| Beranie Gagal Commercial |
Cara Pasang Banner
|
| Donasikan Blog Ini |
|
|
| Beranie Gagal Award |
|
| Beranie Gagal Partners |

BERHADIAH 30 JUTA KLIK DISINI
|
| Hubungi Kami |
|
|
| Quote's Of The Day |
|
|
|
| Tuesday, March 31, 2009
|
|
Kesulitan Yang Membawa Kesuksesan Besar
|
|
Apa reaksi Anda ketika kesulitan menghampiri Anda? Bagaimana jika kesulitan tersebut datang bertubi-tubi seperti ombak yang tak pernah berhenti menderu? Satu hal yang bisa kita simpulkan adalah bahwa ketika kesulitan datang, banyak orang yang akan merasa tak berdaya, lemah dan seperti kehilangan semangat. Itulah yang mungkin sering terjadi pada kebanyakan orang. Tetapi apakah Anda pernah mensyukuri kesulitan-kesulitan yang pernah Anda alami sepanjang hidup ini? Baru-baru ini muncul sebuah film yang cukup menghebohkan perhatian dunia yaitu “SLUMDOG MILLIONAIRE”. Film ini berhasil memenangkan 8 penghargaan. Film ini dibuat di daerah Mumbai, India. Jika Anda belum pernah menontonnya, saya akan menceritakan ulasannya karena ada pesan yang sangat dalam dan bermakna tentang kehidupan. Film ini mengisahkan tentang seorang anak pemukiman kumuh di Mumbai bernama Jamal. Pada umur 18 tahun, ia mengalami hal paling besar dalam hidupnya, karena ia mengikuti mega kuis “Who Wants To Be A Millionaire”. Ia berhasil memperoleh uang 10 juta Rupee (mata uang India). Ia tinggal selangkah lagi memenangkan uang 20 juta Rupee dan menjadi jutawan dengan menjawab pertanyaan terakhir. Tetapi sayang, acara harus dilanjutkan seminggu kemudian karena waktunya sudah habis. Setelah acara usai, ia ditangkap polisi karena dituduh telah melakukan kecurangan; bagaimana mungkin seorang anak dari perkampungan kumuh, tidak sekolah, tetapi mampu menjawab semua soal dengan benar. Polisi curiga bagaimana mungkin anak ini bisa tahu sebanyak itu kecuali ia telah menipu. Pada saat interogasi, Jamal mengatakan bahwa pengalaman serta kesulitan hidupnyalah yang telah membantunya. Ia menceritakan masa kecilnya di pemukiman kumuh bersama saudara kandungnya, pertemuannya dengan para geng jahat serta pertemuannya dengan Latika, wanita yang dicintainya. Semua kisah tersebut memberikan jawaban terhadap semua pertanyaan yang diajukan kepadanya di kuis tersebut. Pengalaman hidupnya telah membantunya menjawab soal-soal yang kelihatannya tidak mungkin dijawab olehnya. Akhirnya ia pun dibebaskan dan kemudian pada saat harinya tiba, ia mengikuti kuis untuk menjawab soal terakhir. Berita ini sungguh menghebohkan, sehingga semua orang di seluruh India menyaksikan langsung kuis tersebut. Bagaimana akhirnya? Dengan mengagumkan, ia menjawab pertanyaan terakhir dengan benar dan memenangkan uang sebesar 20 juta Rupee, sebuah prestasi yang sungguh membanggakan. Semua orang merayakannya, apa lagi orang-orang di perkampungan kumuh tempat ia tinggal saat kecil dulu. Seorang anak biasa mampu menjadi seorang millionaire berkat kesulitan dan pengalaman hidupnya yang pahit. Sekarang kita balik skenarionya, andaikan ia tidak pernah mengalami kesulitan dalam hidupnya, apakah mungkin ia menjadi sekarang ini? Inilah yang harus Anda resapi maknanya. Mungkin Anda juga mengalami kesulitan dan menghadapi kenyataan hidup yang pahit. Jangan pernah menyalahkan siapa pun atas sesuatu hal buruk yang mungkin menimpa Anda. Setiap kesulitan sebenarnya membawa Anda menjadi lebih baik. Kesulitan itu sebenarnya datang untuk membuat Anda lebih kuat dan tegar di masa mendatang. Sebagian besar orang merasa tak berdaya jika hal tersebut terjadi. Mereka menyalahkan hidup yang sungguh tidak adil. Mereka menganggap kesulitan sebagai sebuah bencana besar yang harus dihindari. Ingatlah, kita tidak akan pernah diberikan kesulitan yang lebih besar daripada kemampuan diri kita untuk menyelesaikannya. Anda adalah sosok yang lebih besar dari kesulitan itu sendiri. Kesulitan sebenarnya tidak akan membuat Anda mengerut melainkan mengembang dalam arti bertumbuh lebih baik. Sambutlah setiap kesulitan dengan jiwa yang besar, dan jika suatu saat Anda telah sukses dan berhasil, maka Anda pasti akan berterima kasih terhadap setiap kesulitan yang pernah Anda alami dan akan bersyukur bahwa Anda telah diperkuat oleh kesulitan itu.
Oleh : Suhardi Labels: beranie gagal, kesuksesan besar, kesulitan, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 5:26:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, March 30, 2009
|
|
Sudah Siapkah Kita ?
|
|
Kalau untuk berlibur saja kita mau mempersiapkan segala perlengkapan untuk liburan, Kalau untuk menyelenggarakan sebuah event saja kita mau repot-repot mempersiapkan agenda acara detail, Lalu apakah kita sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk hidup kita sendiri ? Hidup yang berarti adalah ketika kita hidup dengan tujuan dan apa yang kita lakukan tiap harinya semakin mendekatkan kita pada tujuan awal kita. Akan tetapi untuk mencapai tujuan, seseorang membutuhkan sebuah persiapan yang matang untuk meraihnya. Terkadang rutinitas harian seseorang yang sedemikian sibuknya, membuatnya menjadi lupa atau mungkin tidak sempat lagi menata hidupnya. Mulai tata kembali hidup kita untuk mencapai keseimbangan yang efektif.
John C Maxwell dalam bukunya Put Your Dream to Test mengatakan ada 6 persiapan yang dapat kita lakukan untuk menemukan dan meraih impian. 1. Mental Preparation Bekali diri kita dengan ilmu, pengetahuan, inspirasi, dan motivasi yang membuat kita semakin bertumbuh setiap harinya. Baca dan terus pelajari bidang yang ingin Anda tekuni lebih dalam. Miliki sikap mental yang sehat. 2. Experiential Preparation Terlibat dalam kegiatan yang terkait dengan passion Anda. Jika Anda ingin berhasil, komunitas dimana Anda bergabung dapat mempengaruhi perkembangan Anda. 3. Visual Preparation Beberapa buku motivasi atau pakar mengajarkan kepada kita teknik visualisasi. Jika Anda punya goal, impian, letakkan dimana Anda sering melihatnya, sehingga Anda selalu diingatkan untuk meraih impian 4. Hero Preparation Menarik untuk disimak biografi orang berhasil, dan mempelajari apa yang membuat mereka bisa berhasil. Tak hanya itu, dalam hidup yang merupakan proses pembelajaran tiada henti, memiliki seorang mentor dapat menjadi sarana untuk mengembangkan diri kita. 5. Physical Preparation Kondisi fisik yang prima membantu seseorang untuk lebih aktif dan optimal dalam berkarya mengejar tujuannya. Poin ini yang terkadang dilupakan banyak orang. Makanan, minuman, olahraga, semuanya mampu memberi pengaruh kepada fisik seseorang. Hal kecil yang sering diabaikan 6. Spiritual Preparation Persiapan diri tidak hanya secara horisontal dan selalu berpusat pada diri sendiri, tetapi unsur terakhir yang perlu diingat bagi setiap individu adalah persiapan secara vertikal yaitu hubungan pribadi dengan Sang Pencipta. Sebuah liburan akan menjadi kurang sempurna, kalau persiapan kita kurang mantap Sebuah event akan menjadi kacau, kalau panitia kurang mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik Sama halnya dengan hidup kita, jika Anda ingin meraih tujuan besar Anda, tentunya persiapan yang harus dilakukan seimbang dengan tujuan yang ingin diraih.
Sudah siapkah Anda untuk melompat lebih tinggi ? Mari bersama kita persiapkan diri lebih baik dan efektif dari sebelumnya Salam Pemenang, Muk Kuang People Development Trainer, Speaker Book Author 'Think and Act like A Winner' http://ignatiusmk.blogspot.com Labels: beranie gagal, motivasi, motivation, preparation, siap Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:21:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, March 25, 2009
|
|
Setiap pemberhentian Adalah Awal Dari Perjalanan Berikutnya
|
Setiap pemberhentian adalah awal dari perjalanan berikutnya; dan setiap pintu keluar adalah pintu masuk ke ruangan yang lain.
Mohon Anda perhatikan catatan kecil berikut ini.
Perjalanan karir kita adalah sebuah proses perpindahan dari satu pemberhentian ke pemberhentian berikutnya. Kita hanya akan segera sampai, bila kita menyegerakan sebuah pemberangkatan untuk setiap pemberhentian.
Mereka yang mencapai hasil yang banyak dan yang besar dan yang tinggi, adalah mereka yang berhenti saat mereka harus berhenti - tetapi yang segera memulai lagi.
Sebaliknya, mereka yang lambat dalam mencapai haknya untuk berhasil, adalah biasanya orang-orang yang memperlakukan tempat-tempat berhenti – sebagai pemberhentian, atau bahkan betul-betul sebagai penghentian.
