Beranie Gagal Commercial










Cara Pasang Banner

Donasikan Blog Ini
Beranie Gagal Award
 
Beranie Gagal Partners







BERHADIAH 30 JUTA
KLIK DISINI
TDW Mastery - Sources to Skyrocketing Your Success
















Hubungi Kami
Silahkan hubungi kami bila ada saran, kritik, pertanyaan, ingin kirim artikel ataupun tukeran link

Nama
Email
Judul
Pesan

Quote's Of The Day



   



Your Ad Here
Tuesday, June 30, 2009
Beranie Gagal Mei 2009 Versi PDF Sudah Ada
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!

Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal Mei 2009 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2009. Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!

Selamat Membaca!

Salam sukses!

Ryan
Founder & Moderator Beranie Gagal

Labels: , , , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 11:33:00 PM   0 comments
Belajar Dari Arnold Schwarzenegger
Siapa yang tak kenal Arnold Sshwarzenegger?, bintang film terkenal, salah satu bintang film dengan honor terbesar. Siapa yang tak tahu Film “Comando”, “Terminator”?, dan banyak lagi film Box Office lainnya.

Siapa dia?, Ia lahir dan di besarkan di Austria dan sudah mulai berlatih sebagai atlet angkat berat sejak kanak-kanak, di usai 18 tahun, ia memenangkan kontes binaraga untuk pertama kalinya dan menjadi “Mr. Universe” pertama yang berhasil mempertahankan gelarnya lima kali berturut-turut. Ia pindah ke Amerika Serikat dan memenangkan berbagi kontes serupa.

Setelah melampaui capaian prestasi atlet lain di cabang binaraga, ”ia kehilangan tantangan”, Ia pun mencari bidang lain dimana ia masih dapat mengunakan bakatnya. Latihan-latihan binaraga yang pernah ia jalani mengajarinya betapa perlunya ilmu tentang kebugaran fisik dan ia menguasai ilmu tersebut serta ingin membaginya.

Ia pun menulis autobiografinya, Arnold : The Education of Builder, yang laris dipasaran, kemudian ia menulis buku tentang binaraga untuk kaum perempuan, petunjuk para perempuan tentang menggunakan latihan beban dan untuk memperoleh tubuh yang sehat.

Cita-sita berikutnya adalah menjadi bintang film, Bahkan sebelum mendapatkan peran pertamanya dalam film, ia telah bercita-cita menjadi tokoh besar di perfilman, sebesar ketokohan di binaraga, setelah beberapa kali menolak peran kecil, keuletannya terbayar ketika ia diberi peran utama dalam film ”Conan the Barbarian”, Kesuksesan ini ”membuka jalan” bagi serangkaian film aksi lain yang menjadikannya salah satu akor dengan bayaran terbesar di Hollywood.

Keberhasilannya di Film pun tak membuat Arnold berpuas diri, ia menetapkan cita cita baru bagi dirinya sendiri, kali ini di dunia usaha, Ia berinvestasi di real estat, membangun jaringan restoran dan terlibat aktif dalam usaha-usaha lain serta menjadi multijutawan.

Akan tetapi, Dengan semakin meningkatnya kesuksesan yang diraih, ia menambahkan apa yang menjadi cita-cita impiannya, melayani masyarakat. ia berkeliling negeri untuk mempromosikan kesehatan dan kebugaran dikalangan muda-mudi. Ia mendatangi kota-kota kecil dan menginspirasi anak-anak untuk meninggalkan kekerasan dan kriminalitas, dan menolak narkotika, senjata api dan geng serta mengatakan ”ya” pada pendidikan.

Tahun 2003, Arnold Schwarzennegger naik ke panggung Politik dan menang telak sebagai Gubernur California yang baru.

Kita banyak belajar dari Arnold, dia bukanlah ”manusia berotot” pada umumnya, ia seseorang yang menggunakan impian-impian dan tujuannya dan menggapainya.

Dalam menetapkan tujuan, anda tidak boleh terkungkung dalam pada satu bidang tertentu saja. Apakah anda sudah puas dengan pencapaian anda saat ini?, sudah cukup dengan yang ada sekarang?, membiasakan dalam kondisi yang ”sekedarnya”, ”alakadarnya”, biasa-biasa saja, sederhana bahkan kadang ”merana”, ”zona nyaman” yang kadang membiasakan menyamankan dalam kondisi yang sebetulnya kurang nyaman.

Anda pasti punya ”impian lain” yang sebetulnya bisa anda dapatkan, jika saja membuka diri dan berusaha menggapainya.

Arnorld bisa saja membatasi depannya pada satu bidang saja, bidang binaraga dan sukses!, tetapi ia ”punya impian lebih banyak lagi”, menetapkan tujuan-tujuannya lebih tinggi dan berusaha keras mengapainya.

Ia pernah dikritik dan dicemooh karena kemampuan akting di film pertamanya, tetapi ia tak bergeming, ia ”tidak takut terhadap kritik” dan ”mengejar impiannya” sebagai salah satu aktor dengan bayaran termahal di Hollywood.

Adakah pelajaran yang didapat dari kisah Arnold ini..?

Note :
Tulisan ini saya ceritakan dari buku “Think and Grow Rich” karya Napoleon Hill dan direvisi Dr Arthur R Pell,

Best Regards,
Sumirat, 081519591456

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 10:50:00 PM   0 comments
Monday, June 29, 2009
Pemenang
"Kemenangan sejati bukan diukur dengan kemampuan mengalahkan orang lain, melainkan dinilai dari bagaimana kita mampu memberdayakan potensi yang kita miliki, untuk mencapai prestasi terbaik melampaui standar yang kita tetapkan."

Kisah tentang seekor belalang dan seekor anjing dibawah ini adalah awal yang tepat untuk menjadi kendaraan pemahaman kita dalam memulai tulisan ini. Dikisahkan dalam sebuah perjalanan, seekor belalang bertemu dengan seekor anjing yang sombong. Anjing ini menyombongkan diri kepada belalang kecil dengan mengatakan bahwa tidak ada satupun binatang yang mampu mengalahkan lompatannya di wilayah ini. Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati si belalang kecil ini. Kemudian belalang kecil ini berani menantang si anjing, bahwa dia bisa mengalahkan lompatan si anjing dengan syarat standar ukuran kemenangannya sesuai dengan standar yang ditetapkannya.

"Apakah kamu berani melayani tantangan saya ?", demikian kata si belalang. "Kita berlomba melompat di tempat setinggi-tingginya dan pemenangnya diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, melainkan dinilai dari berapa kali tinggi lompatan yang dilakukan dibanding tinggi tubuhnya".

Anjing menerima tantangan belalang ini. Kemudian Anjing mendapatkan kesempatan mencoba melompat yang pertama. Hasilnya, ia ternyata berhasil melompat setinggi 2 meter atau sekitar sepuluh kali tinggi tubuhnya. Berikutnya giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi seperempat dari lompatan anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Siapakah pemenangnya dalam perlombaan ini ? Tentu saja pemenangnya adalah si belalang kecil. Ia mampu melompat setinggi 40 kali dari tinggi tubuhnya dibandingkan si anjing yang hanya 10 kali dari tinggi tubuhnya.

Sahabat, pada dasarnya dalam kehidupan ini setiap orang bisa menjadi pemenang, kalau ukuran kemenangannya dinilai berdasarkan standar potensi yang dimilikinya. Kemenangan sejati sesungguhnya dinilai dari seberapa besar usaha yang telah kita lakukan berdasarkan potensi yang kita miliki untuk mencapai prestasi yang terbaik. Demikian juga dalam pekerjaan, hidup dan bisnis, Anda dan saya memiliki potensi masing-masing yang dapat ditingkatkan untuk mencapai prestasi kemenangan tertinggi sesuai standar yang kita tetapkan. Ukuran keberhasilan tidak selalu membandingkan dengan orang lain, melainkan dapat dinilai dari seberapa besar potensi yang telah kita miliki untuk mencapai prestasi terbaik kita. Maka membandingkan ukuran keberhasilan diri kita dengan pencapain kesuksesan orang lain adalah tidak bijaksana.

Kemenangan sejati sesungguhnya adalah bagaimana kita telah memberdayakan potensi kemampuan kita untuk meraih prestasi yang lebih baik dalam berbagai bidang kehidupan, seperti dalam kesehatan, kekayaan hati, kekayaan spiritual, kekayaan materi, keberhasilan prestasi kerja dan prestasi bisnis, dalam hal kemajuan dalam kehidupan keluarga, maupun memberikan konstribusi kebaikan bagi sesama dan kehidupan.

Marilah kita bertanya kedalam diri kita sendiri:
- Apakah hari ini saya sudah melakukan sesuatu yang lebih baik dibandingkan hari kemarin ?
- Apakah bulan ini saya sudah meraih prestasi lebih baik dibandingkan bulan lalu ?
- Apakah tahun ini sudah meraih prestasi lebih meningkat dibandingkan tahun lalu ?

Tentu saja ukurannya jangan hanya dinilai dari pencapain materi dunaiwi semata, melainkan dapat dinilai dari peningkatan kekayaan spiritual dalam diri kita. Ukurannya bisa, Apakah sudah lebih bijaksana, apakah sudah lebih meningkat dalam kehidupan spiritual, dalam kehidupan karier dan pekerjaan, dalam kehidupan bisnis, dalam pergaulan dan kemasyarakatan ? Apakah sudah meningkat dalam memberikan konstribusi dan manfaat kepada orang lain, dalam memberikan bantuan dan manfaat kebaikan bagi orang lain ? Dan tentu saja masih banyak lagi standar ukuran sesuai dengan potensi yang kita miliki.

Dalam pandangan Anthony Robbins seringkali diosebutkan dengan "Constant Action Never Ending Improvement", sedangkan saya pribadi lebih senang menyebutkannya dengan "continues learning and never ending improvement." Itulah prinsip memberdayakan potensi untuk meraih keberhasilan sejati.

Dari pada membanding-bandingkan dengan pencapaian orang lain, lebih baik memulai melakukan evaluasi kedalam diri, kemudian melakukan perubahan-perubahan dari dalam diri kita sendiri. Menyusun kembali langkah-langkah pengembangan diri kita kedepan dengan prinsip " continues learning and never ending improvement." Bagaimana agar kedepan kita menjadi lebih bijaksana, menjadi lebih kaya hati, memiliki sikap empti, lebih banyak memberikan kontribusi kebaikan, mampu lebih meningkatkan prestasi kerja, meningkatkan kualitas kehidupan spiritual dalam diri dan lain sebagainya. SEMOGA BERMANFAAT.

***Eko Jalu Santoso | Founder Motivasi Indonesia | Penulis Buku "HEART REVOLUTION: REVOLUSI HATI NURANI" dan "THE WISDOM OF BUSINESS", Elex Media Komputindo. | www.ekojalusantoso.com

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 12:22:00 AM   0 comments
Friday, June 26, 2009
Bersyukur: Nikmat Ditambah. How Come?
Usai pertunjukan, pianis terkenal itu dihampiri seorang anak yang meminta tanda tangan darinya.

"Tapi tangan saya sudah capek karena main tadi", kata pianis itu. Si anak menjawab, "Om, tangan saya juga capek bertepuk lamaaaa sekali buat Om. Sambil berdiri malah."

Pianis itu tercenung. Wajahnya bersemu merah menyadari bahwa dirinya merasa senang atas apresiasi si anak, seperti yang juga diberikan oleh ratusan orang di ruangan tadi. Dan sekarang, dirinya malah berusaha menghindar dari seorang anak kecil yang cuma meminta tanda tangan, hanya karena merasa kecapekan.

Pianis itu mulai menyadari penyusutan rasa syukur dalam dirinya belakangan ini.

