Beranie Gagal Commercial










Cara Pasang Banner

Donasikan Blog Ini
Beranie Gagal Award
 
Beranie Gagal Partners







BERHADIAH 30 JUTA
KLIK DISINI
TDW Mastery - Sources to Skyrocketing Your Success
















Hubungi Kami
Silahkan hubungi kami bila ada saran, kritik, pertanyaan, ingin kirim artikel ataupun tukeran link

Nama
Email
Judul
Pesan

Quote's Of The Day



   



Your Ad Here
Friday, October 23, 2009
Menjadi Bahagia Itu Mudah
Dear teman-teman,

Izinkan saya untuk berbagi sedikit “oleh-oleh” dari Pak Mario di Mario Teguh Mentoring Group #3 – Doubling your capacity.

Mengapa ada orang yang “miskin”, namun kelihatannya mudah bahagia?

Sebaliknya, mengapa ada orang yang, walaupun telah memiliki banyak hal dalam hidupnya, sulit untuk merasa bahagia?

Bila begitu, apa sih yang membuat rasa bahagia itu?

Sebenarnya, untuk menjadi bahagia itu mudah.

Yuk, mari kita uji apakah Anda seorang yang mudah merasa bahagia?

Lengkapilah pernyataan-pernyataan di bawah ini dengan kata-kata yang spontan terlintas dalam pikiran Anda.

Saya merasa bahagia, kalau …

1. ___________________________

2. ___________________________

3. ___________________________

Sudah?

Sekarang, mari kita periksa jawaban Anda;

Bila jawaban Anda adalah sesuatu yang sulit dan belum Anda miliki,

maka Anda adalah seorang yang sulit merasa bahagia.

Lha, untuk menjadi bahagia saja syaratnya berat.

Contoh;

Saya merasa bahagia kalau kaya.

Saya merasa bahagia kalau punya rumah.

Saya merasa bahagia kalau jadi direktur utama.

Artinya,

kalau Anda belum kaya atau punya rumah atau jadi direktur utama,

Anda tidak merasa berbahagia?

Namun,

bila jawaban Anda adalah kejadian sehari-hari,

sesuatu yang sederhana,

sesuatu yang mudah Anda peroleh,

atau sesuatu yang telah Anda miliki,

maka Anda dapat berbahagia sepanjang waktu dalam kehidupan Anda.

Contoh;

Saya berbahagia kalau melihat anak saya tersenyum.

Saya merasa bahagia kalau melihat matahari terbit.

Saya merasa bahagia kalau berangkat kerja.

Apakah Anda akan selalu melihat buah hati Anda tersenyum? Sering?

Apakah Anda akan melihat matahari terbit besok atau lusa? Bisa?

Apakah Anda masih berangkat kerja besok? Masihkah?

Teman-teman yang baik,

Berbahagialah!

Karena bahagia itu meyenangkan.

Sederhana-lah!

Karena sederhana itu mudah.

Mulai-lah!

Untuk bahagia saja kog dengan syarat berat!

Berbahagialah!

Hari ini juga ...


Sumber Inspirasi: Mario Teguh


Terima kasih dan salam super,


Johny Rusly

www.1000hari.blogspot.com
www.kotakpensil.com
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 4:40:00 PM   0 comments
Monday, October 19, 2009
Kebaikan Berbuah Manis
Ketika hari berselimutkan gelap, pertanda hari sudah malam. Seorang dokter nampak sedang sibuk mengobati luka pasien yang cukup parah. Pasien itu terbaring lemah diruang gawat darurat rumah sakit dengan menderita luka tembak dibagian lututnya. Dokter muda itu gamang. Tugasnya sebagai dokter harus menyelamatkan pasiennya sementara disisi lain dia tahu laki-laki dengan luka tembak itu seorang penjahat yang merampas motor dengan melukai pemiliknya.

Sang dokter itu masih teringat benar, sebulan yang lalu laki-laki itu pernah ditolongnya ketika tubuhnya penuh luka karena dikoroyok masa setelah ketahuan mencopet di angkot. Wajahnya berkeringat, keraguannya masih menyelimuti dirinya. Keputusannya menyelamatkan nyawa pejahat itu telah membuat bahunya terasa menahan beban.