Padahal, sebuah tempat berhenti adalah tempat transisi antara satu perjalanan ke perjalanan berikutnya. Di pemberhentian itu lah kita harus membangun kesiapan yang lebih baik bagi perjalanan berikutnya.
Itu sebabnya, kita – Anda dan saya, dianjurkan untuk membuat tempat-tempat berhenti yang terukur dan teratur. Ternyata, orang-orang yang sering berhenti, justru adalah orang-orang yang lebih berhasil daripada mereka yang bekerja tanpa henti; asal yang sering berhenti itu – langsung segera memulai lagi dengan kualitas semangat dan kemampuan yang lebih terperbaiki.
Tugas kita, sebetulnya adalah menghubungkan awal dari sebuah perjalanan, ke akhir dari perjalanan itu - dengan kualitas perjalanan yang sebaik-baiknya; agar akhir dari perjalanan itu menjadi awal bagi perjalanan berikutnya yang lebih mendekatkan kita kepada kecemerlangan dan kemuliaan hidup yang kita tuju.
Maka, janganlah pernah Anda merasa sudah sampai.
Kejatuhan dari hampir semua bisnis besar dan pribadi-pribadi besar disebabkan oleh kelemahan-kelemahan yang disebabkan oleh perasaan sudah sampai, sudah besar, sudah berhasil, dan bahwa keberhasilan berikutnya sudah akan otomatis menjadi hak mereka yang sudah berhasil. Dan kemudian terbukti bahwa mereka salah.
Hanya orang-orang yang selalu merasa berada dalam perjalanan yang berkelanjutan untuk membangun kualitas yang prima, yang akan tetap berada pada puncak-puncak keberhasilan mereka untuk jangka waktu yang lebih panjang.
Mohon Anda ingat, bahwa keberhasilan bukanlah hanya pencapaian akhir dari sebuah perjalanan, tetapi terutama adalah kualitas dari perjalanan itu.
Sehingga, setiap kali Anda berhenti, pastikanlah bahwa pemberhentian Anda itu menjadikan Anda lebih siap bagi perjalanan berikut yang lebih berkualitas. Sebuah akhir minggu adalah penyiap bagi kehadiran Anda yang lebih berdampak di minggu depan. Ingatlah, setiap pemberhentian adalah awal dari perjalanan berikutnya.
Bila Anda melangkah keluar dari suatu ruangan, dari sebuah bisnis, atau dari sebuah karir; pastikanlah bahwa Anda telah menyiapkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, yang lebih berdampak, dan lebih diperhitungkan di tempat yang baru itu. Ingatlah bahwa sebuah pintu keluar adalah pintu masuk ke ruangan yang lain.
Mario TeguhLabels: beranie gagal, motivasi, motivation, pemberhentian, perjalanan, proses Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:11:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, March 24, 2009
|
|
Tumbuhkanlah Sikap Mental Positif
|
Saat hati gundah gulana, dan mulai pesimis dalam menghadapi hidup….Saya suka merenungkan hal-hal tersebut di bawah ini.
Berulang-ulang membacanya membuat saya menjadi kembali tegar. Bangkit lagi dan menjadi semangat lagi untuk menjalani hidup ini yang penuh liku-liku…Tumbuhkanlah sikap mental positif dalam hidup kita…Semoga hal-hal tersebut di bawah ini juga bermanfaat untuk Anda…
1. Belajarlah untuk melihat segala sesuatu dari sisi positif. Kita tidak mengingkari realita, tapi kita melihatnya dari sisi yang terbaik. Kegagalan memang menyakitkan tapi itu merupakan pelajaran yang sangat berharga. Sakit gigi memang tidak enak, tapi itu bisa menjadi awal yang baik untuk memulai memperhatikan kesehatan gigi. Teman kita yang satu itu memang menjengkelkan, tapi sebetulnya dia adalah guru yang melatih kita untuk lebih sabar dan lebih toleran.
2. Belajarlah mengucap syukur tidak saja dalam keadaan baik tapi juga dalam keadaan buruk. Orang-orang yang memiliki mental positif menyadari bahwa situasi seburuk apapun pasti ada hikmahnya. Hikmah tidak bisa dibeli dengan uang tapi harganya tak ternilai bagi kehidupan kita. Ucapan syukur akan membantu kita menemukan hikmah dibalik setiap situasi buruk yang kita hadapi.
3. Tanamkanlah keyakinan-keyakinan yang positif. Yakinkan diri Anda bahwa Tuhan sudah melengkapi kita dengan potensi untuk berhasil dalam hidup. Semua hambatan dan tantangan tidak harus menjadi alasan untuk menjadi pecundang, tapi batu loncatan untuk menjadi pemenang. Sebaiknya, buanglah keyakinan-keyakinan yang negatif, yang membuat Anda merasa tidak mampu, tidak berdaya, dan terbelenggu.
4. Bersikaplah positif terhadap kehidupan. Ibaratnya hidup ini seperti air yang jernih, dan ia akan berubah warna tergantung warna apa yang Anda tuangkan ke dalamnya. Hidup ini ringan kalau Anda menganggapnya tidak berat. Persoalan-persoalan kehidupan adalah bumbu kehidupan kalau Anda tidak menganggapnya sebagai racun yang merusak dan melumpuhkan. Hidup ini bisa tampak indah kalau mata Anda tidak fokus pada awan yang kelabu.
5. Jadikanlah sikap mental positif sebagai bagian dari perjuangan Anda menuju keberhasilan. Tidak mudah membangun sikap mental positif, apalagi kalau selama ini Anda sudah membangun sikap mental negatif selama bertahun-tahun. Diperlukan kemauan yang keras, kesungguhan hati dan pengulangan terus menerus agar sedikit demi sedikit terbentuk sikap mental positif.
6. Bersikaplah realistis. Sikap mental positif memang tidak bisa mengubah keadaan, tapi bisa mengubah reaksi Anda terhadap keadaan yang buruk. Sikap mental positif tidak bisa mendatangkan sukses, tapi dapat mempermudah Anda menemukan kesempatan-kesempat an ke arah sukses. Sikap mental positif tidak akan mengubah hidup Anda secara drastis, tapi akan membuat perbedaan yang signifikan dalam setiap aspek hidup Anda.
Sumber: myselfLabels: beranie gagal, motivasi, motivation, realistis, sikap mental positif, syukur Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:12:00 AM
  |
|
|
|
| Monday, March 23, 2009
|
|
8 Pemuda Luar Biasa yang merubah Dunia
|
Larry Page dan Sergey Brin
Menemukan Google pada tahun 1998 ketika mereka baru berusia 24 tahun. Mulai di dalam garasi yang menjadi “kantor” pertama mereka, dua orang ini mengilhami ribuan anak muda untuk mencari uang online. Larry dan Sergey kemudian menciptakan perusahaan senilai satu multi milyar dollar yang mengguncangkan Internet.
Mark Zuckerberg
Mark Zuckerberg, mahasiswa universitas Harvard yang menemukan Facebook sebagai satu platform jaringan sosial bagi remaja di perguruan tinggi ketika dia baru berusia 19 tahun. Facebook kini merupakan situs web jaringan sosial terbesar kedua setelah MySpace. Facebook terus tumbuh hari demi hari, dengan jutaan pengguna baru yang terus mendaftar setiap bulan!
Steve Chen dan Chad Hurley
Para pencipta dari situs web “berbagi video online”, YouTube.. Mereka mendirikan YouTube pada 2005 ketika Chad berusia 28 tahun dan Steve 27 tahun. YouTube kemudian diakuisisi oleh Google dengan nilai $1.65 milyar.
Jerry Yang dan David Filo
Di tahun 1995 kedua orang ini menemukan Yahoo!, mesin pencari yang merupakan saingan terdekat Google. Jerry berusia 26 tahun dan David Filo 28 tahun ketika mereka menciptakan Yahoo! Kedua orang ini sekarang mungkin lagi hangat-hangatnya dibicarakan orang-orang, setelah Microsoft meluncurkan tawaran senilai US$44.6 milyar untuk mengambil alih Yahoo!
Matt Mullenweg
Matt Mullenweg baru berusia 19 tahun ketika ia menciptakan platform blogging yang kini dipakai dimana-mana. Ia mendirikan platform blogging WordPress pada tahun 2005, dan sejak itu blogosphere pun mulai berevolusi. Orang-orang mulai berpindah dari MovableType dan platform lainnya ke WordPress, karena platform baru ini memang mudah dipakai dan selalu diperbaharui dan terus meningkat.
Tom Anderson
 Menciptakan jaringan sosial #1 di dunia dengan lebih dari 100 juta pengguna, Tom Anderson mendirikan MySpace di tahun 2004 ketika ia baru berusia 23 tahun. Dia mungkin tidak sekaya Mark Zuckerberg, tapi ia tercatat sebagai pendiri dari jaringan sosial yang dipakai paling luas di Internet.
Blake Ross
Pada tahun 2003, Blake Ross mendirikan Mozilla ketika dia baru berusia 19 tahun. Sejak itu, Mozilla tumbuh sangat pesat, menggoda pengguna Internet untuk memakai penjelajah Firefox Mozilla mereka sendiri, yang terbukti memang lebih mudah dioperasikan dibandingkan kebanyakan aplikasi penjelajah web lainnya.
