| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
| Thursday, May 28, 2009
|
|
Beranie Gagal April 2009 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal April 2009 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2009. Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses!
Ryan Founder & Moderator Beranie GagalLabels: beranie gagal, blog, e-book, ebook, offline, pdf Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:51:00 PM
  |
|
|
|
|
|
Rahasia Si Untung
|
|
Kita semua pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan dengan Donal yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan untung terus. Ada saja keberuntungan yang selalu menghampiri tokoh bebek yang di Amerika bernama asli Gladstone ini. Betapa enaknya hidup si Untung. Pemalas, tidak pernah bekerja, tapi selalu lebih untung dari Donal. Jika Untung dan Donal berjalan bersama, yang tiba-tiba menemukan sekeping uang dijalan, pastilah itu si Untung. Jika Anda juga ingin selalu beruntung seperti si Untung, dont worry, ternyata beruntung itu ada ilmunya. Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial. Memang kesan nya seperti main-main, bagaimana mungkin keberuntungan bisa diteliti. Namun ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial. Misalnya, dalam salah satu penelitian the Luck Project ini, Wiseman memberikan tugas untuk menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok tadi. Orang2 dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk menyelesaikan tugas ini. Sementara mereka dari kelompok si Untung hanya perlu beberapa detik saja! Lho kok bisa? Ya, karena sebelumnya pada halaman ke dua Wiseman telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi “berhenti menghitung sekarang! ada 43 gambar di koran ini”. Kelompol sial melewatkan tulisan ini ketika asyik menghitung gambar. Bahkan, lebih iseng lagi, di tengah2 koran, Wiseman menaruh pesan lain yang bunyinya: “berhenti menghitung sekarang dan bilang ke peneliti Anda menemukan ini, dan menangkan $250!” Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan tadi! Memang benar2 sial. Singkatnya, dari penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial: 1. Sikap terhadap peluang. Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalam an baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Orang yang sial lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru. Sebagai contoh, ketika Barnett Helzberg seorang pemilik toko permata di New York hendak menjual toko permata nya, tanpa disengaja sewaktu berjalan di depan Plaza Hotel, dia mendengar seorang wanita memanggil pria di sebelahnya: “Mr. Buffet!” Hanya kejadian sekilas yang mungkin akan dilewatkan kebanyakan orang yang kurang beruntung. Tapi Helzber berpikir lain. Ia berpikir jika pria di sebelahnya ternyata adalah Warren Buffet, salah seorang investor terbesar di Amerika, maka dia berpeluang menawarkan jaringan toko permata nya. Maka Helzberg segera menyapa pria di sebelahnya, dan betul ternyata dia adalah Warren Buffet. Perkenalan pun terjadi dan Helzberg yang sebelumnya sama sekali tidak mengenal Warren Buffet, berhasil menawarkan bisnisnya secara langsung kepada Buffet, face to face. Setahun kemudian Buffet setuju membeli jaringan toko permata milik Helzberg. Betul-betul beruntung. 2. Menggunakan intuisi dalam membuat keputusan. Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika. Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “gut feeling”. Yang barangkali sulit bagi orang yang sial adalah, bisikan hati nurani tadi akan sulit kita dengar jika otak kita pusing dengan penalaran yang tak berkesudahan. Makanya orang beruntung umumnya memiliki metoda untuk mempertajam intuisi mereka, misalnya melalui meditasi yang teratur. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam. Banyak teman saya yang bertanya, “mendengarkan intuisi” itu bagaimana? Apakah tiba2 ada suara yang terdengar menyuruh kita melakukan sesuatu? Wah, kalau pengalaman saya tidak seperti itu. Malah kalau tiba2 mendengar suara yg tidak ketahuan sumbernya, bisa2 saya jatuh pingsan. Karena ini subyektif, mungkin saja ada orang yang beneran denger suara. Tapi kalau pengalaman saya, sesungguhnya intuisi itu sering muncul dalam berbagai bentuk, misalnya: - Isyarat dari badan. Anda pasti sering mengalami. “Gue kok tiba2 deg-deg an ya, mau dapet rejeki kali”, semacam itu. Badan kita sesungguhnya sering memberi isyarat2 tertentu yang harus Anda maknakan. Misalnya Anda kok tiba2 meriang kalau mau dapet deal gede, ya diwaspadai saja kalau tiba2 meriang lagi. - Isyarat dari perasaan. Tiba-tiba saja Anda merasakan sesuatu yang lain ketika sedang melihat atau melakukan sesuatu. Ini yang pernah saya alami. Contohnya, waktu saya masih kuliah, saya suka merasa tiba-tiba excited setiap kali melintasi kantor perusahaan tertentu. Beberapa tahun kemudian saya ternyata bekerja di kantor tersebut. Ini masih terjadi untuk beberapa hal lain. 3. Selalu berharap kebaikan akan datang. Orang yang beruntung ternyata selalu ge-er terhadap kehidupan. Selalu berprasangka baik bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain. Coba saja Anda lakukan tes sendiri secara sederhana, tanya orang sukses yang Anda kenal, bagaimana prospek bisnis kedepan. Pasti mereka akan menceritakan optimisme dan harapan. 4. Mengubah hal yang buruk menjadi baik. Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya. Dalam salah satu tes nya Prof Wiseman meminta peserta untuk membayangkan sedang pergi ke bank dan tiba-tiba bank tersebut diserbu kawanan perampok bersenjata. Dan peserta diminta mengutarakan reaksi mereka. Reaksi orang dari kelompok sial umunya adalah: “wah sial bener ada di tengah2 perampokan begitu”. Sementara reaksi orang beruntung, misalnya adalah: “untung saya ada disana, saya bisa menuliskan pengalaman saya untuk media dan dapet duit”. Apapun situasinya orang yg beruntung pokoknya untung terus. Mereka dengan cepat mampu beradaptasi dengan situasi buruk dan merubahnya menjadi keberuntungan. Sekolah Keberuntungan. Bagi mereka yang kurang beruntung, Prof Wiseman bahkan membuka Luck School. Latihan yang diberikan Wiseman untuk orang2 semacam itu adalah dengan membuat “Luck Diary”, buku harian keberuntungan. Setiap hari, peserta harus mencatat hal-hal positif atau keberuntungan yang terjadi. Mereka dilarang keras menuliskan kesialan mereka. Awalnya mungkin sulit, tapi begitu mereka bisa menuliskan satu keberuntungan, besok-besoknya akan semakin mudah dan semakin banyak keberuntungan yg mereka tuliskan. Dan ketika mereka melihat beberapa hari kebelakang Lucky Diary mereka, mereka semakin sadar betapa beruntungnya mereka. Dan sesuai prinsip “law of attraction”, semakin mereka memikirkan betapa mereka beruntung, maka semakin banyak lagi lucky events yang datang pada hidup mereka. Jadi, sesederhana itu rahasia si Untung. Ternyata semua orang juga bisa beruntung. Termasuk termans semua. Siap mulai menjadi si Untung? Sumber: www.motivasi.web.id
Labels: beranie gagal, motivasi, motivation, rahasia untung Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:04:00 PM
  |
|
|
|
|
|
Mr. Alasan, Penghambat Sukses
|
Sembilan puluh sembilan persen dari semua kegagalan berasal dari orang-orang yang punya kebiasaan berdalih
GEORGE WASHINGTON CARVER
Ahli Kimia yang menemukan lebih dari 325 manfaat kacang tanah
Kalau mau jujur, kita sering menciptakan alasan atas setiap kegagalan dan kesalahan yang kita lakukan. Sebagai contoh, pada waktu kita terlambat ke sekolah atau ke kantor, pikiran kita langsung mencari dan menciptakan alasan. Pikiran kita diarahkan untuk mencari alasan untuk menghindari kesalahan yang kita lakukan. Jika ada sekolah alasan, maka setiap kita mungkin telah mendapatkan gelar doctor bahkan mungkin ada diantara kita sudah mendapatkan gelar professor. Ketika kita dilahirkan tidak ada orang tua yang mengajarkan bagaimana menciptakan alasan atas setiap kesalahan yang kita lakukan.
Kita selalu menciptakan alasan untuk menghindari hukuman atas kesalahan yang kita lakukan. Kita harus pahami, bahwa alasan yang kita ciptakan tidak pernah memberikan perubahan dalam hidup kita. Alasan adalah penghambat kesuksesan. Setiap alasan yang kita ciptakan atas kegagalan yang terjadi adalah tirai yang ditancapkan untuk membatasi dan memenjarakan kita setiap saat. Saudara dari berdalih adalah sikap mengeluh. Karyawan yang senang membuat alasan, pasti selalu mengeluh dengan gaji yang diterima dan mengeluh dengan kebijakan dan aturan yang ditetapkan perusahaan. Anak yang selalu menciptakan alasan atas kesalahan yang dilakukan, selalu mengeluh dengan keadaan fisiknya, kondisi ekonomi keluarga, fasilitas pendidikannya, dan semuanya.
Banyak orang mengharapkan tubuhnya langsing dan mengharapkan orang lain yang melakukannya untuk dirinya. Mereka mengharapkan orang lain yang berolahraga untuk dirinya, orang lain yang diet makanan lezat untuk dirinya, orang lain yang hidup disiplin untuk dirinya. Sesuatu yang mustahil.
Jika Anda ingin menciptakan kehidupan yang penuh keberhasilan, Anda harus memegang kendali hidup Anda. Mulai sekarang, berhenti berdalih, berhenti mengeluh, berhenti mengeluh atas kekurangan fisik Anda, berhenti mengeluh atas ketidakadilan yang terjadi dalam hidup Anda, berhenti menggunakan alasan mengapa Anda tidak bisa dan belum mendapatkan apa yang Anda impikan sampai saat ini, dan berhenti menyalahkan keadaan di luar diri Anda. Anda harus berjanji pada diri Anda, bahwa mulai saat ini, Anda berhenti melakukan semuanya itu selamanya. Tindakan berhenti menyalahkan adalah tanda bahwa Anda mengasihi diri Anda dan masa depan Anda. Berhenti sejenak (selama 5 menit), tuliskan dan katakan sebanyak 7 (tujuh) kali pada diri Anda kalimat ini: Saya bertanggungjawab atas hidup saya ! Harus ditanamkan dalam benak Anda, bahwa Andalah satu-satunya orang yang bertanggungjawab terhadap hidup Anda.
