Beranie Gagal Commercial










Cara Pasang Banner

Donasikan Blog Ini
Beranie Gagal Award
 
Beranie Gagal Partners







BERHADIAH 30 JUTA
KLIK DISINI
TDW Mastery - Sources to Skyrocketing Your Success
















Hubungi Kami
Silahkan hubungi kami bila ada saran, kritik, pertanyaan, ingin kirim artikel ataupun tukeran link

Nama
Email
Judul
Pesan

Quote's Of The Day



   



Your Ad Here
Wednesday, January 28, 2009
Rahasia Tetap Bersemangat Di Saat-saat Sulit

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang di dunia ini pasti pernah mengalami saat-saat sulit atau menghadapi kesulitan dalam hidupnya, tidak peduli apakah orang kaya atau miskin, cantik ataupun jelek, tua maupun muda, pria maupun wanita. Tidak ada seorang pun yang terbebas dari masalah dan kesulitan. Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan dan kesenangan selalu menghampiri mereka.

Akan tetapi kebahagiaan dan kesulitan selalu datang silih berganti dalam hidup manusia. Orang-orang cenderung merasa baik dan bahagia ketika kejadian atau peristiwa baik terjadi dalam hidup mereka. Mereka akan merasa bahagia dan senang. Begitu juga sebaliknya, orang-orang akan cenderung merasa depresi, stress, kecewa ataupun sedih ketika kesulitan dan kejadian buruk menimpa mereka.

Sebenarnya hal tersebut bukanlah penghalang bagi Anda jika Anda bisa mengatasi kesulitan tersebut sehingga tidak sampai mempengaruhi dan menjatuhkan Anda. Ada segelintir orang yang bisa bertahan dan bangkit dari kesulitan dan akhirnya berhasil mengatasinya. Ada juga orang-orang yang tidak mampu bangkit dan tertekan dengan keadaan tersebut. Ini semua tergantung pilihan kita bagaimana reaksi dan tanggapan kita terhadap kesulitan yang sedang menimpa kita.

Ada beberapa kiat-kiat yang dapat membantu Anda supaya Anda tetap bersemangat walaupun Anda sedang menjalani masa-masa sulit, sehingga dapat membuat Anda bangkit kembali atau setidaknya membuat Anda lebih baik ke depannya.

  1. Menyadari bahwa kesulitan bukan untuk membuat Anda terpuruk, melainkan membuat Anda jauh lebih kuat.
    Ketahuilah bahwa ketika kesulitan sedang menimpa Anda, sebenarnya Anda sedang dipersiapkan untuk menjadi orang yang lebih baik dan lebih kuat untuk menghadapi Kesulitan dan tantangan ke depan yang jauh lebih besar di masa yang akan datang. Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan manusia untuk mengatasinya. Coba bayangkan mulai dari kecil Anda sudah sangat bahagia dan senang, tidak ada satu pun kesulitan dan kesedihan yang menimpa Anda. Kemudian setelah Anda besar, tiba-tiba kesulitan datang kepada Anda. Bisa dipastikan bahwa Anda akan sangat terpukul dan frustrasi sekali karena Anda sama sekali tidak pernah mengalami kesulitan seperti ini sebelumnya. Anda bahkan tidak tahu bagaimana cara mengatasi hal tersebut. Kesulitan dan perasaan negatif lainnya merupakan sebuah tanda atau sinyal yang diberikan kepada Anda supaya Anda terus berbenah dan mempersenjatai diri dengan lebih baik lagi supaya dapat melewati tantangan berikutnya. ketika Anda berhasil mengatasi kesulitan, Anda sudah jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Maka dari itu, bersyukurlah akan semua ini. Ketika Anda mengalami masa-masa sulit, jadikan hal tersebut sebagai batu loncatan menuju pribadi yang lebih baik dan sukses. Tidak ada yang namanya kesuksesan tanpa disertai kegagalan terlebih dahulu. Kegagalan membuat Anda semakin kuat dalam meraih cita-cita Anda. Bahkan ada yang mengatakan bahwa jika Anda ingin sukses maka Anda harus menerima banyak kegagalan atau kesulitan. Tergantung Anda sendiri apakah Anda menganggap kesulitan membuat Anda lebih terpuruk atau membuat Anda lebih baik dari sebelumnya. Ini semua adalah pilihan Anda.
  2. Melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
    Kebanyakan orang cenderung memiliki perasaan yang negatif ketika mereka menemui kesulitan. Mereka akan merasa sedih, kecewa, depresi, terpukul dan tertekan. Hal ini disebabkan oleh pemikiran mereka sendiri. Mereka terus-menerus memikirkan betapa buruknya keadaan mereka sehingga tanpa disadari mereka terus tenggelam dan terpuruk di dalam perasaan negatif mereka sendiri. Perlu diketahui bahwa di balik setiap kesulitan, pasti ada suatu hikmah atau makna positif yang dapat kita ambil. Tetapi sayangnya kebanyakan orang justru mengambil hikmah negatif dari kesulitan tersebut. Yang perlu Anda ambil adalah hikmah yang baik sehingga Anda dapat belajar darinya dan berusaha bangkit untuk mengatasinya. Daripada merasa buruk dan tertekan akibat kesulitan yang Anda alami, jauh lebih baik jika Anda melihat kesulitan atau tantangan dari kacamata/sudut pandang yang berbeda. Ini diibaratkan Anda sebagai sutradara dari diri Anda yang dapat mengubah sudut pandang kamera sesuka Anda.
  3. Memotivasi diri.
    Salah satu perbedaan antara orang yang berhasil bangkit dari keterpurukan dengan orang yang terus terpuruk dalam kesulitan adalah bahwa orang yang berhasil bangkit selalu termotivasi atau memotivasi diri mereka sendiri sehingga mereka terus bersemangat tidak peduli betapa sulitnya keadaan mereka. Orang yang terus terpuruk tidak memotivasi diri mereka sedemikian rupa sehingga mereka tidak mampu bangkit kembali. Sekarang ini Anda dapat memperoleh segala sumber daya yang dapat membuat Anda termotivasi dan bersemangat. Ada banyak buku-buku motivasi yang dapat membangkitkan potensi diri Anda. Kata-kata yang tercantum di dalamnya dapat membuat Anda merasa terinspirasi untuk bangkit. Sumber lainnya berupa pelatihan atau seminar motivasi dimana pembicara membagikan kiat-kiat dan pengalaman mereka untuk mendorong Anda untuk maju dan semangat dalam hidup. Motivasi dan semangat adalah bahan bakar yang dapat membuat Anda tetap tegar dan bertahan dalam masa-masa sulit. Jika Anda tidak memiliki motivasi, bisa dipastikan Anda akan langsung menyerah begitu kesulitan dan rintangan menghadang Anda.
  4. Humor.
    Humor dan tawa adalah obat yang cukup mujarab untuk mengobati kegundahan hati Anda. Inilah sumber daya yang gratis yang bisa Anda dapatkan kapan pun dan di mana pun. Semua orang dapat memperolehnya dengan gratis alias tidak dipungut biaya. Bahkan tawa dapat membuat kesehatan seseorang menjadi jauh lebih baik dan membuat orang lebih awet muda dan menarik. Banyak acara-acara di televisi yang menyajikan humor atau komedi. Acara tersebut membuat Anda tertawa dan tersenyum yang langsung dapat membuat beban berat Anda hilang seketika karena ketika Anda tersenyum atau tertawa, tubuh Anda menghasilkan hormon yang membuat Anda merasa nyaman dan baik. Jadi, mengapa harus merasa sedih? Bukankah lebih baik tertawa dan menjadi gembira?
  5. Refreshing atau penyegaran diri.
    Cara lain untuk menghilangkan perasaan negatif Anda adalah dengan refreshing. Refreshing dapat bermacam-macam jenisnya. Refreshing berguna untuk menyegarkan kembali pikiran dan tubuh Anda sehingga pikiran Anda lebih jernih dan bijaksana dalam menghadapi persoalan yang dihadapi. Pikiran-pikiran yang stress tidak akan banyak membantu Anda dalam penyelesaian masalah yang Anda hadapi. Anda dapat berlibur ke tempat yang Anda sukai seperti pantai dengan suara burung dan ombaknya, pegunungan yang berudara sejuk dan tempat hiburan dan rekreasi lainnya. Hal ini membuat Anda rileks dan tenang kembali. Atau Anda dapat juga melakukan sesuatu yang mejadi hobi Anda seperti memancing di tengah laut, berenang, atau hobi Anda yang lainnya. Refreshing akan membuat diri Anda seperti baterai yang telah dicas kembali sehingga Anda akan kembali bertenaga penuh dan siap untuk menjalani kembali hidup Anda.

Kesimpulannya adalah motivasi dan semangat membuat Anda terus bangkit dan tidak mudah menyerah kalah terhadap masa-masa sulit. Sebaliknya jika Anda sedang mengejar cita-cita Anda, dengan memiliki semangat yang kuat, Anda akan jauh lebih cepat dalam merealisasikan cita-cita tersebut. Dengan memahami kiat-kiat diatas, Anda akan menjadi orang yang penuh semangat dan tegar dalam menjalani hari-hari Anda.

Oleh : Suhardi
csd_suhardi@yahoo.com
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 10:00:00 PM   2 comments
Tuesday, January 27, 2009
Kisah-Kisah Yang Merubah Dunia
*KISAH KERTAS LEKAT CATATAN " POST-IT "*

Arthur Fry sering kehilangan catatan kerja. Pekerjaannya amat tidak teratur sehingga catatan yang di tulisnya sendiri tidak dapat diingat. Pada suatu hari dia mendapati bahwa perusahaan tempat kerjanya - 3M - telah menciptakan sejenis lem tetapi sayangnya tidak dapat melekat dengan baik. Dengan kata lain, lem gagal berfungsi.

Lem tersebut hanya dapat menempel pada sehelai kertas saja dan mudah tanggal. Rupanya itulah yang di perlukan Fry supaya catatan lebih tersusun rapi. Dia kemudian mendapat sebuah ide dan mengemukakannya kepada pihak manajemen. Produk ini dinamai Post-it. Untuk idenya itu, ia menerima royalti satu persen dari setiap penjualan Post-it sepanjang hayat. Setiap tahun, hasil penjualan yang di edarkan oleh 3M adalah lebih dari US$100 juta. Oleh karena itu, Arthur Fry menerima US$1 juta setiap tahun.

*KISAH NOVEL THE SCARLET LETTER*

Ketika ada pergantian jabatan di pejabat Kastam Boston, Massachusetts, Nathaniel Hawthorne yang bekerja di situ diberhentikan. Malam itu ia pulang ke rumah dengan penuh rasa kecewa dan sakit hati. Dia bimbang, bagaimana keluarganya, terutama istri, akan menerima berita tersebut.. Sebaliknya, istri Nathaniel Hawthorne tidak berkata apa-apa ketika berita itu disampaikan kepadanya. Istrinya Cuma mengambil sebatang pen dan sebotol tinta lalu meletakkannya di atas meja di depan Nathaniel Hawthorne. Dia lalu menyalakan api penerang dan merangkul Nathaniel Hawthorne dengan penuh kemesraan seraya berkata '' Abang sekarang tentunya punya waktu untuk menulis buku. '' Nathaniel Hawthorne mendapat semangat baru dari motivasi dan dorongan istrinya. Nathaniel Hawthorne kemudian terus menulis dan menghasilkan sebuah novel yang termashur di seluruh dunia, berjudul The Scarlet Letter..

*KISAH UNITED PARCEL SERVICE*

James E. Casey, penggagas UPS (United Parcel Service) terpaksa berhenti sekolah ketika berusia 11 tahun guna membantu keluarganya karena ayahnya tidak sehat. Pekerjaan pertama yang diperoleh adalah mengantar pembungkus ke sebuah gudang serba ada dengan gaji bulan sebesar US$2,50. Selain itu, dia juga bekerja sebagai pengantar telegraf di perusahaan telegraf. Ketika beusia 15 tahun, James E.Casey dan 2 orang rekannya yang bekerja sebagai pengantar telegraf memulai usaha sendiri yang kemudian teryata menjadi berhasil. Dari pengantar berjalan kaki, naik sepeda, dan sepeda motor, ia berkembang menggunakan truk. Saat ini, United Parcel Service mempunyai lebih dari 340.00 karyawan di seluruh dunia dengan omset per tahun lebih dari US$22 milyar.

*KISAH HOTEL HILTON*

Conrad Nicholson Hilton - anak kedua dari 8 orang kakak beradik dilahirkan pada tahun 1887 di San Antonio, wilayah Meksiko. Ayahnya seorang pendatang dari Norway, seorang yang tekun barusaha tetapi telah mengalami beberapa kerugian dalam bisnis. Bisnis utamanya adalah sebuah toko kelontong. Keuntungan yang di peroleh memungkinkan mereka membangun sebuah rumah besar dengan beberapa kamar. Semasa resesi pada tahun 1907, uang sulit di peroleh. Dengan uang simpanan, Conrad pergi ke stasiun kereta api untuk mengiklankan bisnisnya. Dengan tarif US $ 1 para penginap diberikan layanan ramah dengan sebuah kamar yang bersih dan hidangan makanan yang di masak oleh Nyonya Mary Hilton ( ibunya ). Akhirnya Conrad sukses mengelola hotelnya sendiri dan selepas era resesi ekonomi, Hilton terus terlibat dalam bisnis apa saja yang bisa diceburi, membangun jaringan Hotel Hilton sehingga menjadi sebuah organisasi yang dihormati dalam memberikan layanan ramah dan paling baik di dunia.

*KISAH KFC (KENTUCKY FRIED CHIKEN)*

Kolonel Harland D. Sanders lahir pada tahun 1890 di sebuah ladang yang berdekatan dengan Hendryville, Indiana. Ayahnya meninggal ketika ia berusia enam tahun. Itu menyebabkan ibunya harus bekerja sebagai tukang jahit baju sedangkan ia juga terpaksa menjaga adik - adiknya yang masih kecil. Pada saat itulah ibunya mengajarkan seni masakan daerah. Tidak berapa lama setelah ibunya kawin lagi, Harland D. Sanders yang pada saat itu berusia 12 tahun telah berhenti sekolah. Dia keluar rumah untuk mulai bekerja. Di antara pekerjaan awalnya termasuk bertani, penyelia pekerjaan landasan kereta api, kondektur, penjual asuransi, masinis, kapal uap, dan masih banyak lagi. Akhirnya, Harland D. Sanders membuka sebuah terminal layanan yang sukses di mana dia menyediakan masakan istimewa kepada para pelanggan - ayam goreng, semeja 6 orang.

