| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Tuesday, December 29, 2009
|
|
Antara Sukses dan Tindakan
|
|
Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak; dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil kosekuensi (Jawaharlal Nehru) Kesuksesan. Semua orang pasti menginginkan kesuksesan. Dengan kesuksesan maka kehidupan akan berubah dan jalan kebahagiaan menjadi begitu mudah diraih. Jika berbicara mengenai kesuksesan maka kita akan mendapati dua orang yang sangat jauh berbeda. Mereka dinamakan pemenang dan pecundang. Perbedaan mendasar antara pemenang dan pecundang adalah tindakan. Pemenang adalah mereka yang melakukan apa yang dikatakan sedangkan pecundang hanya mengatakan apa yang akan mereka lakukan tanpa bertindak. Kalau ditanyakan ke setiap orang apakah mereka menginginkan kesuksesan, pastilah setiap orang orang menjawab YA. Tetapi kalau ditanyakan tindakan apa yang telah mereka lakukan untuk meraih sukses? Jawabannya TIDAK ADA. Kenapa orang tidak berani bertindak? TAKUT. Takut gagal, takut diremehkan, takut tidak ada yang mendukung, dan takut-takut lainnya. Mereka hanya membayangkan hal-hal buruk tanpa pernah memikirkan sebuah peluang untuk berhasil. Ingat selalu bahwa apa yang anda pikirkan akan menjadi kenyataan. Jika anda berpikir sukses maka sukses akan menghampiri Anda. Sebaliknya jika Anda berpikir gagal, kegagalanlah yang akan Anda temui. Kesuksesan hanya bisa diraih dengan melakukan sesuatu. Kesuksesan tidak akan datang jika kita hanya memimpikannya saja. Hanya para pemenang yang berani mengambil tindakan untuk meraih kesuksesan dan mewujudkan impian. Sebuah tindakan pastilah menghasilkan konsekuensi, entah itu keberhasilan atau kegagalan. Saya masih ingat ketika menghadiri seminar di "Action Coach". Di sana ada testimoni bagaimana sebuah peluang untuk mendapatkan sebuah waralaba asing hilang hanya dalam waktu 5 menit. Alasannya sih simple, orang yang bersangkutan keluar sebentar dari ruangan, untuk menelepon temannya untuk menanyakan apakah waralaba ini berpotensi atau tidak. Sebenarnya ia tahu bagaimana besarnya peluang bisnis waralaba, apalagi yang sudah terkenal. Pastinya, menjanjikan keuntungan yang sangat besar. Namun ia takut mengambil tindakan, karena ini berarti akan menghabiskan seluruh tabungannya. Akhir kata, para sahabat, ingatlah selalu bahwa kesuksesan hanya menghampiri para pekerja keras dan tidak akan menghampiri para pemimpi. Take action miracle happen, no action nothing happen. Take Action Now !
Oleh : Ace Ruhyat Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:50:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, December 23, 2009
|
|
Bagaimana saya memecahkan masalah ini
|
|
Si Budi, karyawan sebuah perusahaan manufaktur elektronik baru saja mendapatkan promosi kenaikan golongan tahun ini. Tadinya, hanya seorang “Assiten supervisor”, kini menjadi “Supervisor penuh”. Masa kerjanya sudah lebih dari dua tahun dan kinerjanya yang baik, cukup menjadi alasan mengapa si Manajer memberikan “bonus” berupaka kenaikan golongan di tahun ini. Tetapi, bukan berarti si Budi bisa berleha-leha. Ada banyak project yang dilimpahkan kepadanya, bahkan bulan depan ia telah ditunjuk sebagai “project leader” untuk sebuah proyek peningkatan kualitas produk. Nah, disinilah Budi mengalami beberapa hambatan. Ia tadinya berfikir bahwa menjadi “project leader” hanya perlu komunikasi dan komunikasi. Oh ! Ternyata tidak, banyak hal dilapangan yang tidak sesuai dengan perencanaan yang dibuat bersama tim. Ia harus merumuskan kembali, menganalisa masalah, memperbaiki dan membuat terobosan-terobosan baru. Haiiya…! Dan, Budi berhasil. Apa kuncinya? Budi menggunakan pendekatan P-D-C-A sebagai proses penyelesaian masalah. Dalam bahasa pengendalian kualitas, P-D-C-A dapat diartikan sebagai proses penyelesaian dan pengendalian masalah dengan pola runtun dan sistematis. Secara ringkas, ia berarti: 1. P (PLAN = Rencanakan) Artinya merencanakan SASARAN (GOAL=TUJUAN) dan PROSES apa yang dibutuhkan untuk menentukan hasil yang sesuai dengan SPESIFIKASI tujuan yang ditetapkan. PLAN ini harus diterjemahkan secara detil dan per sub-sistem. 2. D (DO= Kerjakan) Artinya MELAKUKAN perencanaan PROSES yang telah ditetapkan sebelumnya. Ukuran-ukuran proses ini juga telah ditetapkan dalam tahap PLAN. 3. C (CHECK=Evaluasi) Artinya melakukan evaluasi terhadap SASARAN dan PROSES serta melaporkan apa saja hasilnya. 4. A (ACT = Menindaklanjuti) Artinya melakukan evaluasi total terhadap hasil SASARAN dan PROSES dan menindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan. Proses ACT ini sangat penting artinya sebelum kita melangkah lebih jauh ke proses perbaikan selanjutnya. Nah, bagaimana dengan Anda, apakah di perusahaan Anda sudah melakukan hal yang serupa? Selain PDCA, masih banyak lagi problem solving process method yang lain.
