| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Friday, April 30, 2010
|
|
Keajaiban Bersyukur
|
|
Hidup ini mudah jika kita terbuka. Terbuka melihat hal-hal kecil di sekitar kita, terbuka menerima cobaan yang sedikit menghambat perjalanan kita, terbuka dalam berpikir begitu beruntungnya kita jika dibandingkan dengan orang lain, dan masih banyak lagi keterbukaan yang harus kita lakukan dalam menyikapi hidup. Untuk selanjutnya kita perlu berterima kasih kepada Tuhan atas takdir-Nya yang indah untuk kita. Itulah Bersyukur… Dengan bersyukur, ibarat kata punya uang seribu saja kita merasa kaya. Selain itu, bersyukur merupakan obat ampuh untuk mengobati sifat iri. Yup..sifat dimana kita merasa cemburu ketika orang lain bahagia, sifat yang menunjukkan kalau kita tidak punya sesuatu yang bisa kita banggakan atau bahkan sifat yang bisa menghambat kehidupan kita. Tidaklah sulit untuk melakukan ini. Hanya perlu kepekaan terhadap apa yang telah kita miliki dan peka terhadap sekitar kita. Akhirnya, Anda akan merasakan keindahan hidup seperti orang dan nyanyian katakan. Inilah keajaiban bersyukur.. By Suci Nice Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 1:09:00 PM
  |
|
|
|
| Thursday, April 29, 2010
|
|
Belajar Bisnis Dari Pedagang Minang
|
"Kami masing-masing nih sudah punya bisnis bu".
"Sudah punya bisnis masing-masing, kok masih jualan rame-rame begini".
"Kami jualan rame-rame begini dalam rangka mencari peluang bisnis di berbagai negara sekaligus menggembleng kami lebih percaya diri untuk jualan, ibaratnya kami nih kuliah bisnis langsung dilapangan".
Itulah sekelumit obrolan ringan dengan temen-temen dari Padang berjumlah 8 orang yang jualan pemutih laris manis seperti kacang goreng di stand KBRI pameran FAME International WTC Manila dari tgl 22 sd 25 April 2010.
Terus terang saya mengagumi sepak terjang dan strategi berdagang mereka yang kompak dan saling mendukung. Mereka para pria muda yang penuh semangat tak kenal lelah menjual produk pemutih dengan perijinan Malaysia, bosnya Mr.John. Menurut informasi mereka berbisnis antar negara dari event yang satu ke event yang lain. Uniknya mereka berbisnis dengan modal masing-masing. Mulai dari nyewa stand, transportasi dan akomodasi bayar masing-masing. Komoditi yang dijual hanya satu yakni pemutih kulit yang sekaligus bisa membersihkan flek hitam, jerawat dan berkhasiat anti aging promonya. Mr.John yang disebut bandar menyediakan barangnya dan nombokin pengeluaran timnya setelah selesai pameran baru hitung-hitungan. Dalam satu hari mereka berhasil menjual 500 hingga 2000 botol per orang tergantung kegigihan masing-masing.
Dari hari pertama hingga terakhir pameran stand mereka selalu ramai pengunjung. Semua orang yang lewat berhasil mereka gandeng dan mendapat layanan diolesi pemutih gratis, mulai dari tangan hingga wajahnya. Mereka mengolesi pemutih sambil terus berbicara tiada henti meyakinkan dan mensugesti seseorang dengan begitu 'pede'nya. Uniknya mulai dari nenek-nenek, kakek-kakek, ibu-ibu, bapak-bapak hingga remaja putri dengan rela hati mau membeli. Produk yang dijual memang sama namun harganya sering berbeda-beda tergantung tawar menawarnya. Kadang tiga botol pemutih dijual 1000 peso (Rp.200.000,-) kadang kala 500 peso bahkan 200 peso. Untuk lebih meyakinkan bahwa produk mereka aman kadang kala secara demonstratif mereka 'seolah' mengoleskan pemutih itu dilidahnya.
Menurut informasi grup pedagang Minang yang jualan pemutih ini dalam suatu event pameran bisa meraih omzet ratusan juta rupiah. Meski bahasa Inggrisnya tak semuanya bagus namun mereka mampu berbicara tiada henti sambil mengoleskan pemutih. Kami semua temen-temen satu stand sering dibuat tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi mereka yang asal mengucapkan kata-kata tanpa makna. Kadang kala juga mereka seolah bisa berbahasa Tagalog dan campur-campur dengan begitu meyakinkan. Karena Filipina pernah dijajah Indonesia di jaman kerajaan Mojopahit maka beberapa kata memang sama atau mirip bahasa Indonesia bahkan Jawa. Seperti misalnya hitung-hitungan satu sampai sepuluh ternyata sbb.: Isa, dalawah, telu, apat,lima,anim,pitu,wolu,sam, sempu.
Terus terang saya acungi jempol dengan kegigihan dan kemampuan mereka berjualan, kitapun perlu belajar berjualan ala pedagang Minang. Penuh percaya diri, gigih, tekun, kompak dan saling mendukung. Salam sehat sukses bahagia.
Aning Harmanto www.ningharmanto.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:55:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, April 27, 2010
|
|
Kiat Jitu Menanggani Penolakan
|
Dalam kehidupan kita sehari-hari pasti pernah mengalami penolakan, terutama bagi Anda yang berprofesi sebagai Marketers atau yang tengah mengembangkan bisnis Anda sendiri. Apalagi teman-teman yang di industri Network Marketing ataupun Asuransi, mungkin penolakan itu sudah menjadi makanan pokok Anda sehari-hari. Lantas apakah Anda takut dengan penolakan ? Bagaimana Anda menyikapi penolakan yang Anda terima?
Satu hal yang perlu kita sadari adalah bahwa penolakan itu adalah hal biasa, dalam industri atau bidang apapun, selama kita menawarkan sesuatu ke orang lain, apakah itu berupa barang atau jasa, Anda mempunyai kemungkinan ditolak. Saya sering mengatakan : “Penolakan itu hal biasa, Penerimaan baru Luar Biasa !” Bahkan penjual terbaik dan tergigih di dunia sekalipun pernah mengalami penolakan. Namun Anda bisa membuat penolakan itu justru berguna buat Anda. Apa yang harus Anda lakukan ketika seseorang mengejek ide besar anda? Berikut empat cara untuk membalikkan penolakan menjadi penerimaan dan kesuksesan :
1. Jadikan setiap kata TIDAK sebagai Pembukaan, bukan Akhiran.
Jika seseorang menolak ide besar Anda hari ini, di masa depan penolakan akan menjadi peluang untuk membangun jejaring Anda. Sedikit sekali orang yang akan mengatakan secara terang-terangan : “Jangan pernah injakkan kaki lagi disini.” Kenyataannya, jika mereka punya sedikit rasa kemanusiaan, mereka akan merasa tidak enak untuk mengecewakan Anda. Tanyakan dengan sopan, “Anda tidak keberatan jika saya kabari Anda tentang kemajuan saya di waktu yang akan dating?” Saya jamin, kebanyakan orang akan mengiyakan pertanyaan itu. Kemudian ikuti saja. Tambahkan mereka kedalam daftar follow up Anda, dan selalu kabarkan perkembangan bisnis Anda.
2. Gali makna di balik kata TIDAK, temukan Solusinya.
Jadikan penolakan sebagai peluang untuk melakukan riset yang berharga. Dalam setiap kata TIDAK, terdapat serpihan informasi yang akan membantu anda menyempurnakan metode, dan produk Anda. Alih-alih menyelinap keluar dari rumah atau kantor yang Anda datangi, tetaplah duduk disana selama Anda diizinkan tuan rumah, dan cobalah mengorek keterangan dari mereka. Apa yang mereka tahu tentang bisnis atau produk yang sedang Anda tawarkan, yang tidak Anda ketahui ? Cari tau alas an sebenarnya kenapa mereka tidak menyukai produk Anda, Apa yang mereka butuhkan ? Mungkin cara penawaran Anda kurang menarik atau Anda dating diwaktu yang tidak tepat, dll Temukan jawabannya.
3. Jangan Menyamaratakan kata TIDAK.
Tidak ada produk atau jasa yang tepat bagi setiap orang. Jika Anda ditolak, sadari bahwa bukan Anda yang ditolak. Yang ditolak hanyalah produk atau jasa Anda. kemungkinan Anda belum menentukan secara spesifik ceruk Anda. Atau mungkin Anda mendekati orang yang kurang tepat. Sebelum anda meninggalkan pertemuan, tanyakan kepada orang yang sedang anda dekati apakah ia bisa menyarankan orang lain yang mungkin tertarik dengan produk atau jasa Anda. Selalu minta referensi atau rekomendasi untuk Anda.
4. Dapatkan kata Ya lain kali. Never Give Up!
Sudah sering kita mendengar kisah para wirausaha sukses yang dengan gigih kembali dan kembali mengetuk pintu rumah itu, kadang-kadang sampai bertahun-tahun. Mereka menunjukkan sikap: “Akan saya tunjukkan kepada mereka” yang tak tergoyahkan. Dan selalu katakan pada diri Anda sendiri : “Suatu hari nanti , pasti saya dapatkan deal itu !”
Yang terpenting adalah jangan pernah putus asa dan kehilangan antusiasme Anda, jangan biarkan penolakan menghalangi jalan Anda untuk mewujudkan ide besar Anda dan menghentikan langkah Anda menuju sukses, Ingat selalu : “Penolakan itu Biasa, Penerimaan baru Luar Biasa !” Angkat telepon, dan teleponlah orang berikutnya dalam daftar Anda. Just Perform, Do Your Best !
Semoga bermanfaat dan Salam Hebat Luar Biasa !
Rudy Lim Inspirator Muda, Motivator, Entrepreneur, Public Speaker Founder of The Winners Club -- The Indonesia Next Leader Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:53:00 AM
  |
|
|
|
|
|
Yakinlah Anda Bisa
|
Ingatlah ketika Anda masih kecil, dan mencoba belajar berjalan. saya yakin anda mengalami seperti ini:
Pertama Anda harus belajar untuk berdiri: sebuah proses yang melibatkan seluruh tubuh, jatuh lalu kembali berdiri. Anda kadang tertawa serta tersenyum, tapi dilain waktu anda menangis dan meringis karena sakit. Entah, seperti ada tekad dan keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda akan berhasil, apa pun dan bagaimanapun. Anda punya motivasi dalam diri Anda.
Setelah banyak berlatih akhirnya Anda mengerti bagaimana keseimbangan diri Anda, sebuah persyaratan untuk kejenjang berikutnya. Anda menikmatinya dan seolah-olah punya kekuatan baru, punya motivasi baru. Anda akan berdiri dimana Anda suka – di tempat Anda, di sofa, di pangkuan ibu Anda, Bapak anda, atau pun seseorang. Itu adalah waktu yang menggembirakan – Anda melakukannya! Anda dapat mengontrol diri Anda. Anda tersenyum dan tertawa lucu, puas akan keberhasilan Anda. Sekarang – langkah berikutnya – berjalan. Anda melihat orang lain melakukannya – ini keliatannya tidak terlalu sulit – hanya memindahkan kaki Anda saat Anda berdiri, kan?
