| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Wednesday, March 31, 2010
|
|
Tidak Mengeluh "Ternyata" Lebih Baik
|
MENGELUH, sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.
Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing, seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.
"Bos gue kelewatan masa udah jam 6, gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!"
"Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan "job-des" gue"
"Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".
Mungkin kita semua pun melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.
Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.
Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang, hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.
Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.
Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra.
Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh Atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi atau paling tidak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru.
Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.
Mari Belajar:
1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri.
2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
3. Anggaplah masalah besar adalah tanda Tuhan berkehendak menguji Anda untuk naik tingkat ke level yang lebih baik (kematangan, kedewasaan, dll.)
4. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali.
"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."
Semoga Semua Hidup Berbahagia
Paul Tandi Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:16:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, March 30, 2010
|
|
Aku dan Istriku, Korban Pembantu (yang Termotivasi)
|
Sebenarnya ada perasaan malu untuk menceritakan hal ini, karena biar bagaimanapun juga, ini adalah masalah intern dapur kami. Tetapi apa boleh buat, komitmen pribadiku mengharuskan aku berbagi cerita tentang sesuatu yang mungkin akan berguna -apapun itu- kepada siapa saja yang memerlukannya.
Ini tentang Mei, mantan pembantuku. Dia masih ABG. FreshButNotGraduate alias tidak tamat SMP. Anak ke dua dari lima bersaudara. Kedua adiknya dan seorang lagi bayi ibunya, adalah hal-hal yang memaksa ia harus merantau kekota. Seperti peribahasa : buah tidak jatuh jauh dari pohonnya, Meipun memilih profesi yang tidak jauh dari Ayahnya. Jika Sang ayah bekerja sebagai tukang kebun, Mei jadi pembantu. Tidak ada yang istimewa dari wajah Mei. Begitu juga dengan postur tubuhnya. Gampangnya, tidak ada yang terlalu istimewa dari segi fisik yang bisa dijadikan topik yang menarik. Tetapi jika pembicaraan sudah masuk kewilayah pengetahuan, kecerdasan dan intelektual, ini menarik.
“Bu besok saya mau ke Mall Ambassador”, ujar Mei disuatu kesempatan makan malam kami. “Boleh..emang mo ngapain kamu ?”, tanya istriku iseng. “Handphone saya rusak, mungkin 3G nya, jadi aku gak bisa kirim email, Bu”, jawabnya kalem. Walaupun tigak seperti disambar petir, aku dan istriku kaget bukan kepalang. Apaaaa ??? Dialog setelah itu tambah mencengankan lagi buat kami. Ternyata Mei begitu akrab dengan teknologi mobile dan internet terkini. Luar biasa !!
Seperti yang sudah kuutarakan diatas, Mei memang punya kecerdasan diatas rata-rata pembantu yang kami kenal. Caranya mengatur pekerjaan, kecepatan memperlajari sesuatu yang baru dan pertanyaan-pertanyaan yang kadang dilontarkannya mengindikasikan itu semua.
Satu lagi. Tidak seperti pembantu-pembantu yang lain, yang mati-hidup bergelimang sinetron. Mei, persis seperti kami majikannya, kurang berminat terhadap tontonan seperti itu. Bukan karena sentimen atau apa, memang kami tidak terlalu suka nongkrong didepan televisi (kecuali acara-acara berpengetahuan dan motivasi).
(sampai sekarang aku tak habis pikir, bagaimana mungkin sinetron-sinetron dengan sebagian besar cerita konyol yang mirip-mirip seperti itu digilai segolongan orang berselera aneh. Tapi mau dibilang apa..namanya juga selera !!)
Sebagai gantinya CD, audiobooks, buku-buku motivasi.
Dengan tidak bermaksud pamer, aku dan istriku punya sebuah komitmen unik bahwa kami dilarang mengatakan sesuatu yang bernada keraguan, ketakutan, dan hal-hal negatif lain.
(Atmosfir rumah kami, haruslah selalu positif dan itu dimulai dari penghuninya)
Karena hampir merupakan sebuah kebudayaan dirumah kami, Mei pun ikut-ikut terkena imbasnya. Beberapa kali kami pergoki ia mencuri dengar program-progam motivasi yang sedang kami putar dan memperhatikan buku-buku yang tersebar diruang keluarga dengan penuh rasa ingin tahu. Beberapa kali juga, kami terlibat percakapan intens diseputar cita-cita, kerja keras dan impian.
“Kalau kamu bersungguh-sungguh, meskipun kamu sudah putus sekolah. Kamu bisa mencapai keinginan-keinginanmu Mei. Manusia itu sampai kapanpun lebih hebat dari semua persoalannya !!”, kataku kepadanya disebuah percakapan.
Mei pun tampak lebih dari sekedar mendengarkan.
Beberapa kali, karena ingin memberinya wawasan kami mengajaknya untuk membantu kami sekedar membawakan beberapa berkas dokumen pada agenda meeting ku dengan client. Dan Mei sangat menikmati kesempatan itu.
Kemudian inilah yang terjadi setelah dua bulan. Mei pamit, ingin resign. Ia bermaksud belajar menjadi seorang Baby Sitter. Meskipun secara pendidikan itu tidak mungkin, namun sinar matanya yang menyala-nyala itu mengisyaratkan ada api yang sedang berkobar didada seorang Mei.
Aku dan istriku segera “merasa” dihadapkan pada posisi yang sulit. Waktu itu –mungkin ini yang aku maksud agak memalukan- kami menanggapi insiden itu dengan negatif. Kecewa, bingung, marah, jengkel bergabung jadi satu. Sampai suatu saat kami mencoba menganalisa permasalahan Mei dari sisi yang lebih positif. Perlahan namun pasti, setitik sinar bangga bercampur haru pun muncul di benak kami, makin lama makin besar.
Rupanya tanpa kami sadari, tindak tanduk dan perkataan kami telah memotivasi Mei sedemikian rupa, sehingga seorang pembantu sepertinya, ABG yang tidak tamat SMP itupun kini tegak berdiri. Siap menghadang kesulitan apapun yang berdiri diantara ia dan cita-citanya, tanpa dapat ditakut-takuti dan dibuat minder oleh apapun.
Unbelievable !!!
Itu berarti sekecil apapun yang kita lakukan baik negatif atau positif -bisa jadi tanpa kita ketahui – kadang berdampak luar biasa bagi orang lain. Sehingga ketika dampak itu sekonyong-konyong muncul kepermukaan kita tidak mengetahui kapan dan apa yang menjadi penyebabnya.
Ada sebuah cerita sederhana yang cukup mengesan, yang mirip-mirip tentang hal itu. Andrea adalah gadis cilik yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya. Ia sering melihat ayahnya mencium dan memeluk ibunya dan ini tentunya sangat menyenangkan buat Andrea. Kerap kali Andrea dengan polos menceritakan prilaku ayahnya itu kepada sahabatnya, Hanny. Suatu saat, Hanny pun bertanya kepada ayahnya, tentang cerita sahabatnya itu, lalu bertanya mengapa hal yang sama tak pernah ia lihat dilakukan sang ayah dirumah. Dan betapa inginnya Hanny menyaksikan hal yang kata Andrea “demikian menyenangkan” itu. Ayahnya yang sibuk luar biasa, tiba-tiba saja tersentak kaget, mendengar pertanyaan polos itu. Tiba-tiba hatinya terenyuh, karena menyadari betapa sering ia –karena alasan kesibukan yang luar biasa- mengabaikan istrinya. Jika ini bisa terjadi pada diri Mei, berarti ini bisa berlaku pada diri siapapun. Istri, suami, anak, tetangga, tukang bakso di komplek kita, pengemis, tukang kebun, kuli bangunan, pengamen dan siapapun disekitar kita. Kemudian sebuah khayalan iseng muncul di kepala.
Bayangkan seperti apa kebangkitan bangsa kita, jika para motivator, inspirator, hypnoteraphist, mental healer, NLP expert atau apapun gelar mereka, yang selama ini lebih sering berakrobat diruangan ber-AC hotel-hotel, membantu orang-orang yang sudah punya duit untuk lebih kaya lagi, sekarang bergerak bersama-sama, turun mimbar, membuka jas-jas sutera mereka, lalu menyeberang kejalan-jalan, sekolah-sekolah, perkampungan kumuh, ke pasar-pasar, lokalisasi PSK, penjara-penjara, kemudian menggunakan keahlian, ketrampilan, talenta dan kesaktian untuk memotivasi orang-orang terpinggirkan itu, membangkitkan mayat-mayat untuk hidup kembali, menyelamatkan orang-orang tanpa harapan yang sedang berjalan terhuyung-huyung menuju tiang pancungan. Bukankah sebuah tanggung jawab besar selalu mengikuti sebuah talenta yang besar pula ? Bukankah keduanya adalah dua sisi koin yang sama ? dimana penolakan terhadap salah satunya, akan berakibat kehilangan keduanya ? Lalu apa untungnya ?
Jika yang ada dijidat kita hanya lembaran-lembaran uang berlabel “keuntungan” nampaknya agak sulit untuk dirumuskan. Tapi bukankah keuntungan dan upah tidak selalu datang dalam wujud serendah tu ? Jika saja Aburizal Bakrie, salah satu orang terkaya di Asia itu, merasa sangat cocok, sangat suka dan bersimpati dengan kita, apakah yang kira-kira bakal terjadi dengan kondisi finansial dan bisnis kita ? Itu baru Ical, bagaimana jika DIA yang menciptakan Aburizal Bakrie, jatuh cinta pada diri kita ? Pemilik jutaan galaxy, bumi, langit, laut beserta isinya. Dia yang sanggup menggerakkan apa saja untuk mengangkat derajat kita. Tentunya “ekuntungan” seperti ini jauh lebih signifikan dibanding lembaran-lembaran uang tadi. Apalagi kemuliaan seorang manusia dinilai bukan seberapa cerdas, seberapa hebat orasinya, seberapa kaya, melainkan dari seberapa besar manfaat yang diberikannya kepada orang lain ? Dalam kasus Mei misalnya, paling tidak kepergiannya membuat kami jauh lebih sehat. Terutama aku pribadi yang kini tampak lebih cerah dan lebih kekar dari biasanya, karena harus mencuci pakaian, menyapu, mengepel lantai sendiri, setiap hari, sebelum kami menemukan pengganti Mei ? “Mei, kami iklash melepasmu pergi. Dan semoga hidup yang luar biasa mengagumkan ini akan mempertemukan kita dalam keadaan yang jauh lebih mulia dari sekarang. Dan semoga dalam perjalanan hidupmu, engkau –dengan mata kepalamu sendiri- membuktikan betapa hebatnya seorang manusia dipersenjatai Pencipta mereka dan betapa berharganya kita dimata-NYA”(eh..jangan- jangan tanpa sepengetahuan kami, Mei bergabung dengan salah satu milis, lalu membaca tulisan ini)
what a wonderfull world ! Made Teddy Artiana, S. Kom photographer & penulis http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com/ 081317822720
__._,_.___ Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:25:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, March 29, 2010
|
|
Jika Saja Aku Memaknainya Sebagai Tantangan
|
Dear Prens, apa kabar dikau? Pastinya dengan membaca ini, dikau adalah manusia istimewa yang terus memompa semangat untuk mengejar impian dan cita-cita. Semoga hari demi hari, dikau makin mendekat kepada keduanya.
Berikut ini adalah sebuah cerita metafora yang inspiratif, yang bisa dikau jadikan sebagai penyemangat hari-harimu. Semoga bermanfaat.
Masyarakat Jepang, dikenal sangat menyukai ikan. Ikan segar tepatnya. Ikan adalah menu makanan mereka sehari-hari. Dengan fenomena ini, maka para pelautnya terus membuat kapal penangkap ikan yang makin besar dan makin besar lagi, sehingga mereka bisa berlayar makin jauh dan makin jauh lagi untuk menangkap ikan.