Oleh: Nurhadi
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 6:40:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, December 22, 2009
|
|
Fokuslah maka impian kesuksesan sangat dekat dan semakin nyata
|
Setiap manusia bisa menjadi sukses karena sukses itu adalah pilihan untuk kita. Banyak orang yang menginginkan sukses namun tidak banyak orang yang benar-benar bertindak untuk sukses. Diantara mereka yang belum berani bertindak ternyata mereka memiliki kesulitan untuk focus dalam bertindak.
Oleh karena itu mari kita renungkan sejenak, bagaimana kita mengarahkan focus sehingga itu sangat berguna untuk mencapai kesuksesan yang kita impikan.
Fokus membutuhkan tujuan
Bukan focus jika tidak ada tujuan. Oleh karenanya mulai hari ini, tentukan tujuan kesuksesan yang anda tujuan dengan lebih spesifik. Apakah anda ingin sukses dalambentuk mobil pribadi yang baru apakah anda menginginkan sukses itu dalam bentuk Rumah atau jabatan atau apapun yang dapat anda impikan secara jelas dan nyata. Jika tujuan anda belum jelas maka perjelaslah. Karena bola hanya dapat disarangkan menuju gawang menuju GOL jika gawangnya sudah ada.
Fokus membutuhkan keberanian
Untuk mencapai focus membutuhkan keberanian. Karena keberanian ini yang menghasilkan tindakan. Lantas bagaimana keberanian ini dapat dihasilkan?
Diantara cara untuk mencapai keberanian adalah setelah anda mengetahui tujuan. Dengan mengetahui tujuan maka dengan sendirinya keberanian itu akan datang. Karena tujuan menghasilkan motivasi anda untuk mencapainya dan motivasi akan menghasilkan keberanian anda untuk bekerja dan bertindak segera.
Fokus membutuhkan Waktu
Fokus membutuhkan waktu. Tidak ada yang instant dalam kesuksesan begitu pula kefokusan. Anda mungkin akan kehilangan waktu keluarga anda untuk sementara.Anda mungkin akan kehilangan waktu anda untuk bercanda. Namun ketika anda tidak menyisihkan waktu untuk focus dalam kesuksesan anda maka kesuksesan itu tidak pernah ada.
Fokus memiliki Godaan
Ketika anda focus pastinya godaan itu pasti ada. Godaan yang ada disamping anda. Godaan untuk sukses yang lebih dari anda rencanakan. Berhati-hatilah banyak orang yang kehilangan kefokusan karena godaan. Tak jarang dari para pekerja yang kehilangan focus nya untuk mencapai level manajer karena gaji yang tak seberapa di perusahaan yang lainnya, padahal di perusahaan tersebut dia pun harus merintis ulang fokusnya dari bawah. Tak sedikit pula para pebisnis yang belum mencapai kesuksesannya kemudian beralih ke bisnis lainnya karena tergiur dengan euphoria kesuksesan bisnis yang belum dia ketahuinya. Mereka menjual impian dan kefokusan yang telah dibangun untuk euphoria bisnis sesaat. Berhati-hatilah karena kebanyakan godaan ini yang menghancurkan focus kesuksesan anda. Jika ketika anda sudah focus dalamtujuan anda sekarang kemudian anda mendapatkan godaan dari sang Penggoda ,maka renungkan sejenak apakah kita sudah siap untuk menghancurkan semua focus dan rencana yang telah kita curahkan hanya untuk mendapatkan impian dan kesuksesan baru yang ditawarkan sang Penggoda tersebut.
Fokus memiliki Pengorbanan
Kesuksesan membutuhkan pengorbanan. Dan focus sebagai tool awal untuk sukses pun juga memiliki pengorbanan. Tidak sekedar waktu, dan konsentrasi fikiran semata yang kita korbankan. Namun juga keikhlasan untuk kehilangan sejenak impian-impian lainnya dari fikiran kita dari impian yang sudah kita rencanakan. Jangan sampai impian lain di dalam fikiran membuyarkan kefokusan yang sudah kita rencanakan. Ikhlaskan semua. Sehingga kita semakin focus kepada impian yang telah kita rencanakan.
