| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Monday, November 30, 2009
|
|
Ujian diciptakan Tuhan hanya untuk Sang Pemenang
|
Sahabat, bagaimana kabar hari ini? Sebuah doa dan harapan dari saya, semoga kita semua Tetap Semangat menghadapi indahnya kehidupan. -------------------------------------------------------------------------------
Suatu ketika seorang sahabat mengeluhkan betapa sulit hidupnya dia. Beberapa bulan tanpa penghasilan. Project konsultan yang dia bangun setahun silam , tiga bulan terakhir belum juga menghasilkan. Bahkan beberapa project yang sudah hampir closing, tiba-tiba batal dan menghilangkan kepastian.
Hal tersebut membuat sahabat saya cukup depresi, karena sedikit demi sedikit modal mulai terkikis waktu, sedangkan belum ada project lagi yang tembus di tiga bulan terakhir ini. Demikian beratnya hingga akhirnya sahabat saya pun nyaris menutup kantor konsultan-IT-nya.
Sebagai sahabat, saya berupaya untuk menjaga api semangat nya. Memberikan spirit bahwa semakin besar ujian menandakan semakin dekat dengan peluang.
Dan benar saja, di puncak ketegangan "krisis" yang dialaminya, ketika modal semakin menipis, pada saat itupula akhirnya dia mendapat project yang luar biasa. Niilai Project ini mengalahkan nilai akumulasi project yang pernah ditanganinya dari awal konsultan IT-nya selama ini.
Seandainya dia menyerah pada waktu ujian menghantam dan menutup kantor konsultan-nya tentu project sebesar ini tidak akan dia dapatkan. Justru beratnya ujian di tiga bulan terakhir adalah skenario besar Tuhan, yang harus sahabat saya ini lewati agar dia ini mendapatkan project besar ini.
==================================================
Memaknai ujian kehidupan yang sahabat saya alami, mengingatkan saya akan ujian ketika di Sekolah dahulu. Ujian disekolah hanya akan diterima bagi mereka yang bersekolah. Sedangkan mereka yang tidak sekolah pasti tidak akan mengikuti ujian disekolah.
Ujian yang diterima seseorang yang bersekolah adalah kenisnyaan yang pasti akan mereka terima. Ujian sekolah diciptakan oleh institusi pendidikan sebagai sarana seleksi seseorang, apakah dia sudah layak untuk naik kejenjang yang lebih tinggi ataukah belum setelah menempuh pelajaran.Artinya ada sebuah pelajaran , transfer ilmu terlebih dahulu oleh seseorang sebelum dia menempuh ujian, dan ujian adalah sebuah pengetesan apakah ilmu yang dia terima sudah sempurna dan lulus sehingga dia akan naik kelas ke jenjang berikutnya.
Lebih dari sekedar lulus semata, ujian adalah sebuah cara institusi pendidikan untuk melihat kualitas seseorang. Tidak hanya sekedar naik kelas, namun seberapa besar prestasi yang dimiliki seseorang. Apakah dia naik kelas dengan nilai yang "Cumlaude" ataukah naik dengan nilai yang "Kemelut", canda seorang kawan di suatu saat.
Jika boleh dianalogikan, begitu juga kejadian yang menimpa sahabat saya tersebut diatas. Ketika dia menyatakan diri sebagai konsultan di dunia Informasi, pastilah dia akan mengikuti ujian di dalam kehidupannya sebagai seorang konsultan. Ujian tersebut adalah salah satu program yang diberikan Sang Pencipta, Sang Desainer Kehidupan, apakah seseorang bisa layak naik kelas atau tidak. Siapapun diri kita, dan apapu pekerjaan seseorang maka Ujian kehidupan adalah sebuah cara yang diciptakan Tuhan untuk melihat kualitas dari seseorang setelah dia melewati pekerjaan/profesi yang ditekuninya. Ujian yang diciptakan Tuhan adalah sebuah tes kehidupan yang berdasarkan ilmu yang pernah seseorang terima di masa lalu, apakah seseorang tersebut sudah faham benar tentang ilmu pembelajaran dari proses kehidupan yang telah mereka lalui.
Jika seseorang tersebut lulus, maka dapat dipastikan seseorang tersebut akan naik kelas ke jenjang kehidupan selanjutnya. Mereka yang lulus dengan hasil yang membanggakan yang kemudian sering dinamakan dengan orang-orang yang besar atau seorang pemenang. Tidak pernah ada orang besar atau Pemenang yang hebat tanpa melewati ujian kehidupan. Justru Orang-Orang Besar dan Pemenang mereka adalah yang lulus dari ujian kehidupan dengan nilai yang cemerlang, dan bukan hanya sekedar lulus semata.
Jika kita saat ini sedang menghadapi ujian kehidupan yang begitu besar, maka yakinilah bahwa kita sedang disiapkan untuk menjadi orang besar, karena ujian besar hanyalah untuk orang-orang yang besar. Ujian hanya diciptakan oleh Tuhan untuk menseleksi dari kumpulan manusia, manakah dari mereka yang layak jadi Pemenang dan manakah yang memang adalah seorang Pecundang. Pemenang senantiasa bertahan di besarnya ombak yang menghadang. bahkan Pemenang senantiasa menghadapi ujian dengan senyuman. Karena di mata Pemenang, mereka meyakini setelah badai datang, akan tiba saatnya Cuaca cerah yang memberikan kebahagiaan kehidupan.
Nikmatilah ujian kehidupan, karena suatu saat kebahagiaan akan datang, demikianlah kata seorang pemenang. Atau pepatah barat pernah mengatakan "No Pain, No Gain", tidak pernah ada keuntungan/kebahagiaan jika tidak pernah melewati kesulitan/masa-masa kesakitan.
Maka memang benar,bahwa besarnya ujian kehidupan menandakan seleksi seseorang untuk menjadi seorang Pemenang.Berbahagialah ketika ujian datang, karena artinya kita sedang dipersiapkan Tuhan untuk menjadi seorang Pemenang. Karena kualitas diri kita yang sesungguhnya baru akan terlihat dengan jelas ketika ujian menyapa dan kita menikmatinya.
Inginkah anda menjadi Pemenang? Nikmati ujian,hadapi dengan senyuman serta penuh keyakinan
maka bersabarlah menunggu saat-saat anda meraih hasil yang membanggakan sebagai Pemenang
Selamat menempuh ujian kehidupan.
Salam berbagi senantiasa
A. Setiawan Life Learner and Trainer http://www.iwan-ketan.co.cc Ph.08888962555 E: smiletrainer@gmail.com YM: listant2000 FB: http://www.facebook.com/iwanketan
| Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 7:32:00 PM
  |
|
|
|
| Sunday, November 29, 2009
|
|
Beranie Gagal September & Oktober 2009 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal September & Oktober 2009 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2009. Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses!