Nampaknya nasib malang merupakan teman setia Sanders. Pada tahun 1939, bisnisnya terpuruk dan nyaris bangkrut. Tanpa rasa putus asa, Sanders mendirikan sebuah restoran dan motel dengan gaya baru. Siapa pun yang ingin mengunakan telepon umum atau hendak ke toilet wanita harus melalui replika kamar motelnya yang terdapat di situ. Iklan ini sukses untuk mengembangkan bisnis motelnya. Ketika pendapatan yang di peroleh agak bagus, satu masalah lain muncul. Ada jalan raya baru yang membuat semua pelanggan lebih suka lewat jalan baru itu sehingah tidak melewati motelnya. Tingkat hunian motel mulai merosot, dan Sanders melelang semua bisnisnya. Namun hasil jualannya hanya cukup untuk membayar hutang yang ada.

Meski Harland D. Sanders sudah berusia 66 tahun ketika itu, ia tidak mempunyai apa-apa yang dapat dibanggakan. Dengan hidup di bawah tanggungan dinas sosial, Sanders berencana mencari segmen pasar baru yang sesuai. Satu-satunya harta paling bernilai yang dimilikinya adalah resep rahasia yang diberi nama "ayam goreng kentucky". Menjelang tahun 1956, Sanders telah berhasil meyakinkan belasan restoran guna memasak dan menjual ayam goreng Kentucky; dan memberinya US 4 sen sebagai royalti untuk setiap potong ayam goreng yang terjual. Gembira dengan kesuksesan yang di peroleh, Sanders lalu memuati mobil pikap model 1946 miliknya dengan 50 resep ramuan bumbu dan sebuah periuk untuk ditawarkan kepada beberapa orang yang mau membeli waralaba resepnya. Menjelang tahun 1960, sebanyak 400 buah restoran di Amerika dan Kanada telah meyediakan ayam goreng Kentucky. Dalam waktu 4 tahun, jumlah tempat jualan ayam goreng Kentucky telah meningkat menjadi 650 restoran dengan omset penjualan per tahun bernilai US$37 juta. Saat ini terdapat hampir 10.000 restoran ayam goreng kentucky di seluruh dunia dengan lebih dari 200.000 karyawan dan omset penjualan per tahun lebih dari US$8.2 milyar..

*SI BUDAK FRED DOUGLAS*

Fred Douglas benar-benar memulai hidupnya tanpa apa-apa. Bahkan dirinya bukan lagi miliknya pada saat masih dalam kandungan ibunya. Sebagai anak budak belian, ia sudah dijadikan jaminan untuk melunasi hutang majikan orang tuanya. Ia jarang bertemu ibunya kecuali pada malam hari dimana ibunya harus berjalan sejauh dua belas kilometer hanya untuk bertemu anaknya selama satu jam. Ia tidak mempunyai kesempatan belajar, karena pada jaman itu, para budak belian tidak diperbolehkan belajar menulis dan embaca. Namun, tanpa diketahui siapa pun, ia belajar membaca dan menulis. Dalam waktu singkat, ia sudah membuat malu teman-temannya yang berkulit putih dalam hal pelajaran.

Pada usia 21 tahun, ia melarikan diri dari perbudakan dan bekerja sebagai seorang pesuruh di New York dan New Bedford. Di Nantucket, ia berpidato, mendesak dihapuskannya perbudakan. Kesan yang ditimbulkannya sedemikian baik sehingga ia diangkat menjadi agen Lembaga Anti Perbudakan di Massachussetts. Sementara ia berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk memberikan ceramah, ia tetap belajar. Ia kemudian dikirim ke Eropa untuk berpidato dan menjalin persahabatan dengan beberapa orang Inggris yang kemudian memberinya 750 dolar untuk menebus kebebasannya sebagai seorang budak. Ia menerbitkan surat kabar di Rochester dan kelak memimpin New Era di Washington. Bertahun-tahun lamanya ia menjadi kepada District of Columbia dan bisa menandingi setiap orang kulit putih mana pun. Apakah keadaan Anda lebih buruk dari Fred Douglas pada waktu dilahirkan?

*KISAH MICHAEL FARADAY*

Di atas sebuah kandang kuda di London menetap seorang pemuda melarat, Michael Faraday, yang tujuh tahun lamanya menjadi tukang jilid dan penjual buku. Suatu hari, ketika ia sedang menjilid Encyclopedia Brittanica, perhatiannya tertarik pada karangan tentang listrik dan ia membacanya sampai habis. Ia membeli botol kecil, panci tua, dan alat-alat sederhana lainnya untuk melakukan percobaan-percobaan. Salah seorang pembeli buku menaruh perhatian pada pemuda itu dan mengajak ia mendengarkan ceramah tentang ilmu kimia oleh Sir Humphry Davy. Faraday mengumpulkan semua keberaniannya dan menulis sepucuk surat kepada sarjana besar itu. Pada suatu malam, sebelum Michael tidur, kereta Sir Humphry berhenti di depan rumahnya yang reyot itu. Seorang kurir memberikan undangan kepada Faraday untuk berkunjung ke rumah sarjana itu. Michael hampir-hampir tidak mempercayai hal itu. Esoknya, ia menerima usul Sir Humphry Davy dan bekerja pada ahli kimia itu. Ia membersihkan alat-alat laboratorium dan membawanya ke ruang kuliah. Dengan penuh minat dan perhatian, ia mengikuti semua gerak-gerik Davy saat yang disebut terakhir itu mengenakan topeng kaca dan mengadakan percobaan-percobaan berbahaya dengan zat-zat yang bisa meletus. Michael pun dengan rajin belajar dan melakukan percobaan-percobaan. Tak lama kemudian, pemuda miskin ini diminta untuk memberikan ceramah di depan Lembaga Ilmu Alam Inggris dan diangkat menjadi profesor di Akademi Kerajaan di Woolwich. Ia menjadi ahli ilmu alam terbesar di jamannya. Apabila ada orang yang bertanya kepada Sir Humphry Davy, apakah penemuannya yang terbesar, maka jawabannya adalah: Michael Faraday.

"*MEREKA YANG BERHASIL ADALAH YANG MAMPU MEMBUAT SEBUAH PONDASI YANG KOKOH DARI BATU BATA YANG DILEMPARKAN OLEH ORANG LAIN KEPADANYA*".

MOTTO: "*Saya melewati hari ini hanya sekali; karenanya setiap perbuatan baik yang dapat saya lakukan atau kebaikan apapun yang bisa saya perbuat kepada siapapun, biarlah saya melakukannya sekarang. Jangan biarkan saya mengabaikannya, karena pasti saya tidak akan melewati hari ini lagi*."

Sumber: Anonymous
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 1:08:00 PM   1 comments
Monday, January 26, 2009
Beranie Gagal Desember 2008 Versi PDF Sudah Ada
Hi para pembaca setia blog Beranie Gagal!

Sekarang sudah tersedia Blog Beranie Gagal Desember 2008 versi PDF (offline). Silahkan download filenya di sebelah kanan pada bagian E-book Beranie Gagal > Arsip 2008. Jadi anda bisa membaca blog Beranie Gagal tanpa harus online ke internet...menyenangkan bukan?!

Selamat Membaca!

Salam sukses!

Ryan
Founder & Moderator Beranie Gagal
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 11:19:00 PM   0 comments
Gagasan
Seorang kawan berkisah tentang perilaku sang Bos di saat rapat di perusahaan dimana dia bekerja. Di sela-sela rapat sesekali si Bos meninggalkan ruang rapat menuju toilet dan setiap si Bos kembali dari toilet pasti ada saja gagasan-gagasan baru yang dia lontarkan. Sebagian adalah ide cemerlang yang boleh jadi adalah salah satu faktor sukses bisnis & organisasi yang dipimpinnya.

Ketika sang penemu besar Thomas Alpha Edison merasa terhambat oleh suatu halangan ditengah-tengah sebuah eksperimen yang sulit, ia menggunakan sebuah metode unik untuk mendapatkan jawaban yang diinginkannya.

Dia membaringkan dirinya diatas sebuah sofa sambil menggenggam sebuah batu kecil lalu dia tidur sejenak. Ketika tertidur dia masuk ke pikiran bawah sadarnya yang ia ketahui sebagai sumber tiada hentinya bagi gagasan-gagasan terbaiknya dan sebagai sebuah gerbang bagi kecerdasan yang tak terbatas. Setelah tubuhnya menjadi rileks, Edison serta merta melonggarkan genggamannya pada batu tadi yang selanjutnya jatuh ke lantai dan mengeluarkan suara keras sehingga membangunkannya dari tidur singkatnya. Pada saat itu juga Edison masih ingat dengan jelas gagasan yang ia gali dalam tidurnya tadi kemudian ia pun segera menuangkan gagasan tersebut dalam tulisan.

Thomas Edison menghasilkan lebih dari 1000 hak paten termasuk hak paten untuk lampu pijar, alat perekam suara, baterai alkaline dan gambar bergerak.

Sembilan puluh enam persen orang di dunia menukarkan waktunya dengan uang sementara itu ada tiga persen lainnya yang membeli waktu dari si 96 % tersebut. Masih tersisa satu persen lagi, siapakah dia? Dia adalah orang yang memiliki gagasan dan mampu menjual kepada si 99 %.

Salam bijaksana,
Haryo Ardito – DieHard Motivator

Ketua Harian Asosiasi Manajemen Indonesia – DKI Jakarta
Website: www.haryoardito.com

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 9:53:00 AM   0 comments
Saturday, January 24, 2009
Semakin Banyak Memberi Semakin Banyak Menerima
KALIMAT di atas bisa jadi merupakan pepatah klasik yang sudah banyak diketahui. Tapi apakah implementasinya sudah dirasakan semua orang? Belum tentu dan tidak semua bisa merasakan. Berbahagialah orang-orang yang sudah membuktikan dan mengalami sendiri pepatah di atas.

Saya punya sedikit cerita di tempat saya bekerja. Prinsip saya dalam mengelola perusahaan adalah jangan pernah menahan hak karyawan, kalau sudah saatnya diberikan ya harus diberikan. Bahkan bila perlu kita memberi lebih banyak daripada aturan yang sudah ada. Ya contoh sederhananya adalah kenaikan gaji, pemberian bonus, pemberian reward dll. Kalau dilihat dari nilainya menurut saya tidak banyak-banyak amat, tidak mengganggu cash flow. Hanya keinginan untuk memberikan hak karyawan tepat waktu bukanlah kerjaan mudah. Tidak semuanya siap muntuk melakukan itu.

Tapi anehnya, semakin sering memberi (misalnya saja reward kepada karyawan terbaik tiap bulan), saya merasakan semakin meningkat omzet dan kas perusahaan. Entah bagaimana merumuskannya. Yang jelas perusahaan menjadi jauh lebih sehat dan omzet dan laba terus meningkat. Logika akuntansi manusia dipatahkan dalam kasus ini.

Sementara saya punya pengalaman lain. Sebuah perusahaan selalu mengundur-undur waktu kenaikan gaji walaupun sudah di awal tahun. Bonus karyawan pun bukan prioritas. Banyak yang bertanya kapan ada pembagian bonus, dijawab dengan marah-marah. Bukannya dijelaskan secara baik-baik. Tapi anehnya semakin ditahan kenaikan gaji dan bonus karyawan, semakin tipis kas perusahaan dan semakin kelimpungan membayar kewajiban-kewajiban, harus utang sana dan utang sini.

Sampai di sini saya mencoba untuk merenungkan cara alam ini bekerja. Ketika kita melakukan langkah yang pertama; memberi bonus tepat waktu, menaikkan gaji karyawan tepat waktu maka muncul sikap percaya pada perusahaan. Selain itu muncul juga rasa gembira, harapan ke depan bahwa nasib mereka akan semakin baik. Kondisi itu tidak hanya dimiliki oleh karyawan. Mereka juga menceritakan kembali kepada keluarganya, istrinya, anaknya dengan suka cita.

Dan dari situ muncullah doa dari mulut satu karyawan dan keluarganya. Kalau perusahaan tersebut memiliki 30 orang karyawan, maka diperkirakan doa yang keluar karena kegembiraannya minimal dua kali lipat atau sekitar 60 orang. Belum lagi kalau mereka bercerita kepada orang tua masing-masing satu orang saja berarti bertambah 60 orang lagi. Ada sekitar 120 orang yang mendoakan agar perusahaan jauh lebih baik, lebih maju, lebih untung. Mengapa didoakan? Perusahaan tadi cukup transparan dan karyawan percaya dan berani menggantungkan nasibnya kepada perusahaan. Tidak heran kalau perusahaan yang fair bisa jauh lebih maju ketimbang perusahaan yang pelit.

Sementara bila yang dilakukan sebaliknya, menahan kenaikan gaji dan bonus yang akan terjadi adalah perusahaan tersebut kian hari kian terpuruk. Kalau mengambil logika di atas, misalnya perusahaan tersebut memiliki 30 orang karyawan, 30 orang tadi mendoakan jelek, istrinya berdoa jelek, orang tua masing-masing berdoa jelek. Maka sudah ada 120 orang yang berdoa jelek kepada perusahaan tadi.

Kalau sudah didoakan jelek oleh banyak orang maka atmosfer udara di kantor perusahaan tadi menjadi negatif, auranya menjadi tidak enak. Orang yang akan datang yang membawa rezeki pun menjadi enggan masuk. Bila kondisi ini dipertahankan terus menerus maka semakin hari akan semakin buruk. Yang ada hanya saling mencaci dan membicarakan kejelekan kerja manajemen di belakang meja.

Semakin menghayati cara kerja hati dan kaitannya dengan sehat dan tidaknya perusahaan, saya semakin sadar bahwa karyawan adalah asset terbesar yang harus terus menerus dipelihara dan dididik agar menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Di sisi lain mungkin seseorang bertanya, apakah semua karyawan yang diperlakukan fair seperti di atas. Kan ada saja karyawan yang tidak baik, indisipliner dan kerja seenaknya.