Sahabat semua,
Kefokusan begitu sederhana. Yang kita butuhkan hanyalah konsentrasi penuh kepada tujuan kita. Sehingga kita berdoa ,bekerja dan kemudian berdoa kembali agar tujuan tersebut dapat kita raih. Sesederhana itu kefokusan. Sedangkan hal yang tadi dipaparkan adalah cara untuk membangkitkan kefokusan dari dalamdiri kita sendiri. Karena kefokusan berasal dari dalam diri maka semua kendali ada di hati dan fikiran kita masing-masing. Ketika focus kita hancur dan impian kita tidak berhasil didapatkan maka sadarilah bukan orang lain yang menghancurkan focus kita,namun kitalah yang tergoda untuk menghancurkan focus kita sendiri, karena focus itu berasal dari diri kita dan bukan dari orang lain.
Semoga tulisan sederhana ini memberikan banyak manfaat untuk kita semua.
Selamat berakhir pekan dan Salam berbagi senantiasa dari saya, Iwan Ketan.
A.Setiawan Keep on Smile to Face the World Life Learner,Trainer & Motivator Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:20:00 PM
  |
|
|
|
| Monday, December 14, 2009
|
|
Makna Persahabatan
|
Sahabat yang luar biasa, beberapa saat yang lalu, saya menerima undangan dari Mayjen Bambang Suranto untuk memberi seminar motivasi di SESKOAD (Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat) di Bandung, Jawa Barat. Karena acara akan berlangsung jam 10 pagi, maka pada pukul setengah enam pagi, saya pun bersiap-siap berangkat ke Bandung. Ketika ke luar rumah, sopir sudah menyiapkan mobil yang sudah terisi dengan barang2. Karena satu dan lain hal, mobil yang tadinya akan digunakan harus diganti. Tidak membuang waktu, kami pun langsung memindahkan barang2 ke mobil pengganti dan segera berangkat. Sekitar pukul 9.15 kami tiba di Kota Bandung. Saya, yang masih mengenakan sandal rumah, segera berkemas-kemas di mobil. Tapi... lho, mana sepatu saya?! Di tempat pemberhentian, kami segera sibuk mencarinya ke segala sudut mobil, tapi si sepatu tidak berkenan ditemukan juga. "Pasti, ketinggalan di mobil yang pertama!" saya berkata dalam hati sambil menganalisa keadaan. "Padahal waktu seminar sudah mepet sekali. Dari kontak pertelpon, panitia dan peserta sudah lengkap dan siap menunggu kehadiran saya. Tidak mungkin saya pergi dahulu ke pertokoan sekarang. Lagipula, saya, asisten, dan sopir tidak terlalu mengenal jalan-jalan di Bandung. Apa yang harus saya lakukan?" Segera saya melirik ke sepatu asisten saya. Setelah dicoba, ternyata ukuran sepatunya tidak cocok dengan kaki saya. Giliran berikutnya, sepatu si sopir menjadi sasaran dan ternyata juga tidak cocok. Dalam kebingungan, saya teringat nama salah seorang sahabat saya yang tinggal di Bandung. Ia seorang pengusaha yang memproduksi sepatu dan sandal. Namanya, Felix Verguso (merek sepatu produksinya, sesuai namanya sendiri). Saya pun segera meneleponnya untuk meminta bantuan. Percakapan di telepon, dan peristiwa yang terjadi setelahnya, berjalan sangat cepat. Menyadari situasi ‘genting', tanpa banyak basa basi, Felix segera membantu. Melalui anak buahnya, dikirimlah dua pasang sepatu ke tempat saya berada, lengkap dengan semir dan sikatnya. Saya coba, pilih, dan segera meluncur ke tempat seminar. Ketika saya menanyakan harga yang harus ditebus, Felix dengan halus menolak. "Masa seorang Andrie Wongso, yang saya kenal dengan baik, harus bayar?" demikian katanya. Berkat bantuannya, saya bisa tampil dengan layak dan penuh percaya diri, seperti biasanya. Sungguh bantuan yang sangat berharga dari seorang sahabat. Felix, thx berat sobat! Teman-teman, Arti persahabatan itu sangat penting! Di dalam kehidupan ini, kita tidak bisa hidup sendiri. Kita perlu memiliki sahabat. Apalagi saat kita berada dalam kesulitan atau perlu bantuan, tentu sahabat bisa kita andalkan. Tetapi, seperti yang selalu saya katakan, yang lebih penting adalah kita bisa menjadi sahabat bagi orang lain. Lakukanlah kebajikan dan kebaikan sedikitnya satu kali sehari. Juga, bersikaplah terbuka; siap membantu orang lain! Saya melakukan hal-hal ini setiap hari dan peristiwa luar biasa ini menguatkan saya untuk terus melakukannya. Bagaimana dengan teman-teman?
