| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
| Thursday, April 30, 2009
|
|
Beranie Gagal Maret 2009 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal Maret 2009 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2009. Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses!
Ryan Founder & Moderator Beranie GagalLabels: beranie gagal, blog, e-book, ebook, offline, pdf Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:26:00 PM
  |
|
|
|
|
|
Beranie Gagal Meraih Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009
|
 Alhamdulillah, berkat dukungan dan partisipasi dari para pembaca, blog kami memenangkan Internet Sehat Blog Award (ISBA) 2009 kategori Mingguan oleh salah satu portal berita yang terkenal yaitu detikinet.com. Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat ulasannya di sini. Semoga blog kami ini akan terus berguna bagi para pembaca dan selalu menjadi motivasi dan inspirasi dalam hidup anda. Tidak lupa kami mohon saran dan masukan-masukan motivasi dari anda.
Salam sukses selalu!
Ryan - Dodi Founder & Moderator Beranie GagalLabels: beranie gagal, ISBA award, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:32:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, April 29, 2009
|
|
Piano
|
Kisah ini terjadi di Rusia. Seorang ayah, yang memiliki putra yang berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.
Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.
Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh, sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan anaknya, ia menyelinap pergi.
Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut.
Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle2 little star.
Operator lampu sorot, yang terkejut mendengar adanya suara piano mengirabahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut, melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, "Teruslah bermain" dan sang anak yang mendapat ijin, meneruskan permainannya.
Sang pianis lalu duduk, di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu, ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.
Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung. Sang anak jadi besar kepala, pikirnya, "Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!" Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.
Demikian juga di dalam kehidupan kita, kita sering merasa bahwa keberhasilan yang kita raih , semua itu hanya karena usaha dan kerja keras kita. Kita lupa bahwa semua itu terjadi karena Tuhan yang menolong kita dan tanpa Dia apapun yang kita kerjakan tidak akan berhasil. Tapi bila Tuhan ada disamping kita, kita akan mampu melakukan hal ? hal yang sederhana menjadi luar biasa.
Sumber: AnonymousLabels: beranie gagal, keberhasilan, luar biasa, motivasi, motivation, piano, sederhana, Tuhan Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:43:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, April 28, 2009
|
|
"Bodoh vs Pintar" ala Om Bob Sadino
|
Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna.
Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini.
Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.
1. Terlalu Banyak Ide - Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya
2. Miskin Keberanian untuk memulai - Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.
3. Telalu Pandai Menganalisis - Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.
4. Ingin Cepat Sukses - Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.
5. Tidak Berani Mimpi Besar - Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.
6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi - Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.
7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai - Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.
8. Maunya Dikerjakan Sendiri - Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.
9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan - Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.
10. Tidak Fokus - Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.
11. Tidak Peduli Konsumen - Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.
12. Abaikan Kualitas -Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.
13. Tidak Tuntas - Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.
14. Tidak Tahu Pioritas - Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas
15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas - Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,
16. Menacampuradukan Keuangan - Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.
17. Mudah Menyerah - Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.
18. Melupakan Tuhan - Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.
19. Melupakan Keluarga - Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga
20. Berperilaku Buruk - Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.
Sumber : Bob SadinoLabels: beranie gagal, bodoh, motivasi, motivation, pinter Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:17:00 PM
  |
|
|
|
| Saturday, April 25, 2009
|
|
Rasa khawatir Penghalang Diri
|
Seorang sahabat mengirim email dan bertanya, "mas erwin saya ini orang yang mempunyai rasa kekhawatiran yang besar dalam hidp ini, saya khawatir dengan lingkungkan kantor yang sedang melakukan perampingan, saya khawatir dengan pertumbuhan anak saya kelak, dan banyak lagi, menurut mas Erwin apa yang harus saya lakukan.. Salam G...." Dalam hidup dan kehidupan kita sebagai manusia memang kita akan banyak dirundung akan kekhawatiran, dalam hal ini adalah suatu yang biasa.
Terkadang kita sering terlalu khawatir tentang harapan, masa depan, atau sesuatu yang akan terjadi, kenapa harus khawatir dengan segala yang mungkin akan dan tidak akan terjadi, Rasa khawatir tidaklah menghasilkan apapun Kita tidak dapat menghilangkan rasa khawatir hingga kita menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik, rasa khawatir mengalahkan logika berpikir kita, nalar kita seorang terhenti dan kalah dengan yang namanya “rasa” khawatir. Betapa kuatnya perasaan ini sehingga logika yang jelas jelas wajarpun bisa dikalahkannya.
Kita ditawarkan tantangan yang lebih mendalam untuk menggambarkan seluruh tenaga dan waktu yang terbuang karena kekhawatiran. Sebenarnya, jika kita memang bukan orang yang suka menderita, kita tidak akan mengalami proses munculnya kekhawatiran itu sendiri.setumpuk bukti medis menunjukkan hal yang sebaliknya; bahwa stres yang disebabkan oleh kekhawatiran dapat menimbulkan berbagai permasalahan pribadi, termasuk semua penyakit yang secara dramatis dapat memperpendek usia seseorang, misalnya kanker, penyakit jantung, dan banyak lainnya. Yang pasti, kekhawatiran sama sekali tidak dapat sedikit pun memperpanjang usia, namun justru memperpendeknya, dan sering kali begitu dramatis.
Penyakit Stres yang berasal dari pergumulan diri seseorang dan tumpukan dari tekanan yang memerlukan perhatian kita di dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi kita dapat disangkal sebagai penyebab lebih banyak lagi gangguan kesehatan dan psikologis daripada sumber lainnya.dapatlah dikatakan secara sederhana bahwa stres dapat membuat hidup kita menjadi kacau. Suatu kandungan yang sangat berbahaya dari stres yang merusak adalah proses mental yang kita sebut kekhawatiran. Kenyataan telah menunjukkan bahwa kekhawatiran dan stres dapat menjadi berbahaya bukanlah hal yang baru bagi kita; kita telah mendengar tentang semua itu sebelumnya. Lebih jauh lagi, kebanyakan dari kita dapat menerima dan mempercayai pesan yang berkelanjutan ini. Masalahnva, melakukan sesuatu hal terhadap proses kekhawatiran merupakan suatu tantangan yang paling sulit dipahami dalam kehidupan manusia.
Sebenarnya Mengendalikan kekhawatiran dapat bersandar pada perubahan mendasar dari cara kita melihat diri dan kehidupan kita sehari-hari. apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi kekhawatiran?
- kenalilah kekhawatiran kita dan berbagai kegagalan yang ditimbulkannya. Dengan demikian, kita dapat mengambil manfaat dari pemikiran kita daripada membiarkan kekhawatiran bergerak liar merusak pikiran dan energi kita. Sebagai gantinya, kita dapat menjadi lebih waspada dan memahami kerugian yang ditimbulkannya. Ini merupakan langkah pertama yang sangat penting karena dapat membentuk suatu dasar, terutama motivasi, untuk berubah.
