| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Wednesday, June 30, 2010
|
|
Paradoks-paradoks Kewirausahaan
|
Memimpin dan mengelola bisnis memang selalu berada dalam ketegangan dua kutub paradoksal. Keduanya – mengelola dan memimpin – cuma bersifat paradoksal, bukan kontradiktif, jadi tak perlu dipertentangkan. Malah saling melengkapi dan perlu dipraktekkan sesuai konteks realitas bisnis yang dinamis.
Beberapa di antara paradox itu berhasil diidentifikasi oleh Prof. Jeffry A. Timmons & Stephen Spinelli dari Babson College (bukunya: New Venture Creation, Entrepreneurship for the 21st Century, 2004/2008) :
- Pertama-tama perlu dicamkan bahwa pada dasarnya orang tidak mau diatur, mereka mau dipimpin! Apalagi tatkala timnya terdiri dari orang terpelajar, di mana mereka Anda tuntut untuk berani mengambil keputusan (yang berarti ada resiko) dalam kepemimpinan mereka. Ini prinsip kepemimpinan wirausaha.
- Suatu peluang tidak potensial bisa menjadi suatu peluang sangat potensial. Kisah awal bisnis teh-botol dan air minum dalam kemasan (Aqua) adalah studi kasus yang persis menggambarkan paradoks ini. Awalnya dikira tak berprospek, tapi sejarah telah membuktikan sebaliknya. Kisah Kolonel Sanders yang berkeliling ke ratusan (bahkan ribuan, katanya) restoran demi menawarkan resep ayam goreng, pada awalnya ditolak lantaran dianggap mengada-ada (mereka tak percaya bisnis ini ada prospeknya!). Namun saat ini, hampir setiap kita pernah ke Kentucky Fried Chicken.
- Untuk dapat uang, Anda harus lebih dulu kehilangan uang. Artinya tentu investasi, penanaman modal. Seperti metafora menanam bibit kecil, yang selang beberapa waktu baru akan tumbuh, dan tetap perlu dirawat sehingga pada gilirannya nanti berbuah lebat.
- Untuk menciptakan (membangun) kekayaan, Anda harus merelakan kekayaan. Ini soal komitmen, sebagai pribadi sekaligus pemilik. Dengan memberi insentif dan membagi bonus buat tim yang berprestasi – walaupun konsekuensinya mengurangi jatah deviden – Anda telah memotivasi para pemangku kepentingan (stakeholders) bekerja keras memperbesar kue (profitabilitas).
- Supaya berhasil, Anda harus merasakan kegagalan. Kegagalan merupakan hal biasa bagi wirausahawan, asal jangan berhenti di situ. Ia harus belajar dari pengalaman dan bangkit lagi dengan semangat yang disertai kebijaksanaan baru.
- Berwirausaha perlu pemikiran, persiapan, dan perencanaan cukup panjang. Namun kewirausahaan juga suatu kegiatan spontan. Perubahan teknologi, pasar dan persaingan bersifat dinamis dan kerap sulit ditebak. Namun toh kita mesti mencoba menggambarkan dan memperkirakan masa depan. Hanya, sadarilah bahwa rencana bisnis bisa saja telah usang persis ketika ia selesai dicetak dan dijilid rapih. Wirausaha adalah proses kreatif, bangunlah kebiasaan berencana dan bereaksi sejalan dengan alternatif yang ada, menggabungkan pikiran dan isi hati.
- Kreativitas dan daya inovasi harus dilandasi tekad dan disiplin kuat. Justru disiplin dan tekad kuat adalah fondasi kreativitas dan daya inovasi, sebab tanpa tekad dan disiplin tak ada jaminan orang untuk berani ambil resiko.
- Berwirausaha menuntut kemampuan bertindak cepat, namun juga kesabaran dan kesetiaan. Waspadalah, ketika perusahaan lain memperluas bisnisnya, bukan berarti Anda perlu latah. Pelajari konteksnya, karena mungkin saja dengan fokus (setia) pada bisnis inti, Anda malah tumbuh lebih cepat dan solid.
- Bila perusahaan jadi besar, teratur, disiplin dan terkontrol, maka semakin kecil kemungkinan Anda bisa menentukan masa depan. Kewirausahaan menuntut fleksibilitas dan strategi yang ringkas dan cepat. Kontrol berlebihan dan obsesi terhadap keteraturan akan mematikan semangat kewirausahaan. Pemeo pebisnis adalah seperti pembalap formula satu: tatkala saya merasa nyaman artinya saya terlalu pelan!
- Untuk meningkatkan nilai perusahaan jangka panjang, Anda harus mengorbankan keuntungan jangka pendek. Demi meningkatkan nilai perusahaan, perlu investasi terus menerus ke orang, produk, layanan, dan sistem pendukung, artinya mengorbankan keuntungan sesaat.
Bersiaplah untuk sukses!
Oleh: Andre Vincent Wenas Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:03:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, June 29, 2010
|
|
Jangan Jadi Pengusaha, Sebelum Baca Artikel Ini
|
|
Saya seringkali sedih jika mendengar ada mantan karyawan yang gagal berkali-kali dalam berbisnis. Apalagi jika alasannya, karena terlalu terburu-buru memutuskan untuk resign, sudah jenuh, atau karena ingin sukses menjadi pengusaha.
Ketika saya bertanya, “Apa yang telah Anda bina, bangun dan kumpulkan selama Anda menjadi karyawan?” Jawabannya bervariasi: teman, rekan kerja, atasan, pelanggan dan sebagainya. Ada juga yang memang sudah mengumpulkan modal untuk usaha, dan ada juga yang menjawab tidak tahu.
Pertanyaan yang muncul, mengapa banyak karyawan yang gagal ketika menjalankan bisnis sendiri? Apa yang gagal mereka kumpulkan?
Sebagai karyawan, saya anggap Anda kaya raya dan punya modal jika Anda mengumpulkan dua capital selama menjadi karyawan:
1.Capital knowledge – keahlian, ilmu pengetahuan, dan practical skill 2.Capital network - Who you know, dan WHO KNOWS YOU ... sangat penting!
Mana yang paling banyak dilupakan?
Dua-duanya....