Oleh : Andrie Wongso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:06:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, December 11, 2009
|
|
Pantang Menyerah
|
|
Salah satu jenis film yang saya sukai adalah film silat. Apalagi kalau bintangnya Jet Lee dan ceritanya klasik. Dalam cerita klasik, biasanya terkandung banyak nilai filosofis yang menggugah. Film Taichi Master misalnya. Film ini membuat saya terkesan ketika Jet Lee (tokoh utama dalam film tersebut) digambarkan sedang mengalami depresi berat. Saudara seperguruannya yang menguasai ilmu silat sebanding dengannya telah menyalahgunakan kemampuan yang dimiliki untuk berbuat kejam kepada orang lain. Kemudian, dalam sebuah adegan, digambarkan ada serombongan orang yang sedang memikul kayu di punggungnya berjalan di pematang sawah. Tampak seorang berlari-lari menemui salah seorang pemikul kayu tersebut dan membawa kabar bahwa istrinya di rumah baru saja melahirkan. Laki-laki yang mendengar kabar itu hanya tersenyum dan malah bingung apa yang harus diperbuatnya. Kemudian salah seorang dari temannya berkata dengan mantap, “Mengapa termenung? Segera tanggalkan beban di punggungmu dan sambutlah hari baru.” Serta merta laki laki itu melepaskan ikatan di punggungnya, meletakkan kayu yang ia pikul dan segera bergegas pulang. Jagoan kita yang mendengar dialog tersebut tergugah. Ia tersenyum. Ada perubahan dalam raut wajahnya. Dengan bibirnya ia bergumam mengulang kalimat yang baru saja didengarnya, “Mengapa termenung segera tanggalkan beban di punggungmu dan sambutlah hari baru.” Lalu ia pulang ke rumah, menuju kamar dan memperhatikan sekelilingnya. Ia ingat sang guru dulu pernah membekalinya sebuah buku. Lalu, ia baca buku itu dan mulai mempraktikkan gerakan yang terdapat di dalamnya. Ia menemukan jurus baru yang lembut namun penuh kekuatan, jurus taichi.
Teman-teman, sesungguhnya apa yang membelenggu diri kita untuk mencapai kesuksesan ? Mengapa seseorang sering menganggap kegagalan adalah akhir dari segalanya? Mungkin kita tidak memiliki cara atau paendekatan lain untuk menuntaskan apa yang tidak bisa kita kerjakan. Kegagalan hanyalah peringatan bahwa kita harus mencoba menyelesaikan masalah dengan cara lain. Jalan menuju kesuksesan selalu dipenuhi dengan kegagalan. Orang yang sekses adalah mereka yang telah menghadapai begitu banyak kegagalan, tetapi berhasul menghadapinya.
Dalam buku berjudul Laa Tahzan (best-seller dunia karangan Dr. Aidh al Qorni) ada pesan: ”Sesungguhnya kesulitan yang kita alami akan memperkuat hati, menghapus dosa, mematahkan keangkuhan, dan menghancurkan kesombongan yang ada dalam diri. Kesulitan dapat menghapus kelalaian, menyalakan semangat untuk ingat kepada Tuhan mengundang rasa belas kasihan kepada orang lain, dan berakibat kita beroleh doa dari orang soleh." Saya pun sangat setuju dengan lirik salah satu lagu yang dibawakan oleh grup band d’Masiv: “Jangan menyerah, dan nikmatilah hidup ini, karena hidup adalah anugerah”. Kesulitan akan membuat yang bersangkutan tunduk pada kekuasaan Tuhan dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha mengalahkan. Kesulitan tak ubahnya seperti larangan yang baru datang dan peringatan dini. Di balik kesulitan tersembunyi kelembutan yang sangat besar dari Allah. Pemaafan yang lebih besar terhadap dosa, dan ampunan yang lebih banyak daripada kesalahn yang lebih banyak daripada kesalahan yang telah dibuat. Jangan bersedih, karena kesedihan dapat melemahkan diri kita untuk melakukan amal baik. Kesedihan membuat kita malas beribadah, mengendurkan semangat, serta dapat membuat frustasi. Kesedihan membuat kita berburuk sangka serta terjerumus ke dalam sikap pesimistis. Jangan bersedih, karena sesungguhnya kesedihan dan kegelisahan yang menyelimuti adalah biang penyakit kejiwaan, sumber penyakit syaraf, penyebab timbulnya cemas, was-was, dan keguncangan jiwa.
