| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Friday, July 30, 2010
|
|
Waktu Yang Dihabiskan
|
|
Bagaimana anda menghabiskan waktu satu jam terakhir..? Apa yang akan anda kerjakan pada jam berikutnya..? Apakah di akhir hari ini anda dapat melihat kembali segalanya dengan puas – karena telah tercapai SESUATU ? Pencapaian bukan sesuatu yang datang sendiri kepada anda. Pencapaian adalah sesuatu yang anda kerjakan dengan menit, jam dan hari yang anda luangkan. Sekarang adalah waktunya untuk mengerjakan hal itu.
Buah kesuksesan adalah kekaguman, suka cita, dan kebanggaan. Namun usaha untuk menciptakan kesuksesan adalah lebih sering melalui hal yang membosankan. Bosan, karena Anda tidak bisa mengerjakan hal lain. Seorang bintang lapangan yang sukses, telah menghabiskan tak terhitung waktu hanya untuk berlatih. Jam-jam itu dihabiskan di belakang layar, dan mengantar mereka menuju kemenangan dan sukses. Ini berlaku di bidang apapun. Toh, setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama setiap hari. Namun beberapa dari kita menggunakannya lebih efektif ketimbang orang lain. Apa yang akan anda kerjakan dengan jam-jam anda hari ini?
Sumber: Resensi.net
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:20:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, July 29, 2010
|
|
Memaknai Kegagalan
|
|
"Failure is success if we learn from it / Kegagalan adalah kesuksesan jika kita belajar darinya." (Malcolm Forbes)
Kegagalan adalah sebuah situasi di mana kita tak dapat mewujudkan target. Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan, tak peduli berapapun usia, sebesar apapun kekayaan dan ilmunya, bagaimanapun kuatnya, dan lain sebagainya. Namun sesungguhnya kegagalan adalah pilar kesuksesan. Jadi jangan pernah takut gagal, namun belajar dan melakukan langkah-langkah yang lebih baik.
Selama ini kita mungkin memandang kegagalan sebagai fenomena yang buruk, sehingga kita ragu-ragu atau mundur karena takut mencoba meraih target yang lebih besar. Semua itu dikarenakan kita masih memiliki pemahaman yang rendah dalam menilai kegagalan.
Kini saatnya kita harus mengetahui bagaimana menghadapi kegagalan, sebab sikap kita dalam menghadapinya akan sangat menentukan tingkat kesuksesan. Orang-orang yang sukses dan berprestasi di dunia pernah gagal mungkin puluhan kali lebih sering dibandingkan kita. Mereka berhasil karena terus belajar dan mampu selalu bangkit dari kegagalan. Sehingga kegagalan itu membuat mereka lebih berpengalaman. Pengalaman itu membuat mereka mendapatkan kebijaksanaan, ilmu, karakter sekaligus kekuatan.
Menyikapi Kegagalan
Kegagalan memang menjadi bagian hidup kita yang pahit, tetapi bukan berarti menutup segala kemungkinan keadaan menjadi lebih baik di kemudian hari nanti. Pahamilah bahwa kegagalan hanyalah saat kita belum sukses. Oleh sebab itu segera bangun rasa percaya diri dan keberanian lagi untuk mencoba hal baru atau segera keluar dari zona nyaman. Kemudian mulailah berusaha mencoba mencapai target-target kecil dulu. Jika ada kemajuan, barulah target dapat dikembangkan.
Jangan menganggap kegagalan itu sesuatu yang memalukan, namun jadikan semangat untuk mencoba sekali lagi walau hasilnya pun belum pasti. Jika kita terus mencoba, maka suatu saat kita akan menemukan cara terbaik dan tepat untuk mencapai target.
Pasti Anda pernah mendengar tentang perjuangan Thomas Alfa Edison sebelum menemukan bola lampu pijar. Ia mencoba ribuan cara agar tercipta hasil yang sempurna, tetapi ia selalu gagal. Namun kegagalan ribuan kali membuatnya menemukan 1 cara untuk menciptakan karya yang luar biasa dan hasilnya sekarang kita nikmati kehidupan malam yang terang benderang.
Gagal juga bukan berarti Anda tidak cakap, namun pertanda Anda memiliki keyakinan yang kuat. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa proses menuju sukses memakan waktu, tenaga, pikiran, modal, pengorbanan dan lain sebagainya. Pada awal usaha berdagang misalnya, mungkin kita tidak mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Tetapi jika Anda yakin pada target, lalu terus mencoba mempromosikan sambil memperbaiki kualitas produk dan pelayanan, tentu suatu saat Anda mencapai target yang Anda inginkan.
Salah Tafsir
Kegagalan begitu sering disalah tafsirkan bahwa kita sudah kehilangan segalanya dan tidak lagi memiliki sesuatu yang cukup berharga. Padahal dari proses jatuh bangun karena menghadapi kegagalan itu sebenarnya kita mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman penting.
Bukankah untuk meraih keberhasilan itu kita memerlukan ilmu dan pengalaman? Semakin banyak pengalaman gagal, seharusnya semakin tinggi pula kemampuan dan kepintaran kita mengelola sumberdaya yang ada di dalam diri kita maupun di dalam lingkungan untuk mencapai target dan keseimbangan hidup.
Kegagalan adalah pelajaran agar kita lebih bersyukur atas kehidupan yang kita miliki hari ini. Sebab kita tak akan pernah dapat mengubah masa lalu, juga tak akan dapat menentukan masa depan secara pasti. Jika kegagalan masih dapat membuat kita bersyukur masih mempunyai ‘hari ini', maka kita akan memiliki kekuatan luar biasa untuk memulai langkah baru dengan penuh semangat.
Berpuluh tahun saya mengarungi hidup dan menggenggam dunia yang saya miliki sekarang ini membuat saya berkesimpulan bahwa mundur ke belakang karena takut gagal itulah kegagalan yang sesungguhnya. Jika kita terus mencoba dan tidak takut gagal, maka kegagalan itu justru akan menjadi pupuk yang menjadikan tanah lebih subur untuk menyemai benik modal dan usaha. Sehingga memungkinkan kita memanen keberhasilan dengan kualitas lebih baik dan seimbang komposisinya dalam segala aspek kehidupan.
Jadi berusahalah selalu memaknai kegagalan sebagai sesuatu yang positif dan penting. Sebab dengan begitu Anda akan mampu mencapai target lebih tinggi justru karena kegagalan-kegagalan yang sudah Anda ciptakan.
______________
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku bestseller. Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 1:33:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, July 27, 2010
|
|
Namanya Robert Kearn, Dipanggil Bob Si Penemu
|
Ya, namanya Robert Kearns, di lingkungannya dia biasa dipanggil Bob. Kisahnya diangkat dari kisah nyata, yang dituturkan kolumnis NEW YORKER, John Seabrook serta tahun 2008 di angkat ke Layar Lebar -dengan titel yang sama dengan judul artikel itu : Flash of Genius - disutradai oleh Marc Abraham.
Hingga suatu kejadian pada tahun 1953, Bob yang ahli fisika dan elektronika, hampir saja buta karena tutup sampanye yang dibukanya melompat dan hampir mengenai mata kanannya. Dan Bob bersyukur, Tuhan menciptakan "mekanisme" mata : bisa berkedip. Hingga suatu ketika, ketika dia berkendara dengan Ford Galaxy-nya saat hujan turun ringan, dia berfikir : alangkah enaknya bila wiper (karet pengahpus kaca) bisa berkedip sesuai keinginan kita (intermitent), seperti kedip mata kita.
Dari sinilah semua kisah berawal. Dengan kepandaiannya, diciptakanlah sebuah sirkuit yang memungkinkan wiper bisa berkedip secara intermitent, tidak konstan seperti umumnya wiper pada jaman itu. Dibantu rekannya, Gil Previck-pemilik Previck Motor Industries, dipatenkannya penemuan itu : dan ditawarkannya ke mogul otomotif pada jaman itu : FORD Motor Co.
Ford, lewat eksekutifnya Macklyn Tyler, menyetujuikerjasama tawaran itu, meminta Bob mengirim sampel dan perkiraan biaya dan harga. Setelah berjabat tangan, lalu tak ada kabar hingga tiga bulan kemudian, saat Bob secara tak sengaja menemukan bahwa penemuannya dipasang dan dijadikan nilai jual untuk Ford Mustang baru dirilis saat itu.
Bob berang dan meradang. Ford ingkar janji.
Tapi kisah penemu dan dibohongi industri bukan kisah sekali ini saja. Bob belajar dan mencerna. Dia tetap meradang, dan setelah sekian lama perjuangan : pengacara yang ditunjukknya bernegosiasi, memberikan kabar Ford menawarkan "damai" dengan membayar 250ribu US Dollar, tapi tak mau meminta maaf atau mengakui bahwa "intermittent wiper" adalah penemuan Bob.
Bob makin meradang, dan pengacaranya patah arang : hingga mengundurkan diri.
Bertahun-tahun, setelah sempat berobat ke sebuah Rumah Sakit Jiwa di Maryland, hidup dari tunjangan negara, berada dalam cibiran banyak orang, ditinggalkan istri yang selalu mendampingi : Bob tetap berjuang. "Ini bukan sekedar masalah uang", demikian katanya.
Hingga bertahun-tahun tanpa kepastian, Bob tetap berjuang melanjutkan persoalan ini ke Pengadilan. Pihak Ford, dalam proses di luar pengadilan, menawarkan hingga 30 juta US Dollar : asal Bob mau tutup mulut dan tak melanjutkan kasusnya. Tapi, Bob, yang didukung anak-anaknya tetap maju, dan tak mau menerima tawaran itu. Ini bukan masalah uang.
Akhirnya, setelah perjuangan yang panjang dan menyakitkan, Bob yang tak didampingi pengacara, melawan raksasa otomotif FORD dengan segala kekuatannya : Bob memenangkannya. FORD harus membayar 10 juta dollar, dan belakangan Chrysler Motor Co juga membayar 18,7 juta dollar : atas pemakaian paten milik Bob secara illegal.
Bob memenangkan peperangan dengan idealisme dan konsistensinya.
Berkacalah dari Bob. Berapa gelintir dari kita yang hidup dipenuhi dengan idealisme dan konsistensi ? Iming-iming uang dan jabatan seringkali jadi peluntur utama. Perjuangan kita tak pernah sungguh-sungguh akan bermakna kemenangannya karena tak ada idealisme dan konsistensi.
Banyak dari kita pergi bekerja hanya karena kita takut pada aturan kantor, atau bahkan takut pada bos yang sering duduk di seberang meja kita. Kita takut ketika diancam tak naik jabatan, tak naik gaji atau dikeluarkan. Kita hanya jadi "kerbau penurut" yang bergerak ke kiri atau ke kanan karena atasan kita yang menyuruhnya.
Kita lupa, bahwa Tuhan mendukung idealisme dan konsistensi kita. Bob sudah jadi contohnya.
Maka, mulai hari ini : temukan lagi idealisme dan konsistensi kita. Percayalah bahwa rejeki tak datang secara cuma-cuma, atau datang karena perintah bos kita. Rejeki datang karena kita sendiri yang memperjuangkannya. Hidup ini bukan sekedar uang -mengutip kata Bob- dan saya percaya.
Semoga anda juga percaya.
Basri Adhi www.misterblek.co.cc basriadhi@cbn.net.id Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:05:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, July 26, 2010
|
|
Mengapa Orang Pintar Bisa Gagal?
|
Alangkah besar apa yang bisa diajarkan oleh kegagalan hidup tentang diri kita! Mereka yang memetik pelajaran dari kesalahannya bisa kembali dengan keadaan yang lebih kuat daripada sebelumnya.