Kebanyakan karyawan terlalu sibuk dengan kegiatannya dan akhirnya hanya menguasai satu bidang atau hanya mengenal satu atau dua komunitas saja. Jika saya di accounting yah, paling kenalnya dengan accounting lagi, paling dengan supplier yang suka nagih.
Jika saya adalah orang marketing, network saya customer saja, tidak mau bergaul dan akrab dengan kompetitor. Jika saya orang operation, bergaulnya dengan tim internal, atau operation di perusahaan lain.
Jika tidak ada yang mengenal Anda atau tidak ada yang Anda kenal, bagaimana Anda bisa survive di bisnis sendiri?
Atau jika ilmu yang Anda kuasai hanya satu atau dua bidang, bagaimana Anda bisa mengatasi permasalahan di bisnis yang terdiri atas masalah keuangan, sales, marketing, accounting, system, business process, delivery, supply chain, distribusi dan sebagainya.
Tips saya hari ini: apapun cita-cita Anda, ingin menjadi pengusaha atau top level management di perusahaan Anda, miliki kemauan dan ketertarikan yang tulus untuk mengenal dan dikenal oleh lebih banyak orang di banyak kalangan.
What YOU KNOW, memberikan Anda pekerjaan. Who you KNOW, membuka kesempatan. Who KNOWS YOU, yang menjamin Anda mendapat pekerjaan dan kesempatan.
Salam FUNtastic! ___________ Tom MC Ifle (contact number: 021 - 45870185) Penulis buku Best Seller, Profit is King dan Big BRain Big Money Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:01:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, June 28, 2010
|
|
Memelihara Mimpi
|
|
Sebelum sebatang pohon dapat tumbuh tinggi, terlebih dahulu ia harus menanamkan akarnya jauh ke dalam tanah, demi memperoleh zat gizi. Sama dengan mimpi anda. Bila anda ingin impian berubah menjadi kenyataan, anda harus mencari cara untuk memberi makan dan memelihara mimpi anda.
Sangat tidak realistis untuk berharap bahwa anda dapat mencapai bintang, tanpa terlebih dahulu menanam akar dalam tanah padat. Bermimpi itu gampang – sesuatu yang hidup di alam khayal. Namun mewujudkannya di alam nyata membutuhkan perjuangan keras.
Tanpa akar yang kuat, bahkan pohon tertinggi dan berbesar – akan tumbang. Tanpa terus belajar, bersikap disiplin, memelihara integritas, komitment, ketabahan, kesabaran, dan usaha – bahkan mimpi yang paling mungkin dan paling hebat – akan tumbang.
Mimpi dan tujuan anda memerlukan pemeliharaan. Tanamkan akar mimpi anda sedalam dan selebar mungkin – hingga tidak ada batas setinggi tas apa anda akan jangkau.
Sumber: Milis archive Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 7:33:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, June 23, 2010
|
|
3 Hari Dalam Hidup Ini
|
|
Hari pertama : Hari kemarin. Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi. Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang;
Lepaskan saja…
Hari kedua : hari esok. Hingga mentari esok hari terbit, Kita tak tahu apa yang akan terjadi. Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; toh belum tentu esok hari Kita merengkuhnya
Biarkan saja…
Yang tersisa kini hanyalah hari ini. Pintu masa lalu telah tertutup, Pintu masa depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri Kita untuk hari ini. Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi. Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Kita.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti. Ingatlah bahwa Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri Kita sendiri.
Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 6:16:00 PM
  |
|
|
|
| Sunday, June 20, 2010
|
|
Beranie Gagal April & Mei 2010 Versi PDF Sudah Ada
|
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal April & Mei 2010 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2010. Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses!
Ryan Founder & Moderator Beranie Gagal Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:31:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, June 18, 2010
|
|
Satu Langkah Maju
|
Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam keadaan tetap bergerak anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.
Dalam hidup kita sering merasa buntu hanya karena kita ingin mengambil langkah yang terlalu besar. Langkah raksasa. Akibatnya, masalah kita jadi terlihat besar sekali, kompleks dan tak terselesaikan. Hasilnya, anda hanya termenung dan tidak bergerak.
Sabar dan coba mundur sebentar. Perhatikan tantangan anda. Tidakkah lebih mungkin anda mengambil langkah-langkah pendek terus menerus - ketimbang berusaha menelan semua masalah sekaligus. Satu langkah kecil demi satu langkah kecil - asalkan anda tidak berhenti - adalah cukup, karena anda masih memiliki hari esok dan masih ingin bergerak maju. Dan bukan berhenti.
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:28:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, June 17, 2010
|
|
Anda Lebih Penting Dari Masalah Anda
|
Proses pertumbuhan dan belajar selalu melibatkan resiko. Keberanian memberi anda kekuatan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan. Keberanian berasal dari pikiran anda yang jauh lebih bertenaga daripada lingkungan luar anda.
Bila anda menyadari bahwa betapa besarnya anda dibanding persoalan yang ada, maka anda akan mendapatkan keberanian untuk mengatasinya. Rintangan akan selalu tampak besar atau kecil sesuai dengan penglihatan anda. Keberanian adalah kapasitas untuk menghadapi apa yang terbayangkan. Ia akan memberi anda kemampuan untuk mengatasi kenyataan.
Melewati rintangan adalah buah dari pencapaian, buah dari keberhasilan. Lihatlah persoalan sebagaimana yang anda inginkan, bukan sebagaimana yang tampak.
Sumber: Daily Motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:59:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, June 16, 2010
|
|
Batu dan Bisikan
|
|
Suatu ketika, tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat sesuatu yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak itu yang tampak melintas. Aah…, ternyata, ada sebuah batu yang menimpa Jaguar itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.
Cittt….ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, di mundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati. Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya seorang anak yang paling dekat, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.
“Apa yang telah kau lakukan!!! Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!! Lihat goresan itu”, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu.
“Kamu tentu paham, mobil baru semacam itu akan butuh banyak ongkos di bengkel kalau sampai tergores.” Ujarnya lagi dengan geram, tampak ingin memukul anak itu.
Sang anak tampak ketakutan, dan berusaha meminta maaf.
“Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa.” Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun.
“Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti….”
Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi.
“Itu disana ada kakakku. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Aku tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan..”