Tanamkan dalam diri kita bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah pelajaran bahwa cara yang kita pakai itu tidak berhasil dan sekarang saatnya mencoba dengan cara lain. Karena, hakikat dari belajar adalah melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda. Kegagalan baru akan menjadi tragedi dalam hidup kita jika setelah gagal kita tidak berusaha lagi. Akan tetapi, itu tidak akan terjadi, jika kita berusaha keras untuk mendapatkan kesuksesan dan kita tahu bagaimana cara memaknai kegagalan. Kita mungkin sering bertanya dalam diri masing-masing, tatkala pemberian yang kita panjatkan Allah dibalas dengan kebalikannya. - Kita memohon kekuatan, dan Allah akan memberi kita kesulitan-kesulitan sehingga membuat kita tegar. - Kita memohon kebijaksanaan, Allah memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana. - Kita memohon kemakmuran, Allah memberi kita otak dan tenaga untuk dipergunakan sepenuhna dalam mencapai kemakmuran. - Kita memohon keteguhan hati, Allah memberi bencana dan bahaya untuk diatasi. - Kita memohon cinta, Allah memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai. - Kita memohon kemurahan, kebaikan hati dan Allah memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.
Begitulah Allah membimbing kita. Nah selanjutnya tergantung bagaimana kita menyikapi cobaan tersebut. Apakah kita ingin hidup terus-terusan dalam keputusasaan atau sebaliknya, penuh dengan pandangan ke depan dengan melihat peluang yang masih disediakan sebanyak-banyaknya untuk dirinya. Wallah a’lam bishowab. ___________________________________
Muhammad Nur adalah Alumnus Ponpes Ar-Raudhatul Hasanah, Medan, Sumatera Utara. Kini, ia dalam masa pengabdian di Ma’had selaku Guru B.Inggris dan staf pengasuhan santri. Gemar dalam kepenulisan, diskusi, maupun kegiatan ekstrakurikuler di ponpes. Sedang mendalami dunia kepenulisan dan motivasi. Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 6:04:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, December 09, 2009
|
|
10 Kekuatan Manusia
|
|
"He who stops being better stops being good. - Siapa yang tidak menjadi lebih baik berarti ia berhenti menjadi baik." Oliver Cromwell, Politikus Inggris (1599-1658) Tak cukup hanya menjadi baik, karena kita harus berusaha untuk selalu lebih baik dari sebelumnya. Terus belajar dan segera menjalankan langkah-langkah perbaikan adalah cara untuk selalu lebih baik. Belajar tak harus selalu dari bangku sekolah elit atau buku-buku mahal, melainkan belajar dari kehidupan sehari-hari, pengalaman diri sendiri maupun orang lain, dan lain sebagainya. Saya senang belajar dari buku, entah buku kuno ataupun terbitan baru, karena dari sanalah saya memetik banyak pelajaran hidup berharga. Salah satu falsafah hidup yang memperluas wawasan hidup saya adalah catatan surat-surat, konon ditulis oleh Zhuge Liang (181-234) untuk anaknya. Zhuge Liang adalah seorang pakar perang dan kemiliteran ternama pada masa San Guo (Sam Kok) di jaman Tiongkok Purba. Zhuge Liang alias Kong Ming gemar membaca, dan menguasai bermacam ilmu pengetahuan diantaranya ilmu geologi, sejarah, sampai strategi perang. Di usia 27 tahun ia diangkat Raja Shu (Liu Bei) sebagai penasihat kerajaan. Selama menjadi penasihat, Zhuge Liang pernah menulis sebuah surat kepada anaknya. Isi surat yang ditulis 1.800 tahun yang lalu itu sarat dengan dengan kebijakan yang tak lekang oleh waktu dan perubahan, di antaranya berisi tentang 10 kekuatan manusia, yaitu; Kekuatan Keheningan Keheningan membantu kita menenangkan diri untuk menjernihkan pikiran. Ia menjelaskan bahwa suasana hening membantu kita melakukan introspeksi diri, mengevaluasi segala tindakan, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ia juga menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam belajar adalah keheningan, sebab dalam keheningan kita dapat menelusuri apa sebenarnya visi dan misi hidup kita. Kekuatan Hidup Hemat Zhuge Liang memberikan petunjuk bahwa hidup bersahaja akan menyelamatkan diri kita agar tidak diperbudak oleh materi. Hidup sederhana menurut sang penasehat ini membentuk diri kita menjadi manusia yang lebih bermoral. Jangan terseret dalam pola hidup boros, sebab pola hidup boros suatu saat dapat mengubur kita kedalam tumpukan hutang dan puing-puing kehancuran.
Kekuatan Membuat Perencanaan Dalam surat-surat itu Zhuge Liang menegaskan tentang pentingnya merencanakan hidup. Fail to plan means plan to fail - Gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Dengan melakukan perencanaan yang baik, maka kita akan dapat menempatkan prioritas dengan baik pula. Sebaliknya, tanpa perencanaan yang baik akan selalu membuat kita gagal menyelesaikan apapun yang kita kerjakan.
