak juga dalan kebersamaan hidup. Jika kita hidup sendiri, ketika kesusahan menimpa, habislah kita! Tetapi dalam tatanan hidup bermasyarakat, ketika kita menderita masih ada harapan pertolongan dari teman sekitar. Begitupun makna semangat gotong royong yang merupakan warisan nenek moyang kita, tak lain merupakan upaya membangun orkestra kehidupan, demi simfoni kehidupan bermasyarakat yang indah.

Bagaimana, seperti apakah orkestra kehidupan Anda?


Penulis : Andrie Wongso
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 3:36:00 PM   0 comments
Friday, November 19, 2010
7 Step Meraih Impian
Semalam saya mendapat pembelajaran yang LOA banget... jadi saya memiliki kewajiban untuk membaginya semoga bermanfaat.. .

Berikut step by step dari Revolutionscape. ..

1. List What You Would Like !
Kita buat list wish, apa saja keinginan (desire) yang akan kita miliki dalam 30 tahun dari sekarang...
... ini adalah seperti Proposal Hidup untuk 30 tahun ke depan...
... Semakin detail dan jelas time framenya akan lebih baik...
... untuk waktu 30 tahun pasti kita minimal bisa mendapatkan 100wish list dan untuk menj! adi sangat berlimpah kita harus mendapatkan 5000 wish list dong...

2. Write the reason why you wish to have it!
... ketika anda menginginkan rumah besar, apa yang akan anda lakukan dengan atau terhadap rumah besar itu...
... buatlah seindah dan sedramatik mungkin... sehingga subconcius akan dengan mudah menangkap dan menyerap sensasinya.. ..

3. Visualization - Imagination!
Kumpulkan gambar-gambar, benda-benda, artikel dst yang berkaitan dengan wish list...
ketika anda menginginkan mobil, cari gambar mobil yang anda impikan...

4. Eveyday, read and look at your picture!
... Rasakan sensasinya.. .
rasakan seolah kita sudah mendapatkannya. ..

5. Do, something that takes you closer to your goal!
... tiap hari
lakukan segala hal yang mendekatkan diri anda ke target anda, sering lihat-lihat di dealer mobil,
nyobain mobilnya... mulai menabung berapapun Rupiahnya...

6. Do everything with gratitude... .
Think speak and act with gratitude!.. .

Permudahlah mengucapkan syukur, mengucapkan terimakasih pada segala hal... bahkan setiap saat memulai segala sesuatu dengan bersyukur di depan

7. Enjoy your fruit!
Nikmati setiap pencapaian yang kita raih yang semakin mendekatkan kita kepada keinginan kita...
Jangan pernah menolak atau mengacuhkan pencapaian kita walaupun sangat kecil Nikmati ketika teman mentraktir anda, ketika anda dipermudah dalam mendapatkan sesuatu,

nikmati segala hal dan meyakini sebagai proses mendapatkan target anda...
bahkan juga ketika ada teman yang menawarkan meminjamkan mobilnya ...

atau sekedar mendapatkan flyer penawaran diskon ... NIKMATILAH!

Salam penuh syukur

Supriyadi
http://galih- apisemangat. blogspot. com
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 3:32:00 PM   0 comments
Thursday, November 18, 2010
Mengapa Banyak Hewan Kurban Yang Menangis?
Teman-teman.

Di hari Raya Iedul Adha banyak sekali hewan ternak yang dikurbankan. Umat Islam meyakininya sebagai bagian dari warisan Nabi Ibrahim alaihissalaam. Kepada Ibrahim Tuhan mengajarkan kesediaan untuk berkorban. Kemudian ajaran itu diabadikan oleh Tuhan melalui Nabi-Nabi yang datang kemudian. Setiap mahluk yang tunduk kepada Tuhannya tentu akan dengan senang hati menjalani perintah-Nya. Termasuk hewan-hewan ternak itu. Tetapi, apakah setiap hewan kurban bersuka cita ketika mereka memberikan pengorbanan itu?


Di masa kecil, hati saya sering dipenuhi oleh kisah-kisah indah yang menceritakan tentang hewan-hewan yang senang kalau dipilih untuk menjadi kurban. Meskipun mereka mati, namun kematiannya membuat Tuhan senang. Sehingga, hewan-hewan itu bisa menjadi mahluk yang disayang oleh Tuhannya.