Kini, ia mulai terisak. Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.
“Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda? Tolonglah, kakakku terluka, tapi dia terlalu berat untukku.”
Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera, di angkatnya anak yang cacat itu menuju kursi rodanya. Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut anak itu. Memar dan tergores, sama seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya.
Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja.
“Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatanmu.”
Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.
Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Disusurinya jalan itu dengan lambat, sambil merenungkan kejadian yang baru saja di lewatinya. Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele. Namun, ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat
“Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.”
Teman, sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?
Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.
Teman, kadang memang, ada yang akan “melemparkan batu” buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:57:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, June 15, 2010
|
|
Karier Menjadi Entrepreneur. Kenapa Tidak?!
|
Apa beda Pekerjaan dengan Karier?
Pekerjaan anda adalah milik perusahaan tempat bekerja. Pekerjaan berhubungan dengan tanggung jawab, otoritas, jabatan dan gaji. Karier adalah milik anda sendiri. Karier berhubungan dengan hal-hal yang bersifat pribadi termasuk didalamnya passion, dreams or purpose of life and values untuk mencapai kebahagiaan dan fulfillment.
Pilihan untuk bekerja atau berkarier adalah pilihan hidup yang selalu lebih baik memilih sendiri daripada dipilihkan orang lain.
Berkarier menjadi entrepreneur adalah pilihan paling berani dibanding opsi-opsi yang lain. Entrepreneur adalah pelaksana sejati prinsip “you eat what you kill” – namanya juga bukan orang gajian, tidak menghasilkan bisa-bisa tidak makan.
Entrepreneur juga harus self-motivated, karena tidak punya boss, tidak ada job description, dan terkadang tidak punya struktur kerja yang jelas. Dalam kondisi ini entrepreneur harus membangkitkan semangat kerjanya sendiri.
Entrepreneur adalah “dreamers who do”, atau pemimpi yang bekerja keras untuk merealisasikan mimpi-mimpinya. Bukan sekedar bekerja keras saja, entrepreneur juga berani menetapkan deadline pencapaian mimpinya.
Menjadi entrepreneur hampir pasti memilih bidang yang paling diminati untuk berbisnis – ini sesuai dengan berkarier yang berlandaskan pada passion. Apabila dorongan untuk menjadi entrepreneur sedemikian besar, kenapa tidak mulai merealisasikannya? Karier menjadi entrepreneur, kenapa tidak?!
Sumber : “Your Job is Not your Career” by Rene Suhardono Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:36:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, June 14, 2010
|
|
Bangkrut, Berapa Kali ya?
|
|
Bila Anda pernah bangkrut atau pernah hampir bangkrut, janganlah kuatir. Itu bukanlah masalah yang besar. Dalam kamus kehidupan saya, saya mengenal rumus 3 kali kegagalan. Artinya, kita boleh gagal sampai maksimal tiga kali pada persoalan yang sama. Setelah itu kita, Anda dan saya, harus berhasil. Brian Tracy, dalam bukunya ‘Getting Rich Your Own Way’, menuliskan hal yang senada. “Para jutawan Amerika yang kaya dengan usaha sendiri, pernah mengalami kebangkrutan atau nyaris bangkrut rata-rata 3.2 kali sebelum akhirnya mereka mengembangkan keahlian dan pengalaman yang dibutuhkan untuk sukses.” “Bersiaplah menghadapi gelombang naik-turun dalam perjalanan menuju kemakmuran. Ini hanyalah bagian yang harus Anda bayar untuk keluar dari kotak.” Lalu, bagaimana jika seseorang telah bangkrut lebih dari 3 kali? Pertanyaan saya sebagai coach adalah, “apakah ia bangkrut karena kesalahan yang sama?” Jika ya, berarti ia tidak belajar dari kesalahan dan ia akan bangkrut berkali-kali lagi. Tips suksesnya. - Belajarlah dari kesalahan dan kegagalan. Ambil hikmahnya.
- Dari setiap kegagalan Anda dapat mengembangkan keahlian dan pengalaman baru yang berguna untuk keberhasilan Anda di masa depan.
See you at the top! Sampai bertemu di puncak! John Rusly www.johnyrusly.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:13:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, June 11, 2010
|
|
Don't Crack Under Pressure
|
"Anda tidak bisa memilih bagaimana atau kapan Anda akan mati. Anda hanya dapat memilih cara menjalani hidup. Sekarang."-- Joan Baez, penyanyi dan penulis lagu
ANDA tentu sudah sering menonton televisi. Apakah Anda termasuk melihat iklannya pula? Coba Anda perhatikan salah satu iklan minuman ringan terkemuka dari negeri Paman Sam.
Tema dari iklan minuman tersebut umumnya mengenai optimisme. Bahkan menjelang pergantian tahun, di bulan Desember, mereka memperkenalkan jingle baru, yang intinya mengajak untuk senantiasa menjalani hidup dengan penuh optimisme dan memperbaharui semangat setiap hari. Menjalani kehidupan seharusnya seperti itu pula. Tak perlu berputus asa bila menghadapi kesulitan. Jika kita mampu menjalani kehidupan dengan bersemangat, maka beban seberat apapun akan terasa ringan.
Bila kita selalu optimis dan tak pernah kehilangan asa, percayalah, kita akan selalu menemukan jalan keluar dari suatu masalah. Tak percaya? Mari kita simak kisah berikut.
Anda mengenal nama Hee Ah Lee?
Ah Lee dilahirkan dari seorang ibu bernama Woo Kap Sun pada 9 Juli 1985 di Korea Selatan. Sama halnya dengan seorang ibu lainnya dibelahan dunia manapun, Kap Sun mencintai anak perempuannya dengan sepenuh hati, walau sejak dalam kandungan ia mengetahui bila anaknya akan lahir dalam keadaan cacat.