Anda mungkin pernah gagal dalam karier anda. Satu-satunya cara untuk menghindari kegagalan adalah tidak pernah berusaha mengejar sukses; tetap tinggal di tempat anda sekarang. Sebenarnya anda bisa memetik pelajaran dari kegagalan, memikirkan apa yang tidak beres dan memperbaikinya. Anda mempunyai kekuatan untuk berubah. Bahkan seorang yang sukses seperti Samuel Beckett, penulis lakon sandiwara paling terkemuka di abad kedua puluh ini, pernah menulis bahwa dia merasa tidak asing lagi dengan kegagalan, “setelah bernafas dalam-dalam dengan udaranya yang menggairahkan hidup.”
Penelitian cermat terhadap kekalahan sangat penting. Anda harus menghadapi kegagalan untuk menghindari kemungkinan mengulanginya. Berdasarkan wawancara dengan hampir 200 orang yang telah berhasil mengatasi kegagalan karier yang besar, berikut ada enam alasan paling umum untuk kegagalan. Siapa pun anda, mungkin anda menemukan diri anda dalam daftar ini.
1–Kurangnya Ketrampilan Sosial.
Kebanyakan orang yang kurang memiliki ketrampilan sosial beralasan bahwa “politik kantor”-lah penyebab kegagalan mereka. Namun, politik kantor tak lebih dari interaksi normal antara para karyawan. Bila anda mendapat kesulitan dengan “politik kantor”, mungkin anda benar-benar mempunyai kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain. Kebanyakan karier melibatkan orang lain. Seberapa pun hebatnya intelegensi akademis anda, tetaplah anda perlu memiliki intelegensi sosial, (misal, kemampuan mendengarkan, peka terhadap perasaan orang lain, memberi dan menerima kritik dengan baik). Orang yang memiliki intelegensi sosial tinggi mengakui kesalahan mereka, berjalan terus dan tahu bagaimana membina dukungan tim. Intelegensi sosial adalah ketrampilan yang bisa diperoleh dengan banyak berlatih.
2–Tidak Cocok.
Mungkin anda sama sekali tidak gagal, hanya menderita suatu kasus ketidakcocokan. Sukses memerlukan kecocokan antara kemampuan, kepentingan, kepribadian, daya dan nilai-nilai dalam pekerjaan anda. Bila anda merasa tidak cocok, maka jangan ragu untuk meninjau perilaku pekerjaan dan menyesuaikan atau mengubah pekerjaannya. Bagi beberapa orang, pokok persoalannya adalah seberapa besar resiko yang berani diambil.
3–Tidak Adanya Komitmen.
Sesuatu yang dilakukan setengah-setengah meningkatkan kemungkinan gagal. Khayalan ketakutan akan kegagalan yang menimpa orang yang tidak punya komitmen dapat menyebabkan ia menghindari kegagalan dengan tidak melibatkan diri secara emosional. Selain itu, kurangnya penghargaan pada diri sendiri merupakan penyebab dasar kegagalan. Untuk bisa ambil bagian dalam sukses, anda harus yakin bahwa anda bisa melakukannya.
4–Fokus yang Terlalu Tersebar.
Beberapa orang melakukan terlalu banyak kegiatan sehingga akhirnya tidak melakukan satu pun secara baik. Fokuskan kembali diri anda pada apa yang paling baik dilakukan. Sadarilah keterbatasan anda, tetapkan prioritas, dan susun organisasi usaha anda, merupakan hal-hal pokok untuk mencapai suskes.
5–Rintangan Tersembunyi
Kadang-kadang banyak rintangan tersembunyi yang sulit diperangi. Misal, umur, diskriminasi jenis kelamin dan ras. Anda harus meninjau kembali, berdasarkan analisa yang benar mengenai situasi, untuk merebut kembali kontrol atas kehidupan dan masa depan anda.
6–Kemalangan.
Kadang-kadang suatu peristiwa terjadi dan anda tidak bisa menghindarinya. Apa yang dapat anda lakukan? Pertama, jangan menyalahkan diri sendiri kalau peristiwa itu terjadi. Kedua, ingat bahwa anda selalu memiliki pilihan, walaupun pilihan itu tidak terlihat jelas.
Kesempatan datang silih berganti, dan arah yang anda tetapkan mungkin bisa berubah lagi. Tetapi kalau anda bisa berpikir jernih mengenai kegagalan, kalau anda meyadari bahwa anda adalah seorang yang selalu punya pilihan, maka anda akan bisa mengatasi sebuah pelajaran yang berharga.
Mengapa orang yang pintar pun bisa gagal? Mereka bisa saja gagal karena banyak alasan. Tetapi kegagalan bukanlah yang menjadi pokok persoalan. Orang yang paling baik pun bisa mengalami kegagalan. Yang penting adalah bagaimaan kita memetik pelajaran dari kegagalan kita. Apa ciri khas yang menonjol dari orang yang benar-benar pintar? Mereka memetik pelajaran.
Diadaptasi dari “Mengapa Orang Pintar Bisa Gagal”, Carole Hyatt dan Linda Gottlieb Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:40:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, July 23, 2010
|
|
Tokoh Inspiratif Tak Pernah Menyerah (2)
|
|
Mempunyai impian besar atau cita-cita yang tinggi adalah bagian yang paling mudah. Karena bagian yang tersulit adalah, harus terus berjuang dari hari ke-hari sambil terus menjaga agar impian tersebut tetap hidup. Jadi, apakah Anda pernah memiliki sebuah impian besar-tetapi karena sesuatu dan lain hal-sekarang impian itu Anda tinggalkan? Atau, apakah pada saat ini Anda bahkan sudah sangat ingin sekali menyerah? Nah, sebelum membuat keputusan yang akan membuat diri Anda menyesal seumur hidup - tundalah beberapa menit keputusan itu - untuk menyimak kisah beberapa pribadi yang kokoh, pantang menyerah, bermental baja, dan terus berusaha bangkit untuk "berkelahi," sampai menang atau meraih impian yang didambakan. Kami menyebutnya, fakta dan kisah besar yang sangat inspiratif, yang menyiratkan pesan sangat kuat: Never, never, never give up! Jangan pernah menyerah, percayalah pada diri sendiri! Semoga dapat memberikan dorongan semangat, ketika impian Anda tampak di luar jangkauan. 1. Elvis Presley (1935-1977) - Bertahan dengan Rock and Roll Pada saat memulai kariernya Elvis Presley ikut manggung di The Grand Ole Opry, pentas mingguan musik di Nashville, Tennessee, AS. Namun penampilannya dianggap tak menarik. Manajer Grand Ole malah menghardiknya dengan kata-kata kasar, "Kamu tak akan ke mana-mana (tak akan pernah berkembang sebagai penyanyi-Red). Lebih baik kembali jadi sopir truk!" Penolakan juga datang dari kelompok yang menganggap gayanya manggung terlalu vulgar. Namun Elvis jalan terus sampai akhirnya ia menjadi legenda musik rock and roll. 2. The Beatles (1960-1970) - Tiap Hari Manggung untuk Berlatih Grup legendaris asal Liverpool, Inggris ini pernah ditolak Decca Recording Company. Perusahaan itu menyebut The Beatles tak menarik hanya karena terdiri dari gitar dan drum! Namun grup ini tak menyerah. Mereka terus manggung sambil melatih kekompakannya. Tiada hari tanpa manggung di klub-klub, sampai akhirnya mereka terkenal! 3. Jack Canfield (65 tahun) dan Mark Victor Hansen (62 tahun) - Chicken Soup for the Soul Dua motivator ini bekerja sama membuat sebuah buku yang memuat cerita-cerita pendek motivasi. Suatu ketika Jack ingat neneknya pernah bilang bahwa sup ayam (chicken soup) itu bisa menyembuhkan apapun. Tiba-tiba saja ia punya ide (dan disetujui Mark), bagaimana jika buku itu juga seperti sup ayam. Bedanya sup ini untuk penyembuhan jiwa (soul). Maka jadilah buku "Chicken Soup for the Soul". Jack Canfield (kiri) dan Mark Victor Hansen Sayangnya, ketika diajukan ke penerbit, tak satu pun yang bersedia menerbitkannya. Jack dan Mark tak mau mengalah! Mereka mencari penerbit lain meski terus ditolak. Sampai-sampai jumlah penerbit yang menolaknya mencapai 130-an penerbit. Untunglah penerbit Health Communications Inc mau menerbitkannya. Sekarang, Chicken Soup for The Soul merupakan salah satu buku serial terlaris di dunia dengan penjualan mencapai 120 juta kopi. Total penjualannya (bukudan merchandise) mencapai 1,3 miliar dolar ASatau hampir Rp 13 triliun! 4. JK Rowling (44 tahun) - Novelnya Terjual Ratusan Juta Kopi Mungkin agar naskah novel bisa jadi buku best seller, harus ditolak dulu oleh belasan penerbit. Ada banyak yang mengalami ini, termasuk JK Rowling sang penulis serial Harry Potter. Karyanya dianggap terlalu mengkhayal dan membumi. Itulah yang membuat delapan penerbit yang ia lamar menolaknya. Namun Rowling terus saja menulis dan berusaha mencari penerbit. Sampai akhirnya sebuah penerbit bersedia menerbitkannya. Sekarang novel Harry Potter termasuk legenda. Enam seri pertamanya saja terjual 325 juta kopi! 5. Lionel Messi(23 tahun) - Terlalu Rapuh Saat Kecil Bakat sepak bolanya luar biasa! Namun bakat itu terancam ketika orang tuanya menemukan kalau Messi memiliki penyakit yang membuat tulang dan ototnya lemah sehingga tumbuhnya pendek. Untuk mengobatinya harus dilakukan terapi yang mahal di mana keluarganya tidak mampu. Namun Messi tetap saja bermain bola karena ia menyukainya. Suatu ketika pencari bakat klub sepak bola asal Spanyol (Barcelona FC) menemukannya dan mengontraknya sebagai pemain remaja, untuk sekaligus mendapat pengobatan dan terapi meninggikan badan. Akhirnya jadilah ia pemain Barca. Kini hampir semua orang tahu siapa Lionel Messi!! Dia adalah pemain sepak bola terbaik dunia pilihan FIFA 2009.
Penulis : Tim AndrieWongso.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:01:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, July 22, 2010
|
|
Kenapa orang yang Idiot kaya, saya tidak?
|
“Orang pintar membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit, orang idiot membuat sesuatu yang rumit menjadi sederhana.”
Gitu aja kok repot!
Kalimat ini sering terlontar oleh salah satu mantan presiden kita. Awalnya saya mengira kalimat ini tidak memiliki makna apa pun. Tapi coba simak dulu cerita berikut ini:
Sebuah perusahaan sabun ternama sedang melakukan rapat evaluasi tahunan. Dalam rapat ini, semua karyawan baik dari jabatan tertinggi sampai seorang satpam boleh mengajukan ide dalam rapat ini. Kasus yang diangkat dalam rapat kali ini adalah mengenai komplain yang dilakukan oleh kebanyakan konsumen. Salah satu masalah yang seriang dialami konsumen adalah sering didapati kotak sabun yang tidak ada isinya atau kosong. Banyak konsumen yang merasa tertipu saat membeli sabun dalam jumlah banyak. Dari 10 kotak sabun, paling tidak ada 1 kotak sabun yang ternyata kosong. Kesalahan ini merupakan kesalahan yang tidak dapat dihindari, terutama karena mesin produksi sabun yang sudah kuno.
Rapat segera dimulai. Pemimpin perusahaan sabun tersebut melemparkan masalah ini ke dalam rapat dan meminta masukan dari setiap karyawan. Siapa saja yang dapat memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini akan mendapatkan kenaikan gaji sampai 3 kali lipat. Anda pun boleh ikut berpikir dan memberikan solusi. Seorang supervisor mengacungkan tangannya dan berkata, “Saya punya solusinya! Kita harus membeli mesin baru dari Jepang seharga Rp 10 milyar!” Melihat harga mesin yang begitu mahal, seorang manajer segera mengacungkan tangan dan berkata, “Saya punya solusi yang lebih baik! Kita bisa membeli mesin baru yang lebih murah dari Jerman seharga Rp 1 milyar!” Melihat harga yang begitu mahal, seorang direktur juga mengacungkan tangannya dan berkata, “Bagaimana kalau kita beli mesin bajakan dari China saja seharga Rp 100juta!” Melihat harga yang sangat murah, sang pemimpin perusahaan menyetujui solusi untuk membeli mesin dari China.