Ryan Founder & Moderator Beranie Gagal Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 5:35:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, November 25, 2009
|
|
30 Hari Yang Luar Biasa
|
Kata pengantar : Kita, Anda dan saya, memiliki banyak hari di dalam hidup ini. Tapi seringkali kita membiarkan hari-hari berlalu...tanpa kita sadari...Kita lupa...bahwa kita memiliki kesempatan begitu banyak...
Hari ini...saya ingin berbagi dengan teman, sahabat, keluarga dan siapa pun yang melintas di dalam kehidupan saya. Untuk kita sama-sama berbagi pengalaman.. .dan bersyukur selama 30 hari yang luar biasa .
Mengapa 30 (tiga puluh) hari ? Karena hari ke 31 adalah milik Anda...lanjutkanlah hari luar biasa yang Anda miliki...dan berbagilah.. .Semoga Allah berkenan melimpahkan berkah dan rahmatNya untuk semua hari yang kita miliki...
Hari 1 : Mulailah hari ini dengan tersenyum... Bersyukurlah untuk hal paling kecil yang dapat Anda lakukan
Hari 2 : Ketika mata masih terpejam Bukalah telinga Anda... Dengarkan suara-suara pagi yang indah Bersyukurlah. ..karena pendengaran Anda masih berfungsi
Hari 3 : Di pagi hari yang indah Bukalah mata Anda... Bersyukurlah. ..Anda masih bisa melihat dunia sekitar
Hari 4 : Bangunlah dengan pelan Buka mata Anda Lihatlah bagian diri yang paling dekat Pandanglah jari-jari Anda Mereka lengkap dan sempurna Bersyukurlah. ..Anda masih memiliki mereka Untuk membantu Anda beraktivitas hari ini
Hari 5 : Bangunlah dengan gembira Mandilah di pagi yang sejuk Rasakan air mengalir di sekujur tubuh Anda Bersyukurlah Anda masih memiliki air bersih untuk mandi
Hari 6 : Duduklah di kursi seputar meja makan Lihatlah secangkir kopi atau teh di sana Hiruplah aromanya Bersyukurlah. .. Anda masih memiliki penciuman yang sempurna
Hari 7 : Berdirilah di depan kaca cermin Lihatlah wajah yang menatap Anda Bersyukurlah. .. Anda masih dapat bertanya kepadanya : Siapakah saya ?
Hari 8 : Berkelilinglah di kamar Anda Lihatlah betapa rapi atau berantakan isinya Bersyukurlah. .. Anda masih memiliki sesuatu untuk ditempatkan di sana
Hari 9 : Masuklah ke dalam kamar mandi Bersihkanlah isi tubuh Anda Rasakan leganya Bersyukurlah. .. Anda masih memiliki sistem metabolisme yang berfungsi dengan baik
Hari 10 : Pergilah ke dapur Lihatlah kompor yang menyala dan panci yang barangkali hangus dasarnya Beryukurlah. .. Anda masih memiliki bahan baku untuk dimasak dan dinikmati
Hari 11 : Duduklah di ruang tamu Biarkan waktu bergulir sejenak Bersyukurlah. .. Anda memiliki tempat dan saat indah Untuk bersilaturahmi di sana
Hari 12 : Keluarlah dari rumah Anda Lihat ke kiri dan ke kanan Adakah sepotong halaman dengan setangkai bunga di sana ? Bersyukurlah. .. Anda memiliki kehidupan lain yang tumbuh bersama
Hari 13 : Pergilah ke luar Lihatlah ke langit Dengarkan suara burung berkicau Bersyukurlah. .. Anda dapat menikmati orkestra alam secara gratis
Hari 14 : Berjalanlah selangkah di depan pagar Lihat tetangga kiri dan kanan Bersyukurlah. .. Anda dikelilingi orang-orang yang dapat diandalkan
Hari 15 : Berdirilah di depan pintu pagar rumah Anda Lihat ke arah dalam Itulah tempat tinggal Anda Bersyukurlah. .. Anda memiliki tempat berlindung yang penuh cinta
Hari 16 : Masuklah ke dalam rumah Lihat dan dengarkan Anak-anak yang berlarian dan berceloteh riang Beryukurlah. ... Anda mendapat titipan berharga dariNya
Hari 17 : Ayunkan langkah Berangkatlah dari rumah menuju ke suatu titik tujuan Bersyukurlah Anda memiliki tempat untuk datang
Hari 18 : Apa yang akan Anda lakukan hari ini ? Bukalah hati Anda Bukalah pikiran Anda Bersyukurlah. .. Anda memiliki pikiran dan perasaan untuk mempertimbangkan
Hari 19 : Hari ini adalah hari yang istimewa Anda telah melewati begitu banyak hari di belakang sana Bersyukurlah Kesempatan itu telah menjadi milik Anda
Hari 20 : Berjalanlah dengan tenang Nikmati perjalanan Anda Lihatlah keramaian dan hilir mudik orang di jalan raya Bersyukurlah Anda menjadi bagian denyut sebuah kehidupan
Hari 21 : Berdirilah di tempat tujuan Anda Di tempat kerja Di perpustakaan Di rumah sakit Atau di sebuah tempat keramaian Bersyukurlah Anda telah mencapai titik ini dengan selamat
Hari 22 : Duduklah dengan tenang dan sabar Lihatlah di sekeliling Anda Keheningan Atau hiruk pikuk Bersyukurlah. .. Anda memiliki kesempatan untuk memperhatikan dan menikmati situasi
Hari 23 : Tersenyumlah pada seseorang Jabatlah tangannya Rasakan sentuhan dan semangat yang mengalir Bersyukurlah. .. Anda memiliki seseorang untuk berbagi keceriaan
Hari 24 : Bukalah tas atau dompet Anda Lihat isinya Ambil sesuatu yang berharga bagi Anda Berikan pada seseorang dengan tulus dan ikhlas Bersyukurlah Anda masih memiliki sesuatu untuk dinikmati bersama
Hari 25 : Hujan ? Anda melihat titik air meluncur dari langit ? Bersyukurlah. .. Karena air memberi kehidupan bagi Anda
Hari 26 : Lihatlah ke arah kalender Tanggal berapa hari ini ? Apakah hari ini bermakna bagi Anda ? Bersyukurlah. ... Anda memiliki sesuatu untuk ditunggu dan diwujudkan
Hari 27 : Bagaimana siang hari ini ? Apakah matahari bersinar terang dan cukup panas ? Untuk mengeringkan baju di jemuran Bersyukurlah. .. Karena matahari telah memberikan kemudahan bagi Anda
Hari 28 : Hari ini Anda punya janji dengan seseorang ? Atau dengan diri sendiri ? Bersyukurlah. .. Karena ada mempunyai target untuk dicapai
Hari 29 : Hari ini adalah hari yang penuh harapan Maukah Anda menuliskan impian Anda di sini ? ............ ......... ........ Bersyukurlah Anda punya kesempatan untuk meraihnya
Hari 30 : Anda ingin menuliskan sesuatu di sini ? Perasaan Anda... Pikiran Anda... Lakukanlah dengan gembira Beryukurlah. ... Anda memiliki 30 hari yang luar biasa Maukah Anda melanjutkannya lagi ?