Jika kita bersyukur maka nikmat akan ditambah. Bagaimana bisa?

Rasa syukur akan menyingkap tirai dan menghapus kabut yang melingkupi begitu
banyak hal yang mestinya kita syukuri. Dengan mulai bersyukur, kita akan
menemukan hal lain yang langsung kita sadari juga patut disyukuri. Rasa syukur
ini, kemudian juga akan menemukan hal lain yang juga patut disyukuri.

Maka berjalanlah kita dari satu rasa syukur ke rasa syukur yang lain. Sesungguhnyalah, perjalanan dan petualangan dari satu syukur ke syukur yang lain, adalah perjalanan dari satu nikmat ke nikmat yang lain.

Dalam hal ini, segala kenikmatan itu telah diberikan kepada kita, tanpa kita menyadarinya. Kesadaran akan eksistensi kenikmatan ini, jelas-jelas adalah "penambahan kenikmatan" yang muncul dari makin pekanya sub modalitas alias panca indera dan turunannya.

Dalam waktu yang sama, petualangan rasa syukur ini, yang karena dijejali oleh berbagai penemuan akan kenikmatan, menciptakan state yang sangat kondusif untuk kepentingan learning, creativity, dan akhirnya mengarah pada penemuan solusi-solusi.

Rasa syukur akan menciptakan rapport atau rasa dekat sekaligus rasa senang dan rasa menyukai terkait dengan fenomena yang disyukuri. Dengan ini kita akan lebih peka dan lebih mampu melihat, mendengar, dan merasakan berbagai detil.

Dalam hal ini, segala kenikmatan itu terbuka dan terkuak dengan bentuk
kenikmatan pembelajaran dan penemuan, kenikmatan kreatifitas dan berkreasi, dan kenikmatan menemukan solusi.

Sangat mungkin, kenikmatan solusi itu juga muncul dari pintu tak disangka-sangka.

Maka, mampukah kita menghitung kenikmatan yang dianugerahkannya-Nya?

Jika suatu saat Anda merasa mentok, merasa kurang kreatif, merasa putus asa, merasa tak menemukan jawaban dan putus harapan dari segala persoalan di dalam
hidup Anda;

Anda tahu harus bagaimana.

Ikhwan Sopa
http://www.facebook.com/motivasi

Labels: , , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 11:10:00 PM   0 comments
Facebook Beranie Gagal Sudah Ada
Hai para pembaca setia blog Beranie Gagal!

Seiring dengan berkembangnya teknologi kami juga tidak mau ketinggalan dong dengan mengkokohkan blog kami agar tetap 'exist' di dunia per-blog-an Indonesia dengan membuat halaman Facebook Beranie Gagal. Semoga dengan adanya facebook ini bisa lebih mempererat lagi dan saling mengenal satu sama lain antara kami dengan para pembaca setia blog kami.

Silahkan akses alamat dibawah ini untuk mengunjungi Facebook Beranie Gagal:

http://www.facebook.com/group.php?gid=97042227122

Salam sukses selalu!

Ryan - Dodi
Founder & Moderator Beranie Gagal

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 12:53:00 AM   0 comments
Thursday, June 25, 2009
Penuhi Hari-Hari dengan Bersyukur!

Jumat yang baru lalu, saya bertemu dengan seorang bapak, ketika kami sama sama menunggu pesanan ikan bakar / ikan goreng di salah satu supermarket ( yang melayani jasa pembakaran dan penggorengan ikan ) . Bapak ini tiba tiba dengan antusias bercerita , bahwa jauh diwaktu lampau ketika ia masih lajang dan sedang kuliah, ia sangat suka sekali membawakan ikan bandeng bermutu bagus kepada kakeknya ( kalau dengar ceritanya kemungkinan kakeknya adalah salah satu pemilik tanah yang kaya di bilangan Bekasi ) . " Kakek saya akan membalas pemberian ikan bandeng saya, mungkin yang nilainya bisa lebih dari sepuluh kali nilai pemberian saya " , lanjutnya.

" Pergi hanya membawa satu atau dua ekor bandeng saja, maka pulangnya saya akan membawa banyak sekali makanan dan juga diberi uang untuk keperluan kuliah saya "
Kemudian ia menambahkan bahwa berbeda sekali dengan kakaknya, yang ketika datang ke rumah sang kakek, jangankan membawa bandeng yang bermutu bagus, melainkan selalu saja bercerita dan berkeluh kesah tentang problemanya. " Begitu melihat dari jauh saja , kakek saya melihat ia naik beca , wah rasanya sudah kesal dan timbul rasa tidak senang" lanjutnya.
" Kakek saya ini merasa senang kepada saya ,sebenarnya bukan melihat dari nilai bandengnya semata mata, tetapi yang menyenangkan hatinya adalah bahwa saya sebagai cucu dianggap tahu membalas budi dan tahu berterima kasih ", katanya sambil tersenyum.

Menarik sekali cerita om ini , karena di waktu yang berdekatan saya baru saja menerima artikel tentang "Kekuatan bersyukur" dari salah seorang trainer, di ceritakan didalamnya bahwa ternyata sangat sedikit sekali orang yang mampu bersyukur. Dari penelitiannya terhadap banyak peserta training yang diadakan, ternyata hanya 10 % dari seluruh peserta training yang mampu menuliskan lebih dari 30 tentang hal hal yang sepatutnya disyukuri selama usia hidup mereka, dan sebaliknya justru tak sedikit peserta yang hanya dapat menulis kurang dari 5 hal saja.

Pengalaman saya sendiri tentang seorang teman juga menunjukkan betapa susahnya orang untuk bersyukur.

Beberapa tahun lalu, saya pernah menasehati teman ( yang masih yunior di pekerjaannya dan baru menikah ) , saya berkata bahwa daripada ia tinggal jauh dari kantor dan menghabiskan biaya dan waktu di perjalanannya yang jauh itu, lebih baik duitnya itu dipakai buat nyicil apartemen dibilangan Jakarta Barat yang menurut saya meskipun tidak mewah , masih lumayan baik dan terjangkau harganya. Ternyata setahun lalu, ia entah bagaimana ( saya semula tidak diberitahu karena belakangan ia bercerita bahwa ia malu sebab dulunya ia selalu menolak nasihat saya ) , pada akhirnya ia meminta tolong saya mencarikan apartemen dan sekaligus agen , nah dengan beberapa kali pertemuan akhirnya jadilah teman ini membeli apartemen dimaksud , yang mana saya juga ikut membantu mencari yang harganya paling sesuai.

Entah sudah berapa kali, ia selalu bercerita, tentang kekecewaannya membeli apartemen dimaksud. sehingga saya sendiri menjadi serba salah, karena ada saja yang dia keluhkan , termasuk berbagai hal yang sebenarnya tak terlalu serius.
Setelah beberapa saat sesudah berkali kali ia bolak balik pergi untuk membandingkan apartemen yang ditinggalinya dengan beberapa apartemen termasuk yang agak lebih dekat ke kantornya , akhirnya saya merasa lega, karena ia bilang :" Benar yang kamu bilang, meskipun bagaimana apartemen yang saya tinggali ternyata memang lebih baik dibanding banyak apartemen lain yang pernah saya lihat " ( pikir saya kalau saja ia tetap tidak merasa nyaman tinggal di apartemen yang saya tunjukkan, maka saya merasa serba salah juga kepadanya ) .

Ya memang survey dari rekan trainer di atas memang benar, karena ternyata lebih banyak manusia itu yang hidup dalam keluh kesahnya daripada rasa syukur . Bayangkan saja bagaimana kisah bapak di atas, ketika ia tahu berterima kasih kepada kakeknya, maka pemberiannya yang hanya bernilai kecil saja terbalaskan dengan hal hal yang jauh lebih besar , dan bayangkan juga bagaimana reaksi kakeknya terhadapa kakak dari si bapak ini, bukankah si kakek merasa kesal , karena ia hanya berkeluh kesah dan tidak menunjukkan rasa terima kasih ?

Saya mencoba merefleksikan kisah ini dalam hubungan antara kita sebagai Mahluk dengan Tuhan sang Khalik, barangkali sudah saatnya kita membuang keluh kesah yang berkepanjangan, karena bisa jadi hal ini membuat Tuhan begitu kesal dengan kita , sebaliknya ungkapan rasa syukur akan membuat Tuhan begitu senang dengan kita dan membuka pintu berkatnya buat kita . Bagi saya pribadi, seandainya Tuhanpun belum membuka pintu berkatnya saat ini, maka nafas kehidupan yang ia berikanpun sudah harus membuat saya mengucapkan berjuta juta syukur, karena saya tak akan sanggup membayar jika untuk nya saya harus membayar.

Saya percaya bahwa apapun agama dan kepercayaan yang kita anut, maka setiap kali kita wajib untuk berysukur kepada Tuhan . Ungkapan "Puji Tuhan ,Terima kasih" atau "Syukur Alhamdulillah" hendaknya mewarnai hidup kita selalu . Ingatlah bahwa rasa bersyukur ini akan membuat kita menerima keadaan kita apa adanya tanpa stress dan putus asa, ingat pula bahwa kebahagiaan itu tidak diukur dari seberapa yang kita miliki, tetapi dari rasa syukur atas apa yang telah kita miliki.

Selamat menjalani hidup ini dengan penuh rasa syukur !

Oleh : Timotius Hendra Haes

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 9:46:00 PM   0 comments
Wednesday, June 24, 2009
Life Is Rhytm
18 Juni 2009 jam 2.45 pagi, saya terbangun cepat pagi ini. Saya terheran kenapa saya bisa bangun sepagi ini. Bangun dan menunaikan sholat isya yang hampir saja terlewat karena cepatnya terlepas dari sadar tadi malam. Saya tidak tahu harus melakukan apa pagi ini, cuma saya ingat bahwa memang kemarin saya sedang merubah siklus irama hidupku.

Kemarin adalah hari yang berbeda dari hari hari rutinitasku. Rabu kemarin memang kurubah polanya karena I have to add something new in my activity. Kemarin malam di tengah letihnya badan dan pikiran ini menyelesaikan hariku. Saya masih punya janji untuk menyelesaikun sebuah buku yang di pijamkan untuk kubaca. I’ll try at least, pulang jam 10 malam di hari rabu kubulatkan tekadku untuk membaca buku ini. I get that point I read this book and geting a new paradigm of accountibility (and happy for that). Sebuah timbaan ilmu baru dari kebiasaan ku yang selalu membaca buku motivasi.

Tambahan aktivitas ini bukanlah tambahan aktivitas bagiku, karena sepertinya tubuh ini sepertinya sudah tidak kuat lagi untuk menambahkan satu anak tangga/aktivitas dalam hidupku. Jadi membaca ini membuatku kemarin harus merelakan kegiatan olahraga pagi ku. Sehingga berubah pula konsumsi tenaga yang diolah oleh tubuh ini. Berangkat langsung bekerja layaknya seorang Proletar (hehehe, jadi teringat seorang temanku). Keletihan tubuh ini membuat hari itu kuselesaikan dengan sangat cepat.

Setibanya di rumah kurebahkan tubuh ini ke kasurku yang super empuk itu, dengan ditemani mimpiku yang mengantarkanku pada jam 2,45 pagi ini. And I am doing someting new in my life, menulis di tengah pagi ini untuk menumbuhkan kembali rasa kantukku.

Itulah hidup. Hidup kita adalah sebuah ritme yang kita buat dan ciptakan sendiri. Terkadang bunyinya indah, datar atau bahkan malas untuk di dengarkan, untuk itu andalah komposer dari hidup anda.