Salah – ternyata lebih kompleks daripada yang Anda bayangkan. Anda berurusan dengan rasa frustasi. Tapi Anda terus mencoba, mencoba lagi dan mencoba lagi dan lagi sampai Anda tahu bagaimana berjalan. Anda selalu ingin kedua tangan anda diberi pegangan saat berjalan.
Jika orang melihat Anda berjalan, mereka akan bertepuk tangan, mereka tertawa, mereka akan memberi semangat, “Ya Tuhan, lihatlah apa yang dia lakukan”. “Oh anakku sudah bisa berdiri”. “pandainya anakku, pintarnya anakku” dan lain-lain. Dorongan ini memicu Anda; dorongan itu menambah rasa percaya diri Anda. Dorongan itu memotivasi Anda
Namun meski begitu, Andapun mencoba berjalan saat tak ada yang melihat Anda, saat tak ada yang bersorak-sorai? Setiap peluang ada, Anda berlatih untuk berjalan. Anda tidak bisa menunggu seseorang untuk memotivasi Anda untuk mengambil langkah-langkah berikutnya. Anda belajar bagaimana untuk memotivasi diri sendiri.
Jika kita bisa mengingat hal ini tentang diri kita di hari ini.
Ingat bahwa kita bisa melakukan apapun yang kita pikiran. Kita mampu mengatur jika kita mau dan bersedia melewati proses, seperti ketika kita belajar berdiri, seperti ketika kita belajar berjalan. Kita tidak perlu menunggu orang lain untuk memotivasi kita, kita perlu memotivasi diri kita sendiri.
Jika Anda sudah lupa bagaimana melakukan hal ini, atau merasa seperti beku, kaku dan gamang. Maka Anda membutuhkan motivasi, ambillah kembali perjalanan singkat dalam hidup Anda yang telah lewat – Lihatlah prestasi Anda, tidak peduli prestasi besar atau prestasi kecil – atau saat-saat dimana Anda bertemu dengan tantangan dan menemukan cara untuk berhasil. Ulanglah keberhasilan itu saat ini, saat anda menghadapi permasalahan yang sedang anda hadapi.
Fokus pada semua hal yang Anda pikir Anda tidak bisa lakukan, kemudian lakukanlah. Lihatlah buah hati anda. Mereka tidak pernah menyerah. Dan mereka yakin serta percaya terhadap anda, bahwa anda mampu dan bisa. Mereka percaya di dalam semua kehidupan Anda!
Sekarang Anda harus percaya pada diri Anda! Yakinkan pada hati Anda Bahwa Anda pasti bisa. “Ingat, hari ini adalah hari terbaik dalam hidup Anda, milikilah masa depan yang indah, dengan membuat perubahan hari ini!
Oleh: Marlene – Resensi.net Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:56:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, April 26, 2010
|
|
Yakinlah Anda Bisa
|
|
Ingatlah ketika Anda masih kecil, dan mencoba belajar berjalan. saya yakin anda mengalami seperti ini:
Pertama Anda harus belajar untuk berdiri: sebuah proses yang melibatkan seluruh tubuh, jatuh lalu kembali berdiri. Anda kadang tertawa serta tersenyum, tapi dilain waktu anda menangis dan meringis karena sakit. Entah, seperti ada tekad dan keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda akan berhasil, apa pun dan bagaimanapun. Anda punya motivasi dalam diri Anda.
Setelah banyak berlatih akhirnya Anda mengerti bagaimana keseimbangan diri Anda, sebuah persyaratan untuk kejenjang berikutnya. Anda menikmatinya dan seolah-olah punya kekuatan baru, punya motivasi baru. Anda akan berdiri dimana Anda suka – di tempat Anda, di sofa, di pangkuan ibu Anda, Bapak anda, atau pun seseorang. Itu adalah waktu yang menggembirakan – Anda melakukannya! Anda dapat mengontrol diri Anda. Anda tersenyum dan tertawa lucu, puas akan keberhasilan Anda. Sekarang – langkah berikutnya – berjalan. Anda melihat orang lain melakukannya – ini keliatannya tidak terlalu sulit – hanya memindahkan kaki Anda saat Anda berdiri, kan?
Salah – ternyata lebih kompleks daripada yang Anda bayangkan. Anda berurusan dengan rasa frustasi. Tapi Anda terus mencoba, mencoba lagi dan mencoba lagi dan lagi sampai Anda tahu bagaimana berjalan. Anda selalu ingin kedua tangan anda diberi pegangan saat berjalan.
Jika orang melihat Anda berjalan, mereka akan bertepuk tangan, mereka tertawa, mereka akan memberi semangat, “Ya Tuhan, lihatlah apa yang dia lakukan”. “Oh anakku sudah bisa berdiri”. “pandainya anakku, pintarnya anakku” dan lain-lain. Dorongan ini memicu Anda; dorongan itu menambah rasa percaya diri Anda. Dorongan itu memotivasi Anda
Namun meski begitu, Andapun mencoba berjalan saat tak ada yang melihat Anda, saat tak ada yang bersorak-sorai? Setiap peluang ada, Anda berlatih untuk berjalan. Anda tidak bisa menunggu seseorang untuk memotivasi Anda untuk mengambil langkah-langkah berikutnya. Anda belajar bagaimana untuk memotivasi diri sendiri.
Jika kita bisa mengingat hal ini tentang diri kita di hari ini.
Ingat bahwa kita bisa melakukan apapun yang kita pikiran. Kita mampu mengatur jika kita mau dan bersedia melewati proses, seperti ketika kita belajar berdiri, seperti ketika kita belajar berjalan. Kita tidak perlu menunggu orang lain untuk memotivasi kita, kita perlu memotivasi diri kita sendiri.
Jika Anda sudah lupa bagaimana melakukan hal ini, atau merasa seperti beku, kaku dan gamang. Maka Anda membutuhkan motivasi, ambillah kembali perjalanan singkat dalam hidup Anda yang telah lewat – Lihatlah prestasi Anda, tidak peduli prestasi besar atau prestasi kecil – atau saat-saat dimana Anda bertemu dengan tantangan dan menemukan cara untuk berhasil. Ulanglah keberhasilan itu saat ini, saat anda menghadapi permasalahan yang sedang anda hadapi.
Fokus pada semua hal yang Anda pikir Anda tidak bisa lakukan, kemudian lakukanlah. Lihatlah buah hati anda. Mereka tidak pernah menyerah. Dan mereka yakin serta percaya terhadap anda, bahwa anda mampu dan bisa. Mereka percaya di dalam semua kehidupan Anda!
Sekarang Anda harus percaya pada diri Anda! Yakinkan pada hati Anda Bahwa Anda pasti bisa. “Ingat, hari ini adalah hari terbaik dalam hidup Anda, milikilah masa depan yang indah, dengan membuat perubahan hari ini!
Oleh: Marlene – Resensi.net Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:42:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, April 23, 2010
|
|
Yang Penting Bukan Apakah Anda Terjatuh, Tetapi Apakah Anda Bangkit Kembali
|
Jatuh bangun didalam merintis sebuah bisnis adalah suatu hal yang biasa. Untung, atau rugi, merupakan menu sarapan setiap hari yang dihadapi oleh seorang pengusaha. Bisa dibayangkan, bahwa untuk menjadi sukses, dan berada di puncak kesuksesan sebuah piramida bisnis, maka sebuah bisnis harus mampu melewati berbagai cobaan dan rintangan yang sangat-sangat luar biasa banyaknya. Dan karena itulah banyak orang berfikir bahwa berbisnis adalah sesuatu hal yang rumit dan sangat beresiko tinggi.
Namun perhatikanlah, bahwa semakin tinggi kita berada di puncak piramida bisnis, maka semakin besar pulalah permasalahan yang menghalangi kita. Ibarat semakin tinggi pohon, maka semakin kencang pula angin yang menerpa. Dan hal inilah yang membuat para pengusaha-pengusaha sukses yang sudah bertengger di puncak pohon kesuksesannya, mampu bertahan diatas sana karena ia telah mengantongi ilmu yang tidak diragukan lagi pengalamnnya.
Maka bagi anda yang kini sedang dalam keadaan bertahan atau dalam kondisi diambang kehancuran, jangan patah semangat, gunakan seluruh kemampuan yang anda miliki untuk merubah cerita sejarah bisnis anda. Dan ketika hal terburuk yang terjadi, maka bergembiralah, maka akan ada hal baik yang telah menanti anda. Hanya saja, maukah anda bangkit, dan mengambil kesempatan kedua, untuk bertarung lebih baik lagi. Saya ingat akan sebuah pepatah, bahwa kedelai pun tak akan masuk dilubang yang sama, maka kita sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah dengan kesempuranaan akal dan fikiran, maka saya yakinkan anda, bahwa “ Kesuksesan Anda hanya sejauh Sikap anda ! ”.
Jadi : “ Yang penting bukan apakah anda terjatuh, tetapi apakah anda bangkit kembali. “
( Vince Lombardi )
Salam Sukses Mulia,
Iwan Agustian H Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:24:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, April 22, 2010
|
|
Jangan jadi Rambo....!!!
|
Memulai sesuatu yang baru memang sulit, mimpi yang besarpun harus dimulai dari bawah dan membutuhkan pemikiran-pemikiran yang extra. Dalam melangkah dan mengambil keputusan haruslah hati-hati “agar tidak salah pilih”. Dalam peperangan yang nyatapun seorang tentara haruslah extra hati-hati dalam menentukan sasaran agar tidak salah tembak dan juga agar tidak menjadi sasaran tembak yang empuk bagi lawan-lawannya. Pakaian anti peluru, tameng, helm dan pasukan yang banyak memang bisa menghindari terjangan peluru berhamburan, namun tidak untuk ranjau tertanam yang menanti atau para penembak jitu yang menunggu.
Nah begitu pula dalam berbisnis, memilih strategi ‘alon-alon asal kelakon’ justru bisa berakibat fatal manakala terkena ranjau yang meledak. Ranjau itu bisa saja berupa tingkat pertumbuhan pasar yang melampaunya hingga kita tertinggal dari kompetitor. Bisa pula berupa tingkat kesejahteraan pegawai yang dari waktu ke waktu akan selalu naik.
Keadaan atau kondisi yang terlampau ‘nyaman’ juga membuat hadirnya kemalasan lebih besar. Atau tuntutan pelanggan yang bukan saja minta fitur atas pemenuhan fungsi yang lebih baik, namun juga hadir lebih cepat. Dan hal-hal lain yang berpotensi muncul dari pemilihan strategi yang terlalu ‘berhati-hati’ ini.
Untuk yang sebaliknya, serentak berlari berhamburan menyerbu musuh tentu akan menimbulkan keterkejutan tersendiri, namun dengan kemungkinan jatuhnya korban yang masif hingga kekalahan yang ‘konyol’/sia-sia.
Memilih dan atau penggabungan strategi berdasarkan konteks (keadaan dan situasi) tentu adalah yang terbaik yang bisa diusahakan. Perang provokasi (menaklukan lawan tanpa berperang) termasuk mengobarkan perang dari dalam benteng lawan dalam bentuk pemberontakan internal, telik sandi, pemetaan, penyaluran pasukan yang tepat, pemilihan waktu penyerangan yang brilian, penggunaan senjata yang optimal dan seterusnya adalah aneka kombinasi yang mungkin.