- Berikan dorongan kepada diri anda untuk tidak mengkhawatirkan hari esok sehingga kita mampu membiarkan masalah hari ini hanya untuk hari ini. Nasihat seperti ini sangat konsisten dengan kebijaksanaan umum yang mengimbau kita untuk memusatkan perhatian pada keadaan hidup saat ini saja.
- luangkanlah waktu selama tiga puluh menit setiap harinya untuk merasa khawatir. (loh kok begitu) Ya, memang benar, langkah tersebut kita gunakan untuk memakai rasa khawatir kita dengan mengikatnya selama setengah jam setiap harinya. Daripada membiarkan kekhawatiran berjalan tidak terkendali, kita diminta untuk merangkum seluruh kekhawatiran kita dan kemudian memberikan kesempatan untuk mengendalikan dosisnya (tidak seperti suntikan untuk menyembuhkan suatu penyakit) sesuai dengan waktu yang telah kita tentukan.
- Berpikir positif. Tekankan pada diri Anda bahwa Anda akan sukses menjalani apa yang akan Anda jalani. Anda akan mampu menyelesaikan permasalahan Anda dan akan mencapai tujuan yang Anda inginkan. Ini bukan persoalan percaya atau tidak, melainkan persoalan keyakinan dan berjuang. Isi pikiran Anda dengan hal-hal positif setiap hari.
- Bersandar hidup kepada Tuhan YME Pikiran manusia itu sebuah mesin yang kreatif. Saat orang membayangkan masa depan, mereka akan terdorong membayangkan juga 'skenario buruk.' Banyak pengalaman yang menunjukkan biasanya keadaan sebenarnya jauh berbeda dari apa yang pernah kita bayangkan. Kebanyakan masalah yang kita hadapi terpecahkan dengan cara yang layak sesuai dengan bersandar diri kepada Tuhan YME. Sebenarnya, kita sendiri yang selalu mendorong diri sendiri untuk merasa takut dan khawatir. dengan Pasrah dan berserah diri Kepada Tuhan Maka Hidup kita akan tenang.
Orang dapat belajar untuk berhenti melalui suatu proses dan mendapatkan kesehatan emosional yang lebih baik, Khawatir itu melelahkan. Itu seperti sebuah penyakit kronis, dan tidak membuat "tameng" untuk melindungi kehidupan kita. Makin lama justru makin berbahaya bagi kehidupan kita. Jadi, yang diperlukan adalah upaya untuk mengubah sikap khawatir dan pikiran-pikiran negatif itu. Setiap rasa khawatir datang coba Putuskan untuk menjadi Kuat, karena kapanpun kekhawatiran datang, Anda selalu dihadapkan kepada dua pilihan sikap; untuk menjadi kuat atau menjadi lemah.
Memilih untuk berbahagia bukan berarti kita tidak peduli terhadap masalah-masalah di sekeliling kita ataupun memaksakan senyum di wajah kita, akan tetapi kita berfokus pada hal-hal indah yang dapat memberikan kita kesenangan, membuat kita tersenyum dan berterima kasih atas kehidupan ini,Ketahuilah bahwa setiap hari kita dikelilingi oleh hal-hal yang dapat membuat kita bahagia. Seperti halnya ketakutan dan kekhawatiran, menikmati kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Manakah yang akan anda pilih? Kekhawatiran atau kebahagiaan? kepada sahabat yang sedang khawatir cobalah kendalikan, karena kekhawatiran adalah sebuah ketakutan yang belum pasti terjadi, berfokuslah pada sikap optimis dan berfikir positif, semoga tulisan ini dapat membantu bagi saudara G.... dan sahabat sekalian.
"ketakutan dan kekhawatiran, merupakan penghalang bagi seseorang dari mengambil tindakan"
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS. Al-Baqarah: 277]"
Salam Sukses dan Bahagia Depok 20 April 2009 Erwin Arianto Http://erwin-arianto.blogspot.comLabels: beranie gagal, motivasi, motivation, penghalang diri, rasa khawatir Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 5:46:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, April 21, 2009
|
|
Kegagalan adalah Ibu Kandung dari Kesuksesan
|
|
Dalam mengembangkan usaha bisnis atau karir yang sedang kita perjuangkan, sudah sewajarnya kita berharap semua bisa berjalan lancar tanpa hambatan dan kesulitan yang berarti, tetapi dalam proses perjalanannya tidak jarang kita dihadapkan pada kondisi sulit yang muncul silih berganti. Saat kondisi sulit menghadang kita, tidak perlu ditanggapi dengan sikap pesimis dan terbeban. Perlu kita yakini dan kita sadari bahwa di setiap kesulitan yang mampu kita atasi, maka bersamaan itu pula akan muncul kesempatan baru yang memungkinkan kita melanjutkan dan memperjuangkan usaha kita hingga mencapai kesuksesan. Tetapi di dalam kenyataannya yang sering terjadi, pada saat kita dihadapkan pada kesulitan, rintangan, kesalahan dan problem yang bermunculan, fighting spirit kita menjadi turun, rapuh, dan mudah menyerah; semuanya terasa begitu berat dan membebani mental, bahkan tidak jarang membuat kita merasa gagal, frustasi, depresi, putus asa, menganggap ini semua merupakan suratan nasib yang memang harus kita alami. Mengapa kita mudah menyerah? Mengapa kita cepat merasa gagal? Sebenarnya perasaan di atas ini adalah akibat dari hasil pikiran atau kesadaran tentang proses perjuangan hidup ini yang belum matang. Jangankan cuma kesulitan yang menghadang, sekalipun kita mengalami kegagalan, ingat setiap kegagalan pasti punya nilai pendidikan tersendiri, seperti kata bijak Mandarin :
Shi Bai Shi Cheng Gong Zhi Mu (kegagalan adalah ibu kandung dari kesuksesan)
Kita perlu menyadari bahwa kesulitan, kegagalan adalah bagian dari dinamika kehidupan kita. Setiap kegagalan pasti akan membawa hikmah yang setimpal. Kesuksesan sejati adalah kristalisasi dari berbagai macam kesulitan dan kegagalan yang mampu kita atasi. Untuk itu kita dituntut mempunyai "Keuletan Extra". Keuletan yang berarti : tidak sekadar sabar, bertahan, apatis, pasif, pasrah, tetapi "Keuletan" yang di dalamnya mengandung sikap antusias, proaktif, gigih, tegar, berani untuk beraksi terus menerus. Jika sikap mental "Keuletan" di atas dapat dipraktekan di setiap tantangan yang muncul, sampai menjadi kebiasaan di kehidupan kita, maka kita akan sadar bahwa hanya melalui Kelemahan, Kesulitan, Kesalahan bahkan kegagalan, barulah kita mempunyai kesempatan untuk mematangkan mental dan menjadi dewasa melalui BELAJAR DALAM ARTI YANG SEBENARNYA. Pembaca yang budiman, Saya yang telah kenyang mengunyah kesulitan dan kegagalan, telah menganggap semua ini sebagai vitamin kesuksesan. Bagi setiap orang yang mau sukses tidak mungkin bias bebas dari kegagalan, tidak ada kesuksesan sejati bisa berdiri tegak tanpa kemampuan mengatasi semua kesulitan ataupun kegagalan. Maka, memang benar dan tepat bobot dari kata pepatah klasik "kegagalan adalah ibu kandung dari kesuksesan"
Oleh : Andrie WongsoLabels: beranie gagal, ibu kandung, kegagalan, kesuksesan, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:42:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, April 17, 2009
|
|
Pelajaran “Hidup” Dari Kolam Renang
|
Pernah melihat bapak-bapak kursus privat renang ? Saya untungnya sudah. Pagi ini, di kolam renang langganan kami. Dua orang lelaki dewasa –bertubuh tinggi besar- masing-masing dengan pelatih mereka, baru belajar berenang. Benar-benar menggelikan. Air bermuncratan kemana-mana, belum lagi melihat wajah yang memerah, ekspresi ketakutan yang kadang tampak serta dengus nafas mereka yang begitu jelas, membuat mau tidak mau keduanya menarik perhatian. Tetapi yang paling unik dari adegan tersebut justru para pelatihnya. Yang satu wajahnya demikian serius. Saya berani bertaruh jika bertemu dengannya, Anda pasti menyangka dia berprofesi sebagai guru matematika. Sejak duduk di Sekolah Dasar hingga sekarang, wajah seserius dia, tidak pernah saya jumpai di kolam renang.
