| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Friday, February 27, 2009
|
|
Melihat Dari Sisi Yang Lain
|
|
Saat tahun-tahun pertama istri saya mengelola usaha lembaga pendidikan, banyak sekali kendala yang ia alami. Maklumlah istri saya tidak punya latar belakang bisnis atau pengalaman dalam managerial.Trial and error sering mewarnai usaha yang dijalankannya, dan jika ada masalah terkadang ia meminta saya untuk membantu memecahkannya atau paling tidak memberikan masukan. Suatu hari istri saya bercerita sambil mengeluh, "Kenapa ya terkadang terjadi begini ?. Ketika ada masuk 5 orang murid baru, eh..minggu depannya keluar 4 murid. Ketika ada yang daftar murid baru 3 orang, eh.. bulan depannya cuti/mengundurkan diri 2 orang. Apa sih yang salah ?, kalau begini ya gak maju-maju, sulit berkembang ?" Lalu sayapun mencoba memberikan masukan dengan mengatakan seperti ini. "Setiap usaha pasti mempunyai masalahnya sendiri, dan apabila itu terjadi, yang pertama adalah janganlah mengeluh terlebih dahulu. Apalagi kamu masih baru, kamu harus banyak belajar dari pengalaman-pengalaman ini dan cari solusinya bukan selalu memikirkan masalahnya. ini adalah bagian dari proses. Yang kedua adalah yang paling penting, lihatlah dari sisi baiknya". Lalu istri sayapun menjawab, "Maksud loe..?" Sayapun mencoba untuk memberikan pengertian dan mengatakan. "Bukankah Tuhan begitu baik kepada kamu !. Mengapa ?. Coba kamu pikir baik-baik, kenapa saya bilang Tuhan begitu baik kepadamu, Dia sangat mengasihi kamu. Sebelum kamu kekurangan murid, maka Dia sebelumnya mengirimkan kepada kamu murid baru. Sebelum kamu kehilangan 4 murid, Tuhan sudah mengirimkan 5 orang murid baru terlebih dahulu. Dan sebelum bulan depannya kamu kehilangan 2 orang murid yang cuti, Tuhan sudah mengirim kepada kamu 3 orang murid baru di minggu ini ! Artinya Tuhan memperhatikan kamu, Dia tidak membiarkan kamu kekurangan, Dia bahkan memberikan kamu lebih...". Sejak saat itu istri saya selalu bersyukur, apapun yang ia alami di kehidupannya. Cerita kami di atas hanyalah sebagai salah satu contoh kejadian yang mungkin sering terjadi di kehidupan banyak orang. Ketika masalah muncul, seringkali respons kita adalah mengeluh tetapi tidak mencari solusinya. Hal yang paling penting disetiap permasalahan yang datang kepada kita adalah RESPONS kita terhadap masalah itu. Jika respons kita negatif maka segala tindakan kita juga menjadi negatif dan hasilnyapun menjadi negatif. Masalah tidak pernah menghancurkan seseorang, yang menghancurkan adalah respons kita terhadap masalah itu. Mengapa ada orang mengalami krisis, dan orang itu menjadi hancur hidupnya tetapi orang lain justru menjadikan ia lebih sukses ? Setiap masalah pasti ada sisi baiknya Setiap kesulitan, bisa jadi merupakan suatu peluang yang menyamar. Jadi janganlah mengeluh Jangan sekali-kali menilai hari dari cuacanya. Hari yang penuh angin ribut mungkin saja menjadi hari paling menguntungkan bagi anda. Tetap POSITIF, tetap SEMANGAT, tetap LUAR BIASA HAPPY S. TJANDRA Inspirational Motivator Trainer Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:43:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, February 26, 2009
|
|
Mensyukuri Perbedaan
|
Orang yang duduk di depan itu tampak dengan berapi-api menjelaskan segala macam argumentasinya untuk mencoba memberi alasan logis atas pendapatnya. Terkadang disela kalimatnya, nada bicaranya harus meninggi. Dari rentetan kalimat yang diucapkannya, sangat terasa bahwa orang ini –sebut saja Pak Bejo-, sangat berusaha ingin meyakinkan para pendengarnya bahwa pendapatnyalah yang benar.
Ketika Pak Bejo selesai bicara panjang lebar, kemudian giliran moderator mempersilahkan seorang tua lain yang duduk di meja seberang pak Bejo –sebut saja namanya pak Untung- untuk bicara. Giliran pak Untung bicara. Tak kalah gegap gempitanya dengan pak Bejo. Dan yang menarik, semua ucapan pak Untung ini berbeda seratus delapan puluh derajat dengan pak Bejo. Pak Untung menganggap pendapat pak Bejo salah, dan dengan sama meyakinkannya, berbekal dalil-dalil yang bersumber dari referensi yang sama dengan yang diucapkan pak Bejo sebelumnya, pak Untung seolah memberi pandangan persepsi lain atas referensi itu.
Peristiwa di atas adalah salah satu acara di televisi yang menampilkan dua orang yang berdebat dari dua kubu yang berpendapat berseberangan akan suatu hal. Ditemani oleh satu orang moderator yang selalu tertib menjalankan tugasnya agar pembicaraan tidak melebar kemana-mana dan semua yang hadir di situ menghargai waktu dan tata tertib yang sudah ditentukan.
Menjelang akhir acara suasana semakin memanas. Beberapa kali diiringi tepuk riuh para penonton akan pendapat salah satu pembicara yang merasa berhasil mengemukakan pendapat yang bisa mengunci argumentasi lawannya. Bahkan beberapa kali moderator tampak kewalahan harus memotong pembicaraan, ketika pak Bejo dan pak Untuk sudah saling bantah-membantah diluar kendali atas kesempatan bicara yang diberikan moderator kepada mereka.
Tak lama kemudian waktu habis. Ditutup begitu saja. Singkat moderator hanya memberi kata perpisahan dan semuanya dikembalikan kepada penonton. Banyak orang mungkin kemudian berpendapat, betapa pak Untung dan pak Bejo ini pastilah dua orang seteru yang selalu berseberangan dalam segala hal dan setiap pertemuan. Orang kemudian membayangkan betapa tegangnya suasana setiap mereka bertemu.
Tapi anggapan itu ternyata keliru! Bersamaan dengan selesai acara di tivi itu, ‘running-text’ penanggung jawab acara mulai terlihat, kamera ternyata menangkap –atau mungkin sengaja memperlihatkan- pak Bejo dan pak Untung saling berdiri mendekat, bersalaman dengan senyum lebar, saling rangkul. Bahasa tubuh mereka begitu hangat seperti layaknya dua sahabat yang saling bertemu.
Lalu apakah adu mulut yang mereka pertontonkan sebelumnya adalah sebuah sandiwara? Bukan! Mereka adalah orang-orang terhormat yang masing-masing memiliki prinsip dan nilai yang dengan kuat mereka genggam dan harus mereka pertahankan. Tapi mereka juga orang-orang yang telah matang dan dewasa dalam melihat kehidupan, bahwa perbedaan itu sebuah keniscayaan Sang Pencipta. Sehingga sebeda apa pun kita dengan orang lain, haruslah tetap pada koridor bahwa kita akan tetap menghargainya sebagai sesama manusia.
Dalam lingkup keluarga, sebuah kumpulan manusia yang paling kecil sekalipun, pastilah suatu saat ada beda pendapat. Dengan perbedaan itulah kita seharusnya belajar untuk melihat sisi lain atas pendapat kita sendiri. Dan beda pendapat tidak seharusnya mengurangi rasa sayang antar sesama anggota keluarga.
Se-solid apa pun sebuah organisasi, secara internal pastilah pernah terjadi silang pendapat. Justru beda pendapat inilah yang seharusnya memperkaya lingkup pandang dan wawasan organisasi itu tanpa harus mengurangi rasa saling menghormati sesama anggota organisasi.
Negara kita adalah negara yang begitu banyak terdapat bermacam-ragam perbedaan. Justru itulah kekayaan dan kekuatan kita dalam kesatuan Negara ini. Sungguh saya bersyukur, dalam pembelajaran dan pendewasaan bangsa ini, acara-acara debat semacam yang saya ceritakan diatas semakin banyak digelar. Baik di tivi, radio maupun off-air. Dan orang melihat, ketika acara selesai dua pihak seperti layaknya dua teman, saling sapa, saling tersenyum, makan bersama, saling menanyakan perihal keluarga mereka. Bersyukurlah bahwa kita manusia diciptakan berbeda, sehingga punya kesempatan untuk belajar menjadi dewasa dan mensyukuri perbedaan ini.
Pitoyo Amrih www.pitoyo.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:31:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, February 25, 2009
|
|
Rahasia Bob Sadino
|
Setiap orang memiliki rahasia. Begitu juga dengan Bob Sadino. Rahasia, tidak selalu berkonotasi jelek, karena yang ini justru rahasia baik. Rahasia ini begitu pentingnya sehingga saya mesti hati-hati mengutarakannya, takut yang memiliki rahasia marah atau mensomasi saya, dengan pasal pencemaran nama baik.
Sebelum bercerita tentang rahasia Bob Sadino, saya ingin bercerita tentang rahasia-rahasia lainnya yang ringan-ringan, yang pernah saya dengar.
Di Kampung saya, daerah urban yang kini disesaki industri, Kawasan Selatan Gresik, Jawa Timur, ada seorang penjual bakso keliling yang setiap sore selalu ditunggu-tunggu oleh pelanggan. Ia berjualan bakso sejak saya masih remaja, dengan rasa yang biasa-biasa saja. Tetapi dalam lima tahun terakhir, saat penjual bakso mulai banyak, saya melihat perubahan yang besar. Selain rasa baksonya yang enak, rasa kuahnya juga sangat sedap, halal, harganya juga murah. Pantas, setiap orang selalu menunggu-nunggu saat ia lewat. Namanya, Timbul. Nama ini, kini bukan sekedar nama bakso, tetapi sudah menjadi guyonan jika ada orang yang sedang berdiri di tepi jalan. Ketika ditanya, menunggu siapa? Jawaban slengekan sering dibalas dengan ucapan : menunggu Timbul.
Suatu ketika, saat saya pulang kampung, saya mendatangi rumahnya, menanyakan mengapa rasa baksonya kok begitu enak, tekstur, kekenyalannya, juga rasanya. Semuanya dibuat alami, dari bahan halal, daging sapi beneran, bukan daging glonggongan, tanpa bahan pengawet karena selalu habis dalam sehari. "Rahasianya apa kok baksonya enak," tanya saya kepadanya. Karena saya wartawan, dan bukan pedagang bakso, Timbul mau menceritakan perjalanan hidupnya, dari sejak berjualan bakso pertama kali, hingga hari ini. Jika dihitung-hitung, ternyata sudah lebih dari 15 tahun ia berjualan bakso.