Pierre Omidyar
Pada tahun 1995 ketika ia baru berusia 28 tahun, Pierre Omidyar mendirikan eBay, lelangan online sedunia. Sejak itu, banyak orang-orang menghargai penemuannya, sehingga mendorong eBay menjadi platform dunia..
Sumber: dari berbagai sumberLabels: beranie gagal, ebay, facebook, google, luar biasa, merubah dunia, motivasi, motivation, mozilla firefox, myspace, pemuda, wordpress, yahoo, youtube Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:12:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, March 20, 2009
|
|
Mulai Saja Dari Yang Mudah
|
Seorang teman suatu saat berkata,
“Gile lu ye, bisnis lu banyak amat ! Gue mau donk belajar bisnis ama elu, udah jutek nih gue ngantor mulu tiap hari tapi gaji segitu-gitu aja. Cuma gue bingung nih, gimana cara mulainya ya ?”
Lho, mulai saja dari yang mudah.
Peluang bisnis ada di mana-mana. Masalahnya, sering kali kita terlalu sibuk dengan diri sendiri sehingga melewatkan begitu banyak kesempatan yang terhidang di depan mata kita. Mulailah dari yang paling sederhana. Hal-hal kecil yang kita lihat dan kita dengar sehari-hari boleh jadi adalah peluang bisnis yang bisa membuat kita sukses luar biasa.
Persis seperti halnya ketika kami mendengar adanya kios di pinggir jalan penuh motor yang sebentar lagi kosong karena ditinggal oleh penyewanya, lalu terbersit ide bisnis cuci dan salon motor GwGuyur. Atau seperti mas Tonton Taufik saat dahulu membangun Rattanland, yang kini beromzet milyaran rupiah, karena melihat banyaknya pengrajin rotan di sekitar tempat tinggalnya. Atau seperti seorang Sukyatno Nugroho, ketika memanfaatkan resep es teler milik mertua yang kebetulan pernah menang suatu lomba menjadi bisnis Es Teler 77 yang kini sudah menggurita ke mana-mana.
Seorang teman menghampiri saya,
“Gue bingung deh. Udah ikut kelas entrepreneur bolak-balik, tapi tetap aja susah mulai bisnis sendiri. Gak ada ide euy ! Gimana sih caranya dapet ide bisnis yang oke ?”
Mulai saja dari yang mudah, sebenarnya.
Dalam banyak kasus, bisnis paling “oke” adalah bisnis yang dimulai dari sebuah hobi. Seperti yang diungkapkan pak Yusef Hilmi ketika menutup rangkaian seminar pada Milad TDA III, mulailah dari yang paling kita cintai. Yakni ketika kita bersedia melakukan sesuatu dengan penuh semangat tanpa dibayar sekalipun. Persis seperti layaknya sebuah hobi.
Karena ada passion di sana. Sebagaimana passion seorang Soichiro Honda ketika membangun bisnis Honda, hingga rela tidur di pabrik ketika ada masalah besar yang harus ditangani. Atau passion seorang Anita Roddick terhadap lingkungan hidup, sehingga melahirkan bisnis kosmetika The Body Shop yang selalu konsisten mendaur ulang kemasan dan tidak menggunakan binatang dalam unsur produk maupun percobaan laboratoriumnya. Atas nama passion terhadap dunia pendidikan dan kewirausahaan pula kemudian terlahir PILLAR - Business Accelerator, buah cinta saya bersama teman-teman sevisi lainnya.
Seorang teman selama bertahun-tahun selalu berkata,
“Gimana sih caranya bisnis ? Gue pengen bisnis tapi gak punya modal, gak punya pengalaman, gak punya keterampilan. Elu mah enak udah biasa bisnis…”
Ya ampyuuuun… Mulai saja dari yang mudah !
Setiap bayi yang lahir ke dunia, mulai dengan satu tangisan. Setiap manusia yang bisa berjalan dan berlari, mulai dengan satu langkah. Setiap penulis novel best seller, mulai dengan satu huruf. Setiap penari yang mempesona, mulai dengan satu gerakan. Setiap pebisnis berskala raksasa, mulai dengan satu tindakan.
Satu langkah nyata. Itu yang sering kali kita lupa. Begitu banyak impian, begitu banyak pilihan, begitu banyak rencana. Sampai-sampai kita lupa, bahwa semua tidak berarti apa-apa tanpa ada tindakan yang nyata.
Bukan besok atau lusa. Tapi, sekarang.
Ya. Sekarang juga.
Atau kita tidak akan pernah menjadi pebisnis kecil, apalagi luar biasa.
Untuk selamanya…
Salam Kaya Dari Rumah.
Lyra Puspa www.pillarbusiness.comLabels: belajar, beranie gagal, bisnis, entreprenuer, motivasi, motivation Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:38:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, March 19, 2009
|
|
Kenali Kemampuan Diri Anda
|
"Yang penting bukan siapa yang Anda kenal, bukan juga siapa yang kenal Anda, tetapi yang penting adalah siapa yang kenal dengan kemampuan Anda"
Ungkapan diatas agaknya relevan sekali dengan realita disekeliling kita, dimana seringkali kita melihat dan mendengar ada orang yang mengaku kenal Pejabat A, Milyarder B, Pengusaha C, dll bahkan mungkin juga kita semua pernah mengaku-aku kenal seseorang yang terkenal, padahal mungkin saja orang tersebut tidak kenal sama sekali dengan kita.
Kita kenal dengan seseorang, tetapi orang tersebut tidak kenal kita, sama sekali tidak ada gunanya.
Kita kenal dengan seseorang, dan orang tersebut kenal/tahu dengan kita, tetapi tidak tahu kemampuan/bidang bisnis kita, sama juga tidak ada gunanya.
Yang benar adalah, kita kenal dengan seseorang, dan orang tersebut kenal dengan kita plus kemampuan/bidang bisnis kita, dengan demikian peluang kita mendapat job/proyek/order semakin besar. Dan perlu diingat bahwa salah satu aspek penting dalam bisnis adalah networking, semakin banyak orang kenal dan suka dengan kita, semakin banyak pula order akan masuk.
Sekian tips hari ini, sampai jumpa lagi pada tips-tips bisnis berikutnya.
James Gwee, Indonesian's favourite trainerLabels: beranie gagal, bisnis, keahlian, kemampuan, networking Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:27:00 AM
  |
|
|
|
|
|
Penyebab Kegagalan Berwirausaha
|
"Banyak yang tidak menyadari, hambatan kultural, mental atau psikologis seringkali menjadi kendala atau bahkan menjadi pemicu kegagalan dalam merintis usaha. Contohnya perasaan gengsi. Sebagai entreprenuer, kalau mau sukses harus bersedia terjun ke lapangan, bersedia menawarkan ini-itu. Bisnis tak akan berjalan kalau urusan gengsi menjadi pertimbangan utama.
Sindrom itu terutama akan menjangkiti pengusaha pemula yang sebelumnya merupakan seorang profesional atau karyawan mapan. Biasanya ada perasaan gengsi untuk turun ke bawah. Bayangkan, sebelumnya tiap hari pergi kemanapun selalu memakai mobil bagus, tiba-tiba harus naik taksi atau malah naik kendaraan umum tanpa memakai dasi. Lebih jauh hal ini bisa membuat yang bersangkutan menjadi minder bila bertemu teman atau relasinya sehingga merasa memulai usaha sebagai sesuatu yang amat berat dan menyiksa. Padahal orang lain belum tentu melihat penampilannya. Yang penting cara kerja dan kemampuannya.
Tingginya tingkat pendidikan sering menjadi hambatan mental untuk terjun ke lapangan. Misalnya ada seorang sarjana lulusan perguruan tinggi negeri terkemuka tiba-tiba kok akan berjualan bakso. Biasanya akan ditanya oleh orang tua atau lingkungannya, `kamu sudah sekolah tinggi-tinggi kok hanya jualan baso?'. Cara berpikir seperti ini harus dihilangkan harus diputarbalikkan. Mestinya berpikiran tak masalah jualan baso, yang penting bagaimana caranya agar bisa menjadi penjual bakso terbesar di sebuah kota dengan 40-50 armada. Tapi kenyataannya memang seperti itu, masih banyak hambatan psikologis. Orang-orang kita kebanyakan nggak mau mulai dari yang kecil. Padahal kalau mau sukses kita harus berani mulai dari yang kecil".
Nasehat kewirausahaan ini disampaikan Mohamad Nadjikh, pengusaha sukses asal Gresik yang memperkerjakan karyawan lebih dari 5.000 orang. Padahal ia putera dari keluarga yang kurang mampu yang bisa dan selesai kuliah karena mengajar les ke berbagai sekolah di Bogor. Ia memulai bisnis dari duit pinjaman pamannya, namun kini, omsetnya sudah ratusan miliar. Kisah dan nasehat-nasehat berwirausaha dari Nadjikh selengkapnya bisa dibaca di buku "10 Pengusaha Yang Sukses Membangun Bisnis dari 0," terbitan Gramedia Pustaka Utama yang ditulis Sudarmadi.
Mas DarLabels: beranie gagal, bisnis, entreprenuer, kegagalan, pengusaha, wirausaha Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:24:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, March 17, 2009
|
|
Sang UNTA
|
Alkisah pada jaman dahulu kala , sang unta bisa berbicara dengan manusia. Suatu hari sang unta diajak majikannya pergi mengembara, melintasi gurun-gurun gersang yang sangat panas pada siang hari dan dingin menusuk pada malam hari. Malam itu, sang unta tidur di luar tenda, sedangkan majikannya tidur nyenyak didalam tenda.