Diluar dari itu semua, mengenali bahwa mereka memang musuh yang ‘layak’ ditaklukan jauh lebih penting. Adakalanya, mereka hanya butuh diabaikan begitu saja, karena bukan mereka yang mengambil kesuksesan kita. Bahkan jauh dari itu, definisi kita akan sukses yang hendak kita raih haruslah cukup jelas untuk dijadikan ’sasaran tembak’.
Fakta, beberapa pertempuran seringkali tak seharusnya kita lakukan karena memang tak perlu dilakukan. Dan hal ini hanya bisa kita ketahui jika ’sasaran tembak’ cukup jelas bagi semua yang terlibat dalam barisan ‘pasukan’ kita. Agar tak terjadi dis-orientasi di setiap tahapan bisnis yang terjalani.
Sumber: http://semerbakcoffee.blogspot.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:19:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, April 21, 2010
|
|
Hidup Untuk Memberi
|
Disuatu sore hari pada saat aku pulang kantor dengan mengendarai sepeda motor, aku disuguhkan suatu drama kecil yang sangat menarik, seorang anak kecil berumur lebih kurang sepuluh tahun dengan sangat sigapnya menyalip disela-sela kepadatan kendaraan disebuah lampu merah perempatan jalan di Jakarta .
Dengan membawa bungkusan yang cukup banyak diayunkannya sepeda berwarna biru muda, sambil membagikan bungkusan tersebut ,ia menyapa akrab setiap orang, dari Tukang koran , Penyapu jalan, Tuna wisma sampai Pak polisi.
Pemandangan ini membuatku tertarik, pikiran ku langsung melayang membayangkan apa yang diberikan si anak kecil tersebut dengan bungkusannya, apakah dia berjualan ? “kalau dia berjualan apa mungkin seorang tuna wisma menjadi langganan tetapnya atau…??, untuk membunuh rasa penasaran ku, aku pun membuntuti si anak kecil tersebut sampai disebrang jalan , setelah itu aku langsung menyapa anak tersebut untuk aku ajak berbincang-bincang. De, “boleh kakak bertanya” ? silahkan kak, kalau boleh tahu yang barusan adik bagikan ketukang koran, tukang sapu, peminta-minta bahkan pak polisi, itu apa ?, oh… itu bungkusan nasi dan sedikit lauk kak, memang kenapa kak!, dengan sedikit heran , sambil ia balik bertanya. Oh.. tidak! , kakak Cuma tertarik cara kamu membagikan bungkusan itu, kelihatan kamu sudah terbiasa dan cukup akrab dengan mereka. Apa kamu sudah lama kenal dengan mereka? Lalu ,
Adik kecil ini mulai bercerita, “Dulu ! aku dan ibuku sama seperti mereka hanya seorang tuna wisma ”,setiap hari bekerja hanya mengharapkan belaskasihan banyak orang, dan seperti kakak ketahui hidup di Jakarta begitu sulit, sampai kami sering tidak makan, waktu siang hari kami kepanasan dan waktu malam hari kami kedinginan ditambah lagi pada musim hujan kami sering kehujanan, apabila kami mengingat waktu dulu, kami sangat-sangat sedih , namun setelah ibu ku membuka warung nasi, kehidupan keluarga kami mulai membaik.
Maka dari itu ibu selalu mengingatkanku, bahwa masih banyak orang yang susah seperti kita dulu , jadi kalau saat ini kita diberi rejeki yang cukup , kenapa kita tidak dapat berbagi kepada mereka.
Yang ibu ku selalu katakan “ hidup harus berarti buat banyak orang “, karena pada saat kita kembali kepada Sang Pencipta tidak ada yang kita bawa, hanya satu yang kita bawa yaitu Kasih kepada sesama serta Amal dan Perbuatan baik kita , kalau hari ini kita bisa mengamalkan sesuatu yang baik buat banyak orang , kenapa kita harus tunda.
Karena menurut ibuku umur manusia terlalu singkat , hari ini kita memiliki segalanya, namun satu jam kemudian atau besok kita dipanggil Sang Pencipta,” Apa yang kita bawa”?. Kata-kata adik kecil ini sangat menusuk hati ku, saat itu juga aku merasa menjadi orang yang tidak berguna, bahkan aku merasa tidak lebih dari seonggok sampah yang tidak ada gunanya,dibandingkan adik kecil ini.
Aku yang selama ini merasa menjadi orang hebat dengan pendidikan dan jabatan tinggi, namun untuk hal seperti ini, aku merasa lebih bodoh dari anak kecil ini, aku malu dan sangat malu. Yah.. Tuhan, Ampuni aku, ternyata kekayaan, kehebatan dan jabatan tidak mengantarku kepada Mu.
Lakukanlah perkara-perkara kecil, dengan membagikan cerita ini kepada semua orang, semoga hasil yang didapat dari hal yang kecil ini berdampak besar buat banyak orang.
Oleh: Thomas – 26/7/08 Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:13:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, April 19, 2010
|
|
Kompetitor: LAWAN atau KAWAN?
|
Akhir pekan yang lalu, saya kembali melakukan aktivitas berenang. Biasanya berenang bersama-sama dengan istri tetapi karena istri lagi hamil 3 bulanan maka saya harus berenang sendirian. Istri menemani saja di tepi kolam dan tidak ikut nyebur.
Beberapa kali saya rasakan semangat, motivasi, dan kesenangan berenang sendiri menjadi berkurang dibanding ketika berenang bersama istri.
Biasanya bersama dengan istri sanggup 20 kali bolak balik tetapi ketika sendirian, berenang bolak balik 10 kali saja sudah mulai merasa bosan.
WHAT’s WRONG?
Mencari-cari referensi, ternyata di jurnal tahun 1898 (ya, tahun 1898 bukan 1998), psikolog Norman Triplett menuliskan bahwa seorang pengendara sepeda berkendara lebih CEPAT ketika mereka dalam kelompok (bersama-sama dengan teman) dibanding berkendara sendirian.
WOWWW…ini kemudian menjawab mengapa ketika berenang bersama dengan istri, saya memang lebih berSEMANGAT, lebih terTANTANG, dan lebih terMOTIVASI ketimbang ketika berenang sendirian. Bersama dengan istri, walaupun tidak sedang berlomba, tetapi kehadiran istri ternyata meMACU semangat dan motivasi saya.
Ketika ini ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, dalam konteks organisasi, ternyata kehadiran rekan kerja dapat digunakan untuk meMACU prestasi dan kinerja kita. Ketika kita memilih untuk menempatkan rekan kerja sebagai KAWAN maka marilah kita fokus dan menempatkan seluruh sumber daya untuk bersama-sama mencapai tujuan organisasi.
Sebaliknya, ada yang suka memilih untuk menempatkan rekan kerja sebagai LAWAN. Ketika pikiran kita secara literal memilih kata LAWAN, berarti dia adalah lawan kita, yang perlu kita serang, hancurkan, kambinghitamkan, dan lain sebagainya.
Demikian juga dengan kompetitor, bisa kita jadikan sebagai LAWAN yang harus kita hancurkan atau KAWAN yang bisa menjadi peMACU atau meMOTIVASI kita untuk berbuat lebih baik, lebih cepat, lebih optimal, lebih produktif, lebih efektif, lebih efisien, lebih ramah, dan lain sebagainya.
Mana yang lebih terlihat, terdengar, atau terasa PAS untuk Anda?
Putera Lengkong, ST, MBA, CHt http://www.puteralengkong.net Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:09:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, April 16, 2010
|
|
Di Manakah Letak Kebahagiaan?
|
Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.
Lewatlah sebuah motor di depan mereka. Berkatalah petani ini pada istrinya: "Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah."
Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka.
Pengendara motor itu berkata kepada istrinya: "Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu. Mereka tidak perlu kehujanan seperti kita."
Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri, terjadi perbincangan, ketika sebuah mobil sedan Mercy lewat di hadapan mereka: "Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pasti nyaman dikendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok."
Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya: "Betapa bahagianya suami istri itu. Mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini. Sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing-masing."
Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.
Bersyukurlah atas hidupmu supaya kau tahu di mana kebahagiaan itu berada.
Christiana Albertha Widjaja Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:58:00 AM
  |
|
|
|
|
|
Beranie Gagal February & Maret 2010 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal February & Maret 2010 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2010. Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses!
Ryan Founder & Moderator Beranie Gagal Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:50:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, April 15, 2010
|
|
Ungkap Manfaat di Balik Ucapan Terima Kasih
|
JAKARTA--Jika Anda merasa tak puas dengan hubungan bersama seorang teman atau pasangan, ada trik menarik untuk diterapkan. Anda bisa mengucapkan terima kasih kepadanya. Tapi, apa alasannya? Sebuah studi menunjukkan, dengan ucapan terimakasih yang sederhana dapat meningkatkan penghargaan terhadap hubungan tersebut.
Hasil riset menunjukan, mengucapkan terima kasih, tak hanya membantu orang yang menerima ucapan itu, namun juga yang mengucapkannya. Ucapan itu juga mampu memperbaiki dan meningkatkan kemampuan dalam bersikap saat menjalani sebuah hubungan sosial. Ekpresi wajah saat mengucapkan terima kasih menggambarkan Anda menjadi seorang yang bertanggung jawab terhadap orang-orang disekitar anda.
Meski riset terdahulu menyimpulkan ekspresi saat mengucapkan terima kasih menghadirkan kepuasan dalam sebuah hubungan sosial, riset paling anyar yang dipublikasi secara online dalam psychological Science mencatat, ekspresi saat mengucapkan terima kasih tidak hanya menghadirkan kepuasan dalam sebuah hubungan melainkan kekuatan komunal di dalamnya, sebuah tingkatan tanggung jawab yang mencakup orang-orang di sekitar dan lingkungan.
Pemimpin riset, Nathaniel Lambert dari Florida State University, Tallahassee menyatakan hasil riset begitu logis. “Ketika Anda mengekspresikan ucapan terimakasih, Anda terfokus pada hal baik yang telah dilakukan untuk Anda. Hal ini membuat Anda berpikir positif dan membantu Anda untuk fokus pada jalan yang benar,” katanya kepada Healthday, akhir pekan lalu.
Sebelumnya, Lambert dan kolega meriset ulang melalui tiga riset berbeda tentang mengekspresikan ucapan terima kasih membantu seseorang memperkuat hubungannya dengan orang lain.
Di riset pertama, 137 mahasiswa mengikuti rangkaian survey bagaimana mereka mengekpresikan terima kasih kepada teman atau kerabatnya. Hasil survey menunjukan, ucapan terima kasih berhubungan dengan persepsi seorang yang begitu kental dengan ikatan komunalnya.
Pada riset kedua, 218 mahasiswa yang ditanyai melalui sebuah survei mengaku mengalami perubahan persespsi saat berinteraksi sosial dengan orang-orang terdekat dan lingkungan sekitarnya.