Buatlah ritme yang anda suka untuk menghabiskan 12 jam dari 24 jam hidup anda. Anda bayangkan anda di beri Tuhan 43.200 detik dari 86.400 detik yang Tuhan sediakan hari ini untuk anda. Untuk itu terus dan teruslah membuat komposisi nada yang menarik dalam hidup anda, sehingga anda tidak akan pernah bosan untuk menghabisan satu persatu tangga nada yang membuat rhytm hidup anda akan terdengar lebih dan lebih baik lagi.

Jalankan ritmenya kombinasikan anak tangganya dengan menambah, menghapus atau merubah susunan tangga nadanya maka anda akan hidup dengan semangat, persepsi dan positif thinking yang akan mengeluarkan kekuatan pribadi yang ada di dalam diri anda.

Jadi mainkan musiknya dan bahagialah dengan hidup anda.


D_loebiz
Founder BeranieGagal.com

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 9:05:00 PM   0 comments
Tuesday, June 23, 2009
Sebuah Pensil
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.

"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"

Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,

"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai."

"Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.

Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.

"Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."

"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."

Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.

"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

Sumber: Anonymous

Labels: , , , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 9:30:00 PM   0 comments
Monday, June 22, 2009
Knowing Better About Me
Beberapa hari ini saya sedang mengikuti sebuah program pengembangan karyawan di kantor. Sebuah program yang dirancang dengan sebuah pengalaman dan kualitas orang-orang yang sudah tidak diragukan lagi memiliki pengetahuan yang sangat baik di bidang itu. Training ini merupakan ajang share dari yang atas ke yang bawah, dari yang punya ilmu ke kita yang tidak punya ilmu, dan dari pembicara yang meng-inspire kita waktu demi waktu.

I got a couple education, terutama mengenai mengetahui diriku dengan baik, I passed dua buah asesstment yang memetakan siapa sih sebenarnya diri kita. Mostly, keduanya menggambarkan hal yang sama bahwa saya bukanlah seorang yang brilliant. I am just an ordinary people with a spirit, dan motivasi tinggi untuk menjalannkannya. Dari kedua penilaian ini sepertinya keduanya menggambarkan hal yang sama mengenai siapa saya sebenarnya. Saya mendapatkan satu clue yang sama dari assestment ini, bahwa saya bukanlah seorang manusia yang suka berkompetisi dan tidak terlalu suka menonjolkan diri dalam sebuah area kompetisi. I dont know is it the assetment real atau tidak but I believe their have a brilliant capability for mapping people. Terus terang mungkin asesstment ini benar atau mungkin juga salah. Saya orang yang ramai mungkin terlalu ramai untuk ukuran manusia dan seakan akan hal ini memberitahukan ke semua orang bahwa saya ‘exist’ berada di tengah-tengah kumpulan manusia yang sedang bersama menjalani waktu demi waktu hidupnya.

Di satu sisi memang saya bukanlah orang yang terlalu semangat dengan kompetisi, I just like to do my day better and better and better setiap harinya tanpa harus berlomba, menyikut, berlari dan berkompetisi dengan teman-teman seperjuangan. I have my own competition and in office all my friend is my partner to achive our goal not my goal.

Kegiatan di kantor ini membuatku melek bahwa saya memiliki kekurangan yang selama ini tidak kusadari. Selama ini kehidupanku yang sepertinya berpacu dengan waktu rupanya tidak dibarengi dengan sifat kompetisi yang cukup untuk menjalaninya. Hal ini menurutku one step ahead of my life yang tentu saja membahagiakan, karena hari ini HRD saya memberitahukan bahwa saya memiliki kekurangan. Dan dengan recognition ini tentu saja berarti saya juga diberikan kesempatan untuk mengetahui lebih awal siapa saya, sehingga memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyelesaikannya. Hal ini membahagiakan dibandingkan baru kuketahui di saat akhir perjalannan karirku dan saya sudah kehabisan napas untuk memperbaikinya. Sekarang saya sudah tahu tinggal learn more and menumbuhkan sifat kompetisi didalam hidupku.

Pengalaman saya ini ingin saya tularkan kepada anda. Mengetahui diri dengan lebih baik merupakan sebuah nilai tambah yang seharusnya kita miliki dalam hidup ini. Sehingga dengan knowing u better then other membuat kita tahu mana yang harus kita asah, mana yang harus kita tambah dan mana yang harus kita tinggalkan. Dengan knowing better about u membuat kita akan selalu tahu di mana seharusnya kita berdiri. Di mana seharusnya kita mengambil posisi dan tahu seharusnya kapan kita akan jump in to game or out and become the viewer.

Hal ini tentu saja akan membuat anda menjadi orang-orang yang mengetahui kapasitasnya dan dapat menerima bahwa teman anda, atasan anda dan keluarga anda adalah individu-individu lain yang diciptakan untuk melengkapi kekurangan anda. Untuk itu knowing better about u dan gunakan secara optimal dan berbahagia dalam menjalankan hidup anda.


D_loebiz
Founder BeranieGagal.com

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 9:58:00 PM   1 comments
Sunday, June 21, 2009
Sakit Dahulu Senang Kemudian
Dalam beberapa minggu terakhir ini saya sering bertanya kepada para pelaku bisnis, “Bagaimana kondisi bisnis saat ini ?” Dan ternyata sangat membahagiakan jawaban mereka yaitu “Sekarang sudah mulai menggeliat kembali”. Ini tentu memberikan kabar nan indah bagi semua orang di Indonesia ini.

Dalam artikel kali ini saya ingin berbagi pengalaman ketika bertemu dengan seorang sahabat baru di kota Bandung beberapa minggu lalu. Beliau adalah seorang General Manager di sebuah perusahaan textile dan bagi saya dia adalah salah seorang sosok yang unik dan penuh dengan prestasi.

Ketika diskusi berlanjut akhirnya dia bercerita bahwa dia bisa menjadi seperti ini karena mengalami penempaan mental dan ketrampilan yang luar biasa dari atasannya beberapa tahun lalu di perusahaan yang lama. Atasan beliau tergolong orang yang sangat super pintar dan super disiplin sehingga hampir-hampir sulit membedakan apakah saat itu beliau sedang diberdayakan atau diperdayakan. Tetapi berkat kesabaran dan ketekunannya semua bisa dilaluinya dan menghasilkan suatu pengalaman luar biasa yang mampu membawanya menciptakan prestasi-prestasi yang luar biasa.

Dalam kehidupan ini secara kita sadari atau tidak ternyata banyak kenyamanan yang diawali dengan sebuah penderitaan. Contoh sederhana saya mempunyai seorang anak berumur 6 bulan dan dia harus mengalami ketidak-nyamanan dalam dirinya ketika giginya mulai tumbuh tetapi ketika sudah tumbuh gigi tersebut sangat berarti bagi hidupnya. Demikian juga ketika mulai berjalan seorang bayi harus mengalami jatuh bangun berulang-ulang kali.

Dari pengalaman dengan seorang General Manager dan anak saya tersebut semakin menguatkan bahwa kadang kita mengalami perasaan bahwa hidup ini sangatlah berat dan sulit tetapi kita kurang menyadari bahwa dibalik kesulitan tersebut tersimpan sebuah makna luar biasa yang akan menghantar kita menuju prestasi yang lebih tinggi di masa yang akan datang.


Salam Prestasi,


Andreas Hartono
Mindset Motivator

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 2:06:00 PM   0 comments
Thursday, June 18, 2009
Mike Lazaridis, Penemu Blackberry
Mike Lazaridis (48 tahun) adalah seorang pengusaha sukses. Pada saat ini, oleh media cetak dan internet, ia dianggap sebagai salah satu orang paling penting dan berpengaruh bagi masyarakat dunia. Alasannya: ia penemu BlackBerry. Bersama dengan berbagai situs jaringan sosial, BlackBerry mampu mengubah pola/kebiasaan komunikasi masyarakat dunia.

BlackBerry adalah perangkat genggam nirkabel (tanpa kabel) yang memiliki kemampuan telepon selular, ditambah fasilitas e-mail, SMS, faksimili, penjelajah internet, kamera, dan lainnya.

BlackBerry - berbekal sistem dan teknologi servernya yang unik - selalu bisa terhubung dengan internet. Jadi, dengan BlackBerrry, Anda bisa berkomunikasi sekaligus menerima/mengirim data dengan mudah...di mana saja!

**

Lazaridis adalah penduduk Waterloo, Kanada. Namun dia lahir di Istanbul, Turki. Lalu, kedua orangtuanya yang berasal dari Yunani membawa Lazaridis ke Kanada saat usianya lima tahun.

Tahun 1966 Lazaridis tinggal di Windsor, Ontario. Bakatnya mulai tampak sejak dia bersekolah di Windsor. Ia menghabiskan banyak waktunya di perpustakaan.

Umur 12 tahun, Lazaridis mendapat penghargaan Windsor Public Library karena telah melahap semua buku ilmu pengetahuan di perpustakaan itu. Di SMA, minatnya terhadap elektronik terfasilitasi karena bertemu dengan guru-guru hebat. Dalam setiap wawancara, dia selalu merujuk pada guru-guru SMA yang dianggapnya sebagai motivator paling baik. Guru-gurunya di sana jugalah, yang memimpikan bergabungnya fungsi perangkat elektronik (seperti telepon genggam), komputer, dan wireless.

Tahun 1979, Lazaridis memutuskan kuliah di Universitas Waterloo jurusan Electrical Engineering bidang ilmu komputer. Saat menjadi mahasiswa, dia mendapat kontrak 500.000 dollar dari General Motors (GM) untuk membangun display kontrol jaringan komputer. Dari dana kontrak dengan GM itu, ditambah pinjaman 15.000 dollar dari orangtuanya, Lazaridis yang masih mahasiswa mendirikan perusahaan bernama Research in Motion (RIM). Dia keluar dari universitas dua bulan sebelum lulus.

RIM bergerak di bidang teknologi barcode untuk film. Lambat laun, RIM merambah ke wireless dan tahun 1999 memperkenalkan BlackBerry.

**

Hal yang patut kita tiru, biarpun sudah sukses, Lazaridis tetap rendah hati dan tidak cepat puas. Ia tetap banyak belajar dan selalu melakukan riset. Maka tidak heran, ia tidak "hanya" menjadi seorang ahli teknologi. Dia juga menguasai manajemen, pemasaran, dan strategi invasi produk ke penjuru dunia! Luar biasa!


Oleh : Team Andriewongso.com

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 1:03:00 AM   0 comments
Meraih Citra Diri Positif
Kita tentunya masih teringat dengan Piala Citra, sebuah penghargaan tahunan yang diberikan kepada insan perfilman Indonesia yang berprestasi. Seluruh komponen terbaik yang terlibat dalam sebuah proses pembuatan film, mulai dari Aktor/Aktris Pemeran Utama, Aktor/Aktris Pemeran Pembantu, Sutradara sampai Penulis Skenario, akan mendapatkan penghargaan diantara beberapa film yang saling berkompetisi dalam sebuah penjurian yang sangat ketat.

Meraih Piala Citra adalah sebuah kebanggaan, sebuah prestasi dan tentunya akan menambah kepopuleran dalam masyarakat. Sebuah penilaian yang sangat positif mereka terima dan terakui.