Iapun menceritakan, bagaimana ia setiap hari mencoba membuat bakso terbaik dan rasa terenak sesuai yang diinginkan pelanggan. Setiap pulang dari berjualan, ia selalu mengoreksi kekurangannya bersama istri tercintanya. Menghitung omzet, keuntungan, meskipun jumlahnya tidak seberapa, justru merupakan kegiatan belakangan.
Untuk mengetahui apa yang diinginkan pelanggan, caranya, ia selalu mendengar apa saja yang dikeluhkan pelanggan, mulai dari kuah yang anyep, bakso yang kurang empuk, hingga omela-omelan lain yang sering diucapkan pelanggan. Semua didengarkan. Saran, kritikan, cacian, tidak membuatnya marah, tetapi malah `tersenyum' dan berkeinginan untuk terus memberikan yang terbaik kepada pelanggannya.
Rasa baksonya yang enak rahasianya terletak pada campuran daging, dan bahan lain dengan adonan yang tepat. Rasa kuahnya yang sedap terletak pada perlakuan pemberian bumbu-bumbu dan kaldu yang tepat, serta pengapian saat memasak. Dan tentu saja banyak rahasia-rahasia lainnya yang tidak mungkin saya ceritakan di sini. "Bolehkah resep ini saya bawa ke Jakarta?. Saya yakin resepnya bisa menjadi bakso yang banyak disukai semua orang. Kalau perlu diwaralabakan, atau dimitrakan, seperti teman-teman saya ,"lanjut saya.
Yang tidak saya duga jawabannya :
"Saya ingin membahagiakan tetangga-tetangga saya, orang-orang kampung saya untuk menikmati bakso terlezat yang tidak ada duanya di daerah lain, biar nanti saya dikenang, bakso Timbul" ujarnya. Lho kok?. Itulah rahasia Timbul yang saya tak bisa mengoreknya lebih dalam.
Kembali ke Rahasia Bob Sadino. Banyak perhimpunan mahasiswa, perkumpulan pengusaha yang mengundang Bob untuk berbicara tentang kesuksesan dan kiat-kiatnya berbisnis, termasuk di TDA tggl 30 Pebruari nanti. Cerita kisah hidup dan bisnisnya biasanya bermula dari ia berjualan telur ayam kampung. Saya yang berkali-kali hadir mendengar penuturan Bob, sering mendengar kalimat yang sama, namun setiap waktu penekannya pasti berbeda. Tinggal moodnya mengalir kemana.
Suatu saat saya berkesempatan menjadi moderator acara diskusi bisnis yang diselenggarakan Marketing Club, Mahasiswa Magister Manajemen UGM, di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Peserta yang hadir jumlahnya ratusan, yang sangat antusias. Ada dosen, mahasiswa, pengusaha pemula. Yang nganggur juga banyak. Fans Bob juga tak sedikit yang datang. Seorang bertanya : Apa kiat sukses Bob Sadino?
Cerita Bob bergulir kembali, mengawali usaha di zaman bahulea, zaman ketika Bob masih susah dengan berjualan telor ayam bersama istrinya ke perumahan-perumahan, menawarkan satu persatu telor tersebut kepada pelanggan yang dikenalnya di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Cerita menjadi sedemikian dramatis. Mengapa begitu dramatis? Karena dipastikan tidak mungkin ada orang yang mau meniru cara Bob untuk memulai bisnis dengan berjualan telor. Tetapi justru inilah rahasia terbesarnya. Bob dan istrinya pandai berbahasa Inggris, Jerman,Belanda, dan tentu saja bahasa Indonesia. Ia lihay melakukan kegiatan pemasaran dengan kemampuan bahasa yang dimilikinya. Bisa dibayangkan seseorang yang memiliki kepiawaian berjualan dengan pemahaman bahasa internasional yang mumpuni, seperti bahasa Inggris, Belanda dan Jerman, akan membuat Bob berbeda dari yang lainnya. Seorang penjual telor tetapi dapat bergaul dan berkomunikasi dengan orang-orang bule! Rahasia itulah yang paling besar yang mengantarkannya menuju sukses sekarang. Bukan celana pendeknya!
Sumber: Milis sahabat TDA Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:26:00 AM
  |
|
|
|
|
|
Tidak Mau Bersedia Membayar Harganya
|
Pernahkah anda menemui orang yang tidak mau terjun ke dalam bisnisnya, tapi menginginkan hasil yang cepat dan besar?. Salahkah ? tidak sama sekali, Jika anda seorang investor handal, memang harusnya seperti itu, tidak ada yang keliru. Namun, ada satu yang hal yang sering saya temui, yaitu mereka tidak pernah sedikitpun mengalami, membangun, mempunyai dan menjalankan bisnis.
Misalnya, sekarang banyak sekali peluang bisnis bertebaran dimana-mana. Franchise dan Business Opportunity juga menjamur. Tentu saja tidak sedikit mengundang minat para pebisnis untuk mengambil peluang bisnis tsb. Ada yang membutuhkan investasi yang cukup besar, lalu ada juga "business opportunity" yang menawarkan investasi kisaran Rp.2 Juta hingga Rp. 15 Juta misalnya.
Sayangnya, banyak para pemula ketika mengambil peluang bisnis tsb, kerap kali mengharapkan Keuntungan Besar & Cepat, Modal kecil, Resiko kecil, Usaha Nol. Jelas? Jadi sedikit yang total terjun atau konsen ke bisnis yang diambilnya tapi mengharapkan keuntungan besar ditambahkan lagi maunya modal yang di keluarkan kecil, balik modal cepat kemudian tidak mau ambil resiko.
Tinggal ongkang ongkang kaki ,bersedekap tangan, tinggal menyuruh, berpikir jika mengambil "business opportunity" sudah dijamin pasti menguntungkan seperti menanamkan uang ke deposito. Lalu jika rugi atau bisnisnya tidak berjalan mulus langsung komplain habis-habisan ke owner atau pemilik utamanya, padahal hanya mengambil bisnis yang investasi relatif kecil
Lain cerita jika anda mengambil bisnis franchise yang membutuhkan Anda minimal diatas Rp.300 Juta atau Rp.500 juta. Sudah sepatutnya Anda mengeruk keuntungan yang sudah diperkirakan cukup bagus karena sudah terbukti.Bisa jadi Anda jarang mengunjungi bisnis tsb, tinggal menerima laporan keuangan dan keuntungan.
Bersedia membayar harganya
Ya, jika anda ingin memperoleh keuntungan besar, tidak terlalu terjun atau terlibat dalam bisnisnya, tinggal menerima hasil, Anda harus bersedia membayar harganya. Kurang bijaksana jika kita membeli dengan modal kecil hanya kurang dari Rp.5 juta misalnya. Tapi berharap keuntungan cepat & besar, tidak mau terjun ke bisnisnya, menginginkan pelayanan seperti Anda memilik bisnis Ratusan Juta Rupiah.
Bersedia membayar harganya tidak hanya dinilai dari investasi yang dikeluarkan,tapi termasuk kesediaan mengeluarkan tenaga, proses belajar, waktu dan pikiran.
Saya teringat dalam tulisan Mas Jaya Setiabudi pada bukunya The Power of Kepepet yang mengulas tentang memulai bisnis dari 5 bukan dari Nol dan juga bukan dari 10. Mulai dari 5 artinya kita tidak perlu mengalami dan membayar proses trial dan errornya yang terlalu besar, resep sudah tinggal dijalani, tempat dibantu survei, desain sudah siap, dan promosi sudah teruji. Sisanya agar mencapai angka 10, dibutuhkan keterlibatan usaha Anda sebagai mitra usaha. Lain cerita jika bisnisnya sudah diposisi angka 10, anda tinggal menikmati keuntungannya saja. Silahkan Anda mau pilih yang mana? Memulai bisnis dari Nol, Lima atau Sepuluh ? Yang penting Anda bersedia memikul tanggung jawab dan resikonya.
Bagaimana menurut Anda?
Salam Street Smart
Ridwan Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:22:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, February 23, 2009
|
|
Arti SUKSES
|
Sebuah Renungan tentang keSUKSESan*
Kelvin Hui adalah seorang Web Publishing Businessman (Founder dari ambatch.com dan SEO Master), yang berhasil mendapatkan kontrak dengan Yahoo! senilai 20 juta dollar hanya untuk mempromosikan Yahoo! Di Hongkong , Korea, dan Jepang selama tiga tahun!
Yang menarik, manusia ini justru sangat-sangat sederhana dalam berpakaian, tutur katanya sangat halus namun penuh kebijaksanaan yang membuat pemikiran saya berubah 180 derajat tentang keSUKSESan.
SUKSES itu sederhana, SUKSES tidak ada hubungannya dengan menjadi kaya raya, SUKSES itu tidak serumit/serahasia seperti kata Robert Kiyosaki/Tung Desem
Waringin, SUKSES itu tidak perlu dikejar, SUKSES adalah ANDA! Karena keSUKSESan terbesar ada pada diri Anda sendiri...
Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi satu ovum, itu adalah SUKSES pertama Anda!
Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh yang sempurna tanpa cacat, itulah keSUKSESan Anda yang kedua...
Ketika Anda ke sekolah, bahkan bisa menikmati studi S1 di saat setiap menit ada 10 siswa yang drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah SUKSES Anda yang ketiga...
Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan di bilangan segitiga emas, di saat 46 juta orang lainnya menjadi pengangguran, itulah keSUKSESan Anda yang keempat...
Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada tiga juta orang yang mati kelaparan setiap bulannya, itulah keSUKSESan Anda yang kelima...
SUKSES terjadi setiap hari, dan Anda tidak pernah menyadarinya. ..
Saya sangat tersentuh ketika menonton film "Click!" yang dibintangi oleh Adam Sandler, "family comes first," begitu kata-kata terakhirnya kepada anaknya sebelum ia meninggal...
Saking sibuknya Adam Sandler dalam mengejar keSUKSESan, ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak-istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri pemakaman ayahnya, keluarganya berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, dan anaknya tidak mengenal siapa ayahnya...
SUKSES selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus-menerus menjadi best seller dengan membuat keSUKSESan menjadi suatu hal yang rumit dan sukar diperoleh...
SUKSES tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump, resort mewah di Karibia, dll.
Tapi buat saya pribadi yang bisa hidup dengan sangat berkecukupan, saya rasa SUKSES memiliki arti yang berbeda...