Kalau ada karyawan seperti itu dan tetap dibiarkan itu bukan kesalahan karyawan. Tetap kesalahan manajemen. Bila ada karyawan tipe tersebut langkah pertama adalah ditegur dan dididik supaya berubah. Kalau dalam kurun waktu tertentu tidak berubah juga ya harus diamputasi. Tapi proses memperbaiki harus ditempuh dulu, jangan langsung pecat begitu saja.

Oke, ini memang hanya pengalaman individu yang belum tentu juga dialami oleh orang lain. Tapi sedikitnya kita bisa menyimpulkan bahwa kita tidak akan menjadi kaya dengan cara menyimpang uang rapat-rapat di bawah kasur. Dan kita juga tidak akan bertambah makmur dengan cara memotong hak-hak orang lain. Sukses Selalu. (*)

Oleh : Ade Asep Syarifuddin
*) Penulis Pemimpin Redaksi Harian Radar Pekalongan, bisa dihubungi di http://langitbirupekalongan.blogspot.com
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 6:43:00 PM   0 comments
Friday, January 23, 2009
Kisah Sukses Muhadi Menjadi Pengusaha Bus PO Dedy Jaya
Dulu Kondektur Sekarang Juragan

Lewat kerja keras dan keuletan, Muhadi sukses menjadi pengusaha bus Dedy Jaya. Ia merintis usahanya dari berdagang es lilin serta menjadi kondektur bus. Kini bisnisnya sudah menggurita, mulai dari hotel, pabrik cat, mal, hingga toko bangunan.

Soal nasib urusan belakang. Itulah pegangan hidup Muhadi Setiabudi, konglomerat asal Brebes, Jawa Tengah. Kerja kerasnya selama sekitar 19 tahun kini membuahkan hasil. Grup usaha PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa yang berdiri sekitar 15 tahun silam, kini menjelma menjadi kerajaan bisnis dengan 2.500 karyawan. Lini usahanya juga sungguh beragam luas, mulai dari mengelola ratusan armada di bawah bendera perusahaan otobus (PO) Dedy Jaya, hotel, pabrik cat, toko bahan bangunan, toko emas, hingga bisnis mal di Brebes, Tegal & Pemalang. "Nasib itu urutan kesekian. Siapa pun yang bekerja keras pasti bisa berhasil," ucap lelaki kelahiran Brebes, Maret 1961 ini mantap.

Muhadi tentu tidak asal omong. Boleh dibilang pria yang hanya menamatkan pendidikan madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) dari sebuah pesantren di Cirebon ini, benar-benar sudah membuktikannya. Maklum, kerajaan bisnisnya itu ia rintis dengan susah payah dan bukan terima menjadi dari warisan. "Saya benar-benar mulai dari nol besar," tandas bapak tiga anak ini.

Merintis Sukses Dari Berdagang Bambu

Simak saja kisahnya. Muhadi muda sempat melakoni pekerjaan kasar seperti berdagang es lilin di kampung, menjadi kondektur bus, serta berjualan minyak tanah. Pekerjaan itu ia jalani hingga 1979 atawa sekitar lima tahun sejak menamatkan pendidikan menengah. Di saat senggang, ia juga ikut membantu ayahnya bertani di sawah.

Jalan terang agaknya mulai terbentang setelah Muhadi menikahi Atik Sri Subekti pada 1981. "Waktu itu umur saya baru 19 tahun, tapi saya nekat menikah," tuturnya mengenang. Nasibnya berubah bukan karena dia menikahi anak konglomerat. Sebaliknya, mungkin karena kian terdesak harus membiayai keluarga barunya, dia tak bisa lagi menyandarkan penghasilan dari kerja serabutan itu.

Maka, Muhadi mulai menerjuni usaha dagang bambu dengan modal awal sekitar Rp 50.000. Modal ini ia kumpulkan dari upah membantu orang tuanya di sawah. "Usaha ini masih saya pertahankan sampai sekarang karena ia adalah cikal bakal semua usaha yang tidak bisa saya lupakan," tutur Muhadi.

Guratan sukses Muhadi tampaknya memang sudah terukir di bambu. Sebab, jerih payahnya berjualan bambu tersebut menuai hasil lumayan. Apalagi beberapa pesanan dalam jumlah besar juga mulai berdatangan. Misalnya, dia sempat mendapat order dari sebuah kontraktor bangunan untuk menyuplai ribuan batang. Untungnya meningkat, dari sekitar Rp 70.000 sebulan menjadi Rp 470.000 saban bulan.

Selain mendapat order, ada berkahnya juga Muhadi bergaul dengan para kontraktor itu. Ia jadi mulai mafhum tentang seluk-beluk usaha bahan bangunan. Dua tahun setelah berdagang bambu, Muhadi lantas mendirikan toko bahan bangunan dengan modal yang ia kumpulkan dari untung berdagang bambu. "Kekurangannya saya pinjam dari bank," ucapnya terus terang.

Rupanya pilihan Muhadi melebarkan sayap ke bisnis bahan bangunan sungguh tepat. Karena usaha barunya itu benar-benar menjadi tambang emas yang tiada henti mengalirkan untung. Bahkan, tujuh tahun setelah berkutat di material, keuntungannya dari berjualan bahan bangunan sudah bisa menjadi modal untuk membeli beberapa bus besar. Muhadi seperti terobsesi berusaha di jasa sarana angkutan. Boleh jadi selain meraup untung dari jasa ini, dia ingin mengenang masa sulitnya menjadi kondektur.

Kini, jumlah armada busnya yang berbendera PO Dedy Jaya sudah mencapai ratusan unit. Penumpang asal Pantura, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto yang hendak ke Jakarta tentu sudah tak asing lagi dengan bus ini. Maklum, Dedy Jaya melayani trayek Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Tegal, dan Jakarta-Pemalang-Pekalongan. Ia mencomot nama untuk bus serta grup usahanya dari nama anak pertamanya, Dedion Supriyono. Selain menggeluti bus, Muhadi juga mulai merambah ke toko emas dan bisnis perkayuan.

Masih Muda Sudah Kaya Raya

Konglomerasi bisnis Muhadi tak berhenti sampai di situ saja. Ia pun mulai melirik bisnis pusat perbelanjaan lantaran melihat peluang yang masih terbuka lebar di Tegal. Selain itu, "Saya ingin menjadi pelopor pengembang pribumi, daripada peluang itu diambil developer dari luar," ucapnya.

Alhasil, berdirilah Mal Dedy Jaya pada 1998, yang kini menjadi pusat perbelanjaan termegah di kota warteg itu. Tak puas mendirikan mal, Muhadi lantas menerjuni pula bisnis perhotelan. Dua tahun berselang setelah membangun mal itu, ia juga membangun dua hotel berbintang sekaligus. Satu di Tegal dan satunya lagi di Brebes.

Sepak terjang Muhadi boleh dibilang mencengangkan karena ia membangun kerajaan bisnis itu saat usianya baru menginjak 31 tahun. Tak heran jika ia mendapat banyak penghargaan berkat keuletannya tersebut. Ini bisa dilihat dari tiga buah lemari besar yang penuh berisi berbagai penghargaan. Yang paling membanggakan Muhadi, dia pernah terpilih menerima penghargaan upakarti dari presiden. "Saya bangga, karena saya ini cuma orang desa," tuturnya merendah.

Muhadi tak memungkiri bahwa perkembangan bisnisnya ini tak lepas dari peran bank yang mengucurinya kredit. Tentu saja tak serta-merta bank mau mengucurkan pinjaman ketika usahanya belum sebesar sekarang. Kendati sekarang utangnya masih lumayan besar, dia mengaku tak risau ataupun malu. "Saya baru malu kalau tak bisa membayar," tegasnya.

Begitulah, kerja kerasnya kini sudah membuahkan hasil. Toh, ia tak lantas puas dengan hasil yang sudah ia peroleh. Muhadi juga tak lantas bermewah-mewah dengan hasilnya selama ini. Kantornya pun sederhana. Hanya sebuah ruang seluas 24 m2 di salah satu sudut rumahnya di Jalan Raya Cimohong, Bulakamba, sekitar tujuh kilometer dari pusat kota Brebes. Toh, dari kota kecil inilah Muhadi mengendalikan bisnisnya yang sudah menggurita.

Menggulung Layar Hiburan dan Kapal Ikan

Sudah lumrah setiap ada senang pasti ada susah. Kalau tidak untung ya rugi. Demikian pula dengan bisnis yang dijalani Muhadi. Tidak semua usahanya berjalan mulus dan menjadi tambang duit yang berlimpah. Salah satu usahanya yang terpuruk adalah bioskop Dedy Jaya di Tegal. Semula bioskopnya sempat menjadi maskot dan sasaran hiburan warga Tegal. Namun, usaha itu menjadi berantakan akibat membanjirnya video compact disc (VCD) bajakan yang murah meriah. Bioskopnya menjadi sepi pengunjung dan pemasukannya makin seret hingga berbuntut rugi. Tak heran Muhadi lantas melego bisnis tontonannya itu.

Selain bioskop, bisnis kapal ikannya pun terpaksa gulung tikar. Itu terjadi akibat sengitnya persaingan di Tegal serta belitan krisis moneter pada 1997 hingga 1998. Padahal, kala itu usaha Muhadi baru mulai berbiak dan membutuhkan dana besar untuk mengembangkannya. Sayang, ketika itu tak ada bank yang berani mengucurkan kredit. Muhadi mengaku hampir menyerah saat itu lantaran imbasnya begitu dahsyat menerpa usahanya. "Berat sekali waktu itu. Ternyata lebih mudah merintis ketimbang mempertahankan usaha yang sudah ada", kenang Muhadi.

Sumber : http://bocahblitar.multiply.com/journal
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 9:23:00 AM   1 comments
Thursday, January 22, 2009
3 Inspirasi dari Tiger Woods
Salah satu atlet dunia pujaan saya adalah Eldrick 'Tiger' Woods. Bukan saja secara skills, dia luar biasa di lapangan, tetapi dalam dirinya pun terdapat prinsip-prinsip yang membuatnya patut diteladani.

Bahkan mengenai Tiger Woods, pemain basket terkenal Michael Jordan pernah berujar, "I really do believe Tiger Woods was put here for a bigger reason than just to play golf. I don't think that he is a god, but I do believe that he was sent by One."

Pada kesempatan inilah saya ingin membagikan apa yang saya pelajari secara luar biasa dari pribadi Tiger Woods dalam suatu wawancaranya. Untuk sekadar info saja, Tiger Woods adalah pemain golf dunia yang legendaris. Pada usia 11 bulan, dia sudah belajar mengayunkan tongkat golf di garasi rumahnya. Pada saat umurnya baru mencapai 22 tahun, Tiger Woods sudah meraup pendapatan bersih lebih dari US$2.000.000.

Suatu hal yang luar biasa telah dicapai oleh Tiger Woods bahkan sejak pada usianya yang belia. Nah, pada kesempatan ini, mari kita belajar ada tiga kunci sukses dari Tiger Woods yang menjadikannya juara dunia sejati.

I smile at obstacles

Pertama-tama, kalimat inspiratif menarik yang diucapkan oleh Tiger Woods adalah "I smile at obstacles". Justru kalimat ini rasanya begitu cocok untuk kita semua di mana saat ini dunia sedang mengalami krisis global. Rasanya kita bisa belajar banyak dari Tiger Woods yang justru tersenyum saat menghadapi masalah, tantangan ataupun hambatan dalam hidupnya.

Seperti yang sering saya ungkapkan dalam tulisan-tulisan saya, setiap masalah yang kita hadapi, semuanya bertujuan baik supaya kita dapat menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh. Saya pun teringat dengan buku Adversity Quotient karya Paul G. Stoltz.

Dalam buku tersebut, Paul G. Stoltz mengatakan seorang yang akan sukses adalah yang dapat mengubah tantangan menjadi peluang untuk berhasil. Selalu ada peluang bagi kita untuk dapat sukses jika kita jeli melihat yang terjadi. Seperti sebuah kata bijaksana "You learn something every day if you pay attention." Jadi, selalu pakailah kacamata yang positif saat melihat segala sesuatu.

Sama seperti Tiger Woods, saat mengalami tantangan dalam memenangi pertandingan golfnya, dia selalu belajar dari apa yang dialaminya. Filosofi ini dipelajari dari ibunya Kultida Woods yang sejak awal karirnya sering mengantarkan Tiger Woods ke berbagai turnamen dan memberikan motivasi kepadanya, tanpa mengeluh sedikit pun.

Begitupun ayahnya, seorang veteran perang yang selalu membisikkan kata-kata motivasi untuk membesarkan Tiger Woods sebelum dia tertidur. Inilah kunci yang membuat Tiger Woods menjadi juara dunia. Yang jelas, dari orang tuanya Tiger Woods belajar dan menasihati kita bahwa jika kita menghadapi hambatan hidup dengan tersenyum, sesuatu yang luar biasa akan pasti terjadi. Kita akan bisa lebih berpikir jernih, sehingga lebih berfokus pada solusi dan jalan keluar pun mungkin muncul di depan kita.

My will moves mountains

Dalam hal ini pun kita dapat banyak belajar kepada Tiger Woods. Seluruh keinginannya diarahkan untuk menjadikan dirinya menjadi seorang pegolf dunia. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Tiger Woods, "Dibutuhkan keputusan yang luar biasa untuk menjadi yang terbaik. Tetapi saya telah membuat keputusan itu!".

Tiger Woods mengetahui apa yang mau dicapai dalam hidupnya sehingga dirinya terus berusaha sampai impiannya tercapai. Bahkan Tiger Woods mengatakan "My will moves mountains". Dalam hal ini, Tiger Woods mengajarkan kepada kita perlunya fokus, dedikasi, komitmen, keteguhan, dan kegigihan dalam mencapai tujuan, termasuk pula membayar ongkos berlatih siang dan malam sebelum dirinya menjadi begitu terkenal.

Begitu pula dalam kehidupan ini, jika kita punya kualitas yang sama seperti karakter yang dimiliki Tiger Woods, kesuksesan dapat kita raih selama kita memiliki keinginan yang kuat untuk mencapainya.