Kesuksesan adalah keputusan untuk mengubah hambatan menjadi kesempatan untuk meraih sukses. Mungkin salah satu hal yang menghambat Anda untuk meraih sukses karena Anda dipenuhi dengan berbagai macam dalih. Hentikan dalih Anda jika Anda ingin meraih keberhasilan di tahun 2009. Jadikan tahun 2009 sebagai tahun penuh berkat dan pelipat gandaan mujizat, kepercayaan dan keberhasilan. GBU
Januari 2009 Salam,
Pdm. Johny Kilapong, MA Kupang - NTT www.resensi.netLabels: alasan, beranie gagal, motivasi, motivation, penghambat sukses Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:00:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, May 26, 2009
|
|
Kemampuan Diri
|
Seorang pemuda pada semester akhir mengalami keputus asaan. Sudah 10 semester dijalani, dan ini merupakan tahap akhir kuliahnya.Di satu sisi, sebagai tanggungjawabnya dia harus menyelesaikan tugasnya untuk meraih sarjana. Di sisi lain dia mengetahui bahwa ayahnya demikian sulit menyediakan uang untuk membiayai studinya.
Dia ingin berbakti untuk menyelesaikan kuliah sebagai amanah dari orang tua, namun dia juga merasa bahwa dirinya merupakan beban berat dari orang tuanya. Dia memutuskan untuk mencari uang sambil menyelesaikan studinya, namun ternyata tidak mudah. Kalau dia konsentrasi pada studi, jelas penghasilkannya sangat sedikit.Kalau dia konsentrasi pada mencari uang, studinya terbengkalai.
Untung suatu ketika ayahnya bertanya. Dengan suara berat anak laki-laki ing menjawab bahwa dia ingin bekerja untuk meringankan beban ayahnya, setelah dapat duit dia mau melanjutkan studinya memenuhi amanat keluarga.
Dengan bijak sang ayah menjelaskan bahwa menyediakan uang untuk studi anaknya merupakan bewajiban ayahnya. Anak jangan merasa bersalah karena membebani orang tua, demikian tutur sang ayah. Kalau nanti kamu punya anak, kewajibanmu jugalah seperti kewajiban ayah.
Kewajibanmu saat ini adalah secepatnya menyelesaikan sudi, sehingga ayah akan terlepas dari beban itu. Bila "cuti" kuliah, berarti akan menunda kesempatan yang harus diseleaikan saat ini. Untuk menyelesaikan sesuatu yang tertunda, baik anak laki-laki maupun ayahnya harus melalui masa penantian yang belum tentu, sedangkan bila konsentrasi diarahkan pada penyelesaian kuliah, maka diharapkan hasilnya dapat dinikmati pada waktu yang tidak telalu lama.
Penyelesaian studi merupakan kemampuan diri yang diberikan orangtua, dengan pemberian itu orangtua merasa sangat bahagia. Demikian salahsatu persoalan yang dihadapi para mahasiswa pada akhir masa kuliahnya bila dia berada dalam keluarga yang pas-pasan. Keluarga demikian menduduki rangking terbesar dalam masyarakat Indonesia.
Oleh karena itu, merupakan kepedulian kita bersama untuk memberikan nasehat berupa motivasi kepada generasi penerus masa depan agar tidak gagal dalam studi karena cintakasihyang berlebihan kepada orang tua. Cinta kasih seperti ini telah diterapkan secara bijaksana, karena dia tidak menghargai kewajiban orangtua yang mengharapkan masa depan generasi penerusnya. Tidak sedikit orangtua yang harus meminjam sejumlah uang untuk biaya awal memasukkan putra-putrinya di pergutuan tinggi. Bahkan tidak sedikit orangtua dari keluarga yang "kelihatan" mapan, ternyata menghadapi kesulitan ekonomi, karena kondisinya sudah tidak cemerlang, namun masih mempertahankan gengsi agar anak-anaknya dapat tampil prima demi mempertahankan status. Pada saat ini kemampuan diri kita sangat perlu dicermati,agar dapat dipergunakan secara sangat efisien. Dengan demikian, walau kita berusaha tampil senantiasa prima, namun setiap langkah harus diperhitungkan secara cermat. Bagaimanapun, kemandirian sebenarnya merupakan potensi yang ada pada setiap individu. Kemandirian wajib dipergunakan dengan pengendalian batin yang mantap dan terlatih. Dengan demikian kemampuan diri dapat dikembangkan dan ditingkatkan dengan senantiasa belajar.
Sukses bagi siapa saja yang senantiasa mau belajar !
Oleh: D Henry BasukiLabels: belajar, beranie gagal, kemampuan diri, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:39:00 PM
  |
|
|
|
| Monday, May 25, 2009
|
|
Mencapai Potensi Hidup Yang Maksimal
|
Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.
Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :
Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi. Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih. Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu, meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap aspek kehidupanmu.
Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda. Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri
Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu. Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu. Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan. Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.
Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi... Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini. Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.
Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.
Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri. Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita, Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita, namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri. Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.
Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu, sekarang juga !
Oleh: Joel Osteen Labels: beranie gagal, maksimal, motivasi, motivation, potensi hidup Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:21:00 PM
  |
|
|
|
| Saturday, May 23, 2009
|
|
Hebat Luar Biasa...dari Diremehkan Menjadi Fenomena Dunia
|
Luar Biasa! Mungkin itulah kata-kata yang bisa diucapkan oleh semua orang yang pernah melihatnya. Seorang wanita yang sedang menjadi pembicaraan dunia. Ia adalah Susan Boyle. Kisahnya sungguh menyentuh hati. Bahkan Demi Moore menangis terharu ketika menyaksikan videonya. Sebelum mengetahui lebih jauh apa yang telah dilakukannya, marilah kita mengetahui siapa dia sebelumnya.
Susan Boyle adalah wanita asal Skotlandia berusia 47 tahun yang memiliki tubuh yang tidak ideal alias gemuk, wajah dan tampang biasa-biasa, penampilan pun tak ada yang istimewa, pengangguran, tak pernah menikah, belum pernah pacaran bahkan tak pernah ciuman, tinggal dikampung bersama dengan seekor kucing dirumahnya dan bersikap lugu. Bisa anda bayangkan bagaimana kehidupan yang dijalaninya? Kenyataannya ia berhasil mengguncang dunia hanya dalam waktu semalam.
Kisah hidupnya berubah ketika ia mengikuti audisi reality show Britains Got Talent 2009, sebuah ajang kontes menyanyi seperti halnya Indonesian Idol di Indonesia. Pertama kali muncul untuk audisi, semua penonton dan bahkan juri meremehkan penampilannya. Ketika ia mengatakan ia berumur 47 tahun, semua orang tertawa karena acara seperti itu biasanya diikuti oleh anak-anak muda berpenampilan keren seperti potongan artis. Ketika ia ditanya oleh Simon Cowell (juga juri American Idol) apa impiannya dan ia menjawab ingin menjadi seorang penyanyi profesional, lagi-lagi penonton mencemooh. Juga ketika ditanya ia ingin sukses seperti siapa dan ia menjawab ingin menjadi seperti Elaine Paige, semua orang memandang sebelah mata. Hal ini wajar melihat penampilan Susan Boyle yang sangat tidak meyakinkan untuk menjadi seorang bintang.
Tetapi begitu Susan menyanyikan lagu "I Dreamed A Dream" dari Les Miserables, semua orang terperangah dan takjub. Simon cowell dan dua juri lainnya (Piers Morgan dan Amanda Holden) terpesona dengan suara emasnya yang sangat tidak masuk akal. Penonton tanpa ragu berdiri, bersorak dan bertepuk tangan.
Piers Morgan berkomentar bahwa Susan adalah sebuah kejutan terbesar selama tiga tahun dirinya berkecimpung di acara ini. Amanda Holden berkomentar bahwa dirinya amat terpukau dan merasa terhormat mendengarnya bernyanyi. Bahkan Simon Cowell yang terkenal dengan komentar pedasnya sungguh mengaguminya dengan pujian luar biasa.
Begitulah, orang-orang yang dulunya sinis malah berbalik memujinya. Dalam sekejap, ia langsung mengguncang dunia. Videonya di youtube menjadi video yang paling dicari orang. Bahkan ia sudah diundang untuk menghadiri acara spektakuler Oprah Winfrey Show.
Kehidupannya pada masa kecil tidak begitu baik, karena perkembangan otaknya sedikit abnormal dikarenakan sempat mengalami kekurangan oksigen. Saat sekolah, ia dianggap sedikit terbelakang dan selalu menjadi bahan ejekan dan olokan teman-temannya. Sebelum ibunya meninggal, ibunya selalu mendorongnya untuk ikut kompetisi seperti ini, tetapi ia tidak percaya diri. Pernah ia ikut acara kontes menyanyi puluhan tahun silam, tetapi ia gagal total karena gugup.
Sekarang ketika ia ikut kontes Britains Got Talent ini, ia berhasil memukau dunia. Kejadian ini membuat kita semua sadar bahwa kita jangan meremehkan siapa pun karena setiap orang memiliki kelebihan yang mungkin bisa mengubah dunia seperti Susan Boyle. Ketika ia menunjukkan suara emasnya yang sangat merdu, ketika orang lain kagum dengan suaranya, maka kekurangannya pun tidak akan dipedulikan lagi oleh orang lain.
Begitu juga dengan Anda, jika Anda merasa memiliki banyak kekurangan, janganlah berkecil hati. Jika orang lain meremehkan Anda, janganlah berkecil hati. Anda harus tahu Anda juga memiliki kelebihan yang mungkin tidak dimiliki orang lain. Yang perlu Anda lakukan adalah mengasah kelebihan Anda menjadi setajam pisau, sehingga suatu saat nanti kelebihan itu akan membuat Anda menjadi seorang yang luar biasa.
Ingin melihat videonya, klik di http://www.youtube.com/watch?v=9lp0IWv8QZY
Semoga Anda terinspirasi olehnya. Salam Sukses Luar Biasa.