Setelah dewasa, sudut pandang saya mulai berubah. Bahkan, panca indera saya merasakan ada hewan yang meneteskan air mata ketika terpilih menjadi kurban. Semakin saya tua, semakin banyak cerita tentang hewan-hewan yang menangis itu. Lalu saya bertanya dalam hati; ”Apakah hewan-hewan di zaman ini sudah enggan untuk diajak lebih dekat dengan Tuhan?”

Lama saya memikirkan sebuah jawaban. Hingga saya kembali teringat tentang apa yang pernah saya alami dulu. Sewaktu masih kecil, saya adalah penggembala domba. Dan saya biasa berbicara dengan domba-domba saya. Kali ini pun saya merasa seolah tengah berdiskusi dengan mereka.”Wahai domba-dombaku,” Saya bertanya; ”mengapa sekarang kalian enggan menjadi hewan kurban?”

Domba-domba itu terperanjat, lalu menjawab;”Embeee...k” katanya.

”Kenapa begitu?” balas saya. Lalu mereka berkata:”Bekmbek, eeeeeembeeeeek....”

Anda yang tidak mengerti bahasa para domba tidak akan memahami isi dialog kami. Tapi, sekarang saya faham mengapa banyak hewan kurban yang menangis di hari raya Iedul Adha. Para domba bilang, mereka menangis karena banyak sekali orang yang berkurban bukan untuk mencari karunia Tuhan. Melainkan sekedar ingin mendapatkan pujian. Para domba dan teman-temannya sesama hewan kurban sedih sekali melihat perilaku para manusia. Mereka mengira bahwa kurbannya itu akan sampai kepada Tuhan sebagai suatu amalan. Padahal dengan niatnya yang tidak lurus lagi, tidak mungkin Tuhan menilainya sebagai suatu kebaikan.

Diantara manusia ada yang berkurban karena merasa ’tidak enak’ oleh tetangganya. ”Orang mampu kok tidak berkurban, apa kata dunia?” Padahal hanya soal membayar pajak yang boleh sambil bilang begitu.

Diantara mereka juga ada yang berkurban untuk sekedar pameran. ”Lihat nih, hewan kurban gue yang paling gede!”

Ada pula yang berkurban untuk beragam alasan lainnya selain mendekatkan diri kepada Tuhan. Ibadah sudah berubah menjadi sekedar ritual yang hampa akan makna. Maka wajar jika para hewan yang dikurbankan itu merasa pengorbanannya tidak lagi memiliki nilai spiritual seperti halnya yang diajarkan Tuhan kepada Ibrahim.

Domba-domba saya bercerita tentang betapa banyaknya manusia yang mengira bahwa kurbannya bakal diterima oleh Tuhan. Padahal, Tuhan sudah berfirman bahwa tidak sedikitpun bagian dari hewan kurban itu akan sampai kepada-Nya. Tidak dagingnya. Tidak darahnya. Bahkan tidak sekalipun hanya sehelai bulunya.

Domba-domba saya bercerita tentang betapa sedihnya mereka melihat tingkah polah manusia yang telah kehilangan esensi dari kurbannya. Mereka hanya melihat jasad kasar hewan-hewan yang dikurbankan. Padahal hakekat dari kurban melampaui batasan-batasan kasat mata belaka. Karena hakekat kurban adalah komitmen untuk menyembelih nafsu kebinatangan yang masih berkeliaran didalam diri kita.

Binatang tidak malu membuka-buka aurat didepan umum. Kita berkurban, tapi tetap berbangga hati dengan aurat-aurat yang kita perlihatkan. Binatang tidak segan untuk merebut makanan milik teman. Kita berkurban, tetapi masih berani merampas harta benda yang bukan hak kita. Binatang tidak sungkan untuk mengumbar syahwat dimana saja dan dengan siapa saja. Kita berkurban, tapi tidak lagi menghiraukan siapa yang muhrim dan siapa yang haram untuk berhubungan intim. Binatang juga berprinsip siapa yang paling kuat fisiknya, dialah yang menjadi rajanya. Kita berkurban, namun masih gemar menerapkan hukum rimba sehingga akal dan nurani kita tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Domba-domba saya bercerita, betapa sedihnya mereka melihat tingkah polah manusia yang berkurban namun tetap membiarkan hidup sifat-sifat kebinatangan didalam dirinya. Sehingga di hari raya Iedul Adha, banyak orang yang kehilangan makna dari kurban yang dilakukannya. Diakhir pertemuan itu, domba-domba saya berpesan;”Jika engkau berkurban, maka luruskanlah niatmu hanya untuk Tuhanmu. Dan sembelihlah nafsu-nafsu kebinatangan didalam dirimu. Maka aku akan bersuka cita untuk menjadi simbol kurbanmu....”