Tengah malam, sang unta membangunkan majikannya, dia bilang: ” Tuan, saya kedinginan, ijinkanlah saya menitipkan UJUNG KAKI saya masuk ke dalam tenda”. Sang majikan tidak keberatan, ujung kaki tidak akan mengganggu dia sama sekali.
Satu jam kemudian, sang unta kembali berkata :”Tuan, saya sangat kedinginan, ijinkanlah KAKI DEPAN saya berada dalam tenda agar besok bisa kuat berjalan membawa tuan di atas punggung saya”. ”Benar juga”,pikir si majikan, maka dia kembali memberikan ijinnya.
Satu jam kemudian sang unta berkata:”Hidung saya mulai berair, besok saya akan sakit dan tidak bisa membawa Tuan di atas punggung saya, ijinkanlah KEPALA saya berada dalam tenda, saya rasa besok saya akan kuat kembali.”
Begitulah jam demi jam, hingga akhirnya pada pagi harinya sang unta sedang tidur nyenyak di dalam tenda sedangkan tuannya menggigil kedinginan diluar tenda.
Pembaca Yang Budiman,
Cerita diatas menggambarkan bahwa di dalam kehidupan untuk mendapatkan sesuatu kita memerlukan sebuah perjuangan. Ada sebuah istilah yang berbunyi ”Tidak ada makan siang yang GRATIS”. Maka sebelum kita menuai apa yang kita inginkan sudah seharusnya kita menanam terlebih dahulu.
Sekarang apa saja yang harus kita tanam dalam kehidupan ini? Tentu saja hal-hal yang berguna bagi perkembangan diri kita. Seperti uang, waktu, antusiasme, kreativitas, optimis dll. Semua sumber daya yang dapat mendukung tercapainya tujuan kita adalah hal yang wajib kita tanam dan perjuangkan. Jangan habiskan waktu dan tenaga kita untuk menanam sumber daya yang tidak berguna bagi kehidupan.
Daniel Kurniawan [Trainer & Motivator]Labels: beranie gagal, motivasi, motivation, optimis, perjuangan Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:39:00 PM
  |
|
|
|
| Monday, March 16, 2009
|
|
Beranie Gagal Februari 2009 Versi PDF Sudah Ada
|
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!
Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal Februari 2009 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2009. Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!
Selamat Membaca!
Salam sukses!
Ryan Founder & Moderator Beranie GagalLabels: beranie gagal, blog, e-book, ebook, offline, pdf Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:20:00 AM
  |
|
|
|
|
|
Perlakukan Dengan Baik
|
|
Seorang teman pernah menceritakan kepada saya, bahwa apa yang kita perbuat kepada orang lain, barangkali akan cepat kita lupakan, tetapi tanpa kita sadari akan membekas dalam hati orang lain. Peristiwa ini terjadi di penerbangan Trans-Atlantik pada 14 Oktober 1998. Seorang wanita duduk di sebelah seorang pria kulit hitam. Si wanita nampak gelisah, bertanya pada pramugari untuk mencarikan tempat duduk kosong lain, sebab dia tak ingin duduk di sebelah orang yang tak menyenangkan...Pramugari mengatakan bahwa pesawat itu penuh, tapi ia akan mencoba memeriksa kalau-kalau ada tempat duduk kosong di kelas satu. Segenap penumpang lain yang memperhatikan kejadian itu merasa terkejut dan kesal. Bukan saja karena wanita itu bersikap kasar dan keterlaluan, tapi bahwa wanita itu kemungkinan bisa dipindahkan ke kelas satu... Pria yang duduk di sebelah wanita itu merasa sangat tidak nyaman melihat semua kejadian itu, tapi cukup menguasai diri dan tidak bereaksi...Suasana di kabin pesawat terasa penuh ketegangan. Sementara wanita tadi tampak puas, karena merasa akan dipindahkan... ke kabin kelas satu, menjauhi penumpang tak menyenangkan di sebelahnya. Beberapa menit kemudian pramugari tadi kembali dan memberitahu wanita tadi: “Maaf, bu. Seluruh tempat duduk pada penerbangan ini betul-betul penuh. Untunglah saya menemukan satu tempat duduk dosong di kabin kelas satu. Tapi perlu sedikit waktu, sebab untuk membuat perubahan demikian saya harus mendapatkan ijin dari kapten pesawat.Beliau mengatakan bahwa kami tak seharusnya memaksa orang duduk di samping orang yang tak menyenangkan dan memerintahkan saya melakukan perubahan segera.” Penumpang lain tak percaya dengan apa yang mereka dengar... Dan wanita tadi dengan ekspresi kemenangan di wajahnya, bersiap-siap untuk bangun meninggalkan tempat duduknya. Kemudian pramugari tadi berpaling kepada pria berkulit hitam di sebelah penumpang wanita tadi dan berkata: ”Tuan… bersediakah anda direpotkan sejenak ikut saya pindah ke kabin kelas satu? Atas nama penerbangan ini, kapten mohon maaf telah memberikan tempat duduk di sebelah orang yang kurang menyenangkan.” Dan seluruh penumpang di kabinpun bertepuk tangan. Mereka berdiri memberikan penghargaan akan solusi atas sikon demikian yang dilakukan awak kabin dengan sangat baik Tahun itu, sang kapten dan pramugarinya menerima penghargaan atas tindakan mereka di penerbangan tersebut. Sehubungan dengan hal itu, pihak perusahaan menyadari mereka belum memprioritaskan pelatihan yang cukup terhadap para karyawannya. Perusahaan Penerbanganpun segera melakukan perubahan! Sejak peristiwa tadi, di semua kantor mereka dan dalam tampilan yang terlihat jelas oleh semua orang, terpampang tulisan sebagai berikut: Orang bisa melupakan apa yang anda ucapkan pada mereka. Orang bisa melupakan apa yang anda perbuat terhadap mereka. Tetapi mereka tak akan pernah melupakan kesan yang anda tinggalkan di hati mereka. Jadi benarlah apa yang pernah dikatakan orang bijak: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” Kalau kita ingin dihargai, maka hargailah orang lain, kalau kita ingin dikasihi, kasihilah orang lain, kalau kita ingin selalu menerima yang baik, maka perlakukanlah orang lain dengan baik. Orang lain itu bisa berarti orang-orang di sekitar kita: Istri, Suami, Anak, Orang tua, Atasan, Bawahan, Relasi, atau bahkan seorang office boy dan pembantu kita.
Oleh : Daniel Iswahyudi Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:15:00 AM
  |
|
|
|
| Saturday, March 14, 2009
|
|
Saklar Motivasi
|
|
Coba sejenak anda bayangkan ketika anda berada dalam sebuah ruangan yang gelap gulita, tidak ada pencahayaan sama sekali, pikiran apa yang terlitas pertama kali dalam benak anda pastinya dimana letak saklar lampu? Bukankah seperti itu!!coba rasakan ketika jari-jemari anda menyentuh saklar tersebut kemudian ditekan dan lampu menyala ruangan menjadi terang benderang tidak ada lagi ketakutan dan anda bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. Pernahkan anda berpikir bagai mana jika diri anda adalah ruangan tersebut, suatu saat pastilah anda mengalami stress, depresi, keadaan tak berdaya, males dan lain sebagainya karena beberapa hal seperti, akan menghadapi ujian skripsi, menghadapi UAS, berbicara didepan forum bagi yang aktif di organisasi atau karena ada masalah dengan teman, keluarga dan mungkin pacar, bagai mana anda menghadapi itu semua. Samahalnya dengan ruangan ketika tidak ada pencahayaan sama sekali akan terasa menakutkan dan anda tidak bisa melakukan apa-apa karena anda tidak bisa melihat. Kalau ruangan ada lampu yang dihubungkan dengan saklar untuk menghidupkan lampu tersebut. Sekarang pertanyaanya dimana saklar dalam diri anda atau kalau belum ada bagaimaan membuat saklar tersebut yang mana ketika anda tekan secara otomatis akan membawa anda pada pikiran positif, penuh motifasi, penuh gairah dan siap melangkah dengan penuh percaya diri. Inilah yang dikenal dengan teknik penjangkaran (anchoring) salah satu bagian dari ilmu NLP (Neuro Languistik Program). Jangkar (anchor) banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari namun kita tidak menyadarinya seperti, bunyi bel sekolah ketika bel tersebut berbunyi secara otomatis kita langung mengemasi buku-buku, alat tulis dan siap untuk pulang, lampu lalu lintas, aroma sate, foto masa kecil, lagu kenangan merupakan beberapa stimulus yang dapat membawa kita mengulang kembali pengalaman (secara subjektif) pada waktu itu. Apa yang kita lihat (benda, orang, binatang), apa yang kita dengar (suara orang, suara binatang), apa yang kita rasa, bau dan kecap. Sebuah jangkar (anchor) adalah bagian dari sebuah pengalaman yang mana ketika anda menjumpai hal itu lagi akan membawa (secara subjektif) keseluruhan dari pengalaman tersebut. “Sebuah perahu memiliki layar untuk tenaga, kemudi untuk arah dan jangkar untuk kestabilan. Lepaskan jangkar untuk performa puncak” (Michael Lum) Jangkar (anchor) bisa anda ciptakan, bila mana sewaktu-waktu anda mengalami stress, tertekan, tidak percaya diri anda bisa menggunakan jangkar (anchor) anda untuk merubah keadaan dalam diri anda. Gambar, gerakan, bau, rasa, kata-kata, lagu, sentuhan dapat anda gunakan sebagai jangkar yang dapat mengakses emosi dan sensasi positif untuk meningkatkan motifasi, percaya diri, kebanggaan, energi dan rasa ingin tau dalam diri anda. Bagaimana menciptakan self anchoring -
putuskan keadaan apa yang ingin anda capai, perasaan senang, semangat, percaya diri. -
pilih anchor anda (gambar, sentuhan, bau, lagu, gerakan, rasa). Saya biasa menekan pangkal jari tengah sebelah kiri dengan ibu jari dan jari telunjuk sebagai anchor. -