Saya mengenalnya ketika saya mengantar salah satu anak Amalia sedang sakit. Pernah suatu hari dokter muda itu hadir ke Rumah Amalia untuk bersilaturahmi. 'Sejak usia 4 tahun saya ditinggal ayah saya mas agus, saya dibesarkan ibu seorang diri, saya kagum dengan pengorbanan ibu untuk membesarkan kami, anak-anaknnya.' Katanya. Air matanya mengalir disaat dokter muda itu bercerita ibundanya tercinta. Itulah sebabnya hatinya mudah tersentuh dengan penderitaan orang lain.

'Mas Agus, apakah tindakan saya sudah benar menolong penjahat itu? Bagaimana bila setelah sembuh dan keluar dari penjara malah penjahat itu lebih kejam?' Ucapnya suatu malam di Rumah Amalia. Saya katakan padanya bahwa apa yang dilakukan adalah benar. 'Pak Dokter, Dimuka bumi ini semua orang pada dasarnya baik, Prasangka baik kita adalah kekuatan untuk mengubah orang yang tidak baik menjadi baik. Jadi perbuatan baik yang telah kita lakukan tidaklah sia-sia.' Begitu saya menjelaskan padanya.

Dokter muda itu duduk terdiam, nampak berpikir cukup lama. Saya membiarkannya membisu sendiri. Anak-anak Amalia sedang sibuk membaca al-Qur'an. Tak lama kemudian dokter muda itu tersenyum, wajahnya berubah gembira. Dia lalu mengucapkan hamdalah, 'alhamdulillah, terima kasih Ya Alloh,' ucapnya. 'Saya menemukan energi yang begitu luar biasa, terima kasih Mas Agus atas pencerahannya.' Dokter muda itupun pamit.

Suatu hari Pak Dokter itu datang ke Rumah Amalia pada hari libur mengajak saya pergi kepinggiran kota Jakarta. Awalnya saya mengira hanya sekedar jalan-jalan. Kami mampir disebuah warung bakso. warung bakso sederhana, itulah nama warung baksonya. Ternyata warung bakso itu penjualnya mantan pasien yang pernah ditolongnya. 'Ini lo mas, penjahat yang saya pernah ceritakan tempo hari,' bisiknya lirih. Tak lama kemudian dua mangkok bakso telah tersedia untuk kami berdua. Penjual yang mantan penjahat itu menghampiri meja kami. 'Insya Alloh saya akan mengembangkan warung bakso saya, Pak Dokter. Supaya membantu anak-anak muda disekitar sini untuk membuka lapangan pekerjaan.' tuturnya. Berkali-kali Penjual bakso yang mantan penjahat itu berkali-kali mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan nyawanya. Wajah dokter muda terlihat gembira karena kebaikannya telah berbuat manis. Subhanallah...


Wassalam,
agussyafii
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 11:55:00 PM   0 comments
Thursday, October 15, 2009
Semua Orang Adalah Sama
Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana. Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.

Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling."

Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke restoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian. Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil!

Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali. Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya.

Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu.

Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.

Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona. Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah. Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata,

"Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata,

"Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku!"

Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami.

Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap,

"Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."

Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya dan sekaligus merupakan 'hidayah' bagi saya, maupun bagi orang2 yang ada disekitar saya saat itu. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya.

Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya.

"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.

Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan
kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.

Sumber: Anonymous
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 11:05:00 PM   1 comments
Wednesday, October 14, 2009
10 TIPS Sukses Kehilangan Pelanggan
1. Jangan Angkat telpon dari Mereka
Bagi seorang pelaku bisnis, telpon masuk adalah pertanda rizki yang siap dijemput, pada awalnya hubungan anda baik-baik saja dengan pelanggan, hingga suatu saat komplen dan masukan dari pelanggan membuat anda jenuh dan risih, sehingga anda malas mengangkat telpon dari mereka, inilah tahap awal anda memulai sukses untuk kehilangan mereka.

2. Buatlah janji, dan ingkari
Membuat janji dengan pelanggan adalah anda menempatkan harapan pada pelanggan tersebut, dan pelanggan andapun akan menyusun jadwalnya sesuai jadwal yang anda tentukan, satu hal yang paling ampuh membuatnya kecewa adalah mengingkari janji tersebut.