Ketika domba saya hendak dikurbankan, dia terlihat meneteskan air mata. Lalu saya bertanya;”Mengapa engkau menangis? Apakah aku belum meluruskan niatku?”

Domba saya berkata;”Sekarang aku menangis oleh rasa syukurku, karena Tuhan telah memilihku menjadi hewan kurbanmu....”


Mari Berbagi Semangat!


Dadang Kadarusman
Leadership & People Development Training 
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 1:59:00 PM   0 comments
Monday, November 15, 2010
Cerita orang sukses, Derita Orang gagal
Dalam segala kesempatan, saya senang mendengar kisah, baik dari mereka yang telah sukses maupun dari mereka yang gagal.

Topik kesukaan orang sukses adalah mengenang saat-saat susah mereka, ketika mereka masih masih miskin dan berjuang keras untuk naik ke atas.

Waktu itu, tidak hanya kesulitan dan masalah, para calon orang sukses itu juga menerima berbagai cercaan dan hinaan yang menyakiti hati.

Mereka menjalani semua itu, dalam tanda kutip, dengan lapang dada.

Suatu saat, kerja keras dan ketabahan mereka akhirnya membuahkan hasil. Mereka menjadi orang sukses!

Ketika saya bertanya, masa-masa apa yang paling dikenang …

Sebahagian besar dari mereka, dengan tertawa riang, berkata bahwa masa-masa yang penuh perjuangan itu, ketika mereka sedang bersusah payah merangkak naik, adalah masa-masa yang paling sering dikenang.

Ya, masa-masa sulit itu adalah masa-masa yang penuh kenangan.

*************

Kebetulan, topik kesenangan orang gagal yang saya kenal itu juga sama.

Mereka suka bercerita, mungkin lebih tepatnya disebut mengeluh, tentang kegagalan dan kesusahan.

Mereka mengeluh betapa hidup ini tidak adil, betapa Tuhan membeda-bedakan orang.

Mereka mengeluh dan mengeluh tentang kesusahan mereka di masa lalu, yang anehnya masih tetap sama di masa kini.

Artinya, mereka tidak mengatasi masalah mereka.

Mereka tidak berubah.

*************

Setelah membandingkan kedua artikel pendek di atas, mungkin Anda mulai menyadari bahwa ada suatu perbedaan yang nyata diantara orang sukses dan orang gagal.

Tahukah Anda, sebenarnya Tuhan memberikan setiap orang, masalah dan kesulitan yang sama.

Orang sukses itu, mencoba mengatasi masalah mereka, lalu gagal, mencoba lagi, gagal lagi, mencoba lagi, sampai akhirnya berhasil.

Orang gagal, bertanya tentang bagaimana caranya, lalu meminta motivasi, bertanya lagi, meminta motivasi lagi, dan … akhirnya, ia tetap tidak mencobanya.

Atau mungkin ia mencobanya, bertemu kegagalan, lalu kehilangan keberanian, dan tidak mencobanya lagi.

Bila untuk (terus) mencoba saja ia tidak berani,
bagaimana mungkin ia akan berhasil?

Renungkanlah!

See you at the top!

John Rusly
www.johnyrusly.com
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 4:43:00 PM   0 comments
Thursday, November 11, 2010
6 Tips Motivasi
Secara ringkas, motivasi adalah semangat pendorong untuk melakukan sesuatu. Berikut ini adalah beberapa tips motivasi yang semoga bermanfaat.

1. Selalu bersyukur akan apa yang kita dapatkan.

Mungkin hal ini adalah sederhana, namun sangat memotivasi diri kita saat kita terpukul atau terjatuh dengan target-target yang dinanti-nanti dan diharapkan untuk terjadi, tapi faktanya meleset. Pengungkapan syukur melalui 3 cara.

* Dengan hati. Lihatlah sekeliling kita yang ada dibawah kita. Yakin hal ini akan membuat hati kita lembut dan mensyukuri akan nikmat-nikmat yang oleh sebagian orang tidak dapat menikmatinya.