Sama seperti diri kita yang ingin memiliki citra diri yang baik, maka kita harus memiliki sebuah penilaian yang baik, baik dari dalam diri kita maupun dari orang lain yang melingkupi diri kita. Citra itu sendiri menurut H. Fadhil Zainal Abidi, BE (2008) adalah anggapan yang tertanam di dalam fikiran bawah sadar seseorang tentang dirinya sendiri. Citra diri bisa tertanam dalam fikiran bawah sadar oleh pengaruh orang lain, pengaruh lingkungan, pengalaman masa lalu atau sengaja ditanamkan oleh fikiran sadar. Ditambahkan lagi bahwa Citra diri merupakan blueprint kehidupan seseorang, ia akan menjalani kehidupannya sesuai gambaran mental yang ada dalam citra dirinya. Setiap orang yang memiliki sikap, perkataan, perbuatan dan kebiasaan yang baik, dilakukan dengan tulus dan selalu berfikir positif akan mendapatkan citra diri yang baik dan tentunya banyak orang yang senang bekerjasama dengannya.

Kita tentunya juga ingin menjadi orang yang memiliki citra diri positif, bukan hanya karena ingin dikenal atau dipuji, tetapi perasaan kita akan lebih nyaman, pengakuan orang lain pada kita akan lebih menyenangkan dan kita akan lebih mudah diterima oleh siapapun serta kebahagiaan hidup kita didunia ini akan semakin lengkap.

Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan citra diri positif, antara lain :

1. Taat beribadah

Beribadah adalah sebuah konsekuensi manusia yang memiliki agama. Beribadah tidak lebih dari sebuah bentuk penyerahan diri kepada Yang Maha Pencipta, sebuah pengakuan bahwa manusia adalah ciptaan-Nya dan harus berbakti kepada-Nya. Ketaatan beribadah ini bukan hanya kerajinan kita pergi ke rumah ibadah, kekhusyukan kita berdo'a, seringnya kita membaca kitab suci atau besarnya sumbangan yang kita berikan untuk rumah ibadah, tetapi lebih kepada implementasi ibadah kita dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang taat beribadah dengan segenap perasaan dan keikhlasan, akan meresapi makna ibadah dan isi kitab suci serta mampu mengaplikasikan segala sesuatu yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Ia akan mendapatkan sebuah penilaian yang positif karena ketaatan ibadahnya mampu diselaraskan dengan sikap, perkataan dan perbuatan sehari-hari

2. Menghargai orang lain

Seluruh manusia didunia ini memiliki derajat dan kedudukan yang sama. Yang membedakan manusia dimuka bumi ini adalah kemampuan masing-masing orang dalam memanfaatkan potensi diri yang mereka miliki. Banyak orang yang mampu memanfaatkan potensi diri sehingga mampu meraih kesuksesan dalam karir dan kehidupan, juga tidak sedikit orang yang selalu mengantungkan hidupnya pada belas kasihan orang lain. Kita yang merasa memiliki kelebihan seyogyanya mampu menghargai sesama yang lebih sedikit kepemilikannya dibandingkan kita. Menghargai orang lain dengan saling membantu, tidak melakukan perbuatan yang menyakitkan orang lain serta selalu tenggang rasa akan membuat sebuah nilai yang sangat positif dan orang akan senang bertemu, bercakap dan dipimpin oleh kita

3. Berfikir positif

Memiliki sebuah tingkah laku dan perkataan positif kadang belum tentu diikuti dengan sebuah pemikiran yang positif juga, padahal pemikiran positif sangat mempengaruhi dan menentukan tindakan dan perkataan positif kita agar dapat lebih tulus kita berikan pada orang lain. Orang yang selalu berfikiran positif akan memiliki talenta yang luar biasa dimata orang lain, karena orang lain tidak ragu lagi dalam berkomunikasi dengan kita karena akan selalu diterima dan ditanggapi secara positif

4. Jujur

Melakukan kejujuran layaknya seperti sebuah pertempuran besar dalam diri sendiri. Kadangkala kita mengalami kesulitan untuk berkata dan bertingkahlaku jujur, ketakutan kita berbuat salah, kekhawatiran kita dimarahi orangtua atau atasan atau orang lain, ketidakinginan kita kehilangan respon positif dari orang lain karena kesalahan kita, merupakan beberapa alasan yang membuat kita tidak ingin melakukan kejujuran. Padahal, dengan kejujuran yang kita tampilkan, orang lain akan mampu melihat diri kita lebih lengkap sehingga dapat memaklumi kesalahan dan kita dapat diposisikan pada tempat atau tugas yang sesuai dengan potensi yang kita miliki dan kita dapat merasakan kenyamanan dalam beraktifitas. Kejujuran kita dalam berbisnis, akan lebih memperkuat posisi kita didunia usaha, karena rekan bisnis kita tentunya akan memposisikan kita sesuai dengan potensi bisnis yang kita miliki atau lebih lagi dapat memberikan masukan kepada kita untuk lebih mengembangkan bisnis yang kita jalankan atau kepercayaan yang lebih besar untuk menjalankan sebuah program bisnis yang lain. Kejujuran akan memberikan kita jutaan penilaian yang lebih dan membuat kita memiliki tempat terbaik pada sebuah kumpulan manusia

5. Bekerja keras, penuh semangat dan tulus

Menjalani aktifitas dalam mengisi kehidupan tentunya membutuhkan kerja keras dan pantang menyerah yang menjadikan kita terus dan terus melaksanakan aktifitas dengan sepenuh hati. Nilai yang akan kita hasilkanpun akan sangat memiliki arti bagi kehidupan kita. Aktifitas yang penuh kerjakeras bila dibarengi dengan semangat yang menyala-nyala akan memberikan aura positif bagi rekan kita untuk melakukan tindakan yang sama, bekerjakeras dengan penuh semangat. Ketulusan yang mengiringi kerjakeras dan semangat kita akan melahirkan sebuah hasil kerja yang sempurna, karena seluruh potensi diri kita libatkan untuk menghasilkan aktifitas yang terbaik untuk diri kita, orang lain, bangsa dan negara. Kerjakeras, semangat dan ketulusan akan membuat diri kita akan selalu digunakan oleh orang lain dan sebuah jaminan akan hasil kerja yang terbaik

Citra diri positif tentunya akan terus melekat pada diri kita sehingga kita menjadi pribadi yang tangguh, dipercaya dan menyenangkan bagi orang lain. Ibarat kata pepatah "Harimau mati, meninggalkan belang - gajah mati, meninggalkan gading - manusia mati, meninggalkan citra positif"

Tetap berusaha menjadi pribadi positif dan luar biasa


Oleh : Eka budhi sulistyo adalah praktisi peternakan sapi perah dan Integrated Farming System, alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman.

penulis dapat dihubungi di ekabees2@yahoo.com

www.ekabees.blogspot.com
www.ekabees.wordpress.com

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 12:56:00 AM   0 comments
Life is Challenge
Suatu ketika saya melihat sebuah pertandingan lari atau marathon dimalang tempat tinggal saya. didalam lomba tersebut saya memperhatikan para peserta lomba, dimana mereka terus berusaha untuk mempercepat langkah mereka untuk segera mencapai garis finish. perlombaan ini hanya memberikan 3 juara, dimana setiap juara memperoleh hadiah fresh money yang selisih angkanya antara juara 1 dengan juara 2 dan 3 sangatlah banyak. dan ketika peserta terdepan memasuki garis finish, saya melihat raut wajahnya yang awalnya kelelahan berubah menjadi wajah kebahagiaan.

Dari pengalaman diatas saya menyimpulkan bahwa hidup ini bagaikan sebuah "perlombaan atau challenge" dimana setiap manusia didalamnya berusaha keras untuk segera mencapai kesuksesannya masing-masing atau garis finish. dan besar kecilnya kesuksesan bergantung pada seberapa besar usaha mereka untuk menggapainya. sama halnya dengan pelari yang memperoleh juara 1 diatas, dimana dia terus menambah kecepatan berlarinya agar segera mencapai finish dan akhirnya dia mendapatkan hasil yang sangat besar atas usahanya tersebut.

Oleh karena itu, dari pengalaman yang sangat langkah tersebut akhirnya saya mencoba untuk merubah pola kehidupan saya yang sebelumnya hanya
WAIT AND THINK namun tiada hasilnya, saya ubah menjadi GO FAST AND ACTION dan alhamdulillah sekarang saya bisa menikmati hasilnya......

Saat ini saya bekerja sebagai Technical Sales di PT Makarizo Indonesia wilayah SURABAYA
!!!

Salam Sukses........

Oleh : Muh Taufiq Ismail

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 12:51:00 AM   0 comments
Monday, June 15, 2009
Bahaya Otak Kanan
Apa yang lebih anda takuti?

Mana lebih ber-resiko tinggi:
a. Reaktor nuklir atau
b. sinar matahari?

Binatang apa yang mengakibatkan kematian manusia terbesar?
a. Buaya
b. Beruang
c. Kijang
d. Hiu
e. Ular

Penyebab kematian manusia terbesar:
a. Perang
b. Bunuh diri
c. Pembunuhan

Kalau jawaban anda reaktor nuklir, anda salah. Kejadian yang disebabkan oleh reaktor nuklir terdahsyat adalah saat Chernobyl bocor di Ukraina tahun 1986. Jumlah orang yang mati akibat terkontaminasi nuklir hingga 2006 dibawah 100 orang. 8000 orang pertahun meninggal akibat skin cancer atau overexposure sinar matahari.

Jika anda jawab ular atau hiu, sayang masih salah.Kijang mengakibatkan kematian manusia lebih banyak 7x setiap tahunnya.

Jika anda menjawab perang mengakibatkan kematian, sekali lagi anda salah. Bunuh diri dua kali lebih banyak dari pembunuhan.

Apa pelajarannya?
Saat kita menerima sebuah informasi negatif, di minta untuk mengambil keputusan atau di tuntut untuk take ACTION, otak kanan anda memberi reaksi. Karena otak kanan tidak bisa menganalisa terstruktur, otak kanan anda hanya memberi reaksi spontan.

Nah, bahayanya reaksi nomor satu saat anda masuk ke area UNKNOWN adalah, otak anda mengaktifasi frontal lobe kanan yang dominasi produksi perasaannya adalah FEAR. Saat FEAR muncul, ia segera mengaktifasi AMYG, dua neuron yang mematikan aliran darah ke otak, kemudian mengaktifasi ginjal untuk mengeluarkan adrenalin dan menyebarkan aliran darah dengan deras keselurh otot, itu sebabnya saat anda dikejar anjing gila, anda bisa lari tanpa berpikir ... berita buruknya DISANA ANDA KEHILANGAN AKAL SEHAT.

So,dalam mengambil keputusan, consciousness is very important. Tidak bereaksi spontan (bukan saat dikejar anjing gila) akan memberi anda alternatif untuk memberi kesempatan agar intuisi anda bekerja lebih clear. Baru otak kanan sangat ampuh mengawal kesuksesan anda.

Tipsnya: Jangan biarkan otak kanan menciptakan FEAR... belajarlah mengaktifasi LOVE dari otak kanan yang memberi anda level energy lebih tinggi dari courage bahkan burning desire...Bertindaklah berdasarkan LOVE bukan FEAR... ambil keputusan berdasarkan LOVE bukan FEAR.

Have FUN dengan otak kanan anda..

Bagaimana menurut anda?

Salam FUNTASTIC!

Tom MC Ifle
Chief Operating Officer ActionCOACH Indonesia
Penulis buku best seller Profit is King, Rahasia Meledakkan Profit Tanpa Iklan

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 8:50:00 AM   0 comments
Thursday, June 11, 2009
Bagaimana Menjadi "Boss/Supervisor" Yang Baik?
Tidak semua orang bisa menjadi boss yang baik, tetapi dengan praktek secara langsung, pelatihan yang terus menerus maka seseorang bisa saja menjadi supervisor yang sukses. Berikut beberapa strategi yang bisa dipergunakan agar seseorang bisa menjadi seorang atasan yang baik sesuai yang di harapkan. Menjadi seorang boss/supervisor diperlukan keahlian yang tergolong “soft skills” dimana diperlukan suatu prinsip dasar untuk bisa menjadi atasan yang efektif. Prinsip dasar tersebut adalah “bagaimna memperlakukan orang lain sesuai dengan apa yang kita harapkan ketika kita diperlakukan oleh orang lain”. Hal tersebut akan menjadi dasar yang utama untuk menjadi atasan yang efektif. Selain itu ada beberapa hal mendasar lain yang perlu diperhatikan ketika kita menjadi seorang atasan.