“Kemaren,” cerita pelatih ini, ”saya habis ngelatih, PM (Polisi Militer) berenang. Wah susahnya bukan main. Mana cuman punya target 2 minggu lagi. Padahal targetnya harus 25 meter. Saya sih sudah bilang ke dia…’Pak mana cukup belajar berenang 2 minggu’…tapi ya kita coba juga. Akhirnya hanya bisa 10 meter doang !!”.
Cerita perkenalan yang membuat down siapa saja yang baru berniat belajar berenang. Tapi itu belum seberapa, cara berkenalan, mengarahkan dan lain sebagainya, pelatih ini lebih mirip seorang penyuluh mengenai bahaya flu burung. “Relaks…jangan kaku..santai saja kakinya !!!!”, teriaknya dengan wajah yang sangat tidak familiar. Tanpa senyuman. Hasilnya mudah ditebak, si murid bertambah gugup. Dan mereka berdua lebih tampak bergumul, ketimbang belajar berenang. Asli, lama-lama berada didekatnya membuat berenang menjadi sama sulitnya dengan terbang !!!
Berbeda dengan yang pertama, pasangan yang kedua sangat menikmati kebersamaan mereka. Jika pasangan pertama lebih banyak menghabiskan waktunya ditepi kolam, dimana sang murid banyak mendengarkan “petuah-petuah” dari pelatihnya, pasangan kedua, langsung nyebur. “Berenang itu gampang Pak…dan menyehatkan”, kata pelatih kedua,”Cuma perlu teori sedikit, terus coba deh. Asal iramanya sudah ketemu, siapapun pasti bisa berenang. Yang pasti diperlukan ketenangan. Tapi walaupun gampang, sebaiknya dikolam cetek dulu, jadi kallo klelep, kaya tadi, minum airnya gak banyak..ha..ha..ha..”. Merekapun tertawa bersama. Dan lihatlah, tanpa perlu diteriakin sang murid tampak relak dan sangat menikmatinya.
Pelatih pertama sering sekali mengucapkan kata “sulit”, pelatih kedua cenderung menggunakan kata “tantangan”. Contohnya begini, namanya belajar berenang pastilah kedua orang murid itu, sesekali ‘tidak sengaja’ tersedak, meminum air kolam seteguk, dua teguk. Pelatih yang pertama langsung berseru “Yang paling sulit dari berenang, adalah mengatur nafas. Itu memang sulit”. Sedangkan pelatih kedua, berkata “Disinilah tantangannya. Pernafasan. Tapi it’s ok..semua orang yang belajar berenang, pasti pernah minum air kolam”. Luar biasa !!
Sungguh-sungguh adegan langka. Saya sangat beruntung menyaksikan keduanya dengan mata kepala, serta telinga saya sendiri. Dua orang pelatih dengan dua orang murid yang berbeda, dikolam renang yang sama, dalam waktu bersamaan. Jadi teringat pengalaman pertama kali terjun kedunia enterpreneur sebagai seorang photographer dan resign dari sebuah Bank Swasta terbesar di Indonesia. Dunia enterpreneur yang memang asing, menjadi begitu menakutkan. Sampai ketika sekali waktu saya bertemu dengan seorang begawan enterpreneur Indonesia, Bob Sadino. Waktu itu, saya diminta oleh Kintamani publishing untuk membuatkan konsep sekaligus mengeksekusi foto-foto untuk cover 2 buku Om Bob berjudul “Belajar Goblok dari Bob Sadino” dan “Mereka Bilang Saya Gila” yang sekarang sudah beredar luas. Om Bob, dalam satu kesempatan curhat, sempat menasehati saya. “Kamu masih sangat muda De (Made…sebutan untuk orang Bali, anak kedua..he..he..), dunia enterpreneur itu sangat mengasikkan. Yang diperlukan bukan sekolah atau segudang teori. Dunia enterpreneur, meskipun juga membutuhkan teori, lebih membutuhkan praktik real dilapangan. Karena dilapanganlah kamu akan belajar nyata, tidak saja dari kesuksesan tetapi juga dari kesalahan. Langkah pertama adalah, cintai dunia itu. Kemudian terjun langsung kedalamnya.Kallo mau jadi jagoan karate kita harus banyak-banyak bertanding, bukan banyak baca buku”
Betapa benarnya Si Om. Seringkali pendekatan kita terhadap segala sesuatu secara psikologis, sangat menentukan tingkat keberhasilan kita. Suatu masalah atau pekerjaan baru menjadi seratus kali lebih sulit dan mengerikan jika pendekatan kita terhadapnya salah. Tetapi jika pendekatan kita benar dan positif, hampir bisa dipastikan, setiap kesulitan yang menghadang akan berubah menjadi tantangan yang menyegarkan. Jadi jika Anda ingin lingkungan kerja Anda penuh ketegangan dan low creativity, mudah, maki-maki anak buah Anda, apalagi mereka karyawan baru ketika melakukan kesalahan, buat mereka melihat betapa mengerikan dan fatalnya melakukan kesalahan. Kurangi tawa Anda, bila perlu angker-lah setiap saat. Pertahankan meeting-meeting yang dingin tanpa sentuhan kemanusiaan. Dijamin apa yang Anda iginkan akan terwujud. Tetapi… jika Anda merindukan performance yang luar biasa dari anak buah Anda, jika Anda merindukan setiap orang dalam team Anda melakukan yang terbaik dan terhebat untuk perusahaan, lakukan sebaliknya.