Tiger Woods jelas-jelas mengetahui apa yang dia inginkan, dia memiliki target dan goal yang jelas, membuat rencana untuk mencapainya dan kemudian merealisasikannya. Tiger Woods percaya bahwa bagi dirinya tidak ada gunung 'kesulitan' yang terlalu tinggi untuk ditaklukkan.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang menjadi impian, cita - cita dan hasrat Anda? Apa yang ingin Anda lakukan dalam hidup ini? Apakah Anda sudah meraihnya? Mari belajar dari Tiger Woods, miliki fokus dan komitmen untuk meraih hal - hal yang diinginkan dalam hidup ini. Ingatlah, keinginan Anda yang begitu kuat bahkan bisa memindahkan gunung kesulitan Anda, setinggi apa pun.

I will do it with all my heart

Ketika Tiger Woods melakukan sesuatu, dia melakukannya dengan totalitas dan komitmen. Melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, itulah kunci kemenangan Tiger Woods. Baginya, bahkan hanya dalam berlatih di lapangan saja, semuanya diperlakukan seperti pertandingan sungguhan. Tiger Woods melakoni semuanya dengan keinginan bukan menjadi baik (good), bukan juga menjadi lebih baik (better), melainkan dengan keinginannya menjadi yang terbaik (best).

Tidaklah mengherankan jika diusianya yang ke-24, pada 2000 Tiger Woods sudah berhasil menjadi juara dunia hampir semua kejuaraan golf bergengsi di dunia, a.l. US Open, US Amateur, British Open serta British Amateur.

Kehidupan Tiger Woods memberikan pelajaran penting kepada kita yakni jika kita mau meraih kesuksesan dan keberhasilan yang luar biasa, lakukanlah segala sesuatu dengan kerja keras, fokus, penuh dedikasi dan lakukan semuanya itu dengan hati.

Inilah sebenarnya pelajaran yang diperoleh Tiger dari ayahnya, yang sekaligus menjadi pelatihnya. Untuk melatih Tiger Woods bermain dengan sepenuh hati, ayahnya sering kali membunyikan koin-koin dan berusaha mengacaukan konsentrasinya. Namun, latihan seperti inilah yang membuatnya semakin mantap.

Bahkan, pernah sekali ketika dia memukul bola dan pada saat itu ada suara walkie talkie yang mengganggu. Namun, Tiger Woods mengatakan dirinya tidak mendengarkan suara apa pun karena pelajaran hidupnya membuatnya betul-betul menaruh sepenuh hati pada bola yang akan dipukulnya. Dengan mantap, Tiger Woods mengajarkan bahwa kita berpelaung besar meraih hal - hal yang kita inginkan jika ada totalitas penuh di sana.

Demikianlah, mari belajar dari tiga pelajaran inspiratif Tiger Woods ini: smile at obstacles, my will moves mountains, serta I will do it with all my heart - untuk menjadikan 2009 ini sebagai tahun yang spektakuler, di mana Anda akan mencapai hal - hal yang Anda impikan dan meraih kesuksesan serta keberhasilan yang luar biasa! Sukses serta antusiasme yang luar biasa akan selalu menyertai Anda pada tahun ini.


By Anthony Dio Martin
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 9:51:00 AM   0 comments
Wednesday, January 21, 2009
Apakah Anda seorang Profesional ?
Seorang profesional adalah
seseorang yang menjalankan profesinya secara rasional.

Profesional bekerja menurut nilai-nilai dan prioritas.

Profesional umumnya menganut paham;
… melakukan, walaupun …

Contoh:
“Saya akan mengunjungi client saya, walaupun hujan dan macet berat”.
“Saya akan menulis artikel ini, walaupun pekerjaan saya menumpuk”



Sebaliknya,
seorang amatir lebih bergantung kepada perasaan hatinya.

Amatir mensyaratkan kondisi ideal untuk melakukan sesuatu.
Amatir senang menggunakan kata;
… melakukan, bila …

Contoh:
“Saya akan mengunjungi client saya, bila tidak hujan dan macet”.
“Saya akan menulis artikel ini, bila pekerjaan saya tidak menumpuk”



Seorang profesional selalu menyelesaikan pekerjaannya,
Sedangkan seorang amatir cenderung menundanya.

Jarak perbedaan karir, dan juga gaji,
antara seorang profesional dan amatir,
akan terlihat jelas dalam hitungan bulan.
Pertanyaannya:
1. Termasuk golongan manakah Anda?
2.. Bagaimanakah caranya mengerjakan sesuatu, walaupun perasaan hati tidak mengizinkan?

See You At The Top,

John Y. Rusly
Your Success Partner
www.1000hari.blogspot.com
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 8:52:00 AM   0 comments
Tuesday, January 20, 2009
Doa Dan Usaha
Dikisahkan, ada seorang pemuda sedang naik sepeda motor di jalan raya. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya seperti ditumpahkan dari langit. Dengan segera ditepikan sepeda motornya untuk berteduh di emper sebuah toko. Dia pun membuka helm yang dikenakan dan segera perhatiannya tercurah pada langit di atas yang berlapis awan kelabu.

Sambil menggigil kedinginan, bibirnya tampak berkomat-kamit melantunkan doa, "Tuhan, tolong hentikan hujan yang kau kirim ini. Engkau tahu, saya sedang didesak keadaan harus segera tiba di tempat tujuan. Please Tuhan....., please..... Tolong dengarkan doa hambamu ini". Dan tak lama kemudian tiba-tiba hujan berhenti dan segera si pemuda melanjutkan perjalanannya sambil mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah mendengar dan mengabulkan doanya.

Di waktu yang berbeda, di cuaca yang masih tidak menentu, lagi-lagi hujan turun cukup deras dan kembali si pemuda mengulang kegiatan yang sama seperti pengalamannya yang lalu, yakni berdoa memohon Tuhan menghentikan hujan, tetapi kali ini hujan tidak berhenti bahkan semakin deras mengguyur bumi. Di tengah menunggu berhentinya hujan, si pemuda sadar, dia harus berupaya menemukan dan membeli jas hujan untuk mengantisipasi saat berkendaraan di tengah hujan. Kali ini, walaupun terlambat, dia belajar sesuatu hal yakni ada saatnya mengucap doa tetapi juga harus disertai dengan usaha yaitu menyiapkan jas hujan.

Suatu hari, di waktu yang berbeda,si pemuda ke kantor tanpa sepeda motornya karena mogok akibat kebanjiran. Hujan yang kembali turun, tetapi jas hujan yang telah dibeli, saat dibutuhkan, tiba-tiba raib entah kemana. Dia pun mulai bertanya kesana kemari, barangkali ada yang bersedia meminjamkan payung atau apapun untuk melindunginya dari terpaan guyuran hujan. Kembali diulang doa yang sama, usaha yang sama, dan harapan yang sama pula. Eh,tiba-tiba seorang teman yang bersiap hendak meninggalkan tempat itu dengan berkendaraan mobil berkata, "Hai teman, kalau kita searah jalan. Ayo ikut aku sekalian. Aku antar sampai tempat tujuanmu dan dijamin tidak kehujanan, oke?". maka si pemuda itu pun mendapat tumpangan dan pulang ke rumah dengan selamat.

Peristiwa alam yang sama, yakni turunnya hujan, telah mengajarkan si pemuda bahwa selain doa, harus usaha dan akhirnya berserah. Karena jika kita mau membuka hati, ternyata Tuhan tidak pernah meninggalkan kita tetapi kitalah yang harus berupaya dengan segala cara dan pikiran yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita.

Pembaca yang budiman,

Hanya sekedar mengandalkan doa saja namun tanpa usaha dan kerja nyata tidak mungkin ada perkembangan, hasil akhirnyapun pasti nihil alias kosong, sedangkan sekedar kerja keras tanpa diiringi doa memungkinkan kita salah bertindak karena hanya memikirkan hasilnya. Dengan dilengkapi doa tentu usaha kita itu terarah di jalan yang benar, baik dan halal, maka yang paling ideal adalah usaha dan kerja keras kita yang diiringi dengan doa, niscaya segala usaha kita akan dikabulkan dan tentu hasil yang kita inginkan akan sukses dan memuaskan.


Andrie Wongso

Salam sukses luar biasa!!!
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 8:02:00 AM   0 comments
Monday, January 19, 2009
GIVE MORE THAN THEY WANT
Pepatah itu ternyata sangat bermanfaat ketika diterapkan dalam keseharian kita.

Betapa besar manfaatnya sedemikian hingga kami merasakan kebahagiaan serta manfaat akan berbagi MORE THAN THEY WANTdalam training-training kami.

Ketika kami training di Riau dan Palembang pada akhir bulan desember silam. Para peserta tidak mengira kalau materi yang kami sampaikan begitu dalam dan banyak. Padahal menurut kami pada awalnya materi yang kami sampaikan belumlah banyak. Begitu banyaknya ucapak terima kasih yang diberikan baik dari peserta maupun panitia kepada tim kami saat itu. Karena memang kami berusaha memberikan yang terbaik dalam training-training kami dan memberikan lebih dari yang mereka inginkan.

Begitu juga dalam training terakhir kami di Makassar yang dihandle oleh Kang Syamsul, penyandang Licensed Practitioner dari SNLP sekaligus Hypnoterapist dari IBH. Kang syamsul dengan piawainya memberikan materi demi materi dengan lugas dan santai. Alhasil para peserta yang sedang mengikuti pendidikan dari ILO menjadi begitu bersemangat. Dan impact yang didapatkan, Kang Syamsul langsung dipercaya untuk mengisi training for trainer dua hari kemudian. Pak Aliy selaku pihak penyelenggara sangat puas dengan performa Kang Syamsul dari MDQuantum

GIVE MORE THAN THEY WANT ini begitu kami kedepankan dalam profesionalitas kami di dunia training. Guru-Guru kami, KRISHNA,Mas AZIEZ, mas RONNY serta para guru kami yang lainnya senantiasa mengajarkan untuk berbagi dan berkelimpahan. Berikan semuanya yang kita tahu, niscaya itu akan memperlancar rezeki kita nantinya.

Dan ternyata, konsep GIVE MORE THAN THEY WANT juga telah dilakukan oleh para sahabat nabi, Abu Bakar As Shidiq. Beliau senantiasa bangun pagi untuk berderma tatkala para sahabat yang lain belum sempat berderma, beliau senantiasa untuk silaturahim sebelum para sahabat yang lain melakukannya. Beliau berusaha untuk melakukan yang lebih dibandingkan yang diinginkan oleh Rasulullah pada saat itu.

Keinginan untuk berbagi lebih dari apa yang orang lain minta kepada kita, sudah selayaknya kita lakukan dalam aktifitas kita sehari-hari. Karena akan hukum tabur tuai, barang siapa yang menabur kebaikan niscaya dia akan menuai kebaikan yang berlipat ganda.

Ayo kita berikan kebaikan LEBIH dari apa yang orang lain ingin kan kepada kita Karena semakin banyak ilmu yang bisa kita miliki semakin banyak pula amal jariah kita nantinya yang akan membantu dan menolong kita di kehidupan selanjutnya.



"Ya Tuhanku, berilah aku kemudahan serta kemampuan untuk menjadikan diriku lebih dari yang orang lain sangka"


Salamun alaykum wr wb

<><><><><><><><><><><><><><><><><>
Keep to Face The life
A.Setiawan,C.NLP|Life Learner and Trainer| MDQuantum.com Marketing
http://www.iwan-ketan.co.cc | 021- 91766445 | 0838 8258 612
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 8:44:00 AM   0 comments
Saturday, January 17, 2009
Agar Mimpi Menjadi Nyata
Semua orang pasti memiliki impian atau cita-cita, saya yakin akan hal itu. Namun masalahnya, tidak semua orang berhasil mewujudkan impian atau cita-citanya tersebut, atau lebih tepatnya tidak berani (karena tekad kurang) untuk mewujudkan impian-impian terindah dalam hidupnya tersebut. Untuk selanjutnya, agar lebih singkat saya menyebut impian atau cita-cita dengan kata "mimpi" sehingga anda paham bahwa kata "mimpi" di artikel ini bukan berarti mimpi ketika kita sedang tidur.

Setiap individu yang berbeda pasti memiliki mimpi yang berbeda pula. Jika setiap manusia yang ada di bumi ini memiliki mimpi yang berbeda-beda maka bisa dibayangkan ada milyaran mimpi yang beterbangan di langit bumi ini. Dan setiap manusia pasti juga memiliki mimpi-mimpi indah masing-masing yang ingin terwujud atau diwujudkan ketika masa hidup di dunia ini masih berlangsung. Dengan adanya mimpi yang hendak kita raih akan membuat hidup kita punya arah, tujuan dan tantangan sehingga hidup ini terasa dinamis dan indah. Bagi orang yang tidak punya mimpi karena semua yang ada di dunia ini sudah ada di sekitarnya atau karena memang tidak bisa merangkai mimpi pasti akan merasa jenuh. Walaupun apa-apa dia miliki, tapi tidak ada sesuatu yang membuat hidupnya bergerak, ada dinamika dan nuansa yang berbeda.

Sekarang, pertanyaan saya: sudahkah anda memiliki mimpi?

Kalau sudah, sudahkan mimpi itu anda raih?

Kalau belum, beranikah anda mewujudkan mimpi itu menjadi nyata?

Kapan saat yang tepat? Jawab saya adalah sekarang!

Untuk selanjutnya, kita akan membahas bahwa mewujudkan mimpi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tidak juga sesulit menemukan formula yang tepat untuk membuat roket yang bisa mengantarkan manusia sampai ke bulan. Apa kunci rahasianya? Mengutip kata Paul Hanna, kuncinya adalah sikap dan keyakinan bahwa You Can Do It! (Anda Pasti Bisa!) atau bisa juga terangkum dalam kalimat berikut: You will see it when you believe it!.

Nothing is Free

Telah disebutkan di atas bahwa untuk mewujudkan mimpi itu tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Yang harus kita ketahui adalah semua itu butuh pengorbanan, seperti kata seorang sahabat saya, "Nothing is free!" Selalu ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan sesuatu. Dan meskipun suatu saat kita mendapatkan sesuatu secara gratis maka pasti ada jasa atau kebaikan yang pernah kita lakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, jangan berharap mimpi anda akan menjadi nyata sementara anda hanya diam saja atau seperti mengharap durian runtuh.