Memasuki riset ketiga, Lambert dan kolega melibatkan 75 laki-laki dan perempuan yang kemudian secara acak diharuskan memilih satu dari empat kelompok yang ada dan mengikuti aktivitas kelompok yang dipilih lebih dari tiga minggu.
Kelompok pertama diharuskan mengucapkan terima kasih kepada teman. Kemudian di kelompok kedua, individu harus bercerita tentang teman-teman mereka. Kelompok ketiga, bercerita tentang aktivitas keseharian dan kelompok keempat berbicara tentang sisi positif berinteraksi dengan teman.
Dari empat kelompok tadi, kelompok pertama cenderung menghargai sebuah bentuk hubungan sosial ketimbang kelompok lain. “ Seseorang yang mengucapkan terima kasih begitu terbuka pada hubungan sosial, lebih komunal, mau berkorban dan membantu individu lain,” kata Lambert.
Ia juga melihat individu yang gemar mengucapkan terima kasih nantinya mengharapkan individu lain juga melakukan hal serupa. “Dalam hubungan kemasyarakatan sekarang ini, sebagian individu tidak melihat apa yang dilakukan untuk mereka. Itu hanyalah krikil kecil tentang ucapan terima kasih. Hal itu berpotensi merubaharah peluru negatif menuju kepada pandangan positif di sebuah hubungan,” katanya.
Secara terpisah, Pakar Psikolog dari University of Califormia Davis, Robert Emmons dalam bukunya berjudul Thanks!: How the New Science of Gratitude Can Make You Happier menyatakan ucapan terimakasih dapat merajut dan mengikat orang-orang ke dalam hubungan timbal balik. “Tantangan terbesar riset adalah laki-laki lebih sulit mengucapkan terima kasih,” singkatnya.
“Ketika seseorang tidak merasakanya, riset secara kuat menunjukan mengucapkan terima kasih akan membimbing individu paa keterikatan secara emosi,” tuturnya.
-- Salam Street Smart NLP!
Teddi Prasetya Yuliawan Indonesia NLP Society - http://indonesianlpsociety.org Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:27:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, April 14, 2010
|
|
Mari Kita Lepaskan Gendongan Masa Lalu
|
Di suatu pondok pesantren, Amin dan Aman adalah dua orang santri yang dinyatakan selesai mempelajari ilmu yang dimiliki Romo Gurunya.
Sang Romo Guru meminta Amin dan Aman untuk meneruskan belajar ilmu agama ke Pesantren NurCahaya dengan Kiai Tulen.
Karena Pesantren NurCahaya berada di atas bukit, Amin dan Aman harus berjalan kaki menuju pesantren tersebut.
Dalam perjalanan nantinya mereka akan melewati jurang, sungai dan beberapa desa. Setelah berpamitan dengan Romo Guru, Amin dan Aman memulai perjalanan. Dengan riang gembira selepas shalat dhuha mereka melangkahkan kaki ke Pesantren yang kurang lebih 10 km di atas bukit.
Di tengah perjalanan mereka menyebrangi jembatan untuk melewati sungai yang beraliran deras. Ketika asyik melewati jembatan, tiba-tiba Amin dan Aman mendegar jeritan suara wanita meminta tolong. Mereka berdua menyaksikan ternyata ada seorang wanita yang hampir tenggelam.
Tak panjang lebar Amin pun langsung menyeburkan diri ke sungai, padahal si Aman teriak melarangnya. Dengan sigap Amin menarik si wanita tersebut ke pinggir sungai. Setelah sampai di pinggir sungai Aman langsung meminta Amin untuk meninggalkan wanitaitu. "Min cukup sudah. Jangan sampai dirimu meneruskan menyentuh wanita yang belum menjadi hak kamu. Mari kita meneruskan perjalanan. Biarlah dia akan ditolong oleh penduduk desa" kata Aman
Akan tetapi Amin yang tak tega melihat wanitayang pingsan tak berdaya itu, malah memeluk dan menggendong sang wanitaserta membawanya ke desa terdekat. Kontan saja Aman marah dan kecewa kepada Amin.
Setelah memastikan Sang wanita tadi berada dengan penduduk desa untuk mendapatkan pertolongan barulah kemudian Amin menyusul Aman ke Pesantren NurCahaya.
Setibanya di Pesantren Cahaya, kembali Aman memaki Amin. "Hey Amin, kenapa kamu malah memeluk wanita itu dan menggendongnya. Bukankah dirimu tahu kita tidak sepantasnya memeluk apalagi menggendong wanita yang bukan mahram kita?" tanya Aman.
Dengan tersenyum Amin menjawab, "Saudaraku Aman, setahuku, sang wanita itu telah aku lepaskan dan aku tinggalkan di desa seberang, namun mengapa engkau masih memeluk bahkan menggendong wanita itu didalam fikiranmu?"
***
Bagaimana menurut Para Sahabat tentang kisah diatas?
Bisa jadi Kisah tersebut seperti kiasan atas hidup kita saja. Betapa kalau boleh diumpamakan kisah di atas menggambarkan tentang diri kita yang masih menggendong masalah kehidupan masa lalu didalam fikiran kita hingga hari ini.
Mungkin banyak kisah menyedihkan, memalukan atau memilukan yang telah lama terjadi dan bahkan bisa dikatakan telah berlalu dimakan waktu. Akan tetapi sebagian dari diri kita masih membawa peristiwa tersebut seolah masih ada di dalam diri dan terasa karena bisa jadi kita masih menggendongnya hingga hari ini.
Oleh karena itu para sahabat. Alangkah baiknya ketika kita mau mengikhlaskan semua masa lalu yang kurang menyenangkan dari diri kita.
Mari kita melepaskannya sekarang juga. Agar ia hilang sejenak atau bahkan untuk selamanya. Semoga dengan lepasnya ia dari diri kita membuat hidup kita menjadi ringan dan lebih bahagia agar kita bisa menatap indahnya hari demi hari yang kita lalui dengan senyuman yang mempesona
Semoga artikel sederhana ini memberikan sejumlah manfaat agar Anda semakin semangat beraktifitas di hari yang indah ini
Tetap Semangat Salam Berbagi senantiasa
A.Setiawan Life Learner,Trainer & Motivator http://smileTrainer.co.cc We Make You Smile in Facing The World 021- 4029 4912 | 08888962555 | YM: listant2000 | FB: Iwan Ketan Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:06:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, April 13, 2010
|
|
Peta Impian
|
Impian akan mengarahkan kita kemana akan melangkah, bagaimana akan berbuat dan bersikap. Dengan impian kita akan tau dimana titik akhir dari perjuangan. Dan segera setelah mencapai impian itu, kita dapat menggantikannya dengan impian lain yang belum tercapai.
Sahabat, dalam meraih impian, kita perlu strategi dan peta. Sehingga saat berjalan dan bertemu dengan hambatan, kita dapat memilih untuk melompatinya ataukah memutarinya dan mengambil jalan lain. Tanpa mengubah impian, hanya mengubah arah jalan saja.
Bayangkan anda berada di tengah samudera di atas sebuah speedboat. Lima puluh kilometer di depan anda adalah sebuah pulau, dan di pulau itu terdapat semua yang anda inginkan dan cita-citakan. Semua impian anda. Dan satu-satunya cara untuk mendapatkan itu semua adalah sampai ke pulau tersebut. Pulau itu ada di belakang cakrawala. Tapi cakrawala yang mana…?
Masalahnya adalah anda tidak punya kompas, peta, radio, telepon, dan anda tidak tahu mana arah ke pulau tersebut. Arah yang salah akan membuat anda melenceng jauh sekali dari pulau impian, sementara di sekeliling anda yang terlihat cuma laut dan langit.
Dalam dua jam, anda bisa saja telah sampai di pulau impian. Tetapi bila anda salah arah – anda bisa kehabisan bahan bakar sebelum bisa mencapai pulau impian.
Hidup tanpa tujuan yang jelas, tanpa mengetahui dan mengerti kegunaan hidup anda – adalah sama dengan dilema pulau impian. Semua impian anda sebenarnya bisa tercapai, namun untuk mencapainya anda harus mengetahui peta impian. Yaitu apa, di mana, dan bagaimana mencapainya. Anda mutlak mengetahui arah untuk mencapainya. Tentukan peta anda sekarang – untuk dapat mencapai impian anda. Buat seteliti dan seakurat mungkin – dan selanjutnya anda tinggal mengarahkan speedboat anda ke pulau impian… Untuk selanjutnya, Anda meraihnya, merengkuhnya, dan tersenyum dengan bangga, “Inilah impianku, dan aku telah mendapatkannya.”
Sahabat, berhentilah sejenak dan mari kita saling mendoakan,doa untuk sahabat kita, orang tua kita, orang yang kita cintai. Semoga peta menuju impian hidup yang kita rancang, diridhoi Allah SWT. Kita sadari tubuh kita, nyawa kita dan nafas kita, sepenuhnya adalah miliknya. Tiada satupun peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, tanpa ridhoNya. Selamat berjuang sahabat… Impian itu, sudah rindu untuk kita rengkuh, dan kita peluk.
Sumber: Resensi.net Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:28:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, April 12, 2010
|
|
Be the Best You Can Be
|
“Be 100%” Pernah dengar slogan iklan minuman isotonic itu melalui televisi atau radio? Mengapa Danone Aqua sebagai produsen Mizone menggunakan slogan seperti itu?
“Be 100%” merupakan salah satu kunci untuk sukses, karena dengan 100% orang dapat melakukan sesuatu dengan baik, bahkan sangat baik, karena dengan 100% orang bisa maksimal. Tak heran Danone menggunakan slogan itu, karena Danone pasti ingin Mizone sukses di pasaran.
Dalam iklan minuman yang laris manis di pasaran tersebut, seorang pria muda yang menjadi model digambarkan sebagai orang yang loyo dan tak bergairah, sehingga dia tertimpa sejumlah ban mobil yang jatuh dari atasnya, dan tertinggal oleh tukang ojek yang akan ditumpanginya. Adegan dalam iklan ini mengandung makna, jika Anda loyo dan tidak bergairah seperti itu, banyak hal merugikan terjadi dalam hidup Anda. Karenanya, Anda harus berupanya menjadi 100% agar Anda menjadi manusia yang penuh semangat dan vitalitas.
Dalam dunia usaha, setiap pekerja, apakah yang berada pada posisi sebagai pengambil kebijakan seperti direktur utama dan jajaran direksinya, atau pelaksana kebijakan seperti manajer, dituntut untuk 100% dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, karena mereka mengemban visi dan misi perusahaan. Jika mereka bekerja setengah-setengah, laju pertumbuhan perusahaan akan lambat, bahkan mungkin stagnan, karena mereka akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk melakukan aktifitas-aktifitas yang tidak ada kaitannya dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban, seperti chatting melalui Facebook, bermain game on line, mengobrol, tidur, dan lain-lain. Karena tidak melaksanakan tugas dan tangung jawab dengan 100%, maka tentu saja banyak pekerjaan menjadi terbengkalai atau tertunda-tunda penyelesaiannya, sehingga waktu pencapaian goal dapat molor dari jadwal.