Sedikit menyambung soal kedua pelatih dan muridnya diatas. Anda bisa tebak, kira-kira yang mana dari kedua orang itu akan lebih cepat bisa berenang. Baru setengah jam dikolam renang, pelatih kedua telah berhasil membuat muridnya berenang dua tiga kayuhan, sementara pelatih pertama masih sibuk memberikan jurus-jurus jitunya, dibibir kolam renang. Nggak nyangka..berenang seperti halnya enterpreneurship, profesional ataupun skill apapun dalam hidup ini, harus dilakukan terutama dengan hati.
Jadi jika sampai saat ini guru, mentor, dosen Anda terus-menerus menekankan betapa sulitnya sesuatu, dan lupa menekankan betapa manfaat, atau keuntungan atau betapa menyenangkannya sesuatu itu, tinggalkan saja mereka. Kepandaian mereka membuat sulit segala sesuatu, hanya akan membuat kesulitan baru untuk Anda. Sebagai gantinya. Cari orang lain, lingkungan lain yang membuat pekerjaan, bisnis, hobby, bahkan tantangan Anda menjadi demikian menyegarkan !
with friendship, respect & blessing Made Teddy Artiana, S. KomLabels: beranie gagal, hidup, kolam renang, luar biasa, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:07:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, April 16, 2009
|
|
Seberapa Cepatkah Anda Menjadi Kaya?
|
Ketika anda mau membangun rumah maka sebagian orang akan memanggil arsitek dan arsitek itu bersama anda membuat rencana.
Tetapi ketika orang yang sama memulai membangun kekayaan mereka atau merencanakan masa depan, kebanyakan mereka tidak pernah mendesain rencana finansial untuk hidup mereka.
Mereka tidak mempunyai garis besar rencana kerja untuk menjadi kaya. Bahkan banyak orang tidak mempunyai rencana, mereka hanya menjalani hidup saja dan hanya bermimpi sewaktu-waktu mereka akan menjadi kaya.
Banyak juga orang yang menggunakan satu-satunya jurus andalan, yaitu merencanakan untuk bekerja keras dan mereka tidak pernah kaya. Karena apa yang mereka kerjakan sekeras apapun memang tidak memungkinkan mereka untuk menjadi kaya.
Contoh, menjadi buruh pabrik atau kuli bangunan, walaupun sekeras apapun mereka bekerja akan sulit sekali untuk menjadi kaya.
Ada juga orang yang mempunyai rencana yang lambat untuk menjadi kaya, rencana tersebut yaitu bekerja keras dan menabung. Dengan mengikuti rencana tersebut maka jutaan orang akan menghabiskan hidupnya dengan memandang keluar jendela dari kereta mereka yang lambat atau dari mobil mereka yang terjebak dari kemacetan lalu lintas menyaksikan limosin, helikopter, pesawat jet perusahaan, rumah- rumah mewah.
Dan yang paling menyedihkan ada juga orang yang mempunyai rencana untuk menjadi miskin. Begitu banyak orang mengucapkan kata-kata seperti ayah miskin Robert Kiyosaki “Ketika saya pensiun, maka penghasilan saya akan berkurang”. Dengan kata lain mereka merencanakan untuk bekerja keras seumur hidup hanya untuk menjadi miskin.
“Saya membutuhkan kecepatan.” Kata Tom Cruise dalam Film Top Gun.
Ide bekerja seumur hidup, menabung, dan menaruh uang dalam rekening pensiun merupakan rencana yang sangat lambat. Rencana ini bagus dan masuk akal oleh 90% orang tetapi bukan rencana bagi orang yang ingin pensiun muda dan pensiun kaya.
Berikut adalah beberapa ide tentang cara untuk membangun rencana yang lebih cepat:
1. Pilih strategi keluar anda terlebih dahulu . Kita harus mulai dari yang akhir, seperti yang dikatakan oleh Steven R. Covey dalam bukunya Seven Habits.Jadi kita harus menentukan dulu umur berapa kita ingin pensiun, berapa banyak uang yang kita miliki saat itu, atau berapa banyak pasif income kita pada waktu kita pensiun. Kemudian dalam logika saya sendiri maka kita harus;
2. Cari bidang apa yang kita suka atau mungkin kita akan suka yang bisa menghasilkan seperti yang kita tentukan sebelumnya. Apabila apa yang kita kerjakan sekarang tidak memungkinkan kita mencapai impian tersebut, Let It Go!
3. Kita cari orang yang sudah berhasil mencapai impian kita untuk diajak kerja sama atau belajar kepada orang tersebut.
4. Gunakan faktor kali atau leverage.
Maksudnya kita bisa menggunakan RICE (Resources, Ide, Contact, Expertise) dari orang lain.
Sudahkah anda membuat rencana anda untuk menjadi kaya, dan seberapa cepatkah rencana anda?
Semoga bermanfaat. Salam Dahsyat!
Tung Desem Waringin No. 1 Business Coach in IndonesiaLabels: beranie gagal, kaya, motivasi, motivation, seberapa cepat Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:25:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, April 15, 2009
|
|
Mengapa yang kaya Semakin Kaya
|
Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus, dan yang miskin bablas miskin.
Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan). Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas, sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.
Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih, komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar, mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.
Kenapa orang miskin bablas miskin ?
Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.
Contoh :
Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar, beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.
Pertanyaannya :
Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab, Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?
Sumber : TDW UniversityLabels: beranie gagal, financial, kaya, miskin, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:06:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, April 14, 2009
|
|
Terima kasih, Maaf dan Tolong
|
Dikisahkan, di sebuah pesta perpisahan sederhana pengunduran diri seorang direktur. Diadakan sebuah sesi acara penyampaian pesan, kesan, dan kritikan dari anak buah kepada mantan atasannya yang segera memasuki masa pensiun dari perusahaan tersebut.
Karena waktu yang terbatas, kesempatan tersebut dipersilahkan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Diantara pujian dan kesan yang diberikan, dipilih dan dibingkai untuk diabadikan kemudian dibacakan di acara tersebut, yakni sebuah catatan dengan gaya tulisan coretan dari seorang office boy yang telah bekerja cukup lama di perusahaan itu. Dia menulis semuanya dengan huruf kapital sebagai berikut,
“Yang terhormat Pak Direktur. Terima kasih karena Bapak telah mengucapkan kata “tolong”, setiap kali Bapak memberi tugas yang sebenarnya adalah tanggung jawab saya. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak telah mengucapkan “maaf”, saat Bapak menegur, mengingatkan dan berusaha memberitahu setiap kesalahan yang telah diperbuat karena Bapak ingin saya merubahnya menjadi kebaikan. Terima kasih Pak Direktur karena Bapak selalu mengucapkan “terima kasih” kepada saya atas hal-hal kecil yang telah saya kerjakan untuk Bapak.Terima kasih Pak Direktur atas semua penghargaan kepada orang kecil seperti saya sehingga saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan kepala tegak, tanpa merasa direndahkan dan dikecilkan. Dan sampai kapan pun bapak adalah Pak Direktur buat saya. Terima kasih sekali lagi. Semoga Tuhan meridhoi jalan dimanapun Pak Direktur berada. Amin.”
