Beranie Gagal Commercial

Aqiqah Saung Domba | Praktis Amanah Santun Sedap











Banner Animasi 250x250



Banner 250x250






Cara Pasang Banner

Donasikan Blog Ini
Beranie Gagal Award
 
Beranie Gagal Partners













Hubungi Kami
Silahkan hubungi kami bila ada saran, kritik, pertanyaan, ingin kirim artikel ataupun tukeran link

Nama
Email
Judul
Pesan

Quote's Of The Day


Visitor since 18 Desember 2006

Web Counter
Web Counter

Statistics




   


Monday, March 21, 2011
Terjebak!
Suatu ketika tersebutlah seorang karyawan muda. Belum lama dia bekerja di salah satu bank swasta terkenal di Jakarta. Di sana dia bekerja di bagian yang suasana kerjanya cukup santai. Tak ada dateline untuk melakukan tugas demi tugasnya. Semua bisa dia pending. Jadi setiap hari dia dapat pulang 'teng-go' alias jam pulang langsung absen.

Setiap hari dia lakukan ini. Apalagi ditambah dengan akses internet yang didapatnya, jadi selama jam kerja dia browsing-browsing. Buka FB, twitter, donlot film, dll. Ah... Nikmatnya dia pikir. Karena dia menerima gaji yang cukup besar dan bisa lakukan itu semua. Tidak seperti teman-teman satu angkatannya yang harus lembur, dll.


Nikmat bukan sepenggal kisah di atas? Bagaimana jika terjadi pada Anda? Uih.. Rebutan kali ya. Ingin sekali seperti karyawan itu. Termasuk saya... Hahahahahaha.

Tapi pasti banyak karyawan yang ingin kerjanya seperti itu. Gaji besar. Pekerjaan boleh dikata hampir tidak ada. Santai. Seperti kerja di rumah sendiri.

Tapi...
Tahukah Anda?
Bahwa semua itu sebenarnya pembodohan terhadap diri Anda.

Iya. Pembodohan besar-besaran. Kenapa? Karena Anda membuang kemampuan Anda yang jauh lebih besar dari hanya seperti itu.

Kemampuan Anda, saya yakin - sama yakinnya seperti Einstein saat mengatakan bahwa manusia hanya menggunakan 5% otaknya, jauh lebih besar dan jauh dapat menghasilkan yang lebih. Dari sisi gaji, jabatan, dan lainnya.

Tapi Anda terpaku pada apa yang menyenangkan saat ini. Apalagi jika Anda baru pertama kali kerja. Ah sungguh memabukkan.

Yah..begitulah memang sifat dari Comfort Zone. Menyenangkan dan memabukkan sehingga membuat kita terlena.

Kemarin saya berbicara dengan salah seorang teman kuliah saya. Kami berbicara tentang pekerjaan kami. Dia sudah pernah pindah kerja. Padahal pekerjaannya dulu seperti yang saya gambarkan. Santai. Banyak waktu luang, dan lain-lain.

Tapi dia pindah ke kantor yang waktu kerjanya sungguh luar biasa sibuknya. Pekerjaannya seperti tak ada habisnya. Bertolak belakang dari yang sebelumnya itu. Ketika ditanya kenapa pindah dia tentunya akan menjawab karena gaji.

Tapi sebenarnya di balik itu, dia merasa dibodohi. Setiap hari seperti itu, dia merasa tidak menggunakan kemampuannya secara maksimal. Dia merasa masih banyak yang bisa dia lakukan. Much much more. Karena itulah dia pindah.

Berani keluar dari Comfort Zone. Itulah yang dia lakukan. Dan hasilnya, selain gaji lebih besar, dia memiliki pengalaman luar biasa. Sekarang dia berhasil memantapkan dirinya menjadi orang yang dapat diandalkan dalam beberapa bidang.