“Perlakuan yang sama”

Ketika seorang atasan memperlakukan bawahannya maka perlakukanlah secara “equal” dimana tidak ada perbedaan perlakukan satu dengan yang lainnya. Istilahnya tidak ada perlakukan khusus “anak emas” ketika kita menjadi seorang atasan. Perlakukan yang sama ini harus ditunjukan seorang atasan dimanapun sehingga semua karyawan dapat paham bahwa tidak ada perlakuan istimewa terhadap siapapun itu.

“Mengontrol emosional”

Menjadi seorang atasan juga diharapkan memiliki tingkat kontrol emosional yang matang. Seorang atasan diharapkan tidak menegur bawahannya dengan cara yang kasar, berteriak atau memaki walau ditempat yang private sekalipun. Pergunakanlah kata-kata yang manusiawi dengan pendekatan yang disesuaikan tipikal dari karyawan tersebut.

“Pendelegasian yang efektif”

Belajarlah untuk percaya dalam mendelegasikan tugas kepada bawahan. Sesuaikan pendelegasian dengan setiap bawahan yang mendapat delegasi tersebut. Misalnya, seorang karyawan yang sudah bekerja 3 tahun lamanya sudah lebih paham akan tugas dan tidak memerlukan pengawasan yang teramat ketat. Berikan kepercayaan dan batasan waktu penyelesaian kerja tersebut, maka karyawan akan merasa sangat dihargai kemampuannya. Berbeda dengan karyawan baru yang baru mendapat pendelegasian tersebut, tuntunlah dengan arahan-arahan yang jelas, tidak mendikte dan tetap berikan kepercayaan dan tanamkan kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas tersebut.

Dalam memberikan pendelegasian juga tanamkan bahwa kualitas pekerjaan adalah yang utama dan yang diharapkan oleh kita sebagai atasan. Pastikan tingkat kualitas yang tinggi diharapkan dari semua pendelegasian dan sebagai atasan kita harus konsekwen memberikan penilaian atas kualitas ini. Jangan memberikan standar kualitas yang berbeda terhadap tiap karyawan yang mendapatkan delegasi tugas.

“Komunikasi”

Tetap menjaga komunikasi dalah prioritas yang utama. Buatlah pertemuan yang teratur terhadap bawahan baik formal maupun informal untuk membuka jalan komunikasi ini. Pikirlah suatu cara agar karyawan mau dan berani berbicara, bertanya, mengeluarkan pendapatnya. Motivasi karyawan dengan kemampuan yang mereka miliki. Berikan pertanyaan mengenai solusi suatu masalah dan diskusikan secara terbuka. Sebagai atasan yang baik kita juga perlu siap, terbuka dan tanggap untuk meresponse semua pertanyaan, saran dan kekhawatiran karyawan. Dengan komunikasi yang baik, maka bawahan merasa memberikan kontribusi terhadap sukses organisasi (2009)

Sumber: www.careerhrm.wordpress.com/

Labels: , , , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 11:28:00 PM   0 comments
Mau Kaya Raya?... Yaa Harus Mata DUITAN

Seringkali saya geli kalau ketemu orang-orang, yang menginginkan sukses kaya raya, tapi apa yang diucapkannya bertolak belakang dengan keinginannya. Dalam sebuah sesi Seminar Entrepreneurship, saya sempat melontarkan anjuran, bahwa jika kita mau sukses kaya raya, syarat pertamanya adalah, "Kita Harus Mata Duitan"... artinya dipikiran dan perasaan kita harus berisi duit-duit-duit dan duit-duit-duit-duit... hehehehe...

Tahukah tanggapan spontan sebagian besar peserta seminar saya itu? Wah...Pak Nano kok ngajarin kita jadi mata duitan sih...kan nggak benar tuh. Kan nanti kita bisa menghalalkan segala cara... Nanti kita bisa lupa diri kan, Pak Nano... Kan sukses itu bukan ditentukan oleh banyaknya duit kita ya... Yang penting kan kita bisa bahagia, meskipun nggak punya duit... Banyak duit tapi hutangnya juga banyak kan ya repot toh, Pak Nano... dan masih banyak tanggapan serupa itu.

Inilah hebatnya sebagian besar dari kita orang Indonesia. Tanggapan spontanitas atas suatu permasalahan selalu bernuansa moralitas dan agamis yang sangat kuat. Sepertinya mengesankan bahwa mereka ini memang sangat kuat dan sangat baik mentalitas moralnya maupun ketaatannya kepada ajaran agamanya. Harapan saya, semoga saja memang benar begitu adanya.

Nah, akhirnya saya menjawab berbagai pernyataan spontan dari para peserta tadi. Pertama saya katakan kepada mereka, bahwa UANG atau DUIT memang bukan hal utama yang menentukan bahagia atau tidak bahagianya seseorang. TAPI, uang bisa lebih mempermudah kita untuk menjalani kehidupan ini. Setuju?? Semua peserta menjawab setuju sambil malu-malu. Coba bayangkan saja jika Anda tidak memiliki uang? Hayoo...Anda bisa apa tanpa uang di tangan Anda? Hayoo...siapa bisa jawab?? Tidak ada satu pun peserta yang mau menjawab pertanyaan saya itu. Padahal menjawab kan nggak pakai uang ya...hahahaha...

Inilah yang jadi penekanan saya saat Seminar Entrepreneurship beberapa waktu lalu. Satu hal saya ingatkan kepada setiap peserta yang hadir, bahwa saya ini sedang berhadapan dengan orang-orang yang tentunya beragama semuanya, dan menjalankan perintah agamanya yang pasti tujuannya untuk kebaikan...dan, tidak ada yang atheis. Reaksi spontan menanggapi pernyataan saya bahwa "Kita Harus Mata Duitan", sudah jelas menunjukkan bahwa mereka ini secara mentalitas moral sangat bagus, menyadari pentingnya moral dan agama untuk menjaga segala tindakannya dari hal-hal yang merugikan orang lain, selalu waspada terhadap bisikan syaitan yang terkutuk. Benarkah begitu?? Mereka serentak menjawab, IYA... Nah, jadi tidak perlu lagi kita berkutat dan berdebat dengan hal-hal yang mempertanyakan kualitas mental, moral maupun keimanan kita...toh Anda ini semuanya orang yang beriman dan bermoral, iya kan?

Ok, kembali ke topik "Kita Harus Mata Duitan". Sekarang semua peserta seminar sudah setuju tidak perlu mempertanyakan dampak dari "Kita Harus Mata Duitan", karena semuanya sudah punya iman dan moral yang sangat baik, jadi gak mungkin membuat mereka jadi jahat jika sudah "Mata Duitan"...hehehehe... resiko ditanggung penumpang...

Sebagian besar dari kita, mungkin disebabkan pendidikan dan pengalaman masa lalu mengenai UANG atau DUIT, yang cenderung bernuansa negatif, jelek, bahkan jahat, pada akhirnya menyebabkan pikiran dan perasaan mengenai uang menjadi TIDAK TEPAT, jadi "ill-feel" gitu... jika dengar kata UANG. Inilah yang harus Anda pahami dan luruskan kembali kepada norma yang baik dan benar tentang uang.

UANG tidak punya kesalahan apa pun kepada diri Anda, justru uang seringkali membantu Anda jika Anda memerlukannya. Ini sebuah realita, tanpa uang kita bisa apa? Jadi jika seseorang tetap menistakan uang di dalam pikirannya, bagaimana dia bisa didatangi oleh uang? Benar apa Betul?

So...untuk memperoleh uang, karena ini Seminar Entrepreneurship, maka saya tandaskan bahwa salah satu cara terbaiknya adalah Anda harus berani memulai bisnis sendiri sebagai Entrepreneur. Bahkan bagi umat Islam, khazanah Entrepreneurship ini sudah sejak awal ditekankan oleh ajaran Islam.

Rasulullah Muhammad sendiri sudah mulai giat mencari uang saat usianya masih sangat muda, baru belasan tahun...dan, pada usia 18 tahun beliau sudah menjadi pedagang sukses dan terkenal di Persia, Romawi, dan Syam. Ada anjuran di dalam sebuah Hadits: i'mal li dunyaka ka annaka ta 'isyu abadan, wa i'mal li akhiratika ka annaka tamut ghadan. Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besuk pagi.

Perlu juga disadari bahwa uang dan harta kita ini berfungsi strategis untuk aktivitas berdakwah juga. Jika kita memiliki uang dan harta yang banyak, dan tentunya cara memperoleh dan membelanjakannya sesuai prosedur ajaran agama Islam, maka fasilitas ini bisa semakin memudahkan kita untuk melaksanakan kewajiban agama. Islam memerintahkan umatnya untuk mencari rejeki, dan jangan lupa untuk zakat, berinfaaq, bersedekah, dan lain-lain hal yang baik dan positif. Islam dengan tegas membatasi tindakan umatnya, yakni dengan cara-cara halal dan baik.

Bukankah uang sangat penting bagi kehidupan dunia dan akhirat? Rasulullah telah mencontohkan semangat entrepreneurship yang luar biasa prima. Saat masih berusia belasan tahun saja, beliau sudah bisa berbisnis sendiri. Kalau jaman sekarang mungkin beliau masih seusia anak-anak SMA atau yang sederajat...yang mana, sebagian besar anak-anak seusia ini pada jaman sekarang lebih banyak yang bersantai-santai saja, lebih senang hang-out ke plaza, mall maupun kong-kow di cafe...daripada mencoba mulai bisnis...

So what...? Jika Anda mau kaya raya...Anda memang Harus Mata Duitan terlebih dulu. Canangkanlah di dalam pikiran dan perasaan Anda, bahwa Anda harus memiliki uang dan harta kekayaan berlimpah, sehingga ini memicu dan memacu Anda segera membuat rencana-rencana tindakan untuk meraihnya, dan Anda benar-benar Take Action untuk meraih sukses berkelimpahan materi yang Anda impikan itu. Dan selalu ingatlah, Anda adalah seorang yang punya iman kuat dan bermoral baik.

Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 11:22:00 PM   0 comments
Semuanya Mungkin
Beberapa waktu lalu saya mendapat tugas yang terlihat tidak mungkin, tetapi berbekal tekad dan keuletan dan kerjasama tim akhirnya tugas yang menurut persepsi saya tidak mungkin, dapat terselesaikan sudah. Dari hal tersebut terdapat sebuah pelajaran yang saya ambil, sesuatu hal terlihat tidak mungkin ketika kita tidak berminat atau tidak serius mengerjakan sesuatu,
tetapi ketika kita sepenuh hati melakukanya maka akan terjadi suatu kemungkinan ditengah kata yang tidak mungkin.

Teori suatu kemungkinan faktor terpenting adalah kemauan keras untuk berbuat sesuatu. siapapun orangnya berpeluang menjadi orang sukses. Meskipun latar belakang pendidikan atau masa lalu seseorang tentu saja memberikan sentuhan-sentuhan peluang menjadi lebih besar, dan membuat suatu kemungkinan dari suatu yang tidak mungkin.