Tidak lama setelah keputusan rapat diambil, seorang office boy memberanikan diri untuk mengacungkan tangannya. “Saya punya solusi yang lebih baik! Bagaimana kalau kita membeli mesin dari Indonesia seharga Rp 250rb!” teriak Office Boy dengan lantang. Mendengar pernyataan konyol dari Office Boy ini, seluruh peserta rapat seketika tertawa terbahak-bahak. Namun pemimpin perusahaan mencoba untuk memberinya kesempatan dengan memberikan sejumlah uang tunai sebesar Rp 250rb.
Dua jam kemudian sang Office Boy kembali dengan membawa mesin yang ia beli dengan harga Rp 200rb (lebih murah Rp50rb dari yang dijanjikan). Dengan langkah mantap ia segera memasang mesin yang ia beli di depan kumpulan kotak sabun. Hasilnya luar biasa! Dengan mesin baru ini, semua kotak dipastikan terisi oleh sabun. Seluruh peserta rapat tercengang ketika melihat mesin yang dibeli oleh Office Boy ini adalah KIPAS ANGIN. Dengan kipas angin ini, semua kotak sabun yang kosong akan terbang ditiup angin dan menyisakan kotak sabun yang sudah terisi. Dengan alat sederhana ini, tidak ada lagi komplain mengenai kotak sabun yang kosong. Dengan hasil ini, Office Boy dengan lantang dan percaya diri berkata, “Gitu aja kok repot!”
“Orang pintar membuat sesuatu yang sederhana menjadi rumit, orang idiot membuat sesuatu yang rumit menjadi sederhana.” Terkadang kepintaran yang kita miliki membuat kita berpikir terlalu kompleks. Kesederhanaan dalam berpikir sering kali membuat orang idiot lebih sering menangkap peluang dibanding dengan orang pintar. Saya tidak mengajak Anda untuk menjadi orang idiot, saya ingin mengajak Anda untuk memiliki sebuah kebiasaan baru. Apa pun masalah yang akan Anda hadapi di masa yang akan datang, berpikirlah sederhana dan katakan dengan lantang, “Gitu aja kok repot!”
Profesor dan nelayan
Suatu minggu, seorang profesor pergi untuk melakukan penelitian di sebuah pedalaman. Sulitnya medan perjalanan memaksa profesor ini untuk menempuh jalur lain yaitu sebuah sungai. Tanpa berpikir panjang sang profesor segera mencari seorang nelayan untuk menyeberangi sungai tersebut.
Selama perjalanan di atas kapal sang profesor bertanya kepada sang nelayan, “Apakah Bapak pernah belajar biologi?” Dengan polos sang nelayan menjawab, “Apa itu biologi? Makanan ikan ya?” Dengan nada menggurui sang profesor menjawab, “Masak Anda tidak tahu apa itu biologi? Itu artinya Anda sudah kehilangan 20 persen dari bagian hidup Anda!” Beberapa menit kemudian sang profesor kembali bertanya, “Apakah Bapak tahu apa itu fisika?” Dengan nada minder sang nelayan menjawab, “Yang pasti bukan makanan ikan kan?” Dengan nada yang meremehkan sang profesor menjawab, “Ck ck ck…, Anda sama saja sudah kehilangan 50 persen dari bagian hidup Anda!” Selang beberapa waktu sang professor kembali bertanya, “Kalau Anda tidak tahu apa itu biologi dan fisika, tentu Anda tahu tentang geografi, bukan?” Sang nelayan menjawab, “Saya memang idiot, saya pun tidak tahu apa itu geografi.” Dengan tertawa terbahak-bahak sang professor berkata, “Anda betul-betul kehilangan 80 persen dari bagian hidup Anda!”
Sesaat sebelum sang professor memberikan pertanyaan keempat, arus sungai mendadak berubah menjadi deras. Derasnya arus membuat kapal bergoyang dengan sangat keras. Sang professor tidak dapat menguasai keseimbangan dan terjatuh ke dalam sungai. Dengan panic sang professor berteriak, “LONTONG! Eh TOLOOONNGG!” Dalam keadaan panic sang nelayan bertanya, “Anda tidak bisa berenang?” Dalam keadaan timbul tenggelam sang professor menjawab, “Saya tidak bisa berenang!!” Dengan berani nelayan menjawab, “Kalau begitu Anda sudah kehilangan 100 persen dari bagian hidup Anda!”
Cerita ini mungkin hanyalah cerita fiksi belaka, namun inilah yang sering kali terjadi dalam kehidupan nyata. Seorang yang sangat pintar belum tentu bisa menggunakan pengetahuannya untuk bertahan hidup. Pengetahuan adalah kekuatan sampai Anda menggunakannya.
“KNOWLEDGE IS NOTHING, APPLYING WHAT YOU KNOW IS EVERYTHING.”
Reuni SMA
Juara 1 lomba lari marathon, mendapatkan nilai 9 pada mata pelajaran Olahraga, mendapatkan nilai 8 pada mata pelajaran Agama, itulah “sebagian” dari prestasi saya. Orang-orang kagum melihat “sebagian” dari prestasi yang saya miliki. Tapi itu hanya sebagian, sisanya? Nilai 4 untuk mata pelajaran Matematika, nilai 4 untuk mata pelajaran Kimia, nilai 5 untuk mata pelajaran Sejarah, dan nilai 5 untuk mata pelajaran Komputer. Bagi anda yang memiliki nasib yang serupa dengan saya, tenang saja karena ini barulah permulaan!
Saya tidak sendirian dalam persaingan memperebutkan nilai terburuk di sekolah, ada sekitar 5 teman yang tidak kalah idiotnya dibanding saya. Mereka lebih senang bermain dibandingkan belajar. Suatu ketika seorang guru Fisika memarahi salah satu teman idiot saya dan berkata, “Kalau otak dan kepalamu bisa dibuka, pasti isinya kosong!” Saya dan teman idiot saya tidak akan pernah bisa melupakan kata-kata itu.
Seiring berjalannya waktu, kamipun beranjak dewasa dan memiliki kesibukan masing-masing. Setelah cukup lama tidak bertemu dengan teman-teman SMA, kami dipertemukan kembali dalam sebuah reuni. Dari reuni inilah saya melihat sebuah kenyataan yang sangat ironis. Teman-teman idiot saya telah berubah menjadi orang yang sangat sukses. Mereka memiliki bisnis sendiri dan penghasilan yang besar. Teman idiot saya juga telah membeli sebuah rumah dan mobil pribadi di usia 20 tahun. Sebaliknya beberapa teman saya yang terbilang cukup pintar dan berprestasi, mereka lebih memilih rasa aman dan menggantungkan masa depan mereka sebagai karyawan. Mereka tidak lebih sukses dibanding dengan teman idiot saya. Mungkin Anda bertanya “Kenapa orang yang idiot kaya, sementara saya tidak?” Teruslah membaca!
5 Perbedaan orang pintar dan orang idiot
1. Orang pintar menyukai kepastian, orang idiot menyukai ketidakpastian.
2. Orang pintar terlalu serius, orang idiot suka bersenang-senang.
3. Orang pintar tahu, orang idiot tidak tahu.
4. Orang pintar senang menjadi pengamat sejarah, orang idiot senang menjadi pelaku sejarah.
5. Orang pintar cepat tersinggung dan tidak mengakui kesalahan, orang idiot pemaaf dan mengakui kesalahan.
Orang pintar menyukai kepastian, orang idiot menyukai ketidakpastian
Sebagian besar orang-orang terkaya di dunia tidak menyelesaikan bangku kuliahnya. Mereka adalah orang-orang idiot yang mempekerjakan orang-orang pintar. Murid dengan nilai A akan bekerja untuk murid dengan nilai B, murid dengan nilai C akan mengelola bisnis, dan murid dengan nilai D akan memiliki gedung dengan nama mereka sendiri. Murid dengan nilai A menyukai kepastian, sementara murid dengan nilai D menyukai ketidakpastian.
Kepastian terkait dengan rasa aman. Orang pintar belajar dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan kepastian. Dengan nilai yang tinggi, mereka merasa lebih pasti dalam melangkah ke masa depan. Mereka lebih senang menjadi karyawan dan mendapatkan kepastian penghasilan berupa gaji tetap. Mereka senang membeli asuransi untuk mendapatkan kepastian, mereka senang menabung untuk mendapatkan kepastian, dan mereka senang membuat rencana untuk mendapatkan kepastian. Orang pintar tidak menyukai bisnis, karena segala sesuatunya penuh dengan ketidakpastian.
“Segala sesuatu yang pasti, hasilnya pasti kecil, tetapi segala sesuatu yang tidak pasti, hasilnya tidak pasti besar.”
Berbeda dengan orang pintar, orang idiot suka dengan ketidakpastian. Mereka membenci rutinitas dan sangat menyukai tantangan baru. Mereka senang dan bersemangat dalam mengambil risiko. Tidak semua risiko yang mereka ambil berujung pada kesuksesan, mereka juga sering menemui kegagalan. Namun mereka menikmati kegagalan sebagai proses pembelajaran. Mereka lebih senang membangun bisnis mereka sendiri. Fakta mengatakan bahwa 70% orang terkaya di dunia adalah pengusaha yang membangun bisnis mereka sendiri. Inilah yang menyebabkan kenapa orang yang idiot kaya, sementara orang yang pintar masih bekerja dan menjadikan atasannya kaya raya.
Orang pintar terlalu serius, orang idiot suka bersenang-senang
Orang pintar selalu berpikir bahwa bekerja keras adalah syarat mutlak untuk mencapai kekayaan financial. Mereka termasuk golongan 7P. Anda masih ingat golongan 7P? Mereka Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan. Mereka terlalu serius dan jarang bersenang-senang.
Berbeda dengan orang pintar, orang idiot percaya bahwa kreativitas adalah syarat mutlak untuk mencapai kekayaan financial. Kreativitas tidak muncul pada saat kita sedang tegang dan serius, kreativitas muncul pada saat kita sedang bersantai dan bersenang-senang. Cari waktu luang, matikan semua telepon, pergilah ke tempat favorit Anda, ajak teman-teman terbaik Anda, dan bersenang-senanglah!
Orang pintar tahu, orang idiot tidak tahu
Kenapa idiot kaya dan saya tidak? Karena orang pintar tahu cara menghitung, tahu cara mengukur, dan tahu cara memprediksi segala sesuatu. Karena mereka tahu cara menghitung, mengukur, dan memprediksi, maka mereka tahu bahwa yang akan mereka kerjakan sangat berisiko. Karena mereka tahu apa yang akan mereka kerjakan sangat berisiko, mereka memilih untuk tidak mengambil risiko tersebut.
Sebaliknya, karena orang idiot tidak tahu cara menghitung, mengukur, dan memprediksi, maka mereka tidak tahu bahwa yang akan mereka kerjakan sangat berisiko. Karena mereka tidak tahu apa yang akan mereka kerjakan sangat berisiko, mereka segera mengambil tindakan dan berhasil.
Orang pintar senang menjadi pengamat sejarah, orang idiot senang menjadi pelaku sejarah
Suatu hari saya sedang menonton pertandingan sepak bola bersama dengan teman-teman saya. Pertandingan berlangsung sangat sengit, dan yang sengit bukan hanya pertandingannya melainkan adu mulut yang terjadi antara pendukung kesebelasan.