Ah Lee diketahui menderita down syndrome. Down syndrome merupakan kelainan kromosom yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Kelainan ini berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental anak. Ah Lee juga terlahir dengan kaki hanya sebatas lutut. Penderitaan awal Ah Lee bukan hanya itu saja, selain mengalami down syndrome dan memiliki kaki yang mungil, Ah Lee juga hanya memiliki empat jari. Dua dikanan dan dua dikiri. Kelainan ini dikenal dengan lobster claw syndrome, keadaan dimana jarinya berbentuk seperti capit udang, tanpa telapak tangan. Ketika dilahirkan, banyak yang menyarankan agar Ah Lee dikirim ke panti asuhan. Tetapi Kap Sun dengan tegas menolaknya. Kap Sun justeru menerimanya hal itu sebagai anugerah.
Ia kemudian merawat dan mendidik anaknya dalam dunia nyata. Untuk melatih kekuatan otot jarinya, Ah Lee diajarkan untuk bermain piano saat berusia 7 tahun. Tentu sangat sulit untuk mengajarkan bermain piano dengan 'nada-nada yang harus dihitung' bagi anak dengan kondisi mental terbelakang, ditambah dengan keterbatasan fisik. Sulit, bukan berarti tidak bisa. Ah Lee bahkan sempat mogok bermain piano setelah mengetahui ayahnya sakit keras ditambah ibundanya yang terkena kanker payudara.
Akan tetapi sang ibunda, Kap Sun terus memompakan semangat kepada anaknya. Sang ibunda berusaha mengembalikan rasa percaya diri Ah Lee. Kap Sun terus membimbing Ah Lee agar dapat tumbuh mandiri, dan tetap penuh percaya diri dalam menghadapi hidup. Untuk bisa memainkan karya Chopin Fantasie Impromptu, Ah Lee dengan tekun berlatih lima hingga sepuluh jam sehari selama lima tahun. Hasilnya sungguh luar biasa. Pada 1992, Ah Lee memenangkan Penghargaan Pertama dalam the Korean National Student Music Contest.
Dan sejak saat itu, berbagai penghargaan atas keterampilan bermain piano telah diraih Ah Lee. Ah Lee pun telah merasakan bagaimana rasanya berkeliling dunia, termasuk bermain bersama para artis terkenal. Pada 2007, Ah Lee melakukan konser piano tunggal di Balai Kartini, Jakarta. Konsernya ini merupakan bagian dari program tur Hee Ah Lee ke beberapa negara di Asia Tenggara termasuk dalam penampilannya di Indonesia.
Mari kita beralih ke belahan dunia lain. Anda mengenal nama Nick Vujicic?
Vujicic lahir di kota Melbourne, tanggal 4 Desember 1982. Seorang ibu manapun ketika melihat bayinya yang baru lahir, tentu mencoba untuk segera memeluknya, tetapi itu tidak dilakukan oleh sang Ibunda Vujicic. Saat Vujicic dilahirkan, ia tidak mempunyai kaki dan tangan. Ketika ibunya melihat Vujicic lahir tidak dalam keadaan normal, ia memerintahkan para perawat untuk membawa Vujicic keluar dari kamar.
Dokter, perawat, dan keluarga tertegun melihat pemandangan menyedihkan ini. Para dokter tak dapat menerangkan secara medis bagaimana Vujicic dilahirkan dalam keadaan seperti itu. Ibu Vujicic adalah seorang perawat. Ia menjelaskan bahwa selama kehamilannya, ia merawat dengan baik bayinya. Ia selalu menjaga kesehatan dan memakan asupan makanan bergizi. Diperlukan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, bagi keluarga Vujicic untuk menerima hal ini sebagai suatu kenyataan yang harus dihadapi.
Tahun-tahun awal dilewati Vujicic dengan penuh rintangan dan hambatan. Hingga pada akhirnya, Vujicic bersekolah di sekolah umum. Pada awalnya Vujicic mengalami kesulitan dalam menjalankan kegiatan di sekolah umum. Vujicic memang mampu mengikuti pendidikan umum, karena hanya fisiknya saja yang terganggu, sedangkan otak dan pikirannya berjalan dengan baik.
Tetapi lingkungan sekolah berkata lain, Vujicic harus menerima kenyataan pahit. Ia mendapat perlakuan yang membuatnya menderita, dimana Vujicic dikucilkan oleh teman-teman kelasnya. Vujicic jelas merasa amat tertekan. Pada umur 8 tahun, Vujicic sempat memikirkan untuk bunuh diri. Lambat laun, Vujicic menyadari kekurangannya, ia terus berdoa agar hidupnya lebih baik dengan apa yang ia miliki. Vujicic mencoba untuk bersyukur atas apa yang telah diberikan olehNya.
Hingga akhirnya Vujicic berhasil menyelesaikan pendidikannya, bahkan mendapatkan dua gelar, dalam bidang Akuntan dan Keuangan Terpadu. Itu terjadi ketika Vujicic berusia 17 tahun. Vujicic kemudian memulai kariernya dengan menjadi pembicara motivasi yang fokus pada kehidupan remaja masa kini. Ia pun menjadi pembicara dalam sektor perusahaan yang bertujuan menjadi pembicara inspirasi tingkat internasional. Saat ini Vujicic telah berkeliling dunia untuk memberikan motivasi dan inspirasi bagi setiap orang. Baik bagi penyandang cacat, maupun manusia normal lainnya.
Vujicic dan Ah Lee, hanyalah seorang pria dan wanita dengan keterbatasan fisik. Namun dengan segala keterbatasannya, tidak menjadikan Vujicic dan Ah Lee putus asa dalam menghadapi jalannya kehidupan. Vujicic dan Ah Lee bahkan mampu memperlihatkan kepada dunia apa yang telah mereka lakukan, sekaligus memberikan inspirasi bagi siapapun untuk tidak pernah menyerah dan putus asa dalam menghadapi kehidupan.
Seperti sebuah slogan jam tangan terkemuka yang diperkenalkan tahun 1991, 'Don't crack under pressure', yang menggambarkan bahwa keberhasilan seorang atlet dalam bertanding ditentukan oleh kekuatan mentalnya, bukan fisiknya. Begitu pula dalam menjalani hidup ini. Don't crack under pressure. Betul. Jangan mudah menyerah!