Pernah melihat Camera, mungkin orang zaman dahulu kala menganggap membuat kamera adalah tidak mungkin, tetapi kita lihat sekarang betapa canggih kamera yang dihasilkan hasil dari sebuah keinginan dan Kemauan keras untuk mewujudkanya, Atau pernah kah terbayang Laptop saat ini yang sangat tipis, coba bandingkan pada saat komputer ditemukan ternyata komputer memerlukan ruang yang besar dan luas, dan membuat laptop adalah hal yang tidak mungkin pada jamanya, tetapi berdasarkan hasil kerjakeras maka saat ini akan tercipta laptop yang super tipis.

Dengan kemauan yang keras, setiap orang dapat sukses di manapun dan di bidang apapun. Banyak sekali peristiwa besar dunia di sepanjang lintasan sejarah, dan itu hanya mungkin lahir dari kemauan yang besar. Manusia tidak pernah kekurangan kekuatan, tetapi kurang kemauan, Sukses dan suatua kemungkinan sangat ditentukan oleh kuatnya kemauan dari dalam diri sendiri untuk belajar dan bekerja keras, dan meningkatkan kualitas diri. Tantangan atau kendala apapun berusaha diatasi dengan memberikan yang terbaik dan menjalani dengan sungguh-sungguh.

Walaupun kita telah pernah mengetahu semua adalah mungkin tetapi banyak diantara kita yang masih tidak menerapkan kata-kata tersebut dalam hidup. suatu ketidak mungkinan adalah sebuah batasan yang menghentikan kita dalam mencapai impian-impian kita. Bahkan kita sering sekali meyakinkan diri kita bahwa kita tidak sanggup dan tidak pantas untuk sukses, kita mempercayai perkataan orang-orang yang mengatakan bahwa sesuatu itu tidak mungkin dilakukan, tanpa mau berusaha dan bekerja keras untuk menghasilkanya.

Apakah pernah karena orang mengatakan kepada kita suatu hal itu tidak mungkin, lantas kita percaya dan yakin begitu saja. Ingatlah Tidak ada batasan yang dimiliki manusia. Manusia memiliki kemampuan luar biasa dan tak terbatas untuk mewujudkan apa yang kelihatannya tidak mungkin, begitu pun kita, semua nya mungkin terjadi kita memiliki energi potensial dalam diri yang tidak tersalurkan, cobalah bangkitkan energi potensial itu hanya dengan percaya bahwa semuanya mungkin terjadi.

Sebuah kemungkinan dibatasi Dibedakan menjadi mungkin dan tidak mungkin Seolah-olah mereka terpisah menjadi dua kutub yang bersebrangan Mungkin diartikan kemungkinan Tidak mungkin diartikan ketidakmungkinan Tapi cobalah lihat sekali lagi Coba lihat untuk kedua kalinya, ternyata hanya ada satu jawaban untuk sebuah ketidak mungkinan dan tidak ada dua kutup yang bersebrangan, karena di dunia ini semuanya adalah mungkin. ayo percaya bahwa anda bisa melakukan sesuatu yang besar.

Salam
Erwin Arianto

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 11:05:00 PM   0 comments
Tuesday, June 09, 2009
Mau Tua Or Muda?
Ini cerita menarik dari LA, tentang seorang tua bernama Ernest Heyneman. Banyak orang yang pikun saat usia lanjut, tapi tidak dengannya. Di usianya yang ke 85, ia ditangkap karena telah mencuri 3500 buku dan video selama kurun waktu empat tahun. Pria pensiunan pegawai studio film ini kini dilarang memasuki perpustakaan lokal. Menyikapi hukuman tersebut, pengacaranya begitu kecewa karena merasa hukuman tersebut adalah penjara baginya. “Heyneman adalah kutu buku. Hukuman seperti itu adalah penjara baginya, bahkan lebih buruk”.

Lantas bagaimanakah modus pencurian buku yang dilakukan Heynemen? Dalam seminggu ia pinjam beberapa buku dan video untuk dibawa pulang. Lantas, ia mulai mencopoti tanda pengaman lalu ia kembalikan tepat waktu. Setelah itu, ia kembali lagi hari berikutnya untuk mulai menyelundupkan buku pilihannya tanpa terdeteksi saat melewati pintu pengaman. Sebuah cara yang cerdik!

Tua tidak Berarti Lemah

Siapa bilang bahwa tua harus lemah? Acapkali kita dengar bagaimana orang menggunakan ketuaannya sebagai alasan untuk ke-tidakproduktifan -nya, untuk kealpaannya serta kekhilafannya. Usia, kenyataannya bukanlah suatu penghambat untuk meraih yang lebih tinggi. Usia pun bukan kendala dalam hal karir dan kerja. Orang Jepang sangat menghargai senioritas. Jabatan-jabatan tertentu di psh Jepang kadang disediakan hanya bagi mereka yang diprediksikan telah berambut putih, lambang kematangan. Mereka percaya, pengalaman akan membuat orang menjadi dewasa. Loyalitas dan usia, dihargai oleh mereka. Celakanya, tidak semua orang tua menjadi matang. Banyak orang yang tua secara usia, namun secara mental, masih terbelakang. Orang ini tua secara badaniah namun sayang, kearifan serta kematangan tidak menyertainya. Tak heran jika ada pepatah, banyak orang menjadi tua tanpa pernah menjadi dewasa. Masalahnya, ketuaan tidaklah selalu sama dengan kematangan.

Kita mengenal pula banyak orang yang sukses dan berhasil tatkala di saat-saat tua. Kolonel Sanders misalnya, mencapai suksesnya tatkala ia telah pensiun di usia 67 tahun! Untung saja bahwa ia tidak mengeluh dan menyerah di usianya yang telah renta. Andaikan ia menggunakan alasan ketuaannya untuk berhenti mungkin tak kan pernah dunia merasakan ayam lezat ala KFC-nya.

Menjadi tua hanyalah ada dalam pikiran kita. Secara fisik, orang bisa menjadi jompo dan lemah, tetapi jiwa manusia tidak mengenal usia. Jiwa manusia mengandung potensi di luar batas dimensi fisik dan waktu. Karena itu, tatkala fisik telah renta dan melemah, jiwalah yang perlu dibina. Sayangnya banyak orang tua membiarkan dirinya digerogoti baik fisik maupun jiwanya. Menolak fisik menjadi tua adalah keniscayaan. Tetapi menolak jiwa menjadi tua, adalah pilihan. Bagaimana membangun jiwa yang terus-menerus muda?

Always Have Fun


Kegembiraan adalah makanan bagi jiwa. Seringkali dikatakan laughter is the best medicine. Mungkin humor dan gembira, tidaklah lantas membuat penyakit dan permsalahan kita lenyap total. Tetapi dengan melihat hidup dari sisi yang ceria, hidup terasa menjadi lebih nikmat. Lagipula, masalah hidup tidak pernah akan selesai. Ibarat gelombang, setelah surut, akan muncul pasang yang lain. Tetapi hati yang gembira adalah ibarat selancar yang membuat kita dapat menjalani segala pasang surut lautan kehidupan dengan rasa damai. Itulah sebabnya mereka-mereka yang berusia panjang, cenderung memiliki sense of humor yang baik dalam hidupnya.

Hidup Kini Dan Di sini

Alkisah pernah suatu kali malaikat diutus kebumi untuk memberi hadiah kepada orang yang paling berbahagia di bumi. Namun, setelah bulanan mengelilingi bumi, tidak ditemukan seorang pun yang paling berbahagia. Ternyata, kebanyakan manusia tidak ada yang betul-betul menikmati dan bersyukur atas hidupnya. Mereka hidup di dua alam: alam masa lalu dan masa depan. Akhirnya, hadiahnya pun dikembalikan pada Tuhan. Kehidupan bukanlah melulu soal usia. Bruce Lee membuktikan, meskipun hidupnya pendek, ia dikenang dengan kontribusinya yang luar biasa bagi martial arts, seni bela diri. Itu sebabnya salah satu rahasia awet muda yang lain adalah menikmati hidup kini dan disini. Kuncinya terletak pada kerelaan kita melepaskan masa lampau serta tidak terlalu banyak khawatir akan masa depan. Seperti kata Bruce Lee,

“Yang penting bukanlah seberapa panjang anda hidup. Tetapi bagaimana anda hidup itulah yang penting”.

Nikmatilah tarikan nafas Anda sekarang, itulah realita terpenting saat ini.

Tetaplah Bergerak Fisik dan Mental

Jangan membiarkan pikiran maupun fisik menjadi terlalu lama beristirahat dan diam. Janganlah fisik kita, pikiran yang terlalu lama didiamkan pun akhirnya akan melemah. Konon, sumber penurunan daya otak yang terpenting adalah karena membiarkan otak kita tidak bekerja sama sekali. Fisik kita pun mestinya senantiasa bergerak pula. Para dokter dan paramedis tahu, jika fisik dibiarkan terlalu lama di suatu tempat tanpa bergerak maka akan mulai muncul borok di badan. Kenyataanya pula, mereka yang berusia panjang ternyata masih memiliki kesibukan dan masih menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan di usianya yang telah menjelang maghrib. Jadi, benarlah kata iklan,

“Menjadi tua itu pasti. Tetapi, menjadi muda itu soal pilihan”.

Sumber: Anthony Dio Martin/ artikel HR Excellency

Labels: , , , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 9:35:00 AM   0 comments
Sesama Bis Kota Dilarang Saling Mendahului
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

"Sesama Bis Kota, Dilarang Saling Mendahului". Anda pernah mendengar kalimat itu? Mungkin pada awalnya kalimat itu dibuat untuk mengingatkan para sopir bis kota supaya tidak ngebut atau balap-balapan dengan bis kota yang lainnya. Sehingga, kalimat itu jelas tertulis dikaca belakang setiap bis kota. Lama kelamaan, kalimat itu menjadi begitu populer seolah ingin mengingatkan kita supaya tetap menjaga norma dan etika ketika sedang bersaing. Semakin tinggi tingkat persaingan, semakin besar peluang untuk saling menyerang. Bahkan, tak jarang kita saling menjatuhkan.

Persaingan tidak hanya terjadi untuk memperebutkan kursi kepresidenan. Melainkan juga pada semua sektor kehidupan. Persaingan bisnis, terjadi setiap hari. Persaingan dengan teman dikantor, seolah tidak kenal henti. Bahkan persaingan untuk memperebutkan seorang pacar, bukan peristiwa yang langka. Pendek kata, kita seolah hidup dalam lingkungan yang penuh dengan persaingan. Sampai-sampai, ada orang yang berkeyakinan; "kalau hidup tidak mau bersaing, maka kita bakal tersingkirkan.". Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kita sering menemukan orang melakukan apa saja untuk memenangkan persaingan.

Dikantor, persaingan sering melahirkan hubungan yang tidak harmonis diantara karyawan yang satu dengan karyawan yang lain. Bahkan, antara bos di divisi yang satu dengan bos di divisi yang lain. Akhirnya, anak buah mereka juga mau tidak mau ikut terlibat didalam persaingan tidak sehat itu. Walhasil, hubungan diantara kedua divisi tidak pernah berjalan mulus. Ada saja kata-kata sindiran, memojokkan atau usaha-usaha penjegalan satu sama lain. Meskipun mereka bertemu setiap hari, mereka enggan untuk sekedar saling bertegur sapa.

Tetapi, apakah persaingan selalu berdampak seburuk itu? Tidak juga. Persaingan yang sehat bersifat positif. Bahkan, orang-orang yang bersaing secara sehat dapat mengambil manfaat dari proses persaingan itu. Sebab, persaingan yang sehat memiliki beberapa ciri unik yang semuanya bermotif positif. Ciri-ciri itu antara lain;
Pertama, orang-orang yang bersaing saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
Kedua, orang-orang yang bersaing memiliki pertalian batin dan hubungan pribadi yang baik.
Ketiga, orang-orang yang bersaing menerima dengan legowo kemenangan temannya.
Keempat, orang yang kalah bersaing mendedikasikan sumberdaya yang dimilikinya untuk mendukung kemenangan temannya.
Kelima, orang yang menang bersaing menjaga perasaan dan merangkul temannya yang kalah untuk berbagi kemenangan dengannya.