Ada satu kejadian yang sedikit menggelitik hati saya. Pada detik-detik terakhir pertandingan, seorang pemain bernama David Beckham mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol melalui tendangan pinalti. Namun ternyata David Beckham tidak memanfaatkan peluang emas tersebut dan gagal mencetak gol. Pada saat itu juga, kata-kata hinaan mulai terlontar dari mulut teman-teman saya, “Goblok! Cuma menang tampang doang! Idiot! Nenek-nenek bisa lebih baik dari itu!”
Kenapa kejadian tersebut cukup menggelitik saya? Coba Anda perhatikan dengan lebih jeli, walaupun David Beckham gagal mencetak gol dan mendapatkan banyak cercaan, David Beckham tetaplah pemain sepak bola terkenal dengan bayaran yang sangat tinggi. Cercaan orang-orang tidak membuatnya berhenti di gaji, sebaliknya orang-orang yang mencerca tidak mendapatkan apa pun selain tenggorokan yang kering akibat berteriak. Bagaimanapun juga, menjadi pemain jauh lebih menguntungkan daripada menjadi penonton. Menjadi pelaku sejarah jauh lebih menyenangkan dibanding menjadi pengamat sejarah.
Saat saya memberikan talkshow di salah satu radio di Jakarta dengan tema “Kiamat Finansial Dunia Tahun 2012”. Saya mendapatkan banyak kritik dan cercaan pedas dari para pendengar. Dan saya yakin mereka yang mengkritik saya dengan pedas adalah orang-orang yang sangat pintar. Mereka adalah orang-orang yang senang menjadi pengamat, bukan pelaku. Walaupun saya mendapatkan banyak sekali kritikan dalam talkshow tersebut, seminar “Kiamat Finansial Dunia tahun 2012” berlangsung dengan sangat sukses dan dihadiri lebih dari 500 orang. Lalu bagaimana dengan orang yang mengkritik saya dulu? Mereka tetap duduk di pinggir sana, mengamati, dan siap untuk memberikan kritik-kritik pedas berikutnya. Apa pilihan Anda, pengamat atau pelaku? Pengkritik atau yang dikritik?
Orang pintar cepat tersinggung dan tidak mengakui kesalahan, orang idiot pemaaf dan mengakui kesalahan
Saya percaya bahwa kata-kata saya dalam bab ini sedikit keras dan mungkin menyinggung perasaan Anda (terutama bagi Anda yang merupakan golongan pintar). Itu semua saya lakukan dengan satu tujuan agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Saya meyakini teguran keras yang membangun lebih baik dibanding dengan bujukan lembut yang menjatuhkan. Apabila ada perkataan saya yang tidak berkenan, dari lubuk hati yang paling dalam saya minta maaf.
Mohon tidak menggeneralisasikan dan mengambil mentah-mentah apa yang saya sampaikan pada bab ini. Beberapa kalimat yang saya tulis merupakan bentuk kalimat kiasan untuk mendukung bab ini. Ingat tidak semua orang pintar miskin dan tidak semua orang idiot kaya.
Dari buku UNLIMITED WEALTH by BONG CHANDRA Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 2:56:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, July 21, 2010
|
|
Beranie Gagal Juni 2010 Versi PDF Sudah Ada
|
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal Juni 2010 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2010. Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses!
Ryan Founder & Moderator Beranie Gagal Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 1:08:00 AM
  |
|
|
|
|
|
Cara Menjadi Kaya
|
|
Pertanyaan pertama : siapa yang MAU menjadi kaya ? Semua orang pasti akan angkat tangan.
Pertanyaan kedua : siapa yang BERUSAHA untuk menjadi kaya ? Hanya sebagian saja yang angkat tangan
Pertanyaan ketiga : Siapa yang SUDAH kaya ? Jumlah yang angkat tangan lebih sedikit lagi.
Apa yang salah disini ?
Pada pertanyaan pertama, orang hanya ditawari saja suatu keadaan. Tidak sulit, karena mereka tinggal bilang mau atau tidak. Pada pertanyaan kedua, sudah menjurus ke tindakan yang akan anda lakukan untuk mencapai pertanyaan pertama tersebut. Disini orang yang menjawab positif tidak sebanyak di pertanyaan pertama. Bermacam-macam penyebabnya. Mengapa ? Orang mau kaya secara cepat, kalau bisa secara instan tanpa perlu bekerja keras.
Alasan kedua, mereka mau bekerja keras, tapi `not in the right track' sehingga kerja keras mereka tidak membuahkan hasil sesuai yang mereka harapkan.
Alasan ketiga, mereka tidak tahu, harus mulai darimana. alasan terakhir, mereka merasa cukup hidup yang biasa-biasa saja, tidak perlu terlalu ambisius. "Ora usah ngoyo", begitu kata orang Jawa. Pada pertanyaan ketiga adalah pada hasil, apakah hasil kerja anda di pertanyaan kedua membuahkan hasil yang memuaskan. Hanya orang yang sudah berhasil di pertanyaan kedua yang bisa ikut angkat tangan disini. Sebenarnya, gimana sih cara untuk menjadi kaya, terutama secara mudah kalau bisa ?
Ada beberapa cara lain untuk kaya secara mudah. Yang pertama adalah lahir sebagai anak orang kaya. Jadi berbahagialah anda yang lahir dengan nama belakang Onassis, Walton, atau Rockeffeler. Karena begitu lahir anda cukup angkat tangan untuk menjawab pertanyaan ketiga saja. Bahkan Robert Kiyosaki, dalam salah satu seminarnya pernah mengatakan, pada waktu kecil dia berharap nama keluarganya bukan Kiyosaki, namun Kawasaki. Yang kedua adalah kawin dengan anak orang kaya. Namun apabila anda sudah menikah dan tidak mendapatkan `kesempatan' ini, anda bisa dengan cara ketiga, yaitu mempunyai menantu orang kaya. Masih ada beberapa cara lagi, namun yang berikut ini lebih mengandalkan dewi fortuna, misalnya anda menang undian, atau dapat warisan mendadak dari keluarga anda. Kalau dari semua cara instan tersebut anda tidak berhasil, berarti anda memang harus menggapainya melalui jalur kerja keras.
Di dalam buku pemasaran klasik "Horse Sense" karya Jack Trout dan Al Ries, dikatakan disana ada 3 cara untuk menjadi kaya secara instan, yaitu (1) marry a rich person, (2) steal in nice, legal way; or (3) get to know the right people.
Cara ketiga ini yang menarik. Bertemu dengan orang yang tepat. Kerja keras (hard work) saja tidak menjamin orang menjadi kaya. Perlu juga diimbangi dengan kerja cerdas (smart work). Robert Kiyosaki termasuk beruntung bertemu dengan orang yang tepat, yaitu `Rich Dad'nya. Orang yang tepat adalah orang yang bersedia menjadi mentor kita, serta mau membimbing kita. Tentunya dia sendiri juga sudah kaya, jadi bimbingan yang diberikan bukan cuma teori doang, tapi pengalaman. Pengalaman itu mahal harganya, karena dengan belajar dari pengalaman orang lain anda akan terhindar dari `lubang jebakan' kegagalan. Dengan adanya mentor, proses anda akan lebih cepat daripada jalan sendiri.
Nah, dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti apa sih orang yang tepat itu ? Tidak mudah memang menemukan orang yang tepat. Kalaupun misalnya anda sudah ketemu dengan orangnya, belum tentu juga dia mau membimbing anda. `Orang' yang tepat tidaklah selalu membimbing anda secara langsung, bisa juga teknik, system, prinsip, kisah sukses orang lain, tokoh idola, maupun suatu kebijaksanaan (wisdom). Tidak usah berpikir terlalu rumit, mulailah dari sekitar anda saja. Adakah suatu kebijakan atau seseorang yang sudah sukses yang bisa anda contoh ? Kalau ada, cobalah untuk mengamati bagaimana proses yang dia lakukan selama ini.
Lalu bagaimana mengetahui bahwa prinsip atau mentor yang akan kita contoh itu tepat ? Just Do It, seperti kata Nike. Lakukan saja. Lakukan ini semua secara fleksibel, artinya jika satu mentor tidak sesuai dengan anda cobalah cari mentor lain. Jangan pula takut gagal, karena kita akan lebih banyak belajar dari kegagalan daripada keberhasilan. Tidak ada pula aturan yang melarang anda mempunyai beberapa mentor / prinsip sekaligus. Mungkin dengan merangkum kebijakan-2 tersebut, anda bisa menciptakan suatu prinsip baru yang sesuai dengan anda.
Sukses untuk anda !
Sonny V. Sutedjo (Artikel pernah dimuat di Majalah Pengusaha Sep 2003) Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 1:06:00 AM
  |
|
|
|
|
|
Tokoh Inspiratif Tak Pernah Menyerah
|
|
Mempunyai impian besar atau cita-cita yang tinggi adalah bagian yang paling mudah. Karena bagian yang tersulit adalah, harus terus berjuang dari hari ke-hari sambil terus menjaga agar impian tersebut tetap hidup. Jadi, apakah Anda pernah memiliki sebuah impian besar, tetapi karena sesuatu dan lain hal-sekarang impian itu Anda tinggalkan? Atau, apakah pada saat ini Anda bahkan sudah sangat ingin sekali menyerah? Nah, sebelum membuat keputusan yang akan membuat diri Anda menyesal seumur hidup-tundalah beberapa menit keputusan itu... untuk menyimak kisah beberapa pribadi yang kokoh, pantang menyerah, bermental baja, dan terus berusaha bangkit untuk "berkelahi," sampai menang atau meraih impian yang didambakan. Kami menyebutnya, fakta dan kisah besar yang sangat inspiratif, yang menyiratkan pesan sangat kuat:Never, never, never give up! Jangan pernah menyerah, percayalah pada diri sendiri! Semoga dapat memberikan dorongan semangat, ketika impian Anda tampak di luar jangkauan. 1.Henry Ford (1863-1947) - Kegagalan adalah Kesempatan untuk Memulai Lagi! Alih-alih menggarap ladang keluarga, Henry Ford malah lebih suka memperbaiki jam tangan para tetangga! Itu karena ia memiliki minat ke bidang teknik yang tinggi. Karena minatnya itu, ia terobsesi membuat "kereta tanpa kuda". Obsesi itu terwujud ketika Henry Ford berhasil membuatkendaraan roda empat bernama Ford Quadricycle pada tahun 1896 yang digerakkan dengan mesin kecil. Saat itu ia bekerja sebagai insinyur kepala di perusahaan milik Thomas A Edison: Edison Illuminating Company. Keberhasilan membuat mobil itu menarik minat beberapa pengusaha untuk bekerja sama mendirikan perusahaan pembuat mobil. Perusahaan pertamanya gagal. Perusahaan keduanya juga gagal. Singkat kata, perusahaannya tak pernah sukses menghasilkan satu mobil pun sehingga para investornya marah dan "mengusir" Henry Ford dari perkongsian. Namun ia tetap yakin, bahwa suatu ketika akan bisa menghasilkan mobil yang bagus dan laku. 