Oleh: Sonny Wibisono Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:46:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, June 10, 2010
|
|
Sejauh Mana POTENSI DIRI Anda?
|
Menarik untuk mengamati peristiwa atau kejadian yang kita alami setiap harinya dan bingkai ke konteks yang lebih luas dan bermanfaat dalam kehidupan kita. Tadi pagi ketika mandi dengan shower, pertama-tama saya mengangkat tuas kerannya dan air mulai mengucur. Biasanya air yang mengucur sangatlah deras dan kencang tetapi koq pagi ini terasa pelan dan sedikit. Dan saya tetap meneruskan mandi sambil berkata dalam hati "ah palingan bentar lagi air akan kembali mengucur dengan deras". Tetapi sampai selesai sabunan, debit air masih tetap kecil dan pelan.
Ketika diletakkan dalam konteks kehidupan atau pekerjaan, seringkali orang melakukan sesuatu berdasarkan kebiasaan (habit), pengalaman, pengetahuan dan keterampilan, belief ataupun nilai-nilai yang dipercayainya. Karena sudah merasa NYAMAN maka mereka terus-menerus melakukannya walaupun seringkali hasil yang dicapai tidak optimal. Mereka berharap dengan terus-menerus melakukan hal yang sama maka keadaan bisa tiba-tiba berubah. Parahnya, mereka menganggap kebiasaan, pengalaman, pengetahuan dan keterampilan, serta belief yang dimiliki adalah satu-satunya cara atau kebenaran yang mutlak. Mungkin ini yang menjawab mengapa banyak karyawan yang rajin dan tekun bekerja selama 5 tahun, bahkan lebih, tetapi tidak mendapatkan kenaikan gaji, promosi jabatan, ataupun karir seperti yang diidamkan. Mungkin karena mereka terus-menerus dengan bersemangat, rajin, dan tekun mengerjakan hal-hal yang SALAH atau kurang berMANFAAT. Familiar dengan pernyataan ini? :)
Karyawan yang rajin datang pagi belum tentu menjadikan dia lebih dibanding rekan-rekan lainnya ketika dia datang lebih pagi hanya untuk bermain game ataupun chatting. Karyawan yang sering lembur dan terus-menerus pulang malam belum tentu menjadikan dia lebih berprestasi dibanding rekan-rekan lainnya ketika ternyata dia tidak mampu mengorganisir pekerjaannya dengan lebih EFEKTIF, waktu yang ada dipakai untuk gosip, ataupun mengerjakan hal-hal yang kurang relevan dan bukan prioritas.
Kembali ke peristiwa mandi tadi, yang terjadi saya membiarkan dan berharap agar air segera mengucur deras dan kencang kembali. Yang terjadi: air tetap mengucur pelan dan sedikit :) What do you expect? Di dalam konteks kehidupan dan pekerjaan, seringkali orang berharap dan berdoa agar segala sesuatunya kembali normal tanpa mau berusaha lebih EFEKTIF dan KREATIF. Apa yang terjadi? Ternyata kehidupan tetap tidak BERUBAH. Contoh: ketika mengambil keputusan, seringkali orang suka menunda dan membiarkan suatu permasalahan terpecahkan sendiri seiring dengan waktu. Yang terjadi? Tidak terjadi apa-apa, permasalahan tersebut tetap ada :) Seorang sales person seringkali meletakkan tanggung jawabnya ketika tidak mencapai target ke faktor eksternal di luar dirinya: rekan kerja yang tidak support, atasan yang tidak perhatian, sistem yang tidak mendukung, reward yang kurang menarik, kondisi ekonomi yang lagi lesu, situasi politik yang tidak kondusif, pejabat negara yang tidak kompeten, dan lain sebagainya. Apa yang terjadi? Permasalahan tersebut akan terus ada (target tidak akan pernah tercapai) selama dia membiarkan faktor eksternal yang mengambil alih dan bertanggung jawab atas pencapaiannya, prestasinya, karirnya, kehidupannya.
Kembali lagi ke kejadian mandi di pagi hari, karena rada bete akibat air yang mengucur sedemikian pelan dan sedikit, saya iseng mengangkat tuas kerannya lebih tinggi. Apa yang terjadi? Wowww...air mengalir kencang dan deras. Padahal tadi, sumpah, saya MERASA saya sudah mengangkat tuas tersebut hingga ke posisi tertingginya.
Seringkali di dalam kehidupan, orang MERASA bahwa itulah titik tertinggi yang bisa dilakukan, dicapai, dimilikinya. Ketika mereka menganggap situasi dan kondisi NYAMAN sebagai peak-nya maka mereka merasa tidak perlu lagi belajar dan meng-upgrade dirinya. Mereka merasa tidak perlu lagi men-stretch kemampuan ataupun potensi dirinya. Padahal yang statis di dunia ini adalah PERUBAHAN itu sendiri, bukan? Di dalam organisasi, berdasarkan pengalaman, orang resisten dengan yang namanya perubahan: sistem IT dirubah, reward dan punishment disesuaikan, atasan diganti, cara kerja dirombak, rekan kerja dirotasi atau dimutasi, dan lain sebagainya, seringkali disebabkan karena mereka harus meng-adjust kembali perubahan tersebut dengan kompetensi, pengetahuan, ataupun keterampilan yang dimilikinya. Dan ini seringkali TIDAK NYAMAN. Tetapi mungkin itulah harga yang harus dibayar kalau mau MAJU!
Seorang sales person atau karyawan yang berpindah-pindah kerjaan karena menganggap lingkungan kerja dan atasan atau rekan kerja yang tidak mendukung tidak akan pernah MAJU selama dia mencari sesuatu yang NYAMAN atau RUTIN untuk dia kerjakan. Karena mengerjakan hal yang NYAMAN atau RUTIN atau SAMA terus menerus akan memberikan hasil yang SAMA, bukan? (gaji tidak pernah naik) :)
Pertanyaan berikut mungkin bisa membantu anda? Ketika anda sudah berpuas diri dan merasa nyaman, maka tanyakan ini ke diri anda: BERAPA KALI ANDA SUDAH MENCOBA SEHINGGA DAPAT BERKESIMPULAN BAHWA INI ADALAH PUNCAK ANDA? DARI MANA ANDA TAHU ANDA SUDAH MENCAPAI PUNCAK? JANGAN-JANGAN MALAH ANDA SEDANG MENURUNI BUKIT KARENA NYAMANNYA?