Oleh: SuhardiLabels: beranie gagal, fenomena dunia, luar biasa, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:34:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, May 22, 2009
|
|
Memulai Langkah Pertama
|
|
"Tidak ada karya sempurna yang dihasilkan tiba-tiba. Semuanya melalui proses yang dimulai dari ketidaksempurnaan lebih dulu. Jadi tunggu apa lagi, yang terpenting berani memulai langkah pertama sekarang, perbaiki satu bagian demi satu bagian, maka karya sempurna yang anda inginkan akan terwujud di depan mata." Banyak orang memiliki keinginan untuk mengerjakan sesuatu atau memiliki hasrat untuk mencapai impian yang dicita-citakannya, tetapi selalu menunda atau bahkan tidak pernah berani memulainya. Kalau Anda memiliki sesuatu yang ingin Anda kerjakan, atau memiliki sesuatu hasrat yang Anda cita-citakan, mengapa anda tidak coba mulai mengerjakannya sekarang ? Mengapa tidak mencoba mengambil langkah pertama sekarang ? Mengambil langkah pertama sesungguhnya ada dalam jangkaun kita semua. Mengapa tidak memulainya hari ini ? Kalau Anda ingin mengerjakan sesuatu karya yang besar, berangkatlah dari sesuatu yang kecil lebih dahulu agar lebih terasa ringan memulainya. Tidak ada karya yang besar yang selesai dikerjakan dnegan sekali duduk. Mulailah dari setahap demi setahap lebih dahulu. Seseorang yang menghasilkan buku setebal 300 halaman misalnya, sesungguhnya dimulai dari menyusun satu kalimat demi satu kalimat, kemudian menjadi satu halaman, satu bab demi satu bab dan akhirnya menjadi satu rangkaian buku. Kalau Anda ingin menghasilkan karya yang sempurna, mengapa tidak Anda mulai berangkat dari ketidaksempurnaan lebih dahulu. Tidak ada karya yang sempurna tanpa melalui proses perbaikan demi perbaikan secara bertahap. Bahkan seorang Thomas A. Edison misalnya, ia harus melewati proses kegagalan hingga mencapai hampir ribuan kali untuk menemukan bola lampu pijar. Namun ia tidak menganggapnya hal itu sebagai kegagalan, ia menganggapnya sebagai keberhasilan menemukan bola lampu pijar yang "gagal menyala" hingga akhirnya menemukan yang berhasil menyala. Kalau demikian mengapa Anda tidak memulai mengerjakannya dari sekarang ? Karena dari semua waktu yang tersedia, tidak ada yang lebih tepat daripada waktu sekarang. Kalau Anda memiliki sesuatu impian, mengapa tidak anda memulai mewujudkannya hari ini ? Lakukanlah satu langkah menuju impian Anda mulai sekarang. Lakukan satu tahap demi satu tahap, lakukan setiap hari, setiap minggu dan seterusnya. Perbaiki satu bagian demi satu bagian mulai dari sekarang, maka yakinlah bahwa apa yang anda inginkan akan terwujud di depan mata. Ingatlah tidak ada karya yang sempurna yang dihasilkan secara tiba-tiba. Mohon diingat bahwa tidak ada keberhasilan yang dicapai tanpa melalui proses yang disebut kegagalan. Jadi tunggu apa lagi, mulailah dari sekarang. Berangkatlah dari yang kecil, mulailah dari ketidaksempurnaan, lakukan perbaikan demi perbaikan secara bertahap dan konsisten, maka yakinlah apa yang Anda inginkan akan terwujud di depan mata Anda. Salam Sukses Mulia, Eko Jalu SantosoLabels: beranie gagal, langkah pertama, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:55:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, May 20, 2009
|
|
Siapa Bilang Kerja Ikhlas Bukan Investasi?
|
|
Seorang mahasiswa bertubuh kurus kering mendatangi sebuah warung makan yang terletak di dekat kampusnya, UNPAD di jl. Dipati Ukur. Kampus sebuah perguruan tinggi negeri favorit di Bandung. Ibu pemilik warung yang memang biasa melayani para mahasiswa tersebut menyambutnya dengan ramah. ”Silahkan Dik, mau makan nasi pakai lauk apa?” tanyanya. ”Kalau sebungkus nasi harganya berapa Bu?” si mahasiswa balik bertanya. ”Lima ratus rupiah, Dik. Lauknya mau apa saja? Silahkan pilih”, jawab si pemilik warung. ”Kalau sepotong daging rendang harganya berapa Bu?” tanya si mahasiswa lagi. ”Dua ribu saja”, jawab si pemilik warung.
Si mahasiswa terlihat mengerenyitkan dahi dan berpikir. ”Kalau sayur lodeh jadi berapa Bu?” tanyanya lagi. Begitu seterusnya si mahasiswa menanyakan satu persatu harga masakan yang ada di warung itu. Setiap kali diberitahu harganya, si mahasiswa terlihat terdiam sejenak dan terus menanyakan harga masakan lainnya yang ada di warung itu. Sementara sang pemilik warung berusaha menjawab satu persatu dengan sabar. Sampai akhirnya si mahasiswa bertanya, ”Kalau kuahnya saja tanpa tanpa daging berapa Bu?” ”Oh, kalau kuahnya gratis, Dik”, jawabnya. ”Oh…., kalau begitu saya beli nasi satu porsi saja tetapi disiram kuah rendang atau kuah soto. Jadi hanya lima ratus rupiah ya Bu,” kata si mahasiswa sambil mengeluarkan uang lima ratus rupiah. ”Mohon maklum ya Bu, uang kiriman orang tua saya sangat terbatas. Sedangkan saya harus segera menyelesaikan skripsi saya yang membutuhkan banyak biaya. Jadi terpaksa harus ngirit”, katanya dengan nada malu-malu. ”Pasti mahasiswa ini berasal dari keluarga miskin yang tinggal di luar kota”, pikir sang pemilik warung. ”Tetapi dia pasti membutuhkan banyak gizi agar dapat cepat menyelesaikan skripsinya”, pikirnya lagi. Sang ibu pemilik warung yang merasa iba lalu menyelipkan sepotong telur yang tidak terlihat di bagian tengah nasi yang dibungkusnya, sebelum menyiramnya dengan kuah rendang. Keesokan harinya, si mahasiswa kembali ke warung tersebut. Dia hanya berkata dengan malu-malu, ”Beli nasi seperti yang kemarin, ya Bu. Disiram kuah rendang atau kuah soto…”. Lalu dia membayar lima ratus rupiah saja dan tidak berkata apa-apa lagi. Begitu seterusnya. Setiap hari si mahasiswa pendiam memesan makanan yang sama dan si pemilik warung selalu tak pernah lupa menyelipkan sebutir telur, terkadang sepotong daging rendang ke dalam nasi yang dibungkusnya. Sang pemilik warung melakukan ini dengan hati yang ikhlas ingin membantu si mahasiswa miskin tersebut. Setelah beberapa minggu berlalu, si mahasiswa itu tiba-tiba menghilang. Dia tidak pernah menampakkan diri lagi di warung itu. ”Mungkin dia sudah lulus menjadi sarjana dan kembali ke kota asalnya”, pikir sang pemilik warung. Sang pemilik warung pun melupakannya. Belasan tahun kemudian… Sang pemilik warung benar-benar sedang kalut. ”Hari ini adalah hari terakhir warung kita buka. Besok warung kita akan digusur karena ada pembangunan monumen xxxxxxxxx”, katanya kepada anak-anaknya sambil berlinang air mata. Anak-anaknya yang masih kuliah serta yang masih duduk di bangku SMA duduk diam terpaku merenungi nasib mereka. ”Ya, Tuhan…! Dengan apa aku harus membiayai sekolah anak-anakku setelah warung ini digusur?”, jeritnya dalam hati. Semakin sesak perasaan hatinya, kala teringat uang tabungannya yang telah ludes untuk membiayai pengobatan rumah sakit anaknya yang bungsu. Tidak ada lagi uang untuk biaya membuka warung di tempat lain. Tiba-tiba saja, sebuah mobil berhenti tepat di depan warungnya. Seorang pria berdasi yang tidak dikenalnya menghampiri dan berkata, ”Bu, besok warung ini akan digusur bukan? Apakah Ibu sudah memutuskan akan pindah ke mana?” tanyanya lagi. ”Belum, Pak…”, jawab sang pemilik warung dengan terbata-bata. ”Bagus! Kalau begitu, mulai besok Ibu bisa berjualan di kantin kami di gedung perkantoran xxxxxx”, katanya menyebutkan sebuah gedung perkantoran yang cukup megah di pusat kota Bandung. ”Tapi Pak, kami tidak mampu membayar biaya sewanya. Apalagi di gedung itu, pasti mahal sekali biaya sewanya”, kata sang pemilik warung. ”Ibu tenang saja … karena di sana Ibu tidak usah membayar sewa sama sekali. Tempat untuk Ibu berjualan sudah disediakan oleh Direktur perusahaan kami. Ibu boleh memakainya untuk berjualan makanan sampai kapan pun Ibu mau.” ”Haaahh…! Siapa direktur itu? Saya tidak punya kenalan direktur…”, kata sang pemilik warung dengan sangat terkejut. ”Saya sendiri tidak begitu mengenalnya… karena saya staf baru di perusahaan kami”, kata si pria tersebut. ”Tetapi Pak Direktur titip pesan, katanya dahulu sewaktu kuliah dia sangat menyukai telur dan daging rendang masakan Ibu. Mulai besok dia ingin makan masakan itu lagi di kantornya…”. Dari peristiwa itu, saya bisa belajar satu hal bahwa kebaikan yang dijalankan dengan hati penuh ikhlas adalah investasi. Semua Investasi pasti akan menghasilkan. Investasi kebaikan saat ini akan menghasilkan kebaikan pula di kemudian hari, walau pun kita belum tahu wujud kebaikan yang akan terjadi nanti. Dengan bekerja ikhlas kita tidak memperdulikan balasan atau pun imbalan dari perbuatan kita. Seperti matahari pagi yang tetap bersinar setiap pagi, tidak pernah mengharapkan sinarnya dipantulkan kembali kepada matahari. Tetaplah bekerja dengan x-tra kerja ikhlas! Faktor X ke tiga dalam fondasi kesuksesan seseorang, seperti yang saya jelaskan pada buku unik bestseller ”8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit: Rahasia Dahsyat Meraih Impian”. Ingatlah! Bahwa walau pun semua orang di dunia tidak peduli dan menutup mata terhadap apa pun keikhlasan yang kita perbuat, tetapi Tuhan akan selalu peduli dan tidak akan menutup mata Nya kepada keikhlasan hati kita. Di saat yang TEPAT Dia akan memanggil malaikat Nya, ”Kat, Kat, malaikat…kasih BERKAT untuk orang yang ikhlas itu”. Mengenai Faktor X ke tiga dari fondasi kesuksesan, yaitu x-tra Kerja Ikhlas, anda dapat membacanya lebih lengkap di buku “8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit”. “Buku Ajaib” yang dapat mengubah hati banyak orang, demikian komentar banyak orang yang telah membacanya. * Victor Asih, Founder Sekolah Bisnis Gratis USB, Mentor, Entrepreneur, Inspirator, Motivator, Software Engineer & Information Technology Consultant, Kolumnis, Penulis Buku Unik Bestseller “8 Langkah Ajaib Menuju ke Langit”. Penulis bisa dihubungi melalui email victorasih@yahoo.co.id atau kunjungi websitenya www.usbschool.com atau blog usbschool.blogspot.com Labels: beranie gagal, investasi, kerja ikhlas, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 1:03:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, May 19, 2009