Henry Ford, New York (1921) Setidaknya lima kali ia mengalami kegagalan berbisnis sebelum mendirikan Ford Motor Company yang ternama dan legendaris. Menyikapi kegagalannya itu Henry Ford berujar, "Kegagalan adalah kesempatan untuk memulai lagi, dengan lebih pintar." Teman-teman, Henry Ford tak pernah menyerah dalam usahanya membangun perusahaan dan membuat mobil. Sekarang semua orang tahu Henry Ford adalah salah satu tokoh otomotif dunia yang berpengaruh. 2.Colonel Sanders (1890 - 1980) -Lebih dari 1000 Kali Ditolak Tokoh yang satu ini tak hanya dikenal karena brand "Kentucky Fried Chicken"-nya yang mendunia. Ia juga dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi. Lahir sebagai anak pertama dari lima bersaudara dan ditinggal ayahnya ketika usianya belasan, Harland Sanders jadi "kepala keluarga" dengan membantu ibunya, termasuk memasak. Salah satu keterampilan memasaknya adalah membuat ayam goreng dengan resep menggunakan sebelas rempah-rempah. Ketika dewasa, Sanders berganti-ganti pekerjaan mulai dari kerja di kebun, instruktur trem, pemadam kebakaran, dan berbisnis pom bensin. Pada saat menjalankan pom bensin ini ia sering memasak ayam goreng yang ternyata disukai para pelanggan pom bensinnya. Lama-lama ia mendirikan restoran di seberang jalan. Keterampilannya memasak itu dikenal banyak kalangan sampai-sampai Gubernur Kentucky, Ruby Laffoon, menjulukinya sebagai Colonel Sanders. Sayangnya, restorannya harus ditutup ketika tempatnya tergusur proyek jalan tol. Akhirnya ia memilih menjadi pekerja sosial sampai pensiun. 
Ketika pertama kali pensiun ia berpikir, tak sebaiknya ongkang-ongkang kaki menikmati pensiunnya. Karena itu ia mencoba menjual resepnya. Ia menawarkannya ke sejumlah restoran dari satu kota ke kota lain. Tak satu pun mau menerimanya! Namun ia tak menyerah meski lebih dari 1000 restoran menolaknya. Akhirnya sebuah restoran mau menerimanya. Tujuh tahun kemudian-pada usia 75 tahun-Kolonel Sanders menjual perusahaan ayam gorengnya seharga 15 juta dolar AS! 3.Walt Disney (1901 -1966) - "Karya Saya Bukan Seni" Di tengah sukses karya-karya animasinya yang dikagumi dunia saat ini, Walt Disney pernah mengalami sejumlah kegagalan demi kegagalan yang tak bisa dianggap enteng. Ia pernah dipecat dari surat kabar sebagai ilustrator karena dianggap daya imajinasinya kurang. Padahal dari karya-karya gambar itulah ia menggantungkan hidupnya. Bahkan ia pernah sulit menemukan pekerjaan sebagai ilustrator kalau tidak dibantu saudaranya menjadi ilustrator iklan di sebuah bank. Kegagalan demi kegagalan pun dialaminya ketika mulai berbisnis sendiri. Namun ia yakin suatu ketika bisnisnya akan hidup karena ia punya visi yang besar. "Saya tak pernah menyebut karya saya sebagai seni. Karya saya itu merupakan bagian dari show business, bisnis yang membangun hiburan," katanya. 
Dan sekarang kita tahu, karena sifatnya yang tak pernah menyerah itu, Walt Disney bisa menjadi legenda hiburan dunia. Sumber: www.andriewongso.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 1:00:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, July 16, 2010
|
|
Sisi Lain Anak Jalanan
|
Pernahkan terlintas di pikiran Anda, Lebih hebat manakah kita dengan anak jalanan / pengamen? Apakah kita yang lebih hebat? Bagi Anda yang menjawab demikian Anda SALAH BESAR. Tahukah apa yang membuat comment kita tersebut salah?
Mungkin bila kita melihat orang jalanan / pengamen yang selalu yang ada di benak kita adalah anak kita yang kotor, kumuh, dan nakal. Memang semua itu benar, tapi ada suatu hal yang lebih berharga di balik semua itu.
Anak jalanan/pengamen mempunyai suatu keistimewaan yang tidak kita miliki. Apa keistimewaannya? Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1 hari. Walaupun yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Namun bagaimana dengan kita? Kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, hanya pada waktu tertentu saja namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yang lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita punyai saat ini. Sekarang lebih hebat manakah? Kita atau anak jalanan?
Oleh : Sartika Setiyowati Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:51:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, July 15, 2010
|
|
Makna di Balik Derita
|
Seorang psikiater asal Austria, Victor Emil Franklin (1905-1997), pernah dipaksa hidup di kamp konsentrasi NAZI. Ayah, ibu, saudara dan istrinya dibunuh semua. Ia sendiri dipaksa menyaksikan berbagai bentuk penyiksaan dan penderitaan. Satu hal yang ia amati dalam pengalaman tragis itu adalah banyaknya tawanan yang meninggal dunia karena ketakutan dan putus asa, bahkan sebelum disiksa. Sementara ada sekelompok tawanan yang disiksa bagaimanapun, dalam penderitaan seperti apapun, mereka tetap tegar bertahan dan bahkan akhirnya selamat seperti dirinya.
Orang-orang yang bertahan ini kemudian diteliti oleh sang psikiater. Dan ternyata ditemukan fakta mereka bisa bertahan karena mereka memiliki meaningful life. Mereka bisa menemukan makna di balik penderitaan. Mereka bisa mengatasi ketakutan karena ada makna di balik ketakutan tersebut. Dalam bahasa Nietzsche, "If you know the why, your can bear any how." Jika Anda tahu untuk apa Anda menderita, maka Anda akan bisa menahan penderitaan seberat apapun.
Cerita di atas benar-benar menginspirasi kita untuk memberikan makna terhadap segala hal yang terjadi pada diri kita terutama hal-hal yang tidak enak dengan sebuah gambaran yang menyenangkan. Setiap hari silih berganti datang sesuatu yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Kebanyakan kita akan tertawa apabila menemukan kebahagiaan dan sebaliknya akan menangis apabila menemukan hal-hal yang menyedihkan. Itu tidak keliru karena orang pada umumnya memaknai sesuatu persis seperti yang dirasakan oleh perasaan pada saat itu.
Namun apabila kita memaknai sesuatu seperti yang dilihat dan didengar dan dirasakan apa adanya maka akibatnya hidup kita akan sangat rentan untuk berubah setiap saat. Pagi hari mendengar kabar mendapat hadiah, langsung gembira tiada tara. Beberapa jam kemudian mendengar keluarga ada yang sakit langsung menangis. Sore hari bisa jadi tertawa kembali, dll.
Teman-teman netter, hidup kita dibagi dua; yang pertama hidup jangka pendek dan yang kedua jangka panjang. Agar kita memiliki pola hidup yang konstan, semangat yang stabil dan mental yang kokoh, maka setiap orang harus membuat rancangan dan gambaran hidup di akhir nanti akan seperti apa.
Ada sebuah contoh sederhana. Seorang ibu yang hamil selama 9 bulan, bukan tanpa penderitaan. Di awal-awal kehamilan biasanya struktur faal tubuh berubah, dengan sendirinya kimia tubuh pun mempengaruhi fisik secara langsung. Ada rasa mual, rasa tidak nyaman, muntah, enggak enak badan, dll. Bulan semakin berjalan, bukannya tidak ada risiko tambahan, beban pun semakin bertambah. Tapi mengapa seorang ibu tetap masih bertahan dan bahkan tersenyum ketika hamil? Itu karena dia membayangkan bayi mungil yang lucu sebentar lagi akan menemani dia dan menjadi teman hidupnya. Harga kehamilan 9 bulan dengan diiringi rasa sakit dan tidak nyaman nyaris tidak terasa karena memiliki makna lain.
Ada contoh lain. Seorang ayah nekat masuk ke dalam kobaran api yang sedang menyala. Ia langsung masuk tanpa tanya sana sini. Ternyata dia mau menolong anaknya yang ada di dalam rumah yang terbakar tersebut. Bagi kita yang tidak memiliki niat di balik kenekatan tersebut, rasa-rasanya tidak akan coba-coba mendekati api yang sedang berkobar. Dan banyak lagi cerita-cerita lain yang menunjukkan heroisme dan secara logika tidak masuk akal orang tersebut melakukannya.
Kalau dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, kita pun bisa melakukan hal-hal yang "agak nekat" tersebut untuk kepentingan dan kebaikan kita di masa mendatang. Seseorang yang bekerja sangat disiplin, bangun pagi-pagi, berangkat ke kantor, mengadakan rapat, pergi menemui klien. Sore harinya rapat kembali. Dia lakukan berulang kali setiap hari. Ada dua kemungkinan reaksi karyawan yang melakukan rapat dan disiplin tiap hari. Karyawan pertama akan merasa terbebani karena merasa lelah dan capek. Sementara karyawan kedua merasa sangat semangat karena dia sadar dia akan mendapatkan reward atau penghargaan dari perusahaannya.
Kasus para pekerja Jepang pun menjadi contoh lain yang patut ditiru. Di Jepang, mereka memang memiliki jam kerja yang sama dengan di Indonesia, 8 jam, istirahat 1 jam. Tapi bukannya 8 jam - 1 jam, di sana 8 jam + 1 jam istirahat. Alhasil jam kerja totalnya adalah 9 jam. Hanya memang ketika bekerja, mereka benar-benar bekerja, tidak lagi dibarengi dengan kegiatan lain yang tidak mendukung pekerjaan. Sementara orang Indonesia, ketika jam kerja masih menyempatkan diri untuk berleha-leha, apakah merokok, ngegosip dan ngobrol dengan teman-temannya. Para pekerja di Jepang pun memiliki makna bahwa dengan bekerja mereka memiliki harga diri dan kebanggaan yang tinggi karena bisa membangun negaranya lewat pekerjaan dia. Tidak heran dengan semangat bekerjanya, Jepang menjadi negara yang sangat diperhitungkan di dunia.
Satu contoh lagi yang bisa dijadikan analogi betapa penderitaan yang kita alami bisa memiliki makna yang sangat dalam. Hal ini terjadi pada orang yang berpuasa. Logikanya tubuh membutuhkan nutrisi untuk aktivitas dan kegiatan sehari-hari. Tapi karena ingin meraih sesuatu makna yang lebih dalam, seseorang melakukan puasa seharian, tidak makan, tidak minum. Hanya kekuatan makna di balik puasa tersebut sajalah yang bisa membuat seseorang bertahan dan bahkan gembira menjalankan puasa. Bahkan sebagian orang sama sekali tidak merasakan lapar atau haus secara berlebihan karena sudah biasa.
Pertanyaan selanjutnya, apa tujuan Anda di masa mendatang? Apakah Anda benar-benar yakin bahwa tujuan hidup tersebut memberikan arti yang sangat dalam bagi Anda? Kalau YA, pasti Anda akan mau membayar harganya, apapun tidak ada tawar menawar. Ini bukti dari kesungguhan seseorang untuk mengejar makna yang berefek pada eksistensi diri dan harapan yang akan datang. Semua pekerjaan menjadi sangat ringan ketika ada pemaknaan di balik penderitaan. (*)
_____________
*) Ade Asep Syarifuddin adalah Pemimpin Redaksi Harian Radar Pekalongan, surat kabar harian lokal di bawah naungan Jawa Pos Group. Dapat dihubungi di asepradar@gmail.com dan htt://langitbirupekalongan.blogspot.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:33:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, July 14, 2010
|
|
Hidup, Semangat dan Perjuangan
|
Ketika dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan rutin, di samping kiri aku melihat seorang bapak mengendarai sepeda motor dengan gerobak disampingnya. Nampaknya dia sudah selesai berjualan dan hendak pulang.
Awalnya, aku tidak peduli….sampai aku melihat sesuatu yang menurutku ganjil.
Oh Tuhan…Kakinya tidak menapak pada “pancatan” (aku ga tahu apa namanya) sepeda motor. Kakinya hanya menggantung kecil ….kira2 hanya berjarak 40cm dr pangkal pahanya. Diujung kaki itu, dikenakan sebuah sepatu yg bagus..bersih…dan arah sepatu itu terbalik…ujung jari yg seharusnya ke depan…ini justru ke belakang.
Sejenak aku merasa miris. Aku kagum dengan semangat bapak itu. Walau keadaannya seperti itu, dia tetap semangat bekerja. Dia tidak meminta-minta. Dia tidak berpakaian kusut supaya dikasihani, tp justru berpakaian rapi dan bersepatu. Dan dia bekerja sampai semalam ini (pkl 21.30)
Aku terus menatap bapak itu sampai hilang dr pandanganku….