Setelah sejenak keheningan menyelimuti ruangan itu, serentak tepuk tangan menggema memenuhi ruangan. Diam-diam Pak Direktur mengusap genangan airmata di sudut mata tuanya, terharu mendengar ungkapan hati seorang office boy yang selama ini dengan setia melayani kebutuhan seluruh isi kantor. Pak Direktur tidak pernah menyangka sama sekali bahwa sikap dan ucapan yang selama ini dilakukan, yang menurutnya begitu sederhana dan biasa-biasa saja, ternyata mampu memberi arti bagi orang kecil seperti si office boy tersebut. Terpilihnya tulisan itu untuk diabadikan, karena seluruh isi kantor itu setuju dan sepakat bahwa keteladanan dan kepemimpinan Pak Direktur akan mereka teruskan sebagai budaya di perusahaan itu.
Tiga kata *”terimakasih, maaf, dan tolong”* adalah kalimat pendek yang sangat sederhana tetapi mempunyai dampak yang positif. Namun mengapa kata-kata itu kadang sangat sulit kita ucapkan? Sebenarnya secara tidak langsung telah menunjukkan keberadaban dan kebesaran jiwa sosok manusia yang mengucapkannya. Apalagi diucapkan oleh seorang pemimpin kepada bawahannya.
*Pemimpin bukan sekedar memerintah dan mengawasi, tetapi lebih pada sikap keteladanan lewat cara berpikir, ucapan, dan tindakan yang mampu membimbing, membina, dan mengembangkan yang dipimpinnya sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan bersama.* Tentu bagi siapapun kita perlu membiasakan mengucapkan kata-kata pendekseperti terima kasih, maaf, dan tolong dimana pun, kapan pun, dan dengan siapa pun kita berhubungan. Dengan mampu menghargai orang lain minimal kita telah menghargai diri kita sendiri.
Sumber: AnonymousLabels: beranie gagal, maaf, motivasi, motivation, pemimpin, terima kasih, tolong Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:51:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, April 10, 2009
|
|
Menemukan Impian
|
|
Halah, emang hilang? Tidak tau, ya. Dulu rasanya ketika kecil, kita semua punya impian. Atau kalau tidak salah, dulu namanya cita-cita. Lalu masing-masing kita bukan hanya cerita tentang occupation yang ingin kita miliki di kala dewasa. Kadang, kita juga sampai menceritakan hal-hal rinci terkait occupation itu. ”Aku mau jadi pilot. Terus aku bisa terbang ke banyak negara. Jadi bisa nginap di hotel-hotel bagus di banyak negara. Terus bikin foto-foto di sana. Karena sering terbang ke banyak negara, aku akan punya uang banyak. Jadi nanti bisa bikin rumah yang besar. Ada kolam renangnya. Punya mobil bagus. Bisa beli-beli makanan enak. Rumahku akan aku susun jadi bagus dan indah. Bertingkat 3 kayaknya seru ya.” Semakin lama seorang anak dibiarkan bercerita, maka akan semakin lengkaplah hal-hal itu. Termasuk mungkin dia akan bisa punya anak asuh. Bisa menyumbang ke korban-korban bencana, bukan hanya ikut prihatin ketika melihat berita di televisi. Jadi seringkali impian mereka tidak hanya terkait dengan materi. Bahkan juga beramal dan mungkin perjalanan-perjalanan ibadah juga menjadi bagian dari impian mereka. Masih ingatkah Anda seberapa lengkap impian Anda? Sebagian dari mimpi Anda, termasuk untuk membahagiakan kedua orangtua Anda, kan? Nah, sekarang Anda ingat kembali impian-impian Anda waktu kecil. Mau bermain-main sedikit? Bukan untuk tujuan serius, sekedar iseng-iseng dan siapa tahu bermanfaat. Coba Anda ambil kertas, atau tuliskan saja di wordprocessor Anda. Impian-impian apa saja yang masih Anda ingat dan menjadi keinginan Anda di waktu kecil dulu. Tidak perlu malu, karena saya toh tidak akan minta Anda menceritakannya kepada saya atau kepada siapapun. Menyenangkan ya? Kalau kita lihat impian anak yang saya jadikan contoh tadi, berarti dia punya sekitar 15 impian. Hai-hai, sungguh banyak ya? Padahal beberapa impian di contoh tadi masih bisa dibuat lebih rinci lagi. Ayolah, hanya untuk bersenang-senang saja, kok. Jangan takut, kan itu impian Anda waktu kecil dulu. Coba saja diingat-ingat. Tidak perlu berurutan, tetapi tuliskan lebih rinci, kan ini hanya bermain. Tidak perlu juga takut menceritakan yang rinci. Anda juga tidak dituntut untuk mewujudkannya. Oke, bisa sampai 100 tidak ya? Atau hanya 15 saja? Oh, ada yang bisa 75 impian, hebat sekali!!! Ada yang sudah punya lebih dari 100 impian? Luar biasa!!! Nah, itu semua kan impian Anda saat masih kecil. Jadi biasa saja kalau jadi banyak. Biasa pula, kalau sekarang Anda menganggap itu hal yang lucu. Apalagi kita memang sedang ingin bermain-main sebentar. Jangan terus-terusan serius lah. Butuh banyak sekali biaya untuk menghilangkan kerut di pelipis, di atas hidung dan di atas alis Anda. Jadi mari sekarang kita bermain-main sebentar. Nah, mari kita lihat kembali dari impian nomer 1 hingga nomer terakhir. Ini juga masih dalam tujuan bersenang-senang saja. Sudah adakah hal-hal dalam impian Anda itu yang tercapai sekarang? Nah, lucu kan. Beberapa dari impian-impian masa kecil kita itu ternyata sudah tercapai ya? Nah, sekarang senyum Anda menjadi semakin lebar. Memang, kita kan sedang bersenang-senang. Jadi tidak ada gunanya mengkerutkan kening, ya? Tapi sekarang mari kita ingat-ingat dikit. Dikit aja, jangan sampai membuat kening Anda terlalu berkerut. Coba lihat hal-hal yang dulu diimpikan dan sekarang sudah dicapai. Apakah selama sekian tahun Anda mengingat itu sebagai sesuatu yang Anda inginkan. Sehingga begitu kesempatan ada, maka Anda segera meraih impian Anda itu? Nah, sekarang baru main-main kita jadi serius ya? Ya, masa dari tadi main-main terus. Kan Anda sudah bukan lagi anak-anak. Impian bukan goals. Karena goals adalah milestone dalam perjalanan Anda menuju impian Anda. Tahap demi tahap Anda lalui, mil demi mil Anda lampaui, dan arah Anda ternyata menuju impian Anda. Anda sekolah. Mungkin beasiswa, mungkin biaya dari orangtua, mungkin pula Anda sendiri mengumpulkan uang untuk sekolah. Kemudian Anda ingin sekali mendapatkan posisi tertinggi dalam pengumpulan nilai pendidikan Anda. Maka Anda pun belajar dengan lebih serius. Itu kalau tidak salah, namanya goals ya? Kemudian dari ranking teratas itu, Anda mendapatkan nilai-nilai tertinggi, hingga memudahkan Anda melamar pekerjaan ke perusahaan-perusahaan yang Anda pilih. Atau karena Anda menjadi lebih cerdas dari sebelumnya, maka Anda dapat menjadi pengusaha yang lebih handal. Kemudian Anda mulai memiliki penghasilan, Anda tabung sebagian, yang ketika sudah menjadi lebih banyak lalu Anda investasikan. Itu kemudian menjadi lebih besar dan Anda mulai mengumpulkan hal-hal yang menjadi impian Anda. Nah, sekarang Anda melihat apa hubungan impian dengan langkah Anda, ya? Lucu ya? Ternyata ketika Anda menyimpan impian maka setiap langkah Anda diarahkan menuju impian-impian tersebut ya? Tanpa sadar ya? Kemudian Anda menyusun goals demi goals. Berusaha mencapai setiap goals secara bertahap dan impian Anda mulai tercapai. Kekanak-kanakan ya? Mungkin ya, tetapi bukankah karena impian tersebut Anda menjadi berkembang seperti sekarang. Karena impian tersebut Anda memiliki kepribadian sebaik sekarang. Karena impian pula Anda bekerja keras untuk mencapai goals demi goals. Nah, mengapa Anda tidak menemukan (kembali) impian Anda. Membangun diri Anda. Dan memperbaiki arah langkah Anda.