SUKSES adalah mencintai dan bangga terhadap diri Anda sendiri, mengerjakan apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana saja...
SUKSES sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, SUKSES sejati adalah menikmati dan bersyukur atas setiap detik kehidupan Anda. Pada saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya. Pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya, setelah itu Anda harus bersiap lagi menghadapi episode yang baru.
SUKSES sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak munafik, tidak menipu, apalagi scam, saleh, dan selalu rendah hati.
SUKSES itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit. SUKSES sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur.
Saya berani berbicara seperti ini, karena hidup yang saya alami adalah seperti roda pedati. Ketika masih mahasiswa, hidup saya begitu nelangsa cuma mampu makan nasi warteg satu kali sehari dengan menu nasi setengah + sayur gratis + tempe goreng. Tetapi ternyata nikmat makan di warteg kok sama saja bila dibandingkan ketika saya makan di restoran mewah di Amerika...
Saya pernah tidur di kolong langit, beralaskan tanah dan terpal, hujan kehujanan, panas kepanasan. Tetapi ternyata lelapnya saya tidur dulu kok bisa sama saja bila dibandingkan ketika saya tidur di hotel bintang 5 di Jepang...
Saya dulu pulang-pergi ke sekolah jalan kaki sejauh 40 km, memakai baju yang lusuh, tas yang kotor, dan alat tulis seadanya. Datang ke sekolah selalu menjadi bahan tertawaan teman-teman, tetapi kok sama saja enaknya ketika saya dijemput oom saya naik mercy, sama-sama sampai di tujuan ternyata...
Saya pernah diundang bos saya ke rumah barunya, untuk menikmati ruang auditoriumnya. Ada speaker untuk karaoke, ada tape untuk mendengarkan musik, ada home theater... Dia bilang harga speaker Thiel-nya untuk mendengarkan musik saja harganya 400 juta rupiah, saya disuruh mendengarkan waktu beliau memutar musik jazz, memang enak sekali, suara dentingan gelas dan petikan bass-nya bisa terdengar jelas, tapi kok setengah jam di situ, saya bosan juga. Sama nikmatnya dengan mendengarkan musik di komputer sendiri, speakernya cuma seharga 100 ribu rupiah...
Pernahkah Anda menyadari?
Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang. Uang hanyalah alat tukar. Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda.
Ya, Anda mungkin harus bekerja siang dan malam untuk membayar KPR selama 15 tahun atau membeli mobil/motor secara kredit selama tiga tahun.
Namun itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda sendiri, Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam hari kepada penawar yang tertinggi, untuk mendapatkan uang agar bisa membeli makanan, membayar pulsa telepon dll...
Aset terbesar Anda bukanlah rumah atau mobil Anda, tetapi diri Anda sendiri.
Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat daripada orang bodoh, karena semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda...
Itu sebabnya mengapa harga dua jam Robert Kiyosaki untuk berbicara di suatu seminar = 200 juta rupiah, atau harga 2 jam seminar Tung Desem Waringin mencapai 100 juta...
Itu sebabnya mengapa Nike berani membayar Tiger Woods dan Michael Jordan sebesar 200 juta dollar hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk menjadi mahal bukan karena merk-nya, namun karena produk tersebut dipakai oleh siapa...
Itu sebabnya bola basket bekas milik Michael Jordan bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk yang sama bila dijual harganya justru turun...
Hidup ini lucu, kita seperti mengejar fatamorgana. Bila dilihat dari jauh, mungkin kita melihat air di kejauhan, namun ketika kita kejar dengan segenap tenaga dan akhirnya sampai di tujuan, yang kita lihat hanya pantulan sinar matahari saja...
Lucu, bila setelah membaca tulisan di atas, Anda masih mengejar fatamorgana tersebut ketimbang menghabiskan waktu Anda yang sangat berharga untuk sungkem kepada orangtua yang begitu mencintai Anda, memeluk hangat istri Anda, mengatakan "I love you" kepada orang-orang yang Anda cintai: orang tua, istri, anak, dan sahabat-sahabat Anda.
Lakukanlah selagi Anda masih punya waktu, selagi Anda masih sempat, Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan meninggal, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam, karena LIFE IS SO SHORT.
Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda, entah itu bermain bola, memancing, menonton bioskop, minum kopi, makan makanan favorit Anda, berkebun, bermain catur, atau berkaraoke.. .
Enjoy your life, because life is so short... GBU..
Sumber: Anonymous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 3:12:00 PM
  |
|
|
|
| Sunday, February 22, 2009
|
|
Beranie Gagal Januari 2009 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal Januari 2009 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2009. Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses!
Ryan Founder & Moderator Beranie Gagal Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:22:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, February 20, 2009
|
|
Berterimakasih Kepada Yang Menyinggung
|
SIAPA yang bisa gembira ketika datang kesedihan? Belum semua orang bisa melakukan hal itu. Atau jangan-jangan kita dibilang gak waras lagi kalau melakukan sikap yang paradoks tersebut, tidak sesuai dengan arus besar logika masyarakat. Tapi bila kita bisa melampauinya, sebenarnya ada percikan cahaya di balik asap tebal, ada mutiara di balik dalamnya lautan, ada emas di balik kokohnya karang.
Pertengahan tahun 2008 yang lalu ada kisah menarik yang menimpa keluarga saya. Saya tinggal di Kota kecil di Jawa Tengah, karena pindah kerja akhirnya pindah juga tempat tinggal. Kalau dihitung-hitung tempat itu adalah tempat ke 6 saya mengontrak rumah. Sebenarnya tidak masalah mengontrak rumah, tapi yang menjadi masalah adalah pemilik rumah mau menjual rumah tersebut sebelum waktu kontrakan selesai. Kira-kira 6 bulan lagi.
Ketika pemilik rumah tersebut meminta ijin kepada saya, sedikit protes saya ungkapkan. Tapi dengan dalih yang bermacam-macam dia tetap memaksa akan membawa orang dan melihat rumah tersebut. Dalam pikiran saya hanya terbersit kata-kata, kok gak etis ya. Wong rumah masih dikontrakkan kok ditawarkan ke orang lain dan mau dijual. Mestinya nunggu selesai dulu, baru ditawarkan kepada orang lain. Apa sudah lupa dulu ketika menandatangani MoU dan menerima uang?
Saya pikir hanya sekali dia membawa orang untuk melihat rumah. Ternyata dia lakukan kembali. Bahkan sampai empat kali. Saya sudah mengajukan keberatan, bahkan protes yang agak keras. Tapi dia merasa bahwa yang memiliki rumah adalah dia. Akhirnya saya introspeksi dan tahu diri bahwa saya memang tidak di pihak yang menang. Dan dia si pemilik rumah bisa melakukan apa saja kepada barang miliknya walaupun dengan cara yang sewenang-wenang.
Dari situ istri saya usul untuk mencari harga-harga rumah cicilan. Kebetulan saya ada kenalan. Dengan niat untuk menutupi rasa malu dan mengangkat harga diri saya beranikan mengambil rumah cicilan KPR tersebut. Saya memang sudah punya niat, tapi itu akan diputuskan tahun depan (2009). Karena persoalan tadi, langkah mengambil KPR dipercepat.
Dengan bermodalkan tabungan seadanya, DP bisa dibayar untuk mencicil rumah sederhana tersebut. Memang terasa seperti mendaki gunung untuk melangkah dan memutuskannya. Tapi ada sedikit rasa lega karena peristiwa "usir mengusir" tidak akan terjadi lagi. Tapi sekarang kepercayaan dirinya sudah tumbuh kembali.
Tiga bulan setelah itu, kondisi ekonomi bangsa ini kian memburuk. Harga-harga barang terutama harga bangunan naik drastis. Sampai muncul resesi finansial global. Semua sekor terkena imbasnya. Berapa harga rumah di tempat pengembang yang sama sekarang? Untuk DP atau uang muka naik 3 kali lipat. Sementara untuk harga jual naik sekitar 60%. Wuihhhh, kalau dulu tidak diusir pemilik kontrakan, kalau dulu tidak memberanikan diri ambil KPR, tidak tahu sekarang. bisa mengambil rumah atau tidak. Kemungkinannya sangat kecil. Jadi, sebenarnya saya harus mengucapkan terimakasih kepada pemilik kontrakan yang sudah bersikap menyinggung perasaan tersebut.
Akhirya, saya mencoba untuk senantiasa bersyukur terhadap berbagai peristiwa yang terjadi, terasa enak atau tidak enak dalam perasaan ini. Tuhan memberikan sesuatu yang kita butuhkan dan bukan memberikan sesuatu yang kita inginkan. Coba bayangkan, kalau Tuhan selalu memberikan yang kita inginkan, bagaimana kalau keinginan kita itu bisa merusak diri kita sendiri? Sudah tentu kita akan menderita kerugian yang sangat besar untuk masa depan kita.
Semua peristiwa ada hikmahnya. Semua peristiwa ada maksudnya. Semua peristiwa yang tidak enak pasti bermaksud untuk memudahkan kita menyelesaikan kesulitan yang bakal terjadi di masa mendatang. Sayangnya, kita tidak selalu positif thinking kepada peristiwa-peristiwa di sekeliling kita. Kalau kacamatanya kita ubah, sudah tentu sesuatu yang terasa tidak enak ada maksud tersendiri untuk kebaikan kita.
Marilah kita lebih bersyukur setiap hari, setiap saat, setiap jam, setiap detik. Yakinlah yang datang kepada kita adalah yang terbaik untuk kita. Temukan hikmah dan nilai positif dari segala sesuatu yang datang kepada kita. Hanya orang-orang yang belajar memahami kehidupan ini secara pandangan mata lahir dan batin lah yang bisa menangkap mutiara dalam kegelapan. Kita harus gembira tatkala menghadapi duka atau peristiwa tidak enak. Rasakan segala peristiwa dengan mata batin.
Sukses Selalu.
Oleh : Ade Asep Syarifuddin Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:56:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, February 19, 2009
|
|
Rahasia Dibalik Kesuksesan dan Kegagalan Hidup Manusia?
|
Dari seluruh perjalanan hidup saya, Saya berpikir mengapa didunia ada orang yang SUKSES ada juga orang yang GAGAL, Sempat saya berpikir Tuhan tidak Adil karena ada orang yang hidupnya Selalu gagal dan Ada juga yang Selalu Sukses, Tapi ternyata hal itu salah ternyata setiap orang didunia baik yang SUKSES maupun GAGAL memiliki persamaan.
Apakah Persamaan itu ?
"Sama2 Menghadapi Masalah dan Halangan dalam mencapai Kesuksesan"
Tapi apa perbedaannya ??