Terwujudnya sebuah mimpi tergantung seberapa besar anda memimpikan impian anda dan hingga sejauh mana anda bisa mengedukasi alam bawah sadar bahwa anda benar-benar menghendaki impiah itu menjadi sebuah kenyataan. Saya biasanya mengedukasi alam bawah sadar dengan cara menceritakan impian-impian saya kepada orang lain; bisa kepada teman dekat, guru atau sahabat pembaca. Dengan begitu diharapkan ada flash back ke dalam diri saya (lebih tepatnya ke bagian alam bawah sadar atau unconscious mind) bahwa saya serius ingin mewujudkan mimpi itu, meskipun semua itu kembali tergantung kehendak Yang Maha Kuasa.

Di samping itu, bisa dipastikan bahwa selalu ada pengorbanan untuk mewujudkan sebuah impian. Satu mimpi dengan mimpi yang lain harga pengorbanannya juga berbeda. Yang jelas, selalu ada yang harus kita korbankan untuk meraih mimpi-mimpi itu. Pengorbanan yang dimaksud bisa berupa waktu, biaya, tenaga, pikiran, perasaan, dan lain-lain.

Untuk mewujudkan mimpi yang berharga, beranikah anda keluar dari rutinitas harian anda yang mungkin nyaman dan tanpa tantangan? Beranikah anda keluar dari comfort zone (zona kenyamanan) anda untuk melakukan action-action nyata untuk mewujudkan mimpi anda?

Jadi, anda harus berani berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian atau bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Saya juga sangat setuju dengan apa yang diungkapkan Paul Hanna dalam bukunya, Just Do It!, "Orang yang sukses biasanya memahami rasa sakit. Mereka sadar hal itu membawa dampak positif dan merupakan alat untuk mencapai keberhasilan. Mereka membiarkan penderitaan memasuki hidup mereka, karena mereka sadar bahwa kalau mereka berhasil mengatasinya maka rasa percaya diri mereka akan tumbuh. Dari sini, kemampuan mereka untuk menghadapi masa depan tertantang."

Dengan demikian, sebenarnya sebagian besar penentu mimpi anda menjadi nyata adalah diri anda sendiri. Sejauh mana anda berani bermimpi dan berani mewujudkan impian itu menjadi sebuah kenyataan, meskipun harus menghadapi berbagai hambatan, tantangan dan cobaan. Yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa setelah berusaha atau berikhtiar, kita harus menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT karena dialah Sang Penentu semua takdir hidup kita. Jadi, intinya kita harus berusaha semaksimal yang kita bisa dan menyerahkan hasilnya kepada Dia yang Maha Tahu yang terbaik untuk kita. Itulah yang disebut tawakkal.

Oleh : Agus Riyanto
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 12:30:00 AM   1 comments
Friday, January 16, 2009
Tips Tambah Semangat Kerja
1. Minum air putih yang cukup
Kadang karena terlalu sibuk kerja, kita suka lupa minum air putih. Padahal dehidrasi bisa bikin badan lemas loo. Tidak harus minum air putih sebanyak 8 gelas dalam sehari tetapi yang penting selalu minum air putih saat haus dan ditambah dengan beberapa gelas. Ganti kebiasaan minuman soda atau jus dengan minum air putih.

2. Makan cemilan yang sehat
Pilih cemilan sehat seperti buah apel, yogurt berkadar lemak rendah, roti bakar dengan selai kacang, dll. Makanan kecil yang kaya mineral ini dapat membuat kita tetap bersemangat sampai jam pulang kantor.

3. Hindari makanan berat
Di hari kerja, pada jam makan siang, sebaiknya Anda memilih makanan yang tidak terlalu berat kalorinya atau ganti saja dengan salad. Sesudahnya, cukup minum segelas air putih atau teh herbal agar tidak mengantuk dan tetap segar sampai sore hari.

4. Yuuk olahraga ringan
Sekali-sekali gerakkan badan dengan berjalan cepat. Tinggalkan meja, jalan berkeliling kantor untuk beberapa menit dan kembali lagi bekerja. Tidak lebih dari 10 menit, waktu yang diperlukan agar badan segar kembali.

Rosa S Rustam (Ocha)
biz-and-career-only-at http://www.dexton.adexindo.com
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 1:03:00 PM   0 comments
Thursday, January 15, 2009
Cukup Besarkah Kapasitas Diri Anda?
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Kita sudah sering mendengar keluhan bahwa semakin hari pekerjaan kita menjadi semakin banyak saja. Padahal, pilihan hidup kita untuk menjadi pekerja mestinya diikuti oleh kesadaran bahwa tidak ada satupun perusahaan dimuka bumi ini yang mencanangkan pertumbuhan
negatif dari setiap portofolionya. Dan itu selalu berarti tantangan tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya. Selain itu, kita sendiripun selalu menuntut lebih banyak kepada perusahaan. Buktinya, setiap tahun kita menghendaki kenaikan gaji. Jadi, wajar jika kita melakukan lebih banyak pekerjaan untuk perusahaan, dan perusahaan memberi kita lebih banyak kesejahteraan. Tetapi, apakah kita memiliki kapasitas yang cukup besar untuk menyesuaikan diri dengan
bertambahnya tuntutan perusahaan?

Anda tentu mengenal karet gelang. Kalau kita membeli nasi bungkus, biasanya bungkusan itu diikat oleh karet gelang. Dijaman saya masih kecil dulu; karet gelang bukan sekedar alat untuk mengikat sesuatu, melainkan alat permainan yang mengesankan. Karet gelang bisa digunakan untuk permainan apa saja. Mulai dari lompat tali, gitar-gitaran, pistol-pistolan, ketapel, dan adu tiup serta permainan lain yang jenisnya begitu banyak. Saya tidak menemukan bahan lain yang
bisa digunakan untuk beragam permainan seperti karet gelang.

Namun, dari sekian banyak kegunaan karet gelang, ada satu karakter menarik yang dimilikinya. Yaitu; kemampuannya untuk memanjang mengikuti tarikan atau regangan. Tiba-tiba saja saya menyadari bahwa karet gelang itu menyimpan sebuah pelajaran penting bagi kita. Yaitu,
tentang kapasitas diri kita. Perhatikanlah, sebuah karet gelang terlihat begitu gemulai. Namun, dibalik kegemulaiannya itu dia menyembunyikan kapasitas diri yang sangat hebat. Ketika karet gelang dihadapkan kepada benda yang jauh lebih besar dari lingkarannya, maka dia mengerahkan 'potensi simpanannya' untuk mengimbangi besarnya tuntutan itu. Dengan begitu, dia selalu bisa menyesuaikan diri terhadap ukuran benda yang harus diikatnya. Dia bisa beradaptasi terhadap regangan yang diterimanya. Dengan kata lain, sebuah karet gelang mempunyai kapasitas diri yang lebih besar dari sekedar keadaan yang terlihat dari luar.

Didalam pekerjaan kita pun demikian. Orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang besar selalu mampu untuk menerima tantangan yang lebih besar. Ajaibnya, semakin besar tantang yang diterimanya; semakin besar juga kapasitas dirinya. Sehingga semakin hari, orang ini menjadi semakin hebat saja. Dan, karena dia menjadi semakin hebat; maka perusahaan memberi dia semakin banyak. Maka terjadilah keadaan yang saya sebut sebagai 'satisfaction circle'. Tantangan yang besar menjadikan kapasitas diri semakin besar. Kapasitas diri yang besar menghasilkan kinerja yang tinggi. Kinerja yang tinggi mendorong kompensasi dan imbalan yang tinggi. Imbalan yang tinggi melahirkan semangat kerja yang tinggi. Semangat kerja yang tinggi mendorong orang untuk terus meningkatkan diri. Meningkatkan diri memperbesar kapasitas diri. Begitu seterusnya, sehingga timbulah kepuasan disisi karyawan dan perusahaan.

Sedangkan orang-orang yang memiliki kapasitas diri yang kecil; tidak akan mampu untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan yang semakin hari semakin meningkat. Dengan demikian, orang ini dengan cepat akan sampai kepada keadaan yang biasa kita sebut sebagai 'mentok'. Para praktisi pengembangan sumberdaya manusia percaya bahwa orang-orang yang 'sudah mentok' tidak bisa dikembangkan lagi. Sehingga, bagi mereka hanya ada 2 alternatif; yaitu, dipertahankan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin. Atau, segera dirumahkan karena tidak dapat mengikuti perkembangan perusahaan.

Oleh karena itu, kita tidak memiliki pilihan lain selain memastikan bahwa kapasitas diri kita cukup besar untuk mengakomodasi tuntutan perusahaan. Untuk itu, ada beberapa langkah penting yang perlu kita lakukan.

Pertama, memahami bahwa pengembangan diri adalah tanggungjawab pribadi. Kitalah yang harus mendorong proses pengembangan diri itu. Bukan menunggu orang lain atau perusahaan yang melakukannya untuk kita. Mengapa? Karena orang lain belum tentu mempunyai komitmen yang tinggi untuk mengembangkan diri kita. Dan perusahaan memiliki banyak
keterbatasan untuk menginvestasikan dana bagi perkembangan semua karyawannya.

Kedua, menantang diri sendiri. Banyak orang yang senang jika diberi pekerjaan yang gampang. Padahal itu berbahaya. Sebab, bukannya bertambah kapasitas diri mereka; melainkan semakin berkurang. Sebaliknya, kita mesti memastikan bahwa diri kita selalu dikondisikan menangani pekerjaan-pekerjaan sulit. Agar semakin hari keterampilan kita semakin meningkat. Dan kualitas diri kita semakin tinggi. Sehingga, kapasitas diri kita semakin besar dari hari ke hari.

Ketiga, lakukan semuanya itu secara konsisten. Kita tidak bisa berhenti untuk berkembang. Sebab, berhenti adalah awal dari sebuah kemunduran. Mobil yang terus maju tanpa henti tidak akan bisa mundur. Sebab, sebelum mundur dia harus terlebih dahulu berhenti. Begitu juga
dengan kita. Jika kita bisa memastikan untuk terus bertumbuh tanpa henti, maka kita akan terhindar dari kemunduran. Dengan begitu, kita akan selalu mampu untuk meningkatkan kapasitas diri kita.

Dan, seperti karet gelang; kita jadi mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perusahaan. Sehingga, para pemimpin diperusahaan menyimpulkan bahwa kita adalah orang-orang yang bisa diandalkan. Dan layak mendapatkan kesempatan.

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://www.dadangkadarusman.com/
Business Administration & People Development
Radio Talk Setiap Jumat: 06.30-07.30 di 103.4 FM Day Radio

Catatan Kaki:
Jangan sekali-kali berhenti untuk bertumbuh. Sebab, sekali berhenti; sangat sulit untuk memulai kembali.
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 1:00:00 PM   0 comments
Wednesday, January 14, 2009
Facing The Failure
"People are always blaming their circumstances for what they are. I don't believe in circumstances. The people who get on in this world are the people who get up and look for the circumstances they want, and, if they can't find them, make them". George Bernard Shaw

Pepatah bijak mengatakan bahwa kegagalan adalah proses belajar yang harus dilalui. Tanpa adanya kegagalan, yang namanya keberhasilan tidak akan pernah diketemukan. Thomas Alfa Edison adalah contoh yang nyata. Setelah ribuan kali mengalami kegagalan untuk menemukan listrik, akhirnya beliau berhasil. Pemenang sejati adalah pemenang yang mampu mentoleransi kegagalan yang dialami serta berjuang untuk meraih keberhasilan dan bukannya menyerah pada keadaan. Disamping itu, keberhasilan akan diraih jika seseorang berani mengambil resiko dan tidak takut akan kehilangan / kegagalan. "Failures are divided into two classes - those who thought and never did, and those who did and never thought" John Charles Salak.

MENGHADAPI KEGAGALAN

Sadarilah bahwa :

1. Kegagalan adalah suatu proses pembelajaran. Seyogianya, reaksi yang timbul dikala gagal, bukanlah menyalahkan orang - orang lain tetapi adalah diri sendiri melalui introspeksi. Metode ini, akan menimbulkan :
    1. Keinginan yang mendalam untuk mengetahui "mengapa" kegagalan ini terjadi. Setelah diketahui penyebabnya maka dicari solusi agar kegagalan ini tidak sampai terjadi lagi. "It is wise to keep in mind that no success or failure is necessarily final" Anonymous
    2. Standard baku sebagai acuan dasar agar dimasa mendatang, kegagalan bisa diminimalkan atau tidak sampai terjadi lagi. "In order to succeed, you must first be willing to fail" Anonymous
    3. Sukses sebagai hasil dari mau / berani menghadapi kegagalan dengan analisa / evaluasi dan memperbaikinya. "Success is not permanent. The same is also true of failure" Dell Crossword

Secara tidak langsung, kegagalan juga mengajarkan kepada kita bahwa jalur yang dilalui adalah jalur yang salah. Semua, tergantung kepada diri kita, mau menyerah atau maju terus. Jika menyerah berarti sampai kapanpun juga yang namanya keberhasilan "hanya" akan merupakan angan - angan tidak akan pernah ter - realisirkan. "Yesterday's failures are today's seeds. That must be diligently planted to be able to abundantly harvest Tomorrow's success" Anonymous

2. Kegagalan adalah salah satu langkah menuju kesuksesan. Tanpa dialaminya kegagalan, seseorang akan sulit untuk menentukan langkah selanjutnya. Dengan adanya kegagalan, seseorang akan tahu pasti bahwa jalur ini dibenarkan sedangkan jalur itu tidak dibenarkan (karena telah pernah gagal). Apakah suatu kegagalan akan selalu berkonotasi negatif atau tidak, sangatlah ditentukan oleh sikap kita dikala menghadapinya. Jika dihadapi dengan sikap potitif maka konotasinya akan menjadi positif karena adanya perbaikan dan begitu pula sebaliknya. "Your failures won't hurt you until you start blaming them on others" Anonymous.