3. Datanglah Telat waktu dari yang ditentukan
Budaya indonesia terkenal dengan budaya Telat waktu, alias 15 menit lebih akhir datang, masing-masing personal me mindset dirinya bahwa lawan janjinya juga akan telat datang.

4. Berilah janji Jangan Beri Bukti
Berjanjilah, berikan mereka iming-iming dan omongan manis dari jasa dan produk anda, hiburlah mereka, katakan ya ya ya dan ya, lantas jangan beri bukti apa-apa dari janji anda.

5. Tunggu Selalu Mereka, Jangan kejar mereka
Tunggulah mereka, buat mindset bahwa mereka yang butuh anda, buatlah mindset bahwa anda memonopoli pasar, buatlah mindset bahwa anda satu satunya provider yang ada didunia.

6. Jadikan Mereka yang Kedua
Jangan prioritaskan mereka, beralasanlah untuk pelanggan lain, jadikan mereka kedua, maka otomatis mereka akan "cemburu" dan berpaling ke hati yang lain.

7. Berikan Kurang, Jangan Beri lebih
Berikan 7 dari 10 yang anda janjikan, apalagi memberi lebih dari 10. Jangan lakukan itu, berikanlah kurang, dan anda perlahan akan ditinggalkan oleh pelanggan anda.


8. Buatlah Semua Proses menjadi panjang dan Rumit
Birokrasi yang panjang, registrasi yang berbelit belit, schedule yang terlalu padat sehingga tidak ada waktu untuk mereka, pembayaran yang rumit, pengalihan komplaint yang terlalu ribet dan proses lain yang membuat pelanggan anda terlalu lama menunggu, yang membuat mereka menjamin bahwa mereka akan meninggalkan anda.

9. Buatlah Mereka Berharap, dan jangan Wujudkan Harapan Mereka
Berikan mereka harapan tinggi, membual lah jika perlu, buat hati mereka senang secara berlebihan, berilah over services, dan jangan pernah wujudkan itu semua.

10. Menghilanglah, Beralasanlah
Matikan Handphone anda, cabut fix phone anda, bersembunyilah, larilah dari komplain dan tanggungjawab, serta beralasanlah yang panjang, jangan meminta maaf dan jangan memberi services/produk gratis sebagai permintaan maaf anda.

Tulisan khusus untuk menegor diri sendiri yang pernah kehilangan pelanggan semoga berguna untuk anda para pelaku bisnis

Komentar:
Pelanggan adalah kunci keberhasilan bisnis kita, tanpa mereka bisnis tidak mungkin bisa berkembang bahkan akan mati pelan pelan. Karena itu perlakukan pelanggan anda sesuai harapan mereka

Oleh: Azbeetech Suryaindo
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 10:28:00 PM   0 comments
Monday, October 12, 2009
Modelling Orang Sukses #1:Jadilah sedikit "GILA"
Coba lihatlah di jalan-jalan besar. Beberapa banyak orang GILA beneran yang dapat Anda jumpain. Perhatikan baik-baik. Mengapa mereka disebut GILA? Apakah anda melihat pakaiannya yang compang camping. Rambut gondrong, keras seperti sapu injuk. Atau karena baunya super sedap mengalahkan parfum manapun. Ya…persis karena mereka sudah melakukan tindakan yang disebut GILA alias Sinting alias Edan….Terserah apapun istilah Anda. Mereka berani-beraninya tidak memakai baju, celana dalam, bau menyengat, tidak mandi mungkin sudah berbulan-bulan.

Dalam tulisan ini saya bukanlah pengamat orang GILA. Tapi saya hanya ingin berbagi bahwa orang “GILA” sangat dibutuhkan untuk menjadi sukses. Nggak percaya? Sejarah sudah membuktikannya. Begitu banyak orang sukses di dunia ini. Karena mereka pernah dianggap sedikit ” GILA” .

Wright Bersaudara dengan ide GILAnya, mau memutar balikkan sejarah ketika membuat kapal terbang. Banyak sekali orang menggangap Wirght Bersaudara "sinting". Mana mungkin manusia dapat terbang? Mana mungkin manusia punya sayap? Tapi sejarah sudah membuktikan dari buah ide yang sederhana. Melihat seekor burung elang yang sedang terbang. Wright Bersaudara dapat menciptakan pesawat terbang.