* Dengan lisan, dengan ucapkan alhamdulillah. Nikmat yang kita rasakan tidak akan kita peroleh tanpa seijin dari pemilik tubuh kita, pemilik jasad kita, juga pemilik ruh kita. Trus kita ini siapa? Kita adalah makhluk yang diberi pinjaman untuk dapat berkarya, dan membagikan kebahagiaan kepada orang lain.

* Dengan perbuatan. Syukur dengan membagikan kebahagiaan kepada orang lain. Rasakanlah kebahagiaan yang timbul saat kita dapat melihat kebahagiaan yang muncul melalui tangan kita. Ada rasa menyeruak dalam dada merasakan bahagia meski buliran air mata mengalir tidak terasa. Jika kita pernah merasakannya, ulangi ulangi dan ulangi.

2. Lakukan apa yang kita minati.

Hal ini akan memotivasi kita untuk melakukannya. Karena dengannya kita merasa enjoy, dan dengannya tak kan ada rasa bosan dan letih. Banyak dari saudara kita yang mereka bekerja karena tuntutan, bukan karena mereka menyukainya. Dari hasilnya kita akan tahu mana yang bekerja karena menyukainya, atau bekerja karena tuntutan. Orang bekerja dengan diikuti rasa senang, akan menambahkan detil-detil secara sukarela.

3. Jika tidak seperti yang kita inginkan.

Yakinkan pada diri sendiri, jika posisi ini adalah step awal menuju yang kita inginkan. Tentunya ada hikmahnya. Apapun keadaanannya. Tetap lakukan yang terbaik yang kita bisa, karena itu memperlihatkan kualitas kita.

4. Cermati, perhitungkan, dan tangkap peluang yang ada.

Setiap kita memiliki peluang-peluang menuju sukses. Namun hanya sedikit orang yang mampu memanfaatkan peluang itu. Terkadang kita melihat ada peluang, namun memiliki keterbatasan, misal keterbatasan modal, keterbatasan keahlian dan lain-lain. Itulah gunanya bermasyarakat, adanya berinteraksi, bersosialisasi, dan bertolong-menolong. Dengan bekerja sama tentu akan menghasilkan yang positif sesuai target dan keinginan bersama. Asah terus kemampuan untuk melihat peluang.

5. Berkumpul dengan orang yang bermotivasi.

Prinsip ini sama dengan istilah penjual minyak wangi akan berbau wangi dengan sendirinya.

6. Selalu dekatkan diri pada Allah.

Adakalanya dalam berusaha mengalami pasang surut. Hambatan dan rintangan dalam melangkah. Pastikan pada diri sendiri bahwa semua itu ada hikmahnya. Mungkin sajakan itu adalah cara Allah untuk mendidik kita. Kita tidak akan dididik seperti di bangku sekolah, tapi kita dididik melalui peristiwa-peristiwa. Kita akan mendapatkan pelajaran dari universitas yang skalanya lebih besar. yaitu universitas kehidupan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat memberi manfaat kepada orang lain. Semoga Allah mengijinkannya.. Amin..

Tidaklah sesuatu berubah jika tidak mulai bertindak, dan kapankah waktu yang paling sesuai untuk memulainya jika bukan saat ini.

Read and action…


M. Masruchan – Salatiga
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 11:36:00 AM   0 comments
Tuesday, November 09, 2010
Belajar dari Sebuah Sumur
Sebuah sumur bila ditimba airnya setiap hari, dia tidak pernah kering, terus ada air di dalamnya. Anehnya kalau dalam satu hari saja air tidak ditimba, ketinggian air yang ada di dalam sumur itu juga tidak meningkat. Tetap saja seperti semula.

Secara logika, kalau air di dalam sumur itu terus-menerus ditimba tentu suatu saat akan berkurang, demikian sebaliknya bila air itu tidak ditimba seharusnya ketinggian air itu meningkat, tetapi ini tidak terjadi. Aneh kan? Inilah hukum alam, di mana di dalam semesta terdapat misteri, dan juga semesta ini bertujuan untuk selalu memberi.

Sesungguhnya kehidupan kita juga sama dan serupa dengan sumur ini, sebab kita adalah bagian dari alam semesta. Tujuan alam semesta adalah untuk memberi, demikian juga kehadiran kita di muka bumi ini juga untuk memberi. Pada umumnya orang berpikir bahwa kalau dia memberi, apa yang dimilikinya pasti akan kekurangan. Namun kalau kita mau belajar dari sumur ini, semakin banyak dia memberi, akan semakin banyak air yang mengalir kepadanya. Jadi tidak perlu ragu lagi untuk memberi, karena apa yang diberikan akan kembali lagi kepada si pemberi.