3. Kegagalan bukanlah berarti akhir dari segala - galanya. Dengan dialaminya kegagalan, biasanya akan membuat seseorang semakin dewasa serta waspada / mawas diri. Setiap langkah atau tindakan akan di "filter" berkali - kali agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan. "Keep in mind that neither success nor failure is ever final" Roger Ward BaBson

Kesimpulan :

Kegagalan bukanlah suatu hal yang ditakuti atau dihindari tetapi harus dihadapi. Melalui kegagalan, akan diketemukan apa yang namanya sukses. Jangan menyerah dan pasrah, itulah kunci utama untuk menghadapi kegagalan. "When one door closes another door opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door, that we do not see the ones which open for us" Alexander Graham Bell.

Oleh : Peter Lim
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 10:51:00 AM   2 comments
Bila Kemarahan Menyapa Undanglah Keramahan
Salam untuk Anda semua,

Apa jadinya bila Anda sedang kesal atau ingin marah, tiba – tiba hadir di hadapan Anda seseorang dengan sikap ramahnya ? Apakah Anda yakin akan sanggup untuk tetap mengaktualkan kemarahan Anda yang sudah mengintip di ujung bibir Anda dan sedikit saja Anda lupa mengatupkan bibir akan langsung meledak ? Dan bila Anda tetap berhasil memprovokasi diri Anda untuk tetap marah, apakah Anda berani yakin akan tetap bisa menghasilkan kualitas kemarahan sebagaimana telah Anda rencanakan di awal ?

Saya tidak bermaksud mengolok-olok siapa pun yang memiliki kecenderungan baladeawaisme, tapi memang begitulah faktanya; keramahan dan sikap kalem mampu meredam ledakan amarah. Perhatikanlah sekitar Anda, atau bila Anda pernah menyaksikan siaran televisi yang mempertontonkan sekelompok pengunjuk rasa dengan segala atributnya, yang akhirnya membubarkan diri dengan damai ketika sepasukan petugas keamanan yang dengan segala ketenangannnya membiarkan diri mereka menjadi “tameng hidup” dengan integritas penuh tetap membentuk pagar hidup ?

Perhatikankanlah hal sebaliknya bagaimana kemarahan sekelompok orang ketika amarahnya mendapatkan reaksi sepadan dari pihak-pihak yang seharusnya menjadikan suasana tertib.

Dan yang pasti kekesalan atau kemarahan cenderung menjadikan seseorang menjadi tidak realistis dan tidak adil. Perhatikanlah bagaimana ketika sedang marah, kita cenderung melampiaskan kekesalan atau kemarahan kita kepada apa pun atau siapa pun. Anda mungkin pernah melihat seseorang yang memukulkan telapak tangannya ke meja, atau menghantamkan tinjunya ke dinding ketika sedang marah. Bahkan lebih ekstrim lagi tidak sedikit kemarahan itu berimbas juga pelampiasannya kepada pihak – pihak “yang dianggap” memiliki kedekatan dengan pemicu kemarahan Anda.
“Dasar anak Pak atau Ibu Anu, pantas saja kelakuannya seperti itu,” Atau “Dia juga warga kampung Astina, hajar saja sekalian.”

Kemarahan membimbing kita kepada pikiran negatif yang merusak.

Hal di atas adalah satu contoh saja dari kemarahan yang mengkerdilkan. Coba Anda kalkulasikan berapa banyak perceraian yang dapat terbatalkan seandainya saja ada keramahan pada diri masing-masing pasangan suami isteri, dan jumlah anak yang meninggal akibat narkoba terkurangi bila saja di dalam keluarga terjalin keramahan. Atau angka kematian akibat bunuh diri menjadi jauh berkurang, karena masing—masing orang memiliki keramahan dan penghargaan atas diri masing-masing.

Bila Anda sedang marah, mengapakah tidak Anda arahkan sahabat terbaik Anda yaitu jiwa Anda sendiri untuk beramah-tamah dengan diri Anda. Nasehatilah diri Anda sendiri untuk melihat hal-hal penyebab orang lain membuat Anda marah. Bila Anda kesal kepada putera – puteri Anda yang menurut Anda tidak patuh kepada Anda sebagai orang tua, jujurlah pasti ada hal-hal pada diri Anda yang terlewatkan penglihatan batin Anda sehingga anak Anda dijadikan sarana pengingatan bagi Anda. Demikian juga ketika pasangan Anda cenderung berlaku tidak sesuai dengan yang Anda kehendaki, pastilah ada andil dari diri Anda yang membuat pasangan berlaku demikian.

Jadi bila Anda ingin marah, pastikanlah Anda sadari akibatnya bagi diri Anda sendiri. Anda akan selamanya tersiksa oleh kemarahan Anda sendiri, bila tidak cepat-cepat mengundang keramahan sebagai sahabat bagi jiwa Anda. Karena sesungguhya kepada kita masing-masing telah dibekalkan secara adil sejak sejarah kelahiran, yaitu cinta kasih.

Salam gemilang

Benedict Agung Widyatmoko
P : 085710143410
M : agung.widyatmoko@gmail.com, benedict.aw@gmail.com
http://benedikawidyatmoko.wordpress.com
http://benagewe.blogdetik.com
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 10:50:00 AM   0 comments
Monday, January 12, 2009
Bermimpilah!!!
Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia… , itu adalah sepotong lirik dari lagu Laskar pelangi yang dinyanyikan oleh grup Nidji. Bila kita renungi dalam-dalam makna dari lirik tersebut maka mungkin dapat saya simpulkan bahwa mimpi sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu yang ingin sukses dan bersaing di tingkat dunia.

Mimpi…, memang benar mimpi sangat dibutuhkan oleh kita untuk meraih kesuksesan, tidak ada orang yang super sukses pada saat ini yang tidak memiliki mimpi. Bill Gates bermimpi ia ingin memiliki produk yang akan ada di setiap rumah sehingga terlahirlah Microsoft Windows. Walt Disney bermimpi bahwa ia ingin melihat seekor tikus bisa menari sehingga terciptalah karakter micky mouse yang menjadi ikon dari perusahaan Walt Disney yang masih eksis sampai saat ini, Wright bersaudara bermimpi bahwa mereka ingin agar manusia dapat terbang seperti burung sehingga terciptalah pesawat terbang. Ini hanyalah beberapa contoh yang membuktikan bahwa banyak orang-orang sukses yang memulai langkahnya dengan berrmimpi.

Bahkan para trainer atau motivator kelas dunia pun menyarankan jika kita ingin membangun kesuksesan kita maka hal yang pertama kali kita lakukan adalah dengan bermimpi. Apa yang kita inginkan,mau menjadi apa kita 1 tahun lagi, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, atau bahkan ketika kita sudah tidak ada di dunia ini,seperti apa kita ingin dikenang. Setelah itu kita renungkan betapa bahagianya kita ketika berhasil meraih mimpi kita itu dan betapa sengsaranya kita jika kita tidak berhasil meraihnya. Hal ini dapat membuat kita termotivasi untuk terus bekerja keras serta cerdas dalam upaya kita untuk meraih mimpi itu.

Mengingat betapa pentingnya untuk memiliki mimpi, maka saya mengajak teman-teman sekalian untuk bermimpi, jangan pernah takut untuk bermimpi!!! tidak ada yang melarang kita untuk bermimpi, bermimpi itu gratis. Jangan hiraukan apa yang orang katakan tentan mimpi kita , tetaplah fokus untuk meraih impian kita walaupun orang-orang di sekitar kita menganggap impian kita adalah sesuatu yang mustahil. Ingatlah bahwa seorang penghayal adalah orang yang kerjanya hanya bermimpi saja tanpa berusaha untuk merealisasikannya. Sedangkan pemimpi sejati adalah orang yang berani bermimpi serta berani pula bekerja keras untuk merealisasikan mimpinya.

Selamat bermimpi !!!

Dan selamat berusaha untuk merealisasikannya!!!

Salam SUKSES !!!

Kardi
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 8:14:00 AM   0 comments
Friday, January 09, 2009
Kunci Pasti Meningkatkan Motivasi KAYA RAYA
KUNCI PERTAMA: "THE MORE YOU GIVE, THE MORE YOU GET"

Uang adalah energi. Semangat adalah energi. Bagaimana mendapatkan banyak energi? Kuncinya justru melepaskan (RELEASE, GIVE atau SHARE bukan Keep atau Take) energi terbaik dalam diri kita untuk Alam Semesta agar energi yang lebih bersih (CHANGE), energi yang lebih baik (LEARN) dan energi yang lebih besar (GROW) masuk dan menyatu ke dalam diri kita, sehingga hidup kita akan selaras dengan hukum alam (Universal Law) yang berlaku untuk semua makhluk yang ada di planet bumi ini.

Setelah menjadi siklus kegiatan Change-Learn-Grow ini pas dan selaras (baca: nyaman) dengan diri kita, maka teruslah lakukan kegiatan ini agar perputaran energi ini makin membesar, membesar dan membesar dalam diri kita sampai kita tidak bisa menghentikannya. Maka hasil (result) akan secara otomatis berbuah sendiri. Namun, jangan kaget kalau buahnya akan sangat ranum dan lebat.

Dalam bahasa Spiritual (katanya lho) kegiatan ini diartikan sebagai kegiatan berbagi untuk sesama manusia demi kehidupan itu sendiri. Artinya memberi dengan tulus ikhlas tanpa pamrih apapun. Baik sekali bila tangan kiri memberi, tangan kanan tidak mengetahuinya.

Memberi tanpa menyebut nama kita.

Memberi tanpa memberi tahu siapa kita.

Memberi ya memberi saja tanpa berpikir.

Baiklah, agar lebih "seru" kita beri nama kegiatan bagaimana "Menjaga Api Motivasi Semangat Hidup tetap dan terus Membara" ini sebagai kegiatan Berbagi Kehidupan. Dan, sebelum kita berbagi kehidupan baik sekali kita mengerti dulu apa kehidupan itu dengan cara belajar dari kehidupan.

Mindset motivasi latihan ini:

"The More You Give, The More You Get"

"Semakin Banyak Anda Memberi, Semakin Banyak Anda Menerima"

"Memberi lebih Indah dari pada Meminta"

KUNCI KEDUA: "BELAJARLAH DARI KEHIDUPAN"

Mentransfer uang untuk amal, misal: harus 10% ke lembaga keagamaan (bukan agama lho ya, tapi lembaga atau perorangan) adalah pekerjaan mudah dan sepele. Bawa kartu ATM, masukkan kartu tsb ke mesin ATM lalu tekan nomor rekening lembaga tsb, transfer uangpun selesai deh. "Mau dipakai untuk benar atau tidak, ya dosanya si pengurus. Yang penting niat gua adalah nyumbang" begitu cara pandang umum orang yang punya niat baik tersebut dan memang kita orang moderen diprogram seperti ini.

Namun, menjadikan uang amal 10% tsb menjadi 10, 100 atau 1.000 nasi bungkus dan kita sendirilah yang menyerahkannya ke saudara kita yang membutuhkannya, bukanlah pekerjaan mudah dan sungguh memerlukan kekuatan tekad hati yang tulus (uh. baca ide ini aja udah berat ya? Apalagi menjalankannya he..he..). Karena memerlukan kekuatan otot fisik kaki untuk berjalan dari pintu hati ke pintu hati lainnya.

Namun, sayang sekali umumnya kita lebih memilih cara beramal praktis seperti ini. Cara "Amal Instant 10%" persis seperti menggaji orang lain untuk melakukan pekerjaan amal suci kita. Sehingga mindset kita seperti "Berdagang Kasih" dalam benak kita muncul pemikiran bahwa dengan besarnya sumbangan uang amal ini hidupku pasti damai dan tenang (pesan lainnya: "aku akan dihormati atau dipandang"). Mengapa?

"Kan, gua udah nyumbang Rp. 100 juta untuk kegiatan Amal tsb? Lebih besar dari si Entong yang hanya nyumbang 2 nasi bungkus. Tentu Berkat gua lebih besar dong!"

Berkat yang dihitung oleh mereka yang memiliki paham ini adalah berkat rumah mewah, mobil mewah dan segala sesuatu yang wah! Sesuatu yang kelihatan secara "nyata".

(Kasihan juga ya untuk mereka yang matanya buta, hidupnya gak ada berkat karena gak ada yang bisa dilihat he..he.. Tuhan gak adil dong dengan yang buta. Ah, pasti ada misteri bahagia lainnya. Tuhan maha adil kok)

Kalo Tuhan boleh bercanda dalam bahasa gaul, pasti (baca: mungkin) Dia akan bilang: "He..he.. kasihan deh elo! Kagak ngarti kalo bahagia tuh mudah dan sederhana banget, tauk! Amal itu ukurannya Cinta / Kasih atau Hati bukan Kalkulasi he..he.."

Catatan Penting!

Tidak ada yang salah dalam Amal Instant 10% dan Amal 2 Nasi Bungkus ini. Yang berbeda adalah pelajaran yang kita dapatkan dalam kehidupan ini. Dalam Amal Instant 10% kita tidak terlalu banyak belajar tentang kehidupan ini, namun Amal 2 Nasi Bungkus ini jika kita lakukan setiap hari, maka dalam 1 bulan saja kita sudah belajar sebanyak 60 pelajaran kehidupan. Pelajaran Cinta Kasih. Itulah dasar berpijak "Menjaga Api Motivasi Semangat Hidup Tetap Membara"

Mindset Motivasi latihan ini:

"Jika kita setia pada hal-hal kecil, maka kita akan dipercaya akan hal-hal besar"

"Kadang Kita Selamat. Kadang Kita Tenggelam. Jika Kita Selamat, Kita Mempunyai Tugas Besar untuk Menolong Orang Lain" demikian Jusuf Islam, penyanyi "Morning Has Broken"

KUNCI KETIGA: "MELEPASKAN KELEKATAN"

Jebakan duniawi adalah kenikmatan indrawi. Kenikmatan indrawi adalah kenikmatan dasar makhluk hidup mamalia, jadi kenikmatan terendah manusia. Kenikmatan yang hanya sebatas kenikmatan alat indra manusia dan bisa berbentuk apapun.

Jika kita tidak memiliki kesadaran, maka akan mudah kita terikat pada kenikmatan indrawi ini. Sekali terikat, bisa terus terikat makin kuat. Untuk itu kita perlu memiliki kesadaran tinggi yang tidak terikat oleh kenikmatan indrawi. Dan, perlu terus menjaga kesadaran tinggi ini agar kiat terus bertumbuh menjulang dengan terus melepaskan keterikatan atau kelekatan.