"Perbedaannya Orang Sukses Bertahan Sedang Orang Gagal Menyerah"
Tetapi yang menjadi Pertanyaan kita Apa yang membuat Orang Sukses dapat Bertahan menghadapi Badai Pencobaan dalam hidupnya ???
Saya ingin Sharing sedikit intisari dari pengalaman yang saya peroleh dari hidup saya, ada 2 hal modal utama yang dimiliki oleh setiap orang SUKSES. IMAN dan CINTA KASIH yang Sempurna.
1. IMAN 1.a IMAN melahirkan Cita2 dan Tujuan: Iman adalah modal pertama yang harus dimiliki setiap orang yang ingin sukses karena dengan IMAN manusia memiliki Cita2 dan Tujuan yang jelas, Sama seperti kita mengendarai mobil Tanpa Tujuan yang jelas maka kita tidak dapat mencapai manapun.
1.b IMAN melahirkan Persiapan yang Matang Dengan modal Iman manusia mulai melengkapi dirinya dengan berbagai Persiapkan & Rencana, Sebuah Keberhasilan Hanya Dapat dicapai Bila Kita Mempersiapkan diri kita dengan baik dengan ilmu pengetahuan, riset serta Perencanaan Strategy yang baik.
1.c IMAN membuat Orang terus berjalan Maju kedepan Dengan hanya modal Imanlah manusia dapat terus maju berjalan kedepan walaupun dia selalu mengalami kegagalan, mengalami kerugian, serta halangan yang membuat seakan-akan dia tidak dapat melangkah, tetapi dia terus bertahan sampai akhirnya dia mencapai garis Finish yaitu KESUKSESAN.
2. CINTA KASIH 2.a CINTA KASIH melahirkan Komunikasi yang baik sehingga melahirkan TeamWork yang baik pula: Setiap orang memiliki cara berpikir yang berbeda, hanya dengan KASIH kita mau untuk memahami orang lain, SESEORANG HANYA DAPAT berkomunikasi dengan baik bila mereka dapat memahami cara berpilir orang yang diajak berkomunikasi. Dengan Komunikasi yang baik maka Akan Melahirkan Team Work Yang Baik Pula, Usaha apapun yang kita lakukan hanya dapat berhasil bila kita memiliki Team Work yang baik.
2.b CINTA KASIH Membuat Orang Bertahan dalam Pencobaan Setiap orang yang ingin mencapai Kesuksesan pastilah akan menghadapi percobaan, Baik yang dari dalam Dia diperlakukan tidak Adil oleh partner kerjanya, Disakiti, Difitnah, Dimaki, Ataupun diTipu partner bisnisnya sehingga Habis-habisan baik harta dan tenaga, Mungkin juga mengalami Masalah dari luar tidak dibayar oleh kliennya, ditipu, dimakan oleh orang2 yang berkuasa dan berbagai macam cobaan lainnya. HANYA ORANG YANG MEMILIKI CINTA KASIH YANG DAPAT BERTAHAN MENGHADAPI SEMUA PENCOBAAN INI.
"HAL INI WAJIB DIALAMI OLEH SETIAP MANUSIA YANG INGIN SUKSES JADI PERSIAPKANLAH DIRI ANDA DENGAN CINTA KASIH YANG TAK TERBATAS BILA ANDA INGIN SUKSES !!!!"
2.c CINTA KASIH Membuat Orang Rendah Hati AKAR DARI KEHANCURAN ADALAH KESOMBONGAN, Umumnya hal ini dialami oleh orang2 yang sudah mencapai kesuksesan atau orang-orang yang over percaya diri. Ingatlah bahwa setiap Keberhasilan yang kita peroleh adalah JUGA KARENA RESTU DARI TUHAN, Tuhan tidak suka orang sombong maka bila kita berhasil janganlah kita sombong karena akan dihancurkan lagi dari Tuhan.
"Kerendahan hati juga melahirkan cinta dari orang-orang lain disekitar kita, Setiap orang akan senang untuk membantu kita bila kita rendah hati, Ingat Keberhasilan kita juga dipengaruhi oleh bantuan dari orang-orang disekitar kita yang mengasihi kita."
Semoga Sharing Singkat ini dapat memberikan input Positif bagi saudara2 sekalian
Salam EPOS,
Thomas Joseph Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:25:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, February 18, 2009
|
|
Kayu Basah
|
Pagi itu di sebuah ruangan ibadah berisi lebih kurang 30 muda mudi yang sudah bersiap bernyanyi diiringi beberapa pemuda yang memainkanalat band. Namun suasana hujan diluar ditambah alat pendingin membuat ruangan terasa beku seolah mereka tak bersuara tenggelam oleh hentakansuara band yang keras.
Kemudian majulah seorang gadis muda menggantikan rekannya berdiri di podium, dengan suara yang keras dan wajah bersinar penuh keceriaan gadis muda yang bernama Kezia itu mengajak semua muda mudi berdiri, menyanyi lebih keras, bertepuk-tangan, bergerak aktif dan bervariasi, suasana kaku sontak berubah hangat, penuh semangat dan ceria.
Pada pertengahan abad ke-enam di China, saat itu dua kelompok pasukan dari dua kerajaan besar sedang bertempur. Sebulan sudah mereka berperang hingga kelelahan dan memasuki masa gencatan senjata setelah peperangan yang memakan korban ribuan orang mati dan ratusan terluka. Pada suatu malam seorang jenderal bernama Shiaw Kwan dari kerajaan Chou sedang membahas strategi perang di sebuah tenda bersama beberapa panglima lainnya serta seorang penasehat tua. Salah satu laporan buruk yang diterima Shiaw Kwan yang membuatnya kecewa adalah terdapat sejumlah prajurit yang patah semangat dan ingin pulang ke kampung halaman.
Menjelang pagi, si penasehat tua mengajak Shiaw Kwan keluar sejenak dari tenda untuk menghirup udara segar. Sembari duduk di antara rerumputan basah karena hujan dan dinginnya malam, Shiaw Kwan mengambil beberapa kayu mencoba menyalakan api namun kayu-kayu yang basah karena hujan itu tak kunjung terbakar.
Si penasehat tua menyuruh seorang pengawal mengambil beberapa kayu bakar kering yang ada di salah satu tenda dan menyalakan api. Dalam waktu singkat kayu-kayu kering itu terbakar menghangatkan tubuh mereka.
"Sekarang masukkan kayu-kayu basah itu kedalam api unggun ini" kata si penasehat tua itu, dan ketika Shiaw Kwan memasukkan potongan kayu basah itu kedalam api unggun, maka kayu-kayu basah itu pun dengan mudah ikut terbakar dan membara.
"Kumpulkan pasukan yang memiliki semangat dan daya juang tinggi, pimpin mereka, kobarkan semangatnya kemudian masukkan para prajurit yang loyo kedalamnya, maka mereka semuanya akan membara seperti api unggun ini.
Oleh: Andrie Wongso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:32:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, February 17, 2009
|
|
15 Rahasia Keberhasilan Brian Tracy
|
Salam Bahagia untuk Rekan-rekan sekalian,
Tidak terasa sudah lama saya tidak menulis artikel seri lagi sejak artikel kisah Anthony Robbins dan Michael Jordan. Sesuatu yang saya senangi bila bisa belajar dari para tokoh sukses di seluruh dunia. Membaca kisah hidup mereka, serasa memperkaya dan sekaligus menyegarkan ‘batin’ dan ‘jiwa’ saya untuk terus bertumbuh dan berbagi kepada orang lain.
Nah, kali ini saya akan berbagi “15 Rahasia Keberhasilan Brian Tracy”. Semoga serial tulisan ini, bermanfaat dan memberi pencerahan bagi anda semua. Silahkan forward ke rekan & relasi anda, bila anda pandang artikel ini bermanfaat bagi mereka. Bagi yang ingin memposting artikel ini ke blog anda, silahkan hubungi saya via japri.
Brian Tracy adalah salah satu pembicara kelas dunia yang paling produktif dalam membantu orang lain baik melalui seminar atau paket cd programnya. Anda pasti sudah pernah mendengar nama Brian Tracy. Baik itu dari buku-buku karangannya, artikel, quotes, cd audio atau dari internet, atau mungkin pernah membaca kutipan kata motivasi dari Brian Tracy.
Memang apa istimewanya Brian Tracy? Menurut saya jika seseorang telah menunjukkan keberhasilannya dan diakui di seluruh dunia, pasti dia memiliki pribadi unggul diatas rata-rata. Dan saya menganggap, kita patut belajar dari keteladanan beliau. Saya mengagumi Brian Tracy, karena sudah sejak lama saya membaca salah satu bukunya yang berjudul “Maximum Achievement”. Mungkin buku ini di toko buku, sudah tidak terbit lagi. Anda juga bisa membaca buku lainnya seperti: Create your own future, Psychology of Selling, Change your thinking change your life (semua judul diatas sudah ada dalam bahasa Indonesia)
Mengapa seminar Brian Tracy begitu sukses dan luar biasa? Brian Tracy (untuk selanjutnya saya singkat menjadi BT) mengatakan bahwa apa yang dia ajarkan ini bekerja karena dua alasan. Pertama, BT sudah mengujinya dan membuktikannya dengan cara mencobanya dan memetik pelajaran selama bertahun-tahun. Kedua, dia juga sudah mengajarkan system ini kepada lebih dari satu juta orang.
Bagi Rekan-rekan yang ingin menambah ’resources’ tentang Brian Tracy berikut ini bisa anda akses di internet:
www.briantracy.com Artikel / quotes / kata-kata motivasi gratis : http://www.briantracy.com/Newsletter/default.aspx Ebook Gratis : http://www.briantracy.com/free_resources/e-books.aspx
Berikut saya ingin berbagi kisah hidup dan Rahasia Keberhasilan Brian Tracy, saya hadirkan untuk anda. Inilah 15 Rahasia Keberhasilan Brian Tracy:
Rahasia #1: Saat anda bicara penuh semangat & passion, anda akan bisa meng-inspirasi banyak orang untuk merubah hidupnya.
Rahasia #2: Seorang Pemenang, selalu berusaha gigih, hingga mendapatkan order dari customernya.
Rahasia #3: Membaca buku, mendengarkan CD Audio dan menghadiri seminar, anda bisa belajar dalam beberapa jam tentang pengetahuan dari para orang sukses yang praktek puluhan tahun.
Rahasia #4: Belajarlah memodel dari orang yang telah sukses, selama anda tidak menyerah, anda akan meraih hasil yang sama dengan mereka.