Lihatlah kembali POTENSI DIRI anda, mungkin sembari guyuran air shower membasahi tubuh anda :) STRETCH kembali potensi dan sumber daya internal anda! Ambil kembali TANGGUNG JAWAB bahwa anda sendirilah yang menentukan mau anda arahkan ke mana hidup anda tersebut! EFEKTIF dan KREATIFlah dalam melakukan CARA-CARA untuk mencapai tujuan anda dan dalam membina relasi dengan sesama anda!
Salam dan semakin SUKSES untuk anda, sahabat-sahabatku!
Putera Lengkong, MBA, CHt
www.PuteraLengkong. net Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:04:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, June 09, 2010
|
|
Sikap
|
Kita ditantang untuk bekerja tanpa mengenal lelah agar dapat meraih keunggulan dalam pekerjaan kita.
Tak semua orang terpanggil untuk menekuni pekerjaan profesional atau spesialisasi; bahkan lebih sedikit lagi yang naik ke tingkat kejeniusan dalam seni dan ilmu; banyak yang menjadi pekerja di pabrik,ladang, dan jalanan. Tapi, tak ada pekerjaan yang tak berarti.
Semua pekerjaan yang mengangkat kemanusiaan itu memiliki martabat dan kepentingan, dan harus dilaksanakan dengan keunggulan yang sungguh-sungguh.
Kalau seseorang menjadi penyapu jalan, ia semestinya menyapu seperti Michaelangelo melukis atau Beethoven menggubah musik, atau Shakespeare menulis syair.
Ia semestinya menyapu jalan begitu baik sehingga semua penghuni langit dan bumi sejenak berhenti untuk berkata,
”Di sini hidup seorang penyapu jalan yang hebat, yang melakukan pekerjaannya dengan baik.”
- Marthin Luther King Jr.-
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:34:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, June 08, 2010
|
|
Percaya Diri adalah Penting
|
|
Temanku Whit adalah seorang pesulap profesional, dan ia disewa sebuah restoran di Los Angeles untuk bermain sulap tiap sore untuk menghibur pengunjung restoran sementara mereka makan. Suatu sore ia menghampiri sebuah keluarga, dan setelah memperkenalkan diri, ia mengeluarkan setumpuk kartu dan mulai beraksi. Ketika berhadapan dengan seorang gadis kecil yang duduk di meja tersebut, ia diberitahu bahwa Wendy, anak tersebut, adalah seorang gadis buta. Whit menyahut,”Tak apa-apa. Kalau dia mau, saya ingin mencoba suatu tipuan sulap.” Sambil berbalik pada si anak, Whit berkata, “Wendy, kamu mau membantu saya melakukan tipuan ini?”
Sambil malu-malu, Wendy mengangkat bahu dan berkata,”Mau”. Whit duduk di kursi di seberang Wendy, lalu berkata, “Saya akan menunjukkan sebuah kartu, Wendy, dan kartunya bisa berwarna merah dan hitam. Saya ingin kamu menggunakan kekuatan batinmu dan mengatakan apa warna kartu itu, merah atau hitam. Mengerti kan?” Wendy mengangguk. Whit menunjukkan kartu raja keriting dan berkata,”Wendy, ini kartu merah atau kartu hitam?”
Sesaat kemudiaan, si anak buta menyahut,”Hitam”. Keluarga itu tersenyum. Whit mengangkat kartu tujuh hati dan berkata,”Ini kartu merah atau kartu hitam?” Wendy berkata,”merah” Lalu Whit mengangkat kartu ketiga, tiga wajik dan berkata,”merah atau hitam ?” Tanpa ragu-ragu, Wendy berkata,”merah !”. Keluarganya tertawa dengan gugup. Whit mengangkat tiga kartu lagi dan Wendy menebak ketiganya dengan benar ! Keluarganya hampir tak percaya betapa jitu tebakannya.
Pada kartu ketujuh, Whit mengangkat lima hati dan berkata,”Wendy, saya ingin kamu menebak nilai dan jenis kartu ini. apakah hati, wajik, keriting atau daun.” Sejenak kemudian, Wendy menyahut dengan yakin, “kartunya lima hati” Keluarganya menghembuskan napas yang tertahan.
Mereka tercengang ! Ayahnya menanyakan pada Whit apakah dia menggunakan tipuan atau sulap sungguhan. Whit menyahut, “Bapak harus tanya sendiri pada Wendy” Si ayah berkata,”Wendy, bagaimana caranya?” Wendy tersenyum dan berkata. “Sulap!”. Whit berjabatan tangan dengan seluruh keluarga, memeluk Wendy, meninggalkan kartu namanya, lalu mengucapkan salam perpisahan. Jelas ia telah menciptakan saat gaib yang tak kan pernah terlupakan oleh keluarga itu. Pertanyaannya, tentu, bagaimana Wendy tahu warna kartu itu ? karena Whit belum pernah bertemu Wendy sebelum peristiwa di restoran itu, ia tentu tak bisa memberi tahu sebelumnya kapan ia akan mengeluarkan kartu merah atau kartu hitam. dan karena Wendy buta, tak mungkin ia bisa melihat warna atau nilai kartu saat Whit menunjukkannya. jadi bagaimana caranya?