Kunci melepaskan kelekatan adalah mendefinisi ulang arti kata "Kepemilikan". Apa itu milik aku? Pada saat kita mengatakan ini adalah milikku, maka saat itu juga aku terikat pada sesuatu (bisa benda, bisa rasa) yang aku sebut milikku itu.

Semakin kita melekat pada sesuatu, maka semakin pula kita tercekat atau terikat pada sesuatu tersebut. Walau sebenarnya ikatan tsb hanyalah bersifat emosi saja.

Sehingga jika kita tercekat akan sesuatu, mudah sekali emosi kita meledak. Contoh: banyak sekali orang menjadi marah saat mobil mewahnya diserempet dan tergores. Sebenarnya yang tergores bukanlah mobilnya, tapi hatinya. Rasa dalam hatinya, rasa yang dikuasi rasa kepemilikan tadi. Kalo kita melihat bahwa mobil tadi hanya besi, ya kitapun mudah sekali memaafkan dan menyelesaikan masalah serempetan tsb.

Donor darah boleh menjadi kegiatan yang sederhana dalam latihan melepaskan kelekatan. Memberikan apa yang Anda miliki tanpa pamrih. Memberikan kehidupan Anda untuk kehidupan orang lain, sungguh sangat mulia.

Kalimat Motivasi latihan ini:

"Hiduplah Sukses Menurut Penilaian Allah, bukan Penilaian Manusia"

"Hidup Sukses adalah Hidup Kaya Raya Berlimpah Makna"

LATIHAN: BERBAGI DAN MELEPASKAN KELEKATAN UNTUK BELAJAR DARI KEHIDUPAN

Berikut beberapa ide untuk kegiatan ini:

1. Pilih pakaian terbaik Anda atau pakaian Favorit Anda (boleh juga benda lain), lalu berikan kepada orang yang tidak Anda kenal dan sedang membutuhkan pakaian. Saya mempunyai kebiasaan untuk hanya memiliki pakaian sejumlah 7 buah saja. Jika saya mendapat atau membeli pakaian baru, maka pakaian lama saya berikan ke orang lain.

2. Membeli sesuatu pada pedagang yang berekonomi lemah dengan harga biasa, namun berikan 1 lembar angpau yang berisikan uang seharga benda yang kita beli dan ini bukan tip, tapi uang Kasih yang mungkin bisa membantu ekonomi keluarga tsb. Salah satu kebiasaan saya adalah menyisihkan sebagian dari hasil Trainer Fee menjadi 10 angpau atau lebih tergantung "feeling" saya saja saat itu.

3. Membuat beberapa Paket Manis (misal: 1 paket kantong yang berisikan: 1 kg gula pasir, 1 kaleng susu kental manis, 3 bungkus supermi atau benda lainnya yang manis) lalu bagikan kepada orang yang Anda rasa membutuhkannya. Sambil latihan peka dan peduli terhadap kebutuhan atau kehidupan orang lain.

4. Melepaskan binatang yang ditangkap manusia kembali ke alamnya. Misal: sisihkan uang Anda untuk membeli: Burung, Belut, Ikan, Kodok atau binatang apapun yang masih hidup, sebanyak yang Anda mampu lakukan. Lalu, lepaskan binatang tsb kembali ke alam, misalnya burung ke udara. Sedangkan belut & ikan ke sungai atau danau dan kodok ke sawah atau pinggiran sungai. Saat melepasakan binatang tsb, coba katakan: bebaslah kamu ke alam semesta ini karena memang kamu milik
Dia sang empunya. Jangan kaget bila ketemu ada binatang yang tidak mau pergi menjauh, seperti berterima kasih pada Anda. Takut ya, he..he..he..

5. Jual HP Anda dan uangnya bisa Anda lakukan sbb: Masukkan ke amplop angpau, misal: Rp. 50.000,- di setiap amplopnya lalu bagikan ke orang (baiknya yang tidak Anda kenal) yang menurut Anda saat itu dia sedang sangat membutuhkan uang. Belikan nasi bungkus sebanyak yang bisa Anda belikan dari hasil penjualan HP Anda, lalu bagikan dengan ikhlas kepada orang yang menurut Anda sedang kelaparan saat itu.

Masih banyak contoh lainnya, silahkan Anda lakukan dan pilih sendiri yang sesuai dan selaras dengan misi hidup Anda.

"Sungguh Indah jika Allah masih Memberikan Kita Kesempatan untuk Berbagi"

Oleh : Reva Benjamin
Emial: r.benjamin@petrochina.co.id
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 6:11:00 PM   0 comments
Thursday, January 08, 2009
Katakan Tidak

Punyailah keberanian berkata TIDAK. Milikilah keberanian mengemukakan kebenaran. Lakukanlah yang benar, karena hal itu benar. Ini adalah kunci menghidupi hidup Anda dengan integritas

- W. Clement Stone

Saya menulis artikel ini tepat pada hari ulang tahun saya. Menurut penelitian, rata-rata umur manusia antara 70-80 tahun. Artinya, saya sudah menjalani separuh lebih perjalanan hidup ini. Wow… time goes very fast! Dalam separuh perjalanan hidup, salah satu pelajaran tersulit bagi saya adalah belajar berkata TIDAK untuk hal-hal yang tidak penting.

Setiap kali saya berkata YA terhadap sesuatu yang tidak penting, maka saya sedang berkata TIDAK terhadap sesuatu yang penting. Orang yang selalu mengatakan YA terhadap sesuatu yang tidak penting, tidak akan pernah berbuat sesuatu yang besar. Ada nilai yang sangat berharga dalam kata TIDAK.

Katakan TIDAK kepada teman yang ingin bertemu hanya untuk sekedar bergosip. Katakan TIDAK kepada rekan sekerja Anda yang hanya ingin menularkan pikiran negatifnya. Katakan TIDAK kepada orang yang menertawakan mimpi-mimpi besar Anda. Katakan TIDAK kepada kawan yang meragukan kemampuan Anda.

Anda tidak dapat menjadi segala sesuatu kepada semua orang. Anda tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Orang-orang sukses memahami hal ini. Ketahuilah tujuan hidup Anda. Ketahui prioritas Anda. Ketahui apa yang harus Anda lakukan besok, minggu depan, bulan depan, bahkan tahun depan untuk hidup Anda. Dengan demikian, Anda bisa berkata TIDAK kepada hal-hal yang sia-sia. Sudah pasti ada orang-orang yang jadi tidak menyukai Anda. Tetapi, apakah Anda ingin hidup mengikuti apa yang dikatakan orang atau berdasarkan pada kebenaran dan mimpi-mimpi besar hidup Anda?

Berny Gomulya adalah seorang penulis, pembicara, pelatih personal dan perusahaan dalam bidang leadeship, strategy dan operations. Untuk artikel motivasi lainnya, silahkan kunjungi blog Berny di: http://bernygomulya.wordpress.com

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 1:06:00 AM   0 comments
Wednesday, January 07, 2009
Ulat Bulu
Saat-saat masih sering pulang ke kampung halaman sesekali seorang pria tua menyapa dengan sopan saat kaki hendak melangkah memasuki pintu rumah. Dia adalah Pak Amat seorang petugas parkir di sederetan toko tak jauh dari rumah. Ketika mendengar berita kematiannya, terbayang wajah Pak Amat muda yang dengan gagah menjalankan tugasnya saat di masa kecil berlarian diantara sepeda-sepeda yang dijaganya.

Jean Henri Fabre seorang ilmuwan asal Perancis seringkali mengadakan penelitian. Suatu ketika Fabre mengumpulkan beberapa ekor ulat bulu dan meletakkannya di sebuah pot. Ulat bulu itu diletakkan berurutan di bibir pot sehingga membentuk sebuah lingkaran. Ditengah-tengah pot diletakkan beberapa helai daun yang dimaksudkan sebagai makanan ulat tersebut.

Ulat-ulat yang berurutan itu mulai bergerak berjalan saling mengikuti satu dengan yang lainnya. Demikian seterusnya hingga akhirnya dalam beberapa hari kemudian semua ulat bulu itu mati tanpa pernah menyentuh dedaunan yang berada tak jauh dari mereka.

Setelah sekian tahun bekerja, sebagian orang merasa telah memiliki begitu banyak pengalaman meskipun dalam sekian tahun tersebut dia mengerjakan hal-hal yang tidak jauh berbeda bahkan masih berada di level yang sama.

salam bijaksana,
Haryo Ardito – DieHard Motivator

Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 8:24:00 AM   1 comments
Tuesday, January 06, 2009
5 Investasi Masa Depan
Investasi adalah cara pengembalian jangka panjang yang mungkin saja memerlukan sebuah kalimat " Bayar sekarang, main belakangan". berikut 5 Investasi utama yang bisa ditempatkan dalam masa depan:

1. Investasi dengan mereka - mereka yang anda kasihi

Suatu bahasan simple: Kejadian - kejadian di luar pekerjaan seringkali berimbas langsung ke dalam pekerjaan anda. Jika banyak hal yang tak beres di luar pekerjaan anda, ujung-ujungnya pekerjaan anda pun akan terganggu.

Sesungguhnya apa yang kita lakukan di dalam pekerjaan kita adalah untuk membebaskan lebih banyak waktu untuk bersama orang - orang yang kita kasihi.

2. Investasi dalam program pengembangan pribadi jangka panjang

Apa aset terbesar anda? jawabannya adalah anda sendiri. Meraih kepercayaan dari pelanggan, mitra atau siapapun dimulai dari "apa diri kita di mata mereka" Kita memerlukan secara terus menerus diajari oleh orang, kejadian atau apapun yang pantas. Mungkin saja anda perlu bergabung dengan sekumpulan pelatihan bulanan, mingguan dan harian untuk memastikan langkah anda tetap terkendali dalam berusaha.

3. Investasi dengan seorang pembimbing bisnis yang anda percaya

Keterbatasan kita sebagai manusia menyebabkan kita tidak mungkin mengetahui dan mampu melakukan segala sesuatu bak Superman. Kita perlu bimbingan dalam mengambil setiap keputusan yang timbul dari mengelola sebuah bisnis. Setelah anda memiliki investasi ini, anda dikelilingi oleh seorang yang kompeten, yang menjernihkan kekeruhan. Janganlah berfikir seorang pembimbing bisnis akan menjadi usang begitu anda mencapai tingkatan sukses tertentu. Tapi seorang adalah mitra pendaki yang terampil yang senantiasa siap membantu agar kejatuhan anda tidak pernah fatal.

4. Investasi dengan Asisten atau tangan kanan yang kompeten.

Apakah anda berfikir bahwa membaca email, melihat situs sendiri atau melihat absen karyawan adalah hal yang urgent? mulailah berinvestasi dengan seorang tangan kanan yang kompeten untuk menangani pekerjaan - pekerjaan itu.

Seorang asisten yang kompeten akan membebaskan waktu 4 jam lebih setiap harinya. Dan kalau prioritas bekerja anda benar, jam - jam ekstra yang asisten anda bebaskan itu benar - benar bisa menghasilkan sepuluh kali lipat investasi anda

5. Investasi dengan Citra Pribadi Anda

Apakah kita sadar bahwa kitalah satu - satunya alasan pelanggan mau mengeluarkan uangnya untuk program yang kita jual? Citra pribadi yang negatif atau tidak mengundang bisa menjadi halangan yang harus diatasi pelanggan anda sebelum mereka berkomitmen untuk berbisnis dengan anda.

Dikutip dengan perubahan dari buku High Trust Selling karya Todd Duncan
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 8:27:00 AM   0 comments
Monday, January 05, 2009
Menjual Keperawanan
Wanita itu berjalan agak ragu memasuki hotel berbintang lima . Sang petugas satpam yang berdiri di samping pintu hotel menangkap kecurigaan pada wanita itu. Tapi dia hanya memandang saja dengan awas ke arah langkah wanita itu yang kemudian mengambil tempat duduk di lounge yang agak di pojok.

Petugas satpam itu memperhatikan sekian lama, ada sesuatu yang harus dicurigainya terhadap wanita itu. Karena dua kali waiter mendatanginya tapi, wanita itu hanya menggelengkan kepala. Mejanya masih kosong. Tak ada yang dipesan. Lantas untuk apa wanita itu duduk seorang diri. Adakah seseorang yang sedang ditunggunya.

Petugas satpam itu mulai berpikir bahwa wanita itu bukanlah tipe wanita nakal yang biasa mencari mangsa di hotel ini. Usianya nampak belum terlalu dewasa. Tapi tak bisa dibilang anak-anak. Sekitar usia remaja yang tengah beranjak dewasa.

Setelah sekian lama, akhirnya memaksa petugas satpam itu untuk mendekati meja wanita itu dan bertanya:

"Maaf, nona ... Apakah anda sedang menunggu seseorang?"

"Tidak!" Jawab wanita itu sambil mengalihkan wajahnya ke tempat lain.

"Lantas untuk apa anda duduk di sini?"

"Apakah tidak boleh?" Wanita itu mulai memandang ke arah sang petugas satpam..

"Maaf, Nona. Ini tempat berkelas dan hanya diperuntukan bagi orang yang ingin menikmati layanan kami."

"Maksud, bapak?"

"Anda harus memesan sesuatu untuk bisa duduk disini"

"Nanti saya akan pesan setelah saya ada uang. Tapi sekarang, izinkanlah saya duduk di sini untuk sesuatu yang akan saya jual" Kata wanita itu dengan suara lambat.

"Jual? Apakah anda menjual sesuatu di sini?"

Petugas satpam itu memperhatikan wanita itu. Tak nampak ada barang yang akan dijual. Mungkin wanita ini adalah pramuniaga yang hanya membawa brosur.

"Ok,lah. Apapun yang akan anda jual, ini bukanlah tempat untuk berjualan. Mohon mengerti. ''

"Saya ingin menjual diri saya," Kata wanita itu dengan tegas sambil menatap dalam-dalam kearah petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terkesima sambil melihat ke kiri dan ke kanan.

"Mari ikut saya," Kata petugas satpam itu memberikan isyarat dengan tangannya.

Wanita itu menangkap sesuatu tindakan kooperativ karena ada secuil senyum di wajah petugas satpam itu. Tanpa ragu wanita itu melangkah mengikuti petugas satpam itu.