Kolonel Sanders dengan ide GILAnya, mau menjual resep ayam goreng warisan keluarganya. Dia memulainya di usia 66 tahun. Pensiunan angkatan darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya, yang semakin menipis. Namun dia memiliki keahlian dalam memasak dan menawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Kolonel Harland Sanders adalah pelopor Kentucky Fried Chicken atau KFC yang telah tumbuh menjadi salah satu yang terbesar dalam industri waralaba makanan siap saji di dunia.

Soichiro Honda dengan ide GILAnya, membuat sepeda motor. Amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada kendaraan bermerek Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merek kendaran ini memang selalu menyesaki padatnya lalu lintas. Karena itu barangkali memang layak disebut sebagai raja jalanan.

Dari kisah mereka di atas kita dapat menyimpulkan arti dari sedikit "GILA":

LEBIH BERANI, orang-orang sukses selalu mempunyai semangat keberanian. Dimulai dari sebuah ide yang sederhana dan sedekit sangat aneh dan unik. Orang biasa belum tentu terpikir. Tapi lewat keberanian yang luar biasa mereka tidak hanya mempunyai ide sedikit "GILA" tapi berani mewujudkan menjadi nyata.

LEBIH ULET, orang-orang sukses mempunyai semangat NEVER GIVE UP. Pantang menyerah. Mereka berani gagal. Apabila mereka menemukan sebuah masalah. Bukannya menyerah melainkan lebih giat lagi menemukan solusinya. Bila mereka menemukan sebuah kegagalan, mereka menemukan sebuah solusi baru. Yang mendekatkan kepada tujuan

LEBIH LUAR BIASA, orang-orang yang sukses menaklukan dunia. Mempunyai satu kelebihan dibandingkan orang biasa. Mereka tidak hanya mau menjadi baik saja. Tapi mau menjadi lebih baik. Dengan semangat luar biasa, mereka berhasil menaklukkan dunia. Sehingga dunia mengenang mereka sampai saat ini.

Walaupun dulu mereka dianggap nekad. Tapi sekarang mereka semua adalah pelaku sejarah. Yang pasti mereka adalah seorang sukses sejati.


Daniel Kurniawan
[Trainer & Motivator]
Artikel NLP Aplication
Palembang: 0711-7908169
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 11:40:00 PM   1 comments
Saturday, October 10, 2009
Mengapa Belajar Wirausaha Itu Perlu?
Pertama, penghasilan seorang karyawan terutama yang masih berada di tingkat staf pelaksana, lebih-lebih yang masih non-staf, bahkan mereka yang sudah berpredikat 1st line manager, pada umumnya belum mencukupi kebutuhan hidup secara wajar. Di sini mereka perlu pandai-pandai menata kehidupannya untuk menambah penghasilan, oleh karenanya mempelajari dan menjadi familiar dengan seluk beluk kewirausahaan merupakan salah satu solusi terbaik.

Kedua, kalau Anda seorang karyawan, lebih-lebih kalau Anda sudah menduduki posisi tinggi dan strategis, datangnya masa pensiun nanti akan merupakan saat-saat yang kritis dan mencekam. Apa yang akan Anda lakukan setelah purnabhakti? Bagaimana kalau uang simpanan Anda yang banyak itu tahu-tahu amblas karena salah berbisnis? Nah, belajar menjadi wirausahawan handal adalah jalan keluar yang paling tepat.

Ketiga, kalau Anda sekarang adalah seorang pengangguran, tentu otak Anda sudah "kapalan" dengan kenyataan bahwa mencari pekerjaan itu susaah bukan main. Kalau sudah demikian, percaya sama saya, bahwa kewirausahaan merupakan jalan lebar bagi Anda menuju kesuksesan hidup.

Keempat, kalau Anda kini merupakan seorang mahasiswa, tentu Anda alami sendiri bahwa biaya kuliah Anda itu tidak murah. Anda tahu tidak semua generasi muda berkesempatan duduk di bangku di Perguruan Tinggi, karena mahalnya biaya. Anda pun tahu kalau orang tua Anda sudah demikian bersusah payah mengongkosi Anda belajar, entah dari mana uangnya, entah dengan cara apa mereka mencari duitnya. Kalau Anda ingin menjamin kesinambungan kuliah sekaligus menjamin masa depan diri sendiri dengan cara mandiri, kewirausahaan akan menjadi bekal Anda.