Aku merenung. Adakah aku lebih semangat dr bapak itu? Aku lebih sempurna secara fisik. Lebih banyak hal yg bisa aku lakukan. Tapi sampai seberapa mampu aku mengolah segala yang aku miliki. Sering kali aku memoles diri supaya dikasihani…menempatkan diri sebagai sosok yang menderita..memiliki persoalan hidup terberat…memasang muka masam…dan putus asa untuk berusaha.
Tapi…seorang bapak yang tidak kukenal …malam ini telah mengajar aku … bahwa apapun keadaan diri kita, jgn kita berputus asa. Semua ada jalan…asal kita mau berusaha. Teruslah bersemangat.. Tampilah sebagai orang yang pantas dihargai..bukan dikasihani.
Terima kasih Tuhan…
Salam, Lia Krisna Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:31:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, July 13, 2010
|
|
Sederhanakan Hidupmu, Teman!
|
Teman saya kemarin bercerita kepada saya (curhat lebih tepatnya, hehe). Dia bercerita tentang perjuangan dia untuk mendapatkan sang pujaan hatinya yang sudah lama dia kejar. Akan tetapi, ketika dia sudah mengeluarkan seluruh tenaga, pikiran, waktu, uang, strategi, serta berulang kali menyatakan cintanya kepada sang pujaan hati, tapi tetep saja hasilnya mentok juga.
Lalu saya spontan bilang ke dia ketika dia sudah selesai bercerita, "Ya sudah! Gak usah dikejar lagi toh! Wong kamu juga sudah berusaha! Simple-kan hidup loe, friend! Kalo dia ga mau, ya sudah cari yang lain, gak usah ngoyo dan berpikir ribet."
Saya mengatakan itu, walaupun kedengarannya sedikit kasar, tetapi untuk kebaikan dia juga. Begitu juga dengan permasalahan kehidupan kita sehari-hari. Banyak sekali hal-hal kompleks yang sebenarnya tidak perlu diperdalam lagi.
Kalau sudah terlanjut pusing, ya sudah jalan keluarnya adalah SIMPLE-kan masalahmu! Kalau di atas masalahnya sedikit "berat", saya akan kasih contoh sederhana.
Misalnya, kamu terlambat datang ke kampus atau sekolah sehingga ketinggalan sebuah mata kuliah atau pelajaran. Ya tak usah dipikirkan dengan sangat menyesal sampai hampir bunuh diri. Simple-kan! Kamu SMS teman kamu saja untuk mencatat lengkap apa yang diajarkan oleh dosen, lalu ketika kelas sudah bubar, ya kamu catat ulang. Simple 'kan? Misalnya juga kamu mendapat masalah di perkerjaan, lalu kena PHK. Ya sudah simple-kan masalahnya. Segera cari pekerjaan lain atau coba buka usaha sendiri dengan meminjam modalnya.
Intinya berpikir simple saja, dan cepat-cepat cari solusinya, biar waktu tidak terbuang percuma karena kamu hanya memikirkan masalahnya saja.
Saya akan ambil ilustrasi terakhir (saya tahu ini dari kerabat dekat saya). Bagaimana cara makan gajah? Apa makan sekaligus atau dimakan kecil-kecil dulu? Pastinya jawabannya kecil-kecil dulu, kupingnya dulu, lalu hidungnya, mungkin lalu makan kakinya, sampai akhirnya semua habis. Nah cerita ilustrasi ini bisa kamu praktikkan dalam konteks masalah sehari-hari. Jika kamu dibebankan perkerjaan dari bos atau tugas dari sekolah yang besar dan susah, mari sederhanakan! Kamu bisa mengerjakan yang kamu anggap mudah terlebih dahulu. "Makan"yang kecil-kecil dulu, setahap demi setahap, sampai tidak terasa kalau tugas atau masalahmu yang besar itu sudah selesai!
Teman-teman, di luar itu, membuat pola pikir kita menjadi simple juga tidak mudah. Makanya, coba deh memikirkan sesuatu dari hal-hal yang kecil dulu, atau dari hal yang ada di sekitar kamu dulu saja. Enggak usah langsung memikirkan yang susah-susah.
Selamat mencoba, kawan :D
Sumber : Erifson Jenando Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:25:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, July 12, 2010
|
|
Perbuatan Baik Tidak Pernah Sia-Sia
|
Alkisah ada seorang dermawan yg berkeinginan untuk berbuat kebaikan.
Dia telah menyiapkan sejumlah uang yang akan dia berikan kepada beberapa orang yang ditemuinya.
Pada suatu kesempatan dia bertemu dengan seseorang maka langsung saja dia menyerahkan uang yang dimilikinya kepada orang tersebut. Pada keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang penjahat beringas. Mendengar kabar ini si dermawan hanya mengatakan ”Ya Tuhan aku telah memberikan uang ke pada seorang penjahat”
Di lain waktu, dia kembali bertemu dengan seseorang, si dermawan pada hari itu juga telah berniat untuk melakukan kebaikan. Ia dengan segera memberikan sejumlah uang kepada orang tersebut. Keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan uang kepada seorang koruptor. Mendapat kabar ini si dermawan hanya berkata “Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada koruptor”.
Si dermawan ini tidak berputus asa, ketika dia bertemu dengan seseorang dengan segera dia menyerahkan sejumlah uang yang memang telah disiapkannya. Maka esok harinya pun tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang kaya raya. Mendengar hal ini si dermawan hanya berkata. ” Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada penjahat, koruptor dan seorang yang kaya raya”.
Sekilas kita bisa menyimpulkan bahwa si dermawan ini adalah seorang yang “Ceroboh” Asal saja dia memberikan uang yang dimilikinya kepada orang yang tidak dikenalnya, padahal jika dia lebih teliti maka niat baik nya itu bisa lebih berguna tersalurkan kepada orang yang memang membutuhkan.
Tapi ternyata suatu niat yg baik pasti akan berakhir dengan baik, pun begitu pula dengan “kecerobohan” si dermawan.
Uang yg diberikannya kepada sang penjahat ternyata mampu menyadarkannya bahwa di dunia ini masih ada orang baik, orang yg peduli dengan lingkungan sekitarnya. Penjahat ini bertobat dan menggunakan uang pemberian sang dermawan sebagai modal usaha. Sementara sang koroptor, uang cuma-cuma yg diterimanya ternyata menyentuh hati nuraninya yang selama ini telah tertutupi oleh keserakahan, dia menyadari bahwa hidup ini bukanlah tentang berapa banyak yang bisa kita dapatkan. Dia bertekad mengubah dirinya menjadi orang yang baik, pejabat yang jujur dan amanah. Sementara itu pemberian yg diterima oleh si kaya raya telah menelanjangi dirinya, karena selama ini dia adalah seorang yg kikir, tak pernah terbesit dalam dirinya untuk berbagi dengan orang lain, baginya segala sesuatu harus lah ada timbal baliknya. Dirinya merasa malu kepada si dermawan yang dengan kesederhananya ternyata masih bisa berbagi dengan orang lain.
Sahabat, tak akan ada yang berakhir dengan sia-sia terhadap sutau kebaikan. Karena kebaikan akan berakhir pula dengan kebaikan. Hidup ini bukanlah soal berapa banyak yang bisa kita dapatkan, tapi berapa banyak yang bisa kita berikan.
Rangga Prayuda Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:31:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, July 09, 2010
|
|
Hari Ini Menentukan Hari Esok Anda
|
|
The future is not about tomorrow, the future is about what you are doing today.
Hari esok Anda ditentukan oleh semua yang Anda lakukan hari ini. Hari ini adalah persiapan untuk hari esok.
Anda tidak akan pernah mengubah kehidupan Anda, hingga Anda bertindak; mengubah sesuatu yang Anda perbuat setiap harinya. Jika Anda masih mempertahankan sikap malas hari ini dan tidak bersedia untuk berubah maka kegagalan sedang menanti Anda pada hari esok.
Anda menjadi apa nantinya, itu adalah hasil dari apa yang Anda perbuat hari ini. Dengan kata lain, siapa Anda hari ini dipengaruhi oleh apa yang Anda lakukan kemarin. Sikap, respon hari ini membentuk kebiasaan Anda. Jika Anda membangun kebiasaan-kebiasaan yang positif (seperti: kerja keras, disiplin, tekun, dan sabar) maka Anda sedang membangun kebiasaan untuk sukses.
Apa saja yang Anda lakukan hari ini adalah PERSIAPAN untuk hari esok. Apakah Anda akan sukses atau gagal? Ingatlah akan hukum tabur-tuai. Apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai nantinya. Tidak mungkin kan, kita menanam biji mangga dan mengharapkan akan menuai buah durian? Jika kita menanam biji mangga maka yang akan kita tuai nantinya juga adalah buah mangga. Pay now, play later or play now, pay later?
Mari, berubah mulai hari ini. Untuk bertumbuh mulailah hari ini. Untuk hidup yang lebih baik mulailah hari ini.
MENGAPA HARUS SEKARANG/HARI INI:
* Kita tidak bisa mengulang kehidupan kita, juga setiap waktu dan kesempatan yang terlewatkan. * Kesempatan hanya sekali dalam hidup. Jadi, kalau kita masih diberi kesempatan dan waktu oleh Tuhan, mari gunakanlah dengan sebaik mungkin. Mungkin suatu saat Anda akan menyesal, karena tidak melakukannya. * Waktu terbaik untuk berubah dan memulai sesuatu yang baik adalah sekarang. * Pikirkanlah bahwa Anda "hanya punya waktu hari ini".
"Suatu hari bernilai sama dengan dua hari esok; akan menjadi apa saya nantinya sekarang mulai terjadi." (Benjamin Franklin).
"Live good, honorable life. Then when you get older and think back, you'll be able to enjoy it a second time. - Hiduplah dengan baik dan penuh arti. Supaya kelak di saat Anda tua dan mengingatnya kembali, Anda akan menikmatinya kembali selama beberapa saat." (Dalai Lama)
Beberapa orang di antara kita mungkin memiliki waktu "lebih panjang" dibandingkan dengan yang lain. Tetapi tak seorang pun di antara kita mendapatkan lebih dari 24 jam per hari. Maksud saya menjelaskan hal itu adalah selagi masih muda dan memiliki banyak waktu luang, kita harus pandai memanfaatkan waktu lebih bijaksana supaya dapat memberikan lebih banyak manfaat. Saya ingin mengatakan kepada Anda bahwa siapa Anda hari ini adalah hasil dari setiap pilihan dan keputusan yang Anda buat kemarin.
Ada tigal hal dalam hidup ini yang tidak akan pernah kembali, setelah ia terlewatkan. Yaitu waktu, kesempatan, dan kata-kata yang telah diucapkan. Itulah sebabnya perlu kita sadari bahwa kesempatan tidak pernah datang dua kali, penyesalan selalu datang belakangan.
Sekali lagi: cara hidup Anda hari ini, sikap, respon, pola berpikir, pilihan-pilihan, karakter, kebisaan Anda hari ini menentukan hari esok Anda!!
Penulis : Ongky Ola Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:06:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, July 08, 2010
|
|
Memelihara Mimpi
|
Sebelum sebatang pohon dapat tumbuh tinggi, terlebih dahulu ia harus menanamkan akarnya jauh ke dalam tanah, demi memperoleh zat gizi. Sama dengan mimpi anda. Bila anda ingin impian berubah menjadi kenyataan, anda harus mencari cara untuk memberi makan dan memelihara mimpi anda.
Sangat tidak realistis untuk berharap bahwa anda dapat mencapai bintang, tanpa terlebih dahulu menanam akar dalam tanah padat. Bermimpi itu gampang – sesuatu yang hidup di alam khayal. Namun mewujudkannya di alam nyata membutuhkan perjuangan keras.