Jakarta, 15 November 2009 Hari penuh inspirasi...
Catatan : Inspirasi ini tidak dijual. Hanya untuk kalangan sendiri. Bila berkenan untuk menyebarluaskannya. ..lakukanlah dengan cinta kasih dan ketulusan... . Terima kasih
Oleh: Ietje S.. Guntur Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:40:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, November 24, 2009
|
|
Hidup Jangan Tertidur
|
Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani hidup ini dalam keadaan ''tertidur.'' Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan ''tertidur.''
Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu, tapi tidak sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.
Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!
Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah sebenarnya adalah ''rahmat terselubung'' karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau Anda sakit. Anda baru sadar pentingnya olahraga kalau kadar kolesterol Anda mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau Anda di-PHK. Seorang wanita karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.
Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau Anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, ''Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai!'' Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas, ''Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali.''
Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati.
Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.
Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, ''Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalaman manusiawi.'' Manusia bukanlah ''makhluk bumi'' melainkan ''makhluk langit.'' Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan ''rumah'' untuk mencari ''rumah'' yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.
Coba Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan -- apalagi dengan menyalahgunakan jabatan -- kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.
Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.
Oleh Arvan Pradiansyah, Penulis buku You Are A Leader! Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:13:00 PM
  |
|
|
|
| Monday, November 23, 2009
|
|
Apapun yang terjadi hari ini Bersemangatlah, karena selalu ada Hikmah didalamnya
|
Pagi ini, Andrew mendapat sms dari Manager-nya kalau dia tidak perlu masuk kantor. Hal ini setelah dikabarkan bahwa Kantor Perusahaan baru saja kebakaran , habis dilalap si Jago Merah. Besar kemungkinan dampak dari kejadian ini status Andrew untuk sementara akan dirumahkan.
Mendengar bosnya tersebut, Andrew yang sudah bersiap berangkat ke kantor, berubah menjadi lunglailah sudah. Wajahnya yang awalnya ceria berubah menjadi murung. Seolah bayangan hitam muncul dihadapannya. Perlahan ketakutan menghantui fikirannya, bagaimana nanti kehidupannya, bagiamana Cicilan Mobil yang masih 20 bulan ke depan. Bagaimana rencana Pernikahan yang sudah direncanakan. Bagaimana dengan semua itu? Andrew merenung kebingungan Andi, kawan sekantor Andrew juga mendapatkan sms yang sama pula dari Manager. Andi yang telah berkeluarga tanpa sadar mengeluarkan air mata. Ketakutan muncul dari hadapannya. Tentang kelaparan yang dideritanya dan keluarga. Jika benar Andi dirumahkan, artinya dia akan kehilangan pekerjaan, begitu pula cicilan mobil yang dimilikinya, entah bagaimana nanti untuk membayarnya. Menghadapi kebimbangan, Andi memtuskan bahwa dia tidak ma terus menerus dalam kebingungan. Diapun langsung bangkit seketika. Membongkar semua celengan yang masih dipunya. Segala tabungan yang masih tersisa. Dia mulai membagi uang tersebut menjadi tiga. Sepertiga langsung difikirkan untuk membuat usaha, sepertiga untuk rumah tangga dan sepertiga sisa untuk jaga-jaga. Tiga bulan telah terlewati dari kejadian itu. Andrew dan Andi positif dirumahkan oleh Perusahaan. Karena modal Perusahaan yang tak mencukupi, akhirnya mereka pun menjadi dampaknya. Bayangan ketakutan Andrew akan masa depan semakin menguat saja. Tabungan yang dimilikinya menipis untuk membayar tagihan cicilan mobil dan untuk kebutuhannya . Pernikahan yang sudah direncanakan mulai dilanda ketidakpastian, karena dia bulan demi bulan berlalu Andrew belum juga memiliki pekerjaan. Selain karena persaingan, juga focus Andrew yang memikirkan masalah pribadinya yang menjadi penghalang dan ketakutan.
Andi, kawan Sekantor Andrew pun juga memiliki nasib yang sama, yaitu dirumahkan. Namun karena Andi memiliki cara pandang yang berbeda tentang arti dirumahkan, dia tak mau larut dengan kesedihan yang menimpa. Setelah membagi uang yang tersisa dimilikinya, disertai kemampuan yang dimilikinya Andi perlahan membuka usaha. Dengan fasilitas internet, dia membuka jasa konsultan internet dari rumahnya. Memang dua bulan pertama belum ada klien yang memberikan order kepadanya.Andipun nyaris putus asa, namun Andi tidak mau membiarkan keputusasaannya mematikan api semangatnya. Dia terus bersemangat dengan ulet menawarkan produk jasanya melalui dunia maya. Dan akhirnya, di bulan ketiga dia mulai merasakan hasil jerih payahnya. Order demi order mulai datang. Sehingga Andi tak perlu lagi terpusingkan dengan masalah keuangan. Bahkan setelah satu tahun, dia mampu memiliki penghasilan jauh daripada pekerjaan yang telah ia tinggalkan karena dia “dirumahkan” -------------------------------------------------------------------------
Sahabat. Kita tidak pernah tahu kapan bencana menimpa. Kita juga tidak pernah tahu dengan kepastian ekonomi di negeri kita. Yang kita tahu bahwa kita harus senantiasa waspada akan segala kemungkinan yang terjadi. Dan kita juga harus bisa kreatif dalam menghadapi segala situasi. Kisah Andi dan Andrew adalah salah satu kisah dimana kemungkinan bencana dan PHK menerpa kita. Namun menghadapi PHK, ternyata pandangan kita terhadapnya tidaklah selalu sama.Walau pastinya merasa terluka dan kecewa karena PHK menimpa kita, namun ketika itu terjadi, kita tak bisa berbuat apa-apa terhadap pekerjaan kita.
“Kita memang tidak bisa mengubah situasi, namun kita bisa memanfaatkan situasi untuk kesuksesan kita” demikian seorang bijak pernah berkata kepada saya. Dalam kesulitan, selalu ada orang hebat yang mampu memanfaatkan kesulitan menjadi peluang. Seperti Andi dalam contoh diatas. Ketika dia menyadari bahwa dia tidak berdaya menghadapi situasi, maka Andi mengubah cara berfikir karyawannya untuk menjadi wirausaha. Dan ternyata dengan menjadi wirausaha membuat dia menjadi sukses luar biasa. Kejadian yang tak pasti senantiasa menghantui kita semua. Tak pernah ada jaminan pasti bahwa kita selalu eksis di pekerjaan kita.
