Beranie Gagal Commercial

Aqiqah Saung Domba | Praktis Amanah Santun Sedap











Banner Animasi 250x250



Banner 250x250






Cara Pasang Banner

Donasikan Blog Ini
Beranie Gagal Award
 
Beranie Gagal Partners













Hubungi Kami
Silahkan hubungi kami bila ada saran, kritik, pertanyaan, ingin kirim artikel ataupun tukeran link

Nama
Email
Judul
Pesan

Quote's Of The Day


Visitor since 18 Desember 2006

Web Counter
Web Counter

Statistics




   


Wednesday, June 30, 2010
Paradoks-paradoks Kewirausahaan
Memimpin dan mengelola bisnis memang selalu berada dalam ketegangan dua kutub paradoksal. Keduanya – mengelola dan memimpin – cuma bersifat paradoksal, bukan kontradiktif, jadi tak perlu dipertentangkan. Malah saling melengkapi dan perlu dipraktekkan sesuai konteks realitas bisnis yang dinamis.

Beberapa di antara paradox itu berhasil diidentifikasi oleh Prof. Jeffry A. Timmons & Stephen Spinelli dari Babson College (bukunya: New Venture Creation, Entrepreneurship for the 21st Century, 2004/2008) :

- Pertama-tama perlu dicamkan bahwa pada dasarnya orang tidak mau diatur, mereka mau dipimpin! Apalagi tatkala timnya terdiri dari orang terpelajar, di mana mereka Anda tuntut untuk berani mengambil keputusan (yang berarti ada resiko) dalam kepemimpinan mereka. Ini prinsip kepemimpinan wirausaha.

- Suatu peluang tidak potensial bisa menjadi suatu peluang sangat potensial. Kisah awal bisnis teh-botol dan air minum dalam kemasan (Aqua) adalah studi kasus yang persis menggambarkan paradoks ini. Awalnya dikira tak berprospek, tapi sejarah telah membuktikan sebaliknya. Kisah Kolonel Sanders yang berkeliling ke ratusan (bahkan ribuan, katanya) restoran demi menawarkan resep ayam goreng, pada awalnya ditolak lantaran dianggap mengada-ada (mereka tak percaya bisnis ini ada prospeknya!). Namun saat ini, hampir setiap kita pernah ke Kentucky Fried Chicken.

- Untuk dapat uang, Anda harus lebih dulu kehilangan uang. Artinya tentu investasi, penanaman modal. Seperti metafora menanam bibit kecil, yang selang beberapa waktu baru akan tumbuh, dan tetap perlu dirawat sehingga pada gilirannya nanti berbuah lebat.

- Untuk menciptakan (membangun) kekayaan, Anda harus merelakan kekayaan. Ini soal komitmen, sebagai pribadi sekaligus pemilik. Dengan memberi insentif dan membagi bonus buat tim yang berprestasi – walaupun konsekuensinya mengurangi jatah deviden – Anda telah memotivasi para pemangku kepentingan (stakeholders)
bekerja keras memperbesar kue (profitabilitas).

- Supaya berhasil, Anda harus merasakan kegagalan. Kegagalan merupakan hal biasa bagi wirausahawan, asal jangan berhenti di situ. Ia harus belajar dari pengalaman dan bangkit lagi dengan semangat yang disertai kebijaksanaan baru.

- Berwirausaha perlu pemikiran, persiapan, dan perencanaan cukup panjang. Namun kewirausahaan juga suatu kegiatan spontan. Perubahan teknologi, pasar dan persaingan bersifat dinamis dan kerap sulit ditebak. Namun toh kita mesti mencoba menggambarkan dan memperkirakan masa depan. Hanya, sadarilah bahwa rencana bisnis bisa saja telah usang persis ketika ia selesai dicetak dan dijilid rapih. Wirausaha adalah proses kreatif, bangunlah kebiasaan berencana dan bereaksi sejalan dengan alternatif yang ada, menggabungkan pikiran dan isi hati.

- Kreativitas dan daya inovasi harus dilandasi tekad dan disiplin kuat. Justru disiplin dan tekad kuat adalah fondasi kreativitas dan daya inovasi, sebab tanpa tekad dan disiplin tak ada jaminan orang untuk berani ambil resiko.

- Berwirausaha menuntut kemampuan bertindak cepat, namun juga kesabaran dan kesetiaan. Waspadalah, ketika perusahaan lain memperluas bisnisnya, bukan berarti Anda perlu latah. Pelajari konteksnya, karena mungkin saja dengan fokus (setia) pada bisnis inti, Anda malah tumbuh lebih cepat dan solid.

- Bila perusahaan jadi besar, teratur, disiplin dan terkontrol, maka semakin kecil kemungkinan Anda bisa menentukan masa depan. Kewirausahaan menuntut fleksibilitas dan strategi yang ringkas dan cepat. Kontrol berlebihan dan obsesi terhadap keteraturan akan mematikan semangat kewirausahaan. Pemeo pebisnis adalah seperti pembalap formula satu: tatkala saya merasa nyaman artinya saya terlalu pelan!

- Untuk meningkatkan nilai perusahaan jangka panjang, Anda harus mengorbankan keuntungan jangka pendek. Demi meningkatkan nilai perusahaan, perlu investasi terus menerus ke orang, produk, layanan, dan sistem pendukung, artinya mengorbankan keuntungan sesaat.

Bersiaplah untuk sukses!

Oleh: Andre Vincent Wenas
posted by Ryan - Dodi @ 11:03:00 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 

©2006- Beranie Gagal


Inilah Kami


Nama: Ryan - Dodi
Kota: Depok, Jawa Barat, Indonesia
Tentang Kami:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hi Succesor call Us Dodi dan Ryan, Kami Berdua adalah salah satu dari kalian semua yang datang kesini. Kami hanyalah pejuang-pejuang yang mencoba untuk mewujudkan satu persatu cita-cita kami mejadi kenyataan. Sudah lama kami sangat menyenangi artikel-artikel motivasi yang akan dan selalu membuat kami optimis dan bahagia dalam menapaki satu persatu anak-anak tangga yang akan mengantarkan kami ke dalam dunia kesuksesan. Untuk itu kami sangat berharap kebahagian kami ini dapat kami bagi kepada teman-teman semua dengan meramu blog ini menjadi semacam arena rekreasi soul and mind teman-teman semua, sehingga setiap kali teman-teman keluar dari blog ini maka akan ada semangat baru yang mengiringi langkah teman-teman dalam menjalani kehidupan.

Satu kalimat yang selalu kami usung :

"Kesuksesan itu bukan hanya dari banyaknya harta akan tetapi berapa banyak yang telah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan"

Salam sukses dari kami!

Walaikumsalam Wr Wb.

Lihat profil lengkap kami

Online






Sekarang jam berapa ya?

Artikel sebelumnya

Arsip artikel

Cari Artikel @ Beranie Gagal





 Berlangganan Artikel @
 Beranie Gagal

Masukkan email anda di sini, bila ada postingan baru di blog kami otomatis akan ke kirim ke email anda :


 Daftar Lewat RSS
E-book Beranie Gagal

Download Beranie Gagal
Versi PDF



Situs Mitra

Shout it out!




Help us to spread the world





Silahkan copy & paste kode banner di dalam box untuk di pasang di website atau blog anda
Terms
  • Boleh mengutip tulisan-tulisan dari blog kami, asal disebutkan sumbernya.
  • Dipersilahkan bagi yang hendak me-link blog kami. Tak perlu minta ijin. Justru kami akan berterima kasih.