kenali suatu momen yang paling menyenangkan/ membanggakan dalam hidup anda, kenali juga emosi dan sensasi dalam momen itu yang paling kuat. -
dengan menggunakan bantuan anchor (contoh no 2) sebagai pemicu, masuk kembali kedalam momen tersebut, tinggalah disana putar kembali apa yang anda lihat (orang, benda, binatang), anda dengar(suara orang, suara mesin),anda raba, bau, dan rasa. -
masuk lebih dalam lagi rasakan sensasi dan emosi lebih kuat lagi 100X lebih kuat, persis seperti anda merasakannya pada waktu itu. -
ketika anda sudah berada dipuncak emosi dan sensasi, segera lepaskan anchor dan kembali ke keadaan sekarang. -
kembali sepenuhnya kekeadaan sekarang, lihat sekeliling anda geser tubuh anda atau pindah keruangan lain kemudian gunakan sekali lagi anchor anda apa yang anda rasakan? Yang perlu diperhatikan adalah intensitas rancang anchor pengalaman anda lebih tajam dan kuat, keunikan gunakan sentuhan yang sama pada anchor anda, timming rancang anchor anda untuk meraih puncak pengalaman dan lepaskan segera ketika anda berada dipuncak pengalaman. Lakukan hal itu beberapa kali dengan harapan ketika anda mengaktifkan anchor anda, secara simultan perasaan yang anda harapkan akan muncul seketika, seperti menekan tombol saklar untuk menghidupkan lampu. Anda bisa menggunakan teknik ini pada diri sendiri ataupun anchor untuk orang lain. Namun ada satu sarat untuk menganchor orang lain anda harus kuasai teknik kalibrasi. Karena anda tidak tau siapa yang anda anchor, kapan waktu yang tepat untuk menganchor dan seberapa efektif anchor anda. Selamat mencoba… Oleh : Ndaru Perdhana Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 9:40:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, March 13, 2009
|
|
Lihatlah Ke Dalam Diri Kita
|
|
Alkisah dicerita hujan sedang membasahi sebuah kota sunyi di pinggiran ibukota. Angin kencang serta gemuruh kilat yang menyambar, membuat suasana kian mencekam. Tidak lama setelah hujan turun dengan deras, terlihat butiran-butiran air hujan mulai mengenangi selokan dan tumpah sedikit demi sedikit ke jalanan. Kian lama kian banyak air hujan yang tumpah ke jalan tersebut sehingga genangan-genangan air pun mulai tampak di setiap sisi jalan di kota itu. Dan banjir pun telah menghampiri kota tersebut.
Setelah kejadian di kota sunyi tersebut, diatas sana terlihat awan dan angin sedang berdiskusi hebat. Mereka saling menyalahkan atas kejadian banjir yang terjadi pada kota sunyit tersebut kemarin.
"Wahai awan yang congkak, coba kau lihat hasil perbuatan mu, karena ke congkakan mu lah engkau menghasilkan air yang begitu banyak sehingga mengakibatkan banjir di kota sunyi tersebut, apakah kau tidak malu atas perbuatan mu?" kata angin kepada awan
"Bukan kah engkau, yang mendorong butiran - butiran air di badan ku, sehingga butiran-butiran air tersebut menyirami kota tersebut" kata awan dengan lantangnya
Mereka masih berdebat dan mempertahankan pendapatnya masing-masing. Tak jauh dari mereka terlihat burung elang yang melihat percakapan mereka dan menghampirinya.
"Wahai angin dan awan, ada masalah apakah sehingga begitu tegangnya wajah kalian jika ku lihat?" tanya sang elang
Mereka pun menjelaskan pokok masalah nya kepada elang, dan dengan tersenyum elang pun menjawab dengan bijaknya,
"Masalah yang kalian hadapi hanya masalah kecil saja, namun ego kalian lah yang membuatnya menjadi besar" Kata elang menjelaskan
"Dengarkan lah wahai saudaraku, sebelum kalian saling menyalahkan, kenapa kalian tidak melihat kedalam diri anda terlebih dahulu, bukan saling menyalahkan? " Lanjut sang elang
"Yang kalian lakukan hanya sebuah proses yang saling berkaitan, dan tidak ada salahnya atas perbuatan kalian berdua, angin mendorong awan untuk membuat hujan, dan awan menurunkan butiran-butiran air ke bumi, sehingga harusnya kalian saling mensyukuri atas karunia tersebut, bukan saling menyalahkan, apakah kalian mengerti maksud ku " jelas sang elang dengan lugasnya
Awan dan angin pun terdiam dan menyadari kesalahan mereka.
~Pembaca yang bijak, Kadang kala kita terlalu sibuk untuk menyalahkan orang lain, tanpa pernah berintropeksi terhadap perbuatan kita sendiri. Sehingga kita lupa bahwa yang telah di kerjakan orang lain ke kita adalah anugerah yang besar buat kita, karena kita terbiasa untuk memanjakan ego kita, dan memaksa orang lain untuk menuruti kemauan kita, walaupun tanpa kita sadari yang telah kita lakukan adalah kesalahan. Mari mulai saat ini, sebelum menyalahkan orang lain, ada baiknya kita mengintropeksi diri kita, apakah perbuatan kita telah benar dan tidak merugikan orang lain, karena seyogyanya insan bijak harus berani mengkritik diri sendiri sebelum di kritik orang lain ~
Bodhi Taruna
www.successandwisdom.blogspot.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:47:00 PM
  |
|
|
|
| Thursday, March 12, 2009
|
|
Temanku Polisi....
|
Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau.
Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang.
Lampu berganti kuning.
Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia berhenti atau terus saja.
"Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya sambil terus melaju.
Prit!
Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti.
Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.Hati Jono agak lega. Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
"Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!"
"Hai, Jon." Tanpa senyum.
"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah."
"Oh ya?" Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.
"Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."
"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini."
Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.
"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah.. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala."
Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
"Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."
Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya.
Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.
"Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan.
Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini.
Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)".
Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya dimaafkan... ....
Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati. Drive Safely Guys..
Sumber: Anynomous Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:26:00 AM
  |
|
|
|
|
|
Siapa Bilang Beli Franchise Bisa Jadi Pengusaha ?
|
Orang Indonesia memang lucu.
Ketika virus entrepreneurship akhir-akhir ini makin menggila, banyak orang seakan-akan kalap mengambil berbagai kesempatan yang ada. Lantas, larislah berbagai pameran bisnis dan waralaba yang sekarang ada di mana-mana.
Lucunya, ketika bertanya di booth-booth pameran, pertanyaan lucu yang selalu mengemuka adalah, “Balik modalnya berapa lama ?” Atau yang lebih lucu lagi, “Kalau bisnisnya sampai bangkrut, bagaimana ?”
Orang Indonesia memang lucu.
Franchise, Licence, Business Opportunity (BO), atau apapun labelnya pada dasarnya adalah suatu bentuk penawaran kerjasama kemitraan untuk mengembangkan suatu merek dan konsep bisnis tanpa perlu sendirian. Bahwa para mitra diuntungkan karena sudah adanya brand, sistem, standar bahan baku, pelatihan, dan berbagai dukungan lainnya, itu adalah sebuah kemudahan untuk memulai bisnis tanpa perlu merangkak dari nol. Resiko kegagalan di awal memulai bisnis bisa lebih diminimalisasi. Ingat, diminimalisasi, bukan dieliminasi. Resiko tetap ada.
Kadang orang Indonesia sering bias antara mindset entrepreneur dan investor. Entrepreneur adalah orang yang membangun dan mengembangkan bisnisnya. Ada keberanian untuk memulai, kekuatan mental untuk jatuh bangun, tekad yang luar biasa untuk tetap maju apapun rintangan yang dihadapi, kejelian menangkap peluang dan menterjemahkan peluang itu menjadi sumber uang, kemampuan untuk mengelola karyawan, serta kesediaan untuk selalu melayani pelanggan.
Investor, di sisi lain, lebih banyak berkonsentrasi pada bagaimana cara memperoleh tingkat pengembalian yang optimal untuk sejumlah kapital yang ditanamkan. Tidak perlu mengembangkan pasar. Tidak perlu memikirkan kepuasan pelanggan. Tidak perlu pusing menangani karyawan. Cukup kejelian menangkap peluang, dan keberanian untuk mengambil peluang dengan tingkat resiko yang diperhitungkan.
Orang Indonesia memang lucu.
Ketika mengambil suatu franchise atau licence, tanpa pandang bulu, kerap kali yang digunakan adalah mindset investor. Oleh karena itu hitung-hitungannya pun lebih banyak bersifat investasi. Kalau saya investasi sekian, balik modal berapa lama. Kalau saya letakkan di lokasi yang seperti ini, bisa dapat laba berapa. Dan seterusnya. Persis seperti mindset ketika menabung di deposito atau membeli ORI.