|
|
Never Fall in Love With Your Company
|
For everyone....... Seorang CEO sebuah perusahaan IT dari India berbicara dalam sebuah sesi dengan para karyawan tentang filosofi ini. CEO tersebut termasuk dalam 50 orang paling berpengaruh dalam dunia bisnis di Asia (dirilis oleh majalah Asiaweek). INTINYA CERITANYA ADALAH :
"CINTAILAH PEKERJAANMU, TAPI JANGAN PERNAH JATUH CINTA KEPADA PERUSAHAANMU, KARENA KAMU TIDAK PERNAH TAHU KAPAN PERUSAHAANMU BERHENTI MENCINTAIMU" - Narayana Murthy. Bagi yang tertarik membaca pandangan dia secara mendalam, berikut kutipan kata-katanya: Saya sering menjumpai orang-orang yang bekerja selama 12 jam sehari, 6 hari seminggu, atau lebih. Beberapa diantaranya melakukan hal tersebut karena diburu-buru oleh deadline, memenuhi target yang telah ditetapkan. Bagi mereka, waktu-waktu panjang yang penuh lembur hanyalah bersifat sewaktu-waktu saja. Adapula yang menjalani jam-jam panjang dalam hari-hari mereka selama bertahun-tahun: entah karena orang-orang ini merasa telah mengabdikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan, atau bisa juga disebut workaholic. Apapun alasan yang orang buat untuk bekerja lembur, kondisi tersebut berpengaruh TIDAK BAIK kepada orang yang menjalani maupun orang-orang sekitarnya. Berada dalam kantor selama berjam-jam dalam rentang waktu yang lama, bisa menimbulkan potensi yang cukup besar bagi yang menjalaninya untuk membuat kesalahan. Rekan-rekan saya yang saya kenal sering bekerja lembur, sering membuat kesalahan karena faktor kelelahan. Membetulkan kesalahan-kesalahan ini tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga tidak saja dari dirinya sendiri, melainkan orang lain yang secara langsung maupun tidak langsung bekerja bersamanya. Masalah lain adalah orang-orang yang bekerja pada perusahaan yang menetapkan waktu kerja yang ketat seringkali bukanlah orang-orang yang secara pergaulan menyenangkan. Parakaryawan dari perusahaan dengan tipe seperti ini sering mengeluh atau komplain mengenai orang lain (yang tidak bekerja sekeras mereka). Mereka menjadi mudah tersinggung, dan mudah marah. Orang-orang lain menjauhi mereka. Perilaku semacam ini secara organisasi tentunya merupakan masalah besar: hasil besar akan dicapai oleh sebuah organisasi apabila ada jalinan harmonis dalam kerja sama tim antar karyawannya, bukannya bekerja sendiri-sendiri dan saling menjauhi. Sebagai seorang manajer, saya harus membantu orang lain untuk meninggalkan kantor tepat waktu. Langkah pertama dan terpenting adalah saya lah yang harus memberi contoh dan pulang ke rumah tepat waktu. Saya bekerja dengan seorang manajer yang menyindir orang-orang yang bekerja lembur terlalu lama. Ajakannya menjadi kehilangan makna ketika orang-orang menerima emailnya dan melihat jam email tersebut dikirim ternyata jam 2 pagi.
Untuk mengajak orang melakukan suatu hal, langkah terpenting adalah memberi contoh dengan melakukannya sendiri.
Langkah kedua adalah mengajak orang untuk menjalani hidup yang seimbang. Sebagai contoh, berikut ini adalah langkah-langkah yang menurut saya cukup membantu:
1) Bangun pagi, sarapan dengan menu yang baik, lalu berangkat kerja.. 2) Bekerjalah dengan keras dan pintar selama 8 atau 9 jam sehari.. 3) Pulanglah ke rumah 4) Baca buku atau komik, menonton film yang lucu, kumpul-kumpul dengan rekan-ekan. 5) Makan yang sehat dan tidur yang cukup
Langkah-langkah ini disebut sebagai recreating. Mengerjakan langkah 1, 3, 4, dan 5 akan memungkinkan langkah 2 dilakukan secara efektif dan seimbang. Bekerja secara normal dan mempertahankan hidup yang seimbang adalah konsep yang sederhana. Langkah-langkah tersebut mungkin akan sulit dilakukan oleh sebagian orang karena orang tersebut akan menganggap perlunya perubahan mendasar yg bersifat personal pada dirinya. Sebenarnya langkah-langkah ini memungkinkan untuk dilakukan oleh setiap orang, karena kita memiliki kekuatan untuk memilih apayang akan kita lakukan. LOVE YOUR JOB BUT NEVER FALL IN LOVE WITH YOUR COMPANY.Labels: beranie gagal, motivasi, motivation, Never Fall in Love With Your Company Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:55:00 PM
  |
|
|
|
| Monday, May 18, 2009
|
|
Leanna Archer, Wiraswasta Muda
|
Leanna Archer adalah orang yang luar biasa. Pada usia 13 tahun, ia sudah memiliki dan memimpin perusahaannya sendiri, Leanna's Inc. Pada tahun 2007, laba perusahaan itu mencapai 100.000 dollar AS (Rp1,041 miliar). Kemudian, pada 16 Oktober 2008, ia diberi kehormatan untuk membunyikan bel tanda dimulainya aktivitas di Bursa Saham New York. Mari kita simak kisah sukses selengkapnya.
Leanna Archer berasal dari Central Islip, Long Island - New York, Amerika Serikat. Rambutnya yang hitam panjang tumbuh amat indah berkat perawatan teratur krim dan minyak rambut tradisional buatan neneknya. Banyak orang memuji rambut Leana, baik keluarga, teman, guru, maupun orang asing.
Jiwa wiraswasta Leanna langsung tumbuh. Pada usia 8 tahun, ia meminta izin pada orangtuanya untuk memasarkan produk perawatan rambut sang nenek. Orangtuanya menolak. Alasannya, Leanna masih terlalu kecil. Bagaimana mungkin ia bisa membagi waktunya antara sekolah dan bisnis? Leanna dan keluarganya juga tidak punya pengetahuan yang cukup mengenai bisnis. "Tunggulah beberapa tahun lagi," begitu jawab kedua orangtua Leanna berulang-ulang.
Leanna patuh pada orangtuanya. Namun, keinginan dan semangatnya menjadi pengusaha tetap berkobar-kobar. Jika ada waktu luang, ia mencari informasi di internet mengenai kewirausahawan, pemasaran, pajak, dan lisensi. Jika neneknya sedang merawat rambutnya, ia mengambil sebagian krim/minyak untuk dimasukkan ke dalam botol kosong. Sampel krim atau minyak rambut itu kemudian ia berikan ke teman-teman sekolahnya dan orang-orang yang dikenalnya. Kemudian, ia meminta pendapat mereka. Ternyata, sebagian besar memuji krim/minyak rambut itu. Mereka bahkan menyatakan ingin memesan/membelinya.
Karena Leanna terus membicarakan mengenai ide dan keinginannya ini, serta terus berusaha tanpa kenal lelah, hati orangtuanya luluh. Mereka mengizinkan Leanna menjadi seorang pengusaha ketika ia berumur 10 tahun dan mendirikan sebuah perusahaan bernama "Leanna's Inc".
Pada Juni 2005, Leanna mulai menjual berbagai macam produk secara resmi melalui website (www.leannashair.com), toko, dan salon. Produk-produk yang dijualnya antara lain: hair dressing, hair dressing with shea butter, hair oil treatment, shampoo, conditioner, deep conditioner, moisturizing hair mist, pure shea butter for the skin, scented hand and body lotions, facial mask, french green clay mask, dan scented dead sea salts.
Prinsip Leanna adalah "kepuasan konsumen adalah prioritas dan motivasi terbesar bagiku". Mengenai kiat menghadapi krisis ekonomi, ia berkata, "Tetaplah menjadi orang yang positif dan optimis. Jika kamu tetap memiliki tekad yang kuat, terus maju, dan benar-benar bekerja keras, semuanya akan baik-baik saja!"
Untung bagi Leanna, hingga kini, ia tetap bisa membagi waktu antara sekolah dan bisnis. "Hal ini bisa terjadi karena orangtua dan kedua kakak laki-lakiku mau membantuku," kata Leanna. Di sekolah, Leanna bahkan menjadi siswa teladan.
Baru-baru ini, kesibukan Leanna bertambah. Ia menjadi pembicara khusus untuk membangkitkan motivasi dan inspirasi bagi anak-anak. Ia tampil di majalah, surat kabar, dan televisi. Ia juga beramal bagi anak-anak miskin di Haiti melalui yayasan Leanna Archer Foundation.
Oleh : Team Andriewongso.comLabels: beranie gagal, motivasi, motivation, wiraswasta muda Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:34:00 AM
  |
|
|
|
| Saturday, May 16, 2009
|
|
Membayar Harga Kesuksesan
|
SIAPA yang tidak ingin mencapai kesuksesan? Tentu semua orang ingin meraihnya, menikmatinya tanpa kecuali. Tapi kalau ditanya lebih lanjut, apakah semua orang mau membayar harga kesuksesan tersebut, tidak semua orang secara tegas menjawab ya. Ini artinya, banyak sekali orang di dunia ini yang menginginkan sesuatu tapi tidak siap dengan berbagai konsekuensinya.