Dalam hal memberi tidak seharusnya dalam bentuk uang atau materi saja; kita bisa memberi apa saja yang kita miliki. Menolong atau membantu orang lain sebetulnya juga merupakan tindakan memberi dan sebagai pedomannya, berikan sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang Anda miliki. Sebagai contoh, Anda memiliki kemampuan dan keterampilan bahasa Inggris, maka ajarkan keterampilan ini kepada orang lain yang membutuhkan. Dengan demikian, Anda sudah memberikan apa yang Anda miliki.

Ketika Anda mengajarkan keterampilan ini, maka dengan sendirinya kemampuan dan keterampilan Anda akan semakin meningkat. Yang perlu kita perhatikan adalah janganlah memberi karena terpaksa, janganlah memberi karena ingin dipuji orang lain, janganlah memberi untuk menunjukkan bahwa Anda orang yang kaya dan janganlah memberi hanya karena kebiasaan. Kalau ini yang Anda lakukan, sebetulnya pemberian Anda tidaklah ikhlas.

Sikap mental memberi seharusnya berlandaskan pada rasa belas kasih kepada orang lain, bukan karena mengharapkan sesuatu dari orang lain. Sebaiknya Anda memberi karena menginginkan orang lain bisa bahagia, bisa hidup lebih baik, dan lebih layak. Intinya, pemberian itu memang seharusnya bisa meningkatkan kualitas hidup bagi orang yang menerimanya.

Pada zaman yang serba materialistik ini, segala sesuatu yang diberikan tentu mempunyai tujuan untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain, jadi memang agak sulit untuk memberi tanpa pamrih. Namun begitu bila kita tidak mencobanya, kita tidak akan tahu bahwa diri kita bisa memberi tanpa harus mengharapkan sesuatu (pamrih). Dengan mengembangkan sikap mental memberi yang murni, saya yakin setiap orang bisa melakukan ini. Sekarang pilihannya terserah kepada Anda. Sedangkan manfaat langsung yang bisa Anda rasakan ketika memberi adalah perasaan puas - kepuasan batin, dan inilah sebetulnya kebahagiaan pada tingkat yang tinggi!


Salam Bahagia dan Sejahtera.


Soegianto Hartono
Pelatih dan Konsultan Citra Diri Sukses
Penulis buku "Untuk Apa Hidup Susah"
E-mail: Soe_hartono@hotmail.com
HP : 0813-64808061 or 0857-65364838
Blog : www.soegiantohartono.blogspot.com
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 10:16:00 AM   0 comments
Friday, November 05, 2010
Sungai dan Empang
Alkisah, di antara rimbunan pohon di tepian hutan. Tampak sebuah empang yang berair tenang, tanpa kegiatan apapun di situ. Dengan santai si empang mengajak sungai di sisinya mengobrol, "Hai sungai, kuperhatikan setiap hari kamu tidak henti-hentinya mengalir. Apakah engkau tidak merasa lelah dan bosan? Sering kali aku melihatmu menarik kapal yang berat, kadang mendorong perahu yang sedang berlayar atau mengangkut perahu bambu para nelayan yang tidak terhitung jumlahnya. Kehidupan yang melelahkan dan membosankan seperti itu sampai kapan baru berhenti? Terus terang saja, kalau aku harus mengerjakan semua itu, aku pasti kelelahan dan jenuh sampai mati.

Dibandingkan dengan dirimu, alangkah mujur nasibku ini. Memang aku tidak setenar dirimu dan tidak tercetak di gambar peta. Tidak ada orang yang menyanjungku dan membuat lagu untukku. Tapi untukku semua itu tidak ada artinya. Lihatlah, aku selalu berbaring di atas tanah lembab yang empuk, layaknya seorang putri sedang tidur di atas kasur bulu angsa. Aku bisa menikmati kedamaian dan keindahan alam setiap saat, tidak perlu terganggu oleh kapal dan perahu yang berat, kotor, dan berisik itu.

