Beranie Gagal Commercial

Aqiqah Saung Domba | Praktis Amanah Santun Sedap











Banner Animasi 250x250



Banner 250x250






Cara Pasang Banner

Donasikan Blog Ini
Beranie Gagal Award
 
Beranie Gagal Partners













Hubungi Kami
Silahkan hubungi kami bila ada saran, kritik, pertanyaan, ingin kirim artikel ataupun tukeran link

Nama
Email
Judul
Pesan

Quote's Of The Day


Visitor since 18 Desember 2006

Web Counter
Web Counter

Statistics




   


Wednesday, April 14, 2010
Mari Kita Lepaskan Gendongan Masa Lalu
Di suatu pondok pesantren, Amin dan Aman adalah dua orang santri yang dinyatakan selesai mempelajari ilmu yang dimiliki Romo Gurunya.

Sang Romo Guru meminta Amin dan Aman untuk meneruskan belajar ilmu agama ke Pesantren NurCahaya dengan Kiai Tulen.

Karena Pesantren NurCahaya berada di atas bukit, Amin dan Aman harus berjalan kaki menuju pesantren tersebut.

Dalam perjalanan nantinya mereka akan melewati jurang, sungai dan beberapa desa. Setelah berpamitan dengan Romo Guru, Amin dan Aman memulai perjalanan. Dengan riang gembira selepas shalat dhuha mereka melangkahkan kaki ke Pesantren yang kurang lebih 10 km di atas bukit.

Di tengah perjalanan mereka menyebrangi jembatan untuk melewati sungai yang beraliran deras. Ketika asyik melewati jembatan, tiba-tiba Amin dan Aman mendegar jeritan suara wanita meminta tolong. Mereka berdua menyaksikan ternyata ada seorang wanita yang hampir tenggelam.

Tak panjang lebar Amin pun langsung menyeburkan diri ke sungai, padahal si Aman teriak melarangnya. Dengan sigap Amin menarik si wanita tersebut ke pinggir sungai. Setelah sampai di pinggir sungai Aman langsung meminta Amin untuk meninggalkan wanitaitu. "Min cukup sudah. Jangan sampai dirimu meneruskan menyentuh wanita yang belum menjadi hak kamu. Mari kita meneruskan perjalanan. Biarlah dia akan ditolong oleh penduduk desa" kata Aman

Akan tetapi Amin yang tak tega melihat wanitayang pingsan tak berdaya itu, malah memeluk dan menggendong sang wanitaserta membawanya ke desa terdekat. Kontan saja Aman marah dan kecewa kepada Amin.

Setelah memastikan Sang wanita tadi berada dengan penduduk desa untuk mendapatkan pertolongan barulah kemudian Amin menyusul Aman ke Pesantren NurCahaya.

Setibanya di Pesantren Cahaya, kembali Aman memaki Amin.
"Hey Amin, kenapa kamu malah memeluk wanita itu dan menggendongnya. Bukankah dirimu tahu kita tidak sepantasnya memeluk apalagi menggendong wanita yang bukan mahram kita?"
tanya Aman.

Dengan tersenyum Amin menjawab,
"Saudaraku Aman, setahuku, sang wanita itu telah aku lepaskan dan aku tinggalkan di desa seberang, namun mengapa engkau masih memeluk bahkan menggendong wanita itu didalam fikiranmu?"

***

Bagaimana menurut Para Sahabat tentang kisah diatas?

Bisa jadi Kisah tersebut seperti kiasan atas hidup kita saja. Betapa kalau boleh diumpamakan kisah di atas menggambarkan tentang diri kita yang masih menggendong masalah kehidupan masa lalu didalam fikiran kita hingga hari ini.

Mungkin banyak kisah menyedihkan, memalukan atau memilukan yang telah lama terjadi dan bahkan bisa dikatakan telah berlalu dimakan waktu. Akan tetapi sebagian dari diri kita masih membawa peristiwa tersebut seolah masih ada di dalam diri dan terasa karena bisa jadi kita masih menggendongnya hingga hari ini.

Oleh karena itu para sahabat.
Alangkah baiknya ketika kita mau mengikhlaskan semua masa lalu yang kurang menyenangkan dari diri kita.

Mari kita melepaskannya sekarang juga. Agar ia hilang sejenak atau bahkan untuk selamanya. Semoga dengan lepasnya ia dari diri kita membuat hidup kita menjadi ringan dan lebih bahagia agar kita bisa menatap indahnya hari demi hari yang kita lalui dengan senyuman yang mempesona

Semoga artikel sederhana ini memberikan sejumlah manfaat agar Anda semakin semangat beraktifitas di hari yang indah ini

Tetap Semangat
Salam Berbagi senantiasa


A.Setiawan
Life Learner,Trainer & Motivator
http://smileTrainer.co.cc
We Make You Smile in Facing The World
021- 4029 4912 | 08888962555 | YM: listant2000 | FB: Iwan Ketan
posted by Ryan - Dodi @ 9:06:00 AM  
1 Comments:
Post a Comment
<< Home
 

©2006- Beranie Gagal


Inilah Kami


Nama: Ryan - Dodi
Kota: Depok, Jawa Barat, Indonesia
Tentang Kami:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hi Succesor call Us Dodi dan Ryan, Kami Berdua adalah salah satu dari kalian semua yang datang kesini. Kami hanyalah pejuang-pejuang yang mencoba untuk mewujudkan satu persatu cita-cita kami mejadi kenyataan. Sudah lama kami sangat menyenangi artikel-artikel motivasi yang akan dan selalu membuat kami optimis dan bahagia dalam menapaki satu persatu anak-anak tangga yang akan mengantarkan kami ke dalam dunia kesuksesan. Untuk itu kami sangat berharap kebahagian kami ini dapat kami bagi kepada teman-teman semua dengan meramu blog ini menjadi semacam arena rekreasi soul and mind teman-teman semua, sehingga setiap kali teman-teman keluar dari blog ini maka akan ada semangat baru yang mengiringi langkah teman-teman dalam menjalani kehidupan.

Satu kalimat yang selalu kami usung :

"Kesuksesan itu bukan hanya dari banyaknya harta akan tetapi berapa banyak yang telah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan"

Salam sukses dari kami!

Walaikumsalam Wr Wb.

Lihat profil lengkap kami

Online






Sekarang jam berapa ya?

Artikel sebelumnya

Arsip artikel

Cari Artikel @ Beranie Gagal





 Berlangganan Artikel @
 Beranie Gagal

Masukkan email anda di sini, bila ada postingan baru di blog kami otomatis akan ke kirim ke email anda :


 Daftar Lewat RSS
E-book Beranie Gagal

Download Beranie Gagal
Versi PDF



Situs Mitra

Shout it out!




Help us to spread the world





Silahkan copy & paste kode banner di dalam box untuk di pasang di website atau blog anda
Terms
  • Boleh mengutip tulisan-tulisan dari blog kami, asal disebutkan sumbernya.
  • Dipersilahkan bagi yang hendak me-link blog kami. Tak perlu minta ijin. Justru kami akan berterima kasih.