Di dunia ini kita hidup dengan hukum-hukum yang berlaku secara universal. Hukum-hukum tersebut berlaku untuk siapa saja tanpa kecuali. Apakah seseorang itu pandai, berpendidikan tinggi, berpendidikan rendah, berwajah manis, dll. Hukum-hukum tadi tidak dapat dimanipulasi, dengan alasan apapun. Apakah karena seseorang masih ada darah kerajaan, darah politisi dan darah bangsawan menjadikan hukum tadi tidak berlaku? Tidak... tidak... tidak sama sekali. Hukum alam berlaku untuk semua kalangan tanpa kecuali.
Sebagai contoh sederhana, hukum gravitasi bumi mengatakan bahwa apabila seseorang atau benda berada pada ketinggian tertentu kemudian terjun bebas maka dia atau benda tersebut akan jatuh. Semakin tinggi ketinggian semakin besar kemungkinan jatuh dalam kondisi yang mengenaskan. Apakah lantas hukum tersebut menjadi tidak berlaku kalau ada seseorang yang berdarah biru terjun dari ketinggian tertentu? Tentu tidak, kecuali orang tersebut menggunakan parasut.
Demikian halnya hukum sebab akibat. Sebab melakukan perbuatan tertentu akan berakibat hasil tertentu pula. Kita boleh memilih satu perbuatan, tapi kita tidak bisa memilih akibatnya. Contoh sederhana, seseorang yang ulet, rajin, sabar dan pantang menyerah akan mencapai tujuan-tujuannya. Sementara yang malas, tidak sabaran, dan merasa gagal jangan harap bisa mencapai tujuannya.
Bagaimana dengan kesuksesan? Kesuksesan mempunyai hukum-hukum tersendiri. Apakah semua orang bisa sukses? Sudah tentu, siapapun yang berani membayar harganya akan mencapai kesuksesan tadi. Maksud membayar harga kesuksesan adalah, untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan harus melewati proses perjuangan baik pikiran maupun perbuatan. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang bisa diperoleh dengan cara gratis.
Kalau kita lihat sekeliling kita saja alam sudah menginspirasi kepada kita bahwa semua tujuan itu harus diperjuangkan. Ulat berjuang menjadi kupu-kupu harus berdiam diri dalam keheningan di dalam kepompong selama 7 hari. Coba saja kepompong tersebut dibuka padahal baru 4 hari, maka ulat tadi tidak akan jadi kupu-kupu. Demikian halnya telur ayam menetas dalam waktu 21 hari, kalau dalam waktu 15 hari sudah tidak dierami, maka tidak akan menetas menjadi ayam. Pun manusia bisa melahirkan setalah usia 9 bulan 10 hari. Kalaupun ada yang melahirkan 7 bulan ada akibat-akibat tertentu yang bisa menimpa bayi tersebut.
Melihat contoh-contoh di atas kita bisa menyimpulkan bahwa untuk mencapai satu tujuan sukses tidak ada jalan instant. Apa saja harga kesuksesan tersebut? Paling tidak dalam catatan saya ada beberapa harga yang mesti dibayar. Pertama harga menetapkan dan memelihara impian sukses ingin menjadi apa, kedua harga kesabaran dan pantang menyerah, ketiga harga belajar terus menerus untuk mencari cara mencapai impian tadi, keempat, mengganti impian baru apabila impian lama sudah tercapai.
Pertama, harga menetapkan dan memelihara sebuah impian. Mustahil seseorang bisa mencapai suatu keinginan kalau di kepalanya tidak ada keinginan tersebut. Ini artinya, seseorang yang memiliki impian tertentu pasti sebelumnya dia memutuskan untuk mencapai keinginan tadi. Kemudian impian tadi dipelihara terus menerus, tetap fokus. Tidak pedulai berapa godaan yang bisa mematahkan impian tadi, berapa cobaan yang bisa menghentikan impian tadi, kita tetap memelihara sampai tercapai.
Kalau kita bandingkan dengan sebuah perjalanan, impian adalah tujuan akhir dari perjalanan kita. Seseorang yang ingin mencapai Jakarta dari Surabaya menggunakan kereta api, sama sekali tidak tergoda untuk turun dari kereta api ketika sampai di Stasiun Semarang atau Stasiun Cirebon. Baru ketika sampai di Stasiun Gambir dia turun melanjutkan tujuannya. Coba kalau penumpang tadi tergoda turun di Stasiun Semarang atau Stasiun Cirebon, maka dia tidak akan sampai ke tujuan sesuai keinginan awal.
Kedua, harga kesabaran dan pantang menyerah. Mendaki gunung sering dijadikan alat eksperimentasi seseorang untuk menguji kesabaran mencapai tujuan. Seorang pecinta alam sangat tertentang untuk melakukan pendakian dari gunung dengan ketinggian sedang, menuju ke pendakian gunung yang lebih tinggi sampai ke gunung yang tertinggi. Di sana ada bekal-bekal tertentu misalnya pemahaman medan, kekuatan fisik, komando yang konsisten, perbekalan yang cukup, dan yang paling penting memiliki peta tujuan. Setelah semuanya siap barulah mulai melakukan pendakian.
Bagi yang belum memahami medan bisa jadi bertemu dengan binatang buas, atau tergelincir masuk jurang atau bahkan kelelahan karena memang tidak biasa. Bila hambatan-hambatan tersebut muncul, apakah akan pulang begitu saja atau melanjutkan perjalanan? Sangat bergantung kepada kualitas mental seseorang. Bila hambatan tadi sudah diperhitungkan sejak awal maka hambatan tersebut tidak akan mengurungkan perjalanan. Tapi bila memang mentalnya mudah menyerah, ada monyet lewat di depan saja sudah ketakutan.
Sedangkan yang ketiga adalah harga belajar terus menerus untuk mencari cara mencapai impian tadi. Belajar menjadi sesuatu yang penting dan perlu menyisihkan waktu. Bila kita bekerja terus menerus tanpa diiringi dengan belajar, kita tidak bisa introspeksi dan mengevaluasi atas hasil kerja kita. Tapi dengan meluangkan waktu untuk belajar maka kita bisa menilai apa saja kekurangan yang harus diperbaiki dan apa saja pengetahuan yang harus ditambah.
Ada satu cerita menarik dari seorang tukang tebang pohon. Hari pertama dia menebang 100 pohon, sementara pada hari kedua dia hanya bisa menebang 75 pohon dengan waktu yang sama. Sampai pada hari ketujuh dia hanya bisa menebang 10 pohon dengan waktu yang sama seperti hari pertama. Setelah diteliti ternyata dia lupa untuk mengasah gergajinya setiap hari. Karena setelah dipakai, gergajinya tidak tajam lagi.
Mengasah gergaji ini adalah perumpamaan kita belajar. Semakin rajin belajar, maka semakin tajam daya analisis kita terhadap sesuatu yang kita kerjakan. Semakin malas belajar, semakin tumpul pikiran kita.
Yang keempat, mengganti impian lama dengan impian baru apabila impian lama sudah tercapai. Inilah siklus yang harus ditempuh. Bila satu impian sudah tercapai maka secepatnya merencanakan impian baru. Kita boleh merasa bangga dengan hasil-hasil prestasi yang sudah kita capai. Tapi jangan terlalu lama, jangan sampai terlena. Pencapaian impian tadi hanyalah sasaran antara untuk mencapai impian berikutnya yang lebih besar. Demikian seterusnya, di dalam hidup ini tidak ada tujuan akhir yang membuat kita tidak berusaha lagi, kita harus berusaha terus menerus.
Apabila kita mau dan gigih membayar harga-harga di atas, maka siapapun akan mencapai impian-impiannya. Tidak ada alasan keturunan, alasan shio, alasan pendidikan alasan apapun untuk mencapai kesuksesan. Siapapun bisa mencapai asalkan memiliki komitmen yang tinggi untuk mencapainya. Sukses selalu. (*)
Oleh : Ade Asep SyarifuddinLabels: beranie gagal, harga kesuksesan, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 2:15:00 PM
  |
|
|
|
| Thursday, May 14, 2009
|
|
Sholat Subuh di Masjid
|
Seorang pria bangun pagi-pagi buta utk sholat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid.
Ditengah jalan menuju masjid, pria tsb jatuh dan pakaiannya kotor. Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI, berjalan menuju masjid.
Dlm perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama!
Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah. Dirumah, dia, sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid.
Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang pria yg memegang lampu.
Dia menanyakan identitas pria tsb, dan pria itu menjawab
"Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid, jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda.'
Pria pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid.
Saat sampai di masjid, pria pertama bertanya kepada pria yang membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya.
Pria kedua menolak.
Pria pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan, lagi, jawabannya sama.
Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.
Pria kedua menjawab
"Aku adalah Setan (devil/ evil)"
Pria itu terkejut dengan jawaban pria kedua.
Setan kemudian menjelaskan,
"Saya melihat kamu berjalan ke masjid, dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid, Allah memaafkan semua dosa-dosamu. Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun tidak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja, kamu tetap memutuskan kembali masjid. Karena hal itu, Allah memaafkan dosa2 seluruh anggota keluargamu. Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh utk ketiga kalinya, jangan2 Allah akan memaafkan dosa2 seluruh penduduk desamu, jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dgn selamat.."
Jadi, jangan pernah biarkan Setan mendapatkan keuntungan dari setiap aksinya.
Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tau ganjaran yg akan kamu dapatkan dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usahamu utk melaksanakan niat baik tersebut .
Sumber: AnonymousLabels: beranie gagal, dosa, motivasi, motivation, niat baik, sholat subuh Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:40:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, May 13, 2009
|
|
Hari-Hari Kita
|
Semua orang punya tujuh hari dalam seminggu. Berapa hari yang dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya? Apa arti hari-hari tersebut untuk kita? Mari kita coba lihat.
1. Senin adalah singkatan dari "Semangat Nan Indah" Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali.
Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main Play Station lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak makan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nunggu hari Sabtu lagi yang rasanya masih sangat lamaaaa.....