Seorang sahabat yang sekarang menjadi Manager di Smart pernah bercerita, ketika suatu saat di pekerjaan yang lama beliau dipindahkan dari punya ruangan khusus tiba-tiba dipindahkan menjadi karyawan biasa. Menghadapi peristiwa itu jelas membuatnya kecewa, namun dibalik kecewaannya itu memberikan hikmah kepada dirinya. Ternyata dengan beliau menjadi karyawan biasa, pekerjaannya tidaklah terlalu berat sehingga beliau pun terfikirkan untuk bisa kembali melanjutkan pendidikannya dengan mengambil kuliah S-2. Justru ternyata, dengan beliau menjadi karyawan biasa untuk sementara dan kuliah S-2 inilah yang membuat karirnya melesat dikemudian hari dan kini menjadi salah satu Manajer di Perusahaannya sekarang.
Sahabat kita tidak pernah bisa menduga apa yang terjadi pada kita di hari ini. Apapun yang terjadi hari ini Bersemangatlah, karena selalu ada Hikmah didalamnya. Percayalah, dengan kita bersemangat senantiasa perlahan kita bisa menemukan celah kemudahan yang membawa kita kepada kesuksesan. Dengan kita mengubah cara pandang dari Kesulitan niscaya kita bisa menjadi Orang Sukses yang bangkit dari keterpurukan.
Orang sukses yang sebenarnya bukanlah orang yang tak pernah mengalami kesulitan/keterpurukan justru mereka adalah orang-orang yang bisa melihat peluang dibalik kesulitan yang membawanya bangkit dari kegagalan menuju kesuksesan.
Kalau orang lain bisa Sukses, maka kita pun pasti juga bisa SUKSES. Tetap Semangat menghadapi kehidupan.
Salam berbagi senantiasa
A.Setiawan Keep on Smile to Face the World Life Learner,Trainer & Motivator Certified Master NLP &Hypnotist Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 3:30:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, November 16, 2009
|
|
Saung Domba Buka Showroom di Margonda, Depok
|
Alhamdulillah, akhirnya kami bisa membuka showroom Saung Domba sebagai salah satu bisnis kami untuk memudahkan Anda memilih langsung hewan qurban terbaik Anda di daerah yang mudah terjangkau.
Showroom kami terletak di jalan Ir. Juanda, Margonda Depok atau lebih dikenal jalan baru tembusan ke arah Cisalak. Lebih tepatnya sebelah kiri bila dari arah margonda seberang bengkel Jaya Sejuk, sebelum Soto Kudus dan sebelum jembatan.
Silahkan kunjungi showroom kami dan pilih langsung kurban Anda!
Liat daftar harga dan foto DI SINI
Dodi - Ryan Founder BeranieGagal.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 4:46:00 AM
  |
|
|
|
|
|
Tempat Berguru Petani dan Peternak Sapi
|
Asal petani punya tekad kuat dan berani mengubah pola penggunaan pupuk dari anorganik ke organik, niscaya hasilnya jauh lebih memuaskan. Selain ramah lingkungan, biaya pertanian yang menggunakan pupuk/pestisida organik jauh lebih hemat ketimbang menggunakan pupuk kimia. Subsidi pemerintah terhadap pengadaan pupuk akan berkurang.
Bermodal tekad inilah, Danto Pramonosidi merintis pertanian organik, dipadukan dengan peternakan dan pembibitan sapi. Dari Peternakan Sapi/Lembu An-Nuur di Sukoharjo, Jawa Tengah, yang dia bangun tahun 2001, Danto mencoba mewujudkan impiannya, melepaskan belenggu bahan kimia dari pertanian.
”Tahun 1999 saya pensiun dini sebagai kontraktor di sebuah BUMN karena diminta orangtua pulang ke kampung. Mulai saat itu saya berpikir bagaimana meningkatkan sumber daya manusia pedesaan agar bisa sejahtera lahir dan batin,” ujarnya.
Dia sempat terjun sendiri, berkutat di kandang sapi di lahan seluas 2.000 meter persegi, mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik dan urine sapi menjadi pestisida organik. lalu berkuliah untuk menambah ilmu tentang lingkungan.
Hasilnya tidak sia-sia. Tahun 2005 Danto menemukan model peternakan sapi terpadu dengan pertanian dan sarat dengan kewirausahaan. Tak hanya memproduksi pupuk dan pestisida organik, Danto juga memberikan contoh kepada peternak sapi cara mengelola kandang sapi yang bebas polusi.
Merasakan manfaat besar dari peternakan dan pertanian terpadu itu, Danto pun berbagi ilmu dengan para petani, peternak sapi, penyuluh pertanian, termasuk para mahasiswa.
Menularkan model
Sejak 2005 ia mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan (P4S) serta membuka program magang bagi petani dan mahasiswa. Berbagai pengalaman, mulai dari beternak sapi hingga ke pembibitan sapi, mengelola kotoran sapi padat dan cair menjadi pupuk dan pestisida, serta menggunakan pupuk dan pestisida organik ke lahan pertanian padi sehingga menghasilkan produk pertanian organik, ditularkannya. Ia juga mengajarkan bagaimana kotoran sapi diolah menjadi biogas.
Dimulai dari kelompok tani di desanya, Danto menularkan model peternakan dan pertanian terpadu hingga ke Kabupaten Sukoharjo. Ratusan petani berbagai kelompok tani dari Kabupaten Sukoharjo, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Boyolali, Klaten, dan daerah-daerah lainnya di Jateng, Padang, dan Lombok, pernah magang di P4S.
”Biasanya mereka yang menentukan waktu magang. Materinya juga tergantung permintaan yang mau magang. Paling banyak pertanian dan peternakan. Ada juga yang tertarik kewirausahaan,” ujarnya.
Didukung petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Sukoharjo serta sejumlah dosen di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Slamet Riyadi Surakarta, dan Universitas Islam Batik Surakarta, hingga kini Danto menyelenggarakan program magang dan pendidikan, memperkenalkan pupuk dan pestisida organik, meyakinkan petani untuk beralih ke pertanian organik.
Kandang bebas polusi
Pada awal memulai peternakan sapi, kotoran sapi (letong) hanya ditumpuk dan dikumpulkan di kandang sehingga sering diprotes tetangga. Mengatasi polusi dari peternakan sapi, tahun 2002 Danto memutuskan kuliah di Program Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dari sini dia mendapatkan ilmu beternak sapi yang ramah lingkungan.