Padahal, karakter setiap franchise, licence, atau BO itu berbeda. Ketika Anda mengambil kemitraan GwGuyur, Bakso Malang Cak Eko, Salon Muslimah MOZ5, atau minimarket Omi misalnya, diperlukan mitra yang siap untuk bersama-sama mengembangkan outlet dengan segala resikonya. Anda tidak bisa hanya berinvestasi di muka lalu tidur lelap selamanya, sambil berharap omzet dan laba terus meningkat setiap waktu.
Walaupun tidak perlu ditunggui setiap saat karena sudah dibantu oleh sistem dari pusat, keterlibatan Anda tetap diperlukan. Dalam menangani karyawan, dalam mempromosikan cabang, dalam pengawasan stok, atau aspek pengelolaan operasional lainnya. Mengapa ? Karena memang pada kemitraan jenis ini pengelolaan berada di tangan Anda.
Untuk kemitraan jenis ini, mindset dan mental entrepreneurship Anda mutlak diperlukan. Bagi Anda yang benar-benar ingin menjadi entrepreneur, ini adalah kemudahan yang luar biasa untuk belajar tanpa perlu dari nol. Tidak perlu trial and error. Tapi ingat, ini bisnis Anda, maju mundurnya bisnis tetap berada di tangan Anda.
Berbeda apabila Anda mengambil penawaran franchise atau kemitraan yang pengelolaannya bersifat terpusat seperti Indomaret, Alfamart, Londre, Laundrette, Circle K, dan beberapa lainnya. Anda tinggal menyetorkan sejumlah dana, mencari lokasi yang strategis, lalu merenovasinya sesuai standar mereka. Setelah itu, Anda bisa ongkang-ongkang kaki sambil menunggu berapa bagi hasil yang akan ditransfer ke rekening Anda.
Kelihatannya enak. Namun ini tipe bisnis bagi mereka yang memiliki karakter investor, bukan entrepreneur. Pemilihan barang, karyawan, pengaturan operasional, hingga aspek keuangan ada di bawah kontrol manajemen pusat. Bukan Anda. Bagi mereka yang ingin mengembangkan diri menjadi seorang entrepreneur sejati, bukan di sini tempatnya. Yang Anda peroleh adalah uangnya, bukan exposure bisnisnya. Sebaliknya, bagi Anda yang ingin bertransformasi menjadi investor, inilah tipe bisnis yang cocok bagi Anda. Tapi ingat, tetap bukan tanpa resiko, karena setiap lokasi tetap memiliki karakteristik tersendiri yang tidak bisa ditebak 100% sebelum betul-betul masuk ke sana.
Orang Indonesia memang lucu.
Katanya ingin menjadi entrepreneur, tetapi tidak mau mengambil resiko. Katanya ingin menjadi kaya, tetapi ingin hasil instan. Katanya ingin memiliki bisnis sendiri, tetapi tidak mau repot menangani seluk-beluk bisnis dan karyawan. Katanya ingin maju dan berkembang, tetapi tidak mau terlibat dalam merintisnya setahap demi setahap.
Hahaha, orang Indonesia memang lucu.
Kalau memang tidak mau capek mengelola bisnis sebagai entrepreneur, tetapi juga tidak punya cukup dana untuk menjadi seorang investor, apalagi kemampuan untuk mengambil peluang dan resiko yang diperlukan untuk menjadi keduanya… wah, ya repot. Berarti Anda belum siap meninggalkan zona nyaman.
Mungkin, memang lebih baik Anda tetap menjadi karyawan saja…
Salam Kaya Dari Rumah..
Wass,
Lyra Puspa
www.pillarbusiness.com www.kayadarirumah.com Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:23:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, March 10, 2009
|
|
Hargai Hidup! Maka Anda Akan Sukses
|
Hidup dengan mengesampingkan paradigma spiritualitas ketuhanan adalah hidup dengan tidak menghidupkan kehidupan dalam dirinya sendiri. Hidup seperti ini tidak memiliki makna bagi masa depannya. Mereka telah kehilangan sentuhan makna spiritual dalam hidupnya. Dalam kehidupan ini, kita memiliki modal intelektual, modal emosional termasuk sosial, fisik, dan modal spiritual.
Kalau kita hidup hanya selalu meningkatkan modal intelektual dan modal emosional saja maka rasionalitas dan logikalah yang kita ke depankan dalam hidup, akhirnya kita tidak benar-benar hidup dalam kehidupan kita. Memang, kita bisa saja berhasil memiliki kedudukan yang tinggi, mampu me-manage bawahan dengan baik tetapi suatu ketika hati akan merasakan kehampaan karena kebutuhan ruhani tidak tercukupi dengan baik. Oleh karena itu modal utama yang harus kita hidupkan adalah modal spiritual (SQ) agar kehidupan kita menjadi seimbang. Beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual kita adalah sebagai berikut:
1. Menyadari Posisi DiriBiasakanlah untuk berdialog dengan diri sendiri: apa yang seharusnya saya lakukan atau perjuangkan dalam kehidupan ini? Untuk apa dan mengapa kita hidup di dunia ini? Siapa Tuhan kita dan apa tujuan tertinggi kehidupan kita di dunia ini? Dengan menyadari bahwa kita adalah hamba Tuhan maka seharusnyalah kita mengarahkan hati kita berniat bahwa bekerja adalah ibadah, berbisnis adalah ibadah, belajar adalah ibadah, dan semua yang kita lakukan hanya untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Artinya bentuk pengabdian kita kepada Tuhan diwujudkan dalam menjauhi apa yang dilarang oleh Tuhan melalui kitab suci-Nya, mempergunakan sebaik-baiknya apa yang telah kita terima untuk memenuhi tugas dan tanggungjawab kita, bersyukur atas karunia-Nya, dan melakukan apa saja yang sebaiknya dilakukan seorang manusia baik di lingkungan kerja, lingkungan masyarakat, keluarga, maupun hubungan antar manusia. Kesadaran inilah yang akan membawa pada peningkatan kehidupan spiritual kita.
2. Manusia Mempunyai Potensi yang Luar Biasa Manusia diciptakan Tuhan untuk dijadikan pemimpin di muka bumi ini. Tidaklah mungkin Tuhan memberikan tugas kepada manusia tanpa bekal apapun, lihatlah kita sebagai manusia diberikan 3 potensi yang seharusnya kita kembangkan yaitu akal, hati, dan fisik. Dengan potensi akal manusia mampu mencari ilmu pengetahuan, penemuan-penemuan dan menciptakan segala sesuatunya. Akallah yang bisa kita gunakan untuk menciptakan ilmu yang bermanfaat dan menciptakan segala sesuatu yang mempunyai kemaslahatan bagi manusia lainnya, dan begitu pula sebaliknya. Dengan potensi hati, manusia dapat melihat mana yang haq dan mana yang bathil, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang bersih dan mana yang kotor, maka jika hati manusia bersih tentunya manusia akan memilih yang haq, benar, dan bersih. Begitu juga dengan potensi fisik, manusia bisa menggunakannya untuk berbuat amal kebaikan dan melakukan apa saja yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, agama, nusa dan bangsa. Apalagi banyak penelitian membuktikan bahwa di dalam tubuh manusia yang terbentuk dari sel-sel, terdapat DNA yang mampu menyimpan informasi luar biasa banyaknya, tersimpan pula talenta yang menjadi karunia dalam diri manusia maka tugas manusialah untuk mengenali talenta itu, mengasahnya dengan akal, hati dan fisik sehingga menjadi sebuah sarana untuk mencapai tujuan hidup selanjutnya di dunia dan akhirat.
3. Menghargai Kehidupan "Nilai seseorang bukanlah bagaimana ia mati melainkan bagaimana ia hidup, bukan apa yang telah ia peroleh melainkan apa yang telah ia berikan, bukan pangkatnya melainkan tugas apa yang telah dapat ia laksanakan dengan sebaik-baiknya." Ungkapan ini begitu jelas bahwa manusia tidak akan berarti apa-apa di mata orang lain dan Tuhan, walaupun jabatannya sebagai presiden atau pengusaha yang kaya raya tanpa diwarnai dengan kehidupan yang bermanfaat bagi orang lain. Benar apa yang dikatakan oleh Albert Einsten, "Hidup yang berharga adalah hidup yang dapat memberikan kehidupannya kepada orang lain." Mereka yang menghargai kehidupannya lebih dekat dengan kemudahan dan keberuntungan, sehingga membuat hidupnya menjadi lebih hidup. Begitu sebaliknya mereka yang tidak menghargai hidupnya, selalu memikirkan dirinya sendiri justru akan lebih dekat dengan kesulitan dalam kehidupannya, sehingga hidupnya menjadi hampa. Inilah yang sering disebut sebagai "Law of Attraction" dimana energi yang kita berikan akan kembali kepada kita energi serupa sejumlah energi yang sama, bahkan akan mendapatkan energi yang lebih besar lagi. Bagaimana implementasinya dalam kehidupan ini? Apa yang harus dilakukan dalam menghargai hidup, sehingga membuat hidup menjadi lebih bermakna dan law of attraction semakin dapat kita rasakan?
- Mulailah untuk fokus memikirkan orang lain. Cobalah untuk memikirkan orang lain, bagaimana membantu fakir miskin, memikirkan orang yang tak berdaya, dan banyaklah bersedekah karena hal ini akan membawa dampak yang positif pula dalam diri kita. - Meningkatkan empati kepada orang lain. Apa yang diperlihatkan pengemis dan tukang semir sepatu di atas, telah menggambarkan bagaimana mereka berempati ikut merasakan penderitaan para korban gempa di Tiongkok. Mereka tidak sekedar bersimpati atas peristiwa itu, tetapi lebih memahami secara emosional terhadap apa yang dirasakan para korban gempa, melihat apa yang dibutuhkan mereka, dan berusaha memberikan suatu solusi. Inilah sikap yang harus kita lakukan untuk menghargai hidup ini, bahwa kita perlu memiliki kerendahan hati, kesediaan hati untuk berbagi kebaikan, dan kegembiraan kepada orang lain serta memberikan dorongan disaat orang lain mengalami kesulitan.