Semakin jauh para nelayan itu pergi, semakin lama pula perjalanan kembali untuk membawa ikan pulang ke kampung halaman. Jika perjalanan itu melebihi batas waktu yang normal, maka ikan-ikan yang mereka bawa pulang, akan sampai ke konsumen dalam keadaan sudah tidak segar lagi.
Dengan pengalaman yang mungkin ribuan tahun, masyarakat Jepang sangat peka dan pandai dalam membedakan mana ikan yang masih segar dan mana ikan yang sudah layu. Dan sebagaimana kita pada umumnya, mereka juga tidak menyukai ikan yang sudah tidak segar lagi.
Menghadapi masalah ini, para nelayan dan perusahaan perikanan memasang freezer (mesin pembeku) di kapal-kapal mereka. Dengan kemajuan ini, mereka bisa berlayar dan menangkap ikan di tempat-tempat yang lebih jauh lagi, dan bisa membawa pulang ikan dalam keadaan tetap segar.
Namun ternyata, masyarakat Jepang memang benar-benar piawai dalam soal cita rasa ikan. Tetap saja, mereka bisa membedakan mana ikan yang dibekukan dan mana ikan yang benar-benar masih segar.
Apa yang dilakukan oleh nelayan dan perusahaan perikanan, menyikapi fenomena yang berdampak pada turunnya harga ikan mereka ini?
Mereka kemudian memasang tangki-tangki penampung ikan di kapal-kapal mereka. Mereka menangkap ikan dari tempat yang jauh, menyimpannya di dalam tangki, dan kemudian membawanya pulang ke kampung halaman dalam keadaan tetap hidup.
Solusi menggembirakan ini ternyata tidak bertahan lama. Orang kampung halaman ternyata masih bisa merasakan bahwa ikan-ikan yang mereka bawa pulang tetap berbeda dan kurang segar dibandingkan dengan ikan-ikan yang baru saja ditangkap. Bagaimana ini bisa terjadi?
Ikan-ikan yang mereka tangkap dan cemplungkan ke dalam tangki penampung, ternyata menjadi lebih banyak diam tak berapa lama setelah berada di dalam tangki. Dan ikan-ikan ini, bisa berhari-hari pasif tanpa gerakan lincah sebagaimana yang biasa mereka kerjakan di laut lepas. Ikan-ikan itu memang tetap hidup sampai di kampung halaman, tapi entah mengapa masyarakat konsumen tetap bisa membedakannya dari ikan yang benar-benar segar. Diam dan lebih pasif ini, ternyata membuat ikan-ikan itu kehilangan kesegarannya.
Lantas, bagaimana lagi para nelayan dan perusahaan perikanan menyikapi persoalan ini? Berbagai solusi profesional dan hi-tech yang ditawarkan, ternyata berbiaya tinggi alias mahal. Dan ternyata, solusi terbaiknya muncul dari fenomena alam sendiri.
Para nelayan dan perusahaan perikanan menceburkan seekor ikan hiu pemangsa ke dalam setiap tangki hasil tangkapan mereka. Beberapa ikan akan benar-benar menjadi mangsa sang hiu. Tapi ada lebih banyak ikan yang berhasil bertahan hidup, dengan struggle dan tetap bergerak lincah!
Setelah menempuh perjalanan yang lama, ikan-ikan itu akhirnya sampai di kampung halaman. Tapi kali ini, masyarakat di kampung halaman benar-benar puas, karena ikan hasil tangkapan mereka benar-benar terasa segar, persis seperti ikan yang baru saja diambil dari laut lepas.
Ya Prens, tantanganlah yang bisa memberi hasil paling baik. Hasil terbaik akan bisa dikau capai, hanya jika dikau benar-benar menyambut tantangan. Tantanganlah yang sesungguhnya membuat dikau tetap bergerak. Dan tetap bergerak adalah tanda bahwa dikau benar-benar hidup. Hukum alam ciptaan Tuhan telah menentukan, bahwa mereka yang hidup dan bergeraklah yang pantas untuk hasil yang lebih baik. Mereka yang hidup dan bergeraklah yang akan mendapatkan hasil yang paling baik.
Prens, jika dikau sedang dirundung masalah, terkendala atau terhambat oleh situasi dan keadaan, sedang kekurangan atau menghadapi berbagai persoalan, dihadapkan pada problem-problem pelik kehidupan, atau merasa tak kunjung jua berhasil mencapai apa yang dikau inginkan; bisakah dikau, maukah dikau, menyikapinya dan menyambutnya sebagai tantangan?
Sumber: Tips for success.
Ikhwan Sopa Master Trainer E.D.A.N. http://www.motivasi-komunikasi-leadership.co.cc http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305 Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:51:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, March 26, 2010
|
|
Bagaimana Rezeki Mengalir Kepada Anda
|
|
Berbicara tentang rezeki sangatlah menarik dan diminati oleh banyak orang. Pasalnya inilah yang diharapkan dan diinginkan oleh setiap orang. Tidak ada orang yang tidak ingin kebagian aliran rezeki, kan ? Kita lihat apa yang terjadi di masyarakat. Ada sebagian orang yang rezekinya itu mudah untuk datang, terus mengalir dan sepertinya tidak pernah putus-putus. Tetapi ada sebagian lain, yang sulit untuk mendatangkan rezeki - suka tersendat-sendat dan kadang mampet. Oleh karena itu sangatlah penting kita mengetahui bagaimana mekanismenya sehingga rezeki itu dengan senang mengalir kepada kita, dan mengalir dengan penuh sukacita. Bila Anda tidak mengetahui mekanismenya, mungkin Anda akan mencari peruntungan atau jimat untuk bisa mendatangkan rezeki itu. Dan ini tentunya kurang bijaksana serta tidak selaras dengan keinginan Sang Pencipta kita. Kita tidak perlu mencari peruntungan atau jimat untuk mendatangkan rezeki, karena di dalam diri kita sudah tersedia mekanisme yang memiliki kemampuan melebihi jimat buatan manusia. Anda bisa membuat aliran rezeki itu dengan senang mampir, mengalir dan dengan bebas berputar dalam hidup Anda dalam kelimpahannya. Sebetulnya, rezeki itu akan datang kepada Anda tergantung kepada isi pikiran Anda. Anda boleh saja menginginkan rezeki terus mengalir dalam hidup Anda, tapi kenali dahulu apa yang menjadi akar pikiran Anda yang tersembunyi di dalam bawah sadar. Bisa saja akar pikiran Anda sesungguhnya menolak hadirnya rezeki itu. Bila demikian, seberapa besar upaya Anda, seberapa besar energi yang Anda keluarkan, Anda akan tetap kesulitan mengarahkan aliran rezeki itu mampir kepada diri Anda. Kalau Anda ingin agar rezeki mengalir bebas dalam hidup Anda, perhatikan beberapa hal yang harus Anda lakukan, dan cobalahmelakukannya dengan konsisten dan penuh keikhlasan. Yang pertama, "memberi". Kembangkan sikap mental memberi dan memberi. Orang yang bisa memberi tentunya adalah orang yang sudah kecukupan, bila Anda segan untuk memberi, Anda sebenarnya merasa kekurangan, dan perasaan kekurangan inilah yang mendatangkan lebih banyak kekurangan dan kemiskinan. Ingatlah : apa yang tidak Anda berikan untuk orang lain, tidak anda berikan untuk diri Anda sendiri. Memberi tidak berarti Anda akan kekurangan, justru sebaliknya dengan semakin banyak memberi Anda akan semakin banyak menerima. Hukum universal mengatakan bahwa apa yang Anda tabur akan Anda tuai, artinya jika Anda memberi, Anda akan menerima panenan berlipat ganda. Seperti menanam padi, satu bibit padi yang ditanam, akan menghasilkan ratusan bahkan ribuan biji padi. Dalam praktik sehari-hari, bersikaplah murah hati, bersikaplah belas kasih, tolonglah orang lain yang membutuhkan pertolongan, dan layani orang lain dengan tulus, ikhlas, dan penuh kegembiraan. Berikan nilai tambah atau peningkatan hidup bagi orang lain. Kedua, "jangan mengeluh". Jangan pernah membicarakan tentang kekurangan dan keterbatasan ekonomis yang Anda hadapi kepada orang lain. Hal ini kurang bijaksana. Semakin Anda sering membicarakannya, sebenarnya Anda sedang memfokuskan pikiran pada kekurangan dan ketidakcukupan. Hukum pikiran mengatakan bahwa pikiran bersifat mencipta dan kreatif, artinya fokus Anda akan menciptakan kondisi-kondisi dan memperbesar apa yang Anda bicarakan dan bayangkan. Adalah lebih bijaksana bila Anda hitung rahmat dan berkat yang sudah Anda terima setiap hari. Dan fokuskan pikiran Anda pada hal-hal yang membawa kesejahteraan dan kelimpahan. Bila Anda dalam kondisi damai, tenang, dan sejahtera, inilah kunci di mana rezeki mudah untuk singgah kepada Anda. Ketiga, "jangan cemburu". Biasanya orang lebih mudah untuk cemburu kepada orang lain yang lebih sukses, lebih kaya. Kecemburuan muncul pada saat Anda membandingkan apa yang Anda miliki dengan apa yang dimiliki oleh orang lain. Dan biasanya Anda akan membandingkan secara tidak fair, maksudnya Anda akan membandingkan apa yang belum Anda miliki dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, dengan begitu perasaan kekurangan atau rendah diri itu akan muncul pada diri Anda, dan inilah perasaan yang tidak menguntungkan bagi kemampuan Anda untuk menarik aliran rezeki. Kecemburuan ini adalah sikap mental tidak bisa menerima keadaan. Semakin tidak bisa menerima keadaan, Anda akan semakin tidak bisa berfokus pada sasaran dan akan bertindak dengan tergesa-gesa mengerjakan sesuatu yang seharusnya Anda kerjakan. Akibatnya, hasil yang Anda harapkan akan meleset dari bidikan Anda. Solusinya, Anda harus berusaha untuk bisa menerima keadaan diri Anda apa adanya, sehingga pikiran Anda akan menjadi lebih damai. Bila Anda dipenuhi oleh kecemburuan, pikiran Anda akan terfokus pada ketidakmampuan, ketidakcukupan, tidak layak, kekurangan, ketidakpuasan, dan kemiskinan. Marilah kita menyimak kembali kepada hukum pikiran bahwa apa yang Anda fokuskan akan menjadi realitas kehidupan Anda. kalau Anda dalam keadaan cemburu, sebetulnya Anda membuang energi dengan sia-sia, karena fokus Anda akan dikaburkan oleh perasaan cemburu itu dan hasilnya sasaran Anda akan meleset jauh. Jadi hapuskan kecemburuan Anda! Keempat, "jangan membenci". Sama halnya dengan cemburu, orang juga lebih mudah untuk membenci orang lain yang lebih sukses, lebih kaya. Kalau Anda membenci orang yang sukses, atau yang kaya, sebetulnya secara tidak sadar Anda sedang mengirimkan pesan kepada bawah sadar bahwa Anda tidak menyukai sukses dan kaya. Lebih jelasnya sebenarnya Anda menolak sukses dan kaya untuk hadir dalam hidup Anda. Itulah maksud tersembunyi dari kebencian Anda. Hukum pikiran mengatakan bahwa pikiran bawah sadar bereaksi terhadap pikiran yang dominan dan sugesti yang disampaikan oleh pikiran sadar. Di dalam kebencian, terkandung suatu pikiran atau maksud Anda yang tersembunyi, dan jika maksud tersembunyi ini menguasai pikiran sadar Anda maka bawah sadar Anda akan merealisasikan maksud tersembunyi ini, karena inilah yang dominan, yang memenuhi pikiran Anda sehari-hari. Dengan mengetahui akibat-akibat buruk dari rasa kebencian sepeti diuraikan di atas, untuk apa lagi Anda membenci orang lain? Tidakkah itu hanya membuang energi yang sangat berharga? Alangkah bijaksananya bila Anda menghapuskan kebencian kepada siapa saja!! Kelima, "berdoa". Biasakan berdoa memohon bimbingan Ilahi dalam segala hal. Doakan dan harapkan yang terbaik bagi semua orang di sekeliling Anda. Kembangkan kepercayaan atas doa-doa Anda, resapi doa itu sampai ke saraf-saraf Anda, rasakan getaran ketika Anda mengucapkan doa-doa itu dan pasrahkan. Semoga para pembaca tulisan ini diberkati, dianugerahi kesejahteraan, diinspirasi, dan diperkaya dalam segala hal. Amin ! Salam Bahagia dan Sejahtera. Soegianto Hartono HP : 0813 - 64808061 atau 0857 - 653 - 64838 Email : Soe_hartono@hotmail.com Blog : www.soegiantohartono.blogspot.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:31:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, March 24, 2010
|
|
Mendefinisikan Ulang Kesuksesan
|
Hal apa yang paling diinginkan semua manusia? Jawaban hanya satu: sukses. Kesuksesan telah menjadi kebutuhan setiap insan manusia di muka bumi ini. Itulah sebabnya orang menempuh berbagai cara untuk memperoleh. Salah satunya dengan jalan pendidikan formal. Sayangnya sukses bukanlah hal yang bisa dengan mudah bisa diraih setiap orang. Orang bijak selalu berkata, tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan. There is no success without sacrifice!