Rahasia #5: Hidup adalah seperti sebuah kombinasi kunci. Siapapun dapat membukanya, termasuk anda. asalkan anda memutar angka yang benar (langkah-langkah yang diambil), dengan cara dan urutan yang benar.
Rahasia #6: Orang sukses berorientasi pada tindakan
Rahasai #7: Mindset anda memainkan peranan kunci bagi suksesnya anda
Rahasia #8: Sangat penting untuk selalu membuka pikiran kita dan terus belajar sampai memperoleh hasil yang anda inginkan
Rahasia #9: Hidup adalah proses sebab dan akibat. Apa saja penyebab yang anda lakukan, anda akan memperoleh akibatnya
Rahasia #10: Langkah emas untuk menjadi sukses luar biasa adalah menjadi ’Excellent’ di bidang yang anda tekuni.
Rahasia #11: Pembicara terbaik bisa berbicara dengan penuh keyakinan tentang topik yang dia sampaikan, karena dia tahu bahwa idenya terbukti bekerja. Alasannya, karena dia telah menjadi sukses berkat mempraktekkan apa yang telah diajarkan.
Rahasia #12: Orang sukses mempunyai pikiran positip melalui kebiasaan hidupnya
Rahasia #13: Pembicara terbaik membuat materi seminarnya begitu sederhana dan jelas, sehingga siapapun yang datang ke seminarnya dapat langsung mempraktekkan dan mendapatkan hasil yang dia inginkan.
Rahasia #14: Pembicara sukses selalu memberikan materi seminarnya lebih dari yang diharapkan audiennya. Sehingga audiennya merasa senang dan memiliki kekuatan untuk meraih sukses.
Rahasia #15: Anda akan sukses secara penuh dalam hidup anda, jika anda dapat memenuhi dan melayani apa yang diinginkan oleh orang lain.
Salam Excellent,
Markus Tan Certified Master Practitioner of NLP Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:10:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, February 16, 2009
|
|
Bibit Mangga
|
Suatu hari, Ada seorang pemuda sedang berlibur ke rumah neneknya di desa. Saat tiba di sana, setelah melepas rindu dan beristirahat sejenak, neneknya menghidangkan sepiring irisan buah mangga yang menggiurkan warna dan aromanya.
"Wah, mangganya harum dan manis sekali nek, sedang musim ya. Saya sudah lama sekali tidak menjenguk nenek, sehingga tidak tahu kalau nenek menanam pohon mangga yang berbuah lebat dan seenak ini rasanya" ujar si pemuda sambil terus melahap mangga itu.
dengan tersenyum nenek menjawab, "makanya, sering-sering lah menjenguk nenek, nenek rindu cucu nenek yang nakal dulu. Pohon mangga itu sebenarnya bukan nenek yang menanam. Kamu mungkin lupa, waktu kecil dulu, setelah menyantap buah mangga, kamulah yang bermain melempar-lempar biji mangga yang telah kamu makan. Nah, ini hasil kenakalanmu itu, telah bertumbuh menjadi pohon mangga dan sekarang sedang kau nikmati buahnya"
"Sungguh nek? Buah mangga ini hasil kenakalan waktu kecilku dulu yang tidak disengaja? Wah, hebat sekali. Aku tidak merasa pernah menanam, tetapi hasilnya tetap bisa aku nikmati setelah sekian tahun kemudian, benar-benar sulit dipercaya" si pemuda tertawa gembira sambil menyantap dengan nikmat mangga dihadapannya.
Nenek melanjutkan berkata, "Cucuku, walaupun engkau tidak sengaja melempar biji mangga di halaman itu, tetapi bila tanah lahannya subur dan terpelihara, dia tetap akan bertumbuh. Dan sesuai hukum alam, saat musim buah tiba, dia pasti akan berbuah. Sedangkan rasa buahnya manis atau tidak adalah sesuai dengan bibit yang kita tanam".
Malam hari, si pemuda merenungkan percakapan dengan neneknya. Karena merasa penasaran, diambilnya biji buah mangga sisa di meja dan dibelahnya menjadi 2, dia ingin tahu sebenarnya apa yang ada di dalam biji buah mangga itu sehingga bisa menghasilkan rasa manis yang membedakan dengan biji buah mangga yang lain. Ternyata dia tidak menemukan perbedaan apapun. Melihat tingkah si cucu.
sang nenek menyela "Cucuku, semua biji buah, tampaknya dari luar sama semua. Tetapi sesungguhnya, unsur yang ada di setiap biji buah itu berbeda, perbedaan itulah yang akan menghasilkan rasa, aroma dan warna setiap pohon mangga berbeda pula. Semuanya tergantung inti buahnya. Cucuku, Demikian pula dengan manusia, tampak luar, setiap manusia adalah sama tetapi yang menentukan dia bisa berhasil atau tidak adalah kualitas unsur-unsur yang ada di dalamnya. Nah, ternyata alam mengajarkan banyak kepada kita. Bila ingin hasil yang baik, harus memiliki unsur kualitas yang baik pula, apakah kamu mengerti?". "Terima kasih nek, saya sungguh bersyukur memutuskan datang kesini, semua ucapan nenek akan saya jadikan bekal untuk lebih giat belajar dan membenahi diri agar hidup saya lebih berkualitas". Ucapnya sambil memeluk tubuh rapuh sang nenek.
Pembaca yang luar biasa...
Hukum alam pada kisah nenek dan cucuknya tadi mengajarkan pada kita 2 hal.
- Apa yang telah kita tabur, entah disengaja atau tidak, diingat atau dilupakan, entah kapanpun juga. Hukum alam mengajarkan, apa yang kita tanam kita pasti akan menuai hasilnya.
- Bahwa manusia mempunyai kemiripan dengan inti biji buah mangga, tampak luar sama, tetapi kualitas unsur yang ada di dalam inti buahnya yang membedakan rasa, aroma dan warna si buah mangga. Demikian juga dengan manusia, Kualitas mental yang didalamlah yang membedakan dan menentukan keberhasilan manusia di masa depan.
Mari kita perbaiki sikap, perhalus budi pekerti, jaga kebersihan hati dan selalu menggali potensi diri agar kesuksesan sejati bisa kita nikmati suatu hari nanti.
Oleh : Andrie Wongso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:58:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, February 13, 2009
|
|
Cara MeNikmati Apapun Pekerjaan Anda, termasuk Pekerjaan Yang Anda Kurang Sukai
|
Dalam dunia ideal, Anda hanya perlu melakukan hal yang dicintai untuk dilakukan, namun kenyataannya dalam kehidupan kadang-kadang jauh dari ideal, dan hal ini memaksa anda untuk berurusan dengan hal-hal yang Anda tidak sukai atau mungkin tidak sesuai dengan keinginan anda.
untuk mencapai suatu kesuksesan orang harus mampu melakukan dengan baik pada hal yang tidak di sukai dan hal ini adalah penting untuk kesuksesan pribadi orang tersebut, konsisten sebagai kinerja membuat anda lebih menonjol dari rekan-rekan. Sebenernya tinggal bagaimana anda memotivasi diri sendiri untuk dapat tidak hanya melalui atau melakukan suatu pekerjaan yang tidak anda sukai itu, tapi benar-benar menemukan beberapa kenikmatan dalam proses? Karena ingat, Anda akan lebih memiliki performa baik jika Anda menikmati apa yang Anda lakukan.
beberapa hal yang anda dapat lakuakn dalam menikmati sesuatu pekerjaan yang tidak anda sukai
1. Melihat manfaat jangka panjang - Jauhkan mata Anda pada masa depan, dan bagaimana kegiatan ini dapat bermanfaat nanti.
2. Menemukan apa yang Anda dapat belajar dari hal tersebut, selalu ada sesuatu yang Anda dapat belajar dari setiap situasi. Jika Anda benar-benar tidak dapat berfikir apapun, setidaknya dapat memberi manfaat anda untuk tetap yang merupakan pelajaran berharga dalam melakukan hal tersebut
3. Anggap saja apa yang anda lakukan adalah hal tepat bagi anda
4. Menikmati interaksi dengan orang lain
5. Berpikir dan mengatakan sesuatu yang positif Fokus pada berpikir positif dan berkata, sebenarnya hal ini adalah suatu kesempatan besar untuk anda menimba pengalaman dan belajar, atau berapa banyak Anda menikmati orang-orang yang bekerja dengan Anda.
Memiliki sikap positif adalah sama pentingnya ketika datang untuk mengoptimalkan dan menjaga kesehatan Anda. Memilih untuk menjadi bahagia adalah sangat mudah untuk mengatakan, namun mungkin sulit untuk dipraktikkan di dunia nyata. Namun demikian, manfaat untuk kesehatan Anda - baik fisik dan mental - sangat nyata, tetapi akan memakan waktu beberapa upaya menuju ke sana.
Jika anda berjuang dengan sikap negatif, salah satu yang terbaik dan paling efektif alam perawatan yang Anda inginkan - dengan Emotional Freedom Technique - tiada kaitannya dengan satu pil obat-dan semuanya harus dilakukan dengan mengeluarkan atau menyebabkan alasan mengapa Anda mungkin diri sendiri dengan membatasi kepercayaan. Jadi nikmati suatu hal yang tidak anda sukai dan jadikan hal tersebut sebagai peluang yang besar.