Memang kadang ada sih, sedikit musibah mengganggu ketenanganku, itupun hanya karena selembar daun yang terjatuh di permukaan airku. Bahkan tiupan angin dari empat arah pun tidak pernah mengganggu kedamaian hidupku. Alangkah nikmatnya hidup ini dan aku tidak mau menukar dengan apapun untuk beralih menjadi seperti dirimu."

Mendengar kalimat panjang dari si empang, dengan sabar si sungai menjawab, "Sobat empang, namaku adalah sungai, karenanya aku wajib meninggalkan kehidupan yang santai, aku harus mengikuti hukum alam, setiap hari mengalir tidak berhenti. Dengan bantuan angin dan tanah, arus airku ini melayani berbagai kebutuhan manusia. Aku memberikan seluruh tenagaku kepada alam. Dari situlah aku mendapat penghormatan dan sanjungan. Seumur hidupku aku akan mengalir dan terus mengalir dan aku pasti akan selalu diingat manusia sepanjang masa. Dan waktu itu, kamu entah di mana, orang-orang pun pasti akan melupakanmu!"

Dan benar seperti yang dikatakan si sungai, dia terus mengalir sepanjang tahun dan si empang semakin lama makin mengering dan akhirnya dilupakan orang.


Netter yang luar biasa,

Dalam cerita di atas, empang berkias sebagai insan yang puas hanya berdiam diri dengan keberadaannya tanpa berbuat apa-apa. Egois dan hanya memikirkan kepentingannya, dirinya sendiri.


Sedangkan sungai menunjukkan sosok pribadi yang menghargai jati diri, siap melayani, dan membantu orang lain sehingga dapat menikmati kehidupannya dengan selalu bersahaja dan berbahagia.


Insan yang manakah kita?

Salam sukses, luar biasa!!


Penulis : Andrie Wongso
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 2:15:00 PM   0 comments
Thursday, November 04, 2010
Belajar Takut Dari Papa? Atau BELAJAR SUKSES ?
Saya mempunyai seorang murid laki-laki, berusia 11 tahun, sebut saja Arno. Ia pendiam dan selalu berpikiran bahwa apapun yang dilakukannya, orang akan menilai perilakunya itu negatif. Jadi, ia memilih cara aman, yaitu dengan berdiam diri, padahal dari jawaban-jawaban materi tertulis, tampak jelas bahwa ia adalah anak yang cerdas, bahkan sangat cerdas.

Suatu hari, pada saat beraktivitas melompat, ia segan melompat. Pelatih memberinya motivasi agar ia melompat, ia hanya melakukan lompatan yang seadanya.

Sementara terus dimotivasi, tiba-tiba air matanya mengalir. Ia menangis. Tidak terdengar suara tangisannya, namun air matanya saja yang mengalir. Melihat hal tersebut, pelatih memintanya duduk, menenangkan diri dan meneguk segelas air putih. Sedikit masih terlihat ia agak gemetar..

”Saya tahu melompat itu mudah coach, saya bisa melakukannya. Tapi jika sayakecapekan, saya bisa sakit.” Katanya tiba-tiba, sebelum ditanya.

”Aktivitas melompat itu, hanya sebentar saja, apakah menurutmu itu akan membuatmu sakit?” Tanya pelatih lembut.

”Mungkin tidak, coach. Tapi itu memalukan buat saya?” Jawabnya lagi.

”Sebenarnya, Arno takut sakit atau Arno merasa malu?” Tanya pelatih mencoba mengurai benang kusut.

”Arno tidak mau menyusahkan papa.” Katanya...

”Setiap hari, papa bilang, kami sekeluarga harus jaga kesehatan. Kalau sampai sakit, biaya berobat itu mahal, tabungan papa bisa ludes.. Nanti kalau papa tidak punya tabungan lagi, kami akan jatuh miskin, sama seperti papaku dulu miskin, hidup susah dan dihina orang. Kalau kami jatuh miskin, itu akan sangat memalukan keluarga. Jadi, sebaiknya, kami jangan macam-macam.” Jelasnya.. Penjelasan yang sangat jelas untuk seorang anak 11 tahun yang menjadikannya sangat berhati-hati di dalam bertindak.

Sang ayah memang telah berjuang agar keluarganya hidup berkecukupan, namun ia berjuang dengan kemarahan akan kemiskinan sehingga emosi kemarahan itu pun ada di dalam hati anggota keluarganya yang telah menjadi orang-orang yang sangat berhati-hati dan terlalu waspada terhadap hidup ini.

