Beranie Gagal Commercial

Aqiqah Saung Domba | Praktis Amanah Santun Sedap











Banner Animasi 250x250



Banner 250x250






Cara Pasang Banner

Donasikan Blog Ini
Beranie Gagal Award
 
Beranie Gagal Partners













Hubungi Kami
Silahkan hubungi kami bila ada saran, kritik, pertanyaan, ingin kirim artikel ataupun tukeran link

Nama
Email
Judul
Pesan

Quote's Of The Day


Visitor since 18 Desember 2006

Web Counter
Web Counter

Statistics




   


Wednesday, August 18, 2010
Mari Belajar Pada Lance Armstrong
"Jika saya masih bisa bergerak, artinya saya tidak sakit."
-- Lance Armstrong, pembalap Amerika Serikat, juara Tour de France 1999-2005

VONIS itu bak gledek di siang hari. Oktober 1996, dokter menyatakan Lance Armstrong positif mengidap kanker testis. Padahal sebagai pembalap sepeda profesional, karirnya lagi kinclong-kinclongnya di pucuk kesuksesan. Kontrak dengan tim balap Perancis baru saja diteken. Nilainya, wow, fantastis, dua tahun dia dibayar 2,5 juta dolar AS.

Namun, testisnya memang sudah membengkak sebesar buah jeruk. Dia pun muntah darah. Lebih membahayakan lagi, menurut diagnosis dokter, kanker itu sudah menjalar ke paru-paru dan otak. Operasi darurat pun dijadwalkan saat itu juga. Dokter mengatakan kepadanya bahwa persentase berhasil untuk hidup adalah 50%. Angka manipulasi sebenarnya. Dalam hitungan secara medis, diketahui harapan hidup Armstrong saat itu sesungguhnya tinggal 3%. Jangankan mendengar 3%, mendengar 50% saja jantung serasa mau copot. Siapa pun tentu akan lemas mendengar pengumuman itu.


Tapi, Armstrong tidak. Meski merasakan sakit yang luar biasa, namun dia tetap tegar. Armstrong berpacu dengan waktu. Baginya, penyakit kanker ibaratnya sebuah perlombaan. Ia harus menjalani operasi untuk menghilangkan kanker dan kemoterapi yang dilakukannya selama berbulan-bulan. Kanker membuat Armstrong ambruk. Pembalap tangguh itu kini lemah tak berdaya. Untuk mengayuh sepeda keliling halaman rumahnya saja ia tak mampu. Namun, dia tetap menjalani proses penyembuhannya dengan kukuh. Tanpa mengeluh. Satu harapannya, dia ingin sembuh total. Dan ia percaya itu. Kemoterapi pun selesai dilakukan, dan ajaib, kanker yang dideritanya hilang.

Siapa saja yang mengikuti kisah Armstrong pasti akan jatuh kagum. Semua itu merupakan hasil didikan yang keras. Mentalnya sudah ditempa sejak muda. Ia dididik oleh seorang ibu yang pekerja keras. Ibunya pernah mendapati Armstrong berhenti di tengah jalan karena kelelahan dalam lomba triathlon. Sang Ibu memarahinya, "Kamu tidak boleh berhenti meskipun harus berjalan." Armstrong pun menyelesaikan lomba itu hingga garis finish.

Keputusan besar dilakukan Armstrong setelah dinyatakan sembuh: dia kembali mengayuh sepeda. Banyak orang yang ragu tentu saja. Bersepeda bukan olahraga ringan. Butuh stamina fisik yang prima dan kuat. Tapi lagi-lagi dia menganggap sebagai tantangan yang harus ditaklukkan. Dia berlatih. Bahkan lebih keras dan lebih keras lagi. Ia pun berlatih bersepeda dengan mendaki ke atas puncak pegunungan. Ia mampu.