Kelima, Anda tahu bahwa secara proporsional, statistik memperlihatkan bahwa sarjana yang menganggur merupakan salah satu kategori pengangguran terbesar. Kalau Anda merupakan salah seorang di antaranya, belajar kewirausahaan akan memberi Anda jalan menuju "sorga".

Keenam, nah ini yang paling "serem". Tahukah Anda, bahwa tren bisnis yang akan datang akan memaksa kita semua untuk jadi wirausahawan? Persaingan yang semakin ketat, mengharuskan semua perusahaan memaksimalkan efisiensi, sehingga rekrutmen karyawan terus ditekan sampai ke titik minimum. Kita sudah lihat gejalanya sekarang, di mana penerimaan karyawan kebanyakan dilakukan dengan sistem kontrak, paling tidak pada 2 tahun pertama. Jika karyawan tidak dibutuhkan lagi setelah 2 tahun, pasti ada PHK. Kemudian, pos-pos kerja yang bisa dilakukan pihak ketiga, hampir pasti akan di "outsource" kan. Tidak ada lagi peluang melamar posisi-posisi yang sudah di-outsource. Sementara itu di dunia industri, tidak terlalu lama lagi akan dimanfaatkan robot-robot pengganti tenaga manusia. Tidak ada lagi lowongan menjadi buruh dan mandor pabrik.

So what gitu loh? Jelas kan, bahwa mempelajari kewirausahaan itu perlu? Kapan sebaiknya mulai?

Ya, sekarang lah...

Oleh : Rusman Hakim
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 7:28:00 AM   2 comments
Sunday, October 04, 2009
Usaha Kami yang baru yaitu Peternakan Domba Menjual Hewan Kurban
Dear Teman All Blogger,

Kami menyediakan kebutuhan hewan qurban idul adha 1430 h untuk anda dengan qurban yang sehat: bersih, lincah dan reaktif; tidak cacat (utuh, tidak buta, tidak pincang). Memenuhi syarat syariat agama Islam. Dengan harga yang istimewa.

Bila anda membeli qurban kami sebelum Idul Adha, akan kami berikan harga yang sangat spesial....

TIPE A

- Berat: 19-22 Kg
- Harga Idul Adha: Rp 950.000
- Harga Sebelum Idul Adha: Rp 840.000*

TIPE B

- Berat: 23-27 Kg
- Harga Idul Adha: Rp 1.100.000
- Harga Sebelum Idul Adha: Rp 970.000*

TIPE C

- Berat: 28-32 Kg
- Harga Idul Adha: Rp 1.250.000
- Harga Sebelum Idul Adha: Rp 1.050.000*

TIPE D

- Berat: 33-37 Kg
- Harga Idul Adha: Rp 1.500.000
- Harga Sebelum Idul Adha: Rp 1.260.000*


TIPE SUPER

- Berat: > 38 Kg
- Harga Idul Adha: Rp 1.750.000
- Harga Sebelum Idul Adha: Rp 1.450.000*


Keuntungan yang akan Anda peroleh:

1. GRATIS antar se-Jakarta, depok & sekitarnya
2. GRATIS Biaya pemeliharaan sampai Idul Adha
3. Garansi penuh terhadap hewan qurban anda

Catatan:
- Pelunasan pembayaran dilakukan saat pemesanan hewan qurban

AYO PESAN SEKARANG!!! HUBUNGI:

RIRIE : 0815 830 1328
DODI : 0812 105 31494

Lihat Websites kami di http://www.saungdomba.com

*harga berlaku hanya sampai tanggal 27 Oktober 2009

Salam Beranie Gagal,

Doddy - Ryan
Founder BeranieGagal.com
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 8:56:00 PM   0 comments
Friday, October 02, 2009
Kapan Kita Boleh Menyerah?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

”Habis gelap, terbitlah terang,” demikian Ibu Kartini memesankan. Setiap situasi sulit, pasti ada akhirnya. Masalahnya, kita sering tidak tahu kapan kesulitan itu akan berakhir sehingga tidak mudah untuk memutuskan apakah harus menyerah dan berhenti sampai disini saja, ataukah kita mesti bertahan ’sebentar’ lagi? Jika berhenti, boleh jadi kita kehilangan momentum karena bisa saja sebenarnya kita sudah berada pada ’detik-detik’ menjelang akhir itu. Tapi, kalau harus terus, sampai kapan?