Apapun sikap yang kita pilih, tidak akan merubah hari Senin. Senin tetap datang. Senin tetap harus kita lalui entah kita senang atau tidak. Sikap mana yang akan kita pilih? Memulai hari Senin dengan menggerutu atau memulai hari Senin dengan Semangat Nan Indah?
2. Selasa adalah singkatan dari "Selalu Luar Biasa" Ada orang yang berpendapat bahwa Selasa adalah hari yang biasa saja. tidak ada yang luar biasa. Mengapa begitu??? Mengapa kita tidak membuatnya menjadi hari yang luar biasa? Luar biasa atau tidak, bukan tergantung dari nama hari atau pekerjaan kita. Tapi tergantung dari sikap hati kita. Tiap pagi saya bermain skipping (main tali) sebanyak 300 kali. Saya merasakan bedanya, ketika hati sedang malas, ya main tali jadi terasa berat. Tapi bila hati gembira, maka main tali menjadi ringan. Bahkan tanpa terasa bisa sampai 400 kali. Jadi saya selalu main tali sambil bernyanyi dan tersenyum. Hehehe..........
3. Rabu adalah singkatan dari "Rasakan bahagia dalam kalbu" Apakah kita bersyukur hanya kalau kita mendapatkan sesuatu? Kalau sedang senang dan kita bersyukur, itu sih biasa. Tapi bagaimana kalau kita sedang ada masalah? Apakah kita menggerutu dan marah-marah? Apakah kita bisa mensyukuri setiap kejadian dalam hidup kita? Waktu anak saya masih kecil, dia sering menangis di malam hari. Padahal tiap hari saya harus bekerja. Tapi saya bersyukur bisa bangun di malam hari dan memberikan ASI kepada anak saya. Saya senang ketika di malam hari dia terjaga dan memanggil "Mama. Mama". Malah saya sengaja melarang baby sitter untuk bangun di malam hari dan mengurus anak saya. Saya pikir, toh tidak lama dia begitu. Nanti kalau dia sudah besar, dia tidak akan lagi memanggil "Mama. Mama" ketika terjaga di malam hari. Jadi saya nikmati keadaan itu. Saya syukuri saat-saat tiap malam saya bangun dan menggendong anak saya. Biarlah hati kita selalu dipenuhi rasa syukur. Biarlah kalbu berseri. Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur.
4. Kamis adalah "Kami Sukses" Apakah hari Kamis juga hari biasa? Bagaimana kalau kita membuatnya sebagai hari dimana kita sudah lebih sukses? Rasanya kita perlu mengingat kembali pentingnya "Berpikir Positif". Bagaimana kalau tiap minggu kita mendapatkan sukses? Bagaimana kalau tiap hari? Apakah mungkin? Tentu saja. Yang perlu dilakukan adalah selalu berpikir positif. Kapan saja, dimana saja, dan siapa saja......
Bila seseorang berkata kepada kita:"Wah, enak ya kerja disana?" Daripada berkata:"Enak apanya? Biasa saja kok.", mengapa kita tidak berkata:"Amin."? Bila seseorang berkata:"Pasti kamu banyak uang." Daripada berkata:"Ga kok. Siapa bilang banyak uang?" Lebih baik kita berkata:"Amin.". Kalau nanti benar benar banyak uang, siapa yang menikmati? Kita sendiri kan? Asyiikkk......
5. Jumat berarti "Juga Amat Hebat" Seringkali Jumat menjadi hari yang kurang produktif karena sudah mendekati Sabtu, sehingga pikiran sudah ke hari libur. Mengapa menyia-nyiakan satu hari dalam hidup kita? Bagaimana kalau kita menjadikannya hari Jumat yang Juga Amat Hebat? Bagaimana kalau kita menggunakan hari ini untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda? Memeriksa surat masuk? Mengevaluasi hari-hari kemarin? Mengatakan hal-hal indah yang belum sempat dikatakan?
6. Sabtu berarti "Saatnya Bersatu" Hari Sabtu bisa menjadi hari yang produktif atau tidak produktif. Semuanya tergantung diri sendiri. Seorang Pengusaha justeru paling produktif di hari Sabtu karena dia bisa memeriksa semua pekerjaan, memantau hasil kerja karyawan, mencari ide baru, dan puluhan kegiatan lain yang sangat bermanfaat. Bahkan dia membuat hari Sabtu sebagai hari dimana dia mendengarkan semua masalah yang dihadapi ank buahnya.
Orang tua yang libur dan ingin membina kedekatan dengan anak-anaknya bisa memanfaatkan hari Sabtu untuk bermain bersama, berenang, makan bareng, membersihkan rumah bersama atau jalan-jalan. Daripada hanya duduk dan masing-masing nonton acara tv kesukaannya tanpa adanya komunikasi. Pasangan yang saling mencinta bisa menggunakan hari ini untuk saling mengerti bukan hari untuk bertengkar. Hayoo......
7. Minggu berarti "Mari ingat berkah seminggu" Hari Minggu bisa dijadikan hari bermalas-malas atau bisa juga menjadi hari untuk mengevaluasi diri kita. Untuk mengevaluasi sikap kita. Apa yang telah dilakukan dalam seminggu? Apa yangsalah? Apa yang benar? Apa yang dapat kita lakukan lebih baik minggu depan? Apa rencana baru yang perlu dibuat? Bagaimana supaya minggu depan lebih sukses? Bagaimana caranya bekerja lebih baik? Bagaimana caranya agar tidak terlambat masuk kerja? Dan seribu satu kegiatan lain.
Dengan demikian hari Senin akan kita nantikan dengan semangat karena kita telah punya rencana yang akan diterapkan. Hari Senin menjadi awal minggu depan yang lebih sukses.
Give Thanks for Every Day in Your Life! By Lisa Nuryanti. Expands Consulting.Labels: beranie gagal, jumat, kamis, minggu, motivasi, motivation, rabu, sabtu, selasa, senin Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:13:00 PM
  |
|
|
|
| Monday, May 11, 2009
|
|
Selamat Tinggal Masa Lalu
|
Benjolan dan memar secara spiritual, sakit dan nyeri batin yang tak kunjung pergi, sebagian dari kita mengetahui artinya menderita hal-hal itu, tetapi terlalu sedikit dari kita yang mengetahui cara mananganinya. Bahkan sakitnya masa lalu itu bagaikan sebuah rantai baja yang membelenggu dan menahan gerak langkah kita untuk menggapai masa depan. Kita berjalan tertatih-tatih sambil berharap entah bagaimana luka-luka tersembunyi itu secara ajaib berhenti menyakiti, sambil berpikir bahwa mungkin rasa muram yang terus menerus itu akan lenyap. Tetapi pernahkah itu terjadi begitu saja? Tidak!
Saya tahu. Saya telah mengalaminya. Tetapi syukur, saya tidak mengalaminya lagi sekarang. Selama beberapa tahun belakangan ini, saya telah mengalami pertempuran bathin yang sengit. Dan saya mendapati bahwa semua pertempuran itu dapat meninggalkan saya dalam keadaan terluka memar dan terpukul habis-habisan dalam batin seperti baku hantam yang meninggalkan saya dalam keadaan terluka dan terpukul secara lahiriah. Itu juga dapat terjadi pada Anda, atau mungkin tengah terjadi pada Anda saat ini.
Dahulu, waktu saya masih aktif di dunia malam, betapa berantakannya akibat dari suatu keributan perkelahian itu, sekalipun saya memiliki dasar ilmu bela diri yang cukup lumayan. Namun betapapun parahnya sakit yang saya rasakan, istirahat beberapa hari akan memulihkan keadaan saya.
Namun penyembuhan bathin yang terpukul tidak pulih sedemikian mudah. Malah sebenarnya, berlalunya waktu sering memperburuk keadaan. Alasannya ialah ini: kita sering memikirkan kegagalan itu sampai hal itu menjadi semakin nyata bagi kita. Ditambah pikiran negatif dan ‘suara-suara yang melemahkan’ semakin cepatlah diri kita untuk ‘ambruk’. Kita lebih sering memusatkan perhatian pada kegagalan itu sampai kita terpaku di jalan kita, karena takut untuk terus berjalan. Itu akan membuat kita gagal, gagal dan gagal lagi!
Tetapi ada sebuah jalan keluar. Jika kegagalan telah membuat Anda terjungkir secara bathin, maka yang harus Anda lakukan untuk keluar dari hal itu adalah mengalihkan pandangan Anda dari masa lalu ke masa depan Anda. Dengan pandangan yang optimis, bahwa hari esok pasti lebih baik dari hari ini. Dan yang pasti, hidup tidak selamanya begini…
Pada mulanya itu tak kan datang dengan mudah kepada Anda. Pikiran Anda mungkin telah terlatih selama bertahun-tahun untuk memusatkan perhatian kepada masa lalu. Bagaikan seekor kuda tua yang biasa pergi ke gudang, pikiran Anda mungkin akan mulai berpacu ke arah itu setiap kali Anda memberi kelonggaran kepadanya.
Jadi jangan beri kelonggaran. Tukarlah pikiran masa lalu dengan harapan tentang masa depan. Lepaskan belenggu masa lalu yang hitam kelam, penuh luka dan kegagalan, dan berlarilah mengejar ketinggalan Anda. Masa depan yang gemilang sedang menanti Anda. Anda akan menjadi pejuang penakluk, bukan menjadi prajurit yang terluka. Anda akan jadi seorang pemenang, bukan seorang pecundang.
Untuk itu, mulai hari ini katakan: “Selamat tinggal masa lalu...” Sebab Muramnya masa lalu bila tidak segera kita tinggalkan, akan merusak cerianya masa depan. Salam Sukses!!
Oleh : Daniel IswahyudiLabels: beranie gagal, lupakan masa lalu, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:30:00 PM
  |
|
|
|
| Saturday, May 09, 2009
|
|
Be Yourself!
|
George Bernard Shaw, seorang politikus, novelis, kritikus, esaias, penerima Nobel Kesusasteraan pada 1925 dan orator Irlandia yang tinggal di Inggris.
Sebelum meninggal, George Bernard Shaw ditanya oleh seorang reporter pertanyaan bagaimana seandainya. Reporter itu bertanya begini,
"Tuan Shaw, Anda telah bertemu beberapa orang paling kesohor di dunia. Anda telah bersahabat dengan para raja, pengarang kenamaan, seniman, dan guru. Seandainya Anda dapat hidup kembali, dan menjadi sosok salah seorang terkenal yang telah Anda kenal, atau seorang pribadi dalam sejarah, siapa yang Anda pilih?"