Sejak tahun 2003 ia menerapkan pola peternakan dan pembibitan sapi dengan lingkungan yang bersih, bebas polusi. Hasilnya, dari 7 sapi betina, kini ia memiliki 42 ekor sapi.
Dia juga mulai mengolah kotoran sapi menjadi pupuk padat dan cair serta mengolah urine menjadi pestisida. Hasilnya digunakan di lahan sawah sekitar 1,9 hektar. ”Saya mencoba pupuk dan pestisida organik di sawah sendiri. Menghilangkan sisa-sisa kimia memang tidak secepat itu. Untuk mencapai mutu panen yang sama dengan pupuk kimia, setidaknya harus melewati enam kali panen,” ujarnya.
Berkat ketabahannya, lahan pertaniannya pun bebas dari bahan kimia. Beras organik di pasaran dijual sekitar Rp 8.000 per kilogram, sedangkan harga beras biasa hanya sekitar Rp 6.000 per kilogram.
Sejak tahun 2005 Danto mulai memperkenalkan model peternakan dan pertanian terpadu ini. Ia juga memproduksi pupuk organik dan pestisida cair, yang diberi nama Ursa Plus.
Untuk meyakinkan petani meninggalkan pupuk dan pestisida kimia dan beralih menggunakan pupuk dan pestisida organik, Danto bekerja sama dengan sejumlah kelompok tani di Sukoharjo menerapkan pertanian organik.
Awalnya memang tidak mudah mengajak petani beralih ke pupuk organik. Selama dua tahun lebih hanya beberapa petani yang tertarik menggunakan pupuk dan pestisida organik, itu pun belum 100 persen. Namun, Danto dan sejumlah pemimpin kelompok tani tak menyerah.
Petani terus diyakinkan walau membutuhkan waktu lima hingga enam kali panen untuk menghilangkan sisa-sisa kimia dari lahan pertanian. Alhasil, tahun 2008 petani mulai melirik pupuk organik. Kendati masih mencampur dengan pupuk kimia, sejumlah kelompok tani di Sukoharjo secara bertahap menggunakan pupuk dan pestisida organik. Pada masa tanam tahun 2009 beberapa petani yang pernah magang di tempatnya, memutuskan berhenti menggunakan pupuk dan pestisida kimia.
Lebih dari lima tahun menggeluti peternakan dan pertanian terpadu membuat Danto memiliki impian ”mengindonesiakan sapi”. Model peternakan sapi terpadu ini kelak bisa mencukupi kebutuhan daging sapi di dalam negeri, dan bahkan bisa mengekspor sapi ke luar negeri.
Oleh : Sonya Hellen Sinombor Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 3:58:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, November 12, 2009
|
|
Menghadapi Pertanyaan dari Pelanggan Anda
|
|
Pernahkah Anda menjual suatu produk kepada orang lain? Bila Anda seorang sales people tentunya ini adalah suatu aktivitas rutin yang biasa Anda kerjakan sehari-hari.
Ketika kita menawarkan sesuatu kepada pelanggan biasanya pelanggan akan bertanya balik atau memberikan pertanyaan yang beragam. Bila Anda seorang sales yang berpengalaman tentunya Anda akan dengan mudah menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh pelanggan. Sebab, jam terbang membuat Anda mampu menghadapi setiap pertanyaan ataupun keberatan yang diajukan pelanggan.
Tetapi bila Anda seorang junior sales atau seseorang yang baru mulai mencoba menawarkan produk ataupun jasa kepada orang lain, tentu hal ini bukanlah suatu hal yang mudah. Bila kita perhatikan banyak orang yang baru terjun dalam dunia penjualan menjadi terdiam dan kehabisan kata-kata ketika pelanggan mereka memberikan pertanyaan yang di luar dugaan mereka.
Sebenarnya, apakah pertanyaan yang diajukan oleh para pelanggan adalah sesuatu yang di luar dugaaIni” pernah menyatakan bahwa ternyata 80% pertanyaan atau keberatan yang diajukan oleh pelanggan pada umumnya adalah sama.
Ini berarti, pertanyaan ataupun keberatan yang diajukan oleh pelanggan Anda bukanlah sesuatu yang baru, tetapi 80% adalah sama. Agar hal ini menjadi lebih mudah, coba bayangkan ketika Anda menjadi seorang pelanggan dan hendak membeli sebuah produk. Ketika sang penjual memberitahukan harga barang yang mereka tawarkan, maka secara otomatis Anda akan mengajukan keberatan, seperti, "Mahal amat sih harganya?", "Bisa dapat diskon berapa?", dan keberatan-keberatan standar lainnya.
Dari sini kita bisa melihat bahwa ternyata ada sebuah pola yang sama, pelanggan-pelanggan yang kita hadapi akan memberikan pertanyaan ataupun keberatan yang umum dan bukanlah sesuatu yang diluar dugaan.
Kalau begitu apa yang harus kita lakukan? Kalau kita sudah tahu bahwa pertanyaan yang diajukan adalah sama, berarti sekarang ini yang kita perlukan adalah mempersiapkan sebuah jawaban.
Bagaimana cara membuat jawabannya? Sebenarnya ada begitu banyak metode untuk menjawabnya, tetapi ada satu cara yang sangat efektif dan mudah dilakukan oleh setiap orang bahkan untuk seorang sales pemula sekalipun.
Caranya adalah dengan menggunakan sebuah Sales Script.
Apa itu Sales Script dan bagaimana cara kerjanya? Sales script adalah sebuah script/naskah yang dipersiapkan untuk menghadapi pelanggan dengan tujuan memudahkan seorang tenaga penjual dalam melakukan transaksi penjualan. Cara kerjanya adalah seperti yang dilakukan oleh para pemain sinetron ataupun bintang film.
Seorang bintang film ketika berbicara dalam sebuah adegan film tentunya tidak sembarangan tetapi mengikuti script yang diberikan oleh sang sutradara. Demikian juga seorang sales people! Sebelum bertemu dengan pelanggan, ada baiknya Anda meluangkan waktu untuk mempersiapkan sebuah Sales Script.
Coba pikirkan kira-kira apa yang bakal diajukan oleh pelanggan Anda! Setelah mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang kira-kira bakal diajukan oleh pelanggan, maka langkah selanjutnya Anda harus mempersiapkan jawabannya. Setelah selesai, ada baiknya Anda sharingkan kepada atasan ataupun teman anda yang lebih berpengalaman. Tentunya mereka akan memberikan berbagai masukan/input yang baik, untuk menyempurnakan jawaban-jawaban Anda.