Meski sukses telah menjadi kebutuhan mutlak setiap manusia toh tidak semua orang memiliki pandangan yang sama tentang arti kesuksesan. Ada yang menganggapnya sebagai kekayaan. Kelompok ini umumnya mencurahkan hidupnya untuk menumpuk harta. Mereka melihat uang sebagai simbol kesuksesan. Itulah sebabnya mereka menjadi serakah dan amat mendewakan uang. Uang menjadi oksigen yang mutlak diperlukan bagi kehidupan mereka.
Sayangnya orang-orang seperti ini hidupnya hampa. Mereka umumnya cepat curiga terhadap orang lain. Amat sulit bagi mereka untuk berpikir positif terhadap orang lain. Kalau ada yang mencoba dekat, mereka lantas berpikir, “Jangan-jangan orang ini mau mengambil harta saya.” Seorang Mahaguru kebijaksanaan pernah berkata orang yang menomorsatukan harta tidak akan menemukan arti hidup yang sejati. “Sebab di mana hartanya berada, di situlah pula hatinya berada,” demikian nasihat Sang Mahaguru.
Saya tidak memungkiri bahwa kekayaan -khususnya uang- penting bagi hidup. Siapa sih yang tidak butuh uang? Sebuah lembaga keagamaan dan lembaga sosial pun butuh uang untuk kegiatan operasionalnya. Mana bisa kita mendirikan tempat ibadah tanpa uang yang merupakan sumbangan dari orang lain? Uang memang penting tapi uang bukan segalanya. Uang adalah sarana untuk membuat hidup kita makin berarti. Baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Selain kekayaan, ada juga orang yang mengidentikkan kesuksesan dengan ketenangan hidup. Kelompok ini tidak suka macam-macam. Sebagian bahkan cenderung pasif dan menjauhkan diri dari kehidupan masyarakat. Sikap seperti ini juga merupakan sebuah pilihan dan kita tidak bisa mengatakan itu keliru.
Ada juga orang yang mengidentikkan kesuksesan dengan ketenaran. Mereka rela menempuh jalan panjang yang menanjak demi popularitas. Terkadang perjalanan panjang ini sangat melelahkan sehingga beberapa memilih jalan pintas dengan mempraktekkan cara-cara kurang terpuji, seperti (maaf) menjual diri. Sudah bukan rahasia lagi kalau tidak sedikit penyanyi atau bintang film yang pernah tidur dengan produsernya. Tidak semua dari mereka yang mengambil jalan ini. Saya sendiri kenal dengan banyak artis yang tetap mempertahankan kehormatannya daripada ditukar dengan popularitas.
Paham bahwa kesuksesan identik dengan ketenaran biasanya hanya terbukti kebenarannya pada tahap awal. Lambat-laun, seiring makin meningkat popularitas, banyak hal-hal tertentu terjadi yang pada akhirnya membuat seorang tokoh publik (public figure) terpaksa menolak paham ini. Misalnya dengan hilangnya privacy yang bersangkutan karena setiap gerak-geriknya senantiasa diawasi masyarakat lewat pers. Terkadang saya sendiri amat iba melihat bagaimana kehidupan seorang artis “diobok-obok” secara berlebihan oleh media massa. Pihak media selalu mengatakan bahwa apa yang disajikannya adalah untuk memuaskan rasa ingin tahu pembaca atau penonton. Mungkin ada benarnya juga. Yang pasti, jelaslah sudah bahwa kesuksesan tidak identik dengan ketenaran.
Selanjutnya ada juga yang mendefiniskan kesuksesan dengan kesehatan yang prima. Terhadap definisi ini terkadang saya mengajukan pertanyaan reflektif, bukankah ada begitu banyak orang dengan kesehatan yang amat prima namun hidupnya kosong? Mereka sama sekali tidak berkarya dan berusaha menjadikan hidupnya lebih berarti.
Jadi, apa sih definisi sukses yang tepat? Saya tidak berpretensi menyebut diri sebagai pakar kesuksesan karena saya pun masih terus belajar dan mencari apa arti sebuah sukses sejati. Yang pasti, saya pernah membaca satu definisi tentang sukses yang tampaknya cukup menarik untuk kita simak bersama. Menurut motivator terkenal, Zig Ziglar, sukses sejati mencakup delapan bidang kehidupan, yakni: kebahagiaan, kesehatan, keuangan (kemakmuran), keamanan, kualitas persahabatan (mempunyai banyak sahabat), hubungan keluarga yang baik, pengharapan akan masa depan, dan kedamaian pikiran. Itulah sebabnya kita sering mendengar orang berkata bahwa orang kaya belum tentu sukses, namun orang yang sukses pasti kaya secara material dan spiritual.
Meski demikian, sukses bukanlah sebuah tujuan akhir; sukses adalah sebuah perjalanan. Success is not a destination; success is a journey! Ya, sukses adalah sebuah perjalanan! Jika kita telah berhasil meraih sebuah impian, kita toh tetap harus meneruskan perjalanan. Akhir dari perjalanan itu adalah ketika kita menutup mata dan kembali ke hadirat-Nya. Motivator dan pakar kepemimpinan, Dr. John C. Maxwell selalu menegaskan agar dalam perjalanan sukses itu kita senantiasa melakukan apa yang harus kita lakukan. Intinya, tempuhlah perjalanan sukses dengan benar dan hargailah prosesnya bukan hasil akhir. Bagaimana menurut Anda?
Sumber: Mendefinisikan Ulang Kesuksesan oleh Paulus Winarto, pendiri LEAF (training center yang mengkhususkan diri pada upaya meningkatkan motivasi dan mengembangkan potensi kepemimpinan). Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:02:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, March 23, 2010
|
|
Menggugat Kegagalan, Perlukah?
|
Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam; US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975).
Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima.
Seorang penngemarnya menulis surat kepadanya,
"Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?"
Ashe menjawab,"Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, diantaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis,
500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional, 50 ribu datang ke arena untuk bertanding, 5000 mencapai turnamen grandslam,
50 orang berhasil sampai ke Wimbeldon, empat orang di semifinal, dua orang berlaga di final. Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan,
"Mengapa saya?", Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan,
"Mengapa saya?"
Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan. Ketika yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan.
Tetapi tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan hidup beriman; tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup yang menekan berat.
Ketika menerima sesuatu yang buruk, ingatlah saat - saat ketika kita menerima yang baik...
"Winning horse doesn't know why it runs the race. It runs because of beats & pain. Life is a race, God is your rider. So if u are in a pain, then think, God want You to win"
Mudah-mudahan kita tetap maju, walau harus melewati rintangan berat! Don't give up!
Iman HA YM : imanrol Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:32:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, March 22, 2010
|
|
Prinsip Dasar Cara Berbisnis Insan Pilihan
|
Hore, Hari Baru! Teman-teman.
Apakah anda pernah mendengar seseorang mengatakan; ”Cari duit haram saja susah, apalagi yang halal?”. Saya pernah. Dan ketika mendengar itu, hati saya miris. Bukan karena sikap orang itu. Melainkan karena ketakutan saya untuk ikut-ikutan mempunyai prinsip hidup seperti itu. Sebab, saya ingin agar seluruh sel hidup dalam tubuh istri dan anak-anak, serta diri saya sendiri hanya memakan makanan yang dihasilkan dari nafkah yang halal saja. Saya takut Tuhan marah karena menafkahi keluarga dengan sesuatu yang Dia tidak suka. Masalahnya adalah; lingkungan bisnis kita sering menganggap seolah hal semacam itu merupakan sesuatu yang sudah lumrah.
Suatu sore belum lama ini, sahabat saya menelepon. Dia mengabarkan kalau saat ini sedang berada di sebuah pameran buku. Saya terkejut ketika dia bilang bahwa buku edisi pertama saya yang pertama kali diterbitkan di tahun 2005 itu katanya juga ikut dipamerkan. Padahal, selalu saya katakan bahwa buku itu sudah sejak lama tidak ada dipasaran. Buku itu sekarang muncul lagi setelah hampir dua tahun lamanya hak penerbitannya kembali ke tangan saya. Apa iya penerbit sebesar itu melakukan tindakan serupa itu? Begitu saya berpikir. Tetapi, saya yakin sahabat saya tidak sedang bercanda.
Maka keesokan harinya, saya meluncur ketempat pameran buku itu. Dan benar saja. Disana terdapat buku saya yang dulu oleh penerbitnya dilaporkan sudah tidak ada stok lagi. Memang, ada sedikit stok. Namun, jumlah copy yang ada dipameran itu saja sudah melebihi angka yang ada dalam lembar laporan mereka sekitar 2 tahun lalu. Untuk sekedar dokumentasi, saya memfoto stand pameran itu. Lengkap dengan tumpukan buku-buku saya. Lalu membeli satu copy. Lantas, saya tempelkan struk pembeliannya dibuku itu. Beberapa saat sebelum pengembalian hak penerbitan itu, memang saya sempat meminta penjelasan mengenai keanehan laporan status stok buku yang tidak terlacak sejumlah lebih dari 500 eksemplar.
Menemukan fakta ini, saya sempat menerawang atas apa yang akan terjadi pada naskah buku lain yang saya miliki. Padahal, tahun 2010 ini saya sudah mencanangkan untuk menerbitkan minimal 4 judul buku baru. Dan jika segala sesuatunya lancar; tepat pada saat ulang tahun pernikahan kami, dibulan April ini sudah tersedia di toko buku. Sesaat kemudian, kekhawatiran saya atas fakta ini segera tergantikan oleh kata-kata orang itu tentang duit tadi. Tetapi, saya tidak yakin kalau dari menjual buku itu mereka mendapatkan banyak penghasilan. Lalu, pikiran saya berkata;”Mungkin sekarang mereka menemukan stok buku yang dulu hilang.” Daripada buku itu masuk ke tempat sampah, kan lebih baik di jual ke orang? Tetapi, siapa sih sesungguhnya pemilik buku-buku itu?
