Beranie Gagal Commercial

Aqiqah Saung Domba | Praktis Amanah Santun Sedap











Banner Animasi 250x250



Banner 250x250






Cara Pasang Banner

Donasikan Blog Ini
Beranie Gagal Award
 
Beranie Gagal Partners













Hubungi Kami
Silahkan hubungi kami bila ada saran, kritik, pertanyaan, ingin kirim artikel ataupun tukeran link

Nama
Email
Judul
Pesan

Quote's Of The Day


Visitor since 18 Desember 2006

Web Counter
Web Counter

Statistics




   


Sunday, January 16, 2011
Habiskan Jatah Gagalmu!
Apa yang akan Anda lakukan seandainya Anda diberikan jatah makanan sebanyak lima piring nasi? Kira-kira, jumlah itu sudah cukup untuk Anda, terlalu banyak ataukah kurang?

Andai terlalu banyak, apakah Anda memang harus menghabiskan semuanya? Bila kurang, apakah Anda tidak bertanya kepada diri sendiri, jangan-jangan memang diri Anda terlalu rakus?

Anda mungkin akan berpikir lagi, bisa jadi jatah itu sudah cukup bagi Anda. Jatah itu sudah sesuai. Kalau Anda memakan lebih daripada jatah itu, ada kemungkinan Anda akan mengalami masalah, misalnya: perut kembung, lemas dan menjadi cepat mengantuk. Tentu hal itu akan mengganggu. Jika Anda memakan kurang dari jumlah itu, maka Anda mungkin akan merasa kelaparan dan tidak akan cukup energi yang dibutuhkan gerak dan kerja Anda. Jatah itu sudah diperhitungkan. Nah, seperti itulah prinsip dari jatah Anda dan masing-masing orang.

Sekarang, bagaimana kalau kita berbicara mengenai kegagalan? Sepertinya kata ini sudah menjadi momok bagi banyak orang. Kegagalan dianggap sebagai sesuatu yang mengerikan, menakutkan, menyeramkan, bahkan menjijikkan. Sebegitu buruknya kata tersebut hingga kita berharap tidak bertemu dengannya. Kita ingin hidup kita selalu berhasil dan tanpa kegagalan. Persepsi ini sungguh sangat salah dan menyalahi kodrat kita sebagai manusia. Kalau ada yang selalu berhasil dan tidak pernah gagal, maka itu adalah Tuhan Yang Mahakuasa. Manusia adalah makhluk yang lemah dan tidak berdaya tanpa kuasa dari Tuhan. Jadi, manusia pasti akan menemui kegagalan, bagaimanapun bentuk, waktu dan keadaannya.

Dalam masyarakat kita, seseorang yang gagal seringkali dianggap sebelah mata. Seolah-olah dia adalah manusia hina. Oleh karena itu, kita mungkin sering mengolok-ngoloknya. Mungkin pula kita berbuat seperti itu karena kita "sayang" kepadanya. Kita kasihan kepada orang yang gagal dalam bisnis sehingga uangnya habis. Kita kasihan kepada orang yang mengalami kegagalan dalam rumah tangganya.

Ah, benarkah kita kasihan terhadap mereka? Lalu kita mengatakan untuk menyudahi usahanya, daripada gagal lagi. Apakah itu termasuk nasihat? Jangan-jangan, yang kita keluarkan itu bukan kalimat nasihat, melainkan justru racun! Ya, racun yang membuat mereka terus berpikir tentang kegagalannya. Meratapi nasib. Menyalahkan orang lain. Bahkan menyalahkan Tuhan. Membuat mereka berpikir ulang untuk bangkit lagi karena siapa tahu kegagalan yang lebih besar memang benar akan ditemui. Akhirnya, daripada bertemu dengan kegagalan, lebih baik tidak melakukan apa-apa. Tidak ada risiko. Semuanya aman-aman saja.