Jika Anda mampu bekerja 100%, Anda akan tumbuh menjadi pekerja berkualitas dan menonjol di lingkungan tempat kerja Anda, karena untuk dapat bekerja 100%, secara naluriah Anda akan terdorong untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin (manajemen waktu), dan memanajemini diri Anda sebaik mungkin. Karena kedua hal ini, Anda akan selalu berusaha datang tepat waktu ke kantor, tak suka menggunakan jam kerja untuk hal-hal yang tidak terkait dengan tugas dan tanggung jawab, dan selalu berusaha menyelesaikan semua pekerjaan yang dibebankan sebelum atau tepat pada waktu yang dijadwalkan.
Bagi sebagian orang lembur bukanlah prestasi yang perlu dibanggakan. Orang yang dapat bekerja 100% bahkan tidak membutuhkan waktu lembur, karena semua pekerjaan telah diselesaikan pada rentang jam kerja. Lembur sebenarnya merugikan pekerja, karena lembur membuat waktu istirahat dan waktu bersama keluarga ‘terampas’. Bagi perusahaan pun lembur merugikan, karena harus mengeluarkan dana ekstra untuk membayar waktu lembur pegawai.
Selamat berakhir pekan. Manfaatkan waktu libur Anda sebaik-baiknya, se-seratuspersen mungkin untuk keluarga, liburan, refreshing, menenangkan diri hingga mempersiapkan diri untuk aktivitas yang akan Anda jalani di minggu depan yang penuh gairah. “Jangan kerja di waktu libur dan jangan libur di waktu kerja”, Be 100% dimana pun Anda berada. Pastikan keberadaan Anda membawa dampak positif dan significant bagi lingkungan tersebut.
Menjadi 100% tentu perlu perjuangan dan komitmen tinggi, karena untuk menjadi seperti ini dibutuhkan kemauan yang kuat, dedikasi yang tinggi, dan loyalitas terhadap tujuan. Namun sebanding dengan hasil yang akan Anda peroleh. Mau?
Hasil akhir yang berkwalitas dimulai dari Implementasi yang berkwalitas (Quality Implementation / QI)
Salam,
Kevin Wu QI Consultant Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:09:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, April 09, 2010
|
|
Apa Bedanya Motivasi Dengan Inspirasi?
|
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
Kita tahu bahwa motivasi dan inspirasi merupakan dua kosa kata yang sangat populer. Lebih dari itu saya menyadari bahwa mungkin saja ada sebagian dari anda yang merasa bahwa tidak ada perlunya mencari-cari perbedaan diantara kedua hal itu. Tetapi, bukankah kita sering dikelirukan oleh pemahaman yang campur aduk? Padahal, para ahli NLP tidak bosan-bosannya menekankan pentingnya menempatkan diri dalam proses berbahasa. Bahkan, di negara-negara yang penerapannya sudah lebih maju sedang seru himbauan untuk sungguh-sungguh mengembalikan huruf ’L’ pada tempatnya. Sebab, disatu sisi kita percaya bahwa ’Lingusitic’ merupakan faktor kunci dalam aplikasi disiplin ilmu itu. Namun disisi lain sering kali kita abaikan. Sekarang, saya ingin mengajak anda untuk menelisik karakteristik dari Motivasi dan Inspirasi. Anda tidak keberatan, bukan?
Beberapa waktu yang lalu saya diminta seorang sahabat untuk menjadi narasumber dalam sebuah seminar untuk umum. Sejauh yang saya ingat, saya sudah mengatakan kepadanya bahwa saya tidak merasa nyaman jika disebut sebagai ’motivator’. Padahal, lazimnya itu merupakan sebuah sebutan yang memiliki nilai jual. Paling tidak, masyarakat umum sudah sama-sama mafhum tentang apa yang dimaksud dengan predikat itu. Apalagi dijaman seperti sekarang ini banyak orang yang gemar mencari motivasi. Makanya program-program motivasi selalu mendapat tempat di hati mereka. Dan sebutan itu tentu sangat cocok untuk disandingkan dalam materi promosinya. Ndilalah, ketika teman saya itu mengirimkan soft file brosurnya, saya tidak langsung membukanya karena saya merasa semuanya sudah berjalan sesuai dengan yang semestinya. Namun, ketika beberapa hari kemudian saya membuka emailnya; ternyata teman saya menempelkan embel-embel ’motivator’ dibelakang nama saya.
Sekarang saya sudah benar-benar mengacaukan pikiran anda. Tadi saya mengatakan tentang NLP yang mengajak kita untuk mengoptimalkan kemampuan berbahasa yang baik dalam proses komunikasi dan interaksi dengan orang lain. Tetapi, sekarang saya melanggar pakem dalam NLP itu sendiri yang disebut sebagai pacing and leading. Keengganan saya untuk menggunakan predikat itu jelas sekali menyalahi konsep pacing and leading. Sebab dalam konsep itu, kita dianjurkan untuk ’menyesuaikan diri dengan bahasa audience (pacing), baru kemudian kita memasukkan nilai-nilai yang ingin kita tanamkan (leading). Sedangkan saya dari awal sudah menjauhkan diri dari terminologi yang jelas-jelas paling mudah untuk dipahami oleh masyarakat umum.
Sekarang, ijinkan saya untuk mengajak anda berpijak kepada kenyataan. Dari mana anda memperoleh motivasi? Anda benar. Bahwa motivasi bisa bersumber dari luar, dan dari dalam diri kita sendiri. Faktanya memang demikian. Tetapi, motivasi yang datang dari sumber manakah yang sifatnya lestari; yang datang dari luar? Atau dari dalam diri anda sendiri?
Baiklah, untuk membantu menegaskan jawaban anda, saya akan menyampaikan sebuah ilustrasi. Ketika anda memasuki sebuah ruang pelatihan motivasi. Diruangan itu, seseorang yang anda kagumi, hormati, sukai, dan idolakan berbicara diatas pentas. Anda mendengarkan setiap kata yang beliau ucapkan. Anda tertawa ketika beliau menceritakan sebuah lelucon humoris. Anda ikut mencucurkan air mata ketika kata-katanya yang menyentuh hati membawa anda kepada kesadaran yang tinggi. Dan seketika itu pula anda bertekad; saya akan berubah. Kemudian, pada sore harinya; anda melangkah pergi meninggalkan ruang pelatihan itu. Keesokan harinya anda kembali tenggelam dalam rutinitas sebagaimana biasanya. Seminggu kemudian. Sebulan telah berjalan. Setahun. Waktu terus berputar. Masih adakah tekad dalam hati Anda itu?
Suatu ketika, anda melihat motivator yang anda idolakan itu di sebuah mall. Dari caranya memperlakukan kasir supermarket, anda merasa bahwa tindakannya bertolak belakang dengan kata-katanya. Atau, tiba-tiba saja anda mendengar kalau idola anda itu gagal mempertahankan bahtera rumah tangganya. Atau, digunjingkan terlibat dalam sebuah tindakan asusila. Bahkan, mungkin anda mendengarnya meninggal dengan dugaan bunuh diri. Semua yang anda dengar dan saksikan kemudian seolah menjadi anti klimaks dari seluruh kekaguman anda kepada seorang manusia. Sekarang, tubuh anda berperang dengan dirinya sendiri. Karena mata, telinga, rasa, dan setiap indera memiliki penilaiannya yang berbeda-beda tentang seseorang yang anda kira bisa memotivasi anda. Karena motivasi, sangat ditentukan oleh keteladan orang yang menyampaikannya.
Pada kesempatan lain. Anda menyadari bahwa Anda tidak bisa berharap banyak dari pekerjaan anda saat ini. Dengan posisi dan jabatan itu, anda tahu bahwa pendapatan anda tidak akan lagi bisa menutupi kebutuhan hidup keluarga. Anda tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya anak-anak anda jika nasib anda tidak berubah. Lalu, anda bertekad untuk bekerja sebaik-baiknya. Agar perusahaan melihat anda sebagai aset yang layak untuk dikembangkan dan diberi tanggungjawab yang lebih besar. Kemudian, Anda terus mengejar mimpi itu dengan sikap pantang menyerah. Dan akhirnya anda mendapatkan sebuah perbaikan. Ketika anda merasakan nikmatnya memperoleh perbaikan itu, anda kembali terdorong untuk menapak lebih tinggi. Bekerja lebih baik. Lebih rajin. Lebih ulet. Dan lebih produktif lagi. Anda mendapatkan hadiah lagi. Anda menapak lebih tinggi lagi. Begitu seterusnya. Sampai-sampai anda hampir tidak menyadari kapan harus berhenti. Karena sekarang, secara otomatis tubuh anda memotivasi dirinya sendiri.
Kedua cerita diatas itu hanya sekedar ilustrasi belaka. Namun, semoga itu bisa menegaskan bahwa tak seorang pun bisa menjadi motivator sejati bagi kita. Selain diri kita sendiri. Benar bahwa orang lain bisa memotivasi kita. Namun, kita juga mesti secara jujur melihat fakta bahwa orang itupun sama perlu motivasinya dengan kita. Jika Anda memerlukan motivasi. Saya juga sama. Begitu pula dengan mereka. Bagaimana mungkin orang yang membutuhkan motivasi seperti kita bisa memberikan motivasi sejati kepada orang lain? Sama seperti orang yang tidak punya duit tidak mungkin memberikan duit kepada orang lain. Seorang teman berkilah; motivasi itu beda dengan duit. Karena memotivasi orang tidak selalu harus dengan duit. Teman saya benar. Tetapi argumen itu tidak bisa meruntuhkan fakta bahwa motivasi yang datang dari diri sendiri itu lebih lestari. Faktanya, banyak orang yang kecewa karena terlampau banyak berharap kepada orang lain.
Sekarang ijinkan saya untuk membuka sebuah fakta lain. Ketika saya melihat teman saya yang berhasil dalam karirnya, saya terinspirasi oleh keberhasilannya. Ketika saya bertemu dengan seseorang yang sukses dalam bisnisnya, saya terinspirasi oleh kisah suksesnya. Ketika saya bertemu dengan penerima undian besar saya terinspirasi untuk berani mencoba sesuatu meski diliputi oleh ketidakpastian. Ketika melihat seseorang mengendarai Mercedes Benz, saya terinspirasi untuk mengimpikan suatu saat kelak memiliki kemampuan membeli mobil seperti itu. Dan, ketika saya menemukan bahwa orang-orang yang menginspirasi saya itu jatuh; penilaian saya kepada pribadi mereka sama sekali tidak berubah. Sementara kisah-kisahnya yang telah menginspirasi saya, tetap tinggal didalam hati sanubari saya. Karena inspirasi, tidak membeda-bedakan dari siapa datangnya.
Ketika saya melihat seekor anjing buang air sembarangan dihalaman rumah orang; saya terinspirasi untuk menghindari tindakan yang merugikan orang lain. Ketika saya melihat 2 tetangga yang rumahnya bersebelahan bertengkar, saya terinspirasi untuk menjadi tetangga yang baik bagi penghuni rumah disebelah kiri dan kanan. Ketika saya mendengar seorang koruptor diadili, saya terinspirasi untuk menjadi pegawai yang jujur. Ketika saya mendengar seseorang bercerai saya berdoa; Tuhan, ijinkan saya untuk terus mencintai istri yang telah Engkau pilihkan. Dan semoga dia memiliki hasrat yang sama. Agar kami bisa terus bergandeng tangan selamanya. Ketika saya melihat maling digebuki warga, saya terinspirasi untuk menghindari perbuatan serupa. Ketika pesawat televisi menayangkan rekaman penggerebekan kamar-kamar hotel yang digunakan pasangan-pasangan bukan muhrim, saya terinspirasi untuk berusaha menjaga kehormatan. Karena, inspirasi tidak membeda-bedakan antara yang baik dan yang buruk.