-- Best Regard Erwin Arianto,SE Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:01:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, February 12, 2009
|
|
Cepat Dan Akurat Adalah Pembiasaan
|
|
Dalam era percepatan teknologi informasi sekarang ini, kita sudah dihadapkan dan dibiasakan mencari dan menerima informasi dengan cepat. Kecepatannya tidak lagi diukur oleh jaraknya sumber informasi tersebut, tetapi kecepatannya tergantung dari kemampuan teknologi peralatan yang digunakan untuk mengakses sumber informasi. Sadar atau tidak sadar, budaya kerja dan budaya komunikasi sudah sangat bergantung kepada teknologi yang dapat memberikan hasil yang cepat dan akurat. Kita sebagai perusahaan dan atau sebagai pekerja akan mampu kompetitife jika Cepat dan Akurat menjadi standar pelayanan. Pelayanan yang Cepat dan Akurat adalah kombinasi yang sinergis antara peralatan yang canggih dan manusia yang mampu mengoperasikan peralatan tersebut. Peralatan Canggih adalah suatu peralatan yang mampu memberikan hasil yang cepat dan akurat dan mudah dioperasikan oleh manusia. Manusia kompetitife adalah manusia yang mau dan suka membiasakan diri menggunakan pelaratan canggih yang memberikan hasil cepat dan akurat. Dua hal diatas adalah komponen yang harus dimiliki agar bisa eksis dalam era saat ini, baik sebagai perusahaan atau sebagai pekerja. Pembiasaan diri Pembiasaan merupakan kata sifat yang harus melekat dalam diri perusahaan atau manusia pekerjanya. Pembiasaan alat adalah selalu terbuka dan mau menerima perubahan terhadap penemuan peralatan bantu yang saat ini berubah dan bertambah dengan cepat. Pembiasaan diri adalah manusia sebagai operator melakukan sesuatu dengan mengulang-ulang dalam hal penguasaan instruksi cara kerja alat dan koreksi dalam hal ketidak sempurnaan hasil alat. Hasil yang sempurna akan diperoleh jika optimalisasi diterapkan dari sisi manusia dan sisi peralatan. Optimalisasi akan dihasilkan dari pembiasaan dalam bentuk mengulang-ulang untuk penguasaan dan perbaikan. Jadi Cepat dan Akurat adalah suatu Kebiasaan Insyirahman, ST Sr. Scheduling Engineer, Project Dept. PT Badak NGL Bontang Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:46:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, February 11, 2009
|
|
Success In Self Confidence
|
“The way you can successfully communicate with others is to like yourself better.... The more you like yourself, the more other will like and accept you” - ANONYMOUS
Umumnya, orang – orang yang sukses adalah orang – orang yang telah memiliki kepercayaan diri yang mantap, yang bagaikan batu karang yang tidak tergoyahkan oleh gempuran ombak. Dengan adanya kepercayaan diri maka seseorang akan senantiasa bersemangat, antusias, disiplin dan professional dalam melaksanakan tugas – tugasnya sehingga hasil yang diharapkan akan lebih focus serta maksimal dan optimal.
“The difference between a successful person and others is not a lack of strength or knowledge but rather lack of will” VINCENT T.LOMBARDI.
Realitanya, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara meraih – nya. Banyak orang mengatakan bahwa kesuksesan itu “hanya” milik orang – orang yang ber – IQ tinggi, dari keturunan yang jenius, lulusan universitas terkemuka dan lain sebagainya. Prihal tersebut, bisa saja benar dan bisa saja tidak benar. Kenyataan dilapangan, sering juga dijumpai orang – orang sukses tetapi tidak diiringi dengan tingkat edukasi yang tinggi, dari keluarga biasa – biasa saja dan juga tanpa adanya “embel – embel” atau gelar ini dan itu.
“There are no secrets to success. It's the result of preparation, hard working and learning from failures” COLLIN POWELL.
Diluar dari semua itu, umumnya orang sukses adalah selain memiliki kematangan pribadi, antusiasme, ketekunan kerja, produktif, disiplin dan loyal tetapi juga memiliki :
1.- RESPONSIBILITY. Dengan adanya sifat tanggung jawab ini maka akan membuat atau menuntut diri seseorang agar lebih berani menghadapi tantangan maupun rintangan untuk mendapatkan / menghasilkan sesuatu yang lebih “sempurna”. Lari dari kenyataan ini, akan membuat seseorang semakin terjerumus ke liang kehancuran. “You are the only person on earth who can use your ability” ZIG ZIGLAR
2.- POSITIVE VALUE. Agar kepercayaan diri meningkat maka nilai – nilai positif pada diri sendiri harus sesegera mungkin dikembangkan. Caranya adalah dengan menghilangkan ungkapan – ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan – ungkapan yang kreatif. Misalnya, : “Saya tidak bisa”, menjadi “Apapun bisa !”.“I think success has no rules, but you can learn from failure” JEAN KERR
3.- SELF ABILITY. Setiap orang memiliki potensi diri yang berbeda – beda. Disatu sisi, bisa saja si A, B atau C unggul atau “the best” di bidang “science” tetapi disisi sebaliknya, bisa saja “minus” dibidang “law”. Demikian juga halnya dengan diri kita. Jika “minus” dibidang “mathematic” maka jangan langsung “down”, khan kita masih bisa mengembangkan kelebihan diri kita dibidang “philosophy”. Ingat, semua potensi diri jika dioptimalkan pemakaiannya maka akan memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan kepercayaan diri. “Manusia menjadi matang / bijaksana bukan semata karena pengalaman hidupnya, melainkan berdasar sikap dan kapasitasnya terhadap pengalaman tersebut” GEORGE B.S.
4.- BRAVE TO FACE THE RISKY. “If you want to increase your success, double up your failure” THOMAS WATSON. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik dan setelah dikalkulasi / evaluasi dengan akurat yang mana persentase kegagalan adalah lebih minimal daripada keberhasilan maka sudah seyogianya berani mengambil resiko ini. Tanpa adanya keberanian mengambil resiko maka peluang dan kesempatan untuk menang akan terlepas dengan begitu saja / sia – sia. “Hal – hal besar tidak dicapai secara tiba – tiba, melainkan melalui perpaduan dari serentetan hal – hal kecil yang dilakukan dengan baik dan sempurna”. VINCENT VAN GOGH
5.- ERASE THE NEGATIVE SUGGESTION. Segala sesuatu – nya akan bermanfaat atau tidak, haruslah terlebih dahulu dianalisa dampaknya. Jika lebih dominan unsur destruktif maka harus sesegera mungkin dihindarkan tetapi jika sebaliknya yang timbul (konstruktif) maka segeralah dilanjutkan. “Before you can see the light, you have to deal with darkness”. MARCEL PROUST.
6.- MAKE CONSTRUCTION SUGGEST AS A GUIDELINE. Untuk mendapatkan yang terbaik maka sudah sepantasnya saran – saran yang sifatnya konstruktif dijadikan pedoman, baik yang bersumber dari yang dikenal maupun yang tidak dikenal. “Build a dream and the dream will build you” ROBERT SCHULLER.
7.- MAKE A PROBLEM AS A CHANCE. Yang namanya hidup, tantangan, rintangan, peluang dan kesempatan, datangnya silih berganti. Jangan sampai terlena dan putus asa menghadapinya. Jika semuanya dihadapi dengan keseriusan dan ketelitian maka gerbang kesuksesan sudah diambang pintu. “If you fail to prepare, you're preparing to fail”. BENJAMIN FRANKLIN.
Telahkah anda miliki “self confidence”? Jika belum, segera miliki dan jika sudah maka apapun akan semakin mudah bagi anda untuk merealisir kesuksesan
Oleh: Peter Lim, MBA Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:37:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, February 10, 2009
|
|
Motivation Tips
|
“He who loses money, loses much. He who loses a friend loses more. He who loses faith loses all”.
Keberhasilan seseorang, apakah sebagai seorang Manager atau Owner – Pemilik Perusahaan, tidaklah semata – mata dikarenakan oleh diri sendiri tetapi juga berkat dukungan dari bawahan – bawahannya. Didasarkan hal ini, tidaklah perlu diherankan lagi bahwa pada umumnya di perusahaan – perusahaan besar, staff / karyawan diposisikan sebagai asset perusahaan yang paling vital dan sangat berharga.
Sehingga staff / karyawan mereka diberikan perhatian yang serius, yang bukan saja pemenuhan kebutuhan sandang pangan yang selayaknya tetapi juga pemberian motivasi melalui pelatihan – pelatihan yang berkesinambungan. Karena, semakin piawai staff / karyawan yang dimiliki maka akan semakin besar pula peluang / kesempatan atau kemungkinan untuk meraih sukses. “The greatest pleasure in life is doing what people say you can not do”. WALTER BAGEHOT. Adapun hal – hal yang harus diperhatikan Pimpinan agar bawahannya senantiasa termotivasi adalah :
1.- TO BE A GOOD LISTENER. Siapapun orangnya, apapun posisinya, baik sebagai atasan atau bawahan, selalu ingin / senang jika semua ucapannya didengar dengan baik. Apakah diterima atau ditolak, itu tidaklah terlalu penting. “Penghalang terbesar untuk melakukan komunikasi pribadi adalah ketidaksanggupan seseorang untuk mendengarkan dengan baik, dengan penuh pengertian dan perhatian kepada orang lain”. CARL ROGERS. Agar Pimpinan mampu sebagai pendengar yang baik maka a) Harus sanggup tutup mulut / menghindari bicara ketika mendengar b) Menjaga perasaan pembicara c) Memperlihatkan minat mendegar d) Berbuat empati terhadap si pembicara dan e) Bersabar mendengar. “When a man comes to me for advice, I find out the kind of advice he wants, and I give it to him” HENRY WHEELER SHAW
2.- UNDERSTAND THE FACT. Maksudnya adalah 100 % mengetahui kapasitas / kemampuan atau kompetensi bawahan. Jika di “marketing” maka posisikan di departemen pemasaran. Prinsip : “The Right Man On The Right Place” harus tegak. Jika tidak maka selain karyawan semakin stress / depresi, kinerja juga tidak akan pernah maksimal.
3.- KNOW THE PERSONALITY. Umumnya, hal – hal yang bersifat rasial, apakah yang berhubungan dengan agama, ras, status sosial atau latar belakang edukasi, hendaknya jangan diutarakan. Yang tidak disukai, sudah seharusnya tidak diutarakan. “Good friends are good for your health” IRWIN SARASON
4.- DON’T FORCE. Setiap orang memiliki batasan – batasan kemampuan. Ini harus benar – benar disadari. Setiap bentuk dari pemaksaan, efeknya pasti destruktif. Bertindaklah secara bijaksana. Jika waktunya bekerja maka tuntunlah agar bekerja dengan benar. Sedangkan dikala istirahat maka berilah istirahat yang sepantasnya. Ingat, apapun yang dikerjakan dengan tergesa – gesa atau terburu – buru, hasilnya pasti akan menjadi sangat lambat. “To accomplish great things, we must not only act but also dream; not only plan but also believe” ANATOLE FRANCE
5.- GIVE A GOOD SAMPLE. Setiap kegagalan / keberhasilan, tidaklah selalu merefleksikan kehancuran / kesuksesan yang berkesinambungan. Bisa saja, kegagalan itu adalah awal dari keberhasilan dan begitu juga sebaliknya. Yang harus dimiliki, baik dikala gagal / sukses adalah evaluasi dan mencari tahu sebab musabab dari timbulnya kondisi ini. Jika kurang, segera perbaiki dan tingkatkan mutunya. Jangan sampai terlena / lupa diri, baik dikala sukses maupun gagal. “One cannot always be a hero but one can be always be a human” JOHANN
6.- GIVE THE CHANCE. Jika seseorang telah “berani” mengakui kelemahan – nya dan mau memperbaikinya maka persentase “chance” bagi nya untuk sukses adalah cukup besar. Untuk tipe orang ini, sudah sepantasnya diberi kesempatan. “Do your work with your whole heart and you will succeed – there’s so little competition” ELBERT HUBBARD
7.- DELEGATE THE DUTY. Setelah melalui pengevalausian dan penganalisaan serta kesimpulannya adalah dia mampu. Maka segeralah didelegasikan tugas ini. Dalam manajemen, “One Man Show” tidak akan pernah “bisa” memberi hasil yang terbaik. “All men who have achieved great things have been great dreamers” ORISON SWEET MARDEN
8.- UNDERSTAND THE LIMITATION. Agar senantiasa diteladani, seorang Pemimpin selain moralnya terjaga dan terawat dengan baik, dia juga tidak pantas menginstruksikan bawahannya untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan “job description”. “Management is nothing more than motivating other people” LEE IACOCCA. Jika bawahan Anda senantiasa termotivasi maka beban kerja Anda akan semakin ringan. Dan yang pasti lagi adalah gerbang kesuksesan sudah mudah terbuka dan semakin mudah direalisirkan.