Dari sinilah kemudian saya teringat pelajaran yang disampaikan guru mengaji saya tentang ahlak Rasulullah. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW adalah seorang pengusaha yang sangat jujur. Dalam berniaga, beliau memastikan tidak ada hak-hak pihak lain yang terlanggar. Bahkan saking jujurnya Kekasih Allah itu, sampai-sampai beliau memberi tahu pelanggannya tentang berapa modal dasar barang yang dijualnya. Misalnya, beliau membeli barang modal seharga 10 dirham. Lalu membawa barang itu untuk dijual kembali. Dan saat bertemu dengan calon pembeli, Rasulullah mengatakan bahwa beliau membeli barang itu dipasar dengan harga 10 dirham. Lalu beliau menetapkan harga jual kembali dengan selisih keuntungan yang diambilnya.
Saya tidak terlampau kagum ketika mendengar kisah ini. Karena, waktu kisah itu diceritakan; umur saya masih kecil. Bukan tidak kagum kepada ahlak Nabi. Melainkan karena saya tidak memiliki kaitan dan pemahaman langsung tentang apa yang sesungguhnya terjadi didunia bisnis. Namun, ajaib sekali. Pelajaran yang saya peroleh dimasa belia itu masih bersemayam didalam alam bawah sadar saya hingga kini. Sehingga, ketika saya benar-benar mulai mengenal dunia kerja itu seperti apa; saya bisa menemukan relevansinya. Sekarang saya mengerti, mengapa Tuhan mengutus Nabi sebagai seorang pedagang. Karena, Tuhan ingin agar Nabi memberi contoh nyata tentang tata cara berniaga yang penuh berkah.
Nabi tidak pernah melarang para pedagang untuk mengambil keuntungan yang banyak. Karena, dalam berbisnis kita boleh mengambil untung sebanyak yang kita bisa. Kalau kita bisa mengambil untung yang banyak; silakan saja. Sebab, pelanggan memegang kendali sepenuhnya untuk membeli lagi, atau mencari pemasok lain saja. Tetapi, Nabi mengajarkan kita tentang etika. Supaya hasil yang kita peroleh dalam usaha tidak hanya banyak jumlah fisiknya saja. Melainkan juga berkah nilainya. Itulah sebabnya dalam berbisnis, Nabi mengutamakan kejujuran. Dan menghindari muslihat.
Kata guru mengaji saya; ”Nabi melarang kita mengurangi takaran.”. Kita bilang satu kilo, tetapi berat sesungguhnya hanya 950 gram. Kita melaporkan terjual 3, padalah sisa hasil penjualan unit lainnya disembunyikan. Kita mengaku rugi kepada pemilik saham, padahal dalam pembukuan yang sebenarnya mencatatkan keuntungan. Ketika beliau menyampaikan ajaran itu; manusia berada pada jamam jahiliyyah. Artinya, kecurangan tengah merajalela. Tipu muslihat menjadi nafas cara berbisnis para pengusaha. Dan kebohongan, merupakah senjata utama para pelobi. Sedangkan kerakusan merupakan sifat dasar perencana proyek.
Anda yang bukan pengusaha mungkin terkekeh-kekeh. Karena, melalui guru mengaji saya Sang Nabi tengah menasihati para pengusaha. Tetapi, jangan lupa; bahwa sebelum menjadi pengusaha beliau juga seorang pegawai upahan. Beliaulah yang menggembalakan domba-domba milik para majikan. Dan dari pekerjaannya itulah beliau memperoleh bayaran. Sama seperti kita. Ternyata, sebelum diangkat menjadi Nabi; Muhammad juga adalah seorang pekerja. Hal terindah yang paling saya ingat tentang sifatnya yang terekam dalam sejarah adalah; para majikannya tidak pernah menemukan karyawan sejujur, dan segiat insan pilihan itu. Makanya, gelar Al-Amien melekat kepada dirinya sejak masih kanak-kanak hingga wafat. Artinya, orang-orang bersaksi bahwa Dia adalah manusia yang jujur, dan dapat dipercaya. Baik didalam kehidupannya sebagai seorang pekerja. Maupun sebagai pengusaha. Bisakah kita juga menirunya?
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman Learning Facilitator of “Fundamental Leadership Development” Program http://www.dadangkadarusman.com/ Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:49:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, March 19, 2010
|
|
Power of Fokus
|
Beberapa hari yang lalu saya berbagi ilmu dengan 500 mahasiswa Relawan yang tergabung di Yayasan Bangun Kecerdasan Bangsa. Alhamdulillah dengan semangat dan kefokusan, lebih dari 90% dari para peserta mampu mematahkan pinsil kayu 2B dengan kelingking mereka.
Kalau direnengkun sejenak, pinsil kayu adalah pinsil yang cukup keras. Namun dengan kefokusan para peserta mampu membuat pinsil kayu patah dengan kelingking jari mereka.
Apa yang membuat para peserta hebat. Padahal kalau dalam keadaan normal, jangankan dengan kelingking, dengan telunjuk pun mematahkan pinsil kayu akan terasa sakit.Akan tetapi ada sebuah kekuatan dari dalam diri para peserta yang membuat mereka hebat. Membuat mereka kuat, sehingga mampu mematahkan pinsil kayu dengan kelingking mereka. Bahkan dalam training saya yang lainnya para peserta ada yang mampu mematahkan 8 pinsil kayu dengan kelingking mereka. Sungguh hebat luar biasa mereka mampu mengakses kekuatan diri mereka.
Yah, Seperti yang anda duga sebelumnya. Kekuatan itu bernama kekuatan fikiran bawah sadar manusia. Kekuatan fikiran bawah sadar manusia mungkin dikenal juga dengan kekuatan FOKUS. karena salah satu cara mengakses fikiran bawah sadar manusia diperlukan fokus yang dalam. Sehingga dengan FOKUS seluruh energi akan mengalir ke satu area saja.
FOKUS adalah kekuatan yang hebat. Karena selain mampu mengakses kembali fikiran bawah sadar manusia, maka FOKUS membuat kita terlupakan dengan beban yang kita derita. Betapa para peserta yang mematahkan pinsil sampai 8 buah, mereka nyaris tidak merasakan sakit sama sekali. Mereka tidak meraasa sakit, bahkan yang mereka rasakan hanyalah seperti sentuhan tangan semata.
FOKUS adalah kekuatan yang luar biasa. Betapa dengan FOKUS yang tepat para ilmuwan mampu menciptakan hasil yang luar biasa. Betapa dengan FOKUS yang tepat seseorang mampu mengakses Talentanya. Seperti JK.Rowling yang begitu melesat dengan Harry Potter ketika dia menyadari bahwa Fokusnya sebagai penulis mampu membuat dia Penulis level Dunia.
Kita mungkin pernah mendengar Helen Keller yang bisu, tuli dan buta namun masih bisa berkarya. Atau kita mungkin pernah melihat profile seorang John Pafe yang cacat malah menjadi seorang motivator hebat. Atau kita pernah mendengar Paralympic dmana para mereka yang cacat mampu mengoptimalkan kemampuan yang mereka miliki menjadi kekuatan. Mereka mampu hebat karena mereka FOKUS kepada apa yang masih mereka miliki tanpa memperdulikan apa yang tidak mereka miliki.
Jika kita ingin jauh lebih hebat dari mereka. Karena kita lebih baik daripada mereka yang cacat mungkin, maka sudah seharusnya kita mampu lebih baik dari mereka. Jika kita FoKUS seperti mereka mampu FOKUS.
Mulai hari ini dan selanjutnya, Jangan pernah biarkan apa yang tidak kita punya menghambat apa yang kita impikan.mari kita FOKUS kepada kekuatan yang kita punya. Dengan kita FOKUS maka kita mampu mengakses kehebatan yang ada di dalam diri kita. Dengan FOKUS maka kita akan mampu melewati segala kesulitan. Bahkan penderitaan pun juga akan menjadi kenikmatan. Yah yaitu ketika kita FOKUS kepada tujuan dan impian. Karena memang itulah kekuatan FOKUS.
Orang Hebat mampu Hebat karena FOKUS orang Cacat mampu Hebat karena FOKUS Olahragawan mampu Hebat karena FOKUS Jika kita mau Hebat haruslah juga FOKUS
Semoga dengan FOKUS kita semakin cepat menggapai kebahagiaan dan impian
Salam berbagi senantiasa
A.Setiawan Keep on Smile to Face the World http://TrainingGratis.co.nr ::Training Gratis untuk Indonesia Lebih baik Life Learner,Trainer & Motivator 021- 4029 4912 | 08888962555 | YM: listant2000 | FB: Iwan Ketan Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:52:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, March 17, 2010
|
|
Membangkitkan Semangat Hidup
|
|
Suatu hari ada seorang rekan pembaca yang bertanya melalui e-mail, "Pak Agus, bagaimana caranya membangkitkan semangat hidup?" Rekan saya tersebut berkisah bahwa ia sering keliru memaknai sebuah hadits yang berbunyi, "Beramallah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya, dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok". Ia beranggapan bahwa untuk apa bekerja keras meraih kesuksesan dunia kalau pada akhirnya kita juga akan mati. Ya, memang benar kita akan mati, tapi bukan berarti kita menjadi bersikap apatis seperti itu. Memang pada suatu saat nanti maut pasti akan menjemput, dan berakhirlah kontrak hidup kita di dunia ini. Namun jika hal ini menjadikan kita kehilangan semangat untuk berjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan cita-cita, atau paling tidak berusaha agar kita bisa meraih kehidupan yang lebih baik maka pemahaman seperti itu kurang benar. Akhirat memang harus kita dapatkan, namun dunia juga tidak boleh kita abaikan. Dan yang paling ideal adalah kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Semua orang pasti menghendaki kedua hal tersebut. Jadi ada keseimbangan dalam hidup ini. Di samping bekerja keras untuk urusan dunia, di sisi lain kita juga tidak melupakan ibadah kita kepada Tuhan. Kita tidak mementingkan dunia saja, tapi kita juga tetap ingat kepada Allah SWT, dan sadar betul kewajiban kita kepada-Nya. Dengan memahami pentingnya keseimbangan hidup tersebut, kita akan memiliki sebuah semangat untuk menjalani hidup ini dengan dinamis, optimis dan bahagia. Berikut mari kita uraikan beberapa hal yang dapat membangkitkan semangat hidup, antara lain: 1.Tahu apa hakekat sebenarnya hidup ini. Banyak orang yang tidak tahu apa sebenarnya hakekat hidup ini. Untuk apa kita hidup? Untuk apa kita ada di dunia ini? Memang butuh perenungan yang dalam untuk menemukan jawaban pertanyaan seperti itu. Bagi Anda yang muslim, pasti Anda pernah mendengar atau membaca firman Allah SWT dalam Al Quran surat Adz Dzariyaat ayat 56 yang artinya, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." Mengabdi/beribadah di sini memiliki arti yang sangat luas. Bukan hanya ibadah yang kaitannya dengan urusan akhirat saja, namun semua ikhtiar dan kerja keras kita dalam hidup ini adalah ibadah. Selama apa yang kita lakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama yang kita anut, itu pun bernilai ibadah. Kita berusaha membahagiakan dan mencukupi kebutuhan keluarga kita, itu juga ibadah. Yang penting dari awal kita niatkan apa pun usaha kita hanya untuk mencari keridhoan-Nya dan kita pun harus seimbang dalam mengerjakan urusan dunia dan amalan akhirat. Jika kita menyadari hal ini, tentu kita akan memiliki semangat untuk mengerjakan semua pekerjaan dan urusan dengan cara yang terbaik. Satu hal yang penting dan tidak boleh dilupakan adalah niat, karena niat akan menentukan nilai amal/perbuatan kita. 2.Tahu cita-cita hidup kita yang tertinggi. Semua orang memiliki impian dan cita-cita, namun hanya sedikit yang berani mengejar dan mewujudkannya menjadi sebuah pencapaian hidup. Banyak orang kehilangan semangat dalam hidupnya hanya karena mereka tidak tahu atau tidak mau tahu akan apa yang sebenarnya yang