Hal seperti itu pula yang mendorong seorang Tantowi Yahya berani berpindah-pindah profesi berkali-kali. Dengan motivasi utama meninggalkan kemiskinan yang dialaminya sejak kecil, dia berpindah kerja walau posisinya sudah cukup oke dan menerima kerja dengan gaji jauh di bawah.

Dan saat posisinya kembali meningkat dia meninggalkannya dan memulai karir di bidang entertain. Dan saat menjadi MC dengan bayaran termahal pun dia meninggalkannya dan menjadi anggota DPR.

Comfort Zone baginya hanyalah sebuah mimpi memabukkan. Dia meyakini bahwa dirinya mampu menghasilkan lebih dari yang ada sekarang ini. Bisa menggapai lebih.

Dengan keyakinan itulah dia meninggalkan Comfort Zone itu berkali-kali dan akhirnya dia sukses seperti sekarang ini.

Kawan,
Saya tidak berusaha meracuni kalian untuk meninggalkan kerja dan lepas dari Comfort Zone dengan tulisan ini.

Tulisan ini saya buat hanyalah sebagai cara saya sharing atas apa yang saya dapatkan. Saya pribadi saat ini sedang memasuki comfort zone yang sangat memabukkan. Dan tulisan ini sebenarnya juga sebagai pengingat bagi saya untuk menyadarinya. Agar tidak terlena.

Dan pesan saya adalah jika ingin meninggalkan Comfort Zone itu, kita pun harus punya taktik dan juga rencana. Tidak blasss begitu saja. Harus punya strategi.

NB:
Saya mohon maaf atas kesalahan dalam penulisan dan saya, sekali lagi, hanyalah belajar dalam menulis ini. Mohon maaf jika ada kekurangan dan ditunggu kritik dan sarannya.


Best Regards,
Febriyan Lukito
posted by Ryan - Dodi @ 9:30:00 AM  
2 Comments:
Post a Comment
<< Home
 

©2006- Beranie Gagal


Inilah Kami


Nama: Ryan - Dodi
Kota: Depok, Jawa Barat, Indonesia
Tentang Kami:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hi Succesor call Us Dodi dan Ryan, Kami Berdua adalah salah satu dari kalian semua yang datang kesini. Kami hanyalah pejuang-pejuang yang mencoba untuk mewujudkan satu persatu cita-cita kami mejadi kenyataan. Sudah lama kami sangat menyenangi artikel-artikel motivasi yang akan dan selalu membuat kami optimis dan bahagia dalam menapaki satu persatu anak-anak tangga yang akan mengantarkan kami ke dalam dunia kesuksesan. Untuk itu kami sangat berharap kebahagian kami ini dapat kami bagi kepada teman-teman semua dengan meramu blog ini menjadi semacam arena rekreasi soul and mind teman-teman semua, sehingga setiap kali teman-teman keluar dari blog ini maka akan ada semangat baru yang mengiringi langkah teman-teman dalam menjalani kehidupan.

Satu kalimat yang selalu kami usung :

"Kesuksesan itu bukan hanya dari banyaknya harta akan tetapi berapa banyak yang telah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan"

Salam sukses dari kami!

Walaikumsalam Wr Wb.

Lihat profil lengkap kami

Online






Sekarang jam berapa ya?

Artikel sebelumnya

Arsip artikel

Cari Artikel @ Beranie Gagal





 Berlangganan Artikel @
 Beranie Gagal

Masukkan email anda di sini, bila ada postingan baru di blog kami otomatis akan ke kirim ke email anda :


 Daftar Lewat RSS
E-book Beranie Gagal

Download Beranie Gagal
Versi PDF



Situs Mitra

Shout it out!




Help us to spread the world





Silahkan copy & paste kode banner di dalam box untuk di pasang di website atau blog anda
Terms
  • Boleh mengutip tulisan-tulisan dari blog kami, asal disebutkan sumbernya.
  • Dipersilahkan bagi yang hendak me-link blog kami. Tak perlu minta ijin. Justru kami akan berterima kasih.