Tanpa akar yang kuat, bahkan pohon tertinggi dan berbesar – akan tumbang. Tanpa terus belajar, bersikap disiplin, memelihara integritas, komitment, ketabahan, kesabaran, dan usaha – bahkan mimpi yang paling mungkin dan paling hebat – akan tumbang.
Mimpi dan tujuan anda memerlukan pemeliharaan. Tanamkan akar mimpi anda sedalam dan selebar mungkin – hingga tidak ada batas setinggi apa anda akan jangkau…
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:39:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, July 07, 2010
|
|
Kerang dan Mutiara
|
Tak terasa sudah enam bulan, secara rutin (setiap Selasa pagi) saya mengisi acara talkshow Wisdom Success & Motivation di Radio Sonora. Beragam tema sudah saya bawakan dan mendapat respon luar biasa dari para pendengar Sonora dan jaringannya di seluruh Indonesia. Banyaknya telepon dan SMS yang masuk selama acara live itu menunjukkan antusiasme pendengar merespon tema-tema yang saya bawakan, seperti yang terlihat pagi tadi.
Di pengujung bulan Juni ini, saya membawakan tema "proses pematangan mental untuk sukses," yang diawali dengan cerita menarik: KERANG DAN MUTIARA. Tema ini mengajak kita semua untuk tidak mudah putus asa ketika menghadapi penderitaan yang dialami. Penderitaan seperti kegagalan, ketidakmampuan menghadapi suatu masalah, hinaan, cedera atau cacat fisik, dan sebagainya, bisa kita lihat dari kaca mata positif.
Dengan melihat dari sisi positif kita bisa mengatakan, "Kegagalan adalah sukses yang tertunda." Kegagalan bukanlah penderitaan tetapi merupakan ujian untuk mempertebal mental kita. Karena itu, selalu ada harapan bagi orang yang berpikiran positif sehingga optimisme senantiasa menyertai mereka. Bagi orang optimis dan berpikiran positif, cacat fisik pun tak dianggapnya sebagai halangan untuk berbuat sesuatu. Mereka justru tertantang untuk membuktikan bahwa dengan cacat fisik itu bisa mengalahkan orang yang sempurna.
Pagi ini, ada dua orang penelepon yang dari segi fisik mereka menderita. Mereka berdua adalah tunanetra. Namun meski tak dikaruniai indera penglihatan hidup mereka dipenuhi rasa optimis. Mereka yakin di dalam dirinya ada butiran mutiara yang jika diasah terus-menerus tak hanya akan berkilau tetapi juga bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
Buktinya, seorang tunanetra di Medan (sang penelepon) bisa menjadi pengusaha yang mampu memproduksi suatu alat bantu penerang listrik sementara di rumah ketika aliran listrik PLN padam. Dalam pemikiran orang kebanyakan, sulit membayangkan seorang tunanetra bisa melakukan itu.
Karena itu, mari terus berpikiran positif dan tak perlu berputus asa ketika penderitaan menghampiri kita. Ibarat di sekolah, penderitaan itu adalah ujian kita untuk naik ke kelas lebih tinggi, yaitu naik kelas ke kelompok orang-orang yang luar biasa.
Oke, teman-teman?
Salam sukses, luar biasa!!
Penulis : Tim AndrieWongso.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:41:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, July 06, 2010
|
|
Tiga Kunci Rahasia untuk Meraih Sukses
|
Apa sih definisi "sukses" itu? Tanpa mengacu pada kamus bahasa, definisi sukses tentunya sangat relatif. Semua orang punya definisinya masing-masing. Bagi sebagian orang, sukses bermakna pencapaian atas apa yang mereka cita-citakan. Sukses berarti mengoptimalkan potensi yang kita miliki hingga suatu saat potensi tersebut mencapai limit tertingginya. Sebagian orang lainnya menyatakan bahwa sukses adalah bahagia dan sejahtera. Bahkan adapula yang berpendapat bahwa sukses tidak akan mempunyai satu definisi yang khusus karena sukses merupakan sebuah proses perjuangan.
Bagi saya pribadi, saat melihat putri saya tertawa terpingkal-pingkal karena senang dan sehat, sukses bagi saya hari itu. Saat melihat istri selalu tertawa riang memancarkan wajah berseri sepanjang waktu, adalah sukses buat saya. Saat target yang saya rencanakan tercapai , ukses bagi saya. Saya yakin saudaraku sekalian memiliki definisi yang berbeda tentang sukses. Itu sah-sahasaja. Sukses adalah hak setiap orang. Yang pasti sukses akan memberikan kesenangan, memberikan kebahagiaan bagi kita.
Kalo kita tengok pengertian sukses dari beberapa tokoh misalnya juga akan kita temukan definisi yang sangat beragam:
"Success is the ability to live your life the way you want to live it, doing what you most enjoy, surrounded by people who you admire and respect." (Sukses berarti jika seseorang menikmati dan mencintai profesinya sekarang, dan ia dikelilingi oleh orang-orang yang ia cintai dan mencintai dirinya). - Brian Tracy, Million Dollar Habits
"Success is the progressive realization of a worthy ideal." (Sukses adalah realisasi progresif dari prinsip-prinsip seseorang yang bernilai.) - Earl Nightingale, The Strangest Secret
"Getting many of the things money can buy - and all the things money can't buy. Money can buy you a mattress, but you can't buy a good night's sleep." (Mendapatkan banyak hal yang bisa dibeli oleh uang - dan semua hal yang tak bisa dibeli oleh uang. Anda bisa membeli kasur, tapi Anda tak bisa membeli tidur yang nyenyak). - Zig Ziglar dalam suatu wawancara di majalah Time.
Ukuran Sukses
Kebanyakan orang mendefinisikan sukses berdasarkan pada, kekuasaan, uang, kemasyhuran.Seorang bijak pernah mengatakan : "Uang dapat memberi Anda sebuah istana yang sangat megah, penuh dengan karya-karya seni bernilai tinggi. Uang juga dapat memenuhi rumah Anda dengan perabot terbaik dan garasi Anda dipenuhi dengan mobil-mobil mewah...namun uang tidak dapat memberi Anda rumah yang penuh dengan kasih dan penghargaan tulus dari orang-orang yang tinggal di dalamnya....Uang dapat dipakai untuk membeli ranjang emas murni, namun uang tidak dapat membeli istirahat satu menit yang disertai dengan damai di hati."
Sejarah mencatat banyak orang yang tampak sukses dari luar karena uang, kekuasaan dan kemasyhuran yang dimilikinya melakukan bunuh diri. Sebut saja nama berikut: Jesse Livermore, (nvestor terbesar di Wall Street), Leon Fraser (Presiden the Bank of International Settlements), dan Ivan Krueger (kepala dari monopoli dunia terbesar).
Cara Meraih Sukses yang Tidak Berakhir
Setelah membaca dan mendengarkan banyak kisah sukses para pendahulu, perkenankan saya berbagi dengan Anda. Saya datang pada satu kesimpulan bahwa ada tiga kunci yang mengantarkan seseorang untuk bisa membuka pintu gerbang kesuksesan yaitu:
1. Berpikir baik, 2. Berbicara baik, 3. Berbuat baik.
Berpikir Baik
Segala aktivitas kita (berbuat atau berbicara) berawal dari pikiran. Pikiran boleh dikatakan sebagai driver dari semua aktivitas hidup ini.
Pikiran baik maksudnya: Berpkir bagaimana membahagiakan orangtua, anak dan istri, keluarga, memberikan pelayanan kepada umat manusia, memberikan sesuatu yang bernilai untuk negara atau masyarakat. Berpikir memberikan sesuatu yang mampu menjaga kebersamaan, persaudaraan, dan persatuan. Berpikir memberikan kontribusi positif pada perkembangan umat manusia di segala bidang kehidupan.
Bicara Baik
Dalam sebuah karya sastra peninggalan leluhur kita yang tertuang dalam sebuah kitab kuno tertulis dalam bahasa kawidinyatakan:
Wahya nimitanta matemu mitra
Wahya nimitanta matemu artha
Wahya nimitanta matemu laksmi
Wahya nimitanta pati kepangguh
Karena perkataan engkau mendapatkan sahabat
Karena perkataan engkau mendapatkan harta
Karena perkataan engkau mendapatkan kebahagiaan
Karena perkataan engkau mendapatkan ajalmu.
Pikiran yang baik butuh ruang untuk mengutarakannya sehingga orang tahu bahwa Anda punya kualitas, ruang itu yang bernama bicara. Bicaralah maka orang tahu siapa Anda.
Dalam pergaulan sehari-hari, orang yang pintar membawa perkataannya, bisa menjaga perasaan teman, berkata jujur dan apa adanya, tidak melebih-lebihkan atau menguranginya,sangat disegani dan senangi teman-temannya, akan mudah mendapatkan sahabat. Sebaliknya mereka yang mudah mengeluarkan kata-kata kasar, kata menghardik, membentak, menfitnah, berbohong, akan tidak disukai di tempat kerja, di masyarakat, di manapun dia berada.
Ingat, hampir seluruh dari kegiatan bisnis dan ekonomi di dunia ini tidak lepas dari peran perkataan, sehingga mereka yang ingin sukses harus bisa mengelola perkataannya dengan baik.
Berbuat Baik
Attitude not Aptitude determines your altitude (Anonym)
Perbuatan, bukan kecerdasan yang menentukan derajat Anda.
Pikiran yang baik, perkataan yang baik, tidaklah cukup bila tidak dibuktikan dengan perilaku yang baik. Trust (kepercayaan) dalam bisnis ada bila bukti itu ada. Tidak heran bila sesepuh kita dari Bali menasehatkan:
"Lontar A Siu Alah Dening Bukti Asiki" (Seseorang yang menguasai Seribu Kitab tanpa mengimplementasikannya pada perilaku, kalah dengan seseorang yang tidak menguasai satupun kitab tapi telah membuktikannya dalam prilaku yang baik walaupun hanya sekali).
Saudaraku sekalian, saat keheningan menghampiri seakan mereka berpesan pada saya bahwa untuk mencapai sukses itu kita harus mampu menyelaraskan antara pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Apa yang kita pikirkan, yang kita ucapkan dan yang kita lakukan semuanya yang baik-baik, pasti sukses itu akan datang menghampiri.
Sukses adalah sebuah produk dari ketiga aktivitas tadi (pikiran baik, perkataan baik dan perbuatan baik). Saya tidak tahu apakah kesimpulan saya ini benar adanya, atau mungkin saudaraku semua memiliki pendekatan, metoda atau kesimpulan-kesimpulan lain yang bisa di-sharing demi kemajuan kita bersama....? Monggo..Rarisang..Silakan....
Saya tunggu sharing dan komentar Anda.
Salam Sukses!!
Made Mariana Abu Dhabi - UAE http://www.singaraja.wordpress.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:44:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, July 05, 2010
|
|
Kaya = Bahagia?
|
Mendapatkan banyak uang dan membuat seseorang lebih kaya, belum tentu membuat yang bersangkutan bahagia. Hasil penelitian dari University of Warwick dan Cardiff University, Inggris Raya yang dipublikasikan beberapa waktu lalu menemukan bahwa kebahagiaan seseorang ternyata tergantung pada tingkat sosialnya.
Hasil penelitian itu menunjukkan, jika seseorang pendapatannya meningkat itu belum tentu membuatnya bahagia jika tak mengubah posisi sosialnya. Untuk membuatnya bahagia, pendapatan itu harus menjadikannya lebih kaya dari rekan-rekannya atau para tetangganya.
"Seseorang dengan pendapatannya 1 juta dolar AS (sekitar Rp 920 juta) setahun belum tentu bahagia jika ia tahu temannya berpendapatan 2 juta dolar AS (sekitar Rp1,8 miliar) setahun," ujar Chris Boyce, peneliti dari University of Warwick, yang meneliti masalah itu.