Di koridor hotel itu terdapat kursi yang hanya untuk satu orang. Di sebelahnya ada telepon antar ruangan yang tersedia khusus bagi pengunjung yang ingin menghubungi penghuni kamar di hotel ini. Di tempat inilah deal berlangsung.

"Apakah anda serius?"

"Saya serius" Jawab wanita itu tegas.

"Berapa tarif yang anda minta?"

"Setinggi-tingginya."

"Mengapa?" Petugas satpam itu terkejut sambil menatap wanita itu.

"Saya masih perawan"

"Perawan?" Sekarang petugas satpam itu benar-benar terperanjat. Tapi wajahnya berseri. Peluang emas untuk mendapatkan rezeki berlebih hari ini.. Pikirnya

"Bagaimana saya tahu anda masih perawan?"

"Gampang sekali. Semua pria dewasa tahu membedakan mana perawan dan mana bukan.. Ya kan ...''

"Kalau tidak terbukti?"

"Tidak usah bayar ..."

"Baiklah ..." Petugas satpam itu menghela napas. Kemudian melirik ke kiri dan ke kanan.

"Saya akan membantu mendapatkan pria kaya yang ingin membeli keperawanan anda."

"Cobalah."

"Berapa tarif yang diminta?"

"Setinggi-tingginya."

"Berapa?"

"Setinggi-tingginya. Saya tidak tahu berapa?"

"Baiklah. Saya akan tawarkan kepada tamu hotel ini. Tunggu sebentar ya."

Petugas satpam itu berlalu dari hadapan wanita itu.

Tak berapa lama kemudian, petugas satpam itu datang lagi dengan wajah cerah.

"Saya sudah dapatkan seorang penawar. Dia minta Rp. 5 juta. Bagaimana?"

"Tidak adakah yang lebih tinggi?"

"Ini termasuk yang tertinggi," Petugas satpam itu mencoba meyakinkan.

"Saya ingin yang lebih tinggi..."

"Baiklah. Tunggu disini ..." Petugas satpam itu berlalu.

Tak berapa lama petugas satpam itu datang lagi dengan wajah lebih berseri.

"Saya dapatkan harga yang lebih tinggi. Rp. 6 juta rupiah. Bagaimana?"

"Tidak adakah yang lebih tinggi?"

"Nona, ini harga sangat pantas untuk anda. Cobalah bayangkan, bila anda diperkosa oleh pria, anda tidak akan mendapatkan apa apa. Atau andai perawan anda diambil oleh pacar anda, andapun tidak akan mendapatkan apa apa, kecuali janji. Dengan uang Rp. 6 juta anda akan menikmati layanan hotel berbintang untuk semalam dan keesokan paginya anda bisa melupakan semuanya dengan membawa uang banyak. Dan lagi, anda juga telah berbuat baik terhadap
saya. Karena saya akan mendapatkan komisi dari transaksi ini dari tamu hotel. Adilkan. Kita sama-sama butuh..."

"Saya ingin tawaran tertinggi..." Jawab wanita itu, tanpa peduli dengan celoteh petugas satpam itu.

Petugas satpam itu terdiam. Namun tidak kehilangan semangat.

"Baiklah, saya akan carikan tamu lainnya. Tapi sebaiknya anda ikut saya. Tolong kancing baju anda disingkapkan sedikit. Agar ada sesuatu yang memancing mata orang untuk membeli." Kata petugas satpam itu dengan agak kesal.

Wanita itu tak peduli dengan saran petugas satpam itu tapi tetap mengikuti langkah petugas satpam itu memasuki lift.

Pintu kamar hotel itu terbuka. Dari dalam nampak pria bermata sipit agak berumur tersenyum menatap mereka berdua.

"Ini yang saya maksud, tuan. Apakah tuan berminat?" Kata petugas satpam itu dengan sopan.

Pria bermata sipit itu menatap dengan seksama ke sekujur tubuh wanita itu...

"Berapa?" Tanya pria itu kepada Wanita itu.

"Setinggi-tingginya" Jawab wanita itu dengan tegas.

"Berapa harga tertinggi yang sudah ditawar orang?" Kata pria itu kepada sang petugas satpam.

"Rp.. 6 juta, tuan"

"Kalau begitu saya berani dengan harga Rp. 7 juta untuk semalam." Wanita itu terdiam.

Petugas satpam itu memandang ke arah wanita itu dan berharap ada jawaban bagus dari wanita itu.

"Bagaimana?" tanya pria itu.

"Saya ingin lebih tinggi lagi ..." Kata wanita itu. Petugas satpam itu tersenyum kecut.

"Bawa pergi wanita ini." Kata pria itu kepada petugas satpam sambil menutup pintu kamar dengan keras.

"Nona, anda telah membuat saya kesal. Apakah anda benar benar ingin menjual?"

"Tentu!"

"Kalau begitu mengapa anda menolak harga tertinggi itu ..."

"Saya minta yang lebih tinggi lagi ..."

Petugas satpam itu menghela napas panjang. Seakan menahan emosi. Dia pun tak ingin kesempatan ini hilang. Dicobanya untuk tetap membuat wanita itu merasa nyaman bersamanya.
"Kalau begitu, kamu tunggu di tempat tadi saja, ya. Saya akan mencoba encari penawar yang lainnya."

Di lobi hotel, petugas satpam itu berusaha memandang satu per satu pria yang ada. Berusaha mencari langganan yang biasa memesan wanita melaluinya.

Sudah sekian lama, tak ada yang nampak dikenalnya. Namun, tak begitu jauh dari hadapannya ada seorang pria yang sedang berbicara lewat telepon genggamnya.

"Bukankah kemarin saya sudah kasih kamu uang 25 juta Rupiah. Apakah itu tidak cukup? " Terdengar suara pria itu berbicara. Wajah pria itu nampak masam seketika.

"Datanglah kemari. Saya tunggu. Saya kangen kamu. Kan sudah seminggu lebih kita engga ketemu, ya sayang?! ''

Kini petugas satpam itu tahu, bahwa pria itu sedang berbicara dengan wanita.

Kemudian, dilihatnya, pria itu menutup teleponnya. Ada kekesalan di wajah pria itu. Dengan tenang, petugas satpam itu berkata kepada Pria itu:

"Pak, apakah anda butuh wanita ... ???"

Pria itu menatap sekilas kearah petugas satpam dan kemudian memalingkan wajahnya.

"Ada wanita yang duduk disana," Petugas satpam itu menujuk kearah wanita tadi. Petugas satpam itu tak kehilangan akal untuk memanfaatkan peluang ini.

"Dia masih perawan.."

Pria itu mendekati petugas satpam itu. Wajah mereka hanya berjarak setengah meter.

"Benarkah itu?"

"Benar, pak."

"Kalau begitu kenalkan saya dengan wanita itu ..."

"Dengan senang hati. Tapi, pak ...Wanita itu minta harga setinggi-tingginya."

"Saya tidak peduli ..." Pria itu menjawab dengan tegas.

Pria itu menyalami hangat wanita itu.

"Bapak ini siap membayar berapapun yang kamu minta. Nah, sekarang seriuslah ...." Kata petugas satpam itu dengan nada kesal.

"Mari kita bicara di kamar saja." Kata pria itu sambil menyisipkan uang kepada petugas satpam itu.

Wanita itu mengikuti pria itu menuju kamarnya.

Di dalam kamar ...

"Beritahu berapa harga yang kamu minta?"

"Seharga untuk kesembuhan ibu saya dari penyakit"

"Maksud kamu?"

"Saya ingin menjual satu satunya harta dan kehormatan saya untuk kesembuhan ibu saya. Itulah cara saya berterima kasih ...."

"Hanya itu ..."

"Ya ...!"

Pria itu memperhatikan wajah wanita itu. Nampak terlalu muda untuk menjual kehormatannya. Wanita ini tidak menjual cintanya. Tidak pula menjual penderitaannya. Tidak! Dia hanya ingin tampil sebagai petarung gagah berani di tengah kehidupan sosial yang tak lagi gratis. Pria ini sadar, bahwa di hadapannya ada sesuatu kehormatan yang tak ternilai. Melebihi dari kehormatan sebuah perawan bagi wanita. Yaitu keteguhan untuk sebuah pengorbanan tanpa ada rasa sesal. Wanta ini tidak melawan gelombang laut melainkan ikut kemana gelombang membawa dia pergi. Ada kepasrahan diatas keyakinan tak tertandingi. Bahwa kehormatan akan selalu bernilai dan dibeli oleh orang terhormat pula dengan cara-cara terhormat.

"Siapa nama kamu?"

"Itu tidak penting. Sebutkanlah harga yang bisa bapak bayar ..." Kata wanita itu

"Saya tak bisa menyebutkan harganya. Karena kamu bukanlah sesuatu yang pantas ditawar."

"Kalau begitu, tidak ada kesepakatan!"

"Ada !" Kata pria itu seketika.

"Sebutkan!"

"Saya membayar keberanianmu. Itulah yang dapat saya beli dari kamu. Terimalah uang ini. Jumlahnya lebih dari cukup untuk membawa ibumu ke rumah sakit. Dan sekarang pulanglah ..." Kata pria itu sambil menyerahkan uang dari dalam tas kerjanya.

"Saya tidak mengerti ..."

"Selama ini saya selalu memanjakan istri simpanan saya. Dia menikmati semua pemberian saya tapi dia tak pernah berterima kasih. Selalu memeras. Sekali saya memberi maka selamanya dia selalu meminta. Tapi hari ini, saya bisa membeli rasa terima kasih dari seorang wanita yang gagah berani untuk berkorban bagi orang tuanya. Ini suatu kehormatan yang tak ada nilainya bila saya bisa membayar ..."

"Dan, apakah bapak ikhlas...?"

"Apakah uang itu kurang?"

"Lebih dari cukup, pak ..."

"Sebelum kamu pergi, boleh saya bertanya satu hal?"

"Silahkan ..."

"Mengapa kamu begitu beraninya ..."

"Siapa bilang saya berani. Saya takut pak ... Tapi lebih dari seminggu saya berupaya mendapatkan cara untuk membawa ibu saya ke rumah sakit dan semuanya gagal. Ketika saya mengambil keputusan untuk menjual kehormatan saya maka itu bukanlah karena dorongan nafsu. Bukan pula pertimbangan akal saya yang `bodoh` ... Saya hanya bersikap dan berbuat untuk sebuah keyakinan ..."

"Keyakinan apa?"

"Jika kita ikhlas berkorban untuk ibu atau siapa saja, maka Tuhan lah yang akan menjaga kehormatan kita ..." Wanita itu kemudian melangkah keluar kamar. Sebelum sampai di pintu wanita itu berkata:

"Lantas apa yang bapak dapat dari membeli ini ...?"

"Kesadaran..."

Di sebuah rumah di pemukiman kumuh. Seorang ibu yang sedang terbaring sakit dikejutkan oleh dekapan hangat anaknya.

"Kamu sudah pulang, nak"

"Ya, bu ..."

"Kemana saja kamu, nak ... ???"

"Menjual sesuatu, bu ..."

"Apa yang kamu jual?" Ibu itu menampakkan wajah keheranan. Tapi wanita muda itu hanya tersenyum ...

Hidup sebagai yatim lagi miskin terlalu sia-sia untuk diratapi di tengah kehidupan yang serba pongah ini. Di tengah situasi yang tak ada lagi yang gratis. Semua orang berdagang. Membeli dan menjual adalah keseharian yang tak bisa dielakan. Tapi Tuhan selalu memberi tanpa pamrih, tanpa perhitungan ....

"Kini saatnya ibu untuk berobat ..."

Digendongnya ibunya dari pembaringan, sambil berkata:

"Tuhan telah membeli yang saya jual..."

Taksi yang tadi ditumpanginya dari hotel masih setia menunggu di depan rumahnya. Dimasukannya ibunya ke dalam taksi dengan hati-hati dan berkata kepada supir taksi:

"Antar kami ke rumah sakit, pak..."

Sumber: Anynomous
Selengkapnya...
posted by Ryan - Dodi @ 10:54:00 AM   0 comments

©2006- Beranie Gagal


Inilah Kami


Nama: Ryan - Dodi
Kota: Depok, Jawa Barat, Indonesia
Tentang Kami:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hi Succesor call Us Dodi dan Ryan, Kami Berdua adalah salah satu dari kalian semua yang datang kesini. Kami hanyalah pejuang-pejuang yang mencoba untuk mewujudkan satu persatu cita-cita kami mejadi kenyataan. Sudah lama kami sangat menyenangi artikel-artikel motivasi yang akan dan selalu membuat kami optimis dan bahagia dalam menapaki satu persatu anak-anak tangga yang akan mengantarkan kami ke dalam dunia kesuksesan. Untuk itu kami sangat berharap kebahagian kami ini dapat kami bagi kepada teman-teman semua dengan meramu blog ini menjadi semacam arena rekreasi soul and mind teman-teman semua, sehingga setiap kali teman-teman keluar dari blog ini maka akan ada semangat baru yang mengiringi langkah teman-teman dalam menjalani kehidupan.

Satu kalimat yang selalu kami usung :

"Kesuksesan itu bukan hanya dari banyaknya harta akan tetapi berapa banyak yang telah kita lakukan untuk mencapai kesuksesan"

Salam sukses dari kami!

Walaikumsalam Wr Wb.

Lihat profil lengkap kami

Online





Sekarang jam berapa ya?

Artikel sebelumnya

Arsip artikel

Cari Artikel @ Beranie Gagal





 Berlangganan Artikel @
 Beranie Gagal

Masukkan email anda di sini, bila ada postingan baru di blog kami otomatis akan ke kirim ke email anda :


E-book Beranie Gagal

Download Beranie Gagal
Versi PDF


Situs Mitra

Shout it out!




Help us to spread the world





Silahkan copy & paste kode banner di dalam box untuk di pasang di website atau blog anda
Terms
  • Boleh mengutip tulisan-tulisan dari blog kami, asal disebutkan sumbernya.
  • Dipersilahkan bagi yang hendak me-link blog kami. Tak perlu minta ijin. Justru kami akan berterima kasih.

Visitor since 18 Desember 2006

Web Counter
Web Counter

Statistics