Selamat mencoba dan semoga sukses selalu.
Oleh: Peter Lim, MBA Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:57:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, February 09, 2009
|
|
Mau Sukses? Motivasi Diri Anda Untuk Selalu Berubah!
|
Sahabat blog motivasi sukses, setujukah anda bila saya katakan kalau mau sukses anda harus berubah? Jika ya, seberapa pentingkah kaitan antara sukses dengan perubahan? Lantas apa sajakah manfaat dari perubahan itu? Untuk lebih jelasnya silahkan baca tulisan ini selengkapnya :-)
Pada dasarnya kehidupan ini adalah rangkaian perubahan yang tidak pernah berhenti. Sejak bayi, balita, remaja, dewasa hingga tua perubahan adalah suatu hal yang pasti dan niscaya yang selalu mengiringi hari - hari kita. Tidak ada yang tetap di dunia ini. "Everything is changing." Segalanya berubah. Itu pasti. Karena itu tidak heran jika seorang filosof terkenal yang bernama Heraclitus pernah berkata bahwa "Tidak ada yang tetap selain perubahan itu sendiri!"
Hal ini juga berlaku dalam hal kesuksesan. Agar sukses kita perlu senantiasa belajar untuk merubah diri, memperbaiki diri, merombak dan meningkatkan kualitas diri hari demi hari. Karena sukses itu erat kaitannya dengan perubahan.
Perlu anda tahu bahwa perubahan itu tidak selamanya membawa kepada perbaikan. Tetapi perbaikan tidak akan pernah ada jika tidak ada perubahan. Inilah salah syarat untuk bisa tetap bertahan di tengah dunia yang selalu berubah. Apalagi jika kita ingin bergerak maju memimpin perubahan. Anda tidak punya pilihan selain harus terus belajar, berubah dan KEEP ACTION.
Ingat rumus sederhana ini :
BELAJAR + BERUBAH + KEEP ACTION = SUKSES
Dunia berubah dengan sangat cepat dan banyak hal diganti oleh sesuatu yang sama sekali baru. Sekadar ilustrasi, teknologi video tape yang dikembangkan hampir 100 tahun sempat merajai pasar selama beberapa tahun. Tetapi begitu keluar teknologi VCD dalam empat tahun video tape punah. Demikian juga dengan pager. Teknologi ini sempat merajalela sebelum tahun 1990 tetapi sekarang sudah punah.
Karena itu, jika anda tidak berubah di tengah dunia yang senantiasa berubah, bersiap - siaplah untuk ikut punah!
Oleh karena itu, amat penting bagi kita untuk senantiasa mempersiapkan diri menyongsong setiap perubahan. Caranya? Terus mengupdate pengetahuan, wawasan dengan terus belajar dari yang terbaik. Belajar untuk berubah menjadi pribadi yang lebih berkualitas setiap hari dengan selalu TAKE ACTION. Jika anda terus konsisten melakukan ini 1 % lebih baik dari hari ke hari, saya jamin hidup anda tidak akan pernah sama lagi dan perubahan yang ada akan membawa anda ke puncak kesuksesan.
Sahabat blog motivasi sukses, beranikah anda untuk terus belajar menyongsong setiap perubahan? Mari sama - sama berubah menjadi yang terbaik!
By Arif Gunawan http://motivasi-arif.blogspot.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:19:00 AM
  |
|
|
|
| Sunday, February 08, 2009
|
|
Talenta Dan Karakter Pribadi
|
Kebaikan adalah bentuk khusus dari kebenaran dan keindahan. Ia adalah kebenaran dan keindahan dalam bentuk perilaku manusia. - H.A. Overstreet -
Seringkali seseorang lebih mengandalkan kecerdasan dan talentanya untuk meraih keberhasilan dalam karier maupun dunia bisnis. Sesungguhnya untuk menggapai kesuksesan dalam pekerjaan dan bisnis, bukan hanya diperlukan kecerdasan dan telenta yang kuat semata, melainkan juga harus ditambahkan memiliki karakter yang baik.
Memiliki kecerdasan dan talenta yang kuat semata, meskipun mungkin dapat mendukung keberhasilannya, namun belum menjamin keberhasilan yang penuh makna dan memberikan kemuliaan seseorang. Sebaliknya seseorang yang memiliki kecerdasan dan talenta yang kuat, serta didukung dengan karakter yang baik, keberhasilannya akan memberikan makna dan memuliakannya. Karena kekuatan kebaikannya tidak akan pernah bisa disembunyikan dari siapa pun. Karena kekuatan kebaikannya akan memancar keluar dan menarik banyak peluang-peluang bagus dan kemudahan mendekat.
Manusia yang berkarakter baik, artinya mereka memiliki keindahan dalam perilaku dan kebenaran dalam tindakan. Karena kebaikan itu sangat berhubungan erat dengan keindahan perilaku manusia. Karenanya selain memiliki talenta dan kecerdasan, berlakulah baik, bertindaklah mulia agar kekuatan kebaikannya memancar dari diri Anda.
Dalam praktik nyatanya dalam kehidupan pekerjaan dan bisnis misalnya, karakter yang baik dapat tercermin dari senantiasa mengedepankan perilaku kejujuran, bisa dipercaya, memiliki ketekunan, memiliki kepedulian atau empati, kerjasama yang baik, bertanggung jawab dan mengembangkan sifat-sifat kemuliaan yang bersumber dari dalam hatinya.
Cara terbaik dalam membangun kebaikan pribadi adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan yang kita yakini dalam hati dalam setiap perilaku kehidupan. Dengan mengedepankan nilai-nilai kebenaran tentang hal-hal yang kita lakukan. Kalau implementasinya dalam organisasi adalah dengan mengedepankan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran tentang hal-hal yang kita lakukan bersama dengan para anggota organisasi maupun dengan orang lain yg berhubungan dengan organisasi bisnis. Itulah cara terbaik dalam mengembangkan kebaikan pribadi dan dalam memperlakukan orang lain, apakah anggota organisasi, para pemasok, para konsumen maupun kepada calon pelanggan kita.
Untuk menjadi pribadi unggul dan sukses mulia dalam pekerjaan maupun dunia bisnis, teruslah mempertajam kecerdasan, mengasah talenta Anda dan mengembangkan karakter pribadi yang baik. Karena karakter pribadi yang baik kekuatannya tidak dapat disembunyikan dari siapapun. Inilah modal bagi kesuksesan dalam pekerjaan dan berbisnis, bahkan menjadi modal dalam mencapai kemuliaan dalam kehidupan. SEMOGA BERMANFAAT.
Oleh : Eko Jalu Santoso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:23:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, February 06, 2009
|
|
4 Skenario
|
Skenario 1
Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut.
Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk menggoyang-goyangkan kaki.
Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.
Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih," kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.
Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?
Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.
Skenario 2
Sekarang kita beralih kepada skenario kedua.
Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.
Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita.
Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.
Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata,
"Pak, handphone bapak barusan jatuh nih."
Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?
Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut.
Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita).
Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.
Skenario 3
Marilah kita beralih kepada skenario ketiga.
Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta.
Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita. Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita.
"Halo, selamat siang, Pak.
Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang," kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.
Orang yang menemukan handphone kita berkata,
"Oh, ini handphone bapak ya. Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya."
Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui "orang baik" tersebut.
Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.
Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?
Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan?
Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.
Skenario 4
Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.
Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.
Sampai akhirnya kita tiba di rumah.
Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :
"Bapak / Ibu yang budiman.
Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang.
Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya.
Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. "
SMS pun dikirim dan tidak ada balasan.
Kita sudah putus asa.
Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita.
Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya.
Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.
Bagaimana kira-kira perasaan kita?
Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.
Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita.
Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?
Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).
Moral
Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas?
Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.
Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
Kita berikan dia ucapan terima kasih.
Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta.
Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.
Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta.
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.
Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita.
Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.
Ada sebuah hal yang aneh di sini.
Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, siapakah yang paling baik?
Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan?
Dia adalah orang pada skenario pertama.
Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara empat orang di atas.
Manakah orang yang paling tidak baik?
Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita tersebut selama itu.
Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.
Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.
OK, kenapa bisa begitu?
Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap skenario.
Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.
Pada skenario kedua, kita juga belum merasakan kehilangan karena saat itu kita belum sadar, tetapi kita membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.
Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.
Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu.
Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita.
Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.
Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri?
Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.
Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.
Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa.
Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.
Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat bersyukur?
Sebaiknya tidak.
Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada.
Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.
Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh.
Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.
Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan.
Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.
Semoga dapat menjadi renungan dan berguna, untuk dapat membuat hidup lebih bermakna,
Salam pengabdian,
Lion Sumartono Hadi Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:05:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, February 05, 2009
|
|
Tidak Masalah Menjadi Kecap Nomor 2
|
Memang tidak ada kecap nomor 2 di pasar, semua nomor 1. Trik seperti ini digelar tidak saja untuk membuat calon konsumen tergiur, tapi juga sekaligus untuk “menggertak” pesaing agar berfikir 2 kali sebelum terjun ke kancah yang sama. Dan memang bagi yang bernyali kecil, daripada harus berdarah-darah bertarung dengan si nomor 1, lebih baik cari lahan lain yang lebih aman saja.
Tapi tidak bagi yang bermental jawara. Kemarin orang lain boleh muncul sebagai nomor 1 – dan saya nomor 2 --, namun hari ini harus saya yang nomor 1. Kalau hari ini masih orang lain yang nomor 1 – dan saya nomor 2 - besok giliran saya yang nomor 1. Demikian kira-kira falsafah hidup mereka.
Para jawara tidak pernah putus asa, apalagi kalah sebelum berperang. Bagi mereka, nomor 2 berarti peringkat utama dari sederetan penantang. Dan, itu sungguh terhormat. Kenyataannya, sebagian masyarakat justru menaruh respek pada si nomor 2 ini.