Sekarang, saya bisa melihat sebuah tirai tipis. Yang menjadi garis pemisah antara motivasi dengan inspirasi. Ternyata, begitu banyak perbedaan diantara keduanya. Sehingga jika kita bisa mengenali perbedaan-perbedaan itu, kita akan memahami; mengapa motivasi kita sering naik dan turun. Mengapa motivasi kita, sering berbunyi nyaring diruang-ruang training, tapi membisu dalam realitas hidup. Mari sekali lagi kita perhatikan beberapa perbedaan antara motivasi dan inspirasi.
Pertama, motivasi sangat ditentukan oleh siapa yang mengatakannya. Anda jarang termotivasi oleh orang yang gagal. Sebaliknya, kegagalan orang lain sering memberi kita inspirasi untuk menjadi orang yang berhasil.
Kedua, motivasi sangat ditentukan oleh keteladanan orang yang mengatakannya. Anda jarang bisa terus termotivasi oleh seseorang yang sudah ketahuan ’sifat aslinya’. Sebaliknya, ’sifat asli’ seseorang sering memberi kita inspirasi untuk terus belajar agar lama kelamaan kita bisa menjadi manusia yang mampu menyelaraskan antara perbuatan dan perkataan. Ketiga, motivasi sering dimonopoli oleh bangsa manusia. Anda jarang termotivasi oleh comberan, kotoran cicak, ataupun bau pesing toilet di terminal-terminal kendaraan. Anda juga jarang termotivasi oleh kemacetan lalu lintas, tagihan listrik, ataupun kenaikan harga barang-barang keperluan rumah tangga. Dan Anda, pasti tidak termotivasi oleh lembar laporan potongan pajak jika belum benar-benar merasakan apa manfaatnya. Sebaliknya, semua itu bisa menginspirasi kita. Untuk mencari jalan agar kehidupan kita menjadi lebih baik dari hari ke hari. Terutama karena kita yakin. Bahwa ada kehidupan lain. Setelah kematian.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman - http://www.bukudadang.com/ Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:17:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, April 08, 2010
|
|
8 Langkah Menuju Impian
|
|
Ketika Anda mulai untuk mengambil tindakan menuju tujuan dan impian Anda, Anda harus menyadari bahwa setiap tindakan tidak akan sempurna. Tidak setiap tindakan akan menghasilkan sesuatu yang Anda diinginkan.. Tidak setiap tindakan akan bekerja sesuai impian anda. Terkadang membuat kesalahan, mendapatkan hampir benar, dan percobaan untuk melihat apa yang terjadi adalah bagian dari proses untuk akhirnya mendapatkan sesuatu dengan benar, sesuai dengan impian.Ada pepatah mengatakan, kegagalan adalah awal dari kesuksesan.Tapi perlu kita ingat bahwa bukan berarti kesuksesan harus dimulai dari kegagalan. Bisa jadi kesuksesan dan impian yang anda raih adalah hasil dari perenungan, pemikiran yang dalam, hingga anda berbuat. Tips dalam meraih cita-cita dan impian : - Kenali kemampuan dan cita-cita anda. Ini adalah langkah paling awal dari pencapaian cita-cita.
- Fokus pada tujuan. Fokus, penting untuk diterapkan. Jika seorang petani mengejar ayam 2 ekor sekaligus, maka tidak satu ekorpun yang ia dapat. Yang ia dapat hanya kelelahan. Fokus dan konsentrasi, langkah perlangkah untuk menuju cita-cita itu.
- Terus asah bakatmu. Setelah konsentrasi, selanjutnya adalah mengasah apa yang telah dipelajari.
- Berani mencoba sesuatu yang baru. Jangan takut untuk mencoba. dalam mencoba pasti ada jatuh nya. Tapi jangan dilihat seberapa banyak jatuhnya, melaikan seberapa banyak kamu dapat bangkit.
- Tekunlah berlatih. Orang yang tidak pintar, tapi belajar, lebih baik daripada yang pintar tapi tidak belajar. Lebih baik lagi jika pintar dan belajar.
- Belajarlah dari orang sukses. Tentu kalau kamu bercita-cita menjadi presiden, figur presiden seperti apa yang kamu inginkan. Tentukanlah sesuai dengan cita-citamu
- Berdoalah dan tawakal selalu. Agar hidupmu tenang, berdoalah.
- Mintalah doa dari orang-orang yang kita cintai dan disekeliling kita.
Mungkin itu dulu tips dari saya. Semoga bermanfaat. Oleh De Amad – Salatiga (resensi.net)
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:57:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, April 07, 2010
|
|
Tujuan Yang Membuat Anda Kuat!
|
|
Pada tahun 1925, Ederle berenang menyeberangi laut di Tanjung Lower New York dari Manhattan di New York City hingga Sandy Hook di New Jersey yang memakan waktu lebih dari 7 jam. Ketika mengikuti acara berenang menyeberangi Selat Inggris pada tahun yang sama, Ederle didiskualifikasi karena ditolong pelatihnya setelah ia mulai batuk-batuk dan terlihat kondisi fisik dan mental yang begitu rapuh. Upaya kedua dilakukan pada tanggal 6 Agustus 1926 pukul 07.05 pagi hari, merupakan usaha menyeberangi Selat Inggris yang membuat harum namanya dimulai dari Cap Gris-Nez di Perancis, setelah berenang selama 14 jam dan 30 menit, Ederle sampai di Kingsdown, Inggris. Selain rekor waktu tercepat, Ederle merupakan wanita pertama yang berhasil menyebarangi selat Inggris. Rekor waktu ini terus dipegang Ederle hingga dipecahkan pada tahun 1950. Ketika berusaha menyeberangi Selat Inggris yang kedua kali, Ederle disponsori harian New York Daily News dan Chicago Tribune. Uang yang diterimanya cukup untuk membayar segala pengeluaran dan sebagai gaji yang lumayan. Sejumlah uang bonus juga dijanjikan kepadanya sebagai hak memuat berita ekslusif bila Ederle berhasil berenang menyeberangi Selat Inggris. Dalam sejumlah kesempatan, kapal penarik yang disewa wartawan yang tidak senang dengan tim Sponsor Ederle – akibat tidak diberikan hak liputan, berusaha berlayar sedekat mungkin dengannya. Maksudnya agar Ederle didiskualifikasi bila menyentuh kapal penarik yang berlayar di dekatnya. Usaha tersebut gagal, dan sejarah mencatat Ederle sebagai wanita pertama yang berhasil berenang menyeberangi Selat Inggris. Selain gangguan tadi, selama dua belas jam berenang di laut, Ederle bertarung melawan angin dan cuaca buruk yang menyulitkan dirinya berenang. Pelatih sampai memanggilnya, "Gertie, ayo sudah, berhenti!". Ederle yang sudah kelelahan mengangkat kepalanya, dan menjawab, "Buat apa?" Pertanyaan mengelitik muncul atas kegagalan Ederle diawal percobaanya di tahun 1925, namun bisa dituntaskannya di tahun 1926. Dalam sebuah wawancara dengan media setempat setelah keberhasilannya, seorang wartawan bertanya kepadanya “apa yang membedakan antara percobaan pertama yang gagal dengan percobaan kedua yang berhasil dengan gemilang ini?” Ederle menjawab “sebenarnya tidak banyak perbedaan yang mencolok antara percobaan pertama kali dengan kali ini, cuaca dan suhu udara sama buruknya. Akan tetapi kali ini saya merasa tujuan saya lebih jelas dibandingkan ketika percobaan pertama kali, yang kala itu ketika di tengah laut saya tidak tahu dimana ujung dari perjalanan saya, ketidakpastian inilah yang memutuskan saya untuk berhenti ketika itu” Seberapa sering kita mengalami hal yang sama? Seberapa sering kita diminta untuk mencapai sasaran yang tidak jelas? Tidak tahu arah dan tujuannya? Lalu bagaimana dengan hasilnya? Bagaimana dengan “stamina” kita ketika harus mengalami hambatan dan masalah ketika harus berjuang mencapai tujuan yang tidak jelas tadi? Fakta ini mengungkapkan, dalam keadaan ‘gelap’ dimana kita tidak dapat “melihat” apa-apa, kita menjadi lemah, karena dengan tidak dapat melihat apa-apa, kita tak punya acuan atau pegangan atas apa yang kita lakukan, sehingga kita tak yakin dapat melakukan sesuatu dengan baik, benar, dan berhasil. Jika “mata” kita terbuka, kita akan tahu apa saja yang ada di sekitar kita, sehingga kita tahu bahwa ada yang mendukung kita, ada yang membuat kita merasa malu jika kita gagal melakukan sesuatu, ada yang membuat kita terpacu untuk melakukan dengan lebih baik lagi, dan sebagainya. Fakta ini menjadi referensi, jika Anda ingin berhasil mencapai apapun tujuannya, maka Anda harus membuat segala sesuatunya menjadi jelas. Artinya, jika Anda punya tujuan, maka tujuan itu harus jelas, sehingga Anda tahu harus kemana untuk mencapai tujuan itu, apa saja yang harus Anda lakukan, dan siap menghadapi segala rintangan yang kemungkinan menghadang. Dengan tujuan yang jelas, orang menjadi kuat karena pikiran dan mental “memiliki bekal” yang cukup untuk mencapai tujuan itu. Bahkan kekuatan yang muncul akibat tujuan yang jelas, membuat orang tak gentar meski harus menyeberangi samudera maha luas, gunung maha tinggi, kemacetan yang parah, atau cuaca buruk yang dapat membekukan hingga tulang sumsum. Sama halnya dengan stamina anggota tim di dalam sebuah organisasi, jika berharap mereka untuk memperjuangkan sebuah target yang sangat penting bagi perusahaan, maka sebagai pemimpin, Anda harus menetapkan target yang jelas. Secara umum “Tujuan yang sangat jelas” disusun dengan S.M.A.R.T. S untuk Specific (detail), M untuk Measureable (terukur), A untuk Achievable (dapat diraih / realistis), R untuk Reasonable (alasan yang kuat), dan T untuk Timeframe (kerangka waktu yg jelas). Tujuan yang sangat jelas merupakan salah satu unsur dalam membentuk Very Attractive Goals (VAG) atau “tujuan yang sangat penting” dalam organisasi. Komponen yang harus diperhatikan dalam menyusun VAG adalah: 1. Tujuan Team yang jelas (bukan tujuan pribadi) 2. Significant (benar-benar-benar penting) 3. Relevan (sesuai dengan situasi dan kondisi) 4. Menarik minat dan antusias bukan hanya orang-orang di dalam organisasi bahkan juga terhadap orang-orang di luar organisasi. Berkaca dari kasus Ederle, bayangkan jika selama ini orang-orang yang ada di dalam organisasi kita ternyata belumlah memiliki tujuan yang jelas apalagi Very Attractive Goals atas tujuan utama organisasi, bagaimana mereka dapat memperjuangkan target tersebut secara maksimal? Sama halnya seperti Ederle yang harus menyerah pada pertama kali percobaannya, dalam organisasi kita sering kali karyawan-karyawan terbaik harus “menyerah” akibat dari ketidakjelasan ini. Mereka lebih memilih menurunkan kwalitas kerjanya atau keluar dari perusahaan. Mereka berhenti memperjuangkan sesuatu yang sebenarnya sangat penting bagi organisasi akibat kegamangan yang mereka saksikan sehari-hari. Organisasi yang berhasil menelurkan VAG memungkinkan seluruh anggota Tim berjuang secara maksimal untuk mencapai Tujuan Bersama, seberat apapun, sebesar apapun. Hasil akhir yang berkwalitas dimulai dari Implementasi yang berkwalitas (Quality Implementation / QI) Salam, Kevin Wu QI Consultant Managing Director CoreAction Training & Consulting www.thecoreaction.com www.qi-leadership.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:21:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, April 06, 2010
|
|
How To Train "Your" Dragon
|
Ada sebuah film animasi tiga dimensi (3D) yang sangat menghibur, namun sarat akan pelajaran moral yang luar biasa, yang sepertinya wajib kita tonton. Sebuah film yang kini kabarnya tengah menduduki puncak tertinggi urutan box office, dengan penghasilan tertinggi USA. Film itu adalah "How To Train Your Dragon". Saking uniknya, saya berencana menonton film ini untuk kedua kali lagi.