mereka mau. Apa yang sebenarnya yang mereka inginkan. Kebanyakan orang hanya menjalankan hidup ini sebagai sebuah rutinitas. Dengan sedikit kenyamanan yang mereka rasakan maka berhenti sampai di situlah impiannya. Mereka takut membuat sedikit perbedaan karena khawatir kenyamanan itu akan hilang. Semua orang pasti memiliki potensi yang luar biasa, dan keluarbiasaan itu baru akan tergali secara maksimal jika kita sudah bisa keluar dari penjara mental kita. Jika kita sudah menemukan profesi yang paling tepat dengan panggilan jiwa maka kita akan lebih mudah mengaktualisasikan potensi diri kita yang sebenarnya. Dengan itu kita mendedikasikan hidup untuk kehidupan ini; mempersembahkan yang terbaik yang bisa kita berikan untuk peradaban manusia yang sedang kita jalani saat ini. Banyak orang berbakat yang terjerat borgol emas. Mereka sebenarnya bisa melakukan hal yang lebih, tapi mereka tidak berani melakukan hal yang berbeda atau keluar dari zona nyaman. Banyak orang yang sebenarnya bakatnya di bidang A, namun kenyataannya ia bekerja di bidang C. Ia tidak berani keluar dari pekerjaannya yang sekarang karena tidak adanya jaminan penghasilan jika ia benar-benar keluar. Akhirnya ia merasa kehidupannya bagai di penjara, pekerjaannya mengurung ia seperti di sangkar emas. Tidak salah lagi, bukan potensi terdahsyat yang keluar dari dirinya, namun semua itu seakan menjadi rutinitas agar ada nasi yang bisa dimakan hari ini, besok, dan seterusnya. Jika Anda ingin kehidupan Anda penuh semangat dan bahagia maka temukan apa yang sebenarnya Anda inginkan dan kejarlah hal itu. Semua butuh perjuangan dan kerja keras, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi ada hal yang harus Anda tahu: tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dalam hidup ini selama kita mau berusaha dan mencobanya. 3.Bersyukur terhadap apa yang sekarang kita miliki dengan tulus. Setiap orang mempunyai titik kepuasan sendiri-sendiri. Ada orang yang jika mempunyai rumah satu sudah puas, namun ada juga yang sudah memiliki rumah, hotel, vila dan real estate di berbagai penjuru kota masih belum puas. Ada orang yang punya tabungan 1 juta rupiah sudah merasa kaya, namun ada juga orang yang sudah punya tabungan, deposito, saham, dan asset investasi lainnya bernilai miliaran masih merasa kurang. Pada umumnya untuk urusan harta benda duniawi orang selalu ingin lebih banyak lagi dan lagi. Jika diukur maka tidak ada batasnya. Kabar buruknya adalah hanya sedikit saja dari mereka yang terpenuhi keinginannya. Orang yang pikirannya selalu merasa kurang, miskin, tidak beruntung, dan sikap negatif lainnya mana mungkin ia akan bahagia dan bersemangat dalam hidupnya. Jika yang dipikirkan hanyayang tidak dimiliki, mana mungkin kita akan bersyukur. Oleh karena itu, dengan mensyukuri semua yang ada pada kita saat ini, itulah sebenarnya sumber semangat kita. Kita akan sadar bahwa Tuhan sebenarnya sangat sayang kepada kita. Banyak sekali nikmat yang sudah kita rasakan, sementara lebih banyak lagi orang yang nasibnya tidak seberuntung kita. Adapun sesuatu yang kita inginkan yang belum kita miliki, itu adalah kesempatan bagi kita untuk berikhtiar semampu kita untuk mendapatkannya. Jangan pernah kecewa, apalagi putus asa. 4.Yakin bahwa apa pun yang kita lakukan akan mendapat balasan, baik di dunia maupun kelak di akhirat. Setiap perbuatan kita pasti akan ada efeknya. Kita tersenyum pada orang lain maka orang lain pun akan tersenyum pada kita. Kita tidak sengaja menginjak kaki orang, mungkin bisa saja orang itu akan marah. Kita memberi sedekah (100 ribu misalnya) pada seorang pengemis, pasti si pengemis akan gembira luar biasa seakan itu sebuah mimpi, dan untaian kalimat doa pun keluar dari mulutnya untuk kebaikan kita. Kita marah, orang di sekitar kita pasti menjauh. Di tempat ramai tiba-tiba kita tertawa sendiri tanpa sebab yang masuk akal, mungkin kita akan disangka gila. Jadi, semua perbuatan (aksi) yang kita lakukan akan menimbulkan efek atau reaksi. Dan efek atau reaksi yang muncul sesuai dengan hukum tabur-tuai. Seperti jika kita menanam padi, bisa dipastikan yang akan tumbuh juga padi. Namun jika kita menanam rumput maka yang akan tumbuh juga rumput. Kalau kita mengharap padi yang akan tumbuh maka kita harus segera bangun dari mimpi buruk. Setelah kita tahu bahwa apa pun yang kita lakukan akan menimbulkan akibat, baik langsung maupun tidak langsung terhadap diri kita, maka kita harus memilih hanya untuk berbuat yang baik, positif, bermanfaat, dan bernilai saja. Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa efek yang akan kembali kepada kita juga hal-hal yang baik pula. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini jika kita tahu benar apa yang kita lakukan. Sekecil apa pun yang kita lakukan akan dinilai oleh malaikat pencatat amal. Balasannya tidak saja di dunia, tetapi juga kelak di akhirat. Jika kita ingin rekapan catatan amal tersebut isinya bagus maka kita pun harus selalu menjaga agar setiap perbuatan yang kita lakukan adalah perbuatan terbaik. Waktu adalah aset terpenting kita setelah nafas/oksigen maka kita harus mengisinya dengan gerak/aksi/perbuatan yang jelas manfaatnya. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Jadi semuanya pantang sia-sia. Dengan menyadari hal ini akan sulit bagi kita untuk tidak bersemangat. Mungkin keadaan Anda saat ini sedang tidak menyenangkan, tapi bukankah kita bisa merubahnya menjadi sebaliknya dengan aksi kita selanjutnya; dengan respon kita terhadap keadaan tersebut. Jika kekasih meninggalkan kita, bukankah kita bisa cari yang lain lagi. Jika kita di PHK, bukankah kita bisa cari pekerjaan lain yang lebih baik atau membuka usaha sendiri. Jika usaha kita lagi sepi atau bangkrut, masih ada kesempatan untuk bangkit lagi. Demikian seterusnya; selalu ada solusi untuk tiap masalah. Kita hanya perlu tetap bersemangat, optimis dan menjernihkan pikiran agar respon dan aksi kita benar-benar efektif dan efisien. Semoga bermanfaat. Salam sukses dan bahagia! _____________________ Agus Riyanto Penulis buku "Born to Be aA Champion", bisa dihubungi melalui email: agus4ever@gmail.com atau weblog http://agusriyanto.wordpress.com/. Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:11:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, March 15, 2010
|
|
Mengapa Orang yang ‘Tidak’ Memiliki Ide Lebih Mudah Berhasil
|
Ketika menghadapi kesulitan, orang yang 'tidak' memiliki ide, terpaksa melakoni kegiatannya.
Mereka menghadapi, apapun yang terjadi, sehingga akhirnya berhasil.
Orang kreatif, banyak akalnya, banyak idenya.
Ketika bertemu kesulitan, mereka pindah ke ide lain, bertemu kesulitan lagi, pindah lagi.
Lalu kapan berhasilnya?
Sebenarnya bukan ide yang membuat Anda berhasil, tetapi fokus dan persistensi Anda dalam mengatasi kesulitan itulah yang membuat Anda sukses.
Renungkanlah!
Johny Rusly
www.johnyrusly.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:15:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, March 12, 2010
|
|
Cara Menjadi Kaya
|
Pertanyaan kedua : siapa yang BERUSAHA untuk menjadi kaya ? Hanya sebagian saja yang angkat tangan
Pertanyaan ketiga : Siapa yang SUDAH kaya ? Jumlah yang angkat tangan lebih sedikit lagi.
Apa yang salah disini ?
Pada pertanyaan pertama, orang hanya ditawari saja suatu keadaan. Tidak sulit, karena mereka tinggal bilang mau atau tidak. Pada pertanyaan kedua, sudah menjurus ke tindakan yang akan anda lakukan untuk mencapai pertanyaan pertama tersebut. Disini orang yang menjawab positif tidak sebanyak di pertanyaan pertama. Bermacam-macam penyebabnya. Mengapa ? Orang mau kaya secara cepat, kalau bisa secara instan tanpa perlu bekerja keras. Alasan kedua, mereka mau bekerja keras, tapi `not in the right track' sehingga kerja keras mereka tidak membuahkan hasil sesuai yang mereka harapkan. Alasan ketiga, mereka tidak tahu, harus mulai darimana. alasan terakhir, mereka merasa cukup hidup yang biasa-biasa saja, tidak perlu terlalu ambisius. "Ora usah ngoyo", begitu kata orang Jawa. Pada pertanyaan ketiga adalah pada hasil, apakah hasil kerja anda di pertanyaan kedua membuahkan hasil yang memuaskan. Hanya orang yang sudah berhasil di pertanyaan kedua yang bisa ikut angkat tangan disini. Sebenarnya, gimana sih cara untuk menjadi kaya, terutama secara mudah kalau bisa ?
Ada beberapa cara lain untuk kaya secara mudah. Yang pertama adalah lahir sebagai anak orang kaya. Jadi berbahagialah anda yang lahir dengan nama belakang Onassis, Walton, atau Rockeffeler. Karena begitu lahir anda cukup angkat tangan untuk menjawab pertanyaan ketiga saja. Bahkan Robert Kiyosaki, dalam salah satu seminarnya pernah mengatakan, pada waktu kecil dia berharap nama keluarganya bukan Kiyosaki, namun Kawasaki. Yang kedua adalah kawin dengan anak orang kaya. Namun apabila anda sudah menikah dan tidak mendapatkan `kesempatan' ini, anda bisa dengan cara ketiga, yaitu mempunyai menantu orang kaya. Masih ada beberapa cara lagi, namun yang berikut ini lebih mengandalkan dewi fortuna, misalnya anda menang undian, atau dapat warisan mendadak dari keluarga anda. Kalau dari semua cara instan tersebut anda tidak berhasil, berarti anda memang harus menggapainya melalui jalur kerja keras.
Di dalam buku pemasaran klasik "Horse Sense" karya Jack Trout dan Al Ries, dikatakan disana ada 3 cara untuk menjadi kaya secara instan, yaitu (1) marry a rich person, (2) steal in nice, legal way; or (3) get to know the right people.
Cara ketiga ini yang menarik. Bertemu dengan orang yang tepat. Kerja keras (hard work) saja tidak menjamin orang menjadi kaya. Perlu juga diimbangi dengan kerja cerdas (smart work). Robert Kiyosaki termasuk beruntung bertemu dengan orang yang tepat, yaitu `Rich Dad'nya. Orang yang tepat adalah orang yang bersedia menjadi mentor kita, serta mau membimbing kita. Tentunya dia sendiri juga sudah kaya, jadi bimbingan yang diberikan bukan cuma teori doang, tapi pengalaman. Pengalaman itu mahal harganya, karena dengan belajar dari pengalaman orang lain anda akan terhindar dari `lubang jebakan' kegagalan. Dengan adanya mentor, proses anda akan lebih cepat daripada jalan sendiri.
Nah, dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti apa sih orang yang tepat itu ? Tidak mudah memang menemukan orang yang tepat. Kalaupun misalnya anda sudah ketemu dengan orangnya, belum tentu juga dia mau membimbing anda. `Orang' yang tepat tidaklah selalu membimbing anda secara langsung, bisa juga teknik, system, prinsip, kisah sukses orang lain, tokoh idola, maupun suatu kebijaksanaan (wisdom). Tidak usah berpikir terlalu rumit, mulailah dari sekitar anda saja. Adakah suatu kebijakan atau seseorang yang sudah sukses yang bisa anda contoh ? Kalau ada, cobalah untuk mengamati bagaimana proses yang dia lakukan selama ini.