Dulu, sewaktu film “The Man From UNCLE” menjadi top box office, David McCallum yang memerankan tokoh nomor 2 Illya Kuryakin, tidak kalah populer dengan pemeran utamanya, Robert Vaughn yang melakonkan tokoh Napoleon Solo.
Jackie Chan, selama bertahun-tahun menjadi nomor 2, karena citranya selalu jatuh di bawah bayang-bayang sang maestro, Bruce Lee. Namun, setelah sadar bahwa ia tidak mungkin menjiplak tokoh idolanya itu, ia berhasil menjadi diri sendiri yang pada akhirnya membuat dirinya sukses, kaya dan populer.
Muhammad Ali malah mungkin belum pantas dianggap nomor 2 ketika berhadapan dengan juara dunia kelas berat Sony Liston, yang telah membunuh sejumlah petinju di atas ring (dalam arti sebenarnya!). Tapi toh ia bisa menang. Demikian juga dengan Evander Hollyfield, sang nomor 2 yang mengkanvaskan si leher beton Mike Tyson.
Pepsi Cola selama puluhan tahun menjadi nomor 2 di mata masyarakat. Namun apakah itu berarti Pepsi kurang populer atau kurang berkualitas? Sama sekali tidak. Pepsi sangat dikenal dan dihormati tidak saja sebagai produk bermutu, tapi boleh dikata ialah yang dinobatkan orang sebagai pesaing terberat Coca Cola.
Apple tidak pernah surut bersaing dengan IBM. Meski diterpa berbagai kesulitan yang menyebabkannya harus jatuh bangun, Apple tetap menjadi salah satu bintang terang di dunia teknologi informasi.
Apa arti semua itu? Tidak lain bahwa, dalam kehidupan ini tidak seyogyanyalah kita merasa kecil. Tidak peduli kita ada di peringkat berapa saat ini, nomor 2 atau 200 sekali pun, itu tidak penting. Yang penting adalah kita saat nanti, saat perjuangan mati-matian telah kita lakukan, maka sedikit atau banyak, kecil atau besar, perubahan pasti terjadi.
Rusman Hakim Pengamat Kewirausahaan Profec’s Entrepreneurial Leadership Center E-mail: rusman@gacerindo.com Portal: http://www.gacerindo.com Blog: http://rusmanhakim.blogspot.com Web: http://www.rusmanhakim.com (under construction) Mobile: 0816.144.2792 Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:48:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, February 04, 2009
|
|
Jangan Menyerah dan Jangan Putus Asa..
|
Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup. Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.
"Tuhan," katanya.
"Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?"
Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.
"Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?".
"Ya," jawab pria itu.
"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi. Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.Tapi Aku tidak menyerah.
"Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah.
"Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu. Tapi Aku tidak menyerah.
Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku tidak menyerah," kataNya.
"Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup. Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, "kata Tuhan kepada pria itu.
"Tahukah kamu, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?"
"Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu."
"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.
"Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah."
"Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi."
"Saya akan menjulang setinggi apa ?" tanya pria itu.
"Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?" tanya Tuhan
"Setinggi yang bisa dicapainya," jawab pria itu.
"Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik, meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu," kata Tuhan.
Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.
Moral Cerita:
- Tuhan mempunyai rencana yang beda-beda untuk masing-masing ciptaan-Nya. Bicara kepada Tuhan membantu kita menyadari tujuan itu.
- Jangan pernah menyesali satu hari pun dari hidup Anda.
- Hari baik memberikan kebahagiaan, hari buruk memberikan pengalaman. Keduanya sangat penting untuk hidup.
- Semua orang pernah mengalami saat-saat ingin menyerah. Jika menghadapi kesulitan atau hambatan dalam hidup, selalu ingat, kita perlu menumbuhkan akar.
- Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa kesulitan, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan. Tapi Dia menjanjikan kekuatan, hiburan untuk kesedihan, dan cahaya untuk menerangi jalan.
Sumber: Anynomous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:35:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, February 03, 2009
|
|
Sukses = Pembelajaran
|
Masih ingat catatan semangat yang berjudul GAGAL = Pembelajaran? Yup, ternyata Sukses itu hanya bisa diraih dengan sikap diri yang terus menerus tanpa henti mau BELAJAR dari apapun, dari siapapun.
Untuk Sahabatku yang berprofesi Sales
Sahabat. Masalah apa yang paling besar dan paling sering diperbincangkan dalam perusahaan tempat kita bekerja? Pejualan. Betul?
Pertama. Apakah sahabat masih menjadikan faktor gaji sebagai ukuran kerja?
Apakah gaji yang sekarang 15 juta setahun itu masih kurang?...:) Bagus jika masih terasa kurang. Itu berarti sahabat masih menginginkan penghasilan yang jauh lebih besar, dan kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Tapi apakah penghargaan dari perusahaan tempat kita bekerja mempengaruhi kualitas kerja kita? Apakah gaji yang sekarang hanya kita pantaskan untuk kualitas kerja yang sekarang, saja?
Kedua. Masihkah sahabat dipusingkan oleh target?
Target, adalah satu cara bagi setiap perusahaan untuk mengukur kemampuan kita (Sales) dalam hal menghasilkan bagi kemajuan perusahaan. Target dibuat dari hasil pertimbangan penjualan yang ada sebelumnya. Target bahkan kadang bersifat Mustahil, dan GILA!
Adakah di antara kita yang diberikan target oleh perusahaan dengan angka yang sangat tinggi? Jika ada, berarti perusahaan, atasan kita menilai kita setinggi target itu. So, katakan pada diri kita ini; berapapun target yang diberikan oleh atasan/perusahan, ambilah target itu sebagai satu cara bagi kita untuk menjadikan diri ini lebih besar dari yang sekarang!
Jika target adalah cara untuk membantu kita menjadi pribadi yang pantas untuk hasil yang lebih baik, maka lakukanlah. Jika target yang dibebankan kepada kita terasa terlalu berat, maka berbagilah beban itu kepada yang Maha Meringankan Beban. Beban itu perlu, karena manusia tanpa beban sama halnya manusia yang lemah. Atasan/Perusahaan yang tidak memberikan Salesnya TARGET yang tinggi sama saja merendahkan kita karena mungkin berarti kita tidak pantas untuk hasil yang LEBIH. So, berbahagialah bagi sahabat yang diberikan TARGET TINGGI dan lakukan yang terbaik dari yang tidak biasa kita lakukan. Lakukan dengan cara yang LUAR BIASA!
Jika TARGET tidak tercapai
Sahabat. Jika target yang diberikan oleh atasan/perusahaan tidak bisa kita penuhi secara baik bukan berarti kita GAGAL. Jadikanlah target adalah acuan bagi kita untuk mencapai hasil yang lebih dari sekarang. Berapapun lantai yang bisa kita capai, berapapun hasil yang bisa kita raih, itulah kualitas diri kita saat ini di tempat kerja kita sekarang. Nikmatilah proses dalam usaha masksimal kerja kita, lalu tunggu hasilnya.
Mungkin yang harus dipertanyakan adalah, apakah kita sudah mengupayakan hasil itu dengan usaha terbaik kita? Jika belum, maka salahkanlah diri kita yang belum melakukannya. Namun jika sudah, maka sahabat sudah berada di jalan yang tepat yang terbaik untuk sahabat. Sukses bukanlah keniscayaan, dia diberikan oleh yang Maha Pemberi kepada hambanya yang selalu berusaha dan berharap kepada yang baik.
GAGAL = Awal KEBERHASILAN
Seorang Sales yang tidak bisa perform di tempat kerjanya, bukan berarti bahwa dia adalah Sales yang buruk, bilamana hasil yang didapatkannya sudah dilakukan dengan usaha terbaik dan semaksimal yang dia bisa. Ketidakmampuan Sales dalam memenuhi target boleh jadi adalah satu cara Alloh yang Maha Mengetahui Rahasia Alam dalam merencanakan keberhasilan hamba-Nya.
Lihat berapa banyak orang yang di pecat, atau mengundurkan diri dari perusahaan tempat dia bekerja lalu dia berhasil, sukses, berkembang lebih cepat dan lebih baik bahkan lebih besar dari empunya Perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya? Apakah tempat kita bekerja sekarang adalah tempat satu-satunya Alloh yang Maha Pemberi memberikan rizki kepada hamba-Nya?
So, ternyata bukanlah target yang tidak bisa kita penuhi yang harus kita takutkan. Namun proses dalam setiap usaha yang kita lakukan apakah sudah yang terbaik atau belum? Jika dalam proses itu sudah dilakukan dengan baik, maka berserah dirilah kepada yang Maha Pemberi. Apapun hasilnya Dialah yang Maha Menentukan segala yang terbaik untuk kita.
Pemimpin yang Baik = GURU yang Baik bagi keberhasilan yang dipimpinnya
Saya memberikan hanya 2 kriteria mengenai seorang Pemimpin.
1. Pemimpin TEGAS
Pemimpin TEGAS adalah seorang Pemimpin yang besar penghargaannya terhadap karyawannya yang berprestasi, juga bersikap TEGAS terhadap yang tidak. Bilamana ada karyawannya yang tidak perform selama masa percobaan, maka dia akan segera meminta karyawannya tersebut untuk resign. Bagaimanapun usaha yang dilakukan oleh karyawannya, semaksimal apapun namun tidak juga menghasilkan baik bagi perusahaan tetap saja tidak menguntungkan.
2. Pemimpin Kompromis
Adalah Pemimpin yang selalu mendahulukan perasaan baik ketimbang logika pemikiran. Jika ada karyawannya yang usahanya maksimal namun tidak juga menghasilkan baik, maka tipe Pemimpin seperti ini biasanya akan memberikan perpanjangan masa percobaan kepada karyawan tersebut dengan beberapa alasan yang baik.
Tipe Pemimpin seperti ini juga lebih melihat jauh ke depan mengenai hal-hal baik dari yang dipimpinnya. Dan biasanya pemimpin seperti ini memiliki banyak teman, karena baginya karyawannya adalah teman dia dalam satu rumah yang sedang diangun untuk menjadi lebih besar dan lebih baik.
Di kriteria manakah sahabat ingin menjadi pemimpin kelak?
Salam dan Senyum, .:MasGagah:. http://www.masgagah80.blogspot.com/
YM: masgagah80
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:59:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, February 02, 2009
|
|
Perubahan,Sikap dan Kesempatan
|
*Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu*
*Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru*
*Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda*
*Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani*
*Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.*
By Mario Teguh Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 3:12:00 PM
  |
|
|
|
|
|