Film yang mengambil setting kehidupan bangsa Viking di jaman dahulu. Diceritakan pada waktu itu musuh bebuyutan orang Viking adalah Dragon/naga. Tetapi Naga orang Viking berbeda dengan persepsi Naga di kepala orang Asia, agak berbeda. Yang satu binatang melata berwujud ular raksasa, namun berkaki, yang lain punya sayap dan bisa terbang. Yang satu menelan mangsa, yang lain menyemburkan api. Tetapi keduanya punya wajah dan sisik mirip.
Saking musuh bebuyutannya kedua golongan ini, hingga dari jaman ke jaman mereka saling bunuh. Bahkan anak-anak orang Viking telah dilatih secara khusus untuk membunuh para naga. Pelatihan ini demikian serius hingga ditahapan puncak, mereka laksana gladiator romawi, diharuskan membunuh naga dalam sebuah gelanggang pertempuran yang ditonton seluruh suku bangsa mereka.
Ada beberapa jenis naga. Dari yang berkepala dua, kecil mungil berwarna-warni, bertubuh panjang merah, pendek gempal, hingga Night Furry, naga siluman yang tidak pernah tampak wujudnya (karena tak seorangpun pernah melihatnya) namun sangat ditakuti, karena “tembakan maut” api dari mulutnya laksana peluru kendali yang memiliki ketepatan yang luarbiasa.
Oleh suku bangsa Viking hampir semua naga memperoleh predikat : berbahaya dan bunuh ditempat, hanya Nigth Furry yang berpredikat berbeda : jika ia muncul, bersembunyilah dan berharaplah agar tidak diketahui alias tidak mungkin untuk dikalahkan dan sia-sia untuk dilawan.
Tersebutlah seorang remaja Viking bernama Hiccup. Jika bayangan kita terhadap orang Viking adalah kekar, seram, kuat, berbulu dan berambut panjang. Hiccup persis kebalikannya. Licin, klimis, letoi, berambut pendek lurus dan kurus ceking. Ia adalah kijang yang tersasar digerombolan singa Afrika. Ikan mujair diantara kumpulan para piranha.
Jika orang Viking selalu mengandalkan kekuatan mereka, Hiccup yang kebetulan tidak memilikinya, lebih mengandalkan sesuatu didalam kepalanya. Namun demikian karena standar yang mendominasi semua orang sebangsanya adalah "kekuatan" dan "kebengisan" dan bukannya "otak" dan "hati", maka kelebihan Hiccup tetap saja tidak mampu memberikan sumbangsih apapun bagi eksistensi dirinya. Sehingga Hiccup tetap merupakan noda yang cukup memalukan tidak hanya bagi seluruh kaumnya, namun terutama juga untuk sang ayah yang kebetulan kepala suku bangsa Viking yang sangat dihormati. Karena jangankan untuk membunuh naga -yang notabene adalah kebanggaan orang Viking- bertindak-tanduk sebagai seorang Viking pun, Hiccup sepertinya tidak akan pernah sanggup. Inilah yang membuat perasaan inferior tampak membayangi kehidupan Hiccup.
PadaDalam sebuah penyerangan segerombolan naga kepemukiman bangsa Viking, seperti yang lain, Hiccup bermaksud ikut berperang mengusir naga-naga itu. Tetapi ia terlalu lemah dan terlalu sial untuk berhasil. Namun tanpa sepengetahuan siapapun, Hiccup telah menciptakan sebuah alat untuk menyerang para naga. Dan alat itu ia gunakan, persis ketika naga "siluman" yang paling ditakuti -Nigth Furry- datang menyerang. Sebenarnya ia berhasil menembakkan alat itu kepada Nigth Furry, tetapi karena memang selalu bernasib sial, Hiccup kembali menimbulkan kekacauan dan kerugian besar dalam perang tersebut. Alhasil, ia kembali jadi bulan-bulanan kemarahan ayah dan bangsanya, walaupun ia berusaha mengatakan pada mereka bahwa senjatanya berhasil mengenai Nigth Furry, dan naga yang paling ditakuti sekaligus tak pernah terlihat wujudnya itu terjatuh disebuah bukit tak jauh dari pemukiman.
Pengakuan yang sangat terlalu mustahil, terlebih bagi seorang Hiccup.
Hingga akhirnya Hiccup berusaha membuktikan penglihatannya sendiri. Dan betapa terkejutnya ia ketika mengetahui senjatanya itu tidak hanya berhasil mengenai naga siluman itu, tetapi juga melukainya hingga naga yang paling ditakuti itu terluka dan tidak berdaya. Namun demikian Hiccup memutuskan tidak membunuh hewan yang sudah tidak berdaya itu. Ia terlalu berperasaan untuk melakukannya.
Lewat proses pemahaman yang demikian unik, terjalinlah persahabatan antara Hiccup dan Nigth Furry, yang kemudian ia namai dengan Toothless. Tidak hanya itu, Hiccup berhasil memahami perilaku naga itu, dan menjadikan Nigth Furry hewan tunggangannya. Sesuatu yang luar biasa dan tidak akan pernah terpikirkan oleh seorang Viking, yang segera akan lari tunggang langgang jika mendengar teriakan Nigth Furry yang mendirikan bulu roma.
Namun justru disinilah konflik itu mulai terjadi, ketika akhirnya persahabatan yang diharamkan ini diketahui oleh ayah dan bangsanya, sehingga mereka sangat murka terhadap Hiccup. Seperti biasa penjelasan Hiccup tentang naga-naga yang sebenarnya sama seperti perilaku bangsa Viking, dan manusia umumnya, yang membunuh jika terdesak dan merasa terancam, tidak pernah mendapat kesempatan untuk masuk kepikiran mereka. Mindset lama tentang "dibunuh atau terbunuh", terlalu menguasai pikiran mereka, sehingga pencerahan yang dibawa Hiccup dianggap sebuah dosa dan kesalahan fatal.
Singkat cerita, pemahaman baru ini justru menjadi sebuah senjata yang luar biasa bagi Hiccup yang akhirnya membawa ia menjadi seorang pahlawan yang sangat dikagumi oleh bangsanya, dengan bekerja sama dengan Nigth Furry untuk membunuh seekor naga raksasa yang jahat, yang menjadi gembong yang memaksa naga-naga lain yang jauh lebih kecil untuk mencuri, merampok hewan bangsa Viking.
Akhirnya para naga dan bangsa Viking tinggal berdiam dengan penuh harmoni di pemukiman yang sama.
Sebuah pelajaran moral yang aku anggap paling mengesankan adalah betapapun lemah, kurang, berbedanya diri kita dengan standard baku yang berlaku dimasyarakat, namun keunikan yang kita miliki tetap dapat dijadikan senjata ampuh untuk meraih kesuksesan hidup. Dan kesuksesan itu bisa jadi berbeda dengan yang ayah kita, keluarga, boss dikantor, para motivator, orang kebanyakan gariskan sebagai sebuah kelaziman. Dulu, hanya Copernicus yang mengatakan dunia ini bulat. Ia jelas-jelas berbeda dengan seluruh manusia yang ada saat itu. Ia berpendapat, sedangkan yang lain tidak berpendapat. Mereka hanya menelan bulat-bulat apa yang sudah terlanjur diturunkan dari moyang mereka. Dan kini jika ada orang yang mengatakan bahwa bumi ini datar, pastilah semua orang menganggap orang tadi sudah kehilangan akal warasnya, persis ketika dulu Copernicus dianggap tidak waras oleh orang sejamannya. Jadi jelas, bahwa kebenaran tidak selalu identik dengan gerombolan.
Para penyendiri, atau mereka yang dibuat sendiri, karena dianggap aneh oleh sekitar -walaupun tidak selalu mutlak benar- seringkali membawa pencerahan luar biasa bagi pola pikir yang sudah jenuh. Namun demikian memang tidak dapat disangkal bahwa kita adalah mahluk yang cenderung mengikuti arus masa kebanyakan.
Tapi tunggu dulu, sebelum terlalu jauh ada baiknya jika istilah “kelemahan” atau “perbedaan” dalam hal ini, tentu bukan merupakan sebuah perilaku minus yang memang harus diubah.
Sifat kurangajar dan tidak hormat. Ketidakjujuran. Kebiasaan merendahkan. Berkata kasar dan suka menyakiti orang lain. Malah belajar. Penunda. dll
yang seringkali mewakili ungkapan “Suka atau tidak, sifat ku memang begini” aku rasa diluar kategori pembahasan kita. Itu bukan kelemahan-kelemahan yang dimaksud. Itu sesuatu yang harusnya –jika kita memiliki harga diri yang cukup kuat- mendapat prioritas untuk diperbaiki segera.
Lahir disebuah keluarga miskin. Tidak punya biaya untuk bersekolah. Punya keadaan fisik yang serba kurang (kurang tinggi, kurang cantik, kurang tampan). Cacat. Yatim piatu. Korban brokenhome. Dianggap bodoh/kurang pandai. Gagap. dll.
Adalah sederet keadaan tentunya masuk dalam kategori.
Seorang teman yang dari kecil sangat hobby akan seni ketrampilan tangan baru-baru ini curhat padaku. Ia merasa keluarga –biasanya hambatan dan hinaan itu datang dari orang-orang terdekat- menganggap hobby dan ketrampilannya ini tidak memiliki masa depan, sehingga keluarga mengharuskan ia mencari pekerjaan yang lebih mapan, yang sebenarnya tidak ia sukai. Padahal ada sebuah pengalaman yang sampai kini begitu berkesan dihatinya adalah ketika hasil karyanya dibeli mahal oleh seseorang karena dianggap sangat unik. Ini terjadi ketika ia duduk dikelas enam SD. Tapi apa lacur, orang tuanya menganggap itu semua sebagai sebuah kebetulan belaka.