”Arno, papa-mu punya alasan berpikir demikian. Yang bisa dicontoh dari papa-mu yaitu papa-mu berusaha dan berjuang. Coach lihat Arno adalah anak yang sangat cerdas, tapi jika terlalu banyak berdiam diri, maka kecerdasanmu tidak ada gunanya. Seperti papa, Arno juga harus berusaha dan berjuang.” ”Lantas, kalau aku sakit, bagaimana, coach?” Tanyanya.

”Arno akan lebih sering sakit jika berdiam diri dan selalu merasa cemas daripada sakit karena beraktivitas yang positif. Nah! Berdiam diri dapat membuatmu sangat miskin kan?” Jawab pelatih. Tidak sulit meyakinkan anak cerdas itu, beberapa waktu kemudian, ia terlihat lebih gembira menjalani hidupnya dan mulai mendapat teman.. Dan, tingkat kehadirannya pun sempurna, tidak bolong-bolong seperti sebelumnya. Itu berarti, benarlah... Ia hidup lebih sehat karena beraktivitas positif.

- Yacinta Senduk -
Principal of Yemayo-AEC

BELAJAR SUKSES!

Dari uraian diatas dapat kita simpulkan janganlah kita berdiam diri karena berdiam diri itu lebih bersifat negatif dan menyakitkan daripada kita bertindak untuk melakukan sesuatu demi kemajuan kita. Tentunya hasil yang akan diperoleh sangatlah berbeda, tergantung pilihan anda. Dan apabila kita memilih bertindak maka tindakan itu harus positif dengan resiko yang sekecil-kecilnya.

Salam sukses

Ryan - Dodi
Founder BeranieGagal.com
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 3:30:00 PM   0 comments
Tuesday, November 02, 2010
Mereka Nggak Pake Baju...
Alkisah, ada seorang Pengusaha fashion atau pakaian sedang melakukan expansi pasar ke suatu daerah yang agak tertinggal dan di daerah tersebut masih belum menggunakan pakaian seperti biasanya, maka diutuslah seoarang sales, sebut saja Amin namanya.

Sesampaikan di lokasi Amin melihat kondisi daerah tersebut memang penduduknya masih belum menggunakan pakaian sebagaimana biasa alias ngak pake baju. Amin kecewa karena dia berfikir "gimana mau nawarin baju?,lha wong penduduknya aja ngak pada pake baju", akhirnya dia minta dipulangkan saja dan dia bilang bosnya 'ngak mungkin expansi pasar' karena "mereka nggak pake baju".

Karena penasaran dengan kondisi disana maka dikrimlah sales berikutnya, Budi namanya, setelah sampe di sana betapa terkejutnya dan gembiranya Budi, " "yes, disini masyarakatnya belum pake baju, berarti saya bisa expansi disini, bisa mengedukasi masyarakat sini untuk memakai baju dan sebagai pionir", maka dia langsung telpon bosnya dan minta segera dikirimkan baju-baju sebanyak mungkin untuk segera melakukan penjualan atau expansi pasar disana. lalu bos nya tanya " lho kenapa kamu minta dikirimkan segera baju-baju?", Budi menjawab " disini lokasi yang tepat untuk expansi pasar, karena disini "Mereka nggak pake baju...."

Dari kisah diatas, dapat diliat dari masalah yang sama akan menghasilkan keputusan yang berbeda,dari keputusan yang berbeda, maka tindakannya akan berbeda, karena tindakan berbeda maka hasilnya pun akan berdeda, mengapa ini terjadi?, karena perbedaanya hanya dari sudaut pandang aja. sudut pandang pertama atau sudat pandang Amin adalah sudut pandang "Pesimis", sedangkan sudut pandang kedua atau sudut pandang Budi adalah sudut pandang "Optimis",

Masalah yang sama kalau dipandang dari sudut yang berbeda hasilnya kan berbeda pula. Misal:

Sudut 1 " ada duri diantara bunga mawar",
Sudut 2 " ada bunga mawar diantara duri"

Dalam hidup ini pun sama,dalam Rumahtangga,bermasyarakat atau bertetangga, Pekerjaan dan wirausaha selalu ada saja masalah, emang anda fikir anda saja yang punya masalah?, semua orang punya masalah, jangan pernah menghilangkan masalah atau menghidar dari masalah, satu-satunya tempat yg mungkin ngak ada masalah adalah di kuburan alias mati,

Mari ubah sudut pandang anda dan hasilnya pun akan berbeda...