Shaw menjawab,
"Saya akan memilih menjadi George Bernard Shaw yang telah saya idam-idamkan tetapi tidak pernah tercapai".
Betapa tidak! Sangat sedikit orang pernah mencapai semua keagungan yang sungguh ada dalam batin mereka.
Jangan menghendaki untuk menjadi seseorang yang lain. Bertekadlah untuk menjadi diri Anda sendiri - tetapi yang lebih baik.
Dicuplik dari 1500 Cerita Bermakna - Frank MihalicLabels: be yourself, beranie gagal, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:18:00 PM
  |
|
|
|
| Thursday, May 07, 2009
|
|
Tips Bebas Depresi
|
Pernah merasa depresi menghadapi pekerjaan kantor tidak ada habisnya? Atau, putus asa di tengah deraan masalah yang mengganggu bisnis anda?
Sebenarnya, sangatlah mudah untuk menghindari depresi dan lebih menikmati hidup. Langkah pertama dan yang paling penting adalah berada pada saat ini (In The Moment). Mulai fokus pada hal kecil yang biasa anda lakukan dan nikmati prosesnya. Seperti saat anda membuat kopi di pagi hari kemudian NIKMATI saat anda meminum kopi. Cobalah untuk tidak berpikir tentang hal yang lain.
Kosongkan pikiran dari segala kekhawatiran. Mungkin hal ini berat dilakukan terutama bila anda mempunyai tanggungan atau keluarga. Tapi ini sangat penting paling tidak untuk sementara, dan yakinlah bahwa 80% dari kekhawatiran tidak akan pernah terjadi, dan masalah apapun PASTI akan ada solusinya.
Lakukan apa yang anda senang lakukan pada masa kecil sebagai refreshing, seperti main bola, naik sepeda, berlarian pada saat hujan, dll.
Lihatlah ke ke langit dan nikmati hari yang cerah ataupun hari hujan. Bagaimanapun juga tiap hari adalah karunia Tuhan yang penuh dengan berkah. Tarik nafas panjang dan biarkan pikiran anda lepas
Jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain. Tidak ada seorangpun didunia ini yang seperti anda. Anda menarik, hebat dan luar biasa dengan cara anda sendiri.
Jangan pernah menghukum diri sendiri karena ketidak mampuan orang lain untuk menghargai dan mencintai anda. Katakan pada diri anda sendiri bahwa orang tersebut tidak layak mendapatkan waktu anda dan mulailah kehidupan anda yang baru SEKARANG.
Tetap Semangat!!
Rosa S Rustam (Ocha) biz-and-career-only-at http://www.dexton.adexindo.comLabels: bebas depresi, beranie gagal, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 6:22:00 AM
  |
|
|
|
|
|
Dearest Be Positive - Be Possible Professionals
|
 Perhatikan gambar di samping ini.
Gambar ini tidaklah bermaksud menyampaikan pesan pornografi atau hal negatif lainnya. Dari gambar inilah kita akan belajar sesuatu yang dapat merubah hidup kita.
Ketika gambar ini pertama kali anda lihat, apa yang terdapat dalam pikiran anda ? Hampir semua orang dewasa akan mengatakan bahwa itu adalah gambar seorang laki-laki dan perempuan yang sedang berpelukan. Yakin bahwa itu gambar laki-laki dan perempuan ? Akan berbeda apabila kita menanyakan hal ini kepada seorang anak yang masih polos dimana dia akan mengatakan bahwa ini adalah gambar lumba-lumba. Nah semakin bingung kita, koq bisa berbeda pendapatnya ?
Rekan, apa yang anda lihat dan anak kecil itu lihat adalah benar adanya. Gambar sederhana di atas bisa dilihat dari 2 sudut yang berbeda yaitu gambar laki-laki dengan perempuan dan gambar lumba-lumba. Masih ada yang belum bisa melihat lumba-lumbanya ? Coba tenangkan pikiran anda dan perhatikan bagian hitam pada gambar tersebut maka anda akan menemukan ada 10 ekor lumba-lumba di dalamnya. Sudah ketemu lumba-lumbanya ?
Ya dalam 1 gambar yang sama bisa dilihat dari 2 sudut pandang yang berbeda, sebenarnya masih banyak gambar-gambar lain yang bisa digunakan tetapi saya sengaja menggunakan gambar ini supaya menjadi lebih gampang pemaknaannya. Dari gambar tersebut intinya bisa dilihat sebagai seorang laki-laki dengan perempuan dan juga bisa dilihat sebagai 10 ekor ikan lumba-lumba. Sekali lagi tidak bermaksud menyampaikan pornografi tetapi gambar seorang laki-laki dengan perempuan biasanya muncul terlebih dahulu dalam pikiran kita. Mengapa hal itu bisa terjadi ? Karena otak kita menyimpan memori dalam pikiran bawah sadarnya dan pada orang dewasa umumnya memori seksualnya lebih besar dan dominan dibandingkan dengan gambar ikannya sehingga itulah yang muncul pertama kali. Sehingga apa yang dominan dalam pikiran manusia itulah yang akan keluar melalui perkataan dan tindakannya seperti seorang filsuf pernah berkata bahwa anda akan menjadi seperti apa yang anda pikirkan atau lebih tepatnya anda akan menjadi seperti apa yang terus-menerus anda pikirkan.
Rekan yang terkasih, dalam gambar tersebut juga bisa kita ambil kesimpulan bahwa dalam memandang 1 hal kita dapat memandangnya dari 2 sisi yang berbeda yaitu sisi positif atau sisi negatif. Dan menurut Stephen R. Covey manusia diberikan kebebasan untuk memilih dan dalam hal ini kita bisa memilih berpikir secara positif atau berpikir secara negatif. Dan pilihan tersebut sangat ditentukan program apa yang ada atau masuk dalam pikiran bawah sadar seseorang. Apabila program yang masuk lebih dominan positif maka terciptalah program positif dalam pikiran bawah sadar dan akhirnya termanifestasikan dalam perkataan dan tindakan yang positif, demikian juga sebaliknya apabila yang masuk dominan negatif saja maka akan termanifestasikan dalam perkataan dan tindakan negatif. Program positif atau negatif inilah yang akhirnya juga akan menentukan seseorang menjadi sukses atau tidak.
Salam Prestasi,
Andreas Hartono Mindset MotivatorLabels: be positive, be professional, beranie gagal, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 6:19:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, May 05, 2009
|
|
Benarkah Kita Hidup Dalam Serba Kekurangan?
|
Hore, Hari Baru! Teman-teman.
Banyak sekali kekurangan dalam diri kita. Kurang mancung. Kurang putih. Kurang kaya. Kurang pintar. Dan beragam macam kurang-kurang lainnya. Oleh karena itu, kita tidak pernah kekurangan alasan untuk bersembunyi dibalik serba kekurangan yang kita miliki. Sampai-sampai, alasan yang kita kemukakan itu tidak lagi bisa diterima akal karena sama sekali tidak bermutu. Herannya, semakin hari kita semakin nyaman dengan beragam alasan itu. Seolah-olah kita sudah menjadi sahabat terbaik bagi para alasan dan enggan beranjak barang sedikit saja dari tempat persembunyian itu. Padahal, kita percaya bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Dan kita juga percaya bahwa dibalik ketidaksempurnaan itu; ada orang-orang yang bisa menghasilkan pencapaian tinggi. Tapi, mengapa bersembunyi dibalik kekurangan diri ini kok terasa begitu nikmat?
Akhir tahun lalu, saya mengikuti bowling fun game. Dengan modal keterampilan main bowling yang nol besar ini, saya berhasil memenangkan hadiah berupa 3 lembar voucher masing-masing bernilai seratus ribu rupiah. Jadi, pasti kemenangan itu merupakan 'keberuntungan seorang pemula'. Beberapa hari yang lalu, voucher itu 'ditemukan' kembali terselip dibuku catatan saya. Lalu, saya menggunakannya untuk mampir disebuah cafeshop. Sekedar nongkrong sejenak selepas mengikuti kelas fitness. Sekarang Anda sudah tahu bahwa saya berani masuk kesana gara-gara memiliki voucher itu; sehingga saya cukup mengeluarkan uang 15 ribu rupiah saja untuk makan berdua rada gaya. Kalau tidak ada voucher itu; saya tidak makan disitu, haha.
Ketika tengah menikmati ice blended vanilla dan smoked beef cake itu mata saya tertuju kepada sebuah meja dimana disana tengah bersantap siang sebuah keluarga terdiri dari Ayah, Ibu, dan dua anak yang lucu-lucu. Anak-anak sibuk bermain. Sang Ibu sibuk menyuapi mereka. Sedangkan sang Ayah terlihat asyik melayani pertanyaan-pertanyaan anak-anak sambil terus bekerja dengan lap-topnya. Sungguh, saya terkesan dengan lelaki seumuran saya itu. Entah mengapa, saya merasa ada 'aura' kuat yang terpancar dari dalam dirinya. Ketika itu saya merasa seolah tengah memandang seorang bintang dengan segenap profesionalisme dan kompetensi. Padahal, saya tidak mengenalnya.
Saya tidak berhenti mencuri pandang kearahnya. Seperti ketika remaja dulu mencuri pandang kearah gadis pujaan hati. Bedanya, dulu saya melakukan itu karena perasaan suka kepada kecantikan yang memukau. Sekarang, karena sebuah kekaguman. Diam-diam, dalam hati saya berbisik; ingin rasanya meniru orang itu.
Saya mengira bahwa kekaguman itu akan berhenti sampai disitu. Tetapi saya keliru seratus persen. Saya termangu ketika menyaksikan pemandangan lain sesaat setelah itu. Yaitu, ketika orang itu berubah posisi duduk dan serta merta saya menyadari bahwa ternyata orang itu memiliki keistimewaan lain yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Tahukah anda apa keistimewaan itu? Beliau memiliki satu kaki.
Sekarang saya jadi malu kepada diri sendiri. Dengan kesempurnaan fisik ini pun saya masih saja bersembunyi dibalik seribu satu alasan untuk membesar-besarkan kekurangan diri. Sehingga saya bisa dengan mudahnya menyerah. Lalu, memilih untuk bersikap pasif. Lalu menjadi orang yang tidak berbuat apa-apa secara produktif.