Akhirnya, bukankah hal ini akan membuat Anda lebih mudah dalam menghadapi pertanyaan ataupun keberatan dari para pelanggan? Selamat mencoba membuat Sales Script. Selamat menjadi Lebih Baik,
Dedy Budiman Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:11:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, November 11, 2009
|
|
Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!
|
Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya...Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.
Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.
Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.
"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!!” Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.
Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. "Bangunkan saja!" begitu kira-kira permintaan para penumpang.
Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.
Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya.... Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat... Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah... Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar... mumpung kesempatan itu masih ada.
Sumber: Cerita dari Mesir "Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!" Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:58:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, November 10, 2009
|
|
Dikala Kesempatan Orang Lain Selalu Lebih Besar
|
Halo sahabat,
Sering kita merasa bahwa kesempatan orang lain selalu lebih besar.
Rasanya kita tidak pernah merasa cukup. Dengan segala macam yang kita peroleh kita masih saja merasa bahwa hidup orang lain selalu kelihatan lebih enak.
Saya pernah ketemu teman kerja yang magang dari Perancis. Dia (perempuan) mengatakan bahwa hidup di Indonesia lebih dinamis, lebih hidup. Di sana (Perancis) kalau jalan-jalan naik bus kota isinya orang pada tua-tua... dan harus mendahulukan orang tua, rasanya sungguh banyak biaya negara untuk mengurusi pensiunan.
Jadinya negara seperti negara pensiunan. Apalagi lihat bangunan di Jakarta, setiap bulan muncul gedung baru. Disana kalau bikin gedung baru bisa masuk penjara kalau belum ada ijin merobohkan bangunan kuno.
Bangunan kuno? kita pikir bangunan kuno itu eksotis, itu karena di sebelahnya ada bangunan modern, maka jadi eksotis, namun kalau seluruh Paris atau Amsterdam atau Den Haag isinya gedung kuno, yah hanya bagus buat difoto saja. Kenyataannya, di setiap gedung jarang ada lift. Belanja di toko naik lantai 3 naik tangga.
Kita merasa hidup di Indonesia rasanya tidak ada kepastian hukum. Coba bayangkan sebulan saja kita di Singapore, kita bisa masuk penjara... kita merokok di tempat umum masuk penjara, makan permen karet masuk penjara, meludah di Bus kota, masuk penjara, iseng merusak cat mobil orang lain, langsung masuk penjara.
Kita pikir, seperti di Indonesia kita bisa kabur kalau sudah melanggar lampu merah. Di Singapore kita tidak bisa transaksi di Bank atau ke luar negeri kalau belum membayar tilang.
Lalu kita pikir, kartu kredit bisa diakalin karena kita kenal Eggi Sujana, di Singapore kalau kita tidak membayar kartu kredit, jangan harap kita bisa membuka tabungan.
Di Amerika kita bisa belanja di Hypermarket kredit (Bayar bulanan), atau bisa dikembalikan dalam beberapa hari kalau tidak cocok, namun bayangkan, kita bisa masuk penjara kalau binatang peliharaan kita tidak terurus.
Disini kita memperjuangkan HAM, disana yang ada Perikebinatangan. Hak-hak binatang jelas ada undang-undangnya.
Bayangkan kalau di depan rumah kita ada kucing yang kurus kering dan kita bingung mau dikasih makan, eh ternyata dilaporkan tetangga sebelah dan polisi datang, he he masuk penjara atau denda.
Kita pikir di Tokyo cewek cantik-cantik, kenyataannya di Tokyo sesorang yang sukses (Manajer) hari ini bisa mati 2 hari lagi kalau kena PHK. Karena disana orang tidak sanggup bayar sewa rumah (mahal sekali), dan jangan harap bisa numpang rumah teman atau saudara, karena masing-masing sudah kesusahan dan ego nya tinggi, maka dia akan merasa malu kalau dibilang gagal, dan lebih baik mati kedinginan di kolong jembatan.
Kita pikir kolong jembatan di Jakarta lebih enak banyak angin paling juga banyak nyamuk. Kolong jembatan di Tokyo temperaturnya bisa minus 2 derajat celsius. Kita pakai segala macam jaket, jas, selimut juga masih nembus.
Kita pikir orang Jakarta egois, ternyata di Tokyo yang banyak adalah toko-toko jasa pemeliharaan kecantikan binatang. Kolam renang untuk binatang peliharaan, salon anjing, salon kucing, bahkan acara TV untuk anjing. Isinya ikan-ikan di akuarium.
Kita pikir kita bisa beli kucing lucu atau minta tetangga. Di Tokyo anjing dan kucing jarang yang asli, kebanyakan robot.
Di Hong Kong banyak cewek cantik-cantik, apalagi kalau jalan cepat banget, rasanya seperti kita mengejar Bus di Cawang. Kenyataannya di Hong Kong banyak pasangan yang menunda pernikahan karena tidak mampu membeli rumah bahkan mencicil. Apartemen model rumah susun saja harganya Rp 2 Milyar cicilannya Rp 10 juta per bulan. Makanya kalau makan bersama cewek di Hong Kong pastikan bayar sendiri-sendiri. Teman saya orang Singapore bikin perjanjian nikah, siapa yang bayar listrik, bayar susu, bayar uang sekolah, bayar pembantu, bayar masak, bayar rekreasi, bayar popok bayi, tidak semua ditanggung suami, biasanya 50-50 termasuk yang cuci baju. Cuci baju sih oke paling tinggal masukin Electrolux tapi setrika?
Di Jakarta kita bisa banyak memperoleh segala macam dibayar dengan kasih sayang.
Salam,
Goenardjoadi Goenawan Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:17:00 PM
  |
|
|
|
| Monday, November 09, 2009
|
|
Pemenang tak pernah takut, Penakut tidak pernah menang
|
Pemenang tak pernah takut, Penakut tidak pernah menang
Demikian sebuah pepatah mengatakan.
Didalam sebuah pepatah yang sarat makna, kita diajarkan bahwa betapa Pemenang membutuhkan keberanian yang besar. Hanya mereka yang memiliki keberanian besar yang pantas menjadi pemenang. Karena betapa banyak rintangan dan halangan untuk menjadi pemenang.
Jalan menuju kemenangan seperti halnya menuju ke sebuah puncak pegunungan. Dalam perjalanan kita akan melewati batuan yang terjal, Mungkin kita menemukan bukit yang curam, atau bahkan kita akan bertemu dengan macan. Yang pasti menuju sebuah puncak kesuksesan memiliki tantangan dan membutuhkan keberanian untuk menghadapinya. Jika kita mengatakan sedang menuju kemenangan namun jalan yang kita lewati ternyata lapang, atau bahkan datar seperti jalan tol yang panjang, maka bisa dipastikan bahwa kita telah salah jalan. Tidak pernah ada jalan instan menuju kesuksesan, tidak pernah ada jalan mudah untuk kemenangan. Diperlukan perjuangan, diperlukan keyakinan , diperlukan keseriusan, dibutuhkan pengorbanan agar kita tetap konsisten dan semangat hingga mencapai kemenangan di puncak kesuksesan.