Ketika saat ia merasa sudah benar-benar pulih, pada 1999, Armstrong siap untuk mengikuti segala jenis lomba. Saat yang bersamaan, istrinya pun hamil. Terapi kesuburan menuai hasil. Padahal sebelumnya gara-gara kanker itu pulalah, dia divonis mandul. Hasilnya tak terkira. Lima bulan berselang, untuk pertamakalinya, Armstrong berhasil menjuarai Tour de France pada 1999. Dia pun menjadi raja tur paling terkenal sejagat itu. Berturut-turut, selama tujuh tahun, hingga 2005, dia selalu tampil di podium pemenang.

Setelah itu, dia benar-benar mundur. Tapi dia tidak sepenuhnya lengser. Pengalaman dirinya menghadapi penyakit kanker memberinya inspirasi untuk mendirikan Yayasan Lance Armstrong. Dan pada tahun 2004, ia mengembangkan Gelang Livestrong sebagai upaya meningkatkan kesadaran bagi para korban kanker.

Armstrong telah mengajarkan kepada banyak orang, ketika melawan kanker, ia mengalahkan musuh terbesar kehidupan, yakni keputus-asaan. Setiap orang boleh gagal, tapi jangan pernah berputus asa. Penyakit kanker yang dideritanya dijadikan pengalaman hidup yang tak ternilai. Pantang menyerah pada keadaan membuat dirinya mampu bertahan hidup dengan mengagumkan dan melewati berbagai rintangan untuk meraih gelar juara.

"Jika Anda meminta saya untuk memilih menang di Tour de France atau dari kanker, saya akan memilih menang dari penyakit itu. Karena itu adalah kemenangan saya sebagai manusia, pria, suami, anak, dan ayah," kata Armstrong.

Armstrong memberikan pelajaran penting. Jangan pernah menyerah dalam kehidupan. Seberapa pun beratnya.

Oleh: Sonny Wibisono
posted by Ryan - Dodi @ 11:02:00 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 

©2006- Beranie Gagal


Inilah Kami


Nama: Ryan - Dodi
Kota: Depok, Jawa Barat, Indonesia
Tentang Kami:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hi Succesor call Us Dodi dan Ryan, Kami Berdua adalah salah satu dari kalian semua yang datang kesini. Kami hanyalah pejuang-pejuang yang mencoba untuk mewujudkan satu persatu cita-cita kami mejadi kenyataan. Sudah lama kami sangat menyenangi artikel-artikel motivasi yang akan dan selalu membuat kami optimis dan bahagia dalam menapaki satu persatu anak-anak tangga yang akan mengantarkan kami ke dalam dunia kesuksesan. Untuk itu kami sangat berharap kebahagian kami ini dapat kami bagi kepada teman-teman semua dengan meramu blog ini menjadi semacam arena rekreasi soul and mind teman-teman semua, sehingga setiap kali teman-teman keluar dari blog ini maka akan ada semangat baru yang mengiringi langkah teman-teman dalam menjalani kehidupan.

Satu kalimat yang selalu kami usung :

"Kesuksesan itu bukan hanya dari banyaknya harta akan tetapi berapa banyak yang telah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan"

Salam sukses dari kami!

Walaikumsalam Wr Wb.

Lihat profil lengkap kami

Online






Sekarang jam berapa ya?

Artikel sebelumnya

Arsip artikel

Cari Artikel @ Beranie Gagal





 Berlangganan Artikel @
 Beranie Gagal

Masukkan email anda di sini, bila ada postingan baru di blog kami otomatis akan ke kirim ke email anda :


 Daftar Lewat RSS
E-book Beranie Gagal

Download Beranie Gagal
Versi PDF



Situs Mitra

Shout it out!




Help us to spread the world





Silahkan copy & paste kode banner di dalam box untuk di pasang di website atau blog anda
Terms
  • Boleh mengutip tulisan-tulisan dari blog kami, asal disebutkan sumbernya.
  • Dipersilahkan bagi yang hendak me-link blog kami. Tak perlu minta ijin. Justru kami akan berterima kasih.