- Berbagi energi positif. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melepaskan energi positif ini, diantaranya berbagi motivasi, bertukar ide dan gagasan, membantu mencari solusi bagi orang lain, dan masih banyak lagi upaya berbagi dengan orang lain. Ingat law of attraction yang mengatakan semakin banyak energi positif yang keluar maka semakin banyak pula yang akan kembali Anda terima. Juga ada hukum kekekalan energi dimana kebaikan yang dilakukan tidak akan hilang di alam semesta ini, tetapi akan berubah bentuk yang lain, seperti dalam bentuk kebahagiaan hati, kepuasaan jiwa, ketenangan hidup, keberhasilan, kemudahan rezeki, dan masih banyak lagi.4. Berserah Diri kepada Tuhan.
Hidup ini berasal dari Tuhan dan akan kembali kepada-Nya. Menghargai hidup yang telah diberikan Tuhan kepada manusia merupakan bentuk berserah diri, meskipun demikian tidak berarti manusia menerima apa adanya dan menyerah terhadap keadaan, karena berserah diri juga berarti memikul tanggungjawab yang dipercayakan kepada manusia. Tanggungjawab sebagai pemimpin baik diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama, dan Negara juga tidak henti-hentinya menjadikan Tuhan sebagai asal dan jalan hidup termasuk ketika kita bekerja untuk melaksanakan perintah Tuhan, beribadah untuk meraih ridha-Nya, hidup yang kita semua jalani sesuai dengan perintah-Nya, dan apapun kita kembalikan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Oleh : Sugeng Dwi Triswanto Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:48:00 PM
  |
|
|
|
| Friday, March 06, 2009
|
|
Delayed Impossibility
|
Sesuatu yang tidak mungkin, sesungguhnya bukan fakta. Tapi hanya ada dalam pikiran. Pikiran kita sendiri yang memenjara diri kita, yang membatasi kemampuan diri.
Ketika berpikir kita tidak bisa, maka dengan sendirinya kita akan mencari pembenaran dari pola pikir yang kita tanam tadi. Tindakan yang kemudian diambil akan merupakan hasil dari ketidakmungkinan yang kita ciptakan sendiri.
Bila saja kita mampu mengikis rasa ketidakmungkinan dalam pikiran, maka potensi kita dengan sendirinya akan mengalir bagai air bah.
Ketidakmungkinan hanyalah masalah waktu. Yang tidak mungkin di masa lalu, menjadi harapan dan cita-cita dimasa kini. Dan harusnya menjadi kenyataan di masa depan.
Tidak ada ketidakmungkinan, kecuali kita ijinkan pikiran kita sendiri yang membatasi.
Sewaktu kita mengatakan, "ah tidak mungkin bagi saya untuk mencapai hal itu", ketika itupula kita mematikan api impian dan harapan.
Ada empat kekuatan yang bisa dicoba untuk menekan ketidak-mungkinan yang menggerogoti impian kita:
Imaginasi Imaginasi adalah kekuatan kreatif untuk menggambarkan keadaan ideal yang kita inginkan.
Bayangkan seandainya hal yang menurut pikiran tadi tidak mungkin, menjadi hal yang sangat mungkin dan sudah terjadi. Rasakan perasaan bahagia yang ditimbulkan.
Hasrat kita akan timbul dan mendorong bagi pencapaian impian kita menjadi hal yang mungkin terjadi.
Kecintaan Dengan kecintaan akan memunculkan kualitas terbaik dari kita. Cintai pekerjaan Anda saat ini. Cintai kondisi keluarga Anda saat ini. Cintai semua anugerah yang telah Tuhan berikan bagi kita.
Tidak ada yang tidak mungkin bila kekuatan cinta bicara
Tindakan Lakukan satu upaya yang akan menentukan langkah Anda selanjutnya. Anda tidak akan berubah bila tidak ada tindakan yang dilakukan.
Mulai dari yang paling mungkin dapat Anda lakukan, sekecil apapun.
Setiap tindakan kecil yang kita ambil akan menghapus jejak ketidakmungkinan menjadi sesuatu yang mungkin.
Kesabaran Kesabaran akan menghantarkan kita kearah lebih baik. Sebesar apapun hasil yang didapat, hormati diri Anda sendiri.
Beri penghargaan pada kekuatan sabar yang Anda kelola. Sayangi diri Anda, sesungguhnya Tuhan beserta orang-orang yang sabar. Sabar setelah melakukan suatu ikhtiar.
Jangan pernah hapus impian. Karena orang yang tidak punya mimpi, tidak mungkin mempunyai rencana. Sedang rencana yang masuk akal adalah proses untuk membangun kekuatan.
By Mario Teguh Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 1:21:00 AM
  |
|
|
|
| Thursday, March 05, 2009
|
|
Beranikanlah Untuk Memperbaharui Diri
|
Beranikanlah untuk memperbarui diri, karena tidak mungkin sebuah pribadi yang lama berhak bagi sesuatu yang baru.
Mulai hari ini, marilah kita bersungguh-sungguh untuk mengganti setiap dan semua cara kita yang tidak sesuai lagi bagi kebesaran yang kita inginkan bagi diri kita sendiri.
Bila banyak dari yang Anda inginkan belum mengambil bentuk nyatanya yang menjadikan kehidupan Anda lebih utuh, dan bila banyak dari keinginan Anda hanya menjadi penyemangat bagi Anda untuk merajut lebih banyak keinginan baru, maka Anda harus tulus menerima bahwa ada yang harus diperbarui.
Sadarilah bahwa, Tidak semua keinginan untuk menjadi, disertai dengan upaya membangun kepantasan untuk menjadi.
Maka pertanyaannya kepada Anda,
Apakah yang sedang Anda kerjakan hari ini adalah upaya bernilai yang akan menjadikan Anda pantas menerima yang Anda minta?
Ataukah Anda sedang bekerja untuk menunggu waktu pulang?
Jangan heran, karena ada di antara kita yang ketidak-sabarannya bukanlah terhadap lambatnya reaksi pasar atau kekurang-sigapan organisasinya, tetapi terutama terhadap lambatnya kedatangan akhir minggu ini.
Sebagian dari kita sedang tidak sabar untuk membangun hasil-hasil super dalam pekerjaan kita, dan sebagian lagi sedang tidak sabar untuk menghidari pekerjaan.
Mereka berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan yang akut; yaitu keduanya menginginkan keberhasilan melalui pekerjaan mereka. Yang satu menginginkan keberhasilan melalui yang dikerjakannya, dan yang satu ini menginginkan keberhasilan dari pekerjaan yang kalau bisa dihindarinya.
Ada beberapa dada yang menjadi sesak karena membaca ini.
Tetapi berbahagialah, karena itu tanda bahwa Anda mengenali keharusan untuk memperbaruhi diri.
Pribadi yang baru berhak bagi yang baru. Segera setelah mengerti, berlakulah seperti yang Anda mengerti. Karena, bila yang Anda lakukan tidak berhubungan dengan pengertian baik, untuk apakah yang Anda lakukan itu?
Saya berharap bahwa sapa sederhana saya ini dapat hadir bersama Anda dalam kesibukan Anda hari ini.
Ingatlah bahwa kesibukan Anda tidak boleh hanya berkenaan dengan pengumpulan uang, tetapi juga termasuk kesibukan untuk menjadikan diri Anda sebagai pencerah bagi kehidupan mereka yang penting dalam kehidupan Anda.
Sudahkah Anda menelepon istri atau suami Anda di tempat kerjanya atau di rumah?
Teleponlah, dan katakan bahwa Anda menelepon hanya untuk mengatakan terima kasih atas kesediaannya untuk menua bersama Anda. Beritahulah dia bahwa Anda menyayanginya. Katakanlah bahwa Anda kangen, dan ingin segera memeluknya. Mintalah maaf bila Anda belum bisa membuatnya merasa sebagai yang paling penting dalam hidup Anda.
Anda dilahirkan dengan hati yang lembut, gunakanlah.
+++ what a wonderfull world ! what an abundant life !! what an exciting journey !!!