Lalu bagaimana mengetahui bahwa prinsip atau mentor yang akan kita contoh itu tepat ? Just Do It, seperti kata Nike. Lakukan saja. Lakukan ini semua secara fleksibel, artinya jika satu mentor tidak sesuai dengan anda cobalah cari mentor lain. Jangan pula takut gagal, karena kita akan lebih banyak belajar dari kegagalan daripada keberhasilan. Tidak ada pula aturan yang melarang anda mempunyai beberapa mentor / prinsip sekaligus. Mungkin dengan merangkum kebijakan-2 tersebut, anda bisa menciptakan suatu prinsip baru yang sesuai dengan anda.
Sukses untuk anda !
Sonny V. Sutedjo Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:39:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, March 11, 2010
|
|
Catatan-Catatan Motivasi
|
Catatan: ADIDAS ADVERTISEMENT
Kata 'Tidak Mungkin'
Kata 'tidak mungkin' adalah kata yang terkesan 'besar' yang seringkali dilontarkan oleh manusia kerdil yang berusaha mencari jalan termudah daripada mencari kekuatan dalam dirinya untuk berubah. Kata 'tidak mungkin' bukanlah fakta. Ia hanyalah pendapat. Kata 'tidak mungkin' bukanlah sebuah deklarasi tetapi suatu tantangan yang berani. Kata 'tidak mungkin' adalah sesuatu yang potensial. Kata 'tidak mungkin' hanyalah berlaku sementara. Kata 'tidak mungkin' bukanlah apa-apa
Catatan John C. Maxwell
KEGAGALAN
Jika saat pertama Anda belum sukses, maka kegagalanlah yang Anda raih. Kegagalan adalah suatu sikap, sebelum berubah menjadi suatu hasil. Jika Anda tidak mampu menangani kegagalan, Anda tidak mampu menangani kesuksesan. Orang menanggapi kegagalan sebagai suatu hal yang personal karena mereka juga menanggapi kesuksesan secara personal. Kesuksesan adalah proses melewati kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat antusias. Kegagalan bisa merupakan batu pijakan atau batu sandungan. Kegagalan melahirkan inovasi bukannya kekalahan. Tidak ada kegagalan yang ada hanyalah umpan balik. Ujilah dengan cepat, gagallah cepat, dan perbaikilah dengan cepat. Kegagalan adalah biaya dari sebuah kemajuan. Belajarlah untuk menertawakan diri Anda-setiap orang juga melakukannya. Kegagalan adalah sebuah kesempatan untuk memulai sekali lagi dengan lebih cerdas. Saya mencoba dan gagal: saya mencoba lagi dan akhirnya berhasil.
Catatan Adam Spears
JANGANLAH PERNAH MENYERAH
Jika Anda merasa lebih unggul dibandingkan orang lain, berhati-hatilah.
Karena pada saat Anda lengah, itulah saat mereka akan mengungguli Anda. Jadi janganlah Anda lengah.
Janganlah Anda berpikir untuk berhenti. Anda telah melangkah sejauh ini.
Tetap tegakkanlah kepala Anda, dan teruslah berusaha, Anda pasti akan menyelesaikannya.
Hanya ketika Anda berpikir bahwa telah selesai, dan Anda mengatakan kepada diri sendiri bahwa Anda tidak mampu melangkah lebih jauh lagi, inilah saatnya Anda harus menatap diri sendiri, dan katakan, "Ayo bangkit, Ayo bangkit!"
Janganlah pernah menyerah, Anda lebih baik dari yang Anda pikirkan. Jadi, janganlah Anda pernah menyerah.
Dan, ketika mereka mengatakan 'Anda telah gagal', katakanlah, 'Tidak akan'.
Teruslah berusaha, karena inilah satu mil terakhir yang harus Anda selesaikan.
Ketika Anda berpikir Anda tidak mampu lagi melangkah lebih jauh, hal inilah yang membuat semua perbedaan di dalam diri Anda.
Jadi, janganlah Anda menyerah. Janganlah Anda berani berpikir untuk menyerah.
Ketika saya tahu bahwa Anda memiliki banyak hal yang mampu Anda berikan, janganlah Anda menyerah. Sekali lagi, janganlah Anda menyerah.
Catatan Christian D. Larsen
BERJANJILAH PADA DIRIMU
Berjanjilah pada dirimu untuk menjadi begitu tegar sehingga tak ada yang mengganggu ketentraman dirimu. Berjanjilah pada dirimu untuk membicarakan kesehatan yang baik, kebahagiaan dan kesejahteraan kepada setiap orang yang kau jumpai. Berjanjilah pada dirimu untuk membuat semua temanmu merasa hidupnya penting dan berharga. Berjanjilah pada dirimu untuk melihat yang terbaik dari segala hal dan bersikaplah optimis. Berjanjilah pada dirimu untuk berpikir yang terbaik, bekerja yang terbaik dan berharaplah hanya yang terbaik. Berjanjilah pada dirimu untuk selalu antusias terhadap kesuksesan orang lain seperti kesuksesanmu sendiri. Berjanjilah pada dirimu untuk melupakan kesalahan-kesalahan masa lalu dan kejarlah kesuksesan yang lebih besar pada masa mendatang. Berjanjilah pada dirimu untuk selalu ceria dan berikan senyuman kepada setiap orang yang kau temui. Berjanjilah pada dirimu untuk meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk kemajuan dirimu sendiri sampai Anda tidak mempunyai waktu untuk mengkritik orang lain. Berjanjilah pada dirimu untuk menjadi lebih besar daripada kekhawatiran dan terlalu mulia bagi kemarahan, terlalu kuat bagi ketakutan, dan terlalu bahagia untuk mengizinkan keberadaan dari masalah.
Catatan Dena Di Iaconi
SEGALANYA DAPAT TERCAPAI
Yakinlah pada diri Anda, dan ingatlah bahwa segala hal dapat digapai.
Yakinlah pada setiap hal yang membuat Anda percaya diri.
Yakinlah pada setiap hal yang membuat Anda bahagia.
Yakinlah pada mimpi yang ingin Anda wujudkan, dan berikanlah semua kemungkinan untuk menggapainya.
Hidup tidak menjadikan apa-apa, juga tidak menghindarkan apa pun yang akan terjadi dalam hidup Anda.
Anda harus mencari apa yang Anda inginkan, dan berusaha mengejarnya.
Hidup tidak akan menjamin apa yang akan Anda miliki.
Hidup hanya memberi Anda waktu untuk membuat pilihan dan mengambil resiko, dan menemukan sendiri rahasia-rahasia hidup ini.
Jika Anda bertekad untuk memanfaatkan kesempatan yang diberikan, dan menggunakan seluruh kemampuan yang Anda miliki, Anda akan terus-menerus mengisi hidup Anda, dengan waktu-waktu yang tak terlupakan.
Tidak seorang pun tahu misteri dan arti kehidupan, namun bagi mereka yang percaya akan mimpi mereka dan pada diri mereka sendiri, hidup akan menjadi hadiah yang berharga bagi mereka yang percaya bahwa segalanya dapat tercapai.
Catatan Nelson Mandela
Setelah mendaki bukit yang tinggi, seseorang akan menemukan bahwa masih banyak lagi bukit yang harus didaki. Saya mengambil waktu untuk beristirahat sejenak, untuk menikmati keindahan di sekeliling saya dan melihat kembali jejak perjalanan saya sebelumnya. Tetapi saya hanya dapat berhenti sejenak, karena kebebasan menuntut tanggungjawab, dan saya tidak berani berhenti, karena perjalananku belum selesai.
Catatan Calvin Coolidge
Tiada suatu pun di dunia ini yang mampu mengganti keuletan. Talenta tidaklah cukup; begitu banyak orang yang penuh talenta namun tidak sukses. Kepintaran tidaklah cukup. Pendidikan tidaklah cukup; dunia ini dipenuhi oleh banyak orang pintar. Keuletan dan keyakinan yang kuatlah yang terpenting. Slogan 'coba terus' telah menyelesaikan dan bahkan selalu menyelesaikan tantangan yang di hadapi manusia.
Catatan Kelly D. Caron
MIMPI HARI INI ADALAH SUKSES HARI ESOK
Jangan takut akan pengharapan yang besar atau rencana yang seakan-akan tidak dapat dicapai.
Hidup ini diciptakan untuk dinikmati, dan setiap hal terjadi agar kita dapat belajar dan bertumbuh.
Motivasi adalah suatu permulaan yang positif, dan tindakanlah yang akan membuat kemajuan dalam hidup Anda.
Mimpi adalah cetak biru sebuah tujuan yang belum tercapai; satu-satunya perbedaan antara kedua hal ini adalah usaha untuk mencapai apa yang Anda harapkan.
Biarkan pikiran dan hati Andalah yang mendorong; biarkan kekuatan dari keinginan memimpin Anda sampai ke tujuan.
Janganlah menghitung langkah-langkah di depan; fokuslah hanya pada langkah-langkah yang sedang diambil, dan kalikan dengan keyakinan, kepercayaan diri dan ketahanan.
Selalulah mengingat bahwa bagi mereka yang terus berjuang, mimpi-mimpi hari ini akan berubah menjadi sukses-sukses hari esok.
- Kelly D. Caron
Catatan Arnold Palmer
Kalau Anda berpikir Anda kalah, Anda kalah. Kalau Anda berpikir Anda tidak berani, Anda tidak berani. Kalau Anda ingin menang tetapi Anda berpikir Anda tidak bisa, hampir dapat dipastikan Anda tidak bisa.
Perjuangan hidup tidak selalu dimenangkan oleh orang yang lebih kuat atau lebih cepat, tetapi cepat atau lambat, orang yang menang adalah orang yang berpikir dia bisa menang.
RAJAWALI
Rajawali adalah jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Untuk mencapai umur sepanjang itu seekor Rajawali harus membuat KEPUTUSAN yang sangat berat pada umurnya yang ke-40. Ketika Rajawali berumur 40 tahun, cakar dan paruhnya mulai memanjang dan bengkok bahkan paruhnya mulai menyentuh dada. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga menyulitkannya untuk terbang. Pada saat itu, Rajawali hanya mempunyai dua pilihan: menunggu kematian atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan, proses transformasi yang panjangnya 150 hari.
Untuk melakukan transformasi itu, Rajawali harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berdiam dan tinggal di sana selama proses transformasi berlangsung. Pertama-tama Rajawali harus mematukkan paruhnya pada batu karang hingga paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, Rajawali harus mencabut satu per satu cakarnya, dan ketika cakar-cakar baru sudah tumbuh Rajawali akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Proses yang sangat panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu Rajawali yang baru tumbuh. Rajawali dapat terbang kembali, dengan paruh dan cakar baru. Rajawali akan menjalani hidup barunya 30 tahun kemudian dengan energi dan semangat baru.
Dalam kehidupan ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan, mungkin sangat berat, untuk memulai suatu proses pembaruan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan membuat kita terlena. Kita harus rela meninggalkan perilaku lama agar mulai dapat `terbang' lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal baru, kita akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang masih terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak pada diri kita sendiri. Kitalah sang penguasa atas diri kita. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Kitalah Rajawali-Rajawali itu. Perubahan pasti terjadi.
KITA HARUS BERUBAH.
Anda adalah Pemenang
Para pemenang adalah mereka yang berani mengambil resiko seperti Anda, mereka juga takut akan kegagalan namun yang membedakan seorang pemenang dan pecundang adalah: pemenang tidak membiarkan ketakutan menguasai mereka.