Oleh karenanya sangat mustahil penakut dan pesimis yang mereka baru melihat rintangan saja sebagai kesulitan bisa mampu menjadi pemenang. Jika memandang saja sudah penuh dengan ketakutan bagaimana mungkin pecundang yang penuh ketakutan bisa melaksanakan dan melewati rintangan dan menjadi pemenang.
Justru pemenang yang sejati adalah pemenang yang menganggap rintangan dan hambatan dalam mencapai kesuksesan adalah tantangan. Tantangan yang bukan menakutkan justru memberikan semangat dan keberanian serta keyakinan bahwa semua tantangan tersebut pasti dalam terlewatkan. Jika demikian, bagaimana mungkin seorang pemenang memiliki ketakutan terhadap rintangan, justru mereka menganggap rintangan adalah hal yang menyenangkan. karena mereka berkeyakinan bahwa ketika mereka menemukan rintangan dan hambatan, dalam menuju kesuksesan maka mereka telah berada di jalan yang benar dan tidak salah jalan. Karena sekali lagi tidak pernah ada jalan yang instan menuju kesuksesan.
Namun bukan berarti Pemenang tidak punya ketakutan. Karena bagi Pemenang cukuplah ketakutan hanyalah kepada Tuhan, dengan sebuah harapan dengan takut kepada Tuhan maka, Tuhan akan semakin sayang kepada para pemenang, dan Tuhan memberikan petunjuk dan kekuatan kepada para pemenang untuk tetap tabah dan semakin semangat menghadapi segala tantangan. Selain itu bagi kepada halangan, serta hambatan baginya itu bukanlah ketakutan, namun adalah Tantangan
Selamat semangat di hari senin cemerlang
Semoga kita senantiasa berkeyakinan dan menjadi sang Pemenang
Salam berbagi senantiasa
A.Setiawan Keep on Smile to Face the World Mindset Programer; Trainer & Motivator Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:05:00 PM
  |
|
|
|
| Thursday, November 05, 2009
|
|
Modelling orang sukses #2: Metode Berpikir Ala FORD
|
Di dalam buku motivasi klasik karangan Nopoleon Hill. Berjudul Berpikir dan Menjadi kaya. Ada sebuah kisah yang sangat inspirational. Diceritakan ketika Henry Ford memutuskan untuk memproduksi motor V-8 yang termasyur, dia memilih untuk membuat sebuah mesin dengan kedelapan silindernya pada satu blok dan memerintahkan para insinyurnya untuk membuat rancangan mesinnya.
Rancangan itu dibuat di atas kertas, tetapi para insinyurnya berpendapat bahwa hal tersebut benar-benar mustahil untuk mencetak blok mesin delapan silinder dalam satu bentuk tunggal yang utuh.
Ford berkata,”Walaupun demikian buat saja.”
Tapi,mereka menjawab,”Ini mustahil!”
“Teruskan saja,” Ford memerintah, “dan terus kerjakan sampai kalian berhasil, tidak peduli berapa banyak waktu yang diperlukan.”
Para insinyur pun terus bekerja. Tidak ada pilihan lain yang bisa mereka lakukan kalau mereka ingin tetap bekerja sebagai karyawan Ford. Enam bulan berlalu, dan tidak ada apa pun yang terjadi. Enam bulan berikutnya lewat, dan masih tetap mereka belum menghasilkan apa pun. Para insinyur mencoba setiap rencana yang bisa dipikirkan untuk melaksanakan perintah, tetapi semuanya kelihatan tidak mungkin. “MUSTAHIL”.
Akhir tahun itu Ford memeriksa pekerjaan insinyurnya, dan sekali lagi mereka mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak bisa menemukan cara apa pun untuk melakukan perintahnya.
“Teruskan saja,” kata Ford. “Saya menginginkannya, dan saya akan mendapatkannya.” Merekapun terus bekerja, dan kemudian seakan-akan kena sentuhan magic dari Ford. V-8 pun terwujud.
Kisah ini menceritakan bagaimana Ford berpegang teguh kepada apa yang dia lihat dalam pikirannya. Ditambah dengan keinginan yang kuat untuk mewujudkannya menjadi nyata. Sehingga V-8 benar-benar terwujud.Rahasia Ford ini bernilai jutaan dolar. Bila kita mampu menerapkan prinsip sukses ini dalam kehidupan kita.
Daniel Kurniawan [Trainer & Motivator] Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:02:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, November 04, 2009
|
|
Benarkah Dalam Setiap Kesulitan Terdapat Kemudahan?
|
Hore, Hari Baru! Teman-teman.
Salah satu pelajaran penting yang disampaikan guru mengaji saya adalah firman Tuhan yang berbunyi; ”Sesungguhnya, dalam setiap kesulitan, terdapat kemudahan.” Bagi saya, ini adalah firman yang sangat motivatif. Dia menguatkan kita saat menghadapi situasi sulit. Dan karena tak seorangpun dimuka bumi ini yang terbebas dari kesulitan hidup, maka sesungguhnya firman itu merupakan penghiburan bagi semua orang. Dengan firman itu, seolah Tuhan memberikan penegasan kepada kita semua bahwa kesulitan pasti akan datang. Namun, tak satupun dari kesulitan itu yang tidak memiliki kemudahan. Lantas, saya pribadi bertanya-tanya; ”apakah kemudahan itu ada ’setelah’ kesulitan berakhir, atau memang Tuhan bermaksud mengatakan bahwa kemudahan itu ada ’didalam’ kesulitan? ”
Untuk alasan kepraktisan, sebenarnya saya lebih suka membeli beras dalam kemasan karung. Selain tidak perlu bolak-balik ke warung dua hari sekali, membeli beras karungan juga memberi saya bonus berupa karung yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Namun, ada satu hal yang sangat tidak saya sukai, yaitu sulit sekali membuka tali simpul yang mengikat karung itu. Kadang-kadang saya harus menggunakan garpu atau tusuk gigi sebagai alat pengait untuk mengurai simpulnya satu demi satu. Tak jarang saya menjadi sangat kesal, lalu menggunakan pisau untuk merobek bagian atas karung itu agar bisa mengeluarkan berasnya. Oleh karena itu saya lebih sering membeli beras dalam kemasan kantung plastik. Isinya sedikit, tapi gampang membukanya. Memang, ini hanya soal pilihan. Apakah saya akan memilih karungan atau plastikan. Kira-kira demikian.