Sedangkan persaingan yang didasari oleh rasa iri dan keserakahan justru menyebabkan perpecahan dan suasana yang merugikan bagi perusahaan. Sebab, orang-orang yang dirinya diliputi oleh keserakahan selalu ingin menguasai segala hal indah sendirian. Orang semacam ini, tidak akan puas oleh jabatan atau penghasilan yang mereka dapatkan. Selama masih ada orang lain yang lebih dari dirinya, dia akan terus berusaha mengalahkannya. Perasaan iri, sama berbahayanya. Orang-orang yang memelihara rasa iri tidak pernah senang melihat keberhasilan orang lain. Sehingga dia melakukan cara apapun untuk menjatuhkan.

Namun, mengapa hanya 'sesama bis kota' yang dilarang saling mendahului? Apakah bis kota boleh 'mendahului angkot', misalnya? Didalam konteks kehidupan manusia, ternyata memang persaingan tidak sehat itu terjadi diantara orang-orang yang berada dalam 'satu komunitas' atau 'satu profesi'. Misalnya, karyawan iri kepada sesama karyawan. Mereka tidak iri kepada pedagang di pasar. Sebaliknya, pedagang di pasar, iri pada temannya sesama pemilik kios di pasar. Artis iri kepada artis. Pelajar iri kepada pelajar. Trainer, iri kepada trainer. Teman iri kepada teman. Dan sebagainya. Kemudian, dari perasaan iri itu muncullah sifat antipati. Dan ketika seseorang memiliki sikap antipati, maka pasti dia tidak akan pernah bersedia untuk mengulurkan tangan dengan tulus ketika temannya membutuhkan bantuan. Padahal bukankah Tuhan menciptakan kita untuk saling menolong satu sama lain? Jika demikian, mungkin sudah saatnya bagi kita untuk mengikis habis semua perasaan iri yang masih tersisa didal! am hati.

Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
0812-19899-737
Learning Facilitator IFSHA Strategic

Labels: , , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 9:31:00 AM   0 comments
Friday, June 05, 2009
Pemancing Cilik
Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya.

Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.

Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. "Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti," kata si paman ramah.

"Tidak, terima kasih Paman," jawab si anak.

"Lo, paman perhatikan, kamu hampir setiap hari bermain di sini sambil melihat paman memancing. Sekarang ada ikan yang paman tawarkan kepadamu, kenapa engkau tolak?"

"Saya senang memerhatikan Paman memancing, karena saya ingin bisa memancing seperti Paman. Apakah Paman mau mengajari saya bagaimana caranya memancing?" tanya si anak penuh harap.

"Wah wah wah. Ternyata kamu anak yang pintar. Dengan belajar memancing engkau bisa mendapatkan ikan sebanyak yang kamu mau di sungai ini. Baiklah. Karena kamu tidak mau ikannya, paman beri kamu alat pancing ini. Besok kita mulai pelajaran memancingnya, ya?"

Keesokan harinya, si bocah dengan bersemangat kembali ke tepi sungai untuk belajar memancing bersama sang paman. Mereka memasang umpan, melempar tali kail ke sungai, menunggu dengan sabar, dan hup... kail pun tenggelam ke sungai dengan umpan yang menarik ikan-ikan untuk memakannya. Sesaat, umpan terlihat bergoyang-goyang didekati kerumunan ikan. Saat itulah, ketika ada ikan yang memakan umpan, sang paman dan anak tadi segera bergegas menarik tongkat kail dengan ikan hasil tangkapan berada diujungnya.

Begitu seterusnya. Setiap kali berhasil menarik ikan, mereka kemudian melemparkan kembali kail yang telah diberi umpan. Memasangnya kembali, melemparkan ke sungai, menunggu dimakan ikan, melepaskan mata kail dari mulut ikan, hingga sore hari tiba.

Ketika menjelang pulang, si anak yang menikmati hari memancingnya bersama sang paman bertanya, "Paman, belajar memancing ikan hanya begini saja atau masih ada jurus yang lain?"

Mendengar pertanyaan tersebut, sang paman tersenyum bijak. "Benar anakku, kegiatan memancing ya hanya begini saja. Yang perlu kamu latih adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik. Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai."

Sumber: Anonymous

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 10:54:00 PM   1 comments
Thursday, June 04, 2009
Eksekutif Bergaji Rp 8,8 M Bangkrut, Kini Jadi Pengantar Pizza
Selama 45 tahun, hidup Ken Karpman tampaknya nyaris sempurna. Lulus dengan gelar sarjana S-1 dan MBA (Master of Business Administration) dari universitas bergengsi UCLA ( University of California ), Karpman langsung mendapat kerjaan dengan gaji yang menggiurkan sebagai pialang saham.

Dia pun bisa menikahi perempuan idamannya, Stephanie dan dikarunai dua anak. Mereka pun rutin berlibur ke tempat-tempat mahal di penjuru dunia.

Setelah 20 tahun meniti karir sebagai pialang, Karpman pun naik jabatan menjadi eksekutif perusahaan. Gajinya pun naik menjadi US$750.000 (sekitar lebih dari Rp 8,8 miliar) per tahun.

"Saat itu hidup begitu indah. Kami bisa cetak banyak uang. Entah mengapa situasi itu kok tidak berlanjut?" kata Karpman dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi ABC.

Dari segala sisi, Karpman dan keluarga saat itu hidup dalam "Impian Amerika" (American Dream). Mereka tinggal di sebuah rumah besar di kota Tampa , Florida . Rumah mereka pun dilengkapi lapangan golf.

"Saat itu saya sudah tidak tahu berapa harga barang-barang di toko. Pokoknya, tinggal bawa troli dan ambil saja," kata Karpman.

Dia pun begitu percaya diri dengan kemampuannya mencetak banyak uang. Maka, tahun 2005 dia meninggalkan perusahaan tempat dia bekerja dan membuat usaha sendiri yang sejenis.

Untuk mendirikan perusahaan sendiri sekaligus meningkatkan taraf hidup, dia Karpman dengan enteng mengeluarkan dana US$500.000 dari tabungannya.. Seperti kebiasaan orang-orang Amerika, Karpman juga mengajukan kredit dalam jumlah besar dengan jaminan rumah.

Namun, badai krisis keuangan menerpa Amerika Serikat (AS). Karpman tak mampu menarik investor, sehingga perusahaannya bubar.

Sejak saat itu, dia menjadi penganggur dan sulit mendapat kerja. Padahal, di masa lalu, Karpman tak perlu pusing mencari kerja.

"Dulu, saat menjalani tes wawancara kerja, saya bisa jadi bersikap kurang ajar, karena justru sayalah yang sering menanyai si pewawancara, apakah perusahaannya cukup layak mempekerjakan saya," kata Karpman dalam wawancara yang ditayangkan di laman stasiun televisi ABC.

"Sekarang, justru saya yang kini berharap-harap minta kerja sambil memegang topi di tangan," lanjut Karpman.

Saat dia susah mendapat kerja, tabungannya ludes untuk keperluan hidup sehari-hari dia dan keluarga. Bahkan, keluarga Karpman kini harus menanggung utang ratusan ribu dolar dan rumah mewah terancam disita pihak kreditur.

Mereka pun tak mampu menanggung biaya pendidikan anak-anak di sekolah swasta yang mencapai US$30.000 (Rp 352,3 juta). Namun mereka bersyukur ada seorang dermawan yang membantu membiayai uang sekolah anak-anak mereka hingga tahun depan.

Maka, Karpman sudah bertekad, kerja apapun akan dia lakukan, asalkan mendapat uang. Dia pun bersedia turun derajat. Karpman tak lagi mencari posisi-posisi yang tinggi, maka dia sempat melamar sebagai bartender (peramu minuman), namun ditolak. Istrinya, Stephanie, kini juga akan menjual baju-bajunya yang bertumpuk-tumpuk di lemari pakaian di toko-toko loak.

Akhirnya Karpman mendapat kerjaan baru. Namun, bukan lagi sebagai eksekutif, melainkan sebagai pengantar pizza (roti isi khas Italia) di restoran Mike's Pizza & Deli di kota Clearwater.

Pemilik restoran, Mike Dodaro, bingung saat melihat Karpman datang ke tempatnya untuk wawancara kerja dengan mengendarai mobil mewah Mercedes Benz. Dodaro pun terkejut saat membaca CV (riwayat pendidikan dan pekerjaan) Karpman.

Untuk menjadi pengantar pizza dari rumah ke rumah tak perlu harus bergelar MBA dan berpengalaman sebagai manajer pialang saham. Dengan kata lain, Karpman tergolong over-qualified (bobot pendidikan dan pengalaman kerja terlalu tinggi untuk posisi kerja yang dia lamar).

Namun, Karpman tetap mengambil lowongan itu. Dia rela kini digaji US$7,29 atau sekitar lebih dari Rp.85.000,- per jam - belum termasuk tips. Karpman pun tak peduli dengan reaksi istrinya yang kaget dengan profesi suaminya saat ini.

"Menurut saya, yang paling buruk adalah saat datang ke teman sambil berkata, 'boleh pinjam uangmu?' Menjadi pengantar pizza pun sudah kemajuan," lanjut Karpman.

Moral cerita:
"Uang dan kekuasaan bukanlah segalanya, tapi segalanya tidak akan ada tanpa uang dan kekuasaan. Jadi gunakanlah keduanya dengan bijak. Dan ingat selalu dengan Tuhan maka kita akan hidup penuh dengan syukur dan berkecukupan."

Ryan
Founder BeranieGagal.com

Labels: , , , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 8:30:00 PM   0 comments
Tuesday, June 02, 2009
10 Konsep Marketing
Bila Anda seorang bisnismen, enterpreneur atau marketer, berikut ini 10 konsep marketing ringkasan berikut ini, barangkali bermanfaat

SATU: LOVE YOUR CUSTOMER, RESPECT YOUR COMPETITOR.
Cintailah customer kita. Masak kita mau menjual barang yang jelek. Seperti Nabi Muhammad yang digelari Al Amin yang artinya Mr Trusty, Mr Honest.

Nabi itu, ketika ada pedagang yang menyembunyikan kayu basah di bawah, mengatakan kayu basah harus disimpan di atas. Ini menunjukkan bahwa spiritual marketing itu sudah dimulai sejak zaman Nabi.

Lantas bagaimana kalau produk kualitas rendah, dibungkus dengan kemasan unik dan menarik untuk menyembunyikan kekurangannya...?

Kalau kita tidak love our customer mereka akan memusuhi kita. Respect our competitor, lihat Nabi! Terhadap musuh-musuhnya, even orang yahudi yang meninggal ia tetap menghormati karena Yahudi tetap manusia kendati ia musuh kita. Jadi bersaing ya bersaing tapi jangan sampai menjatuhkan. Karena competitor itu kan sama-sama membangun industri.

KEDUA: BE SENSITIVE TO CHANGE, BE READY TO TRANSFORM
Kita harus selalu sensitif terhadap bisikan dari atas. Seperti Nabi Nuh dulu dibisikin Tuhan supaya membuat persiapan menjelang banjir. Lalu Nabi melakukan persiapan.