Kekuatan Belajar Zhuge Liang dalam suratnya menyebutkan bahwa keheningan memaksimalkan pencapaian hasil dari tujuan belajar. Ia meyakini bahwa kemampuan manusia bukan berasal dari pembawaan sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari proses pembelajaran yang dilakukan dengan konsisten. Oleh sebab itu ia menyarankan agar kita tak pernah berhenti belajar sampai kapanpun. Sementara dalam proses pembelajaran, kerendahan hati akan sangat membantu kita menyerap dengan mudah ilmu pengetahuan yang dibutuhkan. Kekuatan Nilai Tambah Nasihatnya ini menekankan kita agar lebih banyak memberi, karena hal itu akan membuat kita lebih banyak menerima. Oleh sebab itu kita harus berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang lain, diantaranya kepada keluarga, kerabat, teman, konsumen, mitra bisnis, dan lain sebagainya. Bila kita mampu memberikan sesuatu yang ekstra atau nilai tambah terhadap apa yang dibutuhkan orang lain, tentu saja mereka akan senang, merasa tersanjung dan terpesona. Tak heran jika selanjutnya mereka ingin selalu menjalin hubungan yang menguntungkan bagi Anda. Kekuatan Kecepatan Beliau menesehat anaknya agar tidak menunda-nunda pekerjaan karena penundaan artinya menghambat usaha kita mencapai visi dan misi secepat mungkin. Ia menandaskan agar kita menjalankan segala sesuatu dengan efektif dan efisien waktu. Dalam hal ini sangat dibutuhkan kemampuan memanajemen waktu. Jika perlu, satu hal dilakukan bersama-sama dengan tim agar lebih cepat terselesaikan, "Alone we can do so little; together we can do so much. - Sendiri kita menyelesaikan sedikit pekerjaan; bersama kita kerjakan sangat banyak pekerjaan," kata Hellen Keller. Kekuatan Karakter Zhuge Liang menasihati anaknya agar membiasakan diri tidak bersikap tergesa-gesa, sebab segala sesuatu memerlukan proses. Kehati-hatian dalam bersikap dapat membentuk sebuah karakter yang utuh. Dalam pepatah bangsa Tionghoa dikatakan, "Diperlukan waktu hanya sepuluh tahun untuk menanam dan memelihara sebatang pohon, tapi memerlukan waktu paling sedikit 100 tahun untuk membentuk sebuah watak yang utuh." Kekuatan Waktu Dalam suratnya Zhuge Liang menginginkan anaknya menghargai waktu. Sebab waktu berlalu sangat cepat, tak jarang ikut mengikis semangat dan cita-cita kita. Oleh sebab itu manajemen waktu dengan baik, jangan pernah menyia-nyiakan waktu dengan melakukan aktifitas yang kurang bermanfaat. Kekuatan Imajinasi Zhuge Liang memberikan nasehat supaya kita berpikir jauh ke depan, agar kita tidak tertinggal oleh jaman yang terus berkembang. Imajinasi tentang masa depan dikatakannya lebih kuat dari pengetahuan. Hal ini juga pernah diucapkan oleh Albert Einstein, "Imagination is everything. It is the preview of life's coming attractions. - Imajinasi adalah segalanya. Imajinasi adalah penarik realitas yang akan datang." Kekuatan Kesederhanaan Sang penasehat ini mencontohkan kekuatan kesederhanaan dalam setiap surat-suratnya yang singkat dan mudah dimengerti tetapi sarat tuntunan hidup positif. Tidak ada teori atau tuntunan hidup yang muluk-muluk, melainkan kebijaksanaan hidup yang sederhana. Begitupun jika kita ingin menghasilkan prestasi hidup yang luar biasa, tak perlu menggunakan teori yang rumit. Sekalipun tindakan atau langkah-langkah yang kita lakukan sederhana tetapi jika dilakukan dengan konsisten maka kita akan mudah meraih visi dan misi. "Success is the sum of small efforts, repeated day in and day out. - Sukses merupakan kumpulan dari tindakan-tindakan sederhana, diulang terus setiap hari." Kata Robert Collier, penulis buku terlaris. Itulah beberapa inti pesan dalam surat-surat Zhuge Liang, yang ditujukan untuk anaknya agar ia mampu berpikir, bersikap dan bertindak lebih baik dari hari ke hari. Kita dapat menyerap pemikirannya untuk menjadi yang terbaik. Jika kita berhasil melakukan yang terbaik artinya kita akan semakin dekat dengan kehidupan yang kita inginkan, kehidupan yang indah. __________________ *Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller. Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:36:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, December 08, 2009
|
|
How Can I Keep Myself Motivated Long-term?
|
Motivation is a fire from within. If someone else tries to light that fire under you, chances are it will burn very briefly. STEPHEN R. COVEY.