Pemenang tidak pernah menyerah. Disaat kondisi dan keadaan semakin sulit, pemenang tetap bertahan sampai keadaan berubah menjadi lebih baik.
Pemenang selalu fleksibel dan sadar bahwa ada cara lain dan berani untuk mencoba cara lain.
Pemenang selalu menyadari bahwa dirinya tidak sempurna dan kurang tetapi pemenang selalu fokus pada kekuatan yang ada pada dirinya.
Pemenang kadang kala juga mengalami kegagalan tetapi tidak selamanya gagal, segala usaha yang selalu menghadang dengan keras dihadapi untuk mencapai sukses.
Pemenang tidak pernah menyalahkan nasib buruk atas kegagalan, ataupun keberuntungan atas kesuksesan.
Pemenang berani menerima tanggungjawab atas hidup mereka.
Pemenang selalu berpikir positif dan berusaha melihat hal yang baik dalam segala hal.
Pemenang mampu merubah hal biasa menjadi luar biasa.
Pemenang selalu meyakini jalan yang dipilihnya walau sulit, bahkan disaat orang lain tidak mengerti apa yang yang diyakini oleh seorang pemenang.
Pemenang selalu sabar dan menyadari bahwa sebuah tujuan memiliki harga yang sama dengan usaha yang ditempuh untuk meraih apa yang diinginkan.
Pemenang selalu percaya pada dirinya sendiri.
Pemenang selalu berusaha menjadikan dunia tempatnya berpijak menjadi lebih baik.
Oleh: Abe Setiawan Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:12:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, March 10, 2010
|
|
Rahasia Bahagia
|
Rahasia Kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain.
Sebab, hidup bagaikan lukisan: Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.
Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih.
Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin Anda menunjukkan seberapa banyak Anda tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan Anda.
Mengapa bebek disebut "bodoh"? Karena terlalu banyak bercuap-cuap.
Rahasia kebahagiaan adalah kebaikan hati: memandang orang lain sebagai anggota keluarga besar Anda. Sebab, setiap ciptaan adalah milik Anda. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.
Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, dan bukan menertawakan mereka, sebagai hakim.
Rahasia kebahagiaan adalah tidak sombong. Bila Anda menganggap mereka penting, Anda akan memiliki sahabat ke manapun Anda pergi. Ingatlah bahwa musang yang paling besar akan mengeluarkan bau yang paling menyengat.
Kebahagiaan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang patut menerima kehangatannya.
Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri "Aku bebas dalam diriku".
Kebahagiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup Anda dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan berasal dari menerima orang lain sebagaimana adanya; nyatanya menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa akan membosankan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila semua bunganya berwarna ungu?
Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati Anda terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.
Rahasia kebahagiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga daripada barang; lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga daripada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara! yang tidak prinsipiil. Renungkan setiap rahasia yang ada di dalamnya.
Rasakan apa yang dikatakannya.
Sumber: Milis Bisnis Smart Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:48:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, March 09, 2010
|
|
Reach Your Dream
|
Seorang pemuda berusia dua puluh tahunan bermimpi suatu hari nanti ia menjadi seorang jutawan. Ia sepenuh sadar bahwa impian adalah sesuatu yang mampu membangkitkan motivasi dan memberikan arah bagi kehidupan setiap insan. Impian ini kemudian disampaikannya kepada sang kekasih.
Beberapa waktu kemudian mereka menikah. Sayangnya tidak lama kemudian terjadi krisis ekonomi yang parah. Masa depresi besar tiba! Pasangan ini kemudian mengalami berbagai peristiwa menyedihkan dalam kehidupan mereka. Mulai dari kehilangan pekerjaan dan mobil, rumah yang digadaikan hingga tabungan yang kian menipis dari hari ke hari. Sang pemuda ini mengalami frustrasi luar biasa. Ia kerap duduk termenung seorang diri. Ia bahkan menyarankan agar istrinya meninggalkan dia. Ia merasa tidak mampu lagi menjadi suami yang baik. Ia merasa telah gagal dalam hidupnya. Siapa menduga sang istri justru tidak kehilangan harapannya sedikit pun? Sang istri yang penuh kasih sayang ini selalu dekat dan menguatkannya. Dengan tidak bosan-bosannya ia meyakinkan sang suami bahwa impian untuk menjadi jutawan itu belum mati dan mereka pasti bisa mencapainya bersama-sama suatu hari kelak.
“Suamiku, kita harus tetap melakukan sesuatu agar impian kita itu tetap hidup,” katanya berulang kali kepada sang suami. “Tetap hidup?” jawab sang suami, “Impian kita telah mati! Kita telah gagal!” Sang istri tetap tidak mau percaya bahwa impian itu telah mati. Ia bahkan sama sekali tidak bersedia untuk mengubur impian tersebut! Untuk tetap menjaga kehidupan impian tersebut ia mengajak sang suami untuk merancang apa yang akan mereka lakukan jika suatu saat nanti mereka menjadi jutawan. Keduanya lalu mulai melakukan hal ini setiap kali selesai makan malam. Waktu terus berlalu dan mereka masih saja melakukan kegiatan yang sama hingga suatu hari sang suami endapatkan sebuah ide brilian: menciptakan permainan uang. Yakni barang-barang apa saja yang akan dibeli jika seseorang memiliki “uang”, misalnya tanah, rumah, gedung, dsb. Gagasan ini terus mereka matangkan. Mereka menambahkan papan permainan, dadu, kartu, rumah-rumah kecil, hotel-hotel kecil, dsb. Bisakah Anda menebak permainan apakah ini? Ya, tepat! Permainan itu bernama monopoli. Ya, begitulah cerita bagaimana Charles Darrow dan istrinya, Esther menciptakan permainan tersebut. Permainan ini kemudian dijual kepada seorang pengusaha dengan harga satu juta dolar dan impian jadi jutawan pun terwujud! Cerita ini sungguh menggugah hati saya. Betapa tidak, dalam hidup ini tidak banyak orang yang bisa dengan teguh memegang impian mereka. Terkadang impian itu menjadi “layu sebelum berkembang”. Kasihan sekali! Banyak orang yang tahu bahwa impian kerap menjadi awal perjuangan untuk menwujudkan hari esok yang lebih baik namun sayangnya banyak juga yang belum berani bermimpi. Padahal bermimpi itu gratis. Bermimpi itu hak setiap manusia. Lagipula, bermimpi bukanlah tindakan kriminal. Ada juga kelompok orang yang berani bermimpi namun enggan berkorban untuk mewujudkan impiannya tersebut. Dalam berbagai seminar atau training saya sering mengatakan, “Jika Anda tidak bersedia berkorban maka lupakan saja impian Anda. Semakin besar impian Anda maka semakin besar pula pengorbanan yang harus Anda lakukan.” Pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya agar impian kita dapat menjadi kenyataan? Berdasarkan pengalaman pribadi dan dari apa yang saya pelajari ada sejumlah tahap penting yang diperlukan agar sebuah impian dapat menjadi kenyataan. Pertama, perjelas impian Anda. Buatlah impian Anda menjadi sebuah target dan tuliskan. Anda harus bisa membayangkan dalam pikiran Anda impian Anda tersebut. Orang sering mengatakan jadikan target Anda itu memiliki unsur S.M.A.R.T. S=specific (buatlah sespesifik mungkin), M=measurable (dapat diukur atau ada angkanya. Misalnya pengen punya uang berapa rupiah atau mobil dengan harga berapa), A=achievable (dapat diraih. Buktinya sudah ada orang yang meraihnya saat ini), R=realistic (realistis, artinya sesuai dengan sumber daya yang saat ini Anda miliki atau masih dalam kendali Anda, bukan orang lain) dan T=time bound (ada batas waktunya, artinya kapan Anda ingin itu terwujud). Kedua, coba tuliskan manfaat yang bisa didapatkan jika impian itu terwujud. Sebaiknya manfaat itu bukan hanya bagi diri Anda sendiri melainkan juga bagi orang yang paling Anda cintai, orang-orang di sekitar Anda dan sesama lainnya. Semakin besar manfaat yang bisa Anda peroleh maka Anda akan semakin bersemangat dalam menggapainya. Apalagi jika kita sadar nama Tuhan akan semakin dimuliakan jika impian itu terwujud. Ketiga, doakan impian Anda tersebut. Mintalah bantuan Tuhan sebab bagaimana pun kerasnya kita bekerja akan sia-sia jika Sang Sumber Segala Rahmat tidak memberkatinya. Terkadang impian kita tidak kunjung terwujud karena bertentangan dengan kehendak-Nya atau memang belum waktunya. Untuk itu, usahakan Anda meluangkan waktu yang cukup sehingga dapat berkomunikasi dengan-Nya mengenai impian Anda ini. Keempat, identifikasi semua masalah atau hambatan yang kiranya akan Anda hadapi dalam rangka mewujudkan impian tersebut. Kelima, identifikasi orang, kelompok orang atau organisasi yang kiranya dapat membantu Anda mewujudkan impian tersebut. Barangkali Anda akan mendapatkan ada orang, kelompok atau organisasi yang dapat bersinergi dengan Anda bahkan bisa jadi mereka memiliki impian yang sama sehingga Anda bisa bekerja sama dengan mereka. Keenam, identifikasi pengetahuan dan ketrampilan apa saja yang sangat Anda perlukan dalam upaya untuk meraih impian tersebut. Barangkali Anda harus membaca buku-buku tertentu, mengikuti kursus, seminar atau training. Jangan ragu untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Les Brown pernah berkata, “To achieve something you have never achieved before, you must become someone you have never been before.” Ya, untuk mencapai sesuatu yang belum pernah Anda capai Anda harus menjadi orang yang berbeda dari sebelumnya. Ketujuh, buatlah plan of action yakni langkah-langkah yang akan Anda tempuh. Kedelapan: action. Tanpa action, Anda hanya akan menjadi anggota organisasi terlarang bagi orang-orang yang ingin sukses yakni NADO (no action dream only). Kesembilan, jaga sikap mental Anda. Tetaplah berpikir positif dan beranilah bangkit dari kegagalan. Ingatlah bahwa sikap positif akan menarik sukses semakin dkat kepada diri Anda! Kesepuluh, evaluasi secara kontinyu langkah Anda. Sekiranya diperlukan perubahan, jangan ragu untuk melakukannya. Jangan kaku! Bersikaplah fleksibel dalam soal cara atau metode. Perkenankanlah saya menutup jumpa kita kali ini dengan sebuah nasihat yang sangat berharga dari Dr. Benjamin Mays, “Perlu sekali menumbuhkan dalam pikiran kita pendapat bahwa berbagai tragedi dalam kehidupan tidak boleh menjadi alasan tidak tercapainya impian kita. Tragedi apapun jangan sampai menjadi alasan impian kita tidak tercapai. Mati dengan impian yang tidak tercapai bukanlah suatu bencana, namun tidak mempunyai impian sama sekali adalah sebuah malapetaka. Tidak bisa menggapai bintang bukanlah sesuatu yang memalukan namun tidak mempunyai keinginan menggapai bintang sangatlah memalukan. Kegagalan itu biasa tapi tidak punya kemauan itu kekeliruan besar!” Selamat bermimpi! *** Sumber: Reach Your Dream oleh P. Winarto, trainer, penulis buku-buku First Step to be An Entrepreneur, Top Secrets of Success dan Reach Your Maximum Potential Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:27:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, March 08, 2010
|
|
Sudahkah Kita Bersyukur?
|
Jika kita mendapatkan kesenangan, mendapatkah hadiah, misalnya doorprize, hadiah kejutan yang tak terduga, pemberian apapun besar atau kecil, kebahagiaan pernikahan, mendapatkan buah hati (kelahiran anak, cucu, ponakan ),,,,,pastilah mudah kita bersyukur kepada Tuhan YME bahwa DIA begitu baik telah memberikan semuanya untuk kita, membuat kita bahagia dengan semua pemberian Tuhan tersebut.