Mario Teguh
Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 8:14:00 AM
  |
|
|
|
| Wednesday, March 04, 2009
|
|
Setiap Insan Adalah Spesial
|
|
Alkisah, disebuah kelas sekolah dasar, bu guru memulai pelajaran dengan topik bahasan, "Setiap insan adalah spesial". Kehadiran manusia di dunia ini begitu berarti dan penting. "Anak-anakku, kalian, setiap anak adalah penting dan spesial bagi ibu. Semua guru menyayangi dan mengajar kalian karena kalian adalah pribadi yang penting dan spesial. Hari ini ibu khusus membawa stiker bertuliskan warna merah "Aku adalah spesial". Kalian maju satu persatu, ibu akan menempelkan stiker ini di dada sebelah kiri kalian". Dengan tertib anak-anak maju satu persatu untuk menerima stiker dan sebuah kecupan sayang dari bu guru mereka. Setelah selesai, bu guru melanjutkan "Ibu beri kalian masing-masing tambahan 4 stiker. Beri dan tempelkan 1 kepada orang yang kalian anggap spesial, sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih dan kemudian serahkan 3 stiker lainnya untuk diteruskan kepada orang yang dirasa spesial pula olehnya, begitu seterusnya. Mengerti kan.......". Sepulang sekolah, seorang murid pria mendatangi sebuah kantor, diapun memberikan stikernya kepada seorang manajer di sana. "Pak, bapak adalah orang yang spesial buat saya. Karena nasehat-nasehatpak berikan, sekarang saya telah menjadi pelajar yang lebih baik dan bertanggung jawab. Ini ada 3 stiker yang sama, bapak bisa melakukan hal yang sama, memberikannya kepada siapapun yang menurut bapak pantas menerimanya". Lewat beberapa hari, manajer tersebut menemui pimpinan perusahaannya yang emosional dan sulit untuk didekati. Tetapi mempunyai pengetahuan yang luas dan telah memberi banyak pelajaran hingga dia bisa menjadi seperti hari ini. Awalnya sang pemimpin terkesima, namun setelah mengetahui alasan pemberian stiker itu, dia pun menerimanya dengan haru. Sambil mengangsurkan si manajer berkata,"Ini ada 1 stiker yang tersisa. Bapak bisa melakukan yang sama kepada siapapun yang pantas menerima rasa sayang dari bapak". Sesampai di rumah, bergegas ditemui putra tunggalnya. "Anakku, selama ini ayah tidak banyak memberi perhatian kepadamu, meluangkan waktu untuk menemanimu. Maafkan ayahmu yang sering kali marah-marah karena hal-hal sepele yang telah kamu lakukan dan ayah anggap salah. Malam ini, ayah ingin memberi stiker ini dan memberitahu kepadamu bahwa bagi ayah, selain ibumu, kamu adalah yang terpenting dalam hidup ayah. Ayah sayang kepadamu". Setelah kaget sesaat, si anak balas memeluk ayahnya sambil menangis sesenggukan. "Ayah, sebenarnya aku telah berencana telah bunuh diri. Aku merasa hidupku tidak berarti bagi siapapun dan ayah tidak pernah menyayangiku. Terima kasih ayah". Mereka pun berpelukan dalam syukur dan haru serta berjanji untuk saling memperbaiki diri. Pembaca yang luar biasa, Kehidupan layaknya seperti pantulan sebuah cermin. Dia akan bereaksi yang sama seperti yang kita lakukan. Begitu pentingnya bisa menghargai dan menempatkan orang lain di tempat yang semestinya. memuji orang lain dengan tulus juga merupakan ilmu hidup yang sehat, bahkan sering kali pujian yang diberikan disaat yang tepat akan memotivasi orang yang dipuji, membuat mereka bertambah maju dan berkembang, dan hubungan diantara kitapun akan semakin harmonis, mari kita mulai dari diri kita sendiri, belajar memberi pujian, menghormati dan memperhatikan orang lain dengan tulus dengan demikian kehidupan kita pasti penuh gairah, damai dan mengembirakan. Salam sukses luar biasa! Andrie Wongso Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:26:00 AM
  |
|
|
|
| Tuesday, March 03, 2009
|
|
Hapuslah Kemalasan
|
Seorang murid yang cerdas tapi malas, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang kecil, tetapi yang merendahkan kecerdasan orang-orang besar disekitarnya.
Seorang murid yang bersahaja kecerdasannya, tetapi rajin belajar dan bekerja akan tumbuh menjadi orang besar yang bersahaja sikapnya.
Persiapan terbaik bagi masa depan adalah penyelesaian terbaik dari tugas-rugas kita hari ini. Mungkin karena tidak melihat hubungan antara apa yang dikerjakan hari ini, dengan apa yang bisa dicapainya dimasa depan.
Ada orang yang menyepelekan pekerjaan-pekerjaan kecil, padahal, semua hasil besar adalah rangkaian cantik dari hasil-hasil kecil yang dikumpulkan sepanjang hari-hari kerja kita.
Maka bila sulit bagi Anda untuk melihat masa depan yang cemerlang, tetapkanlah pandangan Anda kepada apapun yang sedang Anda kerjakan, dan perlakukanlah ia seperti hidup Anda betul-betul bergantung padanya. Bila Anda menjadikan sikap itu sebagai bagian dari mesin pribadi Anda, Anda akan terkejutkan dengan bagaimana cepatnya Anda mencapai keadaan yang Anda impi-impikan itu.
Sumber : Mario Teguh Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 10:11:00 PM
  |
|
|
|
| Monday, March 02, 2009
|
|
Memaksimalkan Kesempatan Pertama
|
|
Andai saja aku masih punya kesempatan kedua pasti akan kuhapuskan lukamu menjagamu, memberimu segenap cinta Itulah salah satu bait dari lagu Kesempatan Kedua (Group Band Tangga). Pesan lagu itu sebenarnya adalah kegagalan memaksimalkan kesempatan pertama yang pernah dimiliki dan digenggam. Akibatnya berbagai upaya dilakukan untuk mendapat kesempatan kedua dengan maksud memperbaiki kegagalan ataupun sesuatu yang belum dilakukan pada kesempatan pertama. Fenomena “ingin punya kesempatan kedua” sebenarnya banyak kita jumpai disekitar kita, baik sebagai individu ataupun masyarakat. Sebagai individu bisa saja kita ingin diberi kesempatan kedua untuk jadi pemimpin, tergantung level dan bidangnya. Entah itu kepala desa, bupati atau presiden, ketua jurusan, dekan, rektor, direktur utama atau kepala Puskesmas, yang sudah menyelesaikan kesempatan pertama misalnya ingin tetap bertahan agar diberi kesempatan kedua. Fenomena “ingin punya kesempatan kedua” bisa jadi disebabkan kegagalan melaksanakan tugas atau janji pada kesempatan kedua. Bisa juga karena merasa “tugas belum selesai”. Apapun alasannya sebenarnya fenomena “ingin punya kesempatan kedua” bermuara pada tidak maksimalnya kinerja pada kesempatan pertama. Pertanyaannya adalah apakah akan dengan mudah mendapatkan kesempatan kedua? Umum kesempatan kedua diperoleh dengan melibatkan orang lain. Untuk terpilih jadi pejabat pada priode kedua misalnya kita tentu bergantung pada orang lain guna memilih kita kembali. Entah itu rakyat, atasan, kolega dan sejenisnya. Jadi intinya tidaklah gampang memperoleh kesempatan kedua. Diperlukan track record (jejak rekam) yang memuaskan di kesempatan pertama agar orang percaya dan mau untuk memberi kesempatan kedua. Jejak rekam akan baik dan memuaskan jika kita memaksimalkan potensi dan kinerja pada kesempatan pertama. Jika kita pekerja yang maksimisasi potensi dan kinerja pada kesempatan pertama dapat berupa penyelesaian tugas yang baik sesuai fungsi dan tugas kita. Jika kita pejabat daerah ini bisa berarti aksi sesuai janji. Akhirnya jika kita ingin diberi kesempatan kedua, berbuat maksimalkanlah pada kesempatan pertama yang telah kita miliki, agar jika kita ingin punya kesempatan kedua orang percaya bahwa kita layak mendapat kesempatan kedua. Semoga..
Oleh : Sapruddin Perwira Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 12:09:00 AM
  |
|
|
|
| Sunday, March 01, 2009
|
|
Manusia Itu Luar Biasa
|
Berpikir, berbuat dan mendapatkan hasil adalah tahap dimana setiap manusia akan melaluinya.. tidaklah mugkin kita tanpa berpikir kita dapat berbuat.. tidaklah mungkin kita tanpa berpikir dan berbuat kita mendapatkan hasilnya..
Semua perbuatan dan tindakan bersumber pada pikiran.. Jika setiap manusia dapat mengontrol pikiran mereka dengan luar biasa.. Saya yakin dan percaya tidak ada perperangan, tidak ada permusuhan dan tidak ada kebodohan..
Tetapi mampukah kita mengontrol pikiran kita supaya menjadi lebih baik.. itulah yang menjadikan masalah bagi setiap manusia..
Sebenarnya hidup ini sangatlah sederhana.. Satu hal yang perlu kita lakukan dalam hidup kita ini.. Yaitu bagaimana cara anda mengunakan pikiran anda.. jika anda ingin berhasil pusatkanlah pikiran anda pada hal2 yang isa membuat anda sukses.. Jika anda ingin gagal pusatkanlah pikiran anda pada kegagalan.. Hidup adalah pilihan..
Persoalannya apakah pilihan anda yang sebenarnya?
JIka anda selalu berkeluh kesah dan merasa tidak bahagia, kenapa anda tidak coba mengontrol pikiran anda sendiri..
Kontrollah pikiran anda menjadi bahagia..
Seperti yang diceritakan bapak Andrie...
ada seorang saudagar kaya yang memiliki harta yang melimpah tetapi rawut mukanya maci saja kelihatan sangat gelisah dan penuh dengan beban..
dan ada seorang petani yang miskin tetapi petani tersebut selalu bernyanyi dan kelihatan sangat menikmati hidupnya...
Masalahnya hanyalah bersumber pada pikiran.. PIkiran manusia berpengaruh sangat besar dalam kehidupan ini..
Janganlah anda di kontrol oleh pikiran anda tetapi cobalah untuk mengontrol pikiran anda sendiri tentunya kearah datangnya kesuksesan dan kebahagiaan itu...
Salam sukses Hendro ang Selengkapnya...
|
posted by Ryan - Dodi
@ 11:59:00 PM
  |
|
|
|
|
|