Oleh : Ardian Syam www.bukakacamatakuda.blogspot.com – Medan – April 2009 Labels: beranie gagal, impian, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 3:22:00 PM
  |
|
|
|
| Wednesday, April 08, 2009
|
|
Success Tips
|
“What is it that you like doing ? If you don't like it, get out of it, because you'll be lousy at it. You don't have to stay with a job for the rest of your life, because if you don't like it you'll never be successful in it”. LEE IACOCCA
Hidup adalah perjuangan yang harus dimenangkan, yang bisa saja direalisirkan pada hari ini, esok atau lusa. Itulah inti dasar dari kesuksesan. Untuk merealisir kesuksesan, tidaklah sesulit atau sesukar yang dibayangkan. Kunci dasar dari semuanya itu, terdapat diri sendiri, MAU atau TIDAK merealisirnya.
Jika mau maka senantiasalah menganalisa dan mengevaluasi di setiap tindakan yang akan, sedang dan telah dilaksanakan. Setelah itu, segera ambil tindakan koreksi untuk perbaikan dan DON’T WAIT UNTILL TOMORROW FOR WHAT YOU CAN DO TODAY.
Selanjutnya, adapun tip – tips sukses yang bisa dijadikan sebagai salah satu acuan untuk sukses adalah :
1. NO BLAME.
Apapun yang dialami, sadari dan yakini dengan seyakin – yakinnya bahwa semuanya itu adalah murni hasil / akibat dari apa yang telah diperbuat. Jangan sekali – kali menyalahkan / mengkambinghitamkan orang lain. Setiap kegagalan, pasti ada solusinya. Segera cari tahu pokok permasalahannya dan segera ambil tindakan melalui solusi – solusi yang konstruktif.
2. WISDOM.
Apapun yang terjadi, hadapi dan putuskan dengan jalur kebijaksanaan dan jangan sekali – kali menghalalkan cara – cara ilegal. Yakini dan sadari bahwa apapun yang diputuskan dengan cara – cara yang bijaksana, dampaknya pasti akan konstruktif. Disamping itu, kesabaran juga dibutuhkan agar ketidaktelitian atau kecerobohan bisa dihindari.
3. ADAPTATION.
Untuk mendapatkan kepercayaan dan kerjasama yang baik, pengadaptasian diri adalah salah satu hal tervital yang harus dimiliki. Di kondisi ini, jangan sampai ada pemaksaaan kehendak dan selain memenuhi “need” tetapi juga tidak melakukan hal – hal yang ditabukan dilingkungan tersebut.
4. NEVER GIVE UP.
Yang namanya kedinamisan hidup, pasti ada saatnya berjalan mulus dan ada juga saatnya mengalami stagnasi. Menyikapi dan menghadapi kedua kondisi yang saling kontradiksi ini maka jangan sampai down atau menyerah.
5. FULL SPIRIT.
Semangat yang pantang menyerah, sangatlah dibutuhkan untuk mempercepat realisasi kesuksesan. Tanpa adanya semangat maka segala macam peluang dan kesempatan yang bisa diolah menjadi prospek akan segera sirna.
6. SELF CONFIDENCE.
Dengan dimilikinya keyakinan diri yang mantap dan kokoh maka apapun yang terjadi selain tidak akan menimbulkan kekecewaan / frustasi, tetapi juga akan meningkatkan kewaspadaaan dan kemawasdirian. Orang yang memiliki keyakinan diri yang kokoh dan mantap akan selalu memiliki pandangan hidup yang optimis serta semangat juang yang tanpa hentinya. I think everybody should get rich and famous and do everything they ever dreamed of so they can see that it’s not the answer. JIM CARREY
7. SMILE.
Salah satu senjata terdaysat untuk menghadapi atau menetralisir ketidakpuasan / ketidaksahabatan adalah senyum. Melalui senyum, semua kadar permasalahan akan bisa direduksi dan semua peluang juga akan semakin mudah diraih. Happy thoughts make your life happy. Miserable thoughts make your life miserable. REMEZ SASSON
8. SATISFY.
Selain selalu berbuat yang terbaik, titik batas atau ambang kepuasan juga harus dimiliki. Jika tidak maka sama ibaratnya dengan orang yang kehausan yang lagi minum air laut. Sampai kapanpun tidak akan terbebaskan dari dahaga.
9. FORGIVENESS.
Nobody Is Perfect. Ini harus benar – benar disadari dengan baik dan benar. Jika merasa dirugikan atau diperlakukan yang tidak sepantasnya maka sudah seyogianya dimaafkan saja karena apa yang telah terjadi, pasti tidak akan bisa kembali seperti sediakala. Selain akan memperburuk keadaan, dendam atau adanya niat – niat jahat untuk membalas sakit hati, bukanlah solusi yang baik.