Whit mampu menciptakan mukjijat sekali seumur hidup ini dengan menggunakan kode rahasia dan berpikir cepat. Pada awal kariernya, Whit menciptakan kode kaki untuk menyampaikan informasi kepada orang lain tanpa kata2. Ia belum sempat menggunakan kode itu sampai peristiwa di restoran itu. Saat Whit duduk di seberang Wendy dan berkata,” Saya akan menunjukkan sebuah kartu, Wendy, dan kartunya bisa merah atau hitam,” ia mengetuk kaki Wendy (di bawah kaki meja) sekali saat ia berkata “merah” dan dua kali saat ia mengatakan “hitam”
Untuk meyakinkan bahwa Wendy mengerti, ia mengulang tanda rahasia itu dengan berkata, “Saya ingin kamu menggunakan kekuatan batinmu dan katakan, apa warna kartu itu, merah (tuk) atau hitam (tuk tuk). Kamu mengerti?” Waktu Wendy mengangguk, ia tahu bahwa Wendy sudah mengerti kodenya dan mau ikut bermain. Keluarganya menganggap waktu Whit bertanya apakah Wendy “mengerti,” dia merujuk perintah lisannya. Bagaimana ia memberitahu kartu lima hati pada Wendy ? Sederhana. Ia mengetuk kaki Wendy lima kali untuk memberitahu bahwa kartunya bernilai lima. Waktu ia menanyakan apakah kartunya hati, daun, keriting atau wajik, ia memberitahu jenisnya dengan mengetuk kaki Wendy pada saat ia mengatakan “hati”
Sulap atau keajaiban sesungguhnya dari cerita ini adalah efeknya pada Wendy. PERISTIWA ITU BUKAN HANYA MEMBERINYA KESEMPATAN UNTUK BERSINAR SEJENAK DAN MERASA ISTIMEWA DI DEPAN KELUARGANYA, TAPI JUGA MEMBUATNYA MENJADI SEORANG BINTANG DI RUMAH. DIA YANG SELAMA INI MERASA MENJADI BEBAN DALAM KELUARGANYA, KINI MERASA SEJAJAR DENGAN MEREKA KARENA PERISTIWA ITU.
Beberapa bulan setelah kejadian itu, Whit menerima sebuah paket dari Wendy. Isinya satu set kartu Braille, bersama sepucuk surat. Di dalam surat itu, Wendy berterima kasih karena Whit telah membuatnya merasa istimewa, dan menolongnya “melihat” untuk beberapa saat. WALAUPUN HINGGA SAAT ITU WENDY TETAP TIDAK BISA MELIHAT, NAMUN SULAP WHIT TELAH MENUMBUHKAN KEPERCAYAN DIRINYA YANG SELAMA INI HILANG. Wendy menutup isi suratnya dengan berkata bahwa ia ingin Whit menerima kartu braille tersebut supaya ia bisa memikirkan sulap lain untuk orang buta.
Sumber: Disadur dari Chicken Soup for The Soul by Michael Jeffreys Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:07:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, June 07, 2010
|
|
Ciptakan Kehidupan, Bukan Sekedar Hidup
|
“Your successes and happiness are forgiven you only if you generously consent to share them. – Kesuksesan dan kebahagiaan akan sangat berarti jika kau mau berbagi dengan orang lain.” Albert Camus
Untuk dapat sekedar hidup, mungkin kita tidak perlu bersusah payah mencari peluang ataupun memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas dan manfaat diri kita. Namun sebagai mahluk yang paling spesial diantara mahluk ciptaan Tuhan YME, kita berkewajiban untuk mendapatkan kehidupan yang berarti. Kita harus berupaya semaksimal mungkin. Sebuah pepatah bijak menyebutkan, “Find a meaningful need and fill it better than anyone else. – Kejarlah sesuatu yang bermakna, dan gunakanlah setiap peluang yang ada secara lebih baik dari siapapun.”
Ada beberapa langkah untuk menjadikan kehidupan kita menjadi lebih berarti. Langkah pertama adalah memperbesar kemauan untuk belajar. Manusia mempunyai pikiran yang luar biasa, maka gunakan pikiran tersebut untuk belajar menciptakan kemajuan-kemajuan dalam hidup. Kita dapat belajar dari berbagai hal, diantaranya adalah belajar kepada pengalaman hidup, kegagalan, kejadian sehari-hari, orang lain dan sebagainya. Maka tingkatkan terus kemauan belajar.
Langkah kedua supaya kehidupan kita lebih berati adalah mencoba melakukan sesuatu agar lebih dekat dengan impian yang diidamkan. Bekerjalah lebih keras, lebih aktif atau produktif. Langkah ini sangat efektif dalam meningkatkan kemungkinan mendapatkan uang, kekayaan atau segala sesuatu yang berharga bagi manusia.
Satu hal yang patut dijadikan pedoman bahwasanya kerja keras itu bukan semata-mata mengejar 5 P, yaitu power (kekuasaan), position (posisi), pleasure (kesenangan), prestige (kewibawaan) dan prosperity (kekayaan). Setiap usaha yang hanya berorientasi kepada lima hal tersebut memang menjamin kesuksesan atau bahkan hasil yang melimpah ruah, tetapi tidak menjamin sebuah akhir yang menyenangkan. Contohnya adalah sebuah fakta tentang delapan orang miliarder di Amerika Serikat yang berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Illionis pada tahun 1923. Mereka adalah orang-orang yang sangat sukses, tetapi mengalami nasib tragis 25 tahun kemudian.
Salah seorang diantara mereka adalah Charles Schwab, CEO perusahaan besi baja ternama pada waktu itu, yaitu Bethlehem Steel. Tetapi Charles Schwab mengalami kebangkrutan total. Sehingga ia terpaksa berhutang untuk membiayai hidupnya selama 5 tahun sebelum meninggal. Yang kedua adalah Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Namun pria ini ternyata menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing. Orang ketiga adalah Jesse Livermore, raja saham “The Great Bear” di Wall Street. Tetapi Jesse mati bunuh diri.
Orang ke empat adalah “The Match King”, Ivar Krueger, CEO perusahaan hak cipta, yang juga mati bunuh diri. Begitu juga dengan Leon Fraser, Chairman of Bank of International Settlement, ia mati bunuh diri. Yang keenam adalah Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Tetapi ia sakit jiwa dan dirawat di rumah sakit jiwa hingga akhir hidupnya. Arthur Cutton sebelumnya adalah pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, tetapi ia meninggal di negri orang lain. Sedangkan Albert Fall, waktu itu ia adalah anggota kabinet presiden Amerika Serikat. Namun ia meninggal di rumahnya di Texas ketika baru saja keluar dari penjara.
Di dunia ini tidak sedikit orang yang semula sangat sukses, tetapi merana di tahun-tahun terakhir kehidupan mereka. Kehidupan mereka seakan-akan tidak berarti meskipun sebelumnya sangat kaya raya. Upaya terbaik memang dapat menghasilkan kesuksesan besar, tetapi bukan berarti merupakan jaminan sebuah akhir kehidupan sebagai manusia yang penuh arti.