Tapi kalau kita mendapatkan hari hari yang menyesakkan kita, kehilangan keluarga tercinta, orang orang terdekat dengan kita, buah hati, belahan jiwa, anak, cucu orang orang yang kita kasihi. Kadang sekaligus beberapa, kadang kita serasa tak sanggup lagi menanggung derita tersebut. Kecelakaan beruntun, dan juga keadaan pontang panting, kebangkrutan, dan juga kebakaran dan lain lain yang tidak kita duga, tapi terjadi begitu saja, dan mendadak, tanpa kita predilksi sebelumnya.
Menurut rancangan kita (sebagai manusia dan lemah pada dasarnya), dengan berbagai teori dan juga keahlian kita memprediksi, dan berbagai riset dan perhitungan matang dan rasanya tidak mungkin meleset / gagal. Tapi Tuhan berkehendak lain, untuk kita. Dan terjadilah hal hal yang diluar perhitungan manusia ini. Bagaimana cara kita menghadapinya? Bagaimana kita pasrah dan tetap menghadapi nya dengan tegar, dan tanpa tetesan air mata, atau kita menyumpah, dan protes serta komplain berat kepada Sang Maha Kuasa, Sang Pencipta yang memberikan "ketidak-bahagiaan-duniawi" itu kepada kita?
Apakah kita masih tetap dapat bersyukur, untuk semua keadaan yang tersebut diatas? Memang tidak mudah, dan sekaligus kita bisa saja berdalih sebagai berikut : Itu kan teori, dan tidak dapat kalian merasakan, seperti yang saya rasakan hari ini, dan hari hari yang harus dilalui oleh kami. Kamu dan siapa saja, hanya dapat melihat dari sisi luar dan banyak berkomentar, dan berteori : beginilah, begitulah dan juga tidak adak akan ada penyelesaian apapun dari hal hal yang kuhadapi. Demikian biasanya kalau kita terjepit dan tidak tahu ada jalan keluar satupun dari keadaan,...inipun wajar dan manusiawi sekali. Karena kalau kita mengandalkan kekuatan diri kita sendiri, sebagai manusia yang tentan, manusia lemah dengan tanpa daya ini, memang akan lebih terpuruk dan terhimpit sedemikian rupa.
Tapi jika kita masih mau berserah, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada TUHAN YME ((maaf saya "plural" saja, tidak menyebutkan iman dan kepercayaan saya secara tegas, karena mengingat bahwa keluarga besar kami sendiripun terdiri dari hampir 5 agama/kepercayaan yang berbeda, dalam kepercayaan Kristiani (Protestan-Katolik), Hindu, Islam, Budha)dan menghargai serta toleransi yang tulus, harus kita terapkan dalam negri tercinta ini kalau mau "damai-abadi" di nusantara))
Kembali kepada bersyukur, patutlah kita mensyukuri semua yang Tuhan telah ciptakan, dan rancangkan untuk kita. Pastilah rancangan yang terbaik, dan tidak mungkin tidak sempurna. Walaupun terasa sebagai beban berat yang menghimpit pundak / bahu kita, kadang kita sampai terasa sesak nafas, dan serasa tidak akan ada jalan keluar sama sekali.
Ini yang saya rasakan dan alami sendiri, dalam beberapa tahun terakhir ini, dan memang tidaklah mudah untuk dapat "Tetap bersyukur dalam segala hal" seperti yang di kotbahkan, di sharing kan dan didalam semua nasihat yang diberikan tsb, tapi cobalah dengan tulus, dan polos, kita hadapi dan terima semuanya, dan tarik nafas dalam dalam, tenang dalam renungan dan hati yang penuh pengharapan kepada TUHAN saja, dan jangan kepada manusia (sejago dan sehebat apapun, para penasehat spiritual kita), dan rasakan betapa baiknya TUHAN terhadap situasi dan keadaan kita.
Semakin kita bersyukur, dan semakin kita akan bersukacita dan dapat kita bertahan (walaupun airmata kita bercucuran, dan juga hati masih serasa teriris-iris, dan perasaan manusiawi kita kacau balau dan tidak bisa terima kenyataan, dan masih ada rasa "kecewa" -keinginan mau "protes" -"demo"- kepada Tuhan, dan juga kepada siapapun disekitar kita.).Pasti Tuhan akan mengirimkan malaikat malaikatNya untuk menjaga kita, dan memberikan kita penghiburan, kekuatan, dan jalan keluar.
Selamat menerapkan dalam kehidupan sehari hari kita, dan rasakan perbedaannya. Kalau sudah dapat, tolong sharing kan juga karena memang itulah niat kami, agar semuanya dapat terbantu dan merasa ter-ilham-i dapat merasakan semua kasih dan juga perhatian dari segenap sahabat dan saudara serta komunitas, dimanapun kita berada, dan tergabung didalamnya.
Salam hangat dan tetap semangat,
D.Budi Eman Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:23:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, March 05, 2010
|
|
Filosofi Petualang
|
"A wise man climbs fuji once, only a fool climbs it twice." "Orang bijak mendaki gunung fuji satu kali, hanya orang bodoh yang mendaki dua kali." - Pepatah kuno gunung fuji -
"Perjalanan seribu langkah dimulai dengan melangkah kaki pertama." - Pepatah kuno chinese -
"You can’t cross the sea merely by standing and staring at the water." "Kau tidak dapat menyeberangi lautan hanya dengan melihat dan menatapi air." - Rabindranath Tagore -
"Adventure is not outside man; it is within." "Petualangan bukan berasal dari luar, hal itu ada di dalam" - David Grayson -
"There is no shortcut to the top" "Tidak ada jalan potong untuk sampai ke puncak" - Ed viesturs -
"Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah." - Thomas Alfa Edison -
"Let me win, but if I cannot win, let me be brave in the attempt" "Biarkan aku menang, jika tidak bisa menang, biarkan aku mencoba nya."
- Special Olympics Motto -
Oleh: Abe Setiawan
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:06:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, March 04, 2010
|
|
Ciri-Ciri Orang Berpikiran Positif
|
"Apakah kita termasuk dalam ciri-ciri tersebut?"
Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang 'beredar' di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.
1. Melihat masalah sebagai tantangan. Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.
2. Menikmati hidupnya. Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.
3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide. Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.
4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak. 'Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.
5. Mensyukuri apa yang dimilikinya. Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya
6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu. Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.
7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan. Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.
8. Menggunakan bahasa positif. Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan, " dan "Dia memang berbakat."
9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif. Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'.
10. Peduli pada citra diri. Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 5:18:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, March 03, 2010
|
|
Dunia Memberi Apa Yang Kita Fokuskan
|
|
Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun jadi kerdil Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran kita. Padahal dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri Maka bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita. Sumber: www.resensi.net
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 5:41:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, March 02, 2010
|
|
10 Aturan Hidup Bahagia dari Thomas Jefferson
|
Thomas Jefferson, presiden ke-3 Amerika Serikat (masa jabatan 1801-1809), pernah menyebutkan 10 aturan yang ia anggap bisa membuat hidup Anda bahagia. Aturan ini sebenarnya ditulis Jefferson atas permintaan orangtua seorang bayi yang baru lahir dan diberi nama Thomas Jefferson Smith.
Apakah Anda ingin mencobanya? Berikut nasihat Thomas Jefferson yang legendaris itu:
1.Jangan pernah menunda sampai besok untuk hal yang bisa Anda lakukan sekarang.
Sepertinya ungkapan ini cukup populer bagi kita, karena kalimat bijak ini biasanya bisa kita lihat di bagian bawah buku tulis yang kita gunakan saat sekolah :) Jadi, intinya sikap menunda itu tidak baik. Lakukan sekarang, karena belum tentu besok Anda bisa melakukan apa yang saat ini Anda tunda.
2.Jangan pernah merepotkan orang lain untuk hal-hal yang bisa Anda lakukan sendiri.
Kalau Anda bisa makan sendiri, jangan minta disuapi. Kalau Anda bisa mencari uang sendiri, jangan meminta uang dari orang lain!
3.Jangan pernah membelanjakan uang sebelum Anda memilikinya.
Lho…bagaimana bisa belanja kalau uangnya tidak ada? Ya, artinya jangan berhutang untuk hal-hal konsumtif. Kalau Anda memang belum punya uang, jangan berharap untuk membeli yang macam-macam, sehingga nantinya Anda justru terjerat hutang.
Karena itulah, Anda perlu memiliki pengetahuan finansial, sehingga Anda tahu bagaimana mengatur uang, dan bagaimana seharusnya memperlakukan harta yang Anda miliki.
4. Jangan pernah membeli hal-hal yang tidak Anda sukai hanya karena harganya murah; karena Anda tak akan merasa hal tersebut berharga.
Kalau Anda berbelanja, sebaiknya jangan selalu melihat sesuatu dari harganya yang murah. Misalnya, kalau Anda membeli sepatu hanya karena harganya murah, bersiap-siaplah untuk menyesal, karena sepatu Anda sebentar lagi tak akan bisa dipakai. Lebih baik membeli barang yang sedikit mahal, namun kualitasnya sebanding. Dengan membeli barang yang lebih mahal dan berkualitas baik, maka Anda juga akan lebih menghargainya.
5.Kesombongan lebih merugikan daripada kelaparan, kehausan, dan kedinginan.
Orang kaya yang suka menyombongkan pangkat dan hartanya adalah tidak lebih baik dari orang miskin yang selalu hidup kelaparan, kehausan, dan kedinginan.
6.Jangan pernah menyesal karena Anda makan terlalu sedikit.
Bersyukurlah. Meski hanya sedikit, Anda masih bisa makan. Anda masih lebih baik dari orang-orang yang tak bisa makan sama sekali karena kemiskinan, penindasan, atau bencana alam.
7.Tak ada hal yang merepotkan jika kita melakukannya dengan senang hati.
Menurut Paul Zane Pilzer, salah satu tanda bahwa bisnis Anda sudah tepat adalah jika Anda tidak merasa repot atau susah ketika menjalankan bisnis Anda. Bahkan ketika Anda sedang menonton tv bersama keluarga, Anda sesekali masih memikirkan bisnis Anda, karena Anda sangat menyukai dan menikmati apa yang Anda kerjakan.
Lakukan pekerjaan Anda dengan senang hati, maka Anda tak akan merasa bahwa Anda sedang “bekerja”. Saya tahu kalau saya merasakannya. Bagaimana dengan Anda?
8.Jangan biarkan Anda merasa tersakiti untuk hal-hal yang tak pernah terjadi.
Banyak orang mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi, dan pada akhirnya bahkan tidak pernah terjadi sama sekali. Ini hanya akan membuat Anda "sakit" karena suatu hal yang tidak jelas. Jika Anda memiliki masalah kekhawatiran, saya menyarankan Anda membaca buku Dale Carnegie, How to Stop Worrying and Start Living.
9.Jangan menangani hal dengan perdebatan.
Kalimat ini dalam bahasa Inggrisnya berbunyi “take things always by their smooth handle”, dan sebenarnya bisa diartikan apapun oleh pembacanya. Namun, arti yang banyak diterima adalah bahwa sebaiknya jangan menangani hal dengan perdebatan. Sebab, perdebatan menyangkut opini, dan siapapun bisa memiliki opini.
Argumen dan debat memang masih perlu, tapi jangan sampai hanya membuat keadaan menjadi semakin buruk, bukannya semakin baik.
10.Ketika marah, berhitunglah sampai 10 sebelum Anda berbicara; dan jika Anda sangat marah, berhitunglah sampai 100.
Ada satu kalimat bijak yang mengatakan bahwa kemarahan adalah bila kata-kata atau tindakan keluar lebih dahulu daripada logika. Saya rasa itu benar.
Penulis : Elsa Sakina Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:47:00 PM
  |
|
|
|
|
|