"Attaining peace of mind, happiness and good relationships also mean success." REMEZ SASSON
10. AMBITION.
Selain konstruktif ambisinya, tetapi juga harus bisa direalisir. Jangan terlalu mengada – ngada atau mengharapkan sesuatu yang diluar dari kapasitas atau kemampuan yang ada. Inti dasarnya adalah senantiasa berbuat yang terbaik tetapi jika tidak juga sukses, mungkin bukan di hari ini dan bisa saja keesokan harinya atau lusa. Sadari dan yakini juga bahwa jika bukan milik kita maka sampai kapanpun tidak akan menjadi miliki kita. "Success is the outcome of thinking, visualizing, planning and taking action." REMEZ SASSON
Selamat berjuang dan semoga kesuksesan selalu menyertai kita semua.
Oleh : Peter Lim, MBALabels: adaptasi, ambisi, beranie gagal, bijaksana, jangan menyalahkan, jangan menyerah, kepuasan, memaafkan, motivasi, motivation, percaya diri, semangat, senyum, sukses, tips Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 4:04:00 PM
  |
|
|
|
| Tuesday, April 07, 2009
|
|
Mengejar Kelinci
|
vasiAda sebuah kisah Tiongkok yang saya dengar …
Seorang murid berkata pada gurunya, “Guru, bila saya belajar tidak hanya dari Anda, tetapi juga dari guru-guru yang lain, bukankah ilmu saya akan berlimpah ?”
Sang guru tersenyum, menatap lembut sang murid, lalu berkata, “Dia yang mengejar mengejar dua kelinci (pada waktu bersamaan), tidak akan mendapatkan kelinci!”
Sang murid bingung, dan terpekur; “Bukankah 1+1 =2, dan 2+2=4 ? artinya 2 guru + 2 guru = 4 ilmu?”.
Sang guru, seakan-akan dapat membaca pikiran muridnya, melanjutkan; “Dalam kehidupan ini, tidak semua ilmu yang kamu pelajari akan terpakai. Hanya segelintir ilmu yang akan kamu gunakan untuk memperbaiki kualitas hidupmu”.
“Hidup ini terlalu singkat, untuk dapat mempelajari semua ilmu. Bila kamu mempelajari semua ilmu, lalu memilah-milah ilmu yang terbaik untukmu, kapankah kamu punya waktu untuk menerapkannya ?”
“Tujuan belajar adalah bukan untuk mengetahui, tetapi untuk menerapkan, untuk kemakmuran dan kebahagiaanmu, serta masyarakat di sekelilingmu.”
Sang murid, dengan mimik muka serius, bertanya; “Lalu, bagaimanakah caranya mendapatkan ilmu terbaik, yang terhebat dan dalam waktu cepat mengantarkan kita pada kesuksesan ?”
Sang guru, kembali tersenyum, dan menjawab dengan lembut,
“Tidak ada guru yang terbaik, dan tidak ada ilmu yang terbaik. Yang terbaik tahun lalu, belum tentu terbaik di tahun mendatang.”
“Lalu, siapakah yang terbaik?”
“Semua ilmu itu baik, asal cocok dengan pengguna ilmunya. Kecocokan dalam bakat, sifat, kepribadian dan juga kecenderungan si pengguna, akan sangat menentukan kecepatan penguasaan ilmu tersebut .”
“Daripada menghabiskan waktu untuk mencari banyak ilmu, lalu memilah-milah yang terbaik, bukankah lebih mudah bagimu untuk mencari hanya seorang guru yang sesuai, lalu Anda belajar sebanyak-banyaknya, dan sedalam-dalamnya, dari Beliau?”
Sang guru mengakhiri percakapan dengan sebuah renungan.
“Dalam kehidupan, manusia lebih menghargai “banyak” daripada “dalam. Manakah yang lebih berarti bagi Anda; “banyak bisnis yang membuat kepala pening, atau satu bisnis yang membuat Anda untung besar ?” “banyak proyek yang tidak selesai, atau satu pekerjaan yang mendapatkan pujian? “banyak ilmu yang belum diterapkan, atau satu ilmu yang menghasilkan banyak?”
Ah, alangkah sederhananya hidup ini .. Mengapa harus dibuat rumit?
Sukses selalu,
John Y. Rusly www.1000hari.blogspot.comLabels: belajar, beranie gagal, ilmu, kelinci, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:23:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, April 02, 2009
|
|
Rasa Tanggung Jawab
|
|
Suatu hari, seorang tenaga marketing di bidang keuangan mengeluh dengan putus asa. "Seumur hidup saya akan merasa bersalah karena telah menyebabkan nasabah rugi besar. Apalagi jika sampai ada yang meninggal karena itu. Aduh rasanya saya mau mati saja," katanya. Perusahaan tempatnya bekerja ternyata tidak mampu mengembalikan uang nasabah, sesuai perjanjian. Bukan hanya bunga yang tidak dibayar, bahkan pokoknya pun telah menyusut hingga 20 persen karena situasi market yang bergejolak turun. Hampir setiap kali bicara di telepon, dia menangis ketakutan dikejar rasa bersalah dan memikirkan para nasabah yang pasti membencinya. "Kali ini, habislah saya. Mangkok nasi saya sudah terbalik. Saya trauma mau mencari kerja lagi. Pikiran saya kacau. Kalau ada apa-apa dengan nasabah gara-gara uangnya di sini nggak balik, matilah saya. Huhuhu... Bagaimana ya, Pak? Saya yang bujuk nasabah untuk investasi di sini, tapi sungguh Pak, saya tidak tahu kalau menejemennya amburadul seperti ini. Saya tidak pernah berniat mencelakai siapapun, tapi hari ini, huhuhu... justru orang-orang yang percaya kepada saya yang saya celakai." Sambil bercanda, si penerima keluhan menjawab, "Lho, jangan mati dulu dong. Kalau kamu orang yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab, justru harus tetap hidup dan menghadapi masalah ini. Tunjukkan bahwa kamu tidak akan lari dan akan membantu menyelesaikannya hingga beres. Jika kamu sudah maksimal membantu, tetapi nasabah tetap tidak puas (karena rugi besar), itu risiko yang harus kamu tanggung. Nggak perlu marah-marah sendiri. Nasabah mau marah dan benci, itu adalah hak mereka. Siapa pun yang dirugikan sebesar itu, boleh marah kok, sangat manusiawi." Ia melanjutkan bicaranya. "Mereka belum tentu membenci kamu secara pribadi, tetapi situasi yang tidak nyaman menyebabkan harus ada orang yang bisa dijadikan tempat untuk mereka marah. Ya kamulah orang yang paling tepat buat sasaran. Tetapi sebenarnya, setiap orang harus bertanggung jawab pada keputusannya sendiri! Saat nasabah menandatangi perjanjian, dengan sadar, tidak ada orang yang memaksa dia untuk ikut kamu kan? Jadi, jika kamu udah mengupayakan semaksimalnya, sisanya serahkan pada Yang Di Atas. Itu sudah di luar kendalimu. Jangan percaya kalau ini adalah akhir dunia, alias kiamat. Setiap pekerjaan yang kamu kerjakan dengan hati dan niat baik, pasti ada jalan yang terbuka. Hari ini nasabahmu mungkin sekitar 50 orang. Padahal di luar sana masih ada puluhan orang lain calon nasabah. Nah, ke depan, hati-hati memilih tempat kerja, teliti dulu. Tegakkan kepala dan bersikaplah optimis karena hidup harus berlanjut!"