Karena itu langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah mengimbangi kerja keras dengan berbuat kebaikan. Seorang penulis pada abad 20-an yang berkebangsaan Perancis, André Gide, mendefinisikan kebaikan itu sebagai berikut; “True kindness presupposes the faculty of imagining as one’s own the suffering and joys of others. – Kebaikan yang sesungguhnya adalah kemampuan merasakan penderitaan maupun kebahagiaan orang lain.”
Kerja keras yang diimbangi dengan berbuat kebaikan akan menghasilkan semangat yang tinggi untuk mendapatkan lebih dari apa yang dibutuhkan. Hal itu terdorong oleh keinginan untuk dapat berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Pada akhirnya kebaikan tersebut berpengaruh positif terhadap semangat hidup, motivasi, dan kemajuan sikap dan ekonomi. James Allen, penulis buku berjudul As a Man Thinketh mengatakan, “Pemikiran serta perbuatan baik tidak mungkin mendatangkan hasil yang buruk; pemikiran dan perbuatan buruk tidak mungkin mendatangkan hasil baik.”
Dengan belajar, bekerja keras dan berbuat kebaikan maka kita akan dapat menciptakan kehidupan yang jauh lebih berarti. Langkah-langkah sebagaimana dijelaskan diatas terbukti juga sangat efektif menjadikan kesan positif tentang diri kita tidak mudah dilupakan orang. Saya meyakini bahwa kita masih mempunyai banyak kesempatan dan potensi untuk mendapatkan kehidupan berharga itu dimanapun dan apapun pekerjaan kita.
Sumber: Make A Life, Not Merely A Living – Ciptakan Kehidupan, Bukan Sekedar Hidup oleh Andrew Ho. Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:19:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, June 04, 2010
|
|
Pilihan Sederhana
|
Bila dihadapkan pada pilihan, apakah anda memiliki untuk sehat, makmur, punya banyak teman, dan bahagia, ataukah anda memilih hidup miskin, sakit-sakitan, dibenci, dan sengsara…? Pilihan ini tentu gampang. Semua orang tentu akan mengambil pilihan pertama tanpa pikir panjang.
Tapi mengapa yang ada dalam pilihan pertama tidak seluruhnya hadir dalam kehidupan anda…? Adalah kenyataan, bahwa sebenarnya anda punya pilihan, tetapi tidak diberikan sekaligus seperti yang ada di awal tulisan ini. Pilihan itu melainkan diberikan secara bagian per bagian dalam setiap sisi kehidupan anda. Hari demi hari, saat demi saat – semua yang anda pilih dalam hidup sebenarnya adalah bagian dari pilihan di atas. Dan pilihan andalah yang menjadi kenyataan hidup anda.
Pilihan-pilihan sederhana yang anda buat, yang mungkin anda anggap sepele, akan membentuk jawaban besar. Pilihan-pilihan sederhana ini yang mempengaruhi hidup anda. Di sepanjang jalan kehidupan, anda akan terus berhadapan dengan pilihan-pilihan sederhana, untuk itu tetaplah fokus pada arah mana tujuan hidup anda bergulir. Buatlah pilihan yang tepat – sekalipun sederhana - karena hidup anda akan ditentukan oleh pilihan-pilihan yang anda buat.
Sumber: resensi.net Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:01:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, June 02, 2010
|
|
Rezeki Saya Ada Di Mana-Mana
|
Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat saya harus pulang selarut ini. Ah, hari yang menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan “acara” kehujanan.
Setengah berlari saya mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda sederhana. Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian, ditemani rokok dan lampu petromak yang masih menyala. Dia menyilahkan saya duduk. “Disini saja dik, daripada kehujanan…,” begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh.
Benar saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata, “tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja. Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan penggorengan pun telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu sebentar. Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap dan segenap bumbu.
Segera saja, mie goreng yang mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, “Wah hujannya tambah deras nih, orang-orang makin jarang yang keluar ya Pak?” Bapak itu menoleh ke arah saya, dan berkata, “Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya..” katanya sambil menghisap rokok dalam-dalam.
“Kalau hujan begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?” kata saya, “Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?” Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja, tak banyak yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun, agaknya saya keliru…
“Gusti Allah, ora sare dik, (Allah itu tidak pernah istirahat), begitu katanya. “Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi lumayan lah tanahnya.” Bapak itu melanjutkan, “Anak saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok masih hujan…”
Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar, “Gusti Allah ora sare”. Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya, tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana itu. Makna nya terlampau dalam, membuat saya banyak berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan Tuhan.
Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana, adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi, dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar.
Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana, namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong mobil yang mogok.
Hmm…saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya. “Ya Allah, Engkau Memang Maha yang Tak Pernah Beristirahat” Untunglah, hujan telah reda, dan sayapun telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare….Gusti Allah Ora Sare…
***
Teman, begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang ada di depan saya. Allah memang selalu punya banyak rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap membuat saya menjadi semakin banyak belajar.
Termasuk kali ini. Ya, ini adalah hari yang bersejarah buat saya. Saat ini, usia saya telah bertambah. Tentu, ya tentu, saya merasa bersyukur sekali dengan semua ini. Namun, kadang wujud syukur itu tak tampak kentara dalam runutan hidup yang saya lakoni.
Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya, saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.
Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan. Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar, walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa.
Aku berdoa agar diberikan kekuatan…Namun, Allah memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya.
Aku berdoa agar diberikan kebijaksanaan…Namun, Allah memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya.
Aku berdoa agar diberikan kecerdasan…Namun, Allah memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar dari-Nya.
Aku berdoa agar diberikan keberanian…Namun, Allah memberikanku marabahaya agar aku mampu menghadapinya
Aku berdoa agar diberikan cinta dan kasih sayang…Namun, Allah memberikanku orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi dengannya.
Aku berdoa agar diberikan kebahagiaan…Namun, Allah memberikanku pintu kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.
Sumber: Resensi.net Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:02:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, June 01, 2010
|
|
Hidup Adalah Anugerah
|
Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.
Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .
Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.
Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”
* * * * *
Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.
Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.
Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.
Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.
NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!
Dikirim oleh Karel Mandey Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:03:00 AM
  |
|
|
|
|
|