Best Regards,

Sumirat,
081393750385
email: sumirat2001@yahoo.com
http://dikania.blogspot.com
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 12:57:00 PM   0 comments
Monday, November 01, 2010
Patung Dan Lantai Marmer
Di sebuah museum megah, sebuah patung marmer yg sangat indah, diletakkan diatas lantai marmer. Banyak pengunjung yg mengagumi patung cantik itu.

Di malam hari, Si lantai mengajak sang patung berbincang-bincang.

Lantai. : "Hei Patung, dunia ini tidak adil. Mengapa semua pengunjung mengagumi kecantikanmu ? Sangat Tidak Adil !
Patung. : "Temanku, apakah masih ingat bahwa sebenarnya kita berasal dari gua yg sama ?"

Lantai. : "Tepat sekali ! Itu sebabnya aku tambah yakin kalau dunia ini tdk adil. Kita dilahirkan dari gua yg sama namun mendapat perlakuan berbeda. Tidak adil !"

Patung. : "Tapi kau masih ingat ketika si pemahat datang & berusaha membentukmu. Kamu malah menolak usahanya ?"

Lantai. : "Tentu aku masih ingat. Aku sangat benci orang itu ! Aku tidak mengerti mengapa ia ingin membentukku & alat2nya sangat menyakitkan tubuhku".

Patung. : "Tepat sekali ! Si pemahat tidak dapat bekerja denganmu karena kamu berusaha melawannya"

Lantai. : "Memangnya kenapa ?"
Patung. : "Si pemahat melirik aku. Aku yakin hidupku akan berubah dengan sentuhannya. Aku tidak melawan alat2 pahatnya walaupun rasa sakit yg tdk tertahankan harus kulalui".

Lantai. : "Hmm...".

Patung. : "Temanku, selalu ada harga yg harus dibayar jika ingin mencapai sesuatu di dalam hidup ini. Jika kita menyerah terhadap tantangan yg dapat merubah nasib kita, kita tidak logis menyalahkan orang lain atas kemalangan yg dialami".

Hadapi apapun yg terjadi.
Itulah cara menjadikan kita lebih bernilai.....

Sumber: Milis The Profec
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 11:41:00 AM   0 comments

©2006- Beranie Gagal


Inilah Kami


Nama: Ryan - Dodi
Kota: Depok, Jawa Barat, Indonesia
Tentang Kami:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hi Succesor call Us Dodi dan Ryan, Kami Berdua adalah salah satu dari kalian semua yang datang kesini. Kami hanyalah pejuang-pejuang yang mencoba untuk mewujudkan satu persatu cita-cita kami mejadi kenyataan. Sudah lama kami sangat menyenangi artikel-artikel motivasi yang akan dan selalu membuat kami optimis dan bahagia dalam menapaki satu persatu anak-anak tangga yang akan mengantarkan kami ke dalam dunia kesuksesan. Untuk itu kami sangat berharap kebahagian kami ini dapat kami bagi kepada teman-teman semua dengan meramu blog ini menjadi semacam arena rekreasi soul and mind teman-teman semua, sehingga setiap kali teman-teman keluar dari blog ini maka akan ada semangat baru yang mengiringi langkah teman-teman dalam menjalani kehidupan.

Satu kalimat yang selalu kami usung :

"Kesuksesan itu bukan hanya dari banyaknya harta akan tetapi berapa banyak yang telah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan"

Salam sukses dari kami!

Walaikumsalam Wr Wb.

Lihat profil lengkap kami

Online





Sekarang jam berapa ya?

Artikel sebelumnya

Arsip artikel

Cari Artikel @ Beranie Gagal





 Berlangganan Artikel @
 Beranie Gagal

Masukkan email anda di sini, bila ada postingan baru di blog kami otomatis akan ke kirim ke email anda :


E-book Beranie Gagal

Download Beranie Gagal
Versi PDF


Situs Mitra

Shout it out!




Help us to spread the world





Silahkan copy & paste kode banner di dalam box untuk di pasang di website atau blog anda
Terms
  • Boleh mengutip tulisan-tulisan dari blog kami, asal disebutkan sumbernya.
  • Dipersilahkan bagi yang hendak me-link blog kami. Tak perlu minta ijin. Justru kami akan berterima kasih.

Visitor since 18 Desember 2006

Web Counter
Web Counter

Statistics