Betapa banyak orang yang diberi kesempurnaan penciptaan seperti kita, namun mempunyai mental yang lembek. Betapa banyak orang yang memiliki kelengkapan fisik seperti kita, namun setiap hari berkubang dengan keluh kesah. Padahal, betapa Tuhan telah memberi lebih banyak dari yang kita butuhkan; tapi, kita masih saja memenjarakan diri didalam kotak berlabel 'kurang'.
Saat ini, rasanya kok saya masih duduk dihadapan orang hebat di cafe itu. Dan saya masih merasakan semangatnya berputar-putar diatas kepala saya. Seolah dia berubah menjadi malaikat bersayap indah, lalu berkata; "Keluarlah dari tempat persembunyianmu. Karena, Tuhan telah memberimu segala yang engkau butuhkan, untuk menjalani hidupmu....."
Hore, Hari Baru! Dadang Kadarusman http://www.dadangkadarusman.com/
Catatan Kaki: Menyadari kekurangan diri bisa menghindarkan kita dari sifat sombong. Namun, terlampau membesar-besarkannya bisa melupakan kita akan betapa banyak nikmat yang sudah kita dapat.Labels: beranie gagal, bersyukur, kekurangan, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:05:00 PM
  |
|
|
|
|
|
Anda Achiever Atau Sekedar Komentator?
|
"Get up, stand up, Stand up for your rights. Get up, stand up, Don't give up the fight." Bob Marley
Untuk persoalan yang satu ini Indonesia juaranya. Itu bukan opini saya pribadi, tetapi sudah menjadi semacam rahasia umum bahwa kita, sangat jago dalam hal itu. Anda bisa menemukannya tidak hanya dalam pertandingan olah raga, dalam dunia politik juga banyak, bahkan di dunia hiburan. Yang saya maksud adalah komentator alias tukang komentar. Kita memang sangat jago dalam hal berkomentar. Contoh sederhana, coba perhatikan pertandingan sepak bola luar negeri, Anda akan saksikan betapa hebatnya para komentator Indonesia mengomentari pemain-pemain dunia sekelas Ronaldinho atau Ronaldo. Seharusnya mereka begitu, begitu, mengapa mereka tidak begini begitu…dst. Herannya mereka dibayar untuk itu. Jika seorang motivator dibayar untuk memotivasi, trainer dibayar untuk mentraining, dokter dibayar untuk mengobati, photographer dibayar untuk memotret, komentator dibayar hanya untuk berkomentar. Seakan tanpa komentator acara sehebat piala dunia sekalipun, terasa hambar..ha..ha..ha..
It’s ok dengan para komentator bola, politik, bulutangkis, pertandingan sulap atau nyanyi, karena jika kita tidak suka, kita tinggal switch channel TV ketempat lain. Persoalan selesai. Tetapi komentator yang berbahaya justru yang berada dikeseharian kita, kantor, sekolah bisnis ataupun dunia bisnis. Setiap saat Anda dan saya dipaksa untuk berhadapan dengan mereka. No where to hide. Jika di dunia hiburan, politik atau olah raga, para komentator dibayar, di dunia real mereka tidak dibayar. Greeetong ! Satu lagi, didunia real para komentator akan nyeletuk, meskipun Anda dan saya tidak meminta pendapat mereka sama sekali. Seakan-akan mereka mencari tempat untuk menyalurkan hobby mereka itu.
Para komentator, sesuai sebutannya sering kali hanya doyan mengamati dan mengomentari –biasanya yang buruk- tentang apa yang Anda dan saya coba kerjakan dengan gagah berani. Betapapun besar perjuangan, seberapa berat mengatasi perasaan takut, seberapa gugup Anda bertahan, seberapa letih perjuangan, tidak akan mereka pedulikan. Hanya hasil yang akan mereka komentari. Wajar. Mereka di tribun penonton, sementara kita di arena pertandingan. Mereka menonton sambil menggenggam ice cream, Anda dan saya berpeluh menahan haus. Pendeknya kita di dunia nyata, mereka di awang-awang. Kita babak belur dihajar resiko, mereka mandi bunga dengan teori-teori.
Anthony Robbin dalam bukunya Unlimited Power menulis demikian, “ Another attribute great leader and achievers have in common is that they operate from belief that they create their world. The phrase you’ll hear time and again is,”I am responsible, I’ll take care of it”. (page 75). Itulah bedanya achievers dengan para komentator. Komentator bebas lepas, tetapi achievers selalu siap bertanggung jawab tanpa mencari kambing hitam.
Sering kali para komentator dunia ini membuat para pejuang yang memiliki cita-cita menjadi ciut nyalinya. Mengapa ? karena komentator sangat ahli menyatakan apa yang salah dari perjuangan kita. Itu spesialisasi mereka. Menemukan apa yang salah. Dan kita sebagaimana wajarnya seorang manusia, sangat takut untuk dituding “bersalah” atau “gagal”. Siapa sih yang tidak takut terhadap kesalahan ? Dicap demikian serta merta menggiring kita tontonan dan olokan sekitar. Sementara secara psikologis itu sangat berpengaruh melucuti kepercayaan diri kita. Kemungkinan besar menghentikan seluruh potensi kreasi kita, dan langsung membuat kita beku, laksana mayat hidup. Kapok.
Ada sebuah tips, yang sekarang ini terus menerus saya disiplinkan sebagai sebuah “kebiasaan” dalam diri saya. Tips itu adalah, jangan pernah memandang sebuah kesalahan sebagai kesalahan, tetapi sebagai pelajaran. Kita melakukan A, mengharapkan hasil A, tetapi ternyata menghasilkan B. Sebuah kesalahan ? No way ! Toh kita menghasilkan B, hanya saja kebetulan yang kita harapkan adalah A, jadi mari kita ubah usaha kita itu. Dengan begitu tidak ada istilah “sia-sia” atau “failure”, yang ada hanya menghasilkan hasil yang lain.
Ndilalah..Anthony Robbin dalam buku yang sama, mengatakan hal yang mirip juga. “Winner, leaders, masters –people with personal power-all understand that if you try something and do not get the outcome you want,it’s simply feedback. You use that information to make finner distinctions about what you need to do to produce the result you desire”. Tidak ada usaha yang sia-sia alias kegagalan, yang ada hanyalah hasil yang mungkin bukan yang kita harapkan. Dan ini bukan kesia-siaan karena setiap usaha pasti menghasilkan sesuatu, yaitu pengalaman. Experience !! Disinilah bedanya pelaku dengan komentator. Para pelaku entah apapun hasil dari usaha mereka, selalu akan mendapat upah yang mahal berupa experience.
Ada lagi bagian dalam buku Anthony Robbin yang ingin saya share ke Anda, rentetan kalimat yang saya anggap powerfull. “People who believe in failure are almost quaranteed a mediocre existence. Failure is something that is just not perceived by people who achieve greatness. They don’t dwell on it. They don’t attach negative emotions to something that doesn’t work” (page 73).
Itu khan bahasa Sansekerta, nah terjemahan bebasnya kira-kira begini. “Orang-orang yang percaya pada kegagalan dapat dijamin biasa-biasa saja keberadaannya. Kegagalan adalah sesuatu yang tidak dipersepsikan oleh mereka yang mencapai hal-hal besar. Mereka tidak terpuruk pada kegagalan. Mereka tidak mengaitkan emosi-emosi negatif pada sesuatu yang tidak berhasil.”
Nah jika sekarang Anda sedang berada dalam keadaan bimbang tentang sesuatu yang Anda perjuangkan atau mungkin berada dalam suatu ketakutan yang sangat terhadap binatang bernama kegagalan. Anda tidak sendirian. Jutaan pejuang seperti Anda, yang dengan gagah berani berjuang demi cita-cita mereka sedang bertarung juga persis seperti Anda, termasuk Saya. Mari kita nikmati proses pembelajaran ini, no matter what will come as a result. Menutup tulisan panjang ini sebuah humor yang saya dapatkan dari seorang tukang taxi, tentang perbedaan reporter bola indonesia dan reporter luar negri.
Kalau reporter luar negri, karena sadar bahwa pemirsa juga sedang menyaksikan apa yang dia saksikan, sedikit ngomongnya. “Ronaldo………Sebastio………Kaka…”. Pokoknya yang komentarnya yang penting-penting saja, karena toh sama-sama sedang nonton. Tetapi reporter bola Indonesia beda banget. Sang reporter merasa cuman dia yang lagi nonton yang lain gak punya TV !! “Bambang menahan bola dengan kaki kanannya, kemudian digiring sejenak, mencari teman dia. Kemudian bola dioper ke Morales. Hampir meleset. Kini bola di Morales, mencari kawan terdekat. Ambil inisiatif penyerangan. Disana ada Aliyuddin. Agak ragu Morales, coba memainkan bola sendiri. Lawan datang menghampiri,bergumul mereka. Akhirnya bola dioper ke Aliyuddin. Hati-hati Ali. Dengan cepat Aliyuddin menggiring bola maju kedepan berhadapan dengan kiper lepas tembakan Gooooolllllll….”
with friendship, respect & blessing Made Teddy Artiana, S. Kom http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.comLabels: achiever, beranie gagal, komentator, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:34:00 AM
  |
|
|
|
| Friday, May 01, 2009
|
|
Kesulitan Itu Akan Membuat Kesempurnaan
|
Kadang kita bertanya dlm hati & menyalahkan Tuhan,
"Apa yg telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua ?" atau "kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi pada saya ?"
Here is a wonderful explanation...
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota.
Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata,
"Tentu saja, I love your cake."
"Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan. "Yaiks," ujar anaknya.
"Bagaimana dgn telur mentah ?"
"You're kidding me, Mom."
"Mau coba tepung terigu atau baking soda ?"
"Mom, semua itu menjijikkan."
Lalu Ibunya menjawab,
"ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak."
Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai dgn rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya.
Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.
Tuhan teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.
Jika anda merasa terinspirasi dengan artikel ini, kirimkan pada teman-teman yang anda kasihi, I already did...
Sumber: AnonymousLabels: beranie gagal, kesempurnaan, kesulitan, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 3:54:00 PM
  |
|
|
|
|
|