Di setiap aktivitas yang akan diawali, motivasi sangat dibutuhkan karena selain akan meringankan beban yang dilalui, motivasi juga akan meningkatkan semangat untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Dengan adanya motivasi, juga akan menghilangkan kejenuhan, kerja yang monoton, kerja asal-asalan atau kerja karena terpaksa. Motivasi akan membuat seseorang benar-benar enjoy dengan pekerjaan yang dikerjakan. Kerja tidak lagi sebagai beban/kewajiban tetapi adalah merupakan hobi atau kesenangan sehingga hasil yang dicapai dari waktu ke waktu selain kualitasnya meningkat, kuantitasnya juga mengalami hal yang sama.
Agar setiap saat senantiasa termotivasi dengan pekerjaan, ada beberapa komponen yang harus Anda miliki, antara lain:
• VISION. Visi bisa juga dikatakan APA yang ingin dicapai di masa mendatang. Misalnya : dalam waktu 5 tahun, 10 tahun atau 15 tahun ke depan APA yang didambakan ? Tidaklah logis, jika dalam 5 / 10 / 15 tahun ke depan, kondisinya sama dengan yang sekarang.
Kalau sekarang, misalnya masih memiliki jabatan salesman maka 5 tahun ke depan, logikanya (* minimal) telah menjadi Sales Supervisor / Sales Manager. Demikian seterusnya.
Vision without a task is only a dream. A task without a vision is but drudgery. But vision with a task is a dream fulfilled. With vision there is no room to be frightened. No reason for intimidation. It's time to march forward ! Let's be confident and positive! - CHARLES R. SWINDOLL
• PLAN. Maksudnya, Annda sebaiknya memiliki sebuah perencanaan yang jelas dan akurat serta bekerja sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Tanpa adanya perencanaan, selain hasil yang dicapai tidak akan optimal, tetapi juga tidak tertutup kemungkinannya bahwa apa yang akan dikerjakan lebih cenderung mengalami kegagalan.
Having no plan is like sailing the seven seas without a compass, digging a ditch without a shovel, or hunting for pirate's treasure without an 'x' marks the spot. Without one, you're better off heading down to the horse races and betting on the 'Win Three.' A plan helps keep you on schedule, makes it easier to recognize success and failure, helps pump you up when things aren't going so well, and most importantly, provides an essential focus - a beacon of light in an ocean full of treachery. In fact, a plan not only acts as your road map for success (a metaphor that's been beaten to death), it is your vehicle for prosperity, or if you prefer, your own personal prescription for greatness. PETER J. PATSULA
• SPIRIT. Apapun yang akan dikerjakan, awali dengan semangat. Logikanya, semakin semangat yang dikerjakan maka akan semakin ringan bebannya. Semakin ringan bebannya maka maka akan semakin banyak yang dihasilkan. Hasil yang diharapkan, bukan saja kuantitasnya meningkat tetapi juga diiringi dengan kualitas.
Nothing has any power if you're not afraid of it. You need to know your own truth. You aren't what you think you are. RICHARD SCHWARTZ
• HARD WORK. Pada hakekatnya, tidak ada orang yang bodoh. Yang ada itu, adalah orang yang malas. Kemalasan adalah salah satu faktor yang menyebabkan / menghalangi keberhasilan diri seseorang. Alih-alih malas, hendaknya senantiasa kerja keras karena semakin banyak yang dikerjakan maka akan semakin banyak yang didapatkan (* pengalaman). Semakin banyak yang didapatkan maka akan semakin banyak pula peluang / kesempatan untuk meraih kesuksesan.
Keep your dreams alive. Understand to achieve anything requires faith and belief in yourself, vision, hard work, determination and dedication. Remember all things are possible for those who believe. GAIL DEVERS.
• LEARNING. Hidup adalah proses pembelajaran. Oleh karena itu, selalulah belajar. Jangan merasa sudah pintar, sudah berpengalaman atau sudah tua sehingga tidak perlu lagi belajar. Semakin banyak yang dipelajari maka akan semakin banyak diketahui. Semakin banyak yang diketahui maka akan semakin lempang jalan menuju kesuksesan.
Learning is a treasure that will follow its owner everywhere. CHINESE PROVERB
• IDEA. Jika ada ide-ide baru, segera diabadikan dalam agenda pribadi. Hari ini, mungkin saja tidak bisa bermanfaat atau tidak tepat momennya untuk diaplikasikan. Tetapi keesokan harinya / lusa, bisa saja ini adalah terobosan-terobosan yang sangat inovatif. Jangan disepelekan ide apapun yang timbul, segera catat agar tidak sampai terlupakan atau hilang sia-sia.
The only force that can overcome an idea and a faith is another and better idea and faith, positively and fearlessly upheld. Dorothy Thompson
Selamat berjuang dan semoga sukses selalu !
Oleh : Peter Lim Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:36:00 PM
  |
|
|
|
| Monday, December 07, 2009
|
|
Beranie Gagal November 2009 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal November 2009 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2009. Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses!