Sama halnya dengan hidup kita. Ketika kita memutuskan untuk memilih tentu kita memiliki alasan yang membuat kita berpikir bahwa jalan hidup itulah yang paling kita inginkan. Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensi masing-masing. Dalam konteks ini berupa kesulitan dan kepedihan saat kita menjalaninya. Dalam banyak situasi, kita boleh memilih untuk mengerjakan hal-hal yang mudah; tetapi, biasanya hasilnya tidak terlampau berarti. Pekerjaan mudah yang kita lakukan itu tidak memberi dampak yang bermakna bagi perusahaan atau diri kita sendiri. Sebaliknya, jika kita memilih untuk melakukan sebuah project yang besar lagi rumit, mungkin hasilnya akan banyak. Namun, untuk menyelesaikannya kita harus bersedia menjalani lika-liku yang teramat sulit dan penuh rasa sakit.
Suatu ketika, saya kembali tergoda untuk membeli beras dalam karung. Disaat rasa putus asa hampir memenuhi ubun-ubun; secara tidak sengaja saya menarik ujung tali simpul dibagian lain dari pengikat karung itu. Ajaib sekali, ketika ujung tali itu ditarik; srrrrrrrrrreeeeeeet.....kesuluruhan tali simpul pengikat itu terlepas dengan begitu mudahnya! Sungguh, dengan cara itu hampir tidak ada tenaga yang terbuang. Dengan cara lama, saya harus sampai berkeringat dan menghabiskan waktu lebih dari lima belas menit untuk membuka simpul demi simpul yang ada. Tetapi, ketika ujung tali ajaib itu ditemukan, saya cukup menariknya nyaris tanpa tenaga, dan hanya butuh waktu kurang dari 3 detik untuk membuka karung itu. Lebih dari itu, karung berasnya pun utuh tidak kurang satu apapun.
Jika anda belum tahu tentang rahasia simpul karung beras ini; anda harus mencoba menemukan keajaibannya. Karena, simpul karung beras memberitahu kita sebuah rahasia yang selama ini sering kita ragukan, yaitu; ”Sesungguhnya, dalam setiap kesulitan, terdapat kemudahan.” Karung beras ini berhasil mengubah paradigma lama saya. Semula, saya mengira bahwa: kalau kita mau bersabar dalam kesulitan, maka ’diakhir’ perjalanan kita akan sampai kepada sebuah kemudahan. Sehingga, selama ini saya berfokus kepada usaha ’menguatkan diri’ untuk menempuh jalan sulit itu dengan sabar dan tabah, hingga saya bisa bertahan untuk tiba diakhir yang menyenangkan. Seperti memanjat gunung tinggi; jika kita bisa terus beranjak naik, kita akan sampai juga kepuncak tertinggi.
Sebaliknya, tali itu dengan gamblang menunjukkan bahwa kita tidak harus membuka satu demi satu simpul yang sulit itu terlebih dahulu untuk bisa membuka keseluruhan simpul karung. Justru, dia memperlihatkan bahwa ada cara yang sangat mudah yang tersembunyi dibalik setiap simpul yang sulit diurai itu. Tugas kita adalah untuk menemukan kemudahan itu tanpa harus mengurainya satu demi satu terlebih dahulu.
Barangkali, hidup juga memang demikian adanya. Itulah sebabnya, mengapa begitu banyak orang yang menderita dalam menjalani hidupnya. Seolah mereka berpindah dari satu kesulitan hidup, kepada kesulitan hidup yang lain. Namun, pada situasi yang sama; ada banyak orang yang bisa menjalaninya dengan begitu mudahnya. Seolah mereka selalu bisa menemukan jalan keluar dari setiap persoalan hidup yang menghadangnya. Ada apa ini sebenarnya? Barangkali, itu terjadi karena kita belum benar-benar memahami apa yang Tuhan isyaratkan dalam firmanNya; ”Sesungguhnya, dalam setiap kesulitan, terdapat kemudahan.” Andai saja kita bisa menemukan simpul rahasia untuk mengurai belitan-belitan kesulitan hidup itu; mungkin kita bisa menjalaninya dengan teramat sangat mudah. Tidak peduli sesulit apa situasinya.
Sekarang, setiap kali saya membeli beras dalam karung; saya tidak pernah takut lagi akan kesulitan saat membuka tali simpul karung itu. Sebab, saya percaya bahwa pabrik yang membuat kemasan karung beras itu telah memasang tali simpul sedemikian rupa sehingga tali itu akan sulit untuk dibuka; supaya isi karung tidak mudah bertumpah ruah. Namun pada saat yang sama, ada sebuah titik rahasia yang bisa digunakan untuk membuka ’keseluruhan’ tali simpul itu dengan teramat mudahnya. Tetapi, hanya orang yang tahu cara membukanya dengan benar sajalah yang dapat mengurainya dengan begitu mudah. Sehingga dia tidak akan mendapatkan kesulitan sama sekali saat membuka karungnya.
Untuk menjalani hidup, barangkali juga demikian; kita tidak perlu takut lagi akan kesulitan saat membuka simpul-simpulnya. Sebab, kita percaya bahwa Sang pencipta kehidupan itu telah memasang tali simpul sedemikian rupa sehingga tali itu akan sulit untuk dibuka. Tujuannya supaya makna kehidupan itu tidak mudah bertumpah ruah. Namun pada saat yang sama, ada sebuah titik rahasia yang bisa digunakan untuk membuka ’keseluruhan’ tali simpul itu dengan teramat mudahnya. Tetapi, hanya orang yang tahu cara menjalaninya dengan benar sajalah yang dapat mengurainya dengan begitu mudah. Sehingga dia tidak akan mendapatkan kesulitan sama sekali saat menjalani hidupnya.
Saatnya bagi kita untuk meninggalkan paradigma bahwa kemudahan akan datang setelah kesulitan. Karena jika demikian; berarti kita harus menjalani setiap episode sulit itu hingga habis terlebih dahulu sebelum mendapatkan kemudahan. Jika umur kita tidak cukup panjang, mungkin kita tidak akan pernah sampai pada kemudahan itu. Sehingga seluruh hidup kita dijalani dalam kesulitan. Sebaliknya, mari kita gunakan paradigma baru bahwa; kemudahan itu berada didalam kesulitan. Jadi, setiap kali kita menghadapi kesulitan, yakinlah bahwa kemudahan ada didalamnya. Sehingga, kita mempunyai kesempatan untuk menemukan simpul kemudahan didalamnya, agar bisa keluar dari kesulitan itu; sesegera mungkin. Lebih dari itu, kita bisa selalu berbaik sangka kepada Tuhan; atas segala hal yang telah Dia takdirkan.
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman Natural Intelligence & Mental Fitness Learning Facilitator http://www.dadangkadarusman.com/ Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:41:00 PM
  |
|
|
|
|
|