Mungkin itulah, kenapa kebahagiaan tak hanya milik orang kaya semata. Orang miskin yang merasa "lebih beruntung" bisa merasa bahagia jika melihat nasibnya lebih baik dibanding orang lain yang lebih miskin. Sebaliknya, orang kaya yang hidup di kompleks perumahan yang semua penghuninya orang-orang kaya, merasa tertekan karena ia jadi "orang miskin" di antara orang-orang kaya. Tetapi ia bisa merasa bahagia jika mau mensyukuri apa yang sudah didapatkan dengan membandingkannya pada orang lain di luar kompleks yang hidupnya serba sederhana. Itulah pentingnya berpikiran positif.
Nah, hasil penelitian lain yang dipublikasikan kemarin (1 Juli 2010) juga menunjukkan hal yang mirip. Penelitian yang meliputi 136.000 orang dari 132 negara itu menunjukkan bahwa tidak berarti negara yang masyarakatnya lebih kaya, masyarakatnya lebih bahagia. Amerika Serikat yang penduduknya rata-rata paling kaya di dunia hanya menempati urutan ke-16 di antara 132 negara di dunia dalam soal kebahagiaan. Uang memang membuat mereka lebih kaya tetapi belum tentu membuatnya lebih bahagia.
Ada juga negara seperti Korea Selatan dan Rusia yang dari pendapatan masyarakatnya tinggi tapi mereka kurang menikmati hidup sehingga dalam urutan kebahagiaan itu mereka berada di bawah. Urutan pertama diduduki Denmark. Kuncinya karena masyarakat Denmark lebih berpikiran positif dan lebih bisa menikmati hidup sehingga mereka lebih berbahagia.
Penulis : Tim AndrieWongso.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 1:04:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, July 02, 2010
|
|
Motivasi Karyawan dan Suasana Kerja Nyaman
|
Banyak pemimpin perusahaan yang kebingungan dalam hal bagaimana membuat karyawanya selalu termotivasi secara alamiah. Kenapa harus alamiah?, memotivasi karyawan yang hanya menyentuh bagian kulit-kulitnya saja dapat dipastikan tidak akan berjalan lama. Hanya seperti polesan bedak yang akan mudah hilang hanya dengan satu atau dua kali usapan.
Memotivasi karyawan tidak bisa hanya melalui ceramah atau orasi dari pimpinan yang berapi-api. Atau hanya dengan mengundang seorang motivator untuk mengadakan sesi motivasi dalam beberapa jam saja. Namun memotivasi karyawan harus benar-benar mendasar dan menyentuh sampai kepada memenuhi apa yang dibutuhkan karyawan secara riil. Karena kebutuhan tidak bisa dipenuhi hanya dengan kata-kata.
Bagi sebagian besar karyawan, kebutuhan terpenting bagi mereka bukan hanya gaji. Banyak karyawan yang memiliki gaji lebih tinggi, namun tidak memiliki motivasi kerja yang lebih baik dari karyawan yang gajinya lebih rendah. Menurut psikolog, manusia memiliki kebutuhan mendalam akan “rasa dihargai” dan “rasa di-penting-kan” . Oleh karenanya membentuk lingkungan kerja agar semua orang yang ada didalamnya merasa dihargai dan penting bagi perusahaan menjadi kebutuhan mutlak jika ingin semua karyawanya termotivasi secara alamiah.
Membuat suasana kerja seperti itu sebenarnya tidak membutuhkan biaya besar, hanya perlu mengorbankan sedikit ego anda sebagai seorang pimpinan. Sering kali untuk menjadi pimpian yang baik, kita harus menjadi orang baik terlebih dahulu. Ini seperti pepatah “Ikan membusuk dari kepalanya dulu”. Artinya kalau pimpinanya baik, maka akan menghasilkan para pengikut yang baik pula. Dan jika pimpinanya bukanlah orang baik, maka akan menghasilkan pengikut yang tidak baik pula.
Berikut beberapa langkah untuk menciptakan suasana kerja yang mampu memberikan motivasi kepada karyawan secara alamiah:
Mendengarkan karyawan yang sedang berbicara. Jadilah orang yang terbuka dan responsif dalam menerima ide dari karyawan. Karyawan akan patah arang ketika idenya dipatahkan mentah-mentah atau tanpa dipertimbangkan terlebih dahulu oleh pimpinanya. Yang perlu anda lakukan adalah menyelaraskan ide mereka dengan visi dan target yang akan dicapai perusahaan. Kadang kala anda juga perlu memodifikasi atau menggabungkan ide karyawan dengan ide anda. Ini masih sangat baik asalkan anda secara jujur mengakui bahwa terdapat ide karyawan didalamnya. Dalam kata lain tidak serta merta mengklain bahwa itu adalah pure ide anda 100%. Selain menyerap ide mereka, anda juga punya kesempatan yang sangat baik untuk menerima keluhan mereka. Dengarkan setiap keluahan dan berusahalah memberikan solusi yang win-win antara perusahaan dan karyawan.
Pastikan anda bertepuk tangan setiap kali karyawan anda meraih keberhasilan, sekalipun itu keberhasilan kecil. Memberi penghargaan kepada karyawan tidak selalu dalam bentuk bonus atau kenaikan gaji. Bisa saja anda menempelkan nama dan foto karyawan di dinding kantor dengan tulisan “Karyawan Terbaik Bulan Ini” atau “Karyawan Paling Kreatif Bulan ini”. Atau memberikan undangan mekan siang khusus untuk mereka yang berhasil melakukan tugas dengan baik. Memberikan area parkir khusus direktur untuk karyawan berprestasi selama beberapa hari juga bisa jadi alternatif lain.
Mintalah masukan dari karyawan secara berkala tentang bisnis anda. Karena merekalah yang mengetahui bisnis anda secara lebih detail. Pada saat yang sama sebenarnya anda sedang membuat mereka merasa penting bagi perusahaan.
Delegasi. Selain ini akan meringankan beban pekerjaan anda dan membuat anda bisa lebih fokus pada hal-hal penting saja, anda juga memberi kesempatan kepada mereka untuk tumbuh dan berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa anda percaya kepada mereka sekaligus mereka akan menjadi lebih kreatif dan bertanggungjawab.
Pilihlah pujian yang berkualitas, bukan kritikan. Jika anda terpaksa harus mengkritik, mulailah dari hal positif dan dengan pola konstruktif. Tunjukkan kepada mereka bahwa maksud anda adalah untuk membuat mereka berkembang dan lebih baik.
Tetaplah melakukan dengan benar, sekalipun anda dalam keadaan sulit. Jauhkan dari tindakan-tindakan curang, menipu dan merugikan pihak lain meskipun perusahaan anda sedang mengalami kesulitan besar. Setiap karyawan memiliki nurani, dan mereka akan tetap memperjuangkan kepentingan perusahaan ketika perusahaan juga berjalan pada prinsip-prinsip kebenaran.
Ciptakan lingkungan kondusif untuk kejujuran. Bahkan untuk ha-hal buruk, tetap hargailah ketika mereka berkata jujur. Kita harus maklum karena tidak ada manusia yang sempurna, ada kalanya karyawan juga melakukan kesalahan, bahkan juga kesalahan fatal. Namun ketika mereka mengakuinya dengan jujur, kita juga harus memberinya apresiasi. Kalau suasana kerja memberi kenyamaan untuk kejujuran, maka karyawan anda akan termotivasi untuk berbuat jujur. Namun jika setiap kejujuran barakhir pada hukuman, maka bukan tidak mungkin semua karyawan anda akan membuang kejujuranya.
Berikan ucapan selamat. Ucapan selamat bisa menjadi senjata untuk membuat seseorang merasa penting. Misalnya saja ucapan selamat ulang tahun anaknya. Mungkin hal ini tidak disangka oleh karyawan anda, jika anda mengingat tanggal lahir anak-anak karyawan anda.
Tunjukkan rasa hormat anda kepada karyawan, dengan anda menghormati karyawan, anda juga akan dihormati oleh karyawan. Banyak pimpinan yang terjebak oleh jabatan, sehingga mengabaikan usia. Ada kalanya kita memiliki karyawan yang usianya lebih tua dari kita. Dalam hati kecil dan ego seorang karyawan, usia adalah salah satu alasan untuk dihormati oleh orang lain. Oleh karenanya tidak ada salahnya kita menghormati karyawan karena usianya. Mengabaikan ini bisa menimbulkan rasa tidak simpatik dari karyawan tersebut.
Demikian sedikit share dari saya, semoga anda bisa mewujudkan lingkungan kerja yang mampu memotivasi karyawan secara alamiyah dan terus menerus.
By: Iwan Setiawan Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:45:00 PM
  |
|
|
|
| Thursday, July 01, 2010
|
|
Pembeli Adalah Raja, Ahhh... Sudah Kuno!
|
Pembeli adalah RAJA… ahhh itu sudah KUNO….! Demikian nasehat yang disampaikan pemilik Toko Cat dan Bangunan Mataram, salah satu Toko perlengkapan bangunan terbesar di Purwokerto.
Bagi dia Pembeli adalah Saudara…
Wah ini menggelitik PENASARANku habis-habisan tadi malam… Pembeli adalah Saudara Perlakukan Pembeli seperti Saudaramu….!
Dalam otak saya yang mungil ini, dari dulu selalu tercatat bahwa pembeli adalah raja yang harus dilayani apapun keinginannya
Tapi ternyata pendekatan Pembeli adalah Saudara, ternyata lebih powerful Karena kita menganggap bahwa untuk saudara ada equality, kesetaraan, dan kita pun melayani dan menghormati pembeli sebagaimana kita ingin dilayani ketika kita di posisi menjadi pembeli. Dengan saudara ada ketulusan, kesabaran, keramahan dan kejujuran… Kita mendengarkan keluhan mereka, kesulitan mereka dan kita siap membantunya.
Banyak diantara kita, ketika menjadi pembeli tidak suka dengan basa-basi, sebagaimana yang dilakukan penganut Pembeli adalah Raja…
Kita lebih suka ketulusan, kejujuran dan keramahan tidak sekedar selisih harga yang lebih murah… Kita juga suka rumah makan yang bersih baik di meja makan maupun di dapurnya Bahkan kadang senyum tulus di bibir pelayan yang siap melayani lebih indah dibandingkan diskon besar-besaran... Betapa nikmatnya ketika kita di sebuah restoran dengan senyum mengembang di antara para pelayan Suasana kekeluargaan antara pemilik - pegawai - pelanggan yang terbangun membuat kita merasa di tempat sendiri
Dengan menganggap Pembeli adalah Saudara, kita menjual bukan untuk sekedar melayani tapi untuk membahagiakan pelanggan… Meringankan beban pelanggan Bahkan kita dengan suka hati mengantar pesanan ke rumah walaupun secara profit mungkin kita rugi… hey… jangan cemberut dong...kita bicara long term customer nih...
Kita bikin gathering di toko kita untuk sekedar launching produk baru Bahkan pengajian, arisan antar pelanggan atau sekedar memberikan permen atau cokelat buat anak kecil dari pelanggan
Tetapi percayalah apabila Raja tidak suka pelayanan kita dia bisa memecat sesuka hati sang Raja… Tetapi apabila anda bisa menjalin persaudaraan dengan pembeli anda, maka dia akan kembali lagi… Bukan hanya karena pelayanan anda, tetapi dia merasa ikut terlibat dalam bisnis anda… Bahkan ada pelanggan yang akan datang dan melaporkan bahwa ada kompetitor anda yang sedang banting harga… Bahkan ada pelanggan yang melaporkan bahwa produk yang sama dijual di toko lain dengan harga lebih murah Hebat kan kalau kita merubah Pelanggan menjadi aset…
Karena Pembeli telah menjadi Saudara kita...
Semoga bermanfaat...
Salam pembelajar Supriyadi Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:43:00 AM
  |
|
|
|
|
|