Anda tentu tahu bahwa kemajuan teknologi memungkinkan kita menggunakan ban mobil tanpa ban dalam. Ban sejenis itu bernama ’Tubeless Tyre’. Namun, lidah ketimuran kita lebih mudah menyebutnya sebagai ban cubles, alias ban tanpa ban dalam. Kekaguman saya terhadap ban cubles seolah tidak pernah habis-habisnya. Pertama karena dia mengajari kita untuk mengubah paradigma. Semula, yang namanya ban, ya mutlak mesti ada ban dalam. Jadi, tanpa ban dalam, ban tidak bisa dipompa. Ban cubles mengenalkan kita kepada paradigma baru bahwa tanpa ban dalam pun ternyata kita bisa mendapatkan fungsi ban sebagaimana mestinya.

Jika hari ini kita bisa mengubah paradigma tentang ban yang ternyata tidak harus selalu memiliki ban dalam, mungkinkah kita juga mengubah paradigma kita tentang hidup? Misalnya, kita sering percaya bahwa untuk bisa berhasil kita mesti memiliki ’ini dan itu’. Tanpa semua ’ini dan itu’ itu, tidaklah mungkin kita berhasil. Jika hingga saat ini kita belum juga berhasil, barangkali bukan karena kita tidak memiliki ’ini dan itu’ itu. Sebab, ban cubles itu sudah menunjukkan bahwa tanpa ban dalam pun dia tidak kehilangan fungsinya sebagai ban. Boleh jadi, paradigma lama telah menjadikan pandangan kita agak gelap. Sehingga kita tidak melihat kemungkinan lain untuk berhasil, selain semua ’keharusan’ dan ’persyaratan’ yang kita buat sendiri itu.

Kekaguman saya berikutnya pada ban cubles adalah pada daya tahannya. Beberapa kali ban mobil saya terkena paku. Namun, ban cubles itu tidak pernah mengecewakan saya. Jika ban tradisional terkena paku, maka pada detik itu juga akan langsung gembos. Dia bisa meledak dengan bunyi yang sanggup menggetarkan jantung hingga nyaris copot. Bahkan, jika itu terjadi disaat kendaraan melaju kencang, bisa menyebabkan kecelakaan. Tapi, ban cubles tidak demikian. Seperti yang saya alami dimusim liburan tahun ini. Saya sedang berada diluar kota ketika mendapati ban mobil kami kempes. Karena kebanyakan orang sedang mudik, maka sebagian besar tambal ban pada tutup. Ketika ada satu yang masih buka, saya tidak bisa berharap banyak karena perlengkapan yang dimilikinya tidak memungkinkan untuk membongkar ban. Praktis yang bisa dilakukannya hanya menambah angin saja. Dengan ijin Tuhan, saya berhasil menyelesaikan perjalanan sekitar 200 kilometer dengan nyaman dan aman.

Keesokan harinya, saya membongkar ban itu. Benar saja, ada paku ulir yang tertancap disana. Saya kagum karena ban cubles itu tidak langsung meledak saat tertusuk paku. Saya lebih kagum lagi karena ada paku lain yang menancap dibagian lainnya. Bahkan terkena dua paku pun dia tidak mengeluh. Dan saya lebih kagum lagi karena ternyata ada satu paku lainnya lagi yang menghunjam kedalam ban itu. Saya tidak habis pikir, bagaimana ban itu bisa bertahan sedemikian kuatnya padahal kedalam tubuhnya ditancapkan tiga buah paku tajam.

Ketahanan semacam ini yang barangkali jarang dimiliki oleh manusia seperti kita. Kita sering terlalu cengeng untuk bisa memendam rasa pedih dan perih ini. Lalu memilih untuk berhenti daripada terus berlari seiring dengan perputaran roda kehidupan ini. Sedangkan ban cubless itu. Dia bertahan dalam nyeri itu sedemikian tenangnya sehingga dalam keadaan terluka oleh tiga buah pakupun tiada mengeluh. Dia tidak mejerit-jerit. Dia tidak beteriak-teriak, apalagi sampai meledak. Dengan tubuh penuh luka itu, dia tabah memikul beban dipundaknya, kemudian terus berlari mengimbangi gerakan roda-roda lainnya.