KETIGA: GUARD YOUR NAME BE CLEAR WHO YOU ARE
Kita harus memiliki nama. Seperti yang dikatakan Aa Gym, dagang itu nama. Kalau kita sudah bisa dagang tanpa nyogok orang tidak akan meminta sogokan juga. Seperti kita (MarkPlus & Co) tidak pernah
nyogok untuk mendapatkan proyek. Akhirnya orang akan menerima kita. Ya wis, Mark Plus nggak perlu apa-apa.

KEEMPAT: CUSTOMERS ARE DIVERS GO FIRST TO WHO REALLY NEED YOU
Customers itu macam-macam. Kita harus pergi ke orang yang benar-benar membutuhkan kita. Kalau tidak butuh jangan dijualin. Jangan membujuk orang. Marketing kan sering dituduh membuat orang konsumtif. Tidak perlu barang itu dibujuk-bujuk. Itu jelas tidak baik.

KELIMA: ALWAYS OFFER A GOOD PRODUCT AT A FAIR PRICE
Jadi produk yang bagus harus diberi harga seimbang. Kalau jelek jangan bujukin orang.

KEENAM: BE ALWAYS AVAILABLE AND SPREAD THE GOOD NEWS
Kita harus selalu ada kalau orang membutuhkan kita. Pemberitaan itu harus kabar gembira terus jangan ngancam-ngancam. Orang dagang itu sebenarnya jangan ngancam pakai katabelece segala.

KETUJUH: GET YOUR CUSTOMERS AND KEEP GROW THE BUSINESS WITH THEM

KEDELAPAN: WHAT EVER YOUR BUSINESS IS A SERVICE BUSINESS
Pelayanan itu ibadah

KESEMBILAN: ALWAYS REFINE YOUR PROCESS IN TERM OF QUALITY, COST AND DELIVERY
Selalu usahakan meningkatkan kualitas, menurunkan cost supaya customers juga ikut menikmati dan delivery makin lama harus on time

KESEPULUH: GATHER RELEVAN INFORMATION BUT MAKE DECISIONS BASES ON YOUR WISDOM
Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tapi keputusan terakhir berdasarkan hati nurani

By: Hermawan Kertajaya

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 12:24:00 AM   0 comments
Monday, June 01, 2009
Modal Bukanlah Momok Menakutkan Untuk Usaha
Sering modal menjadi momok menakutkan bagi seseorang yang hendak memulai usaha. Niat membuka usaha kerap luntur duluan karena modal cupet.

Tapi, itu tak berlaku bagi Eva Yunus di Palembang. Bermodal duit Rp 200.000, dia mampu mengembangkan usaha kerupuk kelempang - sering juga disebut kempelang - bermerek Eva Yunus.

Usaha keras dan semangat membara membuat usahanya mekar. Kini bisnis kerupuk kelempangnya mampu membawa omzet Rp 35 juta per bulan. Berarti, dalam setahun dia bisa mencatat omzet Rp 420 juta. Gurih, kan?

Ketertarikan Eva untuk memulai berbisnis sebenarnya datang dari tekanan ekonomi yang sempat menghimpit kehidupannya. Sebagai guru, gaji suami Eva tak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Dari situ, saya menguatkan tekad menambah penghasilan," ujar Eva yang mulai usaha sejak 1998.

Pilihannya jatuh pada usaha kerupuk. Selain modalnya tak besar, dalam hitungan Eva, keuntungannya lumayan. "Bisa sekitar 20 persen dari omzet," ujar Eva. Ilmu perkerupukan dia pelajari dari orang tuanya yang pernah berbisnis pembuatan kerupuk kelempang.

Tanpa pikir panjang, Eva membeli semua peralatan pembuatan kerupuk milik orang tuanya yang sudah menganggur itu. Setelah itu, Eva membeli bahan-bahan pembuat kerupuk seperti tepung, ikan dan bumbu. Cuma dengan modal yang minim, duit Eva tak cukup.

Upaya meminjam dari kerabat mustahil sulit lantaran mereka juga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masing-masing. Makanya, Eva meminta suaminya meminjam uang dari koperasi. Untuk melunasinya, gaji bulanan sang suami harus kena potong. "Tak mengapa, yang penting bisa usaha," ujar Eva mengenang.

Namun memasarkan kerupuk kelempang hasil bikinannya ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Maklum, banyak pemain kerupuk kelempang di Palembang. Tapi Eva tak menyerah. Dia tahu persis kerupuk kelempang adalah kudapan paling dicari oleh warga Palembang maupun pelancong. "Mencocol kerupuk ke sambal sambil nonton TV," ujar dia.

Makanya, sasaran utama Eva adalah para tetangga dan sanak famili. Untuk itu, Eva menggelar dagangannya di emperan rumahnya sebagai etalase.

Agar berbeda dengan kerupuk kelempang lain, Eva mendongkrak kualitas rasa kerupuk bikinannya. Komposisi bahan ikan gabus dan tengiri dia bikin lebih dominan ketimbang tepung. Perbandingannya, 1 kg ikan hanya menghasilkan 4 kg kerupuk mentah. "Dengan begitu, rasa ikan akan lebih terasa," ujar Eva. Soal campuran bumbu, Eva enggan berbagi lantaran resep ini rahasia keluarga.

Tak puas hanya menjual kerupuk ke tetangga dan saudara-saudara, Eva berharap bisa menjual produknya lebih luas. Celakanya, dia tak punya modal lebih besar untuk mengembangkan usahanya.

Terpikir olehnya untuk berpromosi secara besar-besaran. Namun, kendalanya, dia tak punya modal. Padahal, dari promosi Eva yakin bisa mengembangkan usaha.

Eva pun menawarkan kerupuk kelempangnya ke acara-acara arisan, sunatan, hingga perkawinan. Tentu tak lupa dia menawarkan dagangannya ke toko-toko.

"Dari situ, pesanan kepada saya mulai mengalir hingga sekarang," ujar Eva.

Kini Eva hanya menjajakan kerupuk bikinannya di rumah, persisnya di Jalan K.H. A. Azhari Lr. Anten-Anten No. 557 RT 165, Ulu Laut, Palembang. Rumahnya yang persis berada di pinggir jalan besar menjadi toko sekaligus pabrik kerupuk.

Dalam menjalankan usahanya, Eva mengaku tak banyak menarik untung. Baginya, kerupuk Eva Yunus jadi terkenal saja sudah cukup membuatnya senang.

"Jika banyak pembeli datang, usaha saya terus berputar, kan?" ujar Eva, kalem.

Eva yakin, jika banyak konsumen mengenal dan mencicipi produknya, pasti sebagian di antaranya akan kembali datang. "Kualitas produk nomor satu untuk menarik pelanggan datang kembali," ujar dia yakin.

Rajin berinovasi

Eva sadar betul, banyak pemain kerupuk kelempang sekarang ini. Namun, itu tak membuat dirinya patah arang menggeluti usaha ini. Selain tetap menjaga kualitas, Eva juga melakukan inovasi. Salah satunya dengan membuat kerupuk dalam bentuk kotak dan lonjong. Dengan varian bentuk seperti itu, Eva mengaku tak berani menambah harga jual. "Harga tetap sama meski bentuk beda," ujar Eva berpromosi.

Yang membedakan harga hanya cara membuatnya. Kerupuk kelempang bakar lebih mahal lantaran saat pemanggangan kerupuk menjadi susut. "Kerupuk yang semula sekilo menjadi 8 ons," ujar dia.

Eva juga menambah varian kerupuknya dengan menyediakan kerupuk tanjung.

"Ini kerupuk langka dan hanya ada di saat pesta," ujar Eva. Dia berani mengklaim bahwa hanya dirinya yang menjual kerupuk tanjung ini di Palembang.

Lalu lalang kendaraan yang berhenti di rumah Eva rupanya menarik minat PT Pupuk Sriwidjaya untuk menjadikannya sebagai mitra binaan. Gayung bersambut lantaran Eva juga berniat mengembangkan usahanya.

Pada 2003 Eva pun mengajukan proposal pinjaman ke Pusri. "Tak banyak, hanya Rp 9 juta," tutur dia. Pinjaman berbunga 6 persen dengan masa pinjaman tiga tahun itu dia ambil untuk menambah jumlah pegawai.

Belum sampai pinjaman itu jatuh tempo, Eva sudah melunasinya. Lantaran itu pula, Pusri, sebutan populer BUMN penghasil pupuk itu, kembali memberikan persetujuan atas proposal pinjaman yang kedua. Kali itu Eva berani mengajukan kredit senilai Rp 20 juta untuk mengembangkan pabrik.

Seiring hubungan baik dengan Pusri, Eva kerap diajak mengikuti berbagai kegiatan pameran. Lewat pameran ini pula pesanan tak henti-hentinya mengalir kepadanya. Makanya, Eva kembali meminta tambahan modal ke Pusri. Nilainya sudah jauh meningkat, menjadi Rp 40 juta.

Tapi, Pusri pasang syarat: Eva harus membina para nelayan sebagai plasma.
Nelayan yang dimaksud adalah para pemasok ikan tengiri dan gabus. Eva tak menganggap persyaratan itu sebagai persoalan. Dengan cara ini, dia justru merasa beruntung karena tak perlu lagi bersusah payah mencari bahan baku utama produksi kerupuknya.

Cuma, Eva juga tak asal main borong dagangan para plasmanya. Dia mematok persyaratan ketat bagi para nelayan binaannya. Hanya ikan-ikan segar yang dia terima sebagai bahan kerupuk kelempangnya. "Saya tak segan menolak jika ikan dari nelayan ternyata berkualitas jelek," tandas Eva. Dengan cara ini, Eva tetap bisa menjaga kualitas dagangannya.

Oleh: Epung Saepudin,M.
Fasabeni/Kontan

Labels: , , ,

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 11:18:00 PM   0 comments

©2006- Beranie Gagal


Inilah Kami


Nama: Ryan - Dodi
Kota: Depok, Jawa Barat, Indonesia
Tentang Kami:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hi Succesor call Us Dodi dan Ryan, Kami Berdua adalah salah satu dari kalian semua yang datang kesini. Kami hanyalah pejuang-pejuang yang mencoba untuk mewujudkan satu persatu cita-cita kami mejadi kenyataan. Sudah lama kami sangat menyenangi artikel-artikel motivasi yang akan dan selalu membuat kami optimis dan bahagia dalam menapaki satu persatu anak-anak tangga yang akan mengantarkan kami ke dalam dunia kesuksesan. Untuk itu kami sangat berharap kebahagian kami ini dapat kami bagi kepada teman-teman semua dengan meramu blog ini menjadi semacam arena rekreasi soul and mind teman-teman semua, sehingga setiap kali teman-teman keluar dari blog ini maka akan ada semangat baru yang mengiringi langkah teman-teman dalam menjalani kehidupan.

Satu kalimat yang selalu kami usung :

"Kesuksesan itu bukan hanya dari banyaknya harta akan tetapi berapa banyak yang telah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan"

Salam sukses dari kami!

Walaikumsalam Wr Wb.

Lihat profil lengkap kami

Online





Sekarang jam berapa ya?

Artikel sebelumnya

Arsip artikel

Cari Artikel @ Beranie Gagal





 Berlangganan Artikel @
 Beranie Gagal

Masukkan email anda di sini, bila ada postingan baru di blog kami otomatis akan ke kirim ke email anda :


E-book Beranie Gagal

Download Beranie Gagal
Versi PDF


Situs Mitra

Shout it out!




Help us to spread the world





Silahkan copy & paste kode banner di dalam box untuk di pasang di website atau blog anda
Terms
  • Boleh mengutip tulisan-tulisan dari blog kami, asal disebutkan sumbernya.
  • Dipersilahkan bagi yang hendak me-link blog kami. Tak perlu minta ijin. Justru kami akan berterima kasih.

Visitor since 18 Desember 2006

Web Counter
Web Counter

Statistics