Teman-teman yang luar biasa, kita mungkin pernah merugikan orang lain dengan tidak sengaja, hingga orang lain menderita. Tetapi yang paling utama adalah kita sadar secara tulus bahwa kita tidak ada hati secara sengaja untuk merugikan orang lain. Selain itu, kita harus berani bertanggung jawab, membantu, dan menghadapi situasi itu sampai tuntas. Seorang ilmuwan besar Albert Einstein (1879-1955) mengatakan, "The price of greatness is responsibility" (harga sebuah kebesaran ada di tanggung jawab). Mempunyai rasa tanggung jawab adalah mutiara kehidupan. Dengan rasa tanggung jawab yang besar, kita ambil hikmah dan pelajaran pahit, serta tetap berani berjalan ke depan dengan optimis aktif! Demikian dari saya,
Andrie Wongso. Success is my right, sukses adalah hak saya! Salam sukses LUAR BIASA! Labels: beranie gagal, motivasi, motivation, tanggung jawab Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:51:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, April 01, 2009
|
|
Rahasia Kekuatan Entrepreneur Sukses
|
|
Salam ENTREPRENEUR... Saya melihat sekarang ini...beberapa tahun belakangan ini, fenomena menggeliatnya entrepreneurship di Indonesia ini sangat membanggakan. Banyak bermunculan Young Entrepreneur, yang begitu bersemangat untuk memulai usaha atau bisnis sendiri. Ini memang patut untuk diacungi "Dua Jempol Tangan". Salut!!! Sebagai seorang yang punya usaha atau berbisnis sendiri, tentunya Anda menginginkan kesuksesan yang berkesinambungan bukan? Apalagi bagi Anda yang baru saja memulai membuka usaha atau baru bisnis sendiri, tentu punya harapan besar untuk selalu bisa bertahan dan semakin meningkatkan bisnis Anda sendiri secara berkesinambungan. Benarkah begitu? Pastilah Anda menjawab: BENAR!!! Nah, berkaitan dengan maraknya Dunia Entrepreneurship saat ini, Saya ingin berbagi dengan Anda, rekan-rekan Entrepreneur atau Anda yang mau terjun sebagai Entrepreneur...tentang beberapa hal yang semestinya dipunyai oleh setiap Entrepreneur, jika mereka menginginkan Kesuksesan yang Berkesinambungan. Di sini, Saya melihat ada 6 (Enam) Kekuatan Inti, yang harus dipunyai seorang Entrepreneur Sukses, yaitu:
1. KEKUATAN IMAN (Faith Power) • Kekuatan Iman, "tidak bisa tidak"...merupakan hal paling pokok dan paling penting...nomer satu yang mesti dimiliki oleh Entrepreneur. Kekuatan Iman, selain mengartikan bahwa kita memang wajib percaya, bahwa ALLAH pasti akan menolong kita...juga mewajibkan kita untuk "mengimani" atau meyakini apa pun jalan yang telah kita tempuh itu memang benar adanya. Jangan jadi orang yang selalu ragu-ragu...begitu... Percaya Diri saja! • Dengan Iman, kita akan menjadi makhluk yang selalu pandai bersyukur, senang membantu sesama, dan tidak pernah tinggi hati.
2. KEKUATAN PIKIRAN (Mind Power) • Kekuatan Pikiran artinya, kita jangan gampang berpikir untuk menyerah, jangan mudah untuk berpikir tidak mampu. Karena apa pun yang kita pikirkan tersebut...benar adanya, dan pasti segera berwujud menjadi kenyataan. Karena, Ingatlah! pikiran kita punya kekuatan super... Super Mind Power!!! Pikirkanlah hanya hal-hal positif! Jadi jangan meremehkan pikiran kita sendiri ya...entar menyesal belakangan deh...
3. KEKUATAN KESEHATAN (Healthy Power) • Kekuatan Kesehatan mengingatkan kita semua, agar selalu menjaga kesehatan fisik maupun psikis, kesehatan raga dan jiwa. Jangan sampai kita terlena dengan hanya berusaha dalam bisnis, sehingga melupakan kesehatan...akhirnya kita jatuh sakit secara fisik maupun psikis. Ini bisa menyebabkan bisnis kita hancur berantakan!!! Uang kita juga bisa habis hanya untuk berobat ke dokter, ke paranormal...ke dukun...
4. KEKUATAN IMPIAN (Dream Power) • Kekuatan Impian tidak diragukan lagi, sebagai mesin penggerak menuju cita-cita kita. Tanpa impian, jangan harap kita bisa bergerak menuju kesuksesan. Dengan impian, kita menjadi bersemangat luar biasa prima saat bergerak menuju cita-cita. Tanpa impian, kita pastinya yaa diam aja di tempat...dan capee' deh...diam melulu!
5. KEKUATAN KEMAUAN (Will Power) • Kekuatan Kemauan tentu saja juga harus kita punyai. Lha kalau tidak ada kemauan, bagaimana bisa ada jalan? Yaa nggak? Kata orang bijak kan begini: "Dimana Ada Kemauan, Disitu Ada Jalan". Dengan kemauan tinggi pula, kita bisa menjadi orang yang sangat kreatif. Sehingga selalu ada jalan keluar bagi setiap permasalahan. Berbagai ide-ide besar dan cerdas juga bisa keluar karena kekuatan kemauan yang tinggi.
6. KEKUATAN JARINGAN (Networking Power) • Nah ini, Kekuatan Jaringan juga wajib dimiliki seorang Entrepreneur. Kita mesti berusaha untuk mempunyai banyak teman...gitu maksudnya. Tapi yaa nggak sembarangan teman lho, harus teman pilihan...mesti milih teman lah kita ini... Kalau nggak milih teman, wah...kita bisa keliru berteman dengan garong, maling, penyelundup, koruptor...berabe kan? Oleh karena itu, untuk membangun Kekuatan Jaringan ini kita wajib pilih teman yang se-visi bisnis (ini lebih diutamakan), sebab kan kita lagi menggalang dukungan untuk bisnis kita, yaa nggak? Jadi bangunlah Kekuatan Jaringan Bisnis...
Oke, saat ini baru Saya simpulkan ada 6 (Enam) Kekuatan Inti untuk menjadi Seorang Entrepreneur Sukses.
Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano http://www.wuryanano.com/Labels: beranie gagal, bisnis, entreprenuer, iman, impian, jaringan, kemauan, kesehatan, motivasi, motivation, pikiran Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:57:00 AM
  |
|
|
|
|
|