Ryan Founder & Moderator Beranie Gagal Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 7:38:00 PM
  |
|
|
|
|
|
Pentingnya Fokus
|
Seorang psikolog dan pembicara public yang telah mempelajari performance para peraih puncak hampir selama 20 tahun , ketika melakukan ekspansi bisnisnya ke Taiwan pernah ditanya oleh seorang karyawan barunya.
"Mr steve, Apa yang harus saya lakukan agar saya bisa sukses seperti anda ?”
"Baik, saya akan memberi kamu satu tips yang jitu, tetapi apakah kamu siap menerima konsekuensinya jika kamu tidak berhasil melakukannya?"
"Ya, saya siap melakukannya"
"Gampang sekali, Besok pagi kamu harus sudah mendapatkan 100 kartu nama orang-orang yang akan menjadi calon customer anda, dan jika anda gagal melakukannya, maka anda akan saya keluarkan dari perusahaan ini, karena anda tidak mempunyai kualifikasi yang saya butuhkan."
Pegawai tersebut terkejut dan berkata,
"Wah, begitu beratkah konsekuensinya?" Sepertinya dia tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar dari pimpinannya.
"Jika anda tidak percaya, lihat saja besok".
Keesokan paginya, karyawan baru tersebut sudah datang kekantor pagi-pagi sekali ,dan ditangannya terdapat 100 lembar kartu nama, dia lalu memberikan kepada Mr.steve dan dia bertanya apa yang harus dia lakukan. Mr.steve mengatakan bahwa, apa yg perlu dia lakukan adalah segera telepon dan menghubungi ke 100 customer barunya tersebut. Karyawan tersebut mulai menelepon berdasarkan kartu nama yang berhasil dia dapatkan satu persatu hingga hingga yang ke 73, tetapi tidak ada satupun customer yang berminat dengan penawarannya.
Mr Steve kemudian memberitahunya untuk melakukan pendekatan ke customer ,dengan Nada suara yang mengandung antusiasme, tanpa putus asa, dia kembali ke CUSTOMER YANG KE 74.Dan tampaknya custumer ini mulai tertarik dengan penawarannya, untuk itu dia bersedia memberi waktu 5 menit untuk bertemu.
Apa yang membuat customer tersebut memberikan respons yang positif? satu hal yang pasti. CUSTOMER TERSEBUT MENDENGAR NADA YANG ANTUSIAS DALAM PENAWARAN TERSEBUT. Dan setelah pertemuan dengan customer ke 74 ini, dan berkat pelayanan yang prima, para pelanggan merasa puas dan mereferensikan kepada lebih banyak orang lagi. Sehingga angka penjualannya semakin meningkat, HANYA DALAM WAKTU SATU BULAN SAJA, dia sudah berubah dari seorang karyawan YANG BIASA menjadi seorang karyawan yang berprestasi.
"Hasil yang baik berarti anda memusatkan segenap perhatian dan energi secara konsisten pada apa yang anda lakukan."
"Hasil yang tidak baik berarti anda tidak atau kurang memusatkan perhatian dan energi secara konsisten pada apa yang anda lakukan."
Ketika kita melihat sebatang pohon apel yang penuh dengan buah apel yang ranum berwarna merah dengan aroma yang menyegarkan dan mengundang selera untuk menikmatinya, maka kita tahu bahwa sebelumnya ada seseorang yang dengan sepenuh hati telah menanam dan merawatnyanya secara konsisten. Demikian juga Jika kita melihat sebatang pohon anggur, berarti ada seseorang yang menanam bibit anggur disana, dan jika kita melihat sebatang pohon jeruk, maka bisa dipastikan bahwa ada seseorang yang telah menanam bibit jeruk tersebut.
Tetapi jika kita melihat tidak ada satu buahpun pada pohon-pohon tersebut, hal tersebut memberikan satu gambaran bahwa orang yang telah menanam pohon tersebut tidak serius ketika menanam pohon tersebut dan memusatkan perhatian dan energi untuk merawatnya secara konsisten.
Seandainya, pada hari ini, jika anda belum merasa puas dengan apa yang telah anda hasilkan, hal ini .Itu memberikan satu gambaran, bahwa ANDA BELUM MENANAM SECARA BENAR DAN KONSISTEN. Anda setuju? Saya akan memberi satu simulasi kepada anda, JIKA ANDA INGIN MENARIK UANG DARI BANK, MAKA TERLEBIH DAHULU ANDA HARUS MENABUNG UANG DIBANK.
Saatnya untuk bertanya pada diri sendiri, SIAPAKAH SAYA?, APA YANG SEDANG SAYA LAKUKAN ?, APA TUJUAN HIDUP SAYA?, DAN APAKAH SAYA TELAH MELAKUKANNYA DENGAN BAIK DAN BENAR?.
Do the Best, Be the Best, and God will take care the rest.
Salam Sejahtera; J.Tjandra Mindset Motivator & Home Based Business Practitioner Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:13:00 AM
  |
|
|
|
|
|