Lain lagi cerita seorang kenalan, yang menjadi korban orang tua yang brokenhome. Ayah ibu bercerai. Ayah masuk penjara, ibu kawin lagi. Kini tinggalah ia sendiri berjuang bersama kedua adiknya yang masih kecil, bertahan hidup dengan beban psikologi yang begitu berat.
Belum lagi seorang kenalan lain –kali ini wanita- yang karena merasa diri kurang menarik, memutuskan untuk tidak pernah memulai hubungan dengan seorang pria, hingga usia nyaris mendekati empat puluh tahun. “Dari pada terluka, mending tidak”, begitu ungkapan favorite nya.
Seorang karyawan yang di-PHK justru dalam keadaan genting, istrinya sedang hamil tua, anak ke-3 !!!
Seorang istri dengan dua orang anak yang kemudian ditinggal mati oleh sang suami.
Dan lain-lain sebagainya. Mungkin kita tidak sadar bahwa cerita-cerita ini begitu sering hilir mudik didepan hidung kita.
Kontras dengan itu semua, Anthony Robin dalam buku fenomenalnya : The Awakening of Giant Within bercerita tentang sebuah kekuatan luar biasa yang ada pada diri setiap insan. Kekuatan yang seringkali tertidur dan menunggu untuk disadari eksistensinya, untuk kemudian mengambil alih peran hidup yang sementara ini dilakoni dengan tanpa daya.
Uniknya, seringkali kita membayangkan kekuatan itu sebagai sesuatu yang dashyat seperti : naga, harimau atau raksasa. Tentu saja tidak sepenuhnya keliru, karena memang daya dan kekuasaannya memang sehebat mahluk-mahluk tersebut.
Namun sebagaimana hidup yang selalu bermain petak umpet dalam cara-cara siluman (berkah dalam kemalangan, kegagalan mendahului kesuksesan, malaikat dalam rupa tak sewajarnya) kekuatan-kekuatan tadi lebih sering mengambil rupa justru dalam wujud yang sangat tidak kita sukai alias yang tidak kita duga. Kelemahan-kelemahan yang memalukan, yang membuat minder dan menekan urat syaraf itulah wujud mereka mula-mula.
Kini tergantung kita, apakah kita punya cukup keberanian untuk berhadapan dengan kelemahan-kelemahan itu –yang sebenarnya adalah naga, harimau atau raksasa yang sedang malih rupa. Ataukah kita karena putus asa, minder, merasa sial atau disia-siakan oleh hidup memilih balik kanan bubar jalan, atau mendekam dipojok ruangan hingga akhir hidup kita sambil terus bergumam tentang betapa menyedihkannya diriku ini.
Bahkan seekor naga (baca : kekuatan naga) pun perlu dilatih untuk memunculkan kekuatan mereka yang sebenarnya. Bagaimana cara melatihnya ? How to train your dragon ? Simple, dengan mengakui keberadaan mereka, kemudian mensyukuri semua kelemahan, keterbatasan kekurangan dan ketidakstandaran kita, lalu berhadapan face to face dengan hidup ini bersenjatakan kelemahan-kelemahan itu.
Maka segera saja kita akan temukan betapa sesuatu yang kita anggap kelemahan adalah senjata pamungkas yang diberikan Sang Pencipta kepada kita. Dalam arti kata, kita sudah dipersiapkan sebaik mungkin –jauh sebelum kita lahir- untuk menjadi lebih dari sekedar pemenang. DIA adalah pihak yang paling tahu bagaimana cara membentuk kita sehebat yang prototype yang sebenarnya IA rancang.
oleh Made Teddy Artiana, S. Kom Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:04:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, April 05, 2010
|
|
Belajar Dari Macetnya Jakarta
|
|
Pernahkah kamu mengalami kemacetan??? Tiba-tiba pertanyaan ini terlontar dalam otakkkkkku... Jika aku ditanya hal ini maka dengan serius aku akan segera menjawabbbb... Tiap hari ahahahahaha. Ya setiap hari di Jakarta jalanan macet, berangkat pagi ke kantor macet, pulang dari kantor macet. Setiap hari mesti menghadapi perjalanan yang berat tidak seperti ketika aku berada di daerah. Tidak seperti ketika aku berada di my hometown di BLORA. Blora kalau mau tahu kita bisa menyeberang jalan dengan menutup mata dan tetap selamat karena begitu sepinya ahahahha... Tapi sore ini ketika aku pulang dari kantor dan melewati Gatot Subroto yang begitu macetnya apalagi ini weekend, Jumat malam, jalanan begitu macetnya. Entah kenapa di tengah perjalanan tiba-tiba aku belajar sesuatu dengan kemacetan itu. 1. Berangkat itu yang membuat kita sampai tujuan. Sekalipun perjalanan dari tempat tinggal ke kantor tiap hari macet, tapi aku selalu sampai ke kantor. Seperti itu juga hidup, menurutku hidup lebih sering "macet" daripada lancar, sering kali untuk berangkat dari "tempat tinggal" bernama "impian, cita-cita dan harapan" sampai "kantor" bernama "kesuksesan, pencapaian, keberhasilan" aku harus menghadapi "kemacetan" bernama "kesulitan, ketakutan, kemalasan dan lainnya". Yang menjadi pertanyaan dalam hatiku adalah kenapa meskipun sulit dan macet aku selalu tetap sampai ke kantor ya??? Itu karena aku selalu berangkat ke kantor. Betapa banyak kali dalam hidup kita, kita tidak mencapai tujuan hanya karena kita tidak mulai berangkat ke sana. Sebuah impian akan tetap menjadi impian jika kita tidak pernah mulai untuk bangun dan bekerja mewujudkan impian tersebut. Banyak orang berani bermimpi tapi hanya sedikit orang yang berani untuk mengambil sikap untuk mulai mewujudkan. 2. Selalu ada jalan jika kita terus mau bertahan melewati kemacetan. Ketika melewati kemacetan sering kali seolah-olah tidak ada jalan, atau setidaknya hanya ada celah-celah kecil yang bisa dilewati motorku. Tapi tahukah Anda ketika aku menemukan satu celah untuk lewat, tiba-tiba selalu saja ada jalan yang terbuka dan membuatku tidak berhenti, sekalipun kadang untuk mencari jalan lewat susah. Tapi tiba-tiba juga kadang ada jalan yang lenggang membuat aku bisa ngebut untuk mengejar waktu yang tertinggal karena macet. Thats life right??? Ada masanya ketika menjalani perjalanan di kehidupan rasanya seperti tidak ada jalan, atau ada jalan tapi sulit. Aku belajar hari ini selama aku masih terus melangkah mengambil kesempatan dan mencari cara untuk terus maju, pasti sampai, pasti akan ada masa di mana jalan yang lenggang yang membuat kita bisa "berlari" ngebut mencapai tujuan itu akan datang. 3. Tidak perlu bisa melihat jalur dari berangkat sampai tujuan, cukup terus berjalan. Aku pernah menasehati seseorang dan berkata: "Di malam hari jika kamu mau berjalan dari Jogja sampai Solo, tidak perlu kamu punya lampu kendaraan yang bisa menerangi jalan dengan kekuatan Jogja-Solo, cukup lampu yang bisa menerangi jalan di depan kendaraan kita, yakin pasti kita bisa sampai. Justru kalau kita punya lampu yang bisa menyorot dari Jogja-Solo, bisa bayangkan betapa silau sinar lampu dan berapa banyak yang akan terganggu karenanya." Sama juga dengan kemacetan jalan, ketika aku hendak pulang dari kantor, aku tidak bisa lihat jalur dari kantor sampai tempat tinggalku, tapi aku tetap sampai, karena aku bisa melihat jalan dan celah untuk maju yang ada di depanku. Ketika aku melewati jalan tersebut, aku menemukan jalan yang lain dan akhinya aku bisa sampai ke tujuanku. "Do Your Best and Let God Take the rest" 4. Capek jangan pernah berhenti. Bayangkan kalau aku berhenti sebelum sampai tujuan karena macet, pasti sudah pasti aku tidak akan sampai, benar??? Pernah merasa capeeeek dalam mengejar keinginan dan impian? AKU SERRRRRRIIIIINGGGG hahahahahah... Rasanya ingin meninggalkan Jakarta dan kembali ke kampung halaman, bercocok tanam dan membajak sawah hahahaha... Tapi satu hal ini yang aku tahu, begitu aku berhenti aku tidak akan sampai tujuan!!! Jika aku mau berjalan pasti pasti pasti dengan pertolongan Tuhan aku akan sampai ketujuan. Hari ini di tengah keluhan, di tengah kesusahan yang ditimbulkan kemacetannnn Jakarta yang terjadi tiap hari, akhirnya aku memutuskan untuk belajar sesuatu dari pada mengeluh, hope you blessed. Sumber: Kiriman seorang teman
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:51:00 PM
  |
|
|
|
| Thursday, April 01, 2010
|
|
7 Kebiasaan Yang Membuat Hidup Menjadi Kaya
|
Selamat pagi, sahabatku semuanya. Tetaplah semangat dalam melakukan aktifitas kalian, kelak kesuksesan bisa dapat diraih asalkan ada tekad, kemauan yg kuat dan saya yakin kalian bisa berhasil.
1. Kebiasaan mengucap syukur
Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahwa agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yg baik, tapi juga dalam kesusahan & hari-hari yg buruk. Ada rahasia besar di balik ucapam syukur yg sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yg buta & tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yg terkenal & dikagumi di seluruh dunia. Salah satu ucapannya yg banyak memotivasi orang adalah, "Aku bersyukur atas cacat-cacat ini aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku." Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan & situasi yg buruk.
2. Kebiasaan berpikir positif
Hidup kita dibentuk oleh apa yg paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yg positif. Ciri-ciri dari pikiran yg positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yg sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yg positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan & lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.
3. Kebiasaan berempati
Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yg dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yg empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya & menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan & dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yg empati. Misalnya, jadilah pendengar yg baik, belajarlah melakukan yg Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.
4. Kebiasaan mendahulukan yang penting
Pikirkanlah apa saja yg paling pentin, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yg tidak penting sementara hal-hal yg penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yg penting & mana yg tidak penting, kebiasaan mendahulukan yg penting akan membuat Anda efektif dan produktif juga meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.
5. Kebiasaan bertindak
Bila Anda sudah mempunya pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yg hendak dicapai & sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yg harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk menghargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yg gagal dalam hidup karena hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.
6. Kebiasaan menabur benih
Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan pada waktunya Anda akan menuai yg Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih 'kebaikan'. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.
7. Kebiasaan hidup jujur
Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yg utuh, bahkan bisa merusak harga diri & masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.
"Ideas are only seeds, to pick the crops needs perspiration. Gagasan-gagasan hanyalah bibit, menuai hasilnya membutuhkan keringat."
Sumber: Milis The Profec Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:16:00 AM
  |
|
|
|
|
|