Padahal, jika dihubungkan dengan jatah seperti yang dibahas di awal tadi, kita ini sebagai manusia sebenarnya sudah diberikan jatah kegagalan oleh Tuhan. Ada yang banyak, ada pula yang sedikit. Tuhan Maha Adil. Jatah kegagalan diberikan sesuai dengan kemampuan masing-masing orang. Tidak ada kedholiman dalam hal itu.

Jadi, bila kita suatu saat menemui kegagalan, lebih baik kita berpikir positif saja. Ini kegagalanku yang keberapa? Jika kita merasa masih sedikit mengalami kegagalan dan sadar akan jatah kegagalan kita, maka kita akan terus mencari kegagalan kita. Kita tidak perlu risau dalam hal ini. Lebih positif dan dahsyatnya lagi, kita malah akan penasaran, berapakah kita diberikan jatah kegagalan itu? Wah, luar biasa dahsyat! Kita akan terus bangkit, tanpa terlalu dipedulikan dengan omongan orang lain tentang kegagalan kita. Kita sudah ada jatah gagalnya. Kalau makin banyak jatahnya, maka sebenarnya kita ini adalah manusia yang luar biasa berkualitas, hebat dan dahsyat. Bukankah orang hebat dan dahsyat itu sanggup melalui masalah-masalahnya? Sanggup pula melewati kegagalan-kegagalannya?

Sampai di sini, marilah kita terus bangkit, berjalan dan selalu bersemangat dalam menjalani setiap napas kehidupan. Kita harus siap untuk mencari kegagalan-kegagalan kita dan siap pula untuk menghadapinya. Habiskanlah jatah kegagalan kita dan nikmatilah hidup ini!


Rizky Kurnia Rahman
Pegawai Organik Sekretariat KPU Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara
posted by Ryan - Dodi @ 10:27:00 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 

©2006- Beranie Gagal


Inilah Kami


Nama: Ryan - Dodi
Kota: Depok, Jawa Barat, Indonesia
Tentang Kami:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hi Succesor call Us Dodi dan Ryan, Kami Berdua adalah salah satu dari kalian semua yang datang kesini. Kami hanyalah pejuang-pejuang yang mencoba untuk mewujudkan satu persatu cita-cita kami mejadi kenyataan. Sudah lama kami sangat menyenangi artikel-artikel motivasi yang akan dan selalu membuat kami optimis dan bahagia dalam menapaki satu persatu anak-anak tangga yang akan mengantarkan kami ke dalam dunia kesuksesan. Untuk itu kami sangat berharap kebahagian kami ini dapat kami bagi kepada teman-teman semua dengan meramu blog ini menjadi semacam arena rekreasi soul and mind teman-teman semua, sehingga setiap kali teman-teman keluar dari blog ini maka akan ada semangat baru yang mengiringi langkah teman-teman dalam menjalani kehidupan.

Satu kalimat yang selalu kami usung :

"Kesuksesan itu bukan hanya dari banyaknya harta akan tetapi berapa banyak yang telah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan"

Salam sukses dari kami!

Walaikumsalam Wr Wb.

Lihat profil lengkap kami

Online






Sekarang jam berapa ya?

Artikel sebelumnya

Arsip artikel

Cari Artikel @ Beranie Gagal





 Berlangganan Artikel @
 Beranie Gagal

Masukkan email anda di sini, bila ada postingan baru di blog kami otomatis akan ke kirim ke email anda :


 Daftar Lewat RSS
E-book Beranie Gagal

Download Beranie Gagal
Versi PDF



Situs Mitra

Shout it out!




Help us to spread the world





Silahkan copy & paste kode banner di dalam box untuk di pasang di website atau blog anda
Terms
  • Boleh mengutip tulisan-tulisan dari blog kami, asal disebutkan sumbernya.
  • Dipersilahkan bagi yang hendak me-link blog kami. Tak perlu minta ijin. Justru kami akan berterima kasih.