Mari sekali lagi kita bandingkan, apakah sikap kita lebih mirip ban tradisional yang langsung gembos ketika tertusuk paku kecil sekalipun. Lalu merengek mogok dan meminta berhenti. Atau, mungkin kita sudah memiliki ketangguhan. Katabahan. Dan ketahanan tingkat tinggi seperti yang dimiliki oleh ban cubles itu. Memang. Kita tidak pernah tahu kapan terang itu akan terbit. Seperti halnya kita tidak tahu, kapan tempaan ini akan berakhir dalam penyelesaian yang indah. Namun, jika kita memiliki sikap seperti ban cubles itu; setidak-tidaknya, kita tidak mudah dibuat menyerah. Ban cubles itu baru akan menyerah setelah tak ada lagi udara yang sanggup ditahannya didalam. Seolah dia berprinsip; ”sampai tetes udara penghabisan.” Seperti semboyan yang selalu dikatakan para pejuang sejati:”sampai titik darah penghabisan.” Sehingga, selama hayat masih dikandung badan, mereka tidak akan berhenti berjuang.

Andai saja kita bisa meniru ban cubles itu. Mungkin, kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang tangguh. Dengan sikap tidak mudah menyerah itu, kita mempunyai peluang untuk tiba diakhir gelap, agar bisa menikmati terang. Sebab, sehabis gelap, terbitlah terang. Karena dalam setiap kesulitan, selalu ada kemudahan. Mudah-mudahan.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator
http://www.dadangkadarusman.com/
Talk Show setiap Jumat jam 06.30-07.30 di 103.4 DFM Radio Jakarta

Catatan Kaki:
Kita tidak pernah tahu sampai sebatas apa bisa bertahan, sebelum benar-benar membuktikan bahwa kita bisa bertahan hingga dibatas itu.
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 4:17:00 AM   2 comments

©2006- Beranie Gagal


Inilah Kami


Nama: Ryan - Dodi
Kota: Depok, Jawa Barat, Indonesia
Tentang Kami:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hi Succesor call Us Dodi dan Ryan, Kami Berdua adalah salah satu dari kalian semua yang datang kesini. Kami hanyalah pejuang-pejuang yang mencoba untuk mewujudkan satu persatu cita-cita kami mejadi kenyataan. Sudah lama kami sangat menyenangi artikel-artikel motivasi yang akan dan selalu membuat kami optimis dan bahagia dalam menapaki satu persatu anak-anak tangga yang akan mengantarkan kami ke dalam dunia kesuksesan. Untuk itu kami sangat berharap kebahagian kami ini dapat kami bagi kepada teman-teman semua dengan meramu blog ini menjadi semacam arena rekreasi soul and mind teman-teman semua, sehingga setiap kali teman-teman keluar dari blog ini maka akan ada semangat baru yang mengiringi langkah teman-teman dalam menjalani kehidupan.

Satu kalimat yang selalu kami usung :

"Kesuksesan itu bukan hanya dari banyaknya harta akan tetapi berapa banyak yang telah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan"

Salam sukses dari kami!

Walaikumsalam Wr Wb.

Lihat profil lengkap kami

Online





Sekarang jam berapa ya?

Artikel sebelumnya

Arsip artikel

Cari Artikel @ Beranie Gagal





 Berlangganan Artikel @
 Beranie Gagal

Masukkan email anda di sini, bila ada postingan baru di blog kami otomatis akan ke kirim ke email anda :


E-book Beranie Gagal

Download Beranie Gagal
Versi PDF


Situs Mitra

Shout it out!




Help us to spread the world





Silahkan copy & paste kode banner di dalam box untuk di pasang di website atau blog anda
Terms
  • Boleh mengutip tulisan-tulisan dari blog kami, asal disebutkan sumbernya.
  • Dipersilahkan bagi yang hendak me-link blog kami. Tak perlu minta ijin. Justru kami akan berterima kasih.

Visitor since 18 Desember 